Sinergi Kementan dan Perhiptani Singkawang Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh
TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mendapatkan kunjungan dari Perhimpunan Penyuluh Pertanian DPD (Perhiptani) Kota Singkawang, Rabu (24/9/2025). Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang.
Kunjungan atau Temu Teknis ini bertujuan untuk Peningkatan Profesionalitas Penyuluhan dalam Mendukung Program Swasembada Pangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.
"Yang bisa mengubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif disana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan selalu mendukung penuh upaya regenerasi petani.
“Dengan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, kita bisa menekan biaya produksi hingga 50 % dan meningkatkan produksi hingga 100%,” jelasnya.
Sembilan anggota Perhiptani Singkawang yang hadir di BBPP Lembang adalah Dwi Yanti (Kepala Dinas DPKPP), Joko Supriyanto (KJF Penyuluh Pertanian), Ya Subhan Jaya, (Penyuluh Pertanian), Yuliana Olipa, (Penyuluh Pertanian), Nur Fitriani, (Analis Lahan Pertanian), Sumiati, (Penyuluh Pertanian), Rusmiati, (Penyuluh Pertanian), Suzana, (Pengawas Mutu Hasil Pertanian), dan Masfiana Ayu Rosada Zulfian, (Analis Pasar Hasil Pertanian).
Baca juga:
Kolaborasi Kementan dan Dinas Provinsi Jabar, Tingkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman
Mereka memulai dengan eksplorasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian untuk mempelajari teknik-teknik yang dapat meningkatkan nilai jual dan memperpanjang masa simpan produk.
Setelah itu, rombongan bergerak ke Lahan Inkubator Agribisnis untuk memahami model bisnis dan praktik kewirausahaan pertanian yang berkelanjutan.
Kunjungan diakhiri dengan melihat fasilitas rumah pengepakan (packing house) dan budidaya tanaman hias, di mana mereka mendalami pentingnya standarisasi, sortasi, dan pengemasan yang profesional untuk memenuhi tuntutan pasar.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik antusiasme dari Perhiptani Singkawang.
"Kunjungan ini adalah bukti nyata sinergi antara UPT Kementan dan Perhiptani dalam upaya mencetak penyuluh yang adaptif. Kami membuka diri sebagai pusat pembelajaran untuk mendukung keberhasilan program utama Kementan," ujar Ajat.
Melalui pendalaman di berbagai fasilitas ini, Perhiptani Singkawang diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan mendalam mengenai pengolahan pasca panen dan manajemen kualitas produk.
Langkah strategis ini adalah kunci untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian di Singkawang, sekaligus memastikan produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat. (RIS/MIR)
