16 Maret 2026

Megamendung

Libatkan Aparatur Desa Megamendung, UPT Pelatihan Kementan Wujudkan Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 30 aparatur Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Jumat (19/9/2025).

Kunjungan ini fokus pada keterampilan kewirausahaan pertanian yang inovatif, membekali perangkat desa dengan solusi praktis untuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan jika transformasi digital di sektor pertanian harus dipercepat.

“Kita butuh petani cerdas, teknologi cerdas, dan sistem pertanian yang terintegrasi secara digital agar Indonesia mampu bersaing secara global,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat hal itu dengan menyampaikan jika pelatihan berbasis teknologi harus menjadi prioritas dalam mencetak SDM pertanian masa depan.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan, termasuk penerapan IoT dalam pertanian. Petani milenial harus menjadi pionir,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. Menurutnya, pertanian harus dimulai dari desa, karena di sanalah lahan terluas berada.

"Kami mendorong agar pertanian menjadi lokomotif ekonomi yang menggerakkan sektor lain di desa. Dengan memberdayakan pemuda dan menciptakan sistem ekonomi pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, desa dapat mengelola keuntungannya secara mandiri (close loop) dan bahkan mencapai potensi ekspor," ujarnya.

Ajat menambahkan, BBPP Lembang siap menjadi rumah bersama untuk berdiskusi dan memfasilitasi peningkatan kapasitas aparatur desa demi mewujudkan hal ini.

Baca juga:

Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat, Kementan Latih Kelompok Wanita Tani Olahan Pangan Lokal

Sementara aparatur Desa Megamendung yang berkunjung ke BBPP Lembang, terlibat langsung membuat instalasi hidroponik sistem DFT, sebuah solusi cerdas untuk budidaya sayuran di lahan terbatas.

Selain itu, mereka juga mengunjungi screen house tanaman hias BBPP Lembang untuk mendapatkan ide penataan desa yang asri sekaligus mengidentifikasi potensi agrowisata baru.

Bagian paling menarik adalah praktik membuat es krim jagung. Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aparatur desa belajar mengubah dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

Ahdan Akbar Pangestu, Sekretaris Desa Megamendung, mengaku menjadi lebih banyak tahu tentang pertanian dari mulai teknik pertanian hidroponik, tentang pengolahan hasil pertanian, dan tanaman hias.

"Mudah-mudahan sistem seperti ini kita bisa terapkan di desa kita, yaitu Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor,” katanya.

“Terima kasih untuk Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang atas waktunya, atas kerja samanya. Mudah-mudahan ilmu yang kita dapat bermanfaat bagi kita semua,” imbuh Ahdan.

Setelah kembali, aparatur Desa Megamendung berencana segera membentuk tim khusus untuk merintis projek hidroponik, unit usaha eskrim jagung, menjadikan Megamendung sebagai contoh desa yang maju, inovatif, dan berdaya saing. (RIS/MIR)