21 April 2026

Bulan: Februari 2026

Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Seorang lulusan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berhasil mengharumkan nama almamaternya setelah sukses mengembangkan teknologi pertanian inovatif yang kini diterapkan di kampus tempat ia menempuh Pendidikan. (14/02/2026)

Lulusan tersebut, Hakim (25), merupakan alumni Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian PEPI. Berbekal pengalaman riset dan praktik lapangan selama masa studi, ia mengembangkan sistem irigasi pintar berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang mampu mengoptimalkan penggunaan air serta meningkatkan produktivitas lahan percobaan kampus.

Teknologi yang diberi nama “SmartAgri-PEPI” ini dirancang untuk memantau kelembapan tanah, suhu udara, dan kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time. Data yang terkumpul diolah melalui aplikasi berbasis web sehingga dosen dan mahasiswa dapat memantau kondisi tanaman secara langsung melalui perangkat gawai.

Inovasi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya transformasi pertanian berbasis teknologi dan digitalisasi. Ia mengarahkan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian menjadi pusat inovasi yang mampu melahirkan solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi produksi, menghemat sumber daya air, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa satuan pendidikan di bawah Kementerian Pertanian harus menjadi center of excellence dalam pengembangan SDM pertanian yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Ia mendorong agar setiap inovasi mahasiswa dan alumni tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dikembangkan hingga siap diterapkan di tingkat petani.

Baca juga: Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

Kampus vokasi pertanian harus menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan smart farming. Inovasi seperti sistem irigasi pintar ini perlu diintegrasikan dengan kurikulum, teaching factory, serta kegiatan penyuluhan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani,” ujar Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai inovasi Hakim menjadi bukti bahwa lulusan pendidikan vokasi mampu menghadirkan solusi konkret bagi sektor pertanian nasional.“Kami bangga karena inovasi ini lahir dari proses pembelajaran di kampus dan kini kembali memberi manfaat bagi civitas akademika,” Ujar Harmanto.

Hakim menjelaskan, pengembangan teknologi ini berangkat dari keprihatinannya terhadap pemborosan air dan kurang optimalnya sistem pengairan di lahan praktik. “Saya ingin menciptakan sistem yang sederhana, terjangkau, tetapi berdampak nyata bagi produktivitas pertanian, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi,” ujarnya saat ditemui di area Teaching Farm Kampus PEPI.

Sejak diterapkan enam bulan terakhir, sistem SmartAgri-PEPI dilaporkan mampu menekan penggunaan air hingga 30 persen serta meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura di lahan praktik mahasiswa. Selain menjadi sarana efisiensi produksi, teknologi ini juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif untuk memahami integrasi mekanisasi dan digitalisasi pertanian.

Ke depan, Hakim berencana mengembangkan versi lanjutan dari sistem tersebut agar dapat diterapkan pada lahan petani skala kecil dan menengah di berbagai daerah. Ia berharap inovasinya dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian Indonesia sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovator muda dari bangku politeknik, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.(*)

BRI Menara BRILiaN Ajak Peduli Lingkungan Melalui Mesin Daur Ulang RVM

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Salah satu cabang BRI yaitu Menara BRILiaN memiliki mesin daur ulang botol plastik. Hal ini merupakan salah satu upaya BRI Menara BRILiaN dalam mengurangi sampah plastik.

Mesin daur ulang BRI, yang dikenal sebagai Reverse Vending Machine (RVM) melalui program BRI Peduli - Yok Kita Gas merupakan mesin pintar untuk menukarkan botol plastik bekas menjadi saldo e-wallet (Plastikpay).

'Inisiatif ini menukar botol plastik dengan poin bernilai ekonomis, mendorong daur ulang, dan mengurangi jejak karbon di Jakarta," ujar Pimpinan Kanca BRI Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita.

Marco menjelaskan, cara kerja mengenai mesin daur ulang RVM BRI sangat mudah, pengguna memasukkan botol plastik bekas ke mesin RVM. Mesin akan memprosesnya dan memberikan poin yang dapat dikonversi menjadi saldo e-wallet.

Sejak 2024, setidaknya 8 unit RVM telah tersebar di Jakarta, termasuk kantor BRI, AEON JGC, Margo City Depok, serta kampus seperti Binus dan Universitas Bakrie dan hingga kini terus bertambah.

"Salah satu mesinnya ada dikantor kami," ungkapnya.

Dalam beberapa event khusus, satu botol plastik dihargai tinggi (misal: Rp1.300) yang langsung dikonversi menjadi saldo e-wallet. Program ini berhasil mengumpulkan ribuan kilogram sampah plastik, mengurangi jejak karbon, dan menyelamatkan lahan dari timbunan sampah.

"BRI bekerja sama dengan Plasticpay untuk memastikan botol plastik terdaur ulang dengan baik. Program ini merupakan komitmen BRI terhadap sustainable development goals (SDGs) dan pelestarian lingkungan," tutupnya.(*)

Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang— Generasi muda merupakan penerus pembangunan pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian mengajak generasi muda untuk melakukan transformasi pertanian dari yang dulu tradisional menjadi modern. Kementerian Pertanian terus mendorong kesiapan generasi muda mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya dilakukan politeknik enjiniring pertanian indonesia dengan menggelar Kuliah Umum dengan tema optimalisasi rawa dan alsintan bertempat di auditorium pada kamis (12/02/2026)

Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika PEPI yang antusias menyimak pemaparan materi dari narasumber yang ahli di bidang pengelolaan lahan rawa dan alat mesin pertanian (alsintan).

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan terkait pengembangan lahan rawa dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan menegaskan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi pangan nasional bila dikembangkan secara konsisten dan terencana.

Selain itu, Amran mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendorong inovasi pertanian yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa penggunaan mekanisasi pertanian tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi lahan rawa dan pemanfaatan alsintan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia pertanian. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif, inovatif, dan mampu mengoperasikan serta mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian.

Baca juga: Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian dengan mengedepankan pendekatan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta kemampuan pendampingan kepada petani menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang modern dan berdaya saing.
Direktur PEPI, Harmanto juga menyampaikan bahwa lahan rawa memiliki potensi strategis untuk meningkatkan produksi pangan apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan tata air yang baik, perbaikan kualitas tanah, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan rawa menjadi kunci keberhasilan optimalisasi lahan tersebut.

Menurut Harmanto, pemanfaatan lahan rawa dengan dukungan teknologi, perbaikan tata air, serta mekanisasi pertanian agar produktivitas dapat meningkat secara signifikan. Ia juga menekankan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pertanian.

Trip Alihamsyah sebagai narasumber dalam materinya menyampaikan pemanfaatan alsintan modern dinilai sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Penggunaan alat mesin pertanian mampu mempercepat proses olah tanah, penanaman, hingga panen, serta menekan biaya produksi dan meminimalkan kehilangan hasil. Integrasi antara pengelolaan lahan rawa dan mekanisasi pertanian diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Harsono sebagai Narasumber kedua mengawali kegiatan kuliah umum ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi di lapangan serta peluang pengembangan lahan rawa sebagai sentra produksi pangan baru.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya inovasi dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang enjiniring pertanian, guna mewujudkan sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.(*)

Serah Terima Pembangunan GOR, BRI KC Cibubur dengan Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil di Jonggol

TANIINDONESIA.COM, JONGGOL - BRI KC Cibubur melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyerahkan fasilitas Gedung Olahraga (GOR) kepada Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Serah terima tersebut dihadiri oleh Pemimpin Cabang BRI KC Cibubur, Dolly Senja Permadi beserta Supervisor BRI KC Cibubur, Lukman Hakim dan perwakilan Yayasan Ar-Rohmah Insan Kamil, ustadz Wildan dan Muhamad Aris.

Pembangunan GOR ini merupakan bagian dari komitmen BRI KC Cibubur dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan dan sosial.

"Fasilitas GOR tidak hanya ditujukan untuk aktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang mendorong disiplin, sportivitas, dan nilai-nilai kebersamaan. BRI Peduli hadir untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. GOR ini diharapkan menjadi ruang produktif yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh yayasan dan masyarakat sekitar,” ujar Dolly Senja Permadi dalam sambutannya.

Di tempat yang sama, Pengurus Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI KC Cibubur.

Keberadaan GOR dinilai menjadi sarana penting dalam menunjang aktivitas santri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik, keagamaan, dan kesehatan jasmani

Dengan diserahkannya fasilitas ini, BRI Peduli menegaskan peran sektor perbankan tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan sosial dan pendidikan di daerah. (*)

Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari pertama, Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga senada dengan arahan Idha Widi Arsanti, yang menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis pada kebutuhan nyata sektor pertanian. Perencanaan pembelajaran diharapkan mampu menjawab tantangan pertanian modern melalui penguatan kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lapangan.

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan pada semester ganjil sebelumnya, PEPI telah melakukan standardisasi capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah dengan instrumen yang lebih operasional sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan. Saat ini, dokumen akreditasi dua program studi juga telah disiapkan untuk pengajuan pada bulan Mei, dengan target memperoleh peringkat unggul.

Baca juga: Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

Kegiatan perencanaan pembelajaran semester genap ini merupakan bagian dari agenda akademik PEPI dalam rangka mempersiapkan dan menyusun perencanaan pembelajaran secara komprehensif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, metode pengajaran, serta strategi evaluasi yang akan diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wakil Direktur I, Andi Saryoko dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang matang merupakan fondasi utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi pertanian.

Lebih lanjut, Evaluasi keberhasilan pembelajaran mencakup indikator pada tingkat institusi dan program studi. Pada tingkat institusi, indikator meliputi jumlah lulusan, tingkat serapan kerja minimal delapan puluh persen dalam waktu enam bulan, serta kontribusi lulusan. Sementara pada tingkat program studi, evaluasi difokuskan pada relevansi kompetensi dan kontribusi lulusan di sektor kerja.

Melalui kegiatan ini PEPI berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor pertanian, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang tinggi. Diharapkan, hasil dari kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan akademik ke depan, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.(*)

Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

TANIINDONESIA.COM, Tangerang - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melalui Program Studi Teknologi Alat dan Mesin Pertanian (TAP) selenggarakan Pameran Inovasi Pertanian Prodi TAP Batch V sebagai wadah diseminasi hasil karya dan inovasi mahasiswa dalam mendukung transformasi pertanian modern. Pameran yang mengusung tema “Transformasi Pertanian melalui IoT dan Energi Terbarukan” ini akan dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Depan Rektorat PEPI.

Kegiatan ini menampilkan berbagai inovasi teknologi pertanian yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan sektor pertanian. Sejumlah karya unggulan mahasiswa yang dipamerkan antara lain irigasi tetes otomatis berbasis IoT, sistem shading net otomatis pada mini greenhouse, pompa dan instalasi hidroponik tenaga surya, hingga Agrospray IoT, yaitu alat penyemprot tanaman yang dapat dikendalikan melalui smartphone.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan, regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus membina, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 300 ribu petani muda di Indonesia yang mulai menunjukkan peran signifikan.

“Petani milenial, pemuda-pemuda, ini membanggakan. Sekarang jumlahnya sudah ada 300 ribu. Yang menarik, ada omzet yang sampai Rp10 miliar per tahun. Ada juga yang Rp5 miliar per tahun. Ini harus kita kawal, kita bina, karena mereka inilah yang menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah,” tegas Mentan Amran.

Senada dengan arahan Kepala BPPSDMP, idha widi Arsanti yang selalu mengarahkan agar lembaga pendidikan vokasi pertanian, terus mendorong pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan kebutuhan lapangan, sehingga lulusan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian terkini.

Pemanfaatan teknologi digital, mekanisasi pertanian, serta energi terbarukan dipandang sebagai instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi usaha tani dan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Baca juga: Atasi Banjir, Politeknik Enjiniring Kementan tampilkan Inovasi Pompa Aksial

Lebih lanjut, Harmnato, Direktur PEPI juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mentransformasikan hasil pembelajaran dan inovasi menjadi solusi nyata bagi petani dan pelaku usaha pertanian, sekaligus mendukung program pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Ia menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian. Dengan inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat secara langsung inovasi lain seperti hidroponik rakit apung, pintu air otomatis, aeroponik pengembunan (misting) berbasis timer, perancangan ombrometer otomatis, serta pengembangan apparatus pengujian pompa pendorong (booster pump) dengan rangkaian seri dan paralel. Tak kalah menarik, turut dipamerkan pompa aksial berbasis tenaga surya, simulasi penyiraman otomatis, dan perancangan hidroponik vertikal.

Melalui pameran ini, Ketua Program Studi, Anasiru juga menyampaikan besar harapannya PEPI dapat memperkenalkan solusi pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen inovasi dalam menjawab tantangan pertanian masa depan melalui pemanfaatan teknologi terkini.

Kegiatan ini terbuka bagi sivitas akademika, mitra, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian.(*)