4 Juli 2026

Polbangtan Kementan Dorong Generasi Muda Perkuat Hilirisasi Pertanian

0
IMG-20260704-WA0010

TANIINDONESIA.COM, Magelang – Generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak utama transformasi pertanian nasional melalui berbagai program strategis pemerintah. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, saat membuka Seminar Nasional VIII Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) di Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).

Menurut Idha, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah saat ini fokus menjalankan empat program prioritas, yakni swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan energi, dan hilirisasi. Keempat program tersebut saling terintegrasi sehingga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya generasi muda.

“Melalui korporasi pertanian akan terbangun sinergi agribisnis dari hulu hingga hilir. Koperasi Desa Merah Putih menjadi holding yang memperkuat skala usaha tani, sementara petani muda memiliki peluang besar bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program MBG,” ujar Idha.

Ia menambahkan, penguatan kelembagaan melalui Koperasi Desa Merah Putih dan SPPG akan mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan sekaligus membuka pasar baru bagi petani.

Idha juga menegaskan bahwa lulusan Polbangtan memiliki keunggulan karena selama menempuh pendidikan memperoleh sekitar 70 persen porsi pembelajaran praktik melalui Teaching Factory (TEFA), praktik kerja lapangan, serta keterlibatan dalam program strategis Kementerian Pertanian seperti cetak sawah rakyat dan optimasi lahan.

“Lulusan Polbangtan merupakan SDM pertanian yang kompeten, memiliki sertifikasi profesi, terampil berwirausaha, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian di berbagai sektor,” katanya.

Seminar Nasional VIII Polbangtan Yoma mengangkat tema “Transformasi Hilirisasi Pertanian dan Peternakan: Peran SDM Profesional dan Pengembangan Teknologi Hijau Menuju Kemandirian Pangan Berkelanjutan”, sekaligus menjadi rangkaian peringatan Dies Natalis ke-8 Polbangtan Yoma.

Pada kesempatan tersebut, Idha juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Polbangtan Yoma serta seluruh Polbangtan di Indonesia.

“Generasi muda adalah penerus yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan estafet pembangunan pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pembangunan pertanian harus bertumpu pada peran generasi muda dan optimalisasi potensi desa.

Baca Juga: Di PENAS 2026, Wapres Gibran Sebut Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan

“Kita harus membangun ekonomi dari desa. Mahasiswa adalah putra-putri terbaik yang memiliki pengetahuan, kecerdasan, dan potensi untuk mengangkat ekonomi daerah melalui sektor pertanian,” kata Mentan Amran.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, melaporkan seminar diikuti 335 peserta secara luring, 64 pemakalah, serta peserta daring dari berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan praktisi dalam mendorong transformasi pertanian nasional.

“Seminar ini diharapkan mampu membangun semangat generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan pertanian, khususnya melalui penguatan hilirisasi dan penciptaan nilai tambah produk pertanian,” jelas Hermawan.

Ia juga mengajak mahasiswa dan peserta seminar untuk melihat hilirisasi sebagai peluang usaha yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan petani.

Dalam sesi pemaparan, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, yang hadir secara daring menjelaskan bahwa hilirisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah produk peternakan melalui penguatan akses pasar, pemanfaatan limbah bernilai ekonomi, penerapan sistem ketertelusuran (traceability), digitalisasi, serta prinsip keberlanjutan.

“Transformasi hilirisasi peternakan bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga membangun nilai tambah, mencetak SDM unggul, mengembangkan teknologi hijau, dan menghadirkan sistem pangan hewani yang mandiri untuk generasi mendatang,” ujar Makmun.

Seminar berlangsung interaktif dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Joko Prastowo, serta Muhammad Randy Armahedi dari PT Cisarua Mountain Dairy Tbk.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *