17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Menjawab Tantangan Era Global, Kementan Tingkatkan Kapasitas ASN dan Non ASN

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG. – Era globalisasi yang semakin berkembang pesat, kemampuan berbahasa Inggris telah menjadi kebutuhan esensial bagi para pegawai di berbagai bidang. Bahasa Inggris, sebagai bahasa komunikasi global, memiliki peran yang krusial dalam memajukan karier dan menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. "Di dalam sektor pertanian, perlu diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan, “Pelatihan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM pertanian agar memiliki nilai tambah.”

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Kementerian Pertanian, menyelenggarakan pelatihan baik skala nasional maupun internasional. Untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris dan meningkatkan rasa percaya diri pegawainya, dilaksanakan Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Sederhana.

Kegiatan ini diikuti 33 pegawai ASN dan Non ASN BBPP Lembang yang kerap berinteraksi dengan peserta pelatihan internasional dan kegiatan lainnya dalam rangka pelayanan tamu. Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari, 5 – 8 Agustus 2024.

Selama proses berlatih, widyaiswara BBPP Lembang selaku fasilitator pelatihan memberikan materi secara klasikal dan praktik tentang Introducing Yourself and Others, Describing People, Places, and Things, dan Expressing Opinios. Likes and Dislikes. Pelatihan yang berbasis Learning Management System (LMS) ini juga mengharuskan peserta mulai dari pendaftaran hingga evaluasi berbasis LMS.

Baca juga:

Sinergi Kementan dan PUPR Tingkatkan Produktivitas Pertanian Hortikultura Subang

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di setiap kesempatan mengingatkan seluruh jajarannya di BBPP Lembang untuk terus belajar, memperkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja BBPP Lembang.

Perwakilan peserta, Yola Srimaya, saat ditemui di akhir pelatihan, Kamis (8/8/2024) memberikan kesannya. “Sungguh menyenangkan bisa terlibat langsung menjadi salah satu peserta Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Sederhana ini. Sangat membantu saya sebagai pelayan masyarakat bagian kerja sama, harus bisa berkomunikasi dengan orang lain baik dari dalam dan luar Negeri. Semoga ada pelatihan lanjutannya ya. Thank you,” ucapnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Beben Angga Wahyudi, pegawai Non ASN BBPP Lembang. “I am really very happy with the english language training and hopefully in the future there will be more english language training.” (yoko/chetty)

Gandeng DPR RI, Polbangtan Kementan Dukung Pompanisasi untuk Ketahanan Pangan di Kebumen

TANIINDONESIA.COM//Kebumen - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, bekerja sama dengan anggota Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk peningkatan kapasitas penyuluh dan petani di Kabupaten Kebumen. Acara yanag berlangsung di Hotel Grand Kolopaking, Rabu (7/8/2024), dihadiri 100 peserta.

Bimtek yang mengangkat tema "Program Pompanisasi untuk Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Nasional", dihadiri oleh Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang Ina Fitria Ismarlin, yang mewakili Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang. Hadir pula Anggota Komisi IV DPR RI KRT Darori Wonodipuro, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kebumen Teguh Yuliono.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan pentingnya berkolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan. Sebab, menurutnya, menjaga ketahanan pangan bukan hanya tugas Kementerian Pertanin, melainkan tugas bersama.

Sementara Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika SDM memiliki peran yang penting dalam peningkatan produksi pertanian. Ia melanjutkan, peningkatan produksi ini yang nanti akan membantu menjaga ketahanan pangan.

Oleh sebab itu, Dedi mengajak insan-insan pertanian untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan untuk mengangkat sektor pertanian.

Sementara Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, Ina Fitria Ismarlin, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Bimtek ini dapat menambah wawasan para peserta terkait program Pompanisasi dan implementasinya di lapangan.

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

"Tidak hanya menambah wawasan peserta, kami berharap melalui kegiatan ini, peserta yang hadir juga dapat mendukung program Pompanisasi dan implementasinya di lapangan," kata Ina.

Sedangkan Anggota Komisi IV DPR RI, KRT Darori Wonodipuro, menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui optimalisasi mekanisasi pertanian, seperti pemanfaatan pompa air dan alat mesin lainnya, guna mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian.

Senada dengan Darori, Teguh Yuliono, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kebumen, menyatakan dukungan terhadap program Pompanisasi ini dengan kebijakan dan pendampingan penuh di lapangan.

"Tahun ini, Kementerian Pertanian sedang mendorong peningkatan areal tanam guna menjaga stabilitas produksi beras nasional. Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen siap menyukseskan program ini dengan pendampingan intensif dari para penyuluh kami," ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Fajar Rachmanto, menjelaskan secara rinci pelaksanaan program Pompanisasi di Kabupaten Kebumen.

“Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pengadaan pompa air, pembangunan irigasi perpompaan, dan irigasi perpipaan dengan kriteria Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan,” terangnya.

Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan para penyuluh dan petani di Kabupaten Kebumen dapat lebih memahami dan menerapkan program Pompanisasi untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut.(*)

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus genjot program Perluasan Areal Tanam (PAT) Padi. Program ini sangat penting sebagai salah satu langkah konkrit dalam antisipasi El Nino berkepanjangan yang menyebabkan penurunan produksi dan peningkatan impor beras.

Sebagai bentuk kesungguhan dalam pelaksanaan program, maka dilaksanakan Koordinasi , Evaluasi, dan Pelaporan untuk PAT di area DIY yang terdiri dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, menjaga ketahanan pangan sangat penting untuk dilakukan. Terutama sebagai bentuk antisipasi disaat kemarau. Ia menjelaskan, perluasan areal tanam bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Penegasan serupa disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Menurutnya, menjaga ketahanan pangan adalah tugas bersama, bukan hanya Kementerian Pertanian. Oleh sebab itu, koordinasi yang dilakukan juga melibatkan stakeholder lainnya.

Baca juga: 

Ramaikan Agroexpo J-Tugu 2024, Polbangtan Kementan Pamerkan Produk Inovasi

Koordinasi PAT DIY dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (6/8/2024). Hadir dalam kegiatan, Kepala BBPOPT Jatisari, Kadis pertanian DIY, BMKG DIY, Ka BSIP DIY, Polbangtan Yoma, KOREM, KODIM 4, dan Dinas Pertanian terkait.

Dalam kegiatan, masing-masing penanggung jawab PAT dari masing-masing kabupaten memaparkan progres kegiatan PAT yang telah dilaksanakan beserta evaluasinya.

Politeknik Pembangunan Pertanian selaku Penanggung Jawab PAT untuk Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul melaporkan bahwa per hari ini, realisasi sawat tadah hujan yang telah berhasil diperoleh sebesar 67,38% untuk Kabupaten Bantul dan 56,47% untuk Kabupaten Gunung Kidul.

Sedangkan untuk realisasi PAT padi gogo, per hari ini telah mencapai 150% untuk Kabupaten Bantul dan 50% untuk Kabupaten Gunung Kidul.

Lebih lanjut, Polbangtan Yoma juga memaparkan beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan beserta tindak lanjut yang akan dan telah dilaksanakan.

“Sudah diterjunkan sebanyak 53 mahasiswa Polbangtan Yoma di area DIY dan Jateng guna mendukung kegiatan PAT ini. 28 mahasiswa di Jateng dan 25 mahasiswa di DIY,” ujar R. Hermawan mewakili Direktur Polbangtan Yoma.(*)

Maksimalkan Training of Trainers, Kementan Latih Masyarakat Buat Kom-Mix Hayati

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian memanfaatkan kegiatan Training of Trainers (ToT), Selasa (30/07/2024), untuk membuat Kom-Mix Hayati, atau gabungan dari pupuk organik dan mikroba bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah

Kegiatan ToT yang dipercayakan kepada Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang sebagai tuan rumah, diikuti widyaiswara, dosen, tenaga pengajar, dan penyuluh. ToT juga ditujukan pada insan-insan yang bergerak di bidang pendidikan agar menggerakkan sekaligus membantu petani dalam meningkatkan produktivitas padi.

Selain peserta yang hadir secara offline, pelatihan juga dapat disimak secara daring bagi insan pertanian di seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau”, acara ini menyertakan juga beragam program pendukung. Program tersebut diantaranya adalah ekspose produk P4S, layanan terpadu Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, dan pelatihan gratis untuk masyarakat umum.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan, peningkatan kapasitas SDM adalah penggerak utama dalam pembangunan pertanian. SDM pertanian harus memiliki kualitas yang mumpuni untuk memenuhi tantangan musim dan perubahan dunia.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni adalah bekerja yang terbaik, terfokus, cepat, dan berorientasi pada hasil,” kata Mentan Amran.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, membuka secara langsung acara di BBPP Lembang. Ia menyampaikan peran penting pertanian dalam kehidupan manusia sebagai penyedia pangan, pakan, dan juga bioenergi.

Dedi juga menyampaikan agar para peserta mampu mendorong pertumbuhan agroindustri dari hulu hingga ke hilir untuk menggerakkan ekonomi Indonesia.

[caption id="attachment_2073" align="alignnone" width="300"]Kegiatan Training of Trainers (ToT) Kegiatan Training of Trainers (ToT)[/caption]

Baca juga: 

Insan Pertanian Antusias Ikuti Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian di Supporting Program TOT

Mewujudkan semangat tersebut, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika sebagai tuan rumah menyambut dengan baik.

“Sebagai Unit Pelaksana Teknis Pelatihan, BBPP Lembang harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitarnya,” terang Ajat.

Meski acara utama ToT berfokus pada widyaiswara, dosen, tenaga pengajar, dan penyuluh pertanian, masyarakat dapat juga merasakan manfaat dari acara ini.

Ekspose produk Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) dirancang agar masyarakat mengenal potensi pertanian di sekitar mereka. P4S yang bergerak dalam pelatihan di bidang pertanian juga menawarkan beragam jenis pelatihan yang dapat diikuti masyarakat.

Yang menjadi penarik perhatian bagi masyarakat umum adalah pelatihan gratis di BBPP Lembang. Topik yang ditawarkan adalah pengolahan produk pertanian dalam bentuk es krim, penggunaan sistem hidroponik untuk bertani dalam lahan terbatas, dan terakhir pembuatan Kom-Mix Hayati.

Kom-Mix Hayati adalah gabungan dari pupuk organik dan mikroba bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Kom-Mix hayati memiliki keunggulan sebagai pupuk karena menerapkan prinsip pertanian zero waste.

Beberapa manfaat Kom-Mix Hayati adalah menyuburkan tanah dan memperbaiki kedaan tanah, menurunkan kebutuhan pupuk kimiawi, meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap patogen penyakit, meningkatkan keragaman dan populasi mikroba, dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Pembuatan Kom-Mix Hayati dapat dibuat dengan bahan-bahan rumahan. Sisa-sisa makanan dapat dimanfaatkan untuk pembuatannya.

Kom-Mix Hayati dibuat dengan bahan utama pupuk kompos, bahan-bahan hayati seperti sisa makanan, dan trichorderma. Trichoderma adalah biofungisida hayati yang bermanfaat sebagai dekomposer dalam Kom-Mix Hayati.

Ketika pelatihan, para peserta berbondong-bondong datang ke tenda pelatihan. Pelatihan dilakukan setiap dua jam sekali dan dipandu langsung oleh widyaiswara BBPP Lembang yang ahli di bidangnya.

“Baru pertama kali saya mengikuti pelatihan seperti ini. Penjelasan dari widyaiswara sangat rinci dan ada praktiknya juga, jadi sangat membantu, saya harap ada lagi pelatihan gratis seperti ini,” ujar Wisnu Ardiana Wahyu, salah seorang peserta pelatihan.(***)

Insan Pertanian Antusias Ikuti Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian di Supporting Program TOT

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar pelatihan gratis dalam rangka supporting program Training of Trainers bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian dengan tema Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau.

Pelatihan mencakup 3 tema, yaitu Pelatihan Hidroponik, Pelatihan Kom-Mix Hayati, dan Pelatihan Pembuatan Eskrim Jagung. Suasana tampak ramai di booth pelatihan gratis pembuatan eskrim jagung yang dilakukan sebanyak 2 sesi, Selasa (30/7/2024).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 72 orang terdiri dari ASN, pegawai swasta, pengusaha makanan dan didominasi ibu rumah tangga. Mereka berasal dari wilayah Lembang, Kabupaten Bandung, Depok, dan Bekasi yang juga mengisi stand pameran dan bazar UMKM dalam rangka memeriahkan pelaksanaan Training of Trainers.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan mengatakan penguatan SDM pertanian sebagai upaya mengantisipasi darurat pangan.

“SDM pertanian harus bergerak cepat. Sebab, SDM dan pertanian adalah tulang punggung penggerak pembangunan,” tutur Amran.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pengembangan SDM pertanian terus diupayakan melalui 3 pilar kegiatan yaitu pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan.

Baca juga:

Pameran Produk Jadi Ajang Unjuk Gigi P4S Jawa Barat

Dalam pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang mengenalkan konsep pengolahan hasil pertanian, mengenalkan pengolahan hasil pertanian yang bertujuan memperpanjang daya simpan produk dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Pada proses pembuatan eskrim jagung, peserta pelatihan dikenalkan alat dan bahan untuk membuatnya yang cukup murah dan mudah diperoleh.

Alat-alat yang diperlukan yaitu blender, panci, alat pengaduk, kompor, dan wadah tertutup. Sedangkan bahan pembuatannya yaitu jagung manis, susu cair, susu kental manis, air, dan bahan pengembang kue.

Disampaikan juga jika bahan baku jagung manis pipil 500 gr, dapat menghasilkan 35-40 cup eskrim dengan netto 25 gram, dijual seharga Rp 5.000, sehingga saat dihitung nilai ekonomisnya dapat meningkatkan nilai tambah jagung.

Peserta pun tak lupa mencicipi eskrim jagung yang diproduksi oleh laboratorium pengolahan hasil pertanian.

“Eskrim jagung ini lezat, manisnya pas dan ternyata sehat bergizi karena bahan pembuatannya juga bernilai gizi tinggi,” ucap mereka.

Di penghujung kegiatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan supporting program yaitu pelatihan gratis yang sangat menarik minat masyarakat di wilayah Lembang dan sekitarnya.

“Supporting program kegiatan Training of Trainers ini sebagai bentuk kontribusi positif kami bagi pembangunan pertanian khususnya bidang pengembangan SDM pertanian," katanya.(***)

Pameran Produk Jadi Ajang Unjuk Gigi P4S Jawa Barat

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 10 Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) se-Jawa Barat memperlihatkan produk-produk terbaiknya dalam Ekspos Produk yang digelar Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (30/7/2024).

Kesepuluh P4S itu adalah Tona's Coffee, Lembang Agri, Kurnia Abadi, Halu Honey, Raja Rasa, Sandriana Orchid, Sapi Mandiri, Gentar, Al Mukhlis, dan Sawargi.

Kegiatan ini adalah bagian dari “Training of Trainers (ToT) Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau” yang diadakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan jika program strategis Kementan saat ini adalah optimalisasi lahan rawa, optimalisasi sawah tadah hujan dengan pompanisasi, dan transformasi pertanian tradisional menuju modern. Hasil transformasi ini dapat dilihat dalam Ekspos Produk.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, bersama Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, Muhammad Arsyad turut menyambangi gelaran produk P4S sesaat sebelum membuka ToT.

Dedi mengapresiasi masing-masing produk yang ditampilkan oleh P4S.

Tona’s Coffee menjadi stand pertama yang didatangi Dedi bersama Muhammad Arsyad. Di sini, Kabadan mencicipi segarnya kopi khas Lembang dengan cita rasa yang khas dan kuat.

Sementara pada stand P4S Gentar Dedi mencicipi anggur khas Majalengka yang ditawarkan. Rasa sedikit masam dan segar menjadi ciri khas anggur tersebut.

Baca juga: Supporting Program Training of Trainers, Kementan Gelar Pelatihan Budidaya Hidroponik

Ditemui di penghujung kegiatan, Dedi Nursyamsi memberikan apresiasi kepada seluruh P4S yang telah berpartisipasi.

"Seluruh produk yang ditampilkan memiliki potensi dan keunggulan masing-masing," katanya.

Ia juga berharap P4S yang masih mengandalkan produk segar bisa mengembangkan menjadi produk olahan guna meningkatkan nilai jual produk.

Sedangkan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan bahwa gelaran produk P4S ini menjadi supporting program pada gelaran ToT bersamaan dengan layanan konsultasi agribisnis dan pelatihan gratis.

Menurutnya kegiatan ini dapat menjadi ajang bagi P4S untuk menunjukkan produk terbaiknya serta menjadi sarana temu bisnis bagi para penggiat P4S.

Giat ekspos produk P4S ini menunjukkan keberagaman dan kualitas produk pertanian yang dihasilkan oleh P4S di Jawa Barat, serta komitmen BBPP Lembang dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Dalam Ekspos, Deden Purbaya dari P4S Gentar asal Majalengka memperkenalkan anggur Brazil asal Majalengka yang memiliki rasa unik menyerupai jambu, sirsak, dan nanas. Para pengunjung tampak antusias mencicipi anggur di stand P4S yang satu ini.

Titin dari P4S Sawargi juga tidak kalah menarik perhatian dengan membawa beberapa produk andalannya seperti dendeng singkong, abon jantung pisang, abon ayam, dan eggroll. Diakui Titin seluruh produknya merupakan olahan yang dibudidayakan di rumahnya sendiri.

Nono Sambas dari P4S Al Mukhlis memamerkan aneka produk organik yang terdiri dari beras organik, eco enzyme, dan bibit alpukat.

Di sudut lainnya, pengunjung menikmati segarnya kopi khas Lembang dari Tona's Coffee, menambah semarak acara ekspos produk ini.

Sementara pada stand P4S Lembang Agri pengunjung dapat mengambil produk gratis yang dibudidayakan di P4S.(***)

Layanan Konsultasi Agribisnis Dukung Petani Tingkatkan Nilai Jual Produk

TANIINDONESIA.COM//Lembang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian. Kali ini, BBPP Lembang menggelar Layanan Konsultasi Agribisnis yang diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian Training of Trainers (ToT) Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau pada (31/07/24). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha pertanian, khususnya di sekitar wilayah Lembang, untuk mendapatkan berbagai layanan konsultasi yang dibutuhkan.

Terdapat tiga layanan konsultasi yang ditawarkan, meliputi layanan perpustakaan, pengemasan dan pemasaran, serta sertifikasi halal dan sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Melalui layanan perpustakaan, para pengunjung dapat memperoleh informasi terkini mengenai berbagai literatur pertanian, serta berkonsultasi dengan pustakawan yang kompeten. Di sini pengunjung juga dapat menikmati berbagai jenis buku hingga koleksi dokumentasi BBPP Lembang dari generasi ke generasi.

Layanan konsultasi pengemasan dan pemasaran menjadi daya tarik tersendiri. Dosen dan mahasiswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Telkom, hadir memberikan layanan konsultasi mengenai desain kemasan produk yang menarik dan efektif. Banyak petani dan pelaku usaha pertanian, terutama kelompok tani, yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan daya saing produk mereka. Beberapa dari pengunjung bahkan menggunakan jasa konsultan untuk mendesain kemasan produk mereka.

Baca juga: 

Terjebak Macet, Mentan Amran Sulaiman Naik Motor Patwal ke Istana Presiden

Maksimalkan Training of Trainers, Kementan Latih Masyarakat Buat Kom-Mix Hayati

Pameran Produk Jadi Ajang Unjuk Gigi P4S Jawa Barat

Deden Purbaya, salah satu peserta dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Gentar, Kabupaten Majalengka, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas adanya layanan konsultasi ini. “Saya sangat terbantu dengan konsultasi pengemasan ini. Saya mendapatkan banyak ide untuk membuat kemasan produk yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan penjualan,” ujarnya.

Sementara itu, pada layanan konsultasi sertifikasi halal dan PIRT, para peserta mendapatkan informasi mengenai persyaratan dan prosedur untuk memperoleh sertifikasi halal dan PIRT dari Halal Center UIN Sunan Gunung Djati. Kedua sertifikasi ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar produk.

*Dukung Petani Optimalkan Produk Olahan*
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mengingatkan bahwa SDM pertanian harus bergerak cepat, sebab SDM dan pertanian adalah tulang punggung penggerak pembangunan. Karenanya kapasitas SDM pertanian harus terus ditingkatkan sebagai upaya antisipasi darurat pangan.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengapresiasi inisiatif BBPP Lembang dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Konsultasi agribisnis ini sangat bermanfaat bagi para petani untuk mengoptimalkan produk olahan mereka. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujar Dedi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menambahkan bahwa layanan konsultasi merupakan salah satu bentuk layanan yang secara rutin diberikan kepada masyarakat. Dirinya berharap peserta pelatihan maupun pengunjung yang hadir pada acara tersebut dapat memanfaatkan layanan konsultasi yang ada. “Tidak hanya hari ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan konsultasi agribisnis di BBPP Lembang melalui WhatsApp Center kami. Para petani, penyuluh, pelaku usaha, hingga mahasiswa dapat berkonsultasi dengan para widyaiswara kami yang ahli di bidangnya,” jelas Ajat.

Dengan adanya Konsultasi Layanan Agribisnis ini, diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha pertanian untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian untuk mewujudkan SDM pertanian yang unggul, dan berdaya saing.(*)

Kisah Inspiratif Mahasiswa Polbangtan: Jadi Runner Up dan Duta Intelegensia Pemilihan Duta GenRe DIY 2024

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh dua mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Rena Suryaningsih dan Shildam Putra Arbanire, dalam Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) yang berlangsung 21 Juli 2024 lalu.

Ajang bergengsi ini merupakan bagian dari Program GenRe (Generasi Berencana), sebuah inisiatif dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda Indonesia yang terencana dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal kependudukan dan keluarga berencana.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Polbangtan adalah tempat bagi para mahasiswa untuk mengembangkan diri. Menurutnya, hal ini membuktikan jika Polbangtan mampu menghadirkan SDM berkualitas.

Penegasan serupa disampaikan Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, Polbangtan memberikan banyak hal baru bagi mahasiswa. Sehingga mahasiswa bisa mengembangkan serta mengasah seluruh potensi yang ada dalam dirinya.

Kisah Rena dan Shildam merupakan contoh nyata bahwa setiap remaja memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari Duta GenRe DIY tahun 2024 tanpa memandang latar belakang pendidikan.

Perjalanan menuju kemenangan ini dimulai dengan tahap seleksi berkas pada 21 April 2024. Panitia pelaksana dari BKKBN DIY dan para Duta GenRe tahun-tahun sebelumnya menjadi juri awal yang menyeleksi para peserta.

Dari 102 peserta yang terdiri dari 78 peserta putri dan 24 peserta putra, Rena dan Shildam berhasil lolos seleksi berkas. Kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara, tes tulis, dan karantina. Pada setiap tahap, Rena dan Shildam berhasil memukau para juri dengan kecerdasan dan bakat mereka.

Grand Final yang diadakan di Ballroom Hotel Sahid Raya Yogyakarta, 21 Juli 2024, menjadi puncak dari semua usaha dan kerja keras para peserta. Dari 27 finalis yang tersisa, Rena berhasil meraih gelar Runner Up sementara Shildam dinobatkan sebagai juara kategori Intelegensia.

Baca juga: 

Peringati Dies Natalis, Polbangtan Kementan Lakukan Bakti Panti

Jaga Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Bibit Terong dan Jambu

[caption id="attachment_2052" align="alignnone" width="300"]Foto dokumentasi Polbangtan Yogyakarta Magelang Foto dokumentasi Polbangtan Yogyakarta Magelang[/caption]

Menurut Rena, proses menjadi bagian dari Duta GenRe DIY tahun 2024 bukan sebuah hal yang mudah. Pada prosesi pemilihan, Rena harus mengalahkan ratusan kandidat lainnya.

“Bagi saya, menjadi duta GenRe adalah sebuah kehormatan atas kesempatan yang telah diberikan. Walaupun banyak orang berkata untuk apa petani muda menjadi Duta GenRe yang membahas mengenai perencanaan kehidupan pada remaja? Namun saya rasa pengabdian yang akan dilakukan oleh seorang Duta GenRe ini sesuai dengan tujuan dan prinsip hidup saya,” ujarnya.

Sebagai seorang petani milenial dan mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Magelag di bawah naungan Kementerian Pertanian, Rena juga turut berperan dalam pemberdayaan petani, menyukseskan program Kementerian Pertanian, termasuk dalam program perluasan area tanam dengan metode pompanisasi.

Saat ini, Rena dan Shildam juga sedang mengawal program perluasan area tanam (PAT). Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka dalam membagi waktu, tenaga, dan pikiran kala menjalani proses menjadi Duta GenRe DIY 2024 sekaligus mengawal program tersebut.

“Memang tidak mudah bagi saya untuk membagi waktu dan tenaga serta tetap profesional dalam menjalankan tugas kuliah sekaligus mengikuti proses pemilihan Duta GenRe DIY tahun 2024. Namun hal ini menjadi memori tersendiri dan saya bangga karena dapat menjalani ini dengan sebaik mungkin,” kata Rena.

Sebagai petani milenial yang mendapatkan kesempatan dalam Apresiasi Duta GenRe DIY tahun 2024, Rena membawa program yang saling bersinggungan dengan dunia pertanian.

Di lingkup kampus, Rena telah menjalankan program RADARMIA (Remaja Sadar Anemia), membagikan tablet tambah darah dan edukasi modul tentang kita kepada mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang serta bekerja sama dengan klinik Polbangtan YOMA dalam menyukseskan program ini.

Raihan prestasi dua anak didiknya ini juga turut diapresiasi oleh Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto.

"Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh Rena dan Shildam. Keberhasilan mereka bukan hanya mengharumkan nama Polbangtan Yogyakarta Magelang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa dan generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat," katanya.

Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti jejak mereka dalam mengembangkan potensi diri dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar," ucap Bambang lagi.(***)

Supporting Program Training of Trainers, Kementan Gelar Pelatihan Budidaya Hidroponik

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Hidroponik, Selasa (30/7/2024), di lingkungan kantor BBPP Lembang.

Pelatihan gratis dilaksanakan selama 2 sesi dan diikuti 47 peserta yang terdiri dari petani, penyuluh, guru, ASN, pegawai swasta, pengusaha makanan, ibu rumah tangga, dan masyarakat umum lainnya, berasal dari wilayah Lembang, Kabupaten Bandung, Depok, Bekasi.

Pelatihan hidroponik dilaksanakan sebagai supporting program pelaksanaan Training of Trainers bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian dengan tema Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan mengatakan penguatan SDM pertanian sebagai upaya mengantisipasi darurat pangan.

“SDM pertanian harus bergerak cepat. Sebab, SDM dan pertanian adalah tulang punggung penggerak pembangunan,” tutur Amran.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa pengembangan SDM pertanian terus diupayakan melalui 3 pilar kegiatan yaitu pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan.

Baca juga: 

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan Training of Trainers Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau.

“Kami melaksanakan 3 pelatihan gratis yang bisa diikuti oleh insan pertanian yang sudah mendaftarkan diri, dengan tema kom-mix hayati, hidroponik, dan pembuatan es krim jagung. Selain itu kami membuka layanan konsultasi gratis tentang perpustakaan, teknis pertanian, permodalan, pengemasan dan pelabelan serta PIRT dan halal,” terangnya.

Ajat juga menjelaskan pada kesempatan ini menggelar ekspose produk P4S binaan BBPP Lembang dan bazaar UMKM.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi dasar budidaya hidroponik. Pertama, mengenalkan berbagai sistem dalam budidaya hidroponik yang diterapkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang yaitu deep flow technique, nutrient film technique, irigasi tetes, aeroponik, dan wick system.

Selanjutnya, widyaiswara menjelaskan proses pelarutan nutrisi hidroponik yaitu AB mix dan pemeliharaan tanaman sayuran dengan sistem hidroponik. Peserta juga diajak praktik membuat instalasi wick sistem dan menanam bibit sayuran pakcoy.

Salah seorang peserta, Tintin Rohaeti, Ketua P4S Sawargi Kabupaten Bandung, pelatihan ini menambah pengetahuannya tentang budidaya hidroponik. “Terima kasih BBPP Lembang,” ucapnya.(***)

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo. Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Peningkatan pemahaman SDM pertanian dilakukan Kementan di antaranya melalui Training of Trainers (TOT) bertajuk 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau', yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 30 Juli – 01 Agustus 2024.

Pelatihan digelar secara offline di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan secara online serentak di UPT Pelatihan, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya, kata Menteri Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” ujar Menteri Amran.

Sementara itu, plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi saat membuka pelatihan mengatakan, pertanian mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai penyedia pangan, pakan untuk ternak, dan bioenergi.

"Peran pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional, terutama mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan," kata Dedi.

Selain itu, kata Dedi, pertanian juga mendorong pertumbuhan agroindusti di hilir dan memacu ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan devisa negara.

Baca juga: 

Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Kepada Duta Besar Negara Sahabat

"Dalam rangka menyediakan pangan masyarakat sebagai wujud ketahanan pangan dalam negeri, maka sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Indonesia," ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, secara nasional, pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan diharapkan meningkat hingga 5,7-6,0% per tahun, yang didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM.

Oleh karena itu, kata Dedi, Kementan mendorong peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi musim kemarau melalui TOT dengan tema 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau'.

"ToT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait peningkatan produksi padi di musim kemarau dalam rangka mendukung peningkatan areal tanam sebagai upaya peningkatan produksi padi nasional," kata Dedi.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, Prof. Muhammad Arsyad saat hadir memberikan materi tentang Strategi Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, menyampaikan, program strategis Kementerian Pertanian saat ini adalah optimasi lahan rawa, optimalisasi sawah tadah hujan dengan pompanisasi, transformasi pertanian tradisional menuju modern.

Kementerian Pertanian bersinergi dengan berbagai pihak, sebagai upaya percepatan perluasan area tanam.

“Mari kita berkolaborasi untuk peningkatan produksi dan saya mengajak seluruh penanggung jawab Program PAT agar tetap semangat bekerja bersama petani kita.” kata Arsyad.

Lebih lanjut Arsyad mengungapkan upaya lain dari sisi konsumsi beras. Konsumsi beras Indonesia 110kg/orang/tahun, 2 kali lipat dari negara-negara maju seperti Jepang dan Korea hanya 60kg/orang/tahun.

“Maka upaya yang dilakukan untuk membantu cadangan beras pemerintah melalui perubahan pola konsumsi dan diversifikasi pangan lokasl,” jelasnya.

Peserta pelatihan Training of Trainers (TOT) bertajuk 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau' yang mengikuti sebanyak 49.418 orang yang terdiri dari 193 Widyaiswara, 247 Dosen, 134 Guru, 22.433 orang Penyuluh Pertanian PNS, 6.480 orang Penyuluh Pertanian PPPK, 1.003 orang Penyuluh Pertanian THL Pusat 3.156 orang penyuluh pertanian THL Daerah, serta 15.772 orang insan pertanian lainnya.

Dari jumlah tersebut, peserta mengikuti pelatihan secara tatap muka di BBPP Lembang sebanyak 60 orang peserta yang terdiri atas 10 orang widyaiswara, 2 orang dosen, 10 orang guru, dan 38 orang penyuluh pertanian.

Para peserta diberikan pelatihan bagaimana meningkatkan produksi padi di musim kemarau, memilih benih padi unggul, mengelola lahan sawah, Gerakan Tani Pro Organik (GENTA ORGANIK), pengelolaan OPT padi, pompanisasi dan pengelolaan air di lahan sawah, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan.(***)