17 Mei 2026

KEMENTERIAN PERTANIAN

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Tanam Bersama yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai di sawah Poktan Setia Kawan I, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan realisasi target tanam padi di wilayah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyuluh pertanian, dan para petani.

Partisipasi PEPI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi nasional. Melalui kegiatan ini, civitas akademika juga berkesempatan melihat langsung praktik budidaya di lapangan serta mendukung penerapan teknologi pertanian modern kepada petani.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seluruh jajaran pertanian terus didorong untuk mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di berbagai daerah. Mentan menekankan pentingnya optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Selain itu, Mentan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, lembaga pendidikan, dan petani guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang turut mengikuti kegiatan tanam serentak tersebut menyampaikan bahwa peran lembaga pendidikan vokasi pertanian sangat penting dalam mendukung pembangunan pertanian. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.

Baca Juga: Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menegaskan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian tetap aktif mendukung program pembangunan pertanian nasional, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan lapangan seperti gerakan tanam bersama. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa dan civitas akademika, khususnya dalam penerapan teknologi pertanian, mekanisasi, dan inovasi sektor pertanian, agar lahir generasi muda yang siap mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan di Indonesia.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Harmanto menegaskan komitmen PEPI untuk terus mendukung program percepatan LTT dan penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan seperti gerakan tanam bersama menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya tanaman pangan, tetapi juga memahami tantangan dan kebutuhan petani di lapangan, sehingga ke depan dapat menghadirkan inovasi teknologi yang lebih tepat guna bagi sektor pertanian.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.(*)

Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Enjiniring Kementerian Pertanian turut berpartisipasi dalam kegiatan Semarak Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium F Kementan pada Selasa, (03/02/2026).

Partisipasi DWP Politeknik Enjiniring Kementan ini merupakan bentuk dukungan dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarunit kerja di lingkungan Kementerian Pertanian. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, diikuti oleh berbagai perwakilan satuan kerja dan lembaga pendidikan lingkup Kementan.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi penguat nilai integritas, kebersamaan, dan semangat melayani. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarpegawai serta meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional.

Beliau juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk menjadikan bulan suci sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan etos kerja demi kemajuan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat karakter dan kebersamaan seluruh insan pertanian.

Ia menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya anggota DWP, dalam mendukung tugas dan fungsi organisasi melalui penguatan nilai moral, etika, serta kepedulian sosial. Menurutnya, semangat Ramadhan harus tercermin dalam peningkatan kualitas diri, solidaritas, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga: Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Politeknik Enjinering Pertanian Siap Cetak SDM Kompeten Berdaya Saing

“Momentum Ramadhan ini hendaknya menjadi penguat semangat untuk terus berkarya, menjaga kekompakan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sektor pertanian,” ujarnya.
Direktur PEPI Harmanto juga mengapresiasi atas partisipasi aktif DWP PEPI dalam kegiatan Semarak Ramadhan. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan hendaknya menjadi sarana memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh sinergi antarpegawai di lingkungan kampus dan Kementerian Pertanian.

Melalui partisipasi ini, DWP PEPI berharap dapat terus berkontribusi dalam kegiatan positif yang membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah fashion show busana muslimah. Dari DWP PEPI, Ibu Andi dan Ibu Andriwan turut berpartisipasi sebagai perwakilan dalam ajang tersebut. Keduanya tampil anggun dan percaya diri dengan balutan busana bernuansa Ramadhan yang elegan serta tetap mencerminkan nilai kesederhanaan dan etika berbusana.

Berkat kekompakan dan penampilan yang memukau, perwakilan DWP PEPI berhasil meraih Juara Harapan II dalam lomba fashion show. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PEPI sekaligus bukti semangat dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan Kementerian Pertanian.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, DWP Politeknik Enjiniring Kementan berharap dapat terus memperkuat solidaritas, meningkatkan semangat kebersamaan, serta berkontribusi aktif dalam setiap program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.(*)

Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong keberlanjutan swasembada pangan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya generasi muda.

Komitmen ini diwujudkan melalui Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 8 bertema “Adaptasi Perubahan Iklim untuk Swasembada Pangan”, Sabtu (21/02/2026).

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis dalam menjawab tantangan sektor pertanian di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin kompleks.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian melalui penyusunan strategi program kerja yang mendukung swasembada pangan nasional.

“Membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas, andal, serta memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis. Semua insan pertanian, termasuk penyuluh dan mahasiswa pertanian, memiliki peran penting untuk mewujudkannya,” ujar Menteri Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang menegaskan pentingnya perencanaan kerja yang adaptif terhadap tantangan pertanian modern, termasuk dampak perubahan iklim, serta selaras dengan program swasembada pangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin yang hadir dalam forum tersebut memaparkan perspektif kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan melalui program-program strategis Kementerian Pertanian.

Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak terlepas dari kebijakan yang terarah, penguatan kapasitas SDM pertanian, serta transformasi sistem produksi melalui inovasi teknologi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Transformasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi petani, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga digitalisasi sistem pertanian. Keberlanjutan swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

Forum yang berlangsung dinamis ini diikuti mahasiswa serta sivitas akademika Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia secara luring maupun daring.

Direktur PEPI, Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa adaptasi perubahan iklim menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, ancaman banjir dan kekeringan, hingga munculnya organisme pengganggu tanaman yang semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut menuntut transformasi sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan secara menyeluruh.

“Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan inovasi, riset terapan, serta penguatan kapasitas petani milenial. Pertanian harus mampu beradaptasi melalui teknologi ramah lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta sistem budidaya yang resilien,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang adaptif dan solutif. Melalui pendidikan berbasis praktik, penguatan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti smart farming, Internet of Things (IoT), dan digitalisasi pertanian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika iklim global.

Harmanto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam merumuskan langkah-langkah adaptasi yang terukur. Menurutnya, sinergi tersebut akan mempercepat adopsi inovasi di tingkat lapangan sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian nasional.

“Mahasiswa pertanian hari ini harus berpikir visioner. Mereka bukan hanya calon petani atau teknisi pertanian, tetapi calon entrepreneur dan problem solver yang mampu merancang sistem produksi yang efisien, berkelanjutan, serta tangguh terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

Ia berharap melalui MAF ini lahir gagasan, komitmen, dan jejaring kolaborasi yang memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Dalam MAF Vol. 7 Edisi 8 ini, para narasumber juga mengupas strategi konkret adaptasi perubahan iklim, mulai dari penerapan smart farming, manajemen risiko usaha tani, diversifikasi komoditas, hingga pemanfaatan data dan digitalisasi dalam pengambilan keputusan usaha pertanian.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan komitmennya mencetak generasi petani milenial yang inovatif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menjadi motor penggerak keberlanjutan swasembada pangan di Indonesia.(*)

Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

TANIINDONESIA.COM, Nusantara – Kiprah alumni Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Salah satunya ditunjukkan oleh Walid, alumni angkatan pertama yang kini resmi mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pertanian dan aktif mengembangkan teknologi pertanian di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing hingga menembus formasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai lulusan pertama PEPI, Walid menjadi bagian dari generasi pionir yang membuktikan bahwa keahlian teknis pertanian modern sangat dibutuhkan dalam mendukung program strategis nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penguatan SDM pertanian unggul. Menteri Pertanian secara konsisten mendorong generasi muda pertanian untuk menjadi motor penggerak transformasi menuju pertanian maju, mandiri, dan modern.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga mengarahkan agar lulusan pendidikan vokasi pertanian mampu menjadi job creator sekaligus agent of change. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta literasi digital menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Harmanto selaku direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan bahwa capaian alumni yang berhasil menembus PNS di lingkungan Kementerian Pertanian merupakan bukti nyata kualitas pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa PEPI terus berkomitmen memperkuat kurikulum berbasis praktik, peningkatan kompetensi dosen, serta kolaborasi dengan berbagai unit kerja strategis agar lulusan memiliki daya saing tinggi dan siap berkontribusi sejak hari pertama bertugas.

Baca juga: Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

Menurutnya, keberhasilan alumni di kawasan Ibu Kota Nusantara menunjukkan bahwa lulusan PEPI tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern. Direktur juga mendorong seluruh mahasiswa dan alumni untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta menjadi representasi SDM pertanian unggul yang mampu mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Di lingkungan perkantoran, Walid menggagas pemanfaatan lahan terbatas melalui sistem pertanian urban dan hidroponik guna mendukung penyediaan sayuran segar bagi pegawai. Selain itu, penerapan sistem irigasi otomatis sederhana serta pengelolaan media tanam berbasis teknologi menjadi bagian dari inovasi yang dikembangkan.

Pada wilayah kerja yang lebih luas, Walid turut mendorong penerapan teknologi smart farming, seperti pemantauan tanaman berbasis data serta efisiensi penggunaan pupuk dan air. Langkah ini selaras dengan konsep pembangunan IKN sebagai kota pintar dan berkelanjutan.

Menurut Walid, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEPI sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. “Apa yang kami pelajari bukan hanya teori, tetapi langsung bisa diterapkan di lapangan. Ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Civitas akademika PEPI menyambut baik capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Keterlibatan alumni di IKN menjadi wujud nyata kontribusi Politeknik Enjiniring Kementan dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berkelanjutan.(*)

Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang— Generasi muda merupakan penerus pembangunan pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian mengajak generasi muda untuk melakukan transformasi pertanian dari yang dulu tradisional menjadi modern. Kementerian Pertanian terus mendorong kesiapan generasi muda mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya dilakukan politeknik enjiniring pertanian indonesia dengan menggelar Kuliah Umum dengan tema optimalisasi rawa dan alsintan bertempat di auditorium pada kamis (12/02/2026)

Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika PEPI yang antusias menyimak pemaparan materi dari narasumber yang ahli di bidang pengelolaan lahan rawa dan alat mesin pertanian (alsintan).

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan terkait pengembangan lahan rawa dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan menegaskan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi pangan nasional bila dikembangkan secara konsisten dan terencana.

Selain itu, Amran mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendorong inovasi pertanian yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa penggunaan mekanisasi pertanian tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi lahan rawa dan pemanfaatan alsintan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia pertanian. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif, inovatif, dan mampu mengoperasikan serta mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian.

Baca juga: Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian dengan mengedepankan pendekatan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta kemampuan pendampingan kepada petani menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang modern dan berdaya saing.
Direktur PEPI, Harmanto juga menyampaikan bahwa lahan rawa memiliki potensi strategis untuk meningkatkan produksi pangan apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan tata air yang baik, perbaikan kualitas tanah, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan rawa menjadi kunci keberhasilan optimalisasi lahan tersebut.

Menurut Harmanto, pemanfaatan lahan rawa dengan dukungan teknologi, perbaikan tata air, serta mekanisasi pertanian agar produktivitas dapat meningkat secara signifikan. Ia juga menekankan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pertanian.

Trip Alihamsyah sebagai narasumber dalam materinya menyampaikan pemanfaatan alsintan modern dinilai sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Penggunaan alat mesin pertanian mampu mempercepat proses olah tanah, penanaman, hingga panen, serta menekan biaya produksi dan meminimalkan kehilangan hasil. Integrasi antara pengelolaan lahan rawa dan mekanisasi pertanian diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Harsono sebagai Narasumber kedua mengawali kegiatan kuliah umum ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi di lapangan serta peluang pengembangan lahan rawa sebagai sentra produksi pangan baru.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya inovasi dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang enjiniring pertanian, guna mewujudkan sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.(*)

Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari pertama, Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga senada dengan arahan Idha Widi Arsanti, yang menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis pada kebutuhan nyata sektor pertanian. Perencanaan pembelajaran diharapkan mampu menjawab tantangan pertanian modern melalui penguatan kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lapangan.

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan pada semester ganjil sebelumnya, PEPI telah melakukan standardisasi capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah dengan instrumen yang lebih operasional sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan. Saat ini, dokumen akreditasi dua program studi juga telah disiapkan untuk pengajuan pada bulan Mei, dengan target memperoleh peringkat unggul.

Baca juga: Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

Kegiatan perencanaan pembelajaran semester genap ini merupakan bagian dari agenda akademik PEPI dalam rangka mempersiapkan dan menyusun perencanaan pembelajaran secara komprehensif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, metode pengajaran, serta strategi evaluasi yang akan diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wakil Direktur I, Andi Saryoko dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang matang merupakan fondasi utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi pertanian.

Lebih lanjut, Evaluasi keberhasilan pembelajaran mencakup indikator pada tingkat institusi dan program studi. Pada tingkat institusi, indikator meliputi jumlah lulusan, tingkat serapan kerja minimal delapan puluh persen dalam waktu enam bulan, serta kontribusi lulusan. Sementara pada tingkat program studi, evaluasi difokuskan pada relevansi kompetensi dan kontribusi lulusan di sektor kerja.

Melalui kegiatan ini PEPI berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor pertanian, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang tinggi. Diharapkan, hasil dari kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan akademik ke depan, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) secara resmi akan membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 mulai 2 Februari 2026. PMB ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor pertanian modern dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional harus ditopang oleh generasi muda yang menguasai teknologi, berjiwa inovatif, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa. Pendidikan vokasi pertanian menjadi kunci dalam mencetak tenaga terampil yang siap terjun langsung ke lapangan.

Senada dengan arahan Kepala badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pembangunan pertanian nasional tidak hanya bertumpu pada sarana dan prasarana, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang terampil, berkarakter, dan mampu menguasai teknologi pertanian modern.

Idha Widi Arsanti juga menekankan bahwa penguatan SDM pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pembentukan karakter dan etos kerja. Lulusan pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat SDM Berinovasi

Harmanto, Direktur PEPI dalam arahannya selalu mengatakan bahwa PEPI menyelenggarakan pendidikan berbasis praktik dengan porsi pembelajaran lapangan yang dominan. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis enjiniring pertanian, pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pemahaman teknologi tepat guna yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

PEPI berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul, terampil, dan siap kerja di bidang enjiniring pertanian. Kurikulum yang diterapkan mengedepankan praktik lapangan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan karakter dan kedisiplinan, Ujar Harmanto.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026 membuka peluang bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung dan berkontribusi dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, seperti ketahanan pangan, swasembada pangan, mekanisasi pertanian, dan hilirisasi sektor pertanian.

Seluruh tahapan seleksi PMB dilaksanakan secara transparan dan akuntabel guna menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi, kompetensi, serta komitmen tinggi terhadap pembangunan pertanian nasional. Calon pendaftar diimbau untuk mempersiapkan diri sejak dini dan mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, jalur pendaftaran, jadwal seleksi, dan tata cara pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru PEPI Tahun Akademik 2026/2027 dapat diakses melalui website dan media sosial resmi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia. Tambahnya.(*)

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyatanya dalam mengawal kebijakan swasembada pangan nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangkaian kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penganugerahan Bintang Jasa Utama menjadi simbol pengakuan negara atas kerja nyata sektor pertanian dalam menjawab tantangan krisis pangan global dan memastikan ketersediaan pangan nasional. Sebagai tanda kehormatan tertinggi, penghargaan ini mencerminkan peran strategis Kementerian Pertanian yang tidak hanya merumuskan kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi nyata di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang konsisten dan berkelanjutan. Peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Presiden menekankan pentingnya peran Kementerian Pertanian sebagai operator kebijakan yang langsung bersentuhan dengan petani dan realitas pertanian nasional.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi khusus terhadap dedikasi Mentan Amran yang dinilainya bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat dan bangsa.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2026/12/07/presiden-prabowo-panen-raya-padi-di-karawang-tegaskan-arah-pertanian-modern-indonesia/

“Beliau ini menteri yang tidur 3 sampai 4 jam. Saya prihatin sekaligus bangga, masih mau berjuang. Tapi sayang, kenapa masih dicari-cari kesalahannya. Semakin baik menuju puncak, semakin kencang anginnya. Dan mereka yang kuat, merekalah yang bisa naik ke atas,” ungkap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, dan keberanian membela kelompok yang lemah.

“Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, membela orang yang lemah dan miskin, serta selalu menegakkan keadilan,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menggarisbawahi makna strategis swasembada pangan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama sebagai pelajaran penting dari krisis global yang pernah terjadi.

“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Itu tidak mungkin. Waktu COVID adalah peringatan, jangan mau bangsa ini bergantung kepada bangsa lain, apalagi untuk urusan makan,” ujarnya.

Menurut Presiden, anugerah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola secara optimal melalui sektor pertanian agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya dalam pangan, tetapi juga energi.

“Yang Maha Kuasa telah memberi kita anugerah luar biasa. Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain, bukan hanya soal makan, tetapi juga soal energi,” lanjut Presiden.

Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Terima kasih, saudara-saudara. Saudara bekerja keras, saudara kompak. Dalam satu tahun kita berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tergantung bangsa lain. Saudara-saudara berhasil, saudara memberi kepada negara bukti yang nyata dan mencatat tonggak penting dalam sejarah bangsa,” kata Presiden.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa penghargaan Bintang Jasa Utama tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.

“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” tegas Mentan Amran.

Penganugerahan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian ini menegaskan kehadiran negara dalam mengapresiasi kerja nyata sektor pertanian, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga pangan Indonesia tetap berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.

Panen raya padi di Karawang ini dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan, yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional. Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32. Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional. Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.

Baca juga: Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.

“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakab akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tegasnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.(*)

Jelang Nataru, Mentan Amran Pastikan Jaga Distribusi dan Stok Pangan

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan seluruh langkah antisipasif untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah siap melakukan operasi pasar bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan sejumlah pihak untuk meredam potensi gejolak harga di berbagai daerah.

Mentan Amran menyampaikan bahwa sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai dan sayuran, menunjukkan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Untuk itu, Kementan dan Bapanas menyiapkan langkah cepat melalui operasi pasar.

”Kita pantau harga sayur-sayuran naik, harga cabai naik. Kami minta seluruh tim kita lakukan operasi pasar, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru,” kata Mentan Amran usai pelepasan bantuan Kementan Peduli di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Terkait cabai dan bawang merah, Mentan Amran telah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura untuk memperkuat distribusi, terutama mengantisipasi potensi hambatan akibat cuaca ekstrem, longsor, dan banjir yang kerap terjadi pada periode Nataru.

Pada kesempatan yang sama, Mentan Amran juga menyoroti harga beras yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren deflasi dan relatif stabil, bahkan di periode yang biasanya menjadi “musim paceklik” seperti Oktober hingga Desember.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2025/12/12/mentan-amran-pastikan-pemulihan-lahan-pertanian-puso-ditangani-penuh-oleh-pemerintah/

“Alhamdulillah, beras selama 2–3 bulan terakhir mengalami deflasi. Ini tidak pernah terjadi dalam tujuh tahun terakhir, terutama di periode paceklik. Mudah-mudahan hingga akhir Desember harga tetap stabil. Tapi kita tidak boleh puas dengan penurunan sekarang, kita tetap lakukan operasi pasar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa stok beras nasional berada pada level tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Stok beras saat ini tercatat berada di kisaran 3,7 juta ton yang seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri.

“Ini stok tertinggi sepanjang sejarah. Prediksi sampai akhir tahun berada di angka 3,65–3,67 juta ton. Masalah beras Indonesia insyaallah aman,” katanya.

Dengan dukungan stok pangan yang kuat serta langkah responsif melalui operasi pasar dan penguatan distribusi, Kementan memastikan stabilitas harga tetap terjaga memasuki periode Nataru. Pemerintah berkomitmen hadir di lapangan dan bergerak cepat untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga, sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi di seluruh daerah.(***)