8 Juni 2026

Akademisi

Jogja Benih 2026 Satukan Akademisi dan Praktisi, Perkuat Sistem Perbenihan Nasional

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YO-MA) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Forum Perbenihan Jogja Benih 2026 pada Kamis (7/5/2026) di Ruang Seminar Polbangtan YO-MA, Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha benih, peneliti, dan praktisi pertanian dalam memperkuat sistem perbenihan nasional menuju pertanian modern dan berdaya saing.

Forum dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan benih, hingga komunitas perbenihan di DIY dan sekitarnya.

Direktur Polbangtan YO-MA, R. Hermawan, mengatakan pengembangan sumber daya manusia pertanian, khususnya di bidang perbenihan, harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri pertanian modern.

“Perbenihan menjadi sektor strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional. Karena itu, Polbangtan YO-MA terus berupaya mencetak SDM pertanian yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki jiwa agripreneur,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk menjaga kualitas dan distribusi benih kepada petani. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan benih unggul guna mendukung swasembada pangan nasional.

Baca Juga: Kementan Optimalkan Produktivitas Brigade Pangan Aceh Timur dengan Alsintan

Forum juga menghadirkan sejumlah pembicara yang membahas transformasi kebijakan perbenihan nasional di era digitalisasi, pemanfaatan teknologi digital dalam agribisnis benih, hingga strategi branding dan pengembangan pasar benih lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan sektor perbenihan harus diiringi peningkatan kapasitas SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi Kementerian Pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian modern, termasuk di sektor perbenihan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian menegaskan benih unggul merupakan kunci utama peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat kemandirian benih nasional.

“Kementerian Pertanian terus mendorong transformasi pertanian modern berbasis inovasi dan teknologi. Penguatan sistem perbenihan nasional harus menjadi prioritas untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi interaktif, peserta menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan industri benih nasional, inovasi teknologi, hingga strategi pengembangan pasar benih lokal.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara dunia pendidikan, pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem perbenihan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan Indonesia.(*)

Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

TANIINDONESIA.COM, Sidoarjo -- Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi luas dari kalangan akademisi hingga mahasiswa. Hal ini mencuat setelah kunjungan langsung ke gudang Perum Bulog Sidoarjo bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang memperlihatkan kondisi stok beras nasional yang melimpah serta aktivitas penyerapan gabah petani yang berjalan masif.

Ketua Pusat Studi SDGs Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Nuning Roadiah, menyampaikan bahwa temuan di lapangan memperkuat optimisme terhadap keberhasilan program swasembada pangan yang tengah dijalankan pemerintah, khususnya oleh Kementerian Pertanian bersama Bulog.

“Berdasarkan pengamatan kami, setelah kami diajak masuk ke gudang Bulog. Kami sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dan juga Bulog, yang ternyata, kami tahu persis di gudang Bulog sekarang penuh dan optimisme kami sebagai masyarakat dan sebagai akademisi, bahwa program swasembada pangan ini benar-benar terwujud,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menuturkan, dinamika di gudang Bulog menunjukkan sistem logistik pangan yang hidup dan bergerak aktif. Aktivitas antrean truk pengangkut beras menjadi bukti nyata tingginya intensitas penyerapan hasil panen petani.

“Kami sudah melihat bagaimana gudang Bulog itu sekarang, terus hidup, terus bergerak. Banyak sekali tadi yang kami lihat antrean-antrean truk, yang kemudian akan memasukkan beras ke gudang Bulog,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nuning menilai bahwa dampak dari program swasembada pangan tidak hanya terlihat pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kesejahteraan petani yang mengalami peningkatan melalui harga gabah yang lebih baik.

“Dampak swasembada pangan ini tentunya, program-program yang lain, yang bersinergi dengan bagaimana menyerap gabah petani dan lain sebagainya, ini menjadi dampak yang positif bagi masyarakat. Kenapa? Khususnya petani, hari ini mendapat harga gabah yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas peran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan jaminan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Kami atas nama akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, Kementerian Pertanian dan Bulog, yang telah memberikan semacam kenyamanan, semacam garansi, bagi masyarakat bahwa kita benar-benar swasembada pangan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Muhammad Siril Aufa, menilai swasembada pangan bukan sekadar program, melainkan sebuah nilai perjuangan kolektif bangsa.

“Swasembada pangan ini merupakan sebuah indikator pencapaian yang menggambarkan bahwa negara Indonesia bisa mencapai sebuah kedaulatan pangan mandiri. Swasembada pangan merupakan sebuah nilai juang. Bukan cuma sebuah program atau sebuah capaian, tapi sebuah nilai juang. Tidak hanya bagi petani, tapi bagi kami mahasiswa, agar bisa ikut mendedikasikan diri kami agar tercapainya swasembada pangan,” ujarnya.

Baca Juga: Mentan Amran Bersama Mahasiswa, Guru Besar, dan Pakar Pertanian Tinjau Gudang Bulog Jawa Timur: Hasilnya Luar Biasa!

Menurutnya, capaian stok beras nasional yang tinggi menjadi bukti konkret keberhasilan kerja keras Kementerian Pertanian bersama para petani.

“Ternyata kalau melihat capaian dari seorang Menteri, bahasanya stoknya sangat memuaskan sekali. Itu merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dari Kementerian Pertanian. Melihat stok yang sebanyak ini bisa dilihat juga oleh seluruh teman-teman mahasiswa tadi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang harus terus dijaga melalui kolaborasi lintas sektor.

“Ini merupakan capaian dari Kementerian Pertanian, serta seluruh petani tanaman pangan yang ada di Indonesia. Kolaborasi dan sinergi ini harus kita tetap jaga, sehingga swasembada pangan tidak hanya berhenti di tahun ini, tapi juga berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, mahasiswa Polbangtan Malang, Danang Pramudya, menekankan peran aktif generasi muda dalam mendukung program swasembada pangan melalui keterlibatan langsung di lapangan sebagai bagian dari brigade pangan.

“Alhamdulillah kami mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian se-Indonesia telah ditugaskan ke beberapa titik swasembada pangan, yaitu sebagai brigade pangan atau petani milenial, di mana mahasiswa ini menjadi pendamping petani dalam swasembada pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai wilayah strategis, termasuk Sumatera dan Kalimantan Tengah, untuk memperkuat implementasi program di lapangan.

“Contohnya kemarin sudah di Sumatera Selatan, dan juga yang saat ini insya Allah akan diberangkatkan ke Kalimantan Tengah untuk membantu program swasembada pangan,” jelasnya.

Danang berharap keterlibatan mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program swasembada pangan nasional.

“Harapannya semoga kami sebagai mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian yang dinaungi langsung oleh Kementerian Pertanian ini dapat turut serta sebagai generasi muda yang tentunya mensukseskan program swasembada pangan dari Kementerian Pertanian,” tutupnya.

Kunjungan ini semakin mempertegas bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.(*)