8 Juni 2026

Tahun: 2023

Pastikan Kerjasama Berjalan, Kementerian Pertanian Kunjungi Calon Lokasi Magang di Jepang

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan kunjungan dalam rangka menindaklanjuti kerjasama dengan JA Hokkaido, Jepang pada 17-23 Juni 2023. Kegiatan ini merupakan kunjungan untuk melihat calon lokasi magang di bidang pendidikan pertanian.

Kerjasama yang dilakukan antara BPPSDMP dengan JA Hokkaido meliputi magang bagi mahasiswa dan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian lingkup Kementerian Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Dalam kesempatan itu, Tim BPPSDMP Kementan yang dipimpin oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi melakukan field trip ke lokasi permagangan yang digunakan oleh JA Hokkaido, yaitu di Seiji Sudonoen dan di Ecorinmura. Field Trip bertujuan memastikan lokasi yang akan menjadi tujuan dari mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI yang diperkirakan akan mulai melakukan magang pada tahun 2023.

Pada kunjungan di Seiji Sudonoen, Tim BPPSDMP bertemu dengan 2 tenaga kerja Indonesia yang sedang melakukan magang yang masing-masing berasal dari Provinsi Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Perkuat Hubungan Kerjasama SDM Pertanian, Kementan Hadiri Indonesia – Japan Friendship Day

Sebelumnya, Tim BPPSDMP Kementan melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, dalam rangka mendapatkan dukungan dalam kerjasama kegiatan permagangan mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI. Kedatangan Tim BPPSDMP Kementan diterima langsung oleh Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang. “Kami akan mendukung upaya Kementan untuk memajukan anak bangsa” ujar perwakilan dari KBRI Jepang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global.

“Kita percaya bahwa di tangan anak muda masa depan bangsa akan lebih baik lagi. Yang penting mereka mau melakukannya. Kita berharap dengan pertanian Indonesia jadi lebih baik lagi karena selama ini terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan apapun hari ini, besok dan masa yang akan datang,” katanya.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menambahkan mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha, harus kreatif dan inovatif untuk membangun sektor pertanian. “Petani yang seperti itu (memiliki jiwa wirausaha tinggi) yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” jelas Dedi.

Perkuat Hubungan Kerjasama SDM Pertanian, Kementan Hadiri Indonesia – Japan Friendship Day

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang.

Kegiatan ini merupakan kunjungan dalam rangka menghadiri Business Forum on the Potential of Indonesian Human Resources yang merupakan bagian dari Indonesian-Japan Friendship Day in Sapporo pada 17-23 Juni 2023.

Dalam kesempatan itu, Tim BPPSDMP Kementan bertemu dengan Director General Department of Agriuclture Hokkaido Government serta tim dari JA Hokkaido, dimana pada kesempatan sebelumnya BPPSDMP telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan JA Hokkaido.

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

“Hokaido tempat lumbung pangan, walau begitu petaninya sudah tua, jadi pekerjanya sudah kurang sekali. Kami mendengar akan ada pekerja-pekerja SSW dari indonesia dan kami akan senang untuk menerima mereka.

Mereka akan belajar teknik-teknik pertanian di Hokkaido serta akan membawa ilmunya ke indonesia. Kami ingin win-win solution dengan indonesia. Disini kami ingin juga membuat tempat bekerja yang mudah dan nyaman untuk para pekerja di bidang pertanian,” ujar Director General Department of Agriuclture Hokkaido Government pada sambutannya.

Kerjasama yang dilakukan dengan JA Hokkaido meliputi magang bagi mahasiswa dan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian lingkup Kementerian Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai solusi atas kurangnya tenaga kerja usia muda di Jepang.

MoU dengan JA Hokkaido, merupakan langkah awal Polbangtan dan PEPI menuju world class polytechnic. Diharapkan, Polbangtan dan PEPI dapat menjadi leader vocational agriculture di Indonesia.

Sebelumnya, Tim BPPSDMP Kementan melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, dalam rangka mendapatkan dukungan dalam kerjasama kegiatan permagangan mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI.

Kedatangan Tim BPPSDMP Kementan diterima langsung oleh Perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang. Dalam pertemuan tersebut, KBRI Jepang menyatakan siap mendukung upaya Kementan untuk memajukan anak bangsa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global.

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

“Kita percaya bahwa di tangan anak muda masa depan bangsa akan lebih baik lagi. Yang penting mereka mau melakukannya. Kita berharap dengan pertanian Indonesia jadi lebih baik lagi karena selama ini terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan apapun hari ini, besok dan masa yang akan datang,” katanya.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menambahkan mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha, harus kreatif dan inovatif untuk membangun sektor pertanian.

“Petani yang seperti itu (memiliki jiwa wirausaha tinggi) yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” jelas Dedi Nursyamsi.

“BPPSDMP akan menyiapkan tenaga kerja pertanian milenial Indonesia yang tersertifikasi sehingga siap bekerja di Jepang dan akan segera diawali di Tahun 2023 ini,” tutup Dedi Nursyamsi.

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 telah usai dilaksanakan di Kota Padang Sumatera Barat, pada 10 hingga 15 Juni 2023. PENAS Petani Nelayan XVI memiliki peran yang sangat strategis menjadi bagian dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional ditengah ancaman krisis pangan.

PENAS Petani Nelayan XVI merupakan ajang konsolidasi nasional bagi petani dan nelayan, sehingga dapat saling menginspirasi, memotivasi dan memanfaatkan jaringan yang dipunya untuk mensejahterakan petani dan nelayan.

Ketua Umum KTNA Nasional, M. Yadi Sofyan Noor menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) beserta jajarannya atas suksesnya pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023.

PENAS Petani Nelayan XVI seharusnya dilaksanakan pada 2020, namun karena pandemi Covid-19 baru terlaksana tahun ini. Hasil Rembug Utama KTNA Nasional menetapkan bahwa tuan rumah PENAS berikutnya adalah Provinsi Gorontalo, ujar Sofyan.

PENAS Padang Sukses Besar, Delegasi Indonesia di Temu ASEAN : Terima Kasih Kementan

Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan PENAS Petani Nelayan XVI telah dilakukan sesuai rencana dan waktu yang sudah ditentukan. Selain Rembug Utama, diadakan juga Workshop bersama Eselon 1 Kementerian Pertanian (Kementan) dan KTNA yang hasilnya akan menjadi nota kesepahaman antara KTNA dengan (Kementan). Komitmen tersebut dituangkan dalam bentuk tertulis yang disaksikan dan ditandatangani langsung oleh Mentan SYL.

Pada kesempatan tersebut KTNA memberikan penghargaan untuk para tokoh yang berdedikasi dan berpengaruh pada bidang pertanian Adibakti Petani Nelayan, sebanyak 15 orang yang diantaranya diberikan kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Sedangkan menurut Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja mengatakan bahwa PENAS Petani Nelayan merupakan forum silaturahmi petani, nelayan petani hutan dengan Pemerintah.

PENAS Petani Nelayan XVI memberi hasil yang menggembirakan. Banyak hal menarik yang dapat kita catat, mulai dari kreativitas hingga inovasi yang dihasilkan petani, nelayan dan petani hutan.

Pertanian memang perkasa dan PENAS Petani Nelayan XVI merupakan momentum bagi petani, nelayan dan petani hutan untuk bangkit mengubah nasib, pungkasnya. (NF)

PENAS Padang Sukses Besar, Delegasi Indonesia di Temu ASEAN : Terima Kasih Kementan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Penas XVI yang diselenggarakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 menjadi tonggak geliat petani-petani muda baru atau dikenal sebagai petani milenial terjun di sektor pertanian.

Salah satu agenda dalam Penas XVI Padang adalah Temu Petani Muda ASEAN dimana, para delegasi bertukar pengalaman dan melihat praktik pertanian yang ada di Indonesia. Harapannya setelah kembali ke negaranya, para peserta dapat mengambil hal baik dalam pengelolaan pertanian khususnya oleh generasi muda.

Janu Muhammad salah satu delegasi asal Indonesia pada Temu Petani Muda ASEAN yang hadir, dalam keterangan tertulisnya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada kementerian Pertanian yang menunjuknya sebagai salah satu dari 12 Petani Muda mewakili Indonesia untuk hadir pada Dialog Petani Muda ASEAN di PENAS Padang, yang menghadirkan tidak hanya petani asal Indonesia namun juga ASEAN dan Negara Mitra.

PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 Jaya, Penyuluh Pertanian Apresiasi Mentan SYL

“Terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas kesempatan yang diberikan, Saya, sebagai salah satu delegasi Petani Muda Indonesia dalam Temu Petani se-ASEAN mendapatkan beberapa pengalaman berharga di event ini” kata Janu.

Pertama, begitu besar dukungan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dalam meregenerasi petani muda Indonesia melalui program Petani Milenial, YESS, dan adanya Young Ambassador Agriculture. Aging Farmers menjadi isu semua negara di ASEAN maupun Jepang, namun kita patut optimis bahwa kolaborasi pemerintah dan generasi muda untuk regenerasi petani kita adalah upaya konkrit yang mulai terlihat hasilnya. Negara-negara lainnya ingin belajar dari Indonesia.

Kedua, melalui kegiatan ini kami juga dapat mendapat pengalaman tentang pentingnya kolaborasi dalam menciptakan ketahanan pangan tidak hanya di negeri kita, namun sampai ke ASEAN. Jaringan petani muda yang terbentuk di kegiatan ini akan terus kami kawal, dengan Indonesia sebagai garda terdepan yang memimpin. Hal yang tidak kalah penting adalah kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi internasional di sektor pertanian. Petani Milenial Indonesia harus mampu menggunakan bahasa Inggris dalam proses diskusi, negosiasi, bahkan kerjasama agar mendapat hasil optimal.

PENAS Padang Sukses Besar, Petani Milenial Malaysia Apresiasi Penyelenggara

“Harapan kami ke depan,adanya ASEAN Young Farmers Forum (AYFF) agar dapat direalisasikan dengan dukungan Kementan maupun kementerian terkait seperti Kemenlu, Kemenkopukm, maupun seluruh pihak dengan adanya pertemuan lanjutan, kerjasama bisnis, serta potensi kolaborasi lainnya. Kami, 12 delegasi Indonesia insyaAllah siap menjadi bagian dari forum tersebut". tandas Janu.

Temu Petani ASEAN Asean Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 adalah bagian dari kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, Sumatera Barat. Pesertanya adalah petani Milenial dari negara anggota ASEAN dan negara mitra (Jepang dan Amerika).

Kegiatan ini diikuti 26 peserta asal negara-negara ASEAN. Yaitu Indonesia 12 peserta, Malaysia 2 peserta, Thailand 4 peserta, dan Filipina 2 peserta.
Selain itu, ada juga Jepang sebagai negara mitra dengan 4 peserta, dan perwakilan Kedutaan Amerika dengan 2 peserta.(***)

PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 Jaya, Penyuluh Pertanian Apresiasi Mentan SYL

JAKARTA - Rangkaian kegiatan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 yang dilaksanakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 usah sudah. Namun, ancaman El Nino serta krisis pangan global yang semakin terlihat, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para penyuluh untuk mempersiapkan diri dan melakukan langkah antisipasi guna mewujudkan Indonesia sebagai Negara Eksportir Pangan.

PENAS Petani Nelayan merupakan ajang pertemuan akbar petani, nelayan, petani hutan, penyuluh pertanian dan stakeholder pertanian yang kehadirannya selalu dinantikan. Selain sebagai momentum konsolidasi nasional untuk menghasilkan konsepsi pertanian yang lebih baik lagi dari seluruh Indonesia, transaksi-transaksi juga berjalan di PENAS Petani Nelayan. Karena momentum PENAS memperbaiki konsensi dan memperbaiki kerja seluruh tim.

Selain sebagai momentum konsolidasi nasional untuk menghasilkan konsepsi pertanian yang lebih baik lagi dari seluruh Indonesia, transaksi-transaksi juga berjalan di PENAS Petani Nelayan. Karena momentum PENAS memperbaiki konsensi dan memperbaiki kerja seluruh tim.

PENAS Padang Sukses Besar, Petani Milenial Malaysia Apresiasi Penyelenggara

Menurut Ketua Umum DPP PERHIPTANI sekaligus Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, pada saat Kongres Perhiptani di Padang beberapa waktu yang lalu mengatakan penyuluh harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global dan bersinergi untuk menjalankan program antisipasi El Nino dan krisis pangan global.

Peran penyuluh pertanian dalam pembangunan pertanian sangat penting dalam mendukung program pemerintah, sehingga sinergi dan koordinasi yang baik mutlak dibutuhkan. “Karena penyuluh adalah garda terdepan yang akan mengawal pertanian”, ujarnya.

Secara terpisah menurut Ketua Harian DPP PERHIPTANI, Fathan A. Rasyid mengatakan PENAS Petani Nelayan XVI merupakan momentum yang sangat tepat dan strategis buat petani nelayan dalam menyatukan visi dan misi pembangunan pertanian untuk petani lebih maju, modern, mandiri dan sejahtera untuk mewujudkan NKRI sebagai negara pengekspor pangan dunia melalui sinergitas semua stakeholder atau pemangku kepentingan.

Fathan menambahkan bahwa pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat fari kreativitas peserta dan semangat peserta yang sangat tinggi untuk mengikuti rangkaian kegiatan PENAS, khususnya pada saat mengikuti Kongres PERHIPTANI. Selain itu perhatian masyarakat Sumatera Barat yang sangat luar biasa terhadap PENAS Petani Nelayan XVI, ucapnya lagi.

Penyuluh Pertanian Teladan Nasional, Evrina Budiastuti menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Mentan SYL dan jajarannya karena telah diberi kesempatan sehingga menjadi Penyuluh Pertanian Teladan Nasional.

PENAS Padang Sukses Besar, Ketua Umum DPA/DPM : Terima Kasih Pak Mentan

Menurutnya, seorang penyuluh pertanian memiliki tugas untuk menyampaikan informasi dan teknologi khususnya kepada pelaku utama dan pelaku usaha. Tidak hanya itu, para penyuluh juga sebisa mungkin dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat umum termasuk untuk kalangan penyuluh sendiri.

Evrina juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bapak Mentan SYL beserta jajarannya yang telah sukses menyelenggarakan PENAS XVI selama 6 hari full.

Sungguh pengalaman berharga karena PENAS menghadirkan cakrawala informasi dan teknologi tentang pertanian dan menjadi ajang bagi para peserta untuk sharing kegiatan pertanian dari daerahnya masing-masing, beber Evrina.

Apalagi dengan hadirnya gelar percontohan dan gelar produk serta aneka temu, saya semakin yakin bahwa pertanian Indonesia itu maju dan tak kalah saing dengan negara lain. (NF)

PENAS Padang Sukses Besar, Petani Milenial Malaysia Apresiasi Penyelenggara

TANIINDONESIA.COM//Jakarta - Penas XVI yang diselenggarakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 menjadi tonggak geliat petani-petani muda baru atau dikenal sebagai petani milenial terjun di sektor pertanian.

Salah satu agenda dalam Penas XVI Padang adalah Temu Petani Muda ASEAN dimana, para delegasi bertukar pengalaman dan melihat praktik pertanian yang ada di Indonesia. Harapannya setelah kembali ke negaranya, para peserta dapat mengambil hal baik dalam pengelolaan pertanian khususnya oleh generasi muda.

PENAS Padang Sukses Besar, Ketua Umum DPA/DPM : Terima Kasih Pak Mentan

Sarah, salah satu petani milenial asal Malaysia yang hadir, mengapresiasi pertemuan PENAS yang menghadirkan tidak hanya petani asal Indonesia namun juga ASEAN dan Negara Mitra.

“Bersama sama dengan, kita ada negara asean lain yang turut bergabung di perhelatan PENAS di Indonesia, bagi kita seorang agropreneur melalui penas kita mendapatkan informasi baru dan berbagi pengetahuan serta berbagi pendapat dari berbagi negara dari sisi teknologi, teknik pengolahan dan isu isu perubahan iklim dan langkah langkah apa untuk mengantisipasinya”. papar Sarah.

Melalui Penas kami dapat menimba ilmu terutama ilmu pertanian yang memiliki teknologi tinggi namun berbiaya rendah.
"Kami berterima kasih dapat ikut serta di penas ini" ujar Sarah.

Temu Petani ASEAN Asean Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 adalah bagian dari kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, Sumatera Barat. Pesertanya adalah petani Milenial dari negara anggota ASEAN dan negara mitra (Jepang dan Amerika).

Kegiatan ini diikuti 26 peserta asal negara-negara ASEAN. Yaitu Indonesia 12 peserta, Malaysia 2 peserta, Thailand 4 peserta, dan Filipina 2 peserta. Selain itu, ada juga Jepang sebagai negara mitra dengan 4 peserta, dan perwakilan Kedutaan Amerika dengan 2 peserta.

PENAS Padang Sukses Besar, Ketua Umum DPA/DPM : Terima Kasih Pak Mentan

TANIINDONESIA.COM//Jakarta - Penas XVI yang diselenggarakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 menjadi tonggak geliat petani-petani muda baru atau dikenal sebagai petani milenial terjun di sektor pertanian.

Banyak teknologi pertanian dan cara-cara budidaya baru yang menarik perhatian salah satunya adalah pertanian presisi, dengan penggunaan teknologi smart farming.

Salah satu petani milenial yang hadir, yang juga sebagai ketua umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA) asal Jawa Barat, Sandi Octa dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan bahwa dapat hadir pada perhelatan akbar ini, sebagai petani milenial sangat membanggakan.

Pastikan Program Utama Kementan Berjalan, BPPSDMP Lakukan Konsolidasi

“Kami sangat bangga, terharu, para milenial diturunkan untuk berdiplomasi dan bercerita tentang keunggulan keunggulan program usahanya maupun sharing bagaimana upaya pemerintah Indonesia berupaya meregenerasi petani ditengah negara lain yang sedang mengalami loss generation, tidak tanggung tanggung para milenial indonesia ini mendominasi dibandingkan negara asean lainnya. jelas Sandi.

Hal ini berkat keseriusan Kementerian Pertanian RI yang di Nahkodai Bapak Syahrul Yasin Limpo dalam upaya regenerasi petani, utamanya dalam program Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan semenjak 2019, 4 tahun silam.

Resmi Ditutup, Kementan Sebut Petani Milenial Curi Perhatian di PENAS XVI

Sandi menambahkan, perhelatan penas kali ini, sangat sukses, selain dari kesiapan tuan rumah Sumatera Barat sebagai tempat dilaksanakannya event besar ini, juga Penas kali ini menampilkan tema yang baru, yaitu hadirnya para milenial dan andalan yang mendominasi kegiatan di Penas, para milenial terlibat dalam Gelar Teknologi, Temu Profesi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan Kementerian Pertanian RI, berbagai kegiatan perlombaan, juga Milenial dipercaya untuk tampil di temu wicara Asean dan Mitra Asean.

“Terima kasih Pak Mentan, kami diberi kesempatan menjadi bagian dari perhelatan akbar Penas XVI Padang, mendukung program pemerintah dalam meregenerasi petani”.

Sandi berharap, peran petani muda dalam perhelatan penas selanjutnya dapat lebih dioptimalkan.
“Penas selanjutnya, milenial pun siap untuk berkontribusi kembali” tandas Sandi.

Pastikan Program Utama Kementan Berjalan, BPPSDMP Lakukan Konsolidasi

TANIINDONESIA.COM//GARUT - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat program utama Kementan.

Konsolidasi tersebut dilaksanakan di Hotel Harmoni Garut, Jawa Barat, 16-18 Juni 2023. Kegiatan beragendakan Motivasi dari Tim ESQ dan Percepatan realisasi program hibah luar negeri, serta Rencana Tindak Lanjut.

Memasuki semester kedua pelaksanaan program kegiatan tahun anggaran 2023, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat pelaksanaan program.

Resmi Ditutup, Kementan Sebut Petani Milenial Curi Perhatian di PENAS XVI

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, program utama Kementan harus di-support maksimal.

"Program kegiatan utama kementan di semester kedua berfokus pada antisipasi perubahan iklim dan mitigasi dampak El Nino sekaligus ancaman krisis pangan global. Oleh sebab itu, harus mendapat dukungan dari semua pihak agar pangan kita tetap terjaga," kata Syahrul.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan pihaknya selalu memberikan support untuk mendukung program utama Kementan.

"Support tersebut di antaranya adalah menyiapkan SDM berkualitas, khususnya SDM penyuluh dan petani," ujar Dedi.

Selain itu, tutur Dedi, BPPSDMP juga melakukan sinergitas program kegiatan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) dalam mendukun program utama Kementan.

“Fokus kita tetap membangun kapasitas SDM Pertanian, yang profesional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausaha. Kita harus dorong proses hilirisasi pertanian oleh para petani yang akan menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan petani. kata Dedi.

Tangguh Hadapi El Nino, Pertanian Cerdas Iklim Kementan Beri Nilai Tambah untuk Petani Subang

Ia menambahkan, kita dorong generasi petani muda yang mandiri yang tidak tergantung subsidi, dan mengelola usaha pertaniannya dengan orientasi agribisnis.

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menyampaikan jika agenda rapim meliputi konsolidasi lingkup BPPSDMP terkait program Kementan antisipasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global.

"Kemudian mempercepat realisasi program pinjaman atau hibah luar negeri lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian," ujarnya.

Setelah itu disampaikan juga Motivasi oleh Tim ESQ. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan, Kepala Pusat Pelatihan, Kepala Pusat Pendidikan dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.

Resmi Ditutup, Kementan Sebut Petani Milenial Curi Perhatian di PENAS XVI

TANIINDONESIA.COM//Padang - Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI resmi ditutup. Pada penyelenggaraan PENAS kali ini, para petani milenial disebut mencuri perhatian. Bila pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, petani milenial lebih banyak menjadi penonton. Tapi kali ini, petani milenial mengambil peran besar.

“Ada kekhasan pada PENAS XVI dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu hadir dan tampilnya para petani milenial kita. Di sini mereka memeragakan teknologi dan inovasi, serta produk mereka,” ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi saat mewakili Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan sambutan pada kegiatan Penutupan PENAS Petani Nelayan XVI, di Lanud Sutan Syahrir, Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (15/06/2023).

Tangguh Hadapi El Nino, Pertanian Cerdas Iklim Kementan Beri Nilai Tambah untuk Petani Subang

Selain itu, melalui temu agribisnis yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PENAS XVI, para petani milenial berhasil menyusun kesepakatan-kesepakatan yang bermanfaat bagi pengembangan bisnis mereka.

“Pada PENAS XVI ini juga diadakan temu petani milenial. Yang hadir tidak hanya tingkat nasional, tapi juga lingkup ASEAN. Bahkan petani dari Jepang turut hadir,” ungkap Dedi.

Selain petani milenial, Dedi menyebutkan keberhasilan PENAS XVI tidak bisa dilepaskan dari kontribusi banyak pihak, termasuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat, jajaran Kementerian Pertanian (Kementan), dan para petani dan nelayan yang telah aktif berpartisipasi. Menurut Dedi, semua pihak yang terlibat telah berkolaborasi sehingga PENAS XVII bisa sukses besar.

Lawan Perubahan Iklim dan Krisis Pangan Global, Kementan Dorong Pertanian Cerdas Iklim

“Dari PENAS kali ini, saya yakin petani dan nelayan bisa mencapai tujuan pembangunan pertanian, yaitu menyediakan pangan bagi 273 juta rakyat Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani,” sebut Dedi.

Dedi pun turut menyoroti gelar teknologi yang bisa memeragakan smart farming. Menurutnya, dengan mempraktikkan smart farming, petani bisa meningkatkan produktivitas pangan nasional.

“(Dengan smart farming.red), kita juga bisa menekan ongkos produksi. Saya yakin melalui implementasi smart farming, pangan lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” terang Dedi.

Menutup resmi PENAS XVI, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebutkan kegiatan PENAS menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada petani dan sekaligus menjadi upaya Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Semua kegiatan PENAS menjadi bekal dalam meningkatkan kemandirian pangan. Demi upaya kita mencapai tujuan bagi Indonesia menjadi lumbung pangan pada tahun 2045,” imbuh Mahyeldi.

Selain itu, Ia menyebut PENAS XVI banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Barat, terutama Padang. Lahan Lanud Sutan Syahrir sebelumnya terlantar dan tidak dimanfaatkan. Tapi dengan menjadi proyek percontohan bagi berbagai gelar teknologi, lahannya sekarang produktif dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

“Saya harapkan semua fasilitas yang ada di sini, seperti embung, bisa terus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Mahyeldi.

PENAS XVI dihadiri oleh sekitar 28.000 orang petani dan nelayan dari seluruh pelosok tanah air dan dari negara ASEAN serta mitra ASEAN, para pejabat tinggi mulai dari anggota DPR RI, para Gubernur, dan para Bupati/Walikota dari seluruh Indonesia.

Sementara untuk penyelenggaraan PENAS XVII Tahun 2026, hasil Rembug KTNA yang diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 2023 telah menetapkan tuan rumah penyelenggara Penas XVII tahun 2026 adalah Provinsi Gorontalo.

Tangguh Hadapi El Nino, Pertanian Cerdas Iklim Kementan Beri Nilai Tambah untuk Petani Subang

TANIINDONESIA.COM//SUBANG - Climate Smart Agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP), rupanya menjadi andalan bagi petani di Kabupaten Subang dalam mengantisipasi perubahan iklim, dalam hal ini ancaman El Nino yang sudah di depan mata.

Hal itu terungkap dalam pertemuan 'Rapat Koordinasi Percepatan Kegiatan SIMURP Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2023' yang diselenggarakan Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan di BPP Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (13/6/2023).

Selain tangguh dalam menghadapi El Nino, pertanian cerdas iklim rupanya juga membawa dampak positif bagi petani di Kabupaten Subang. Berkat pertanian cerdas iklim, petani di Subang mendapatkan nilai tambah dari produk olahan pertanian yang mereka garap.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, selain masa depan Indonesia, pertanian juga harus diupayakan sedapat mungkin agar memberikan nilai tambah untuk petani. Sebab, segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam kerangka pembangunan pertanian nasional, orientasi utamanya adalah kesejahteraan petani.

"Kementan terus berupaya agar pembangunan pertanian nasional memberikan nilai tambah produk pertanian, sekaligus meningkatkan efisiensi sehingga perbaikan ekonomi dan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian bisa diwujudkan," kata Mentan SYL.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global. Salah satu langkah strategis yang disiapkan yakni program pertanian cerdas iklim.

"Pertanian cerdas iklim ini mengombinasikan rencana, ilmu pengetahuan, keterampilan dan aksi nyata, baik oleh petani maupun penyuluh, bagaimana mereka membaca situasi iklim yang tengah terjadi agar tak berdampak pada pertanian mereka," terang Dedi.

Dikatakan Dedi, pertanian cerdas iklim diharapkan menjadi konsep baru bagi petani dalam menunjang program ketahanan pangan nasional. "Dengan pertanian cerdas iklim kita berharap produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan, tak terpengaruh oleh situasi iklim yang tengah terjadi, karena kita tahu dan telah memiliki rencana apa yang akan dilakukan," ujar Dedi.

Petani penerima manfaat pun terbantu dengan program SIMURP yang diinisiasi BPPSDMP Kementan. Maryuni dari KWT Karya Mandiri Kecamatan Pagaden Barat merasakan betul manfaat program. Penjualan produk kelompoknya berupa aneka macam kue, kripik singkong, rengginang, opak dan lainnya telah berkembang pesat. "Bahkan pemesanan hingga ke luar negeri, tepatnya Taiwan. Kami bersyukur sekali mendapat program SIMURP ini," kata Maryuni.

Pun halnya dengan Hasan Basri dari Kelompok Tani Cinta Tani Jaya di Kecamatan Binong. Produksi olahan beras ketannya terus meningkat semenjak tersentuh program ini. "Produksi kami sudah mencapai 100 kilogram per bulan. Kalau ada pesanan, kami genjot lagi produksinya. Kami juga difasilitasi perizinan. Sekarang kita tinggal menunggu perizinan keluar saja," ujar Hasan Basri.

Dalam 'Rapat Koordinasi Percepatan Kegiatan SIMURP Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2023', ada beberapa langkah dukungan penerapan teknologi CSA. Di antaranya adalah demplot CSA di Kelompok Tani (Poktan), Penerapan teknologi CSA Scalling Up, rembug tani, pengawalan dan pendampingan kegiatan SIMURP, Uji emisi GPK, penguatan BPP dan penumbuhkembangan produk dan jejaring pasar (market linked) KEP.

Adapun materi CSA demplot atau genta organik meliputi teknologi irigasi intermitten/AWD/macak-macak, enggunaan varietas unggul, penentuan waktu tanam (KATAM), teknologi jajar legowo, pembuatan dan penggunaan pupuk organik, penggunaan pupuk berimbang dan pengendalian OPT.

Adapun pada tahun ini, anggaran SIMURP untuk Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 3,125 miliar. Jumlah itu bertambah sebesar Rp13,258 miliar setelah dilakukan top up.

Secara keseluruhan, ada 10 provinsi yang mendapatkan program SIMURP. Untuk di Jawa Barat diimplementasikan di Kabupaten Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon. Program SIMURP sendiri diimplementasikan di 24 kabupaten, 22 daerah irigasi, 121 dari 117 BPP dan 117 desa dengan melibatkan sebanyak 4.623 kelompok tani.(*)