5 Juli 2026

Kuatkan Penyuluhan Digital, Aplikasi Juru Tani Polbangtan Kementan Dorong Swasembada Pangan

0
IMG-20260705-WA0019

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) terus memperkuat transformasi digital sektor pertanian melalui pengenalan aplikasi Juru Tani kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari seluruh Indonesia dalam Apel Pagi yang diselenggarakan secara daring, Rabu (1/7/2026).

Aplikasi yang telah diluncurkan sejak 2019 tersebut menjadi media penyuluhan digital yang memudahkan petani memperoleh informasi, konsultasi, serta pendampingan secara cepat, mudah, dan efektif. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyuluh sekaligus memperkuat pengetahuan petani dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi teknologi merupakan kunci dalam membangun pertanian Indonesia yang modern dan berdaya saing.

“Kita harus melompat dari cara tradisional ke cara modern. Saya minta penyuluh jangan hanya menjadi penonton kemajuan teknologi, tetapi harus menjadi instruktur bagi petani,” tegas Mentan Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi sumber daya manusia pertanian, khususnya para penyuluh.

“SDM pertanian harus adaptif. Sinergi antara penyuluh dan teknologi unggulan akan menciptakan ekosistem pertanian yang lebih terukur,” ujar Arsanti.

Ia menambahkan, penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mendampingi petani sehingga peningkatan kompetensi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital, harus terus dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menjelaskan bahwa Juru Tani dikembangkan sebagai platform informasi dan konsultasi pertanian yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Polbangtan Kementan Dorong Generasi Muda Perkuat Hilirisasi Pertanian

“Kami berharap aplikasi ini mampu membangun komunikasi dua arah antarpemangku kepentingan sehingga berbagai permasalahan pertanian dapat diselesaikan secara cepat dan real time. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, memperbaiki praktik usaha tani, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga mendorong terwujudnya lingkungan dan komunitas pertanian yang lebih baik,” jelas Hermawan.

Ia memaparkan, aplikasi Juru Tani dilengkapi berbagai fitur, antara lain layanan konsultasi, edukasi digital, berita pertanian, marketplace, pelatihan, serta AI Juru Tani & Tools. Hermawan juga mengajak seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan untuk bergabung sebagai kontributor agar informasi yang tersedia semakin kaya dan bermanfaat bagi petani.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, mengapresiasi perkembangan aplikasi Juru Tani yang terus menghadirkan berbagai fitur baru untuk mendukung aktivitas penyuluhan.

“Sejak dirilis, aplikasi Juru Tani terus berkembang melalui penambahan berbagai fitur yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas penyuluh di lapangan,” ujarnya.

Menurut Eko, ukuran aplikasi yang relatif ringan, sekitar 30 MB, membuat Juru Tani mudah diakses oleh para pengguna. Selain itu, fitur marketplace yang tersedia juga memberikan kemudahan bagi petani dalam memasarkan hasil pertanian secara lebih luas.

Keberhasilan Juru Tani sebagai salah satu Inovasi Pelayanan Publik Terpilih Tahun 2022 dari Kementerian PAN-RB menjadi bukti bahwa inovasi digital mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian. Melalui pemanfaatan aplikasi ini, diharapkan proses penyuluhan menjadi semakin efektif, kolaboratif, dan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian serta percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *