21 April 2026

UPT Kementan

Gapai Indonesia Emas 2045, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Generasi Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Generasi Z sebagai ujung tombak untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Untuk itu, fungsi pendidikan dan pelatihan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) dimaksimalkan.

Hal ini telah dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dengan menyediakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam regenerasi pertanian.

Menteri Amran mengemukakan bahwa Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dunia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut salah satu tantangan yang dihadapi bidang pertanian adalah regenerasi petani.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” tuturnya.

Santi berharap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan harus turut aktif dalam membangun SDM pertanian yang mumpuni demi mencapai target swasembada pangan.

BBPP Lembang menjawab hal tersebut dengan membuka praktik magang yang diikuti peserta didik dari lembaga pendidikan baik kampus maupun sekolah pertanian.

Kesempatan itu dimanfaatkan mahasiswa Universitas Brawijaya, Oktavia Fatma Eka Nur Hadianti dan Kartika Indah Cahyani, untuk mempelajari budidaya pakcoy dan budidaya kangkung.

Selain praktik yang dilakukan dalam periode satu bulan, para peserta magang juga mendapat kesempatan belajar dengan suasana akademis sebagaimana di kampus asal mereka.

Selama magang, para peserta didik didampingi oleh Widyaiswara yang ahli dalam budidaya masing-masing tanaman tersebut.

Kemudian mereka diminta untuk menyusun laporan yang kemudian harus dipresentasikan sebagai pertanggungjawaban proses belajar mereka.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/14/upt-pelatihan-kementan-bekali-ilmu-pertanian-ke-calon-purna-tugas-bumn/

Oktavia misalnya, mempresentasikan pertumbuhan tanaman pakcoy dengan aplikasi trichoderma serta pengaruh perbedaan dosis pemupukan..

Sementara Kartika mendalami budidaya tanaman kangkung dan pakcoy ketika diberikan trichoderma pada fase perkecambahan.

Dalam sesi presentasi, mereka akan diuji dan diberikan masukan dari widyaiswara sehingga hasil laporannya lebih baik ketika dibawa ke kampus.

Selain itu, harapan dari BBPP Lembang adalah agar para peserta didik semakin mahir dalam budidaya tanaman untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan pertanian dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tandas Ajat.(***)

UPT Pelatihan Kementan Bekali Ilmu Pertanian ke Calon Purna Tugas BUMN

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada 31 calon purna tugas PT. KAI Daerah Operasional 2 Kota Bandung yang sedang menyiapkan diri untuk menyongsong masa pensiun. Bekal diberikan saat para calon pensiunan itu berkunjung ke BBPP Lembang, Selasa (11/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga dalam mencapai swasembada pangan.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, Para Calon Purna Tugas PT KAI berkesempatan untuk melihat beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Mereka memulai perjalanan mereka dengan sambutan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Kemudian mereka melanjutkan kunjungan ke screen house tanaman hias.

Di screen house tanaman hias, para calon purna tugas melihat komoditas kaktus, sukulen, dan anggrek yang tersedia.

Mereka melihat potensi tanaman anggrek sebagai tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi. Tidak lupa mereka berfoto dengan tanaman yang tersedia.

Selama perjalanan, mereka melalui lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tersedia di BBPP Lembang.

Berbagai jenis tanaman luar ruangan dibudidayakan di sini terutama tanaman hortikultura yang tumbuh subur di dataran tinggi. Komoditas seperti brokoli, daun bawang, selada, jagung, dan sebagainya dikembangkan di sini.

KRPL BBPP Lembang juga sudah menggunakan prinsip pertanian modern dengan menggunakan Internet of Things.

Di KRPL tersedia beberapa sensor yang dapat mendeteksi cuaca, nutrisi di dalam tanah, dan berbagai faktor yang dapat menentukan budidaya tanaman.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/09/sokong-ketahanan-pangan-kementan-siapkan-gen-z-sebagai-regenerasi-petani/

Para calon purna tugas kemudian melihat instalasi hidroponik BBPP Lembang. Instalasi hidroponik yang dikunjungi diantaranya adalah instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation.

Para peserta kunjungan antusias dalam bertanya kepada petugas lapangan yang mendampingi perjalanan mereka.

Melihat pengoperasian DFT yang praktis dan dapat memberikan hasil dalam jumlah yang cukup besar meningkatkan ketertarikan mereka.

Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas melon.

Acara pamungkas pada kunjungan hari itu adalah praktik pembuatan es krim jagung.

Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan ruang untuk mencoba di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Pada sesi praktik mereka diberikan bahan-bahan yang dibutuhkan serta proses dan cara dalam membuat es krim dari komoditas jagung.

Setelah praktik mereka juga berkesempatan untuk mencicipi es krim dari jagung, cabai, dan pak coy yang sebelumnya sudah disediakan.

Sesi diskusi berjalan aktif dengan peserta yang antusias bertanya mengenai jenis komoditas yang dapat diolah menjadi es krim atau bahan olahan lainnya.

Menutup, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” kata Ajat.(***)

Cetak Petani Muda, UPT Kementan Fasilitasi Praktek Magang Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Tiga mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, melaksanakan praktek magang di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), 13 Januari sampai 8 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/08/kementan-tingkatkan-kualitas-mahasiswa-sidoarjo-melalui-agribisnis-pertanian/

Para mahasiswa semester 6 Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini melaksanakan magang di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house tanaman hias, budidaya pakcoy sistem DFT, dan laboratorium agens hayati.

Setelah hampir 1 bulan melakukan magang, untuk mempertanggungjawabkan hasil magang dilaksanakan seminar hasil, Kamis (6/2/2025). Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang. Secara bergantian, mereka memaparkan hasil pengamatan.

Tema ketiganya adalah: Eksplorasi dan Isolasi Trichoderma, Spp pada Rizosfer Tanaman Kopi (Coffea Sp.), Teknik Budidaya Tanaman Kaktus secara Vegetatif (Grafting) pada Kaktus Impor (Gymnocalycium Mihanochivii) dan lolal (Copiapoa Hypogea) dan Budidaya Pakcoy (Brassica Rapa L.) menggunakan Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique). Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Selesai melaksanakan seminar hasil, ketiganya kompak memberikan kesan selama magang di BBPP Lembang.

“BBPP Lembang menjadi lokasi yang tepat untuk melaksanakan magang. Sarana prasarananya cukup lengkap dan mendukung proses belajar kami. Selama di sini juga kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan,” ujar salah seorang mahasiswa, Rahma Nur Laely.

Mahasiswi lainnya, Bela Nur Aini, juga menyampaikan kesannya selama mengikuti magang.

“Bagi kalian siswa dan mahasiswa, ayo bisa melaksanakan magang di sini ya, karena tempatnya nyaman dan nantinya akan dibimbing oleh widyaiswara dan petugas yang kompeten,” tuturnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Abdhul Rahman Ramadana.

“Terima kasih BBPP Lembang yang telah menerima kami melaksanakan magang di sini,” kata Abdhul Rahman.(***)

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Kementerian PUPR, Latih Pertanian Masyarakat Terkena Dampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang. Kegiatan bernama Pelatihan Pertanian di Lahan Sempit/Pekarangan, digelar 30 Januari sampai 1 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan SDM pertanian adalah kunci utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

"SDM yang berkualitas adalah penggerak utama dalam mencapai kedaulatan pangan. Oleh karena itu, kompetensi yang mumpuni menjadi kunci sukses para pelaku sektor pertanian," ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan terus menggenjot kualitas SDM pertanian. Sebab, SDM adalah faktor utama untuk mengungkit produksi pangan nasional.

“SDM pertanian berkualitas merupakan penggerak utama dalam mencapai kedaulatan pangan. Kompetensi yang mumpuni menjadi kunci sukses dalam menghasilkan komoditas pertanian yang lebih baik,” jelasnya.

Pelatihan dibuka Kamis (30/1/2025) oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. Ia mengatakan pelatihan hanya perantara menuju keberhasilan peningkatan produksi.

“Pelatihan adalah jembatan karena yang penting setelah pelatihan ini peserta bisa mempraktikkan hasil pelatihan dengan melakukan budidaya yang baik sehingga bisa menghasilkan sayuran berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan," tutur Ajat.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/27/kementan-siapkan-regenerasi-pertanian-melalui-generasi-muda/

Pelatihan Pertanian di Lahan Sempit/Pekarangan diikuti 48 orang peserta yang dibagi menjadi 2 angkatan. Peserta berasal dari Kecamatan Cipeundeuy, Pusakanagara, dan Tambakdahan.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik langsung dari widyaiswara BBPP Lembang.

Materi secara klasikal dan praktik sebanyak 28 JP. Materi inti mulai dari pembuatan model penanaman untuk lahan sempit/pekarangan dan peserta praktik membuat instalasi vertikultur dan menanam bibit selada.

Materi selanjutnya pembudidayaan tanaman di lahan sempit/pekarangan dan peserta praktik persemaian sayuran terong, cabai, selada keriting dan pakcoy serta menanam bibit jeruk dan jahe dan planter bag.

Materi berikutnya adalah diversifikasi tanaman pangan, pengelolaan limbah rumah tangga dan lingkungan dan peserta praktik membuat pupuk organik cair. Peserta juga mendapat materi pemasaran dan kemitraan serta pembentukan kelembagaan tani.

Rangkaian pelatihan tidak selesai hanya sampai 3 hari. Setelah pelatihan, peserta diharapkan menerapkan hasil pelatihan pada kegiatan praktik mandiri. Mereka menyusun rencana tindak lanjut dan mengaplikasikannya.

Salah satu peserta, Yehezkiel G. Walanda merasakan manfaat yang besar mengikuti pelatihan ini. “Dari yang sudah kami pelajari, akan kami praktikkan di wilayah kami masing-masing,” ujarnya.

BBPP Lembang dan OCG Associates akan mengawal kegiatan ini pada kegiatan pendampingan praktik mandiri, hingga diharapkan dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta yaitu peningkatan taraf hidupnya melalui aktivitas pemanfaatan pekarangan.(***)

GenZ Pelajari Agribisnis Pertanian di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan agribisnis pertanian kepada 226 siswa SMP Tulus Bhakti Bekasi yang hadir didampingi para guru, Rabu (22/01/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan mendukung penuh upaya regenerasi petani.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/27/kementan-tarik-minat-genz-dengan-hilirisasi-komoditas-sayuran/

Selain itu, BPPSDMP juga membuka akses pelatihan dan pendampingan untuk petani milenial.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan pihaknya berkomitmen menyiapkan regenerasi petani. Salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau fieldtrip.
Rombongan langsung meninjau lahan praktik Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.

Di screen tanaman hias, widyaiswara didampingi petugas, sharing tentang budidaya kaktus dan sukulen mulai dari penyiapan media tanam, perbanyakan anakan dan proses pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit.

BBPP Lembang juga memperkenalkan zona lainnya, yaitu pembuatan instalasi hidroponik dan penanaman sayuran daun sistem deep flow technique (DFT) dan wick system.

Petugas menjelaskan alat dan bahan pembuatan instalasi menggunakan bahan utama baja ringan dan pipa paralon, serta pelarutan nutrisi utama budidaya hidroponik menggunakan nutrisi AB mix.

Para peserta tampak antusias ikut praktik membuat instalasi dan melakukan penanaman bibit pakcoy. (Yoko/Che)