22 Januari 2026

SDM

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Siapkan SDM Profesional

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menerima kunjungan studi lapangan dari 50 peserta yang berasal dari lima desa di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan praktis masyarakat Cisauk, khususnya dalam teknik perbanyakan tanaman unggul melalui okulasi, serta mengenal lebih dekat beragam komoditas pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.

“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Studi lapangan asal Kecamatan Cisauk di BBPP Lembang diikuti petani dan perwakilan masyarakat penggerak pertanian di tingkat desa. Mereka disambut hangat oleh tim manajemen dan widyaiswara BBPP Lembang.

Widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian mengenalkan teknik budidaya tanaman buah-buahan.

Peserta praktik langsung teknik okulasi atau penempelan, dengan fokus pada komoditas rambutan varietas parakan karena komoditas ini menjadi komoditas pertanian unggulan di wilayah Tangerang.

Rambutan Parakan dipilih karena dikenal memiliki kualitas buah yang baik dan potensi nilai ekonomi tinggi.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan langkah demi langkah perbanyakan tanaman. Mulai dari pemilihan batang bawah dan entres (mata tunas) yang sehat, proses penempelan dengan teknik yang cepat dan tepat, hingga pemeliharaan pasca okulasi.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kompetensi Kehumasan Gen Z

Selain praktik okulasi, rombongan dari Kecamatan Cisauk juga melakukan penjelajahan ke berbagai lahan percontohan dan instalasi pelatihan yang ada di BBPP Lembang.

Peserta berkesempatan melihat langsung budidaya sayuran dengan berbagai metode teknologi modern, serta pengelolaan komoditas hortikultura unggulan lainnya.

Kunjungan ke lahan ini memberikan perspektif baru tentang penerapan teknologi dan inovasi pertanian yang bisa diadopsi untuk meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Tangerang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik inisiatif kunjungan studi ini. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adalah kunci dalam upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian.

"BBPP Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementerian Pertanian senantiasa terbuka untuk berbagi ilmu dan teknologi. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat wirausaha pertanian dan mendukung regenerasi petani yang handal di seluruh Indonesia, termasuk di Cisauk, Tangerang," ujar Ajat.

Salah satu perwakilan peserta dari Kecamatan Cisauk menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti kegaiatan ini.

"Kami sangat berterima kasih atas sambutan dan ilmu yang diberikan BBPP Lembang. Kami berharap BBPP Lembang ini semakin maju, semakin inovatif, yang bisa terus menyampaikan ilmu dan teknologi kepada kami, khususnya di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Dengan membawa pulang bekal keterampilan praktis dan semangat baru, rombongan dari Cisauk optimis untuk memajukan sektor pertanian di desa mereka.(***)

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Pertanian Soropadan, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Selasa (30/9/2025).

Kunjungan dilakukan dalam rangka sharing knowledge dan memperkuat kembali semangat melakukan tugas dan fungsi sebagai lembaga pelatihan untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian haru memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kunjungan Bapeltan Soropadan ke BBPP Lembang sendiri dipimpin kepala Bapeltan, Opik Mahendra, dan didampingi pejabat struktural dan fungsional widyaiswara. Rombongan diterima langsung Kepala BBPP Lembang dan tim manajemen.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang dibidang pelatihan teknis, fungsional, dan aktivitas penunjang lainnya dalam rangka peningkatan kompetensi SDM pertanian baik aparatur, petani, dan generasi muda.

Kegiatan konsultasi agribisnis, sertifikasi profesi, praktik kerja lapangan, dan kegiatan kunjungan/agroeduwisata bagi generasi muda dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian yaitu regenerasi petani juga secara massif dilakukan.

Baca juga:
Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan
Kepala Balai juga menjelaskan tentang inovasi-inovasi dibidang pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti learning management system, konsultasi agribisnis secara online dan offline, dan inovasi dibidang administrasi seperti e-arsip dan WA center.

Inovasi dibidang teknis pertanian juga dijelaskan tentang teknologi kultur jaringan, smart farming berbasis IoT, kom-mix hayati, dan pengaplikasian pendingin dan cold storage di packing house untuk komoditas hortikultura sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk.

Diskusi menarik tentang kegiatan pengelolaan SDM di internal BBPP Lembang dan kegiatan sertifikasi kompetensi oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang.

Bapeltan Soropadan tertarik untuk pembentukan TUK Mandiri mengingat trend saat ini di dunia kerja menuntut kompetensi kerja yang terstandarisasi oleh lembaga sertifikasi LSP dan BNSP.

Ini bermanfaat karena akan meningkatkan daya saing dan peluang karier bagi para tenaga kerja dibidang pertanian di dunia kerja yang kompetitif, serta meningkatkan mutu dan profesionalisme di sektor pertanian secara keseluruhan.

Selanjutnya rombongan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Melihat penerapan teknologi pertanian hidroponik pada tanaman melon dan tomat beef, budidaya anggur dan tanaman hias, serta teknologi pengolahan hasil pertanian di laboratorium hasil pertanian.

Kepala Bapeltan Soropadan, Opik Mahendra, memberikan kesan mendalam di penghujung kunjungan.

“BBPP Lembang ini luar biasa, fasilitas untuk pelatihannya lengkap dari on farm hingga off farm dan dukungan SDM nya juga sudah baik,” ungkapnya.

“Karena itu, BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat rujukan penyelenggaraan pelatihan karena dikelola dengan baik, suasananya sejuk sehingga nyaman menjadi tempat belajar bagi peserta pelatihan dan stakeholder lainnya yang ingin belajar pertanian dan meningkatkan kompetensinya di sini,” jelas Opik.(***)