8 Juni 2026

Tahun: 2023

Mentan SYL Raih Penghargaan Anugerah Inspiratif Tokoh Pembangunan Pertanian

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meraih penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Pegiat Pemenuhan Kebutuhan dan Produktivitas Pertanian dalam ajang Anugerah Inspiratif Liputan6.com. Penghargaan ini sekaligus apresiasi media informasi atas inovasi taksi alsintan yang terbukti membantu petani dalam meningkatkan produksi.

Pemimpin Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati mengatakan bahwa selama ini Mentan SYL membawa perubahan besar dalam memajukan sektor pertanian Indonesia dengan berbagai inovasi cerdas yang tidak bergantung dari pembiayaan APBN. Bukan itu saja, SYL juga dianggap berhasil dalam membuat program terobosan yang mengangkat pertanian Indonesia jauh lebih mandiri dan modern.

"Inovasi taksi alsintan adalah satunya. Inovasi ini mampu mengurangi beban APBN dalam meningkatkan kemandirian dan produktivitas petani karena bisa disewa dalam kurun jam tertentu atau per-hari," ujar Irna di acara Festival 6, Lintas Generasi Tanpa Batas! di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (8/7/2023).

Irna mengatakan, Mentan SYL juga berhasil dalam meningkatkan persentase ekspor pertanian pada tahun 2020 atau tertinggi apabila dibandingkan dengan industri lain. Pada periode awal pandemi misalnya, pendapat pertanian di atas 0,5 miliar USD jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Jokowi Minta Mentan Genjot Produksi Pertanian Antisipasi El Nino

"Belum lagi peningkatan persentase ekspor selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2020 angkanya mencapai 14 persen, 2021 5,8 persen dan 2022 10,52 persen. Kemudian ada juga program food estate atau lumbung pangan untuk peningkatan cadangan pangan nasional," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mentan SYL menyampaikan terima kasih atas kepercayaan media terhadap kinerja sektor pertanian selama ini. Baginya, petani mampu menjadi penyangga makanan Indonesia disaat krisis dunia melanda.

"Saya menyampaikan terimakasih kepada petani dan juga kepada liputan6. Liputan6 itu sebenarnya melakukan legitimasi bahwa petani Indonesia yang kurang lebih 40 juta orang itu telah melakukan sesuatu untuk Indonesia dalam menyediakan makan pada 280 juta orang. Tentu saja ini mendedikasikan seluruh kekuatan pertanian untuk membangun negeri dan bangsa ini," katanya.(***)

Jokowi Minta Mentan Genjot Produksi Pertanian Antisipasi El Nino

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menggenjot produksi pertanian dalam rangka mengantisipasi kemarau panjang dampak El Nino.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, hal ini mesti dilakukan agar pemerintah punya cadangan stok pangan yang mencukupi ketika dampak El Nino mulai terasa.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Tangani Penyakit Antraks di Gunungkidul Yogyakarta

"Yang jelas Pak Mentan diminta untuk menggenjot produksi, jadi mumpung masih ada hujan, kemudian boleh tanam, sehingga 110 hari kemudian kita masih punya beras," kata Arief seusai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/7/2023).

Arief mengungkapkan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso juga ditugaskan untuk menyerap beras produksi petani.

"Kemudian, backup-nya yang dua juta ton sudah diputuskan untuk direct import itu baru terealisasi 500.000 ton," ujarnya.

Arief melanjutkan, dalam rapat tersebut, Jokowi juga berpesan agar kenaikan harga atau inflasi mesti terus dipertahankan agar tetap stabil di angka 3,5 persen.

"Atau kalau memungkinkan akan diturunkan, sehingga tetap inflasi itu di bawah dari pertumbuhan ekonomi," katanya.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Tangani Penyakit Antraks di Gunungkidul Yogyakarta

Diberitakan sebelumnya, Jokowi memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

Hal ini disampaikan Jokowi ketika membuka Sidang Kabinet Paripurna terkait laporan semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 di Istana Negara, Jakarta pada 3 Juli 2023.

"Antisipasi potensi musim kemarau panjang akibat El Nino," kata Jokowi di hadapan para menteri, Senin pekan lalu.

Untuk diketahui, El Nino yang melanda Indonesia akan meningkatkan ancaman kekeringan yang dapat mengancam wilayah sentra produksi padi yang berpotensi mengancam ketahanan pangan.

Deputi Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mego Pinandito dalam diskusi terkait El Nino di Jakarta pada 20 Juni 2023 mengatakan bahwa El Nino sudah terjadi.

"Fenomena El Nino saat ini sudah terjadi, dan akan meningkatkan ancaman kekeringan sangat tinggi di periode Juni-Oktober pada wilayah sentra produksi padi," kata Mego sebagaimana dilansir dari Antaranews.(***)

Kementan Gerak Cepat Tangani Penyakit Antraks di Gunungkidul Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) gerak cepat langsung melakukan penanganan penyakit zoonosis antraks yang ditemukan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Diantaranya dengan upaya mitigasi dan isolasi wilayah, serta menurunkan Tim kesehatan hewan ke lokasi untuk investigasi. Selain itu juga telah mendistribusikan logistik Obat-obatan antibiotik, vitamin, serta cairan disinfektan sebagai perangkat utama dinas setempat dalam penanganan kasus.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zaenudin mengatakan bahwa pihaknya juga langsung melakukan investigasi kasus dengan pengambilan dan pemeriksaan sempel untuk diagnosis serta komunikasi dan advice strategis.

"Termasuk menghentikan lalu lintas keluar dan masuk di lokasi tertular. Sampai saat ini kasus pada ternak dan manusia terlokalisir di satu padukuhan yaitu Dukuh Jati, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu," ujar Nuryani, Kamis, 6 Juli 2023.

Nuryani mengatakan, penyuntikan antibiotik sudah dilakukan pada semua hewan yang rentan tertular pada daerah terancam. Kemudian melakukan dekontaminasi dengan disinfektan pada lokasi penyembelihan dan penguburan ternak. Adapun vaksin yang telah disuntikan di Gunungkidul mencapai 78 ekor sapi dan 286 ekor kambing.

"Jadi sejak kami terima laporannya pada 15 Juni 2023 lalu, kami langsung melakukan sosialisasi dan komunikasi informasi edukasi bersama Dinas Gunungkidul," katanya.

Ditambahkan Nuryani, sejauh ini vaksin operasional yang telah didistribusikan ke Gunungkidul mencapai 96.000 dosis, kemudian melakukan pengambilan sempel sebanyak 5.707 dan stok vaksin yang tersedia saat ini mencapai 110.000 dosis.

Baca juga: Terindikasi Antraks, Kementan Larang Masyarakat Bedah Tubuh Hewan Ternak

"Kami berharap kepedulian masyarakat terhadap antraks dapat terus meningkat dengan memperkuat surveilans pada area endemik dan terancam. Jadi jika ada kematian mendadak pada hewan masyarakat bisa melakukan pelaporan ke petugas terdekat untuk dilakukan penelusuran," katanya.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Syamsul Ma'arif mengatakan bahwa penyakit antraks merupakan penyakit zoonosis yang mampu bertahan hingga puluhan tahun apabila hewan ternak yang terpapar tidak dilakukan penanganan yang tepat.

"Sifat bakteri antraks itu dangat berbahaya. Karena itu hewan yang terpapar tidak boleh dibuka. Kalau dibuka bakterinya bisa jadi spora dan bertahan bertahun tahun. Jadi direbus saja tidak aman karena spora bisa bertahan hingga bertahun tahun," katanya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi mengatakan bahwa dampak penyakit antraks apabila dikonsumsi manusia dapat menyebabkan kematian. Mulanya, penyakit tersebut menyerang paru-paru lalu setelahnya akan melepuh dan berujung pada kematian.

"Dampak ke manusia bila daging antraks tetap dimakan maka akan merusak paru paru lalu melepuh. Jadi saya menghimbau kepada semua puskesmas di gunung kidul untuk lebih waspada mengingat spora antraks bisa hinggap dimana-mana. Dan sejauh ini kita sudah melakukan penyidikan terpadu melalui satgas. Kemudian survei terhadap yang berisiko dan pengobatan kepada yang terpapar," jelasnya.(***)

Terindikasi Antraks, Kementan Larang Masyarakat Bedah Tubuh Hewan Ternak

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melarang masyarakat untuk membedah tubuh hewan ternak yang terindikasi mengalami infeksi bakteri Bacillus Anthracis penyebab penyakit antraks.

"Sapi yang mati dengan indikasi antraks tidak boleh dibedah atau dibuka, harus dibakar atau dikubur untuk mencegah penularan," kata Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainudin dalam konferensi pers Update Situasi Antraks di Indonesia yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bakteri antraks termasuk ke dalam jenis zoonosis yang dapat menular dari hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba, dan burung unta ke manusia.

Antraks yang juga dikenal sebagai penyakit tanah yang mampu bertahan hidup selama puluhan tahun berkat perlindungan spora selama berada di tubuh hewan dan di dalam tanah.

Ia mengatakan gejala klinis pada hewan ditandai demam tinggi di awal infeksi, lalu gelisah, kejang, dan mati. Tidak jarang, hewan ternak mati mendadak tanpa gejala klinis.

Gejala klinis yang mudah diamati, kata dia, berupa pendarahan dari lubang kumlah, seperti telinga, hidung, dan mulut.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Tangani Penyakit Antraks di Gunungkidul Yogyakarta

"Jika hewan mati ini dibedah, maka spora akan keluar dan masuk ke dalam tanah, lalu melindungi dirinya selama puluhan tahun," kata Nuryani Zainudin.

Pada acara yang sama, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, Syamsul Ma'arif mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging hewan ternak yang terindikasi terinfeksi antraks.

Sebab, kata dia, proses pemasakan dengan cara direbus selama berjam-jam pun tidak akan mematikan bakteri yang sudah terlanjur menginfeksi daging.

"Jangankan direbus, dibuka saja tidak boleh. Begitu spora dihirup, biasanya orang dalam 24 jam bisa menyebabkan kematian," katanya.

Ia mengatakan 94 persen kasus antraks pada manusia disebabkan kontak fisik dengan hewan ternak terinfeksi antraks. Spora kemudian menyebar hingga ke otak dan berisiko memicu kematian.

"Kasus ini harus cepat ditangani dan didukung peralatan khusus dalam menangani kejadian meningitis akibat antraks," demikian Syamsul Ma'arif.(***)

PKT Kawal Ketersediaan 252.443 Ton Stok Pupuk Subsidi 

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sebagai salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia, memastikan ketersediaan stok cukup untuk kebutuhan di masing-masing wilayah distribusi yang telah ditentukan. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam pemenuhan suplai pupuk urea dan NPK bersubsidi dalam negeri.

PKT juga memastikan ketersediaan stok cukup untuk kebutuhan di masing-masing wilayah distribusi yang telah ditentukan. Melalui produksi di lima pabrik amonia, lima pabrik urea dan tiga pabrik NPK serta 137 gudang yang tersebar di seluruh Indonesia ketersediaan pupuk dipastikan aman.

Hingga 20 Juni 2023, kesediaan pupuk tercatat sebanyak 169.628 ton stok pupuk urea bersubsidi, 63.803 ton stok pupuk NPK Phonska dan 19.012 ton NPK Formula Khusus, serta 335.521 ton pupuk urea non subsidi dan 29.758 ton NPK non subsidi. Jumlah stok pupuk ini sudah berada di atas batas aman untuk pemenuhan kebutuhan petani hingga kuartal III-2023.

Stok pupuk ini nantinya akan disalurkan sesuai wilayah tanggung jawab PKT yang telah ditentukan pemerintah mencakup wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan seluruh wilayah Sulawesi. Sedangkan untuk NPK Bersubsidi Formula Khusus, mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, menyebut bahwa PKT selalu memastikan ketersediaan stok di gudang PKT hingga proses penyaluran ke level distributor bahkan kios selalu terjaga melalui pengiriman berkala ke wilayah yang menjadi tanggung jawab PKT.

"Kami selalu menjalan prinsip 6 Tepat yakni Tepat Jenis, Jumlah, Harga, Tempat, Waktu dan Mutu. Jumlah pasokan pupuk subsidi yang kami siapkan pun sudah kami sesuaikan dengan alokasi berdasarkan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) di tiap wilayah sebagai acuan penebusan pupuk oleh petani yang memang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Dengan cara ini, kami bisa mengukur sekaligus menjamin penyaluran pupuk bersubsidi sudah tepat sasaran hingga tiba ke tangan petani," kata Rahmad dalam siaran pers, Sabtu (1/7/2023).

Dia menegaskan Pupuk Kaltim mengutamakan langkah pengamanan distribusi pupuk subsidi, dengan cara membangun kolaborasi dan koordinasi dengan banyak stakeholder. PKT juga melakukan proses audit sebagai upaya memastikan tidak ada indikasi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani secara berkala.

Audit juga dilakukan untuk mengurai benang kusut terkait data penebusan pupuk subsidi oleh petani, baik melalui Kartu Tani maupun penebusan menggunakan KTP sehingga berpengaruh terhadap tata kelola anggaran oleh Kementerian Pertanian yang bisa memunculkan opini tentang kelangkaan pupuk subsidi di kalangan petani.

Di sela pemenuhan komitmen produksi dan distribusi pupuk subsidi, PKT juga gencar melakukan upaya edukasi dan pemberdayaan bagi para petani untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk subsidi. Salah satunya lewat program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat), yang diinisiasi oleh Pupuk Indonesia.

"Program MAKMUR hadir untuk membangun kemandirian sektor pertanian agar tidak hanya bergantung pada pupuk subsidi. Tapi tentu tak sekadar mandiri, tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Di ekosistem MAKMUR, kami mengedukasi petani untuk menggunakan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, sehingga produktivitas meningkat. Walaupun dari sisi harga, pupuk subsidi lebih mahal, tapi produktivitas bisa lebih tinggi," ujar Rahmad.

Perusahaan terus menggenjot program MAKMUR, PKT selalu mencari cara untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk, baik subsidi maupun non subsidi lewat inovasi dan teknologi. Salah satunya melalui pembangunan dan pengembangan kawasan industri pupuk di Fakfak, Papua Barat. Pembangunan pabrik pupuk di Fakfak ini nantinya akan menggenjot kapasitas produksi pupuk PKT dengan proyeksi sebesar 1,15 juta ton urea dan 825.000 ton amonia.

"PKT optimis mampu memenuhi kebutuhan pupuk subsidi dan non subsidi sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah dan mengawal ketat proses distribusinya. Upaya ini kami lakukan sebagai bukti komitmen kami untuk menyokong ketahanan pangan nasional," kata dia.(***)

Jurus Jitu Tingkatkan Kompetensi Petani melalui Pelatihan Kewirausahaan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Menjadi seorang wirausaha membutuhkan berbagai fondasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap, juga mental yang memadai. Kewirausahaan dimulai dari proses bagaimana melihat peluang, mengelola risiko, membangun usaha, hingga mengelolanya dengan baik.

"Ditengah berbagai krisis yang terus melanda bangsa Indonesia, menjadi suatu keharusan bagi setiap manusia Indonesia mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang datang. Persiapan yang dilakukan salah satunya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Cara jitunya adalah dengan memberikan berbagai keterampilan hidup ( life skill ) dan menambah wawasan kewirausahaan.

Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu pertanian maju, mandiri dan modern. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, “Keberadaan para petani sangat vital dalam mewujudkan pencapaian swasembada pangan.

”Mentan SYL berharap melalui pelaksanaan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali ini dapat mendorong petani milenial menjadi unggul, profesionalisme dan berdaya saing dalam mengembangkan usahanya.

Pernyataan ini dipertegas pula oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, bahwa sudah saatnya petani melakukan pertanian sebagai agribisnis. Bukan hanya memenuhi kebutuhan keluarga sendiri. Petani juga sudah saatnya membuat turunan berupa olahan untuk mendapatkan nilai tambah, begitupun mendapatkan akses pasar yang baik. “Pertanian kini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masyarakat. Sudah saatnya pertanian dijadikan agribisnis guna meningkatkan penghasilan,” tuturnya.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang telah melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan sebanyak 6 angkatan. Angkatan terakhir 5 dan 6 dilaksanakan pada tanggal 25-27 Juni 2023 diikuti 77 petani wilayah Lembang. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dan mutlak dilaksanakan untuk pengembangan dan ketersediaan sumberdaya manusia pertanian yang berjiwa wirausaha.

Selama berlatih 3 hari, beberapa materi strategis berkaitan dengan pengelolaan bisnis pertanian diberikan oleh widyaiswara dan praktisi para pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). P4S ini menjadi mitra BBPP Lembang untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian, yaitu Ketua P4S Lembang Agri dan Ketua P4S Terpadu Ikamaja.

Materi yang disampaikan terdiri dari materi kelompok dasar, inti, materi penunjang yaitu peningkatan etos kerja: menumbuhkan jiwa wirausaha, business plan, pencatatan keuangan usahatani, strategi pemasaran dan digital marketing, kemitraan dan negosiasi, dan success story (smart farming dan pembuatan pupuk organik).

Hasil pelatihan secara umum berjalan dengan baik. Peserta menguasai materi pelatihan dan memiliki sikap perilaku sangat baik selama proses berlatih. Penilaian peserta terhadap fasilitator juga baik dan peserta sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh BBPP Lembang.

Pada penutupan pelatihan, Selasa (27/6/2023), Kepala Balai, Ajat Jatnika, mengharapkan pelatihan ini menjadi bekal dan siap terjun bisnis dibidang pertanian. Dirinya menyerukan 4 hal yang harus dilakukan oleh petani sebagai pelaku bisnis pertanian. “Empat hal yang harus dilakukan adalah perkuat kapasitas diri, tanamkan jiwa wirausaha, lakukan kolaborasi dan perkaya sisi spiritual kita,” pesan Ajat.

Salah satu peserta, Yaya Jaya, menyampaikan rasa terimakasihnya diberi kesempatan untuk bisa berlatih di BBPP Lembang. “Mewakili teman-teman peserta lainnya kami bersyukur bisa memperoleh kesempatan belajar di BBPP Lembang, pastinya akan coba kami praktikkan di usahatani kami,” ucapnya. (Yoko/Che)

Masuk Top Finalis Inovasi Pelayanan Publik, Inilah Kelebihan Biotron

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Aplikasi inovasi Biotron (Biochar Three In One) yang dihasilkan Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Kalimantan Selatan berhasil masuk Top Finalis Inovasi Pelayanan Publik. Dengan berbagai kelebihan inovasi ini diharapkan dapat membantu petani mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini tantangan pembangunan pertanian kian besar. Selain, adanya perubahan iklim (climate change), juga terjadi degradasi lahan, sarana produksi terbatas, khusus pupuk kimia kian mahal, produksi juga tidak efisien dengan penurunan produktivitas lahan.

“Karena itu, sekarang ini kita tidak bisa lagi dengan cara lama, tapi harus sudah menggunakan cara baru dalam meningkatkan produksi pangan. Dengan jumlah penduduk kita mencapai 280 juta jiwa, hadirnya pertanian yang makin maju, makin modern dan mandiri akan sangat berarti. Karena penduduk Indonesia sangat besar,” kata SYL saat wawancara dengan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di ruang AWR, Kementerian Pertanian, Selasa (27/6).

Karena itu SYL mengakui, hadirnya Biotron menjadi salah satu pilihan dan mutlak dilakukan di tengah jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan pangan pentingnya ketersediaan pangan. Apalagi pangan dunia dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. “Climate change, degradasi lahan dan El Nino ada depan mata kita. Dengan pendekatan scientific dan teknologi baru menjadi mutlak harus kita lakukan untuk meningkatkan produksi pangan,” tegasnya.

Jika melihat pertumbuhan pertanian, SYL mengungkapkan, dalam tiga tahun ketika sektor lain dalam posisi merah, justru pertanian dalam posisi hijau (tumbuh positif). Jika selama ini ekspor kenaikkan tidak sampai 15 persen, maka kini bisa mencapai 36,84 persen. Begitu juga nilai tukar petani yang dalam RPJM 2024 ditetapkan hanya 104 -106, tahun ini bisa mencapai angka 111-112. “Pertanian masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Menurut SYL, hadirnya Biotron menjadi solusi di tengah kondisi harga pupuk yang mahal dan terbatasnya anggaran pemerintah untuk mensubsidi. Seperti diketahui, dari total kebutuhan pupuk sebesar 24 juta ton, pemerintah hanya dapat mengalokasikan anggaran subsidi untuk sebanyak 9 juta ton.

“Biotron jadi bagian kita menghadirkan pupuk organik dan menjadi salah satu upaya kita meningkatan produksi pangan tanpa ketergantungan dengan pupuk kimia. Temuan atau inovasi lain akan kita dorong, seperti smart farming,” katanya.

Three in One
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menambahkan, Biotron merupakan perpaduan antara biochar plus pupuk organik dan agen hayati. “Jadi ini yang kita namakan three in one,” katanya.

Jadi fungsi biotron ini nantinya menyediakan oksigen, menyediakan air dan menyediakan nutrisi. Dengan demikian biotron akan menjadi rumah bagi mikroba penyubur tanah. Kemudian pupuk organik akan membantu memperbaiki struktur dan pH tanah. Lalu agen hayati berfungsi dalam upaya mengendalikan OPT (organisme pengganggu tumbuhan).

”Pupuk hayati akan memasak bahan makanan bagi tanaman, sehingga bisa langsung dimakan oleh tanaman. Itu lah fungsi biotron. Paling penting adalah biotron akan membantu menyuburkan lahan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia 40-50 persen,” tuturnya.

Dari hasil uji coba, Dedi mengungkap, penggunaan biotron mampu meningkatkan hasil tanaman.. Implementasi biotron memang harus diberikan secara bertahap sebanyak 6-7 ton/tahun selama tiga musim. Dengan demikian, dalam 3 tahun tercapai dosis optimalnya sebanyak 20 ton/ha, sehingga mampu mengurangi pupuk kimia 40-50 persen.

Hitungannya, jika pemerintah harus mengalokasikan pupuk subsidi tahun 2023 sebanyak 9,01 juta ton atau senilai Rp 20,7 triliun, maka dengan aplikasi biotron akan ada penghematan pupuk subsidi Rp 8,28 triliun hingga 10,35 triliun.

Hasil uji coba di lokasi food estate di Dadahup, Kalimantan Tengah, penggunaan biotron mampu meningkatkan hasil padi di lahan rawa dari 2,1 ton/ha menjadi 3,7 ton/ha. Sedangkan di lahan irigasi ada kenaikan produktivitas dari 5,8 ton/ha menjadi jadi 7 ton/ha atau naik sekitar 21 persen.

“Saat ini kita sudah diseminasi biotron melalui Program Genta Organic di 1.020 poktan, 100 kabupaten di 33 provinsi. Dalam proses desiminasi memang tidak bisa cepat dan perlu waktu,” ungkap Prof. Dedi menjawab pertanyaan Tim Panel Independen Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik, Nurjaman Mochtar mengenai kemungkinan biotron bisa diterap secara nasional dan sejauh mana efisiensi penggunaannya.(***)

Antisipasi El Nino dan Harga Pupuk Mahal, Kementan Keluarkan Inovasi Biotron

TANIINDONESIA.COM//Jakarta - Dalam menghadapi El Nino yang berdampak pada degradasi tanah dan harga pupuk yang mahal, Kementerian Pertanian meluncurkan inovasi Bio char three in one (Biotron), Selasa (27/6).

Biotron bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional berbasis pertanian berkelanjutan dan mandiri. Karena Biotron dapat menghemat biaya dan mudah ditemukan bahan bakunya di lingkungan sekitar serta mudah diterapkan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan dua persen dari 7 Juta hektar tanah sudah mengalami degradasi.

”Kita sudah mengalami degradasi kualitas terutama di Jawa, oleh karena itu untuk menyuburkan kembali salahsatunya melalui pupuk organik yang mau atau tidak harus kita lakukan,” jelas Menteri Syahrul.

Untuk itu Kementerian Pertanian terus mengambil langkah langkah yang cepat, salah satu nya melalui Biocard 3 in 1 atau Biotron.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan tantangan pembangunan pertanian, climate change, degradasi lahan, saprodi terbatas, pupuk kimia mahal, produksi tidak efisien dan menurun.

”Biotron hadir sebagai solusi disaat pupuk kimia mahal, biotron berfungsi menyediakan oksigen, menyediakan air, menyediakan nutrisi, menyediakan rumah bagi microba penyubur tanah, memperbaiki struktur dan PH tanah, mengendalikan OPT dan meningkatkan hasil tanaman,” jelas Dedi.

Implementasi biotron bertahap 6-7 ton per-tahun (3 musim) sehingga dalam 3 tahun tercapai dosis optimal 20 ton/ha dan mampu mengurangi pupuk kimia 40-50 persen.

”Pupuk subsidi 2023 ada sebanyak 9,01 juta ton Rp. 20,7 T sehingga penghematan pupuk subsidi Rp. 8,28 T sampai Rp. 10,35 T,” jelas Dedi.

Dedi menyampaikan untuk Peningkatan hasil padi di lahan rawa Dadahup, Kalteng yang sebelumnya 2,1 ton/ha menjadi 3,7 ton/ha.

”Biotron akan segera diimplementasikan di dalam program Genta Organik di seluruh pelosok tanah air,” tambah Dedi.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Bambang Haryanto mengapresiasi dan akan menjalankan langkah yang sudah diambil Kementerian Pertanian dalam menangani El Nino dan harga popok yang mahal.

”Biotron didalamnya ada biocard berperan penting didalam penyediaan oksigen didalam penyediaan air dan sebagai tempat yang nyaman bagi mikroba penyubur tanah,” ujarnya.

Selain itu juga biocard dilengkapi dengan pupuk organik sebagai sumber nutrisi. Selain itu Biotron dilengkapi dengan agen hayati.

”Inovasi Biotron sangat efesien dan biaya murah untuk meningkatkan kesuburan tanah hingga produksi pertanian. Maka diharapkan pembuatan dan pemanfaatan Biotron secara mandiri,” tutupnya. (JK/AG/SB05).

Strategi Kendalikan Inflasi, Kementan Adakan Bimtek Budidaya Cabai Bagi Petani dan Penyuluh Banyumas

TANIINDONESIA.COM//Yogyakarta - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) bekerjasama dengan Anggota Komisi IV DPR RI gelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh di Kabupaten Banyumas. Bimtek yang dikemas secara klasikal tersebut diikuti oleh 100 peserta dengan mengusung materi seputar Budidaya Cabai untuk Menekan Inflasi.

Komoditas cabai acap kali memberikan dampak terhadap terjadinya inflasi daerah maupun nasional karena pasokan dan harga cabai di pasaran sering mengalami fluktuasi. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian selalu mengupayakan pasokan cabai aman di pasaran dengan menggenjot produktivitas cabai nasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) senantiasa menghimbau kepada semua pihak untuk membuat akselerasi dan inovasi agar produksi cabai bisa meningkat tajam, “kalau kalian bisa menjaga cabai, bawang merah, dan bawang putih dari inflasi itu artinya kalian hebat. Kalian telah menjadi orang yang selama ini berani menolak import karena dukungan produksi dalam negeri.”

Sementara pada keterangan terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa strategi pengendalian inflasi pangan turut menjadi fokus utama untuk mengamankan posisi Indonesia.

"Strategi pertama kita inflasi harus dikendalikan. Kalau tidak terkendali, itu akan diikuti krisis-krisis dimensi yang lain," kata Dedi.

Melalui kegiatan Bimbingan Teknis kali ini, petani dan penyuluh yang hadir dibekali materi tentang pemanfaatan lahan dan teknik budidaya cabai dari mulai persiapan hingga pasca panen. Hadir sebagai pemateri yaitu Achmad Subekti selaku perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas serta Judiono, praktisi budidaya tanaman cabai.

Achmad Subekti memaparkan bahwa Kabupaten Banyumas sudah melaksanakan Gerakan Tanam Cabai 92.000 batang yang disebar di 6 kelompok PKK dan 3 Wilayah desa.

“Sebanyak 75.000 bibit diantaranya telah dikelola oleh 6 kelompok PKK. Namun perlu pendampingan intensif untuk perawatannya. Oleh karena itu, tepat sekali Kementerian Pertanian bersama DPR RI melaksanakan bimtek kali ini,” ujar Subekti.

Sebagai praktisi, Judiono lebih banyak memaparkan hal teknis terkait budidaya cabai. Mulai dari cara pemilihan bibit, pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga teknik pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya cabai.

“Budidaya cabai pada lahan sempit seperti pekarang sangat memungkinkan dan tentunya menguntungkan. Bapak Ibu dapat menggunakan polybag, planter bag, atau karung sebagai pengganti pot. Namun, dalam budidaya cabai, yang perlu diperhatikan betul salah satunya yaitu penanganan hama dan penyakit. Harus tepat penanganannya agar tidak timbul kerugian,” terang Judiono.

Direktur Polbangtan YOMA melalui Koordinator Pengabdian Masyarakat, Ina Fitria Ismarlin berharap melalui kegiatan Bimtek kali ini dapat meningkatkan kapasitas SDM pertanian dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Banyumas.

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kementan Perkuat Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//Jawa Timur - Meningkatkan nilai tambah produk pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian. Untuk mendukung hal itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat kompetensi SDM.

Peningkatan kualitas SDM itu dilakukan melalui Training of Trainer (TOT) “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian”, 21 – 23 Juni 2023, di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian. TOT dilaksanakan dalam 30 Jam Pelatihan dengan Metode Blended Learning.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hadir membuka kegiatan secara online dari Agriculture War Room (AWR) Kementan, mengatakan update pengetahuan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dibutuhkan sebagai antisipasi perubahan iklim, dan ancaman el nino dan krisis pangan global.

"Dalam kondisi ini, kita harus manfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan alam kedepan. TOT ini penting untuk mengupdate pengetahuan," kata Syahrul.

"Kita tidak dapat menyelesaikan masalah saat ini dengan solusi lima atau sepuluh tahun lalu, harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan adaptif menghadapi tantangan pertanian kedepan” ujar Syahrul.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, yang hadir secara online, mengatakan Tema TOT kali ini, peningkatan nilai tambah komoditas pertanian adalah isu yang sangat penting dan merupakan isu yang diangkat pada pertemuan Menteri Pertanian Negara G20 di Bali Tahun lalu.

“Dan disepakati bersama peningkatan nilai tambah produk pertanian adalah cara meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan.
Karena sesungguhnya keuntungan itu ada di nilai tambah komoditas pertanian itu jelas Dedi.

Dedi menambahkan, petani harus memiliki kemampuan untuk mengolah hasil panen.

Pastikan Kerjasama Berjalan, Kementerian Pertanian Kunjungi Calon Lokasi Magang di Jepang

"Petani jangan jual produk mentah, harus dapat mengolah produk nya agar punya nilai tambah, dengan begitu hasil yang didapat jadi lebih banyak”.

Apresiasi pelaksanaan TOT, disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) -RI asal Provinsi Lampung, Bustami Zainudin yang yang hadir secara online.

Bustami Zainudin mengatakan upaya peningkatan nilai tambah untuk petani merupakan solusi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan dalam pada akhirnya akan mewujudkan kedaulatan pangan.

Peserta yang hadir berjumlah 120 orang dan terdiri dari 60 orang dari Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian dan 60 orang dari Petani Milenial. Kegiatan ini dilaksanakan secara online di seluruh UPT Pelatihan lingkup BPPSDMP.

Hadir saat pembukaan di BBPP Batu, Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang sebelumnya di tempat yang sama membuka Pelatihan Kewirausahaan untuk Petani Milenial, Kepala BBPP Batu, Sabir, dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.