17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Sertifikasi Kompetensi, Penyuluh Karawang Siap Dampingi Petani Tingkatkan Produksi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Kementerian Pertanian, melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, menggelar Sertifikasi kompetensi dan Perpanjangan Sertifikasi Kompetensi Level Supervisor dan Fasilitator.

Kegiatan diikuti 93 orang penyuluh pertanian Kabupaten Karawang, dilaksanakan 15 – 17 Juli 2024 di One Front Akshaya Hotel Karawang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian.

“Penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan. Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil," sebutnya.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan jika penyuluh pertanian kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

Pada kegiatan sertifikasi kompetensi bagi penyuluh pertanian Kabupaten Karawang, asesor kompetensi merupakan Widyaiswara BBPP Lembang, Dosen Polbangtan Bogor, Penyuluh Utama dari Pusat Penyuluhan Pertanian. Metode sertifikasi yaitu pengecekan dokumen-dokumen penyuluhan, wawancara dan praktik penyuluhan.

Penutupan kegiatan pada Rabu (17/7/2024) oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rohman. Turut hadir Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan seluruh asesor kompetensi dan pihak Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian. Seluruh asesi dinyatakan kompeten.

Baca juga:

Kementan dan Universitas Sebelas Maret Berkolaborasi untuk Regenerasi Petani

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rohman menyampaikan rasa bangganya penyuluh pertanian di Kabupaten Karawang dinyatakan kompeten.

“Untuk melaksanakan tugas sehari hari diperlukan kompetensi diri. Saya berharap dengan sertifikasi ini penyuluh pertanian lebih profesional, memahami dan menguasai ilmu teknis pertanian," katanya.

“Sertifikasi kompetensi ini bisa membuktikan bahwa kualitas SDM Penyuluh Pertanian di Kabupaten Karawang dapat dipertanggungjawabkan. Penyuluh pertanian diharapkan kompeten untuk membina petani dalam rangka membangun sektor pertanian di Kabupaten Karawang,” tambah Rohman.

Sementara Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika, mengatakan setiap insan pertanian termasuk penyuluh pertanian harus terus belajar meningkatkan kompetensi baik teknis, manajerial, dan sosiokultural.

“Ini penting untuk peningkatan kapasitas diri dalam rangka menunjang kinerja pribadi dan instansi,” tutur Ajat.

Di penghujung kegiatan, salah seorang peserta Ilman Nursyamsudin mengatakan kesan nya mengikuti sertifikasi kompetensi di level supervisor.

"Alhamdulillah kami semua dinyatakan kompeten. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk menjalankan tugas lebih baik dan memberi manfaat yang luas bagi petani binaan kami,” ujarnya.(***)

Jaring Bibit Unggul, Polbangtan Kementan Lakukan Wawancara PMB

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk menjaring generasi pertanian yang unggul dan berkualitas, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, salah satu UPT di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, melaksanakan Seleksi Wawancara bagi Calon Mahasiswa Baru Gelombang 2. Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual, Selasa (16/7).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas untuk dapat terus berkembang. Untuk itu, Mentan berharap regenerasi petani dapat dilakukan dengan sebaik mungkin.

Pernyataan serupa disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Menurut Dedi, Polbangtan adalah kawah candradimuka bagi petani muda.

"Polbangtan membekali petani muda dengan berbagai pengetahuan dan kemajuan teknologi. Sehingga, pertanian Indonesia tidak tertinggal dari negara lain," ujarnya.

Sebelum kegiatan berlangsung, seluruh Tim Pewawancara dan Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) terlebih dahulu diberikan pengarahan singkat dan melakukan penandatanganan Pakta Integritas.

“Kita harus berkomitmen untuk melaksanakan wawancara dengan objektif, transparan, dan akuntabel. Jangan sampai ada calon mahasiswa yang dirugikan dalam proses ini,” imbau Direktur Polbangtan Yogyakarta, Bambang Sudarmanto, saat memberikan arahan sehari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Pelaksanaan wawancara dibagi menjadi 2 sesi dalam satu hari dengan melibatkan seluruh dosen jurusan pertanian dan jurusan peternakan.

Baca juga:

Hadapi Tantangan Pertanian, Polbangtan Kementan Siap Kendalikan Hama Penyakit Tanaman 

Endra Prasetyanta, Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, menjelaskan bahwa pada tahap tes wawancara gelombang 2 tersebut ada 138 peserta yang akan diwawancara.

“Seleksi diawali dengan seleksi administrasi dan berhasil menjaring 138 orang yang terdiri dari 100 orang pendaftar Jurusan Pertanian dan 38 orang pendaftar jurusan peternakan,” rinci Endra.

Sebelum melaksanakan tes wawancara, disebutkan oleh Endra bahwa semua calon mahasiswa baru harus mengikuti psikotes terlebih dahulu.

“Dari hasil psikotes sudah terlihat mana calon mahasiswa yang berpotensi menjadi job creator mana yang menjadi job seeker. Fungsi tes wawancara ini adalah bertujuan memperdalam hasil psikotes yang sudah ada,” katanya

Demi mendapatkan calon mahasiswa yang terkualifikasi dengan baik, Endra memastikan tahap wawancara di Polbangtan Yogyakarta benar-benar berjalan secara transparan.

“Kami pastikan jalannya tes wawancara di Polbangtan Yogyakarta ini clean and clear, karena kami memang membidik calon-calon yang berkualitas,” tandasnya.(***)

Hadapi Tantangan Pertanian, Polbangtan Kementan Siap Kendalikan Hama Penyakit Tanaman

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Krisis akibat perubahan iklim ekstrim berdampak sangat luas, tidak kecuali pada bidang pertanian. Salah satu dampak yang dirasakan adalah penurunan produktivitas akibat kekeringan dan merebaknya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Menyikapi hal tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang menggelar Webinar Millenial Agriculture Forum (MAF) dengan mengangkat tema Menghadapi Tantangan Pangan Masa Depan "Optimalisasi Produksi dan Pengendalian Hama Penyakit Padi".

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pertanian adalah sektor penting yang harus mendapatkan perhatian bersama. Untuk itu, Mentan mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga serta memajukan pertanian.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Pertanian itu tidak boleh bersoal, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah. Karena pertanian itu menyangkut kebutuhan pangan orang banyak. Oleh karenanya, kota harus memastikan pertanian terus berproduksi," ujarnya.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, saat menyampaikan opening speech mengatakan bahwa tema yang diangkat adalah hal yang sedang trending atau hangat diperbincangkan.

"Kondisi pertanian tidak sedang baik-baik saja, kita sedang menghadapi iklim ekstrim el nino. Hal ini perlu diantisipasi. Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) sedang menggalakkan program pompanisasi untuk menjaga pasokan air irigasi guna mempertahankan produktivitas standing crop yang ada. Selain itu juga dilakukan upaya Perluasan Area Tanam (PAT) dengan varietas padi gogo,” terangnya.

Bambang menambahkan, bahwa iklim ekstrim juga berdampak terhadap merebaknya banyak hama dan penyakit.

“Wereng Batang Coklat (WBC) saat ini sedang merebak, begitu juga penggerek batang padi dan blas yang rentan menyerang padi gogo. Mengingat kita sekarang sedang menggalakkan penanaman padi gogo, hal ini harus segera dicegah dan ditangani. Melalui MAF ini dihadirkan narasumber yang harapannya dapat memberikan pencerahan untuk bapak ibu sekalian,” ujar Bambang.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa dalam upaya pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman, peran Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) sangatlah penting.

“POPT sangatlah vital, mereka memegang peranan penting dalam mendeteksi sedini mungkin adanya ancaman hama atau penyakit untuk menghindari terjadinya kegagalan produksi dikemudian hari sehingga mandat Presiden untuk mewujudkan swasembada beras dapat kita capai,” kata Santi.

Selain itu, Santi juga berpesan kepada mahasiswa Polbangtan seluruh Indonesia yang sedang bertugas mendampingi Program PAT dan Upaya Khusus (UPSUS) seyogyanya juga dapat mendukung upaya pengendalian OPT di lapangan.

“Selama kegiatan pendampingan, mungkin nanti teman-teman mahasiswa akan menemui beberapa kasus mengenai OPT, oleh karena itu kami harap para mahasiswa dapat membantu memecahkan masalah tersebut,” pesan Santi.

Baca juga: 

Kementan dan Universitas Sebelas Maret Berkolaborasi untuk Regenerasi Petani

Webinar yang diikuti 1000 peserta dari seluruh Indonesia itu, mendatangkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya yaitu Busyairi Latiful Asyar, dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, dan Dedi Mulyadi, Direktur Agrospora Bumi Indonesia.

Dalam materinya, Busyairi menyampaikan bahwa tugas seorang POPT dalam memberikan angka ramalan sebagai peringatan dini.

“Tugas utama POPT adalah memberikan angka ramalan dengan menjalankan Prosedur P3OPT sebagai komponen utama PHT (pengendalian hama tumbuhan). Langkah pertama POPT harus melakukan pengamatan OPT dengan dasar informasi dan pengetahuan yang ada," katanya.

"Kemudian melakukan peramalan sebagai sarana pengambilan keputusan jangka pendek dan jangka panjang yang muaranya adalah tindakan pengendalian OPT dengan teknologi pengendalian yang kompatibel atau sesuai dengan kondisi yang ada. P3OPT ini harus dikuasi oleh semua insan pertanian, baik petani, peneliti, praktisi, akademisi,” kata Busyairi lagi.

Ia menambahkan bahwa OPT harus dikendalikan, namun dengan batas yang tidak merugikan secara ekonomi.

“Jika di bawah ambang batas, tidak boleh dilakukan pengendalian karena akan mempengaruhi jaring-jaring makanan. Yang perlu diingat adalah satu keputusan pengendalian akan mempengaruhi faktor lainnya, sehingga harus dilakukan dengan tepat,” pesannya.

Busyairi juga mengingatkan bahwa faktor penyebab ledakan hama saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain.

“Faktor penyebab ledakan yaitu kemampuan adaptasi OPT yang cepat, pola tanam dengan varietas sama dan serempak, faktor lingkungan seperti iklim ekstrim, sehingga prinsip pengendalian OPT yaitu mencari fase OPT paling lemah dengan jumlah yang sedikit agar peluang pengendalian tinggi,” jelas Busyairi.

Pemateri kedua yaitu Dedi Mulyadi lebih fokus pada materi peningkatan produksi padi secara organik. Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan secara organik.

“Pemupukan yang dilakukan baiknya dilakukan dengan ramah lingkungan, maka pemupukan dapat digunakan pupuk organik. Pemberian pupuk juga didasarkan pada tingkat kesuburan tanah yang dicek terlebih dahulu sebelumnya, untuk disesuaikan dengan kebutuhan lokasi,” jelasnya.

Dedi juga menyarankan untuk mengendalikan OPT tanpa menggunakan bahan kimia. Ia mencontohkan bagaimana mengubah hama keong mas di lahan sawah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Keong mas sering dianggap sebagai hama yang mengganggu tanaman padi. Padahal pada fase telur, keong mas kaya akan asam amino yang bermanfaat bagi tanaman. Bonusnya, karena telurnya diambil terus untuk memproduksi asam amino, maka keong mas ini tidak punya waktu untuk berkembang menjadi hama. Inilah bagaimana kita melihat keong mas dengan sudut pandang yang berbeda,” ucap Dedi.

Materi MAF kali ini mampu menarik atensi peserta, terbukti dari banyaknya peserta yang turut dalam diskusi dengan memberikan pertanyaan pada para narasumber.(***)

Kementan dan Universitas Sebelas Maret Berkolaborasi untuk Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan berbagai stakeholder untuk melakukan regenerasi petani. Salah satunya melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang yang bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Kerja sama dilakukan saat pihak Universitas Sebelas Maret berkunjung ke BBPP Lembang, Rabu (10/7/2024). Rombongan terdiri dari anggota senat akademik, kepala program studi S1 dan S2, dan wakil dekan.

Kunjungan dilakukan sebagai penjajakan kerja sama peningkatan kapasitas SDM mahasiswa, baik melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), penelitian dan kegiatan kunjungan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah sektor menjanjikan yang dapat memberikan keuntungan jika digarap dengan benar. Oleh sebab itu, dalam berbagai kesempatan Mentan selalu mengajak anak-anak muda menggarap sektor ini bersama.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Baca juga: 

Kementan Bekali Keterampilan Pertanian untuk Calon Purnabhakti TNI-AD

“Jika banyak generasi muda yang tergugah hatinya untuk pengembangan usaha pertanian, hal itu akan menimbulkan dampak yang positif karena itu akan menjadi bekal bagi mereka ke depannya dalam rangka menopang perekonomian Indonesia mewujudkan swasembada pangan," tutur Dedi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyatakan kesiapan bekerja sama dengan UNS untuk meningkatkan kompetensi generasi muda Indonesia melalui berbagai kegiatan yaitu magang, penelitian, dan kunjungan.

Untuk mengenal pemanfaatan teknologi pertanian di lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, rombongan menuju green house otomatis yang sedang membudidayakan tomat beef sistem irigasi tetes.

Setelah itu, rombongan meninjau screen house yang berbasis smart farming untuk penyiraman tanaman secara otomatis, kerja sama BBPP Lembang dan Politeknik Negeri Jakarta.

Wakil Dekan SDM Keuangan Universitas Sebelas Maret, Mujiyo, mengungkapkan apresiasinya setelah melihat sarana prasarana yang dikelola BBPP Lembang untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian.

“Menjadi peluang kerja sama yang baik antara BBPP Lembang dan UNS sebagai upaya regenerasi petani muda kita,” tandas Mulyo.(***)

Kementan Bekali Keterampilan Pertanian untuk Calon Purnabhakti TNI-AD

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bersama Sub Direktorat Pembinaan Penyiapan dan Penyaluran Kerja Mabesad, menggelar Pembekalan Keterampilan Kerja (Bektramja) Program Mabesad Tahun Anggaran 2024, 11 Juni – 10 Juli 2024, di Balai Pembekalan Keterampilan Kerja Subditbinsiaplurja Ditajenad Kota Bekasi.

Pelatihan bertujuan untuk memberikan kemampuan dan keterampilan bidang pertanian kepada prajurit dan PNS TNI Angkatan Darat untuk mendampingi masyarakat dan penyuluh demi mewujudkan ketahanan pangan. Selain itu agar memiliki bekal untuk mencari peluang usaha di bidang pertanian pasca purna tugas menjadi seorang wirausahawan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kolaborasi Kementan dan TNI membuat ia optimis Indonesia bisa mencapai swasembada pangan.

“Tahun 2024 ini kami canangkan peningkatan produksi padi dan menekan impor. Tahun berikutnya targetnya adalah swasembada dan tentunya ini membutuhkan kolaborasi salah satunya dengan TNI,” tutur Amran.

Baca juga: 

Hadapi Revolusi Industri 4.0, ASN dan Non ASN Kementan Dibekali Digital Design

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengajak seluruh insan pertanian untuk bergerak bersama dalam upaya meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian.

Widyaiswara BBPP Lembang, yang bertugas menjadi salah satu tim fasilitator pelatihan, selama 1 bulan melatih 20 orang peserta calon purnabakti TNI-AD. Pelatihan antara lain tentang budidaya pertanian baik teori di kelas maupun praktik langsung di lapangan.

Materi yang disampaikan adalah budidaya kopi, budidaya tanaman hias aglonema, pengolahan hasil pertanian, persemaian, budidaya hidroponik, budidaya cabai, dan pembuatan pupuk organik.

Saat penutupan, Rabu (10/7/2024), Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan secara umum berjalan dengan baik.

“Beberapa aspek yang diukur yaitu evaluasi penyelenggaraan pelatihan hasilnya baik, evaluasi pemahaman materi bahwa peserta menguasai, evaluasi terhadap fasilitator sangat baik,” kata Ajat.

“Selain itu, dari aspek keterampilan bahwa peserta sangat terampil, evaluasi sikap dan perilaku hasilnya baik, hasil evaluasi daily mood peserta merasa senang selama mengikuti proses pelatihan,” imbuhnya.

Salah satu peserta, Lettu Lasiman, yang bertugas di Kodiklat TNI Angkatan Darat Jalan Aceh Kota Bandung, menilai kerja sama ini sangat penting.

“Selain itu juga bermanfaat untuk kami, menjelang pensiun dibekali keterampilan tentang budidaya pertanian. Terima kasih BBPP Lembang dan Mabesad,” katanya.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, ASN dan Non ASN Kementan Dibekali Digital Design

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Era revolusi industri 4.0 yang ditandai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta internet, telah menyentuh sektor pertanian. Kementerian Pertanian memanfaatkan hal itu untuk memperkuat data berbasis teknologi serta menyiapkan SDM berkompeten.

Kementan mempersiapkan SDM tersebut melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi ASN dan Non ASN, yaitu Pelatihan Desain Label Kemasan Menggunakan Canva dan Pacdora, yang dilaksanakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, , 7 – 10 Juli 2024. Kegiatan ini diikuti 24 pegawai ASN dan Non BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia.

"Di dalam sektor pertanian, perlu diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," kata Amran.

Sementara Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian adalah sektor yang menjanjikan.

“Sehingga akan membutuhkan banyak SDM sebagai motor penggerak, terlebih lagi di era revolusi industri 4.0 semua sektor bergerak menerapkan teknologi informasi,” tuturnya.

Baca juga: 

Dukung Pompanisasi, Polbangtan Kementan Sinergi Dengan Anggota DPR RI Gelar Bimtek

Selama proses berlatih, fasilitator yang merupakan dosen dan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Telkom University Bandung mengajarkan tentang pemanfaatan Canva dan Pacdora. Canva untuk desain produk yang tervisualisasi secara 2 dimensi dan Pacdora untuk desain 3 dimensi.

Pelatihan yang berbasis Learning Management System (LMS) ini juga mengharuskan peserta mulai dari pendaftaran hingga evaluasi dan mengunggah tugas ke dalam LMS.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat memberi materi motivasi berprestasi juga mengingatkan peserta untuk terus belajar, perkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja BBPP Lembang.

Kesan menyenangkan mempelajari digital design disampaikan oleh Widiasari, pegawai BBPP Lembang yang bertugas sebagai pengelola laboratorium pengolahan hasil pertanian.

“Senang sekali karena pelatihannya aplikatif dan sangat membantu saya dalam membuat desain label produk olahan pangan yang sesuai dengan kemasan yang diinginkan. Sekarang membuat label tidak susah lagi dengan menggunakan canva dan pacdora,” ujarnya.

“Terimakasih sekali buat semua fasilitator, sangat menyenangkan dan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menunjang kinerja kami,” imbuhnya.

Dukung Pompanisasi, Polbangtan Kementan Sinergi Dengan Anggota DPR RI Gelar Bimtek

TANIINDONESIA.COM//CILACAP – Untuk mendukung Program Pompanisasi yang digalakkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang berkolaborasi dengan Anggota Komisi IV DPR RI menggelar Bimbingan Teknis bagi Petani dan Penyuluh di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan dengan tema Pompanisasi untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) khususnya di Kabupaten Cilacap, berlangsung Senin (8/7) dan diikuti 100 peserta.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan akan terus berupaya untuk meningkatkan produksi pertanian dalam negeri. Mentan pun berharap pihak-pihak terkait dapat terus berkolaborasi untuk mewujudkan hal tersebut sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Sementara Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bermasalah.

“Dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bersoal, pangan tidak boleh bermasalah. Sebab hal ini berkaitan dengan banyak orang,” tutur Dedi.

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, diwakili Koordinator Pengabdian Masyarakat Ina Fitria Ismarlin, mengatakan kegiatan pompanisasi dirancang untuk meningkatkan indeks pertanaman padi di sawah tadah hujan dan dikonsentrasikan untuk lahan sawah yang indeks pertanamannya (IP) satu namun memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun.

“Artinya lahan – lahan sawah tersebut hanya mampu tanam satu kali dalam setahun. Program ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman yang tadinya hanya satu menjadi dua atau lebih dalam setahun,” ujar Ina.

Baca juga: 

Petani Maluku Utara Pelajari Teknologi Pertanian, Penuhi Kebutuhan Pangan di Timur Indonesia

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Susilan, mengatakan produksi beras di daerahnya sempat turun pada tahun 2023.

“Dampak perubahan iklim ini betul-betul kami rasakan, tahun 2022 produksi beras Kabupaten Cilacap mencapai 900 ribu ton, sedangkan pada tahun 2023 turun menjadi 700 ribu ton,” kata Susilan.

Kendati demikian, Susilan menambahkan bahwa meskipun pada tahun 2023 tercatat panen menurun, namun harga beras mengalami deflasi.

“Karena stok lebih banyak dibanding kebutuhan, harga beras mengalami deflasi, namun tidak sampai merugikan petani. Artinya stok pangan di Kabupaten Cilacap terpantau masih aman,” imbuhnya.

Namun, ia menambahkan, hal ini tidak menjadikan Kabupaten Cilacap terlena.

Agung Widiatmoko, pemateri sekaligus Kepala bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, menuturkan bahwa memasuki musim tanam ketiga diprediksi akan mengalami kekurangan air, sehingga diperlukan intervensi.

“Musim tanam ketiga bertepatan dengan musim kemarau, oleh karena itu diperlukan intervensi salah satunya yaitu program pompanisasi dari Kementerian Pertanian. Pompanisasi bertujuan untuk menyelamatkan tanaman eksisting dan percepatan tanam di area yang kekeringan,” kata Agung.

Diakui Agung, pihaknya merasa sangat terbantu dengan program bantuan pompanisasi tersebut dan berharap seluruh peserta Bimtek turut mendukung dan menyukseskan program pompanisasi.

“Cilacap memiliki potensi pertanian yang besar yang akan semakin maju jika diolah dengan teknologi dan mekanisasi. Oleh karena itu saya berharap generasi muda Cilacap mampu melihat peluang tersebut dan aktif mendukung program ini, kita sudah mendapat bantuan 50 unit pompa yang setiap unitnya akan mampu membantu irigasi untuk 20 hektar sawah,” pungkasnya.(***)

Kementan Tarik Minat Generasi Muda di Bidang Pertanian melalui Field Trip

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, secara massif melakukan upaya regenerasi petani muda. Kolaborasi dengan berbagai pihak pun dilakukan, baik dari swasta, pemerintah daerah, maupun akademisi seperti universitas maupun sekolah.

Salah satu kolaborasi tersebut adalah dengan Yayasan Darul Hikam. Sabtu (6/7/2024), 50 siswa-siswi usia SD dan SMP peserta Pesantren Kilat Ceria (SATRIA), berkunjung ke BBPP Lembang untuk belajar pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda. Mentan juga mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Amran.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan dunia pertanian terus mengalami perkembangan.

“Sektor pertanian mempunyai banyak hal yang bisa dikembangkan generasi muda dan sangat menjanjikan. Banyak peluang untuk digarap, makanya kita mengajak anak-anak muda untuk terjun ke dunia pertanian," kata Dedi.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika BBPP Lembang terus berkomitmen menyiapkan regenerasi petani, salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau field trip.

Baca juga: 

Dukung Pompanisasi, Polbangtan Kementan Sinergi Dengan Anggota DPR RI Gelar Bimtek

Menuju Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, rombongan melihat aktivitas budidaya aneka komoditas pertanian hortikultura seperti selada, brokoli, pakcoy, dan tomat beef yang dibudidayakan secara konvensional di lahan terbuka dan menggunakan hidroponik di dalam screen house.

Kunjungan berakhir di screen tanaman hias. Widyaiswara BBPP Lembang mengenalkan koleksi tanaman hias kaktus dan sukulen. Celotehan para generasi alpha ini melihat puluhan koleksi tanaman hias yang indah dipandang mata.

Widyaiswara memberikan penjelasan cara perbanyakan kaktus dan sukulen yang sangat mudah dilakukan, sekaligus bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungan. Teknik perbanyakan kaktus dengan cara grafting langsung dipraktikkan anak-anak, juga perbanyakan sukulen dengan cara stek daun. Diperlihatkan pula cara pemeliharaan kaktus dan sukulen yang sangat mudah.

Salah seorang peserta didik mengatakan berkunjung ke BBPP Lembang menyenangkan.

“Saya jadi mengetahui aneka sayuran dan cara budidaya dan pemeliharaan tanaman hias,” katanya.(***)

Pastikan Hasil Pelatihan Diterapkan, Kementan Dampingi Purnawidya di Laboratorium Percontohan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Akhir Mei lalu, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan pelatihan kerja sama dengan tema Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Hortikultura secara klasikal dan praktik di kampus BBPP Lembang. Kegiatan ini adalah hasil kerja sama BBPP Lembang dengan Kementerian PUPR melalui OCG-Associates.

Pasca Pelatihan, di lokasi masing-masing purnawidya ditetapkan lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi sebagai tindak lanjut kegiatan budidaya hortikultura bagi purnawidya.

Di lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi, purnawidya melakukan Praktik Mandiri (PM).

Mulai awal Juni Widyaiswara BBPP Lembang dan petugas melakukan pendampingan PM bagi purnawidya untuk melaksanakan tahapan demi tahapan budidaya hortikultura, pengolahan hasil produk pertanian dan agribisnis. Widyaiswara BBPP Lembang dan petugas telah melakukan pendampingan PM untuk keempat kalinya.

Pendampingan PM dilakukan 3 – 4 Juli 2024, di 7 lokasi lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi yang berada di 7 desa di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian berupaya mengantisipasi darurat pangan.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat SDM pertanian. Sebab, SDM pertanian dinilai sebagai tulang punggung penggerak Pembangunan,” kata Mentan Amran.

Baca juga: 

Dukung Pompanisasi, Polbangtan Kementan Sinergi Dengan Anggota DPR RI Gelar Bimtek

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Segala sumber daya termasuk SDM pertanian penting dalam peningkatan produksi. Upaya peningkatan kapasitas SDM terus dilakukan,” ungkap Dedi.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pelatihan tidak hanya kompeten setelah menjalani pelatihan ini, namun hingga berdampak pada peningkatan pendapatan.

Di Kelompok Tani Muncang Rahayu Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, widyaiswara melakukan kegiatan pendampingan pada proses persemaian komoditas hortikultura, cabai dan brokoli.

Pada persemaian, purnawidya juga melakukan proses penyemaian kacang panjang dan mentimun, sebagai uji coba untuk membandingkan kacang panjang dan mentimun yang ditanam langsung di lahan dengan yang melalui proses penyemaian.

Widyaiswara juga memberi pemahaman tentang kelembagaan tani yang akan memberi banyak manfaat untuk pengelolaan usahatani.

Ibrahim, purnawidya pelatihan, mengatakan semua yang telah disampaikan.

“Mulai dari perencanaan pelatihan hingga saat ini kegiatan praktik mandiri sangat berharga bagi kami,” ungkapnya.

Saat kunjungan di lokasi lainnya, purnawidya Andi Suryadi menjelaskan rangkaian pelatihan mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan praktik mandiri terasa sangat efektif.

“Apa yang biasa kami lakukan secara tradisional sebelum mengikuti pelatihan, sekarang lebih terarah mulai dari pengolahan lahan, persemaian dan pemeliharaan. Semoga ini bisa meningkatkan produktivitas usahatani kami,” kata Andi.

“Pengarahan tentang peluang bisnis dari widyaiswara membuat kami bisa berpikir lebih luas dan jauh, serta ke depannya dapat melakukan banyak hal dengan lebih baik. Harapannya ada bimbingan secara berkelanjutan hingga pelatihan terlihat dampaknya,” imbuhnya.(***)

Petani Maluku Utara Pelajari Teknologi Pertanian, Penuhi Kebutuhan Pangan di Timur Indonesia

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya, kolaborasi dengan sektor swasta, PT. Wanatiara Persada, perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan nikel.

Kerangka kerja sama dalam rangka program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, melatih 10 orang petani dari Kota Ternate tentang pengolahan hasil pertanian dan kultur jaringan. Kegiatan dilaksanakan di BBPP Lembang selama 2 hari, 2 - 3 Juli 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam mengelola pertanian sangat penting karena akan menjadikan pertanian Indonesia lebih kuat dalam menyediakan pasokan pangan.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa ada 3 hal pengungkit produktivitas pertanian.

“Tiga faktor pengungkit produktivitas yaitu inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, peraturan perundangan dan kearifan lokal serta SDM pertanian.” sebut Dedi.

Baca juga: 

Terima Sosialisasi SPI, BBPP Kementan Canangkan Semangat Bebas Korupsi

Rombongan magang dari Kota Ternate diterima oleh Kepala Balai, Ajat Jatnika, Selasa (2/7/2024).

“BBPP Lembang terbuka bagi siapa saja yang ingin bekerjasama untuk peningkatan kualitas SDM pertanian, karena kolaborasi penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” tutur Ajat.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang good manufacturing practices. Selanjutnya praktik membuat olahan jagung menjadi eskrim dan cabai rawit menjadi cabai blok, yang dapat memperpanjang masa simpan dan tentunya dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Sementara itu, di laboratorium kultur jaringan, widyaiswara mengajarkan teknologi kultur jaringan dan praktik membuat media MS-0, menanam/sub kultur tanaman pisang dan praktik aklimatisasi tanaman sejenis anggrek yaitu macodes.

Salah seorang peserta yang juga ketua kelompok tani, Yusran, menceritakan kesannya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Setelah mempelajari tentang teknologi pengolahan hasil pertanian dan kultur jaringan, ini sangat membantu kami karena potensi pertanian dan peluang pasar di Maluku Utara cukup besar,” katanya.

“Penjelasan yang disampaikan widyaiswara mudah dipahami dan diaplikasikan. Tentunya dapat membantu kami untuk menyebarluaskannya kembali nanti kepada masyarakat di sekitar kami. Harapan kami agar dapat memenuhi kebutuhan pangan di Maluku Utara,” papar Yusran.