21 April 2026

UPT Kementan

Ajak Pelajar Senangi Pertanian Sejak Dini, UPT Kementan jadi Ruang Bagi Sekolah Vokasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membuka kesempatan belajar praktik bagi siswa-siswi sekolah vokasi pertanian.

Melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), para siswa mendapat bimbingan dari widyaiswara yang merupakan pakar di bidang pertanian. Kesempatan ini diberikan demi mendukung program strategis nasional Kementerian Pertanian dalam regenerasi petani muda.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional.

"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.

"Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para siswa-siswi PKL.

"Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran siswa PKL seperti mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.

Baca juga:

Integrated Farming System, Kunci Pertanian Modern

Pada periode Agustus hingga November 2025, BBPP Lembang telah menerima sekitar 70 peserta PKL. Para peserta PKL berlatar belakang kampus dan sekolah kejuruan dengan fokus ilmu yang berkaitan dengan pertanian.

Diantara para peserta PKL tersebut, terdapat empat siswi dari SMKN 4 Padalarang baru saja menyelesaikan masa belajar mereka di BBPP Lembang, Kamis (20/11/2025).

Selama enam bulan mereka dibimbing oleh widyaiswara dan petugas lapangan BBPP Lembang dalam bercocok tanam dan agribisnis.

Nurhayati, misalnya, mempelajari budidaya selada keriting dengan sistem hidroponik. Sementara rekannya Yuni Nuraini. mempelajari Kentang yang dibudidayakan secara aeroponik.

Astri Indah Kirana dan Fitri Nursifa masing-masing mempelajari budidaya tanaman pakcoy dan melon. Keempatnya menyelesaikan periode PKL setelah diuji dan menyajikan laporan PKL di hadapan widyaiswara dan pembimbingnya.

Nurhayati menyampaikan kesannya selama 6 bulan PKL di BBPP Lembang. “Kami telah dibimbing oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan kami sehingga lebih memahami tentang budidaya,” tegasnya.

“Terima kasih kepada BBPP Lembang!” ucap keempat siswi tersebut kompak.(***)

Dukung Penelitian, UPT Kementan Fasilitasi Mahasiswa Biologi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia, program studi Biologi, menyelesaikan PKL selama tiga bulan di BBPP Lembang. PKL diakhiri dengan seminar hasil, Rabu (24/09/2025.) Keduanya fokus pada penelitian di bidang Hortikultura.

BBPP Lembang, sebagai UPT Kementerian Pertanian, berharap dapat memberikan pengalaman dan pemahaman bagi mahasiswa yang akan lulus kuliah dan melanjutkan karir maupun pendidikan di bidang pertanian nantinya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga berharap kegiatan ini bisa turut meningkatkan produksi pangan.

“Kolaborasi yang baik diperlukan antara mahasiswa bersama petani dalam menggenjot stok pangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, sangat menekankan pertanian membutuhkan peranan generasi milenial.

Bahkan, ia mengajak generasi muda untuk menjadi kaya raya menjadi petani dengan jiwa wirausaha profesional.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, juga menyambut baik kontribusi kedua mahasiswa ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan PKL yang berorientasi pada riset. Hasil penelitian mereka tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berpotensi memberikan solusi praktis bagi petani,” ujarnya.

Baca juga:

Sinergi Kementan dan Perhiptani Singkawang Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh

Dua mahasiswa UPI yang melaksanakan PKL di BBPP Lbang adalah Risma Khoerunisa yang meneliti Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3) terhadap Aklimatisasi Tanaman Anggrek Dendrobium.

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses adaptasi bibit anggrek yang baru dipindahkan dari botol ke lingkungan luar.

Temuannya menunjukkan bahwa aplikasi GA3 dapat mempercepat pertumbuhan akar dan daun, meningkatkan tingkat keberhasilan aklimatisasi, dan pada akhirnya membantu petani anggrek untuk mendapatkan bibit yang lebih kuat.

Mahasiswa lainnya adalah Sulastri Putri Imani yang fokus pada penelitian Respon Pertumbuhan Scion Kaktus yang Berbeda terhadap Grafting pada Rootstock yang Sama.

Penelitian ini mengeksplorasi teknik penyambungan (grafting) pada kaktus hias.

Sulastri berhasil mengamati bagaimana perbedaan jenis scion (batang atas) memengaruhi keberhasilan dan laju pertumbuhan setelah disambungkan ke rootstock (batang bawah) yang sama.

Hasilnya memberikan panduan praktis bagi pembudidaya kaktus untuk memilih kombinasi yang paling efektif.

Risma Khoerunisa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak dari BBPP Lembang karena telah mengizinkan kami melakukan kegiatan PKL di sini. Selama kegiatan PKL di sini, kami banyak mendapatkan ilmu baru," ujarnya.

Senada dengan Risma, Sulastri Putri Imani menyoroti lingkungan dan bimbingan yang sangat mendukung.

"Kami juga bisa merasakan mendapatkan lingkungan yang nyaman, terus Widyaiswara-nya juga sangat baik, sangat membimbing kami dan kami juga bisa mendapatkan banyak ilmu baru. Dan juga untuk prasarananya juga sangat lengkap di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang ini," tambah Sulastri.

Melalui penelitian-penelitian dan pengalaman langsung seperti ini, Kementan dan BBPP Lembang terus berupaya menciptakan SDM pertanian yang andal, inovatif, dan berorientasi pada teknologi, sejalan dengan visi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)

UPT Kementan Perkenalkan Tahapan Pertanian ke Siswa Papua

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan tahapan dalam pertanian ke sejumlah siswa Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Papua. Para siswa mempelajari tahap-tahap dalam pertanian dari menanam hingga menjadi produk jadi.

Kunjungan para siswa asal Papua ini dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok terakhir datang Kamis (15/05/2025). Mereka diajak melakukan praktik menanam jagung kemudian membuat olahan jagung dalam bentuk es krim.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyatakan komitmennya BBPP Lembang dalam regenerasi petani.

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan kunjungan atau agroeduwisata,” tambahnya.

Baca juga:

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa Unesa PKL di UPT Kementan

Dalam kunjungannya, rombongan Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya diajak ke lahan terbuka di Inkubator Agribisnis.

Widyaiswara mengenalkan budidaya tanaman jagung manis mulai dari pengolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan.

Mereka lalu diajak ke Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Petugas laboratorium mengenalkan konsep pengolahan hasil pertanian sayuran, yaitu es krim jagung.

Tahapan yang diterangkan kepada para pengunjung dimulai dari menyiapkan bahan, mengolah bahan, hingga pengemasan.

Para siswa kemudian secara bergiliran mengikuti praktik yang telah disediakan oleh widyaiswara dan juga petugas laboratorium.

Selain itu sesi tanya jawab berjalan aktif. Memenuhi rasa ingin tahu mereka, para murid SD Yapen Jayawijaya melayangkan berbagai pertanyaan sampai puas.

Menutup, widyaiswara BBPP Lembang Saptoningsih menekankan konsep hilirisasi pertanian.

“Dari bahan yang ada kita bisa mengolahnya kemudian menjualnya dan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik,” terangnya.(***)

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa Unesa PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Nadira Nazelina dan Rihan Ali Abdillah yang mengembangkan Iptek pertanian. Mereka pun harus menjabarkan hasil temuan mereka selama melaksanakan PKL

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Menambahkan, menurut Mentan Amran teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

"Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Baca juga:

Milenial Papua Antusias Praktikkan Agribisnis Tanaman Jagung

Sementara Nadira Nazelina dan Rihan Ali Abdillah melaksanakan PKL di inkubator agribisnis BBPP Lembang.

Nadira menyoroti Perbanyakan Pseudomonas Fluorescens, suatu bakteri yang dapat menguntungkan bagi petani.

Dalam laporan praktiknya Nadira menjabarkan peran bakteri tersebut sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR).

PGPR dapat menguntungkan bagi petani karena dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pada tanaman, meningkatkan ketahanan tumbuhan, serta menunjang pertumbuhan tanaman.

Sedangkan Rihan menyoroti perbanyakan trichoderma spp., sejenis bakteri yang dapat membantu tanaman, pada berbagai tanaman yang ada di BBPP Lembang.

Menurutnya trichoderma terbilang menarik sebagai agen pengendali hayati yang dapat menjaga kesehatan tanaman.

trichoderma ini juga dapat dikembangbiakkan di berbagai tanaman dan Rihan telah mencobanya sendiri di tanaman kopi.

Selesai melaksanakan seminar hasil, keduanya memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Di BBPP Lembang kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan, sehingga lebih memahami tentang budidaya tanaman dan hal-hal yang dapat menyokongnya” ucap keduanya kompak.(***)

Sinergi Dua UPT Kementan Wujudkan Regenerasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian, yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), bersinergi melakukan regenerasi petani sebagai komitmen mencapai swasembada pangan.

Sinergi antara pelatihan dan pendidikan itu diwujudkan saat lima mahasiswa PEPI melakukan praktik magang selama 90 hari di BBPP Lembang yang berakhir, Jumat (27/03/2025).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Mustika Balqis, Marsudi, F. Dahinar, Imas Masruroh, dan Uli Cristina Nainggolan, yang mempelajari budidaya berbagai komoditas yang ditumbuhkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/11/sinergi-kementan-dan-kementerian-pupr-kembangkan-sdm-bidang-pertanian/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika BBPP Lembang selalu berusaha mengoptimalkan PKL sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan seperti PEPI. Harapnya, ini dapat berkontribusi kepada swasembada pangan.

Selama PKL, kelima mahasiswa membudidayakan berbagai komoditas. Marsudi misalnya, mempraktikkan budidaya tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik deep flow technique.

Kemudian Dahinar mengembangkan budidaya tanaman padi menggunakan sistem aquaponik. Lalu Imas mempelajari budidaya tanaman hias kaktus dan sukulen secara vegetatif.

Sementara Mustika dan Uli berfokus pada budidaya tanaman tomat beef. Namun, Mustika berfokus kepada sistem budidayanya dengan menggunakan sistem irigasi tetes dan Uli berfokus pada analisis usaha tani tomat beef untuk mendapatkan keuntungan.Salah seorang mahasiswa, Mustika Balqis, memberikan kesan pesannya selama melakukan PKL di BBPP Lembang.

“Para widyaiswara dan pembimbing telah dengan baik dan sabar membimbing kami. Kami juga mendapat banyak pengetahuan mengenai budidaya yang tidak kami dapatkan di kampus,” ujarnya.(***)

Hidroponik dan Hilirisasi UPT Pelatihan Kementan Tarik Minat Calon Purna Tugas BUMN

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 20 calon purna tugas PT KAI (persero), Kamis (20/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Rombongan calon purna tugas PT KAI disambut Kepala Balai, Ajat Jatnika.

Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh berhenti, karena menyangkut penyediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Sektor pertanian bisa menjadi alternatif untuk mengisi masa purnabhakti dan bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan, asalkan dilakukan dengan tepat, memanfaatkan teknologi, pemilihan komoditas yang tepat dengan memperhatikan skala usahanya, serta jalin kemitraan untuk pemasarannya,” tuturnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/19/bangun-pertanian-indonesia-upt-pelatihan-kementan-gandeng-mahasiswa-magang/

“Sektor hilir yaitu pengolahan hasil pertanian menjanjikan margin keuntungan lebih karena itu peluang di sektor hilirisasi juga bisa diupayakan,” kata Ajat lagi.

Staf Ahli Utama di Direktorat SDM dan Umum PT. KAI (persero), Agung Susilo Putro, menjelaskan jika para calon purna tugas study visit Ini Ingin belajar dan berharap ada penambahan wawasan tentang pertanian.

"Sehingga nantinya bisa menjadi peluang untuk berwirausaha dibidang pertanian saat memasuki masa purna tugas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang teknologi hidroponik, yaitu mengenalkan berbagai sistem hidroponik. Di antaranya, deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT), irigasi tetes, aeroponik, dan wick system yang diterapkan di BBPP Lembang.

Mulai dari pembuatan instalasinya, pemberian nutrisi, pemeliharaan dan peluang bisnis masing-masing sistem.

Agar lebih memahami teknologi hidroponik, peserta diajak praktik membuat instalasi DFT di Inkubator Agribisnis di zona rumah pangan lestari.

Petugas mendemokan pembuatan instalasi DFT dengan menyambungkan rangka baja, paralon, knee dan bahan lainnya. Selain itu diperlihatkan pelarutan nutrisi A dan B sebagai nutrisi utama budidaya hidroponik.

Setelah itu, peserta beranjak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara dibantu petugas laboratorium memperkenalkan konsep pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan. Peserta dikenalkan satu produk olahan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat es krim jagung dan peserta juga ikut mempraktikkannya. Saat mencicipi es krim jagung, rata-rata peserta memberi komentar positif.

“Enak es krimnya, manisnya pas, dan segar pastinya apalagi dinikmati saat cuaca panas seperti ini, membuatnya juga cukup mudah,” ucap mereka.(***)

Bangun Pertanian Indonesia, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Mahasiswa Magang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberi kesempatan kepada lima mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, melaksanakan praktik magang, periode 20 Januari sampai 20 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya, pelatihan, kunjungan singkat dan kegiatan magang atau PKL.

Para mahasiswa semester 7 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon melaksanakan kegiatan PKL di laboratorium pengolahan hasil pertanian dan tentang penyuluhan pertanian BBPP Lembang.


Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/19/lirik-peluang-bisnis-calon-purna-tugas-bumn-dalami-pertanian-modern/

Setelah satu bulan, para mahasiswa melaksanakan seminar hasil, Selasa (18/2/2025), yang dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil magang tentang Pembuatan Video Pembelajaran di BBPP Lembang dengan mengikuti proses produksi video pembelajaran tentang rangkaian budidaya tomat beef.

Peserta magang juga melakukan Analisis Usaha Pengolahan Hasil Pertanian di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang untuk produk es krim jagung, sorbet mangga, sistik wortel, dan eggroll pisang.

Selesai melaksanakan seminar hasil, salah satu peserta, M. Irfan Akbar menyampaikan kesannya menjalani magang selama satu bulan di BBPP Lembang.

“Pengalaman yang sangat berharga dan mendalami magang di BBPP Lembang. Di sini lingkungan belajarnya kondusif, fasilitas yang lengkap, serta dukungan dari para mentor dan staf yang sangat berpengalaman," katanya.

"Saya merasa sangat beruntung bisa belajar langsung tentang teknologi pertanian modern, manajemen pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian di sini,” ucapnya.

Irfan menceritakan selama interaksi dengan peserta pelatihan dan rekan-rekan magang lainnya juga memperkaya wawasan tentang berbagai praktik pertanian dari berbagai daerah.

“Saya sangat terkesan dengan dedikasi dan semangat tim BBPP Lembang dalam mencetak SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing,” tuturnya.

“Saya berharap agar BBPP Lembang ini terus berkembang dan menjadi pusat pelatihan pertanian terdepan di Indonesia. Semoga BBPP Lembang dapat terus memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun lembaga internasional, untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pengembangan inovasi pertanian," kata Irfan lagi.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak di BBPP Lembang yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, dan pengalaman berharga selama magang.(***)

Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi True Shallot Seed

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menjalin kerjasama peningkatan kompetensi SDM pertanian dengan dua perusahaan swasta, yaitu PT. Bejo Benih Indonesia dan PT. Saprotan Utama. Kerjasama dilakukan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) True Shallot Seed (TSS) Bawang Merah, Selasa (11/2/2025).

Bimtek diikuti 30 peserta terdiri dari widyaiswara, petugas teknis, dan mahasiswa yang sedang praktek magang di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong peningkatan produksi hortikultura, salah satunya bawang merah, agar mampu yang berdaya saing.

“Peningkatan produksi bawang merah penting agar kebutuhan nasional tercukupi dan bisa diekspor,” tuturnya.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan, bimtek, dan sebagainya.

Fasilitator dari PT. Bejo Benih Indonesia (PT. BBI) memberikan materi secara klasikal tentang True Shallot Seed (TSS), yaitu teknologi perbanyakan benih bawang merah yang mampu menghasilkan tanaman lebih baik dari sisi jumlah dan kualitas sehingga dapat memberi keuntungan lebih.

PT. BBI juga memperkenalkan minibulb yaitu umbi dari TSS yang disemai selama 85 hari untuk menghasilkan umbi yang siap tanam bagi petani bawang merah.

Setelah itu, peserta praktik membuat persemaian benih bawang merah di lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Teknik pertama yang dikenalkan adalah persemaian di bedengan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/dorong-regenerasi-petani-demi-ketahanan-pangan-upt-pelatihan-kementan-gandeng-perguruan-tinggi/

Selain itu dikenalkan persemaian menggunakan tray dan alat soil block dengan media tanamnya berupa tanah, pupuk organik, cocopeat, dan arang sekam.

Peserta praktik menyiapkan media tanam, mencetaknya menggunakan soil block ke dalam tray, dan menyemai benih bawang merah. Selain itu juga praktik persemaian menggunakan media peatmoss.

Salah satu peserta yaitu widyaiswara, Sani Hanifah, mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa dari kegiatan ini.

“Mengikuti bimtek ini menjadi pengalaman yang luar biasa karena bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai perbanyakan benih bawang merah biji (TSS) yang merupakan teknologi terbaru dalam pertanian dan salah satu strategi budidaya bawang merah yang efektif,” katanya.

PT. BBI memberikan panduan yang informatif dan praktis, memberikan wawasan berharga serta solusi terbaik untuk meningkatkan hasil panen bawang merah.

Widyaiswara lainnya, Dewi PS, mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini.

“Bimtek ini menarik karena di BBPP Lembang belum pernah menanam benih bawang merah dengan TSS. Kami pun mengajarkan kepada peserta pelatihan menanam bawang merah melalui umbinya saja,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan tantangan mendiseminasikan TSS bagi petani bawang yang sudah terbiasa menanam benih menggunakan umbi. “Mengubah mindset petani dari menanam dengan umbi beralih ke TSS tidak mudah, terutama di kalangan petani kolotnial,” ujar Dewi.

Dewi berharap penanaman benih bawang merah dengan TSS ini bisa diajarkan ke peserta pelatihan baik penyuluh pertanian dan petani terutama petani milenial yang biasanya lebih adaptif dengan teknologi.

“Harus ada petani milenial champion yang bisa menjadi kiblat petani lain untuk mulai menggunakan TSS,” katanya.(***)

Dorong Regenerasi Petani Demi Ketahanan Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Perguruan Tinggi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Salah satu UPT di Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di antaranya melalui kegiatan praktik kerja lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menggagaskan bahwa generasi muda nantinya akan menjadi harapan bagi pertanian Indonesia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga berharap pada generasi muda.

Santi berpendapat bahwa kebutuhan pangan akan terus ada dan generasi petani saat ini sudah memasuki umur senja.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Mewujudkan hal tersebut, BBPP Lembang bersinergi dengan lembaga pendidikan baik perguruan tinggi maupun sekolah vokasi pertanian mendalami pertanian.

Jumat (14/2/2025), BBPP Lembang melepas lima orang mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang baru merampungkan periode magang.

Kelima mahasiswa tersebut merupakan peserta didik di Program Studi Rekayasa Pertanian Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.

Menurut mereka, ketertarikan untuk mendalami pertanian muncul setelah datang dan mengunjungi BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/calon-purna-tugas-bumn-dalami-pertanian-modern-di-upt-pelatihan-kementan/

Salah seorang mahasiswa, Bryan Safiq Nugraha, mengaku tertarik untuk menjalani magang setelah mengunjungi BBPP Lembang pada Desember 2024 lalu.

“Kami jadi semakin tertarik untuk belajar tentang pertanian setelah kunjungan tersebut,” terangnya.

Setelah menjalani dua minggu periode magang, mereka mengaku bahwa banyak ilmu teknis yang dipelajari dari BBPP Lembang.

Mahasiswa lainnya, Erica Nadia Putrie, berharap ilmu yang didapat dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang lebih panjang.

“Kami yang selama ini hanya belajar teori di kampus jadi memahami teknik yang mungkin hanya dapat dipelajari ketika ada di lapangan,” sebutnya mengingat pengalaman magang mereka,

Layla Putri Hambali, peserta magang lainnya, mengaku sempat ada rasa kaget ketika menjalani magang.

“Ketika kami mulai belajar di sini, sempat agak kaget. Kami bertanya-tanya ‘kenapa tidak selalu menggunakan teknologi yang terbaru saja?’, namun setelah menjalani kami juga mengerti karena ini lembaga pelatihan dan yang kita hadapi nantinya adalah petani sehingga harus selalu bisa mengaplikasikan teknologi yang paling sederhana dan mudah didapat,” terangnya.

Sebagai penutup, Marsha Linda dan Pramesuara Cahaya Rahman menerangkan bahwa mereka juga mendapat pengalaman kerja sama yang berharga. Dari belajar di BBPP Lembang dan menjalani berbagai aktivitas bersama.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan bahwa ini merupakan komitmen dari BBPP Lembang untuk mencapai swasembada pangan.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung berbagai program strategis Kementerian Pertanian termasuk dalam regenerasi petani,” terang Ajat.(***)

Calon Purna Tugas BUMN Dalami Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 35 calon purna tugas dari PT. KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung melakukan kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (13/2/2025) untuk mengenal pertanian modern dan potensi pengolahan hasil pertanian.

Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk berwirausaha di bidang pertanian atau sekadar menyalurkan hobi bertani di masa purna tugas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan jika penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha WIdi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Para calon purna tugas PT KAI sendiri berkunjung ke BBPP Lembang untuk mendapat bekal mengisi masa purna tugas.

“Kami harap kami dapat membekali calon purna tugas ini agar tetap bisa berkarya di masa depan,” terang Yudhistira selaku Kepala Bagian Sumber Daya Manusia PT KAI Daop 2 Bandung.

BBPP Lembang diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pertanian modern yang dapat dilakukan dengan praktis. Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementan, BBPP Lembang memiliki berbagai sarana untuk mewujudkan hal tersebut.

Beberapa teknologi yang ditunjukan pada peserta kunjungan pada kesempatan tersebut adalah hidroponik dengan metode deep flow technique (DFT) dan drip irrigation.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/14/gapai-indonesia-emas-2045-upt-pelatihan-kementan-gandeng-generasi-z/

Instalasi hidroponik berhasil menarik perhatian para peserta dan rasa ingin tahu mereka karena praktis dan tidak mengharuskan pelakunya untuk berada di lahan setiap saat.

Instalasi drip irrigation sendiri terbilang istimewa. BBPP Lembang merupakan salah satu UPT yang memiliki green house yang sudah terotomatisasi.

Setelah melakukan pemasangan dan penyetelan awal, rumah hijau tersebut dapat beroperasi sendiri. Masing-masing metode tersebut digunakan untuk menumbuhkan pakcoy dan melon.

Di samping mempelajari teknologi hidroponik, para peserta kunjungan juga mempelajari budi daya tanaman lain yang dapat tumbuh di dataran tinggi.

Beberapa komoditas tersebut dapat dilihat di Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Para peserta kemudian aktif bertanya dan berdiskusi dengan pendamping lapangan yang menerangkan mengenai budidaya brokoli, selada, daun bawang, dan komoditas hortikultura lainnya.

Terakhir, para peserta juga melihat potensi agribisnis dari tanaman hias dan pengolahan hasil pertanian. Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Lembang, mereka dibimbing untuk mengolah jagung menjadi es krim.

Para peserta juga berkesempatan untuk mencicipi berbagai olahan hasil pertanian yang dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah dan tidak memerlukan langkah yang panjang. Salah satu yang menjadi penarik perhatian adalah manisan terong.

Salah seorang peserta, Dadang, terlihat antusias mempraktikkan langkah-langkah pembuatan es krim.

Dalam diskusi dengan Widyaiswara BBPP Lembang Saptoningsih, Dadang mempelajari bahwa es krim dapat dibuat dengan berbagai hasil pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menerangkan bahwa UPT Kementan selalu siap untuk melayani stakeholder yang berkunjung untuk mempelajari pertanian modern.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.(***)