UPT Pelatihan Kementan Dorong Mahasiswa Melek Teknologi Jadi Petani
TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Penerapan teknologi dalam pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian (Kementan). Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan berupaya melakukan regenerasi petani yang melek teknologi.
Hal ini dilakukan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diikuti tiga mahasiswa Universitas Gunadarma selama satu bulan, 11 Agustus hingga 11 September 2025.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional. Ia meyakini,
"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia," tuturnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.
"Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para mahasiswa.
"Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran mahasiswa PKL seperti ini mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.
Sementara tiga mahasiswa Universitas Gunadarma yang PKL di BBPP Lembang, fokus pada penerapan teknologi modern dalam budidaya tanaman.
Baca juga:
Petani Gen Z Buktikan Pertanian Organik Menguntungkan dan Ramah Lingkungan
Dalam laporan PKL yang disusun, dua mahasiswa, Sopiyul Anam dan Andreas Rizki, mendalami sistem irigasi tetes di dalam screen house.
Sopiyul menerapkannya pada budidaya tomat (Solanum Lycopersicum), sementara Andreas mengaplikasikannya pada melon.
Keduanya berhasil menunjukkan bahwa irigasi tetes dapat menghemat air dan meningkatkan efisiensi nutrisi, menjadikannya metode ideal untuk pertanian modern.
Mahasiswa lainnya, Laode Muhammad Jumaidin, meneliti pemanfaatan teknologi aeroponik untuk produksi benih kentang (Solanum Tuberosum L.).
Teknik ini memungkinkan perbanyakan bibit kentang secara vegetatif di udara, menghasilkan bibit yang lebih sehat, bebas penyakit, dan berpotensi hasil panen tinggi.
Selain pencapaian teknis, para mahasiswa juga berbagi pengalaman mereka selama PKL di BBPP Lembang.
Andreas Rizki merasa suasana PKL sangat menyenangkan.
"Selama PKL ini banyak hal seru di BBPP Lembang. Mulai dari Widyaiswara, orang-orang di lahan, sesama anak PKL, hingga pembimbing lapang, semuanya sangat suportif," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa bimbingan dari Widyaiswara sangat membantu dalam penyusunan proposal dan pengerjaan di lapangan.
Sopiyul Anam menceritakan tantangan yang ia hadapi.
"Tantangan utama saya adalah menyelesaikan laporan proposal penelitian dan laporan kegiatan magang," ujarnya.
Ia mengatasi hal ini dengan membuat timeline prioritas agar semua tugas selesai tepat waktu.
Laode Muhammad Jumaidin merasa sangat nyaman dengan lingkungan dan kegiatan di BBPP Lembang.
"Kesan saya terhadap lingkungan BBPP sangat nyaman dan bersih, terutama untuk Bapak/Ibu Widyaiswara yang telah membimbing kami," katanya.
Ia juga menilai kegiatan yang dijalani sangat seru dan interaktif, karena teori di laporan sejalan dengan praktik di lapangan.
Penerapan teknologi canggih oleh mahasiswa ini menegaskan potensi besar generasi muda untuk membawa inovasi di sektor pertanian, sejalan dengan visi Kementan untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)


