17 Mei 2026

NEWS

Bimtek Petani dan Penyuluh, Kementan Ajak Warga Banyumas Optimalkan Pekarangan

TANIINDONESIA.COM//BANYUMAS - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), bekerjasama dengan anggota Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh wilayah Banyumas, pada 4 September 2023 bertempat di Surya Yudha Purwokerto Jawa Tengah.

Bimtek mengusung tema Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Lestari, diikuti oleh 100 peserta. Dalam kesempatan itu, Kementan mengajak warga Banyumas mengoptimalkan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pemanfaatan pekarangan untuk pangan lestari merupakan bagian dari pembangunan pertanian

"Pengembangan lahan pekarangan bertumpu pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga sekaligus menjadi bagian dari pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, penyuluh memiliki peran penting pemanfaatan lahan pekarangan.

"Penyuluh pertanian berperan penting mendorong pengembangan Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Lestari sebagai ´miniatur pertanian´ Indonesia menyokong ketahanan pangan," sebut Dedi.

Baca juga: Upaya Jaga Kerahasian Negara, Polbangtan Kementan Benahi Arsip Habis Masa Retensi

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan bahwa pengoptimalan pekarangan untuk kecukupan pangan memang seyogyanya harus terus diupayakan mengingat alih fungsi lahan yang terjadi terus menerus.

“Alih fungsi lahan untuk pembangunan di area pula Jawa tidak dapat terelakkan, sedangkan pengoptimalan lahan di luar Jawa bukan hal mudah karena harus melalui treatment tertentu," katanya.

"Oleh karena itu mari kita optimalkan lahan-lahan marjinal, lahan-lahan pekarangan untuk mewujudkan ketahanan pangan utamanya di lingkup rumah tangga,” ujar Bambang.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sunarna, memotivasi para peserta Bimtek untuk menerapkan teknologi smart farming dalam pengelolaan pekarangannya.

“Belakangan ini marak penggunaan AI (Artificial Intelegent) dalam segala bidang, ini bisa juga diterapkan bapak dan ibu sekalian dalam mengelola pekarangan. Jangan salah, pekarangan juga bisa menjanjikan secara ekonomi jika dikelola dengan baik,” kata Sunarna.

Hadir sebagai fasilitator kegiatan yaitu Sriwaryati yang juga merupakan Ketua Persatuan Wanita Tani Banyumas (PERWATIMAS). Dalam materinya, Sriwaryati menunjukkan beberapa success story dari pengelolaan pekarangan yang dilakukan oleh KWT diantaranya yaitu usaha penyedian bibit tanaman, pengelolaan kolam ikan, hingga pengelolaan hasil pekarangan menjadi berbagi pangan olahan.

“Utamanya memang ditujukkan untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga, namun dengan usaha lebih tidak dipungkiri bahwa pengelolaan pekarangan juga dapat meningkatkan perekonomian dan pendapatan keluarga hingga penanganan rawan pangan dan gizi di daerah,” tandasnya.

Upaya Jaga Kerahasian Negara, Polbangtan Kementan Benahi Arsip Habis Masa Retensi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) memusnahkan arsip yang sudah habis jangka waktu penyimpanan atau retensinya.

Pemusnahan arsip dilaksanakan di Polbangtan YOMA, pada 5 September 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari empat pilar penunjang pembinaan arsip yang terdiri dari penggunaan arsip aktif, pemeliharaan arsip, penyusutan arsip, dan pemusnahan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian untuk menjaga kerahasiaan negara.

"Kegiatan ini adalah bagian rutin untuk menjaga kerahasiaan negara. Berkas-berkas yang tidak diperlukan lagi sebaiknya musnahkan agar tidak menumpuk," kata Syahrul.

Hal senada Disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Kementan Gandeng TNI AU Bentuk Karakter Tangguh Mahasiswa

"Dengan pemusnahan dokumen ini, berarti harus ada dokumen-dokumen pendukung lain yang tentunya harus mendukung kemajuan pertanian," ujarnya

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menjelaskan jika pemusnahan arsip yang habis masa retensinya merupakan salah satu langkah untuk menjaga kerahasian Negara.

“Arsip-arsip non aktif yang sudah habis masa retensinya tetap mengandung informasi-informasi penting terkait kelembagaan. Kegiatan pemusnahan arsip ini selain untuk optimalisasi ruangan penyimpanan arsip sekaligus upaya untuk menjaga kerahasiaan Negara sesuai dengan peraturan yang dimandatkan,” ujarnya.

Sebanyak 3879 berkas arsip yang sudah habis masa retensi yang terdiri dari arsip kepegawaian, arsip milik bagian perlengkapan, arsip bagian administrasi akademik dan kemahasiswaan, serta arsip panitera.

Arsip-arsip tersebut selanjutnya diserahkan kepada UD Mandiri selaku rekanan kegiatan pemusnahan yang sudah memiliki MoU dengan Polbangtan YOMA.

Pengawalan dilakukan ketat mulai dari penyerahan hingga dipastikan seluruh arsip sudah dihancurkan sempurna.

Kementan Gandeng TNI AU Bentuk Karakter Tangguh Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 185 Mahasiswa Baru (Maba) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Jurusan Pertanian mengikuti kegiatan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (Mabidama), sekaligus penanda dimulainya tahun ajaran baru. Kegiatan Mabidama dilaksanakan tanggal 2 - 7 September 2023.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru diberikan bekal untuk membentuk sikap dan karakter jiwa yang berbudi luhur, sehingga dapat membentuk lulusan sebagai qualified job creator dan qualified job seeker, bermental baja, pekerja keras, pekerja cerdas, dan menjadi wirausaha muda pertanian yang professional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menganggap penting, pembentukan karakter bagi mahasiswa baru pertanian.

"Dengan karakter yang kuat dan mental baja, kita akan memiliki wirausahawan muda sektor pertanian yang tangguh. Dan ini akan berdampak bagus untuk masa depan pertanian kita," sebut Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan masa depan pertanian ada di generasi muda.

"Oleh sebab itu, kita selalu mendorong regenerasi petani. Pertanian harus digarap dengan cara kekinian, oleh karenanya peran generasi muda sangat penting," ujar Dedi.

Baca juga: Bangun Generasi Penyuluh Pertanian Profesional, Kementan Latih Penyuluh di Empat Provinsi

Untuk itu, Dedi mengimbau para mahasiswa baru bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan Mabidama erat kaitannya dengan pembentukan disiplin dan karakter yang tangguh namun jauh dari praktek perploncoan. Membentuk generasi pertanian yang tangguh dan berkarakter bukanlah hal yang mudah, apalagi di era sekarang. Generasi Z yang lebih menyukai kefleksible-an menjadi tantangan tersendiri.

“Melalui Mabidama, anak-anakku, mahasiswa baru yang kelak akan menjadi generasi penerus pertanian kalian akan dilatih dan didampingi kakak tingkat kalian untuk menyesuaikan dengan atmosfer Polbangtan YOMA. kata Bambang.

“Kedisiplinan memang menjadi salah satu kunci dan ciri khas Polbangtan, namun itu semua tentunya kami jamin jauh dari praktek perploncoan,” tambah Bambang.

Bekerjasama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (AU) Adisutjipto Yogyakarta, selama kurang lebih satu minggu, mahasiswa baru tersebut diberikan berbagai materi dalam ruangan dan juga materi bina fisik.

“Kegiatan dikemas dengan penyampaian materi seputar kehidupan kampus dan diisi dengan materi-materi yang bernas dari berbagai narasumber. Manfaatkan momen ini untuk membangun karakter yang kuat, disiplin, dan berdaya juang tinggi. Agar nantinya Ananda memiliki karakter unggul, mudah bersosialisasi, dan menjadi contoh bagi masyarakat," lanjutnya

Bambang juga menyampaikan, selain menerapkan metode klasikal, selama 4 tahun masa pendidikan, mahasiswa akan banyak mengikuti pembelajaran teaching factory, praktek kerja lapang, magang, studi banding, kajian lapang, kaji terap, dan mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Secara akademis, Polbangtan telah menyiapkan agenda intelektual yang padat dan terukur. Metode pembelajaran yang diterapkan di Polbangtan mengedepankan praktek, sehingga lulusannya siap kerja. Selain itu, Polbangtan juga membekali sertifikasi kompetensi bagi mahasiswanya,” pungkas Bambang.

Bangun Generasi Penyuluh Pertanian Profesional, Kementan Latih Penyuluh di Empat Provinsi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Penyuluh pertanian memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian menjadi salah satu tugas dan fungsi utama penyuluh pertanian sebagai garda terdepan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendukung penuh peran penyuluh pertanian.

Menurut Mentan, pada era 4.0 pertanian semakin berkembang pesat. Kualitas SDM pertanian harus terus menyesuaikan diri. Untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian nasional, Mentan SYL menilai salah satu faktor utamanya adalah SDM.

Diakui SYL peran penyuluh sangat penting dalam menumbuhkan pertanian yang lebih kuat dan modern, karena penyuluh adalah ujung tombaknya pembangunan pertanian.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa SDM pertanian seperti widyaiswara, dosen, petani, penyuluh pertanian, praktisi pertanian lainnya harus terus ditingkatkan kapasitasnya untuk menerapkan inovasi teknologi pertanian. Kunci pembangunan suatu bangsa diawali dari pembangunan SDM.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai bagian dari BPPSDMP turut mengambil peran dalam peningkatan kapasitas SDM pertanian. Melalui berbagai program pelatihan yang diselenggarakan, BBPP Lembang membekali aparatur dan non-aparatur pertanian dengan tujuan utama peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli yang selama 21 hari mulai 21 Agustus hingga 10 September 2023.

Pelatihan diikuti oleh 30 orang penyuluh pertanian ahli dari empat provinsi, yakni: Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat. Proses pembelajaran dilakukan secara klasikal di BBPP Lembang dan praktik kompetensi di Kabupaten Bogor.

Fasilitator berasal dari Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Widyaiswara, dinas/instansi yang relevan, dan para praktisi.

Peserta mendapat 168 JP yang terdiri dari 14 materi inti, yaitu: Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian, Pendidikan Orang Dewasa (POD), Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian, Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem, Programa Penyuluhan Pertanian, dan Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP).

   Baca juga: Tingkatkan Akses Keuangan Petani Milenial, Kementan Dorong Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan

Untuk memberikan motivasi dan pandangan baru kepada peserta, pembelajaran diawali dengan penyampaian materi dasar “Pengembangan Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluh Pertanian”. Materi dibawakan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, setelah membuka pelatihan.

Disampaikan Ajat, sebagai bagian dari ASN, penyuluh berpendoman pada core values BerAKHLAK serta budaya kerja lainnya yang mendukung tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Peserta juga dibekali dengan materi Kebijakan Pembangunan Pertanian yang disampaikan oleh Muhamad Amin, Kepala Puslatan. Pada kesempatannya Ia menyampaikan strategi kebijakan nasional yang dilakukan Kementerian Pertanian, terlebih pasca Covid-19 dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi) dan dilakukan secara partisipatif dengan menggabungkan berbagai metode, antara lain: ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, simulasi, praktik/seminar hasil praktik, observasi lapangan, dan pemecahan masalah.

Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok besar selama proses pembelajaran hingga akhir penilaian akhir. Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem menjadi salah satu materi yang menjadi dasar dalam menyusun programa penyuluhan di wilayah praktik kompetensi.

Bertempat di Wilayah IV BPP Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, peserta melakukan obeservasi lapang secara berkelompok.

Usai serangkaian pelatihan dasar ini, diharapkan para penyuluh mampu menyusun program penyuluhan pertanian sesuai dengan potensi dan kebutuhan di wilayahnya masing-masing.

Di sela-sela observasi lapang pada 4-9 September 2023, Chazim Ali Seham mengungkapkan kesannya. Ia menyatakan pelatihan dasar fungsional ini memberikannya banyak ilmu dasar yang perlu dipahami oleh seorang penyuluh pertanian.

“Setelah belajar lebih dalam, saya lebih memahami bahwa penyuluhan memerlukan proses yang cukup panjang dan runut. Kegiatan yang dilakukan harus terencana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. (DRY/YKO)

Tingkatkan Akses Keuangan Petani Milenial, Kementan Dorong Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan

TANIINDONESIA.COM//MAKASAR – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), bersama program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), mengadakan Workshop Akselerasi Inklusi Keuangan Usaha Pertanian, Program YESS yang dilaksanakan di Makasar tanggal 6-7 September 2023.

Pelaksanaan workshop ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk terus mendorong inklusi keuangan serta meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholders, sehingga upaya-upaya untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan juga merata dapat diraih.

Inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus mempercepat upaya memperluas akses dan inklusi keuangan bagi masyarakat, dengan tujuan mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pembangunan nasional, terutama di sektor pertanian.

Kementan juga mendorong dan mengajak keterlibatan generasi milenial dalam sektor pertanian melalui program-program pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian, salah satu nya melalui program YESS.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengimbau anak-anak muda tak ragu terjun ke usaha sektor pertanian.

"Petani milenial itu lebih open mind, tinggal di-trigger lebih kuat. Yang muda itu punya militansi tinggi, aku mau lihat kamu kaya," ujar Syahrul

Ia meyakini kemampuan generasi muda dalam mengembangkan bisnis jauh lebih efisien dan modern jika dibandingkan dengan generasi tua yang mendominasi profesi petani saat ini.

Baca juga: Kementan Gelar Rakor Ungkap Strategi Penanganan Dampak El Nino di Banten

Terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap program YESS dapat mewujudkan regenerasi pertanian, juga semakin meningkatnya kompetensi sumber daya manusia di pedesaan dan meningkatkan jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

"Sektor pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” ungkap Dedi.

Pada Workshop tersebut,Kepala Pusat Pendidikan Pertanian,sekaligus Direktur Program YESS Idha Widi Arsanti mengatakan tujuan dari Workshop akselerasi inklusi keuangan adalah untuk mensinergikan langkah dengan para stakeholder untuk agar tercapai keberhasilan inkusi dan literasi keuangan di wilayah Program YESS.

“Peran dan support dari stakeholder sangat penting untuk keberhasilan inklusi dan literasi keuangan di daerah seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Perusahaan Swasta, dan Lembaga Keuangan,” sebut Santi.

Workshop dihadiri oleh 52 peserta yang berasal dari OJK Provinsi Sulsel, PT. BPD Sulselbar Divisi CSR, PT. Huadi Indonesia, PT. Unity Nickel-Alloy Indonesia, PT. Hengseng New Energy Material, PT. Semen Bosowa, PT. Mars, PT. Cargill dan perwakilan dari TPAKD, Ketua BAZNAS, BAPPEDA, Financial Advisor (FA) dan District Implementation Team (DIT) yang berasal dari Kabupaten Maros, Gowa, Bantaeng, Bone dan Bulukumba.

Kementan Gelar Rakor Ungkap Strategi Penanganan Dampak El Nino di Banten

TANIINDONESIA.COM//BANTEN – Kemarau panjang yang disebabkan fenomena El Nino, turut dirasakan dampaknya di Provinsi Banten. Untuk memastikan dampak El Nino tidak terlalu meluas untuk sektor pertanian, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP menyampaikan sejumlah strategi menangani El Nino.

Strategi-strategi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di Provinsi Banten tahun 2023, Selasa (5/9/), di Hotel Ledian and Cottage, Banten.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian akan terus melakukan upaya koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah untuk menghadapi dampak El Nino di sektor pertanian.

Dalam setiap kesempatan, Menteri Syahrul selalu mendorong para kepala daerah untuk mengantisipasi dampak El Nino. Ia menyebut kekeringan ekstrem akan mengancam produksi pangan.

"Kita perlu mengantisipasi dampak perubahan iklim ekstrem kekeringan (El Nino) agar tidak berdampak terhadap penurunan produksi pangan," sebut Menteri Syahrul.

Mentan juga membeberkan, sebanyak 560 ribu hektare (ha) areal pertanian terancam kekeringan ekstrem akibat El Nino.

“El Nino ekstrem berpotensi menyebabkan kekeringan sekitar 560.000 hektare, sedangkan pada kondisi normal hanya 200 ribu hektare,” beber Syahrul

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Penanganan Dampak El Nino adalah fokus kementerian pertanian dan merupakan hal penting.

"Penanganan dampak El Nino adalah penting. sebab, berkurangnya air dapat mengganggu produktivitas pertanian. Apalagi, pertanian kita di Indonesia masih mengandalkan air hujan untuk pengairan, jadi perlu dicari alternatif sumber air, salah satu nya air tanah dan pipanisasi," jelas Dedi.

Dedi juga menjelaskan strategi penanganan kekeringan akibat El Nino. Yaitu, dengan memprioritaskan standing crop, yang masih dapat diselamatkan, upayakan.

"Selain itu, percepatan tanam, segera lakukan (tanam), manfaat kan air yang ada.

Baca juga: Siap Sukseskan Pembangunan Pertanian, Polbangtan Kementan Wisuda Calon Agripreneur

“Sekali lagi yang paling penting adalah koordinasi dan mengeksekusi dalam gerakan ini," tegas Dedi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, melaporkan update kondisi kekeringan dan perkembangan penanganan dampak El Nino di Provinsi Banten

"Secara umum saya laporkan El Nino di Provinsi Banten tidak menyeramkan dan menakutkan karena kami sudah bergerak bersama melakukan antisipasi di lapangan," katanya.

Menurutnya, faktanya di Banten air masih tersedia disini, hujan masih turun sesekali.

Agus menambahkan, saat El Nino sedang menerpa, sejumlah kecamatan di Banten justru panen padi ribuan hektare.

Salah satu contohnya adalah di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Pada periode Agustus-September, Kramatwatu panen raya hingga 2.360 hektare.

“Itu baru satu kecamatan,” ujar Agus.

Ia mengatakan, beberapa daerah di Banten masih bisa panen raya karena para petani sudah tahu akan ada El Nino. Untuk itu, para petani menanam lebih cepat yakni pada Juni lalu.

“Sekarang saat sedang kering-keringnya, mereka justru panen,” terangnya.

Agus menerangkan, luas panen padi yang berpotensi pada Agustus-Oktober 2023 yakni 113.419 hektare. Jumlah itu tersebar di delapan kabupaten/kota di Banten kecuali Kota Tangerang Selatan.

Dari potensi luas panen padi 113.419 hektare, produksi padi diperkirakan 601.577 ton gabah kering giling (GKG) dan produksi beras 380.377 ton. Sedangkan kebutuhan konsumsi, 349.882 ton.

Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton, Mentan: Pertanian Indonesia Tangguh

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor kacang hijau tujuan China sebanyak 1.000 ton. Ekspor ini disebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian Indonesia saat ini tangguh meskipun dihadapkan tantangan global seperti El Nino. Sehingga perlu juga didorong hingga peningkatan hilirisasi kacang hijau guna memberikan nilai tambah pada perekonomian nasional.

“Hari ini saya bersama PT Haniori melakukan ekspor kacang hijau ke China. Saya kira secara simbolik 1.000 ton ini adalah bagian mewakili bahwa kita punya resource yang kuat di bidang pertanian lebih khusus kacang hijau,” kata Syahrul dalam acara pelepasan ekspor kacang hijau tersebut di Jakarta, Senin (28/8/23).

Ia menjelaskan, kacang hijau yang diproduksi di Indonesia sebagai negara tropis memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki negara lain sehingga permintaan ekspornya sangat terbuka. Kacang hijau merupakan komoditas tanaman pangan yang banyak dibutuhkan baik dalam negeri dan luar negeri.

Baca juga: Genjot Ekspor Pertanian, Kementan Gelar TOT Bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh

“Saya akan melakukan kerja sama dengan melakukan backup agar besok bukan hanya 1.000 ton saja. Kalau sekarang Haniori masih 1.000 ton, ayo kita targetkan menjadi 10 ribu ton. Kita akan tingkatkan pertanaman kacang hijau, mau berapa banyak, varietasnya apa akan kita sesuaikan, dan hasil produksinya, kalian silahkan serap, jadi kita bagi tugas. Ini peluang bagi kita karena kacang hijau sangat sesuai dengan kondisi cuaca kemarau seperti yang kita hadapi saat ini,” terangnya.

Lebih lanjut, SYL menegaskan target ekspor komoditas pertanian di tahun 2023 ini sebesar Rp 900 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 658,18 triliun. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan upaya peningkatan volume ekspor kacang hijau dan penambahan negara tujuan ekspor agar dapat mengejar target ekspor komoditas pertanian tahun 2023.

“Kita menargetkan ekspor kita 2023 mencapai Rp 900 triliunan. Jadi pemerintah dan pelaku usaha dan lainnya harus bekerja sama, membagi tugas sehingga target kita bisa tercapai. Untuk kacang hijau ini, ekspornya tidak hanya di Cina, tapi juga nanti dilakukan ekspor ke Filipina, Thailand, dan kita mendorong pelaku usaha untuk melakukan penjajakan pasar di Eropa,” tegasnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2022 volume ekspor kacang hijau secara total sebesar 16,54 ribu ton dengan nilai Rp 314,90 miliar dan pada tahun 2023 ini per bulan Agustus, sebesar 11,15 ribu ton dengan nilai Rp 211,17 miliar.(***)

HUT RI ke 78, Mentan SYL Ajak Jajarannya Jaga Kebugaran

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) didorong untuk menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Menurut Mentan, Syahrul Yasin Limpo (SYL), kebugaran tubuh sangat penting dalam menjalankan tugas abdi negara terutama tugas-tugas pada sektor pertanian.

"Saya senang karena kalian suka dengan olahraga. Saya merasa, kalau ini dilakukan secara rutin, maka akan hadir kebugaran, kesehatan dan kebersamaan yang utuh yang kadang kadang tidak bisa kita dapat di Rapat-rapat dan diskusi," ujarnya, dalam puncak perayaan HUT RI di Kantor Pusat Kementan, Jumat (18/8/2023).

Menurut SYL mengatakan, sektor pertanian sangat penting dan strategis dalam memperkokoh perekonomian nasional. Meski demikian, Indonesia saat ini, tengah dihadapkan pada cuaca ekstrem El Nino yang berdampak langsung pada area tanam.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi

"Karena itu mulai besok, kita kembali lagi rame-rame bangun pertanian yang lebih baik. Kita bulatkan pikiran kita untuk sama-sama menghadirkan makanan rakyat, di saat El Nino mengancam Indonesia," katanya.

Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian syukuran Kementan terhadap capaian dan kinerja selama empat tahun terakhir yang membanggakan.

Diketahui, produktivitas padi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan hingga Indonesia dinobatkan lembaga internasional IRRI sebagai negara swasembada pangan. Selain itu, ekspor pertanian juga terus meningkat hingga mencapai 70 persen.

"Kita telah melaksanakan serangkaian agenda, yang kita jadwalkan sejak tanggal 14 kemarin. Kemudian tanggal 15, kita sudah melaksanakan ekspor, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mengejar target Rp900 triliun. Kita juga telah melaksanakan berbagai olahraga, kemudian musik dan hari ini gerak jalan sebagai puncaknya," jelasnya.(***)

Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sejumlah mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) yang berada di bawah Kementerian Pertanian, mengikuti Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi, 13 sd 16 Agustus 2023.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa semester 8 dari ketiga program studi, yaitu Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) sebanyak 33 mahasiswa, Agribisnis Hortikultura (AH) sebanyak 68 mahasiswa dan Teknologi Benih (TB), serta 67 mahasiswa yang telah dinyatakan lulus melalui sidang yudisium yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap kegiatan tersebut dapat diikuti dengan sungguh-sungguh.

"Pertanian harus diisi dengan SDM-SDM berkualitas. Kemampuan serta pengetahuan SDM yang ada sekarang pun harus terus ditingkatkan, khususnya bagi mereka para petani milenial. Sebab, masa depan pertanian ada di tangan petani milenial yang kita harapkan bisa menghadirkan inovasi," kata Syahrul.

Mentan Syahrul menambahkan, Kementerian Pertanian telah mencanangkan program utama pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan mendukung penuh peningkatan kualitas dan kapasitas SDM pertanian.

"Untuk mendukung hal tersebut, BPPSDMP Kementerian Pertanian telah menyiapkan tiga program aksi yaitu Gerakan Kostratani, Penyuluh Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Mendukung Petani Pengusaha Milenial untuk meningkatkan pembangunan Pertanian Indonesia," tuturnya.

Dedi menambahkan, BPPSDMP juga memiliki banyak program untuk meningkatkan pengetahuan insan pertanian.

Baca juga: Kreatif, Polbangtan Kementan Promosikan Pertanian Lewat Karnaval

"Program seperti pelatihan dan bimtek tersebut rutin kita, baik secara online maupun offline. Bahkan saat pandemi, pelatihan juga terus kita gelar," kata Dedi.

Annisa Khoiriah, Ketua Panitia Sertifikasi Kompetensi, menjelaskan tujuan digelarnya Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi.

“Polbangtan YOMA nantinya akan menghasilkan banyak agrosociopreneur, sehingga perlu peningkatan kompetensi sesuai program study mereka,” kata Annisa Khoiriah.

Selain itu, menurut Annisa, kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi, skill, memperpendek masa tunggu lulusan dan memfasilitasi diterbitkannya sertifikat kompetensi yang kompetitif.

“Adapun Mahasiswa prodi PPB mendapat Serkom Penyuluh Pertanian Level Supervisor, Mahasiswa prodi AH mendapat Serkom Digital Marketing, dan Mahasiswa prodi TB mendapat Serkom Pengawas Benih Tanaman. Kompetensi tersebut nantinya akan sangat berguna saat memasuki dunia kerja,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini Polbangtan YoMa bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi LSP Kementerian Pertanian, Markplus Institute dan Asosiasi Perbenihan Indonesia.

Kreatif, Polbangtan Kementan Promosikan Pertanian Lewat Karnaval

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kreativitas Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) patut diacungi jempol.

Polbangtan yang berada di bawah Kementerian Pertanian pada hari Minggu pagi, 13 Agustus 2023 menutup rangkaian Dies Natalis ke-5 dengan karnaval dan jalan sehat bertema pertanian.

Lewat karnaval, Polbangtan YOMA berupaya untuk mengenalkan dunia pertanian dan khususnya Sekolah Vokasi bidang pertanian kepada khalayak luas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas kegiatan itu. Menurutnya, pertanian adalah sektor menjanjikan.

"Pertanian itu sektor yang seksi. Sangat menjanjikan. Sektor yang bisa digarap secara kekinian dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu saya mengajak anak-anak muda untuk terjun menekuni pertanian," katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi

"Kita harus mengubah mindset mengenai pertanian. Sebab pertanian sudah tidak identik lagi dengan kotor. Pertanian itu menyenangkan, bisa digarap dengan teknologi digital kekinian yang dekat dengan anak muda," kata Dedi.

Menurutnya, banyak sektor yang bisa digarap dari pertanian.

"Pertanian butuh anak-anak muda untuk menggarap sektor ini, baik dari hulu maupun sampai hilir. Pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika digarap dengan benar. Karena, semua orang butuh pangan dan pertanian adalah menyediakan pangan," katanya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan bahwa karnaval pertanian ini terbilang istimewa. Karena baru digelar pada peringatan Dies Natalis tahun ini.

Baca juga: Inovasi Agribisnis, Polbangtan Kementan Launching Cafe Kekinian, TAMTANI

Mengingat bahwa Polbangtan YOMA mengalami transformasi nama hingga beberapa kali, maka dipandang perlu dilakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mempromosikan Polbangtan YOMA.

“Banyak masyarakat yang masih mengenal kami sebagai STPP (Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian) bahkan SPMA (Sekolah Pertanian Mennegah Atas), padahal kami sudah bertansformasi menjadi Politeknik sejak 5 tahun lalu,” jelas Bambang.

Oleh karena itu, sambungnya, melalui kegiatan ini pihaknya berharap nama Polbangtan YOMA semakin dikenal oleh masyarakat luas, masyarakat tahu dan sadar akan keberadaan sekolah vokasi khsusus bidang pertanian di tengah kota Yogyakarta.

Iring-iringan karnaval terdiri dari pasukan marching band, colour guard, parade alat mesin pertanian, pasukan mahasiswa dengan berbagai seragam kedinasan Polbangtan YOMA, gunungan hasil pertanian, dan parade kostum karnaval.

Menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer, sepanjang perjalanan dibagikan juga produk pertanian hasil panen lahan praktek Teaching Factory Polbangtan YOMA. Karnaval Pertanian tersebut disambut antusias oleh masyarakat.