17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Program Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Produktivitas Padi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Untuk meningkatkan produksi padi di tengah ancaman kekeringan karena anomali cuaca el-nino, Kementerian Pertanian memaksimalkan program Pompanisasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan target Pompanisasi adalah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Program strategis ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Dijelaskannya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Realisasi pompanisasi dan irigasi perpompaan yang diinisiasi Kementerian Pertanian sendiri sudah mencapai 100% di Kabupaten Bandung. Sebanyak 241 pompa air telah terdistribusi dan sudah mengairi sawah di Kabupaten Bandung.

Baca juga: 

Capai Target, Pompanisasi Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Bandung

Selain itu, Kabupaten Bandung mengajukan pompa tambahan sebanyak 143 unit ke Kementerian Pertanian melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Rabu (28/8/2024), Direktur Alsintan Kementerian Pertanian, didampingi Kepala Bagian Umum Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan Ketua Tim Kerja Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Jawa Barat meninjau pelaksanaan pompanisasi di Kabupaten Bandung.

Kunjungan dilakukan ke salah satu penerima manfaat, yaitu Kelompok Tani Nurani Sejahtera Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang memperoleh bantuan pompa sebanyak 6 unit.

Direktur Alsintan Kementerian Pertanian, Fausiah T. Ladja, menyampaikan dengan adanya pompanisasi telah mulai terasa manfaatnya dibandingkan dengan musim sebelumnya, ditandai peningkatan produksi padi di wilayah Bojongsari ini.

“Dengan demikian pendapatan petani Bojongsari meningkat,” tuturnya.

Ketua Kelompok Tani Nurani Sejahtera, sekaligus Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Mandala Tani Mandiri, Wawan Hernawan, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian atas bantuan pompanisasi ini yang mampu meningkatkan produksi padi di Desa Bojongsar, semula 6 Ton/Ha menjadi 6,5 Ton/Ha.

Lokasi monev berikutnya adalah Kelompok Tani Wargi Saluyu di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Sebanyak 25 Ha areal lahan sawah di Desa Sumbersari telah terairi dengan adanya program pompanisasi.

Di sela-sela kegiatan, Direktur Alsintan bertemu dengan perwakilan 10 Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Kabupaten Bandung di Desa Mekarsari Kecamatan Ciparay dalam rangka sosialisasi Program Indonesian Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) atau Pertanian Modern Berbasis Korporasi bagi Petani Milenial.

Program IMMACo mendukung program PAT dan Pompanisasi yang telah dilakukan Kementerian Pertanian. Program IMMACo juga menjadi upaya Kementan untuk melakukan regenerasi petani dengan cara penumbuhkembangan wirausaha muda pertanian.(*)

Capai Target, Pompanisasi Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Bandung

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Realisasi pompanisasi dan irigasi perpompaan yang diinisiasi Kementerian Pertanian sudah mencapai 100% di Kabupaten Bandung. Sebanyak 241 pompa air telah terdistribusi dan sudah mengairi sawah di seluruh areal Kabupaten Bandung. Selain itu, ada 20 unit irigasi perpompaan yang sudah bisa digunakan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menuturkan pompanisasi mampu meningkatkan produksi padi di tengah kemarau panjang.

“Program strategis ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Baca juga: 

Kementan Optimis, Pompanisasi Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Garut

Saat ini fokus Kementan mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, sebagai penanggung jawab program PAT wilayah Kabupaten Bandung, berkunjung ke wilayah penerima manfaat pompanisasi.

Ajat mengunjungi ke 2 kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Bojongkolak dan Kelompok Tani Babakan Ciparay, Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

“Pemerintah pusat dan daerah membuat program Perluasan Areal Tanam (PAT) untuk peningkatan produktivitas padi nasional. Mari kita dukung bersama dan saya mohon agar pompa yang sudah terpasang bisa dimanfaatkan secara optimal, dan dilakukan pemeliharaan agar bisa tetap berfungsi untuk jangka waktu panjang,” ucap Ajat.

Penyuluh Kecamatan Solokanjeruk, Anton Siswanto, menyampaikan dirinya bersama petani akan terus berupaya meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah, dan pompanisasi yang diberikan sangat bermanfaat untuk kegiatan pengairan mulai dari tanam hingga panen.(*)

Kementan Optimis, Pompanisasi Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Garut

TANIINDONESIA.COM//GARUT - Untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan, sebagai imbas anomali cuaca el-nino, Kementerian Pertanian memaksimalkan program pompanisasi. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, termasuk di Kabupaten Garut yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Program Pompanisasi yang digagas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, fokus pada 2 cara yaitu memperbaiki pompa yang sudah ada dan menyediakan pompa baru sesuai kebutuhan petani di tiap wilayah.

“Ini semua untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agara mampu swasembada.

Baca juga: 

Kementan Regenerasi Petani di Jawa Tengah melalui IMMACo dan MBKM

Kepala BBPP Lembang, sebagai penanggung jawab program PAT wilayah Kabupaten Garut, meninjau pelaksanaan pompanisasi, Senin (26/8/2024), di Kelompok Tani Mekar Harapan III Desa Dunguswiru Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut.

Kabupaten Garut menerima bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian sebanyak 472 unit dan sudah terpasang 275 unit, serta irigasi perpompaan 83 unit.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, dengan adanya pompanisasi diharapkan dapat meningkatkan IP 100 menjadi IP 200-300 dan produktivitasnya saat ini 6,3 ton/hektar bisa menjadi 6,8-7 ton/ha.

“Dengan demikian pendapatan petani dapat meningkat,” tuturnya.

Ajat Jatnika memberi pernyataan bahwa pompa air sudah terpasang dan bisa berfungsi dengan sumber air dari Sungai Cipancar, siap untuk ditanami padi untuk mengairi sekitar 20 hektar luasan sawah tadah hujan.

“Pompa sudah terpasang 100% rampung, bak penampung ukuran 3x3m, pompa ukuran 6 inch dengan bahan bakar solar sudah terpasang didalam rumah pompa,” jelasnya.

Ajat menaruh harapan agar dapat menanggulangi permasalahan air yang selama ini dialami.

“Saya minta agar irigasi perpompaan bisa bermanfaat terutama di musim kemarau saat ini, agar bisa panen raya bulan September-November,” katanya.

Ajat juga menyampaikan agar pompa dan irigasi perpompaan ini bisa dipelihara, dijaga dan berbagi dengan anggota kelompok lain.

Ketua Kelompok Tani Mekar Harapan III, Toto Setiawan, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut atas bantuan pompanisasi ini yang mampu mengairi sawahnya dengan baik.(*)

Kementan Regenerasi Petani di Jawa Tengah melalui IMMACo dan MBKM

TANIINDONESIA.COM//SUKOHARJO - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas padi nasional. Salah satunya melalui program Indonesian Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) atau Pertanian Modern Berbasis Korporasi bagi Petani Milenial, yang digelar oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP) Lembang di Jawa Tengah.

Program IMMACo juga menjadi upaya Kementan untuk melakukan regenerasi petani dengan cara penumbuhkembangan wirausaha muda pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan produktivitas padi dapat meningkat dengan terobosan-terobosan program. Di antaranya Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pompanisasi yang menjadi solusi cepat di tengah musim kemarau saat ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan pihaknya sigap menjawab tantangan regenerasi petani.

“Saat ini, petani-petani sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” sebut Santi.

BBPP Lembang yang mendapatkan tanggung jawab IMMACo di Jawa Tengah, mengawali program dengan Rapat koordinasi, Jumat (23/8).

Rapat dihadiri Kepala BBPP Lembang dan widyaiswara, Direktur Polbangtan YOMA dan dosen, perwakilan Pusluhtan, perwakilan PSP, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Kodim Sukoharjo, Pengurus UPJA dan KUB di 13 desa, dan Penyuluh Pertanian di 7 kecamatan wilayah UPJA.

Baca juga: 

Kementan Tingkatkan Produksi Pangan dengan Pertanian Terintegrasi

Hasil koordinasi awal, untuk target pengembangan korporasi petani akan melibatkan mahasiswa, alumni dan juga petani milenial. Kawasan IMACo adalah kawasan yang tidak terlibat dengan program PAT dan memiliki UPJA yang siap untuk dikembangkan.

Berdasarkan identifikasi dan potensi wilayah, calon lokasi untuk Program IMMACo Kabupaten Sukoharjo di 13 UPJA (Unit Penyedia Jasa Alsintan) di 7 kecamatan yaitu Tawagsari, Mojolaban, Gatak, Weru, Nguter, Bendosari, dan Polokarto.

Di hadapan seluruh peserta rakor yang hadir, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menegaskan dukungan penuh Pemkab terhadap program IMMACo. Ia mengatakan siap menjadikan Sukoharjo sebagai salah satu kabupaten di Indonesia yang selalu sukses menjalankan program-program pemerintah pusat.

IMMACo memiliki 8 pilar, yaitu konsolidasi petani, konsolidasi manajemen usaha, inovasi dan kesesuaian teknologi, dukungan infrastruktur dan logistik, akses pembiayaan, melibatkan offtaker sebagai penjamin hasil produksi, digitalisasi/penerapan IT, dan sinergi.

IMMACo melibatkan mahasiswa dan siswa serta alumni program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai pendamping untuk mendorong petani memiliki kelembagaan di bidang usaha alsintan yang lebih baik dan professional.

Di sesi diskusi, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan kembali pentingnya kualitas sumber daya manusia pertanian sebagai kunci sukses program IMMACo ini.

Tanpa sumber daya manusia yang handal dan profesional, maka mustahil tujuan akhir dari program IMMACo dapat tercapai.

“Untuk itu, mari kita luruskan niatkan, kuatkan ikhtiar, dan terus membuka diri untuk terus belajar dan maju, maka insyaAllah kita akan sampai pada apa yang kita cita-citakan,” tutup Ajat.(*)

Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Perkuat Peran Penyuluh Pertanian Aceh

TANIINDONESIA.COM//ACEH – Kementerian Pertanian (Kementan) tidak main-main menanggapi ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim dan cuaca. Langkah antisipasi yang dilakukan diantaranya dengan penguatan peran para penyuluh pertanian serta program Perluasan Area Tanam (PAT). Hal ini juga yang dilakukan Kementan di Provinsi Aceh.

Melalui Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah, Kementan melakukan safari kerja di Provinsi Aceh, Senin-Kamis (19-22/8/2024). Agenda utama kunjungan ini adalah melakukan pembinaan kepada penyuluh di Aceh sekaligus monitoring Program PAT.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan solusi cepat peningkatan produksi pertanian yang ditawarkan saat ini adalah PAT. Menteri Amran meyakini apabila program ini dijalankan maka Indonesia dapat mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia.

“Saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan ada banyak penduduk dunia yang menderita kelaparan. Karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat,” sebut Menteri Amran.

Terpisah, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan jika program PAT dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang kedepannya akan semakin meningkat.

Menurutnya, program PAT dapat difokuskan karena kebutuhan kedepan akan sangat kurang dan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang tersedia.

Santi menambahkan jika peran penyuluh dalam pengawalan program PAT juga sangat krusial untuk memastikan bahwa teknik dan metode yang digunakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal.

"Para penyuluh pertanian diharapkan dapat memberikan bimbingan dan dukungan teknis yang diperlukan bagi petani di setiap kabupaten," tegas Santi.

Aceh sendiri adalah provinsi yang menjadi tanggung jawab Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah. Guna memastikan performa dari Tim di lapangan dan untuk memotivasi para penyuluh, Siti Munifah bersama tim melakukan rangkaian kunjungan kerja ke beberapa wilayah PAT di provinsi Aceh.

Dalam safari kerja kali ini, Siti Munifah melakukan pembinaan penyuluh di sejumlah lokasi. Pada 19 Agustus, Pembinaan Penyuluh dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Langsa, kemudian pada 20 Agustus 2024 pembinaan penyuluh di Kabupaten Aceh Utara, serta 21 Agustus 2024 dilakukan pembinaan penyuluh Banda Aceh.

Baca juga: 

Wujudkan Swasembada, Kementan Gencarkan Program PAT Provinsi Aceh

Saat melakukan pembinaan di Langsa, Siti Munifah menjelaskan jika selama ini Provinsi Aceh masih berada di zona merah dalam peringkat nasional dalam program PAT.

“Saya hadir untuk menemukan kendala berdiskusi bersama para penyuluh, TNI di lapangan untuk menemukan solusi agar performa program PAT di Provinsi Aceh dapat meningkat dan peringkat di level nasional juga naik,” terangnya.

Sekretaris Badan menambahkan, kendala yang dihadapi selama ini adalah penyuluh tidak dilibatkan secara aktif dalam mengawal program Kementan. Hal ini berdampak pada laporan realisasi kegiatan yang tidak optimal.

Siti Munifah juga menjelaskan jika kondisi darurat pangan akibat El Nino berdampak pada penurunan luas tanam padi sejak tahun 2022 – 2023 4,2 juta Ha.

“Untuk mengejar ketertinggalan pertanaman, Mentan membuat program strategis dengan bantuan pompanisasi untuk mempercepat pertanaman, meningkatkan IP dan PAT serta optimasi lahan (oplah) lahan rawa. Suksesnya kegiatan strategis ini harus didukung dengan kolaborasi antara Pemda (Penyuluh) dan TNI (Babinsa),” terangnya.

Ia menambahkan, untuk menunjukan bahwa daerah sudah mengakselerasi PAT, Penyuluh wajib melaporkan data ke Kabupaten yang selanjutnya di input PJ Kabupaten ke aplikasi Pelaporan Utama.

Untuk itu, Sekretaris BPPSDMP meminta kepada penyuluh untuk fokus menjalankan program PAT melalui pompanisasi, sekaligus menginformasikan rencana Kementan untuk menarik penyuluh daerah menjadi pegawai pusat.

“Mentan mengambil kebijakan kegiatan Program Pompanisasi, Oplah, dan Lahan Kering. Maka dari itu dibutuhkan sinergi penyuluh dan babinsa demi menyukseskan Program Menteri Pertanian. Penyuluh harus pro-aktif berkomunikasi dan kolaborasi dengan PJ kabupaten/kota, Kabid kabupaten/kota, dan operator data dalam memberikan laporan realisasi untuk di input ke aplikasi laporan utama,” katanya.

Saat melakukan Pembinaan Penyuluh Pertanian Kabupaten Aceh Utara, Siti Munifah hadir bersama Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Kabid Penyuluhan Distanbun Provinsi Aceh, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh utara, Kepala Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe.

Sekretaris BPPSDMP selaku PJ Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Aceh, meminta komitmen penuh penyuluh dan bekerja keras meningkatkan performa di lapangan.

“Penyuluh Pertanian dituntut komitmen untuk meningkatkan peringkat Aceh masuk ke zona hijau dengan cara mengubah kebiasaan diri sendiri dengan kerja keras agar menjadi contoh bagi generasi muda dan generasi penerus,” kata Siti Munifah.

Terkait sulitnya menanam Padi Gogo pada lokasi perkebunan sawit, Ia menambahkan, Menteri Pertanian telah mengambil kebijakan terkait pertanaman Padi Gogo dapat ditanam pada lahan kering lainnya, ladang, kebun praktek BPP, pematang sawah dan lahan lainya yang biasa ditanami oleh petani.

Tidak hanya itu, Siti Munifah juga mengatakan bantuan Pompa ABT yang telah diterima sebanyak 670 unit di Provinsi Aceh harus segera di distribusikan kepada Poktan. Para Penyuluh harus berkoordinasi dengan Kabid PSP masing-masing daerah untuk mempercepat distribusi dan pemasangan Pompa.

“Bagi Kabupaten/Kota yang masih mengusulkan pompa dengan jumlah yang sedikit segera buat surat permohonan susulan untuk penambahan bantuan pompa,” jelasnya.

Siti Munifah juga berkesempatan memberikan arahan dan motivasi kepada Mahasiswa Polbangtan Medan yang sedang melakukan MBKM di Kab. Aceh Utara, harapan nya mahasiswa mampu beradaptasi dan dapat membantu Penyuluh dan petani, mampu menerapkan ilmu yg selama ini sudah di pelajari di perkuliahan.

Tidak hanya bertemu dengan penyuluh Sekretaris Badan Siti Munifah juga melakukan Koordinasi dan Pembinaan TIM LO BSIP Provinsi Aceh, pada momen tersebut Ia menyampaikan jika berdasarkan penugasan Mentan terkait antisipasi darurat pangan, harus segera lakukan dialog kinerja antara Kepala BPSIP dengan seluruh pegawainya untuk mensukseskan kegiatan strategis Kementan.

“Tim LO BPSIP segera lakukan Komunikasi dengan Kepala Dinas Kab/kota untuk melakukan distribusi Pompa ke Poktan. Selain itu harus intens menjalin komunikasi dengan Konsulidasi dengan seluruh Koordinator BPP untuk mempermudah dan mempercepat jalur laporan data. ang harus diperhatikan dalam bekerja adalah focus pada permasalahan tugas yang dibebankan dan focus kepada mencari solusi,” jelasnya.

Berlanjut saat melakukan Pembinaan Penyuluh Pertanian Kota Banda Aceh, Siti Munifah yang didampingi Direktur Perbenihan Ditjen TP Kementan, Kepala BPSIP Aceh dan Kodam IM, serta Kadis Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Kadis Pertanian Kab. Aceh Besar, Kadis PPKP Kota Banda Aceh dan Kadis Pertanian dan Pangan Kab. Pidie, menegaskan jika Kota Banda Aceh dan Sabang di SK Mentan No. 972 terbaru masuk kedalam kontribusi sebagai darurat pangan untuk kepentingan nasional.

Ia juga menyampaikan jika Distan Aceh Besar siap membagikan pompa pada hari Sabtu tgl 24 Agustus 2024 sejumlah 45 Unit Pompa kepada Kelompok Tani. Dan Padi Gogo yang awalnya 25.498 Ha sebagian besar sudah dipindahkan ke PAT Pompanisasi untuk mengejar ketertinggalan realisasi PAT Aceh.(*)

Wujudkan Swasembada, Kementan Gencarkan Program PAT Provinsi Aceh

TANIINDONESIA.COM//ACEH – Dalam safari kerja yang dilakukan di Provinsi Aceh, Senin-Kamis (19-22/8/2024), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), turut meninjau pertanian Aceh untuk mengantisipasi krisis pangan. Di antaranya memonitoring program Perluasan Areal Tanam (PAT) program pompanisasi.

Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, PAT merupakan aksi nyata untuk mengantisipasi darurat pangan. Dijelaskannya, komitmen akan kegiatan tersebut adalah pencapaian realisasi sesuai target dari masing-masing wilayah di tiap provinsi.

Meski demikian, Mentan menegaskan jika dibutuhkan peran penyuluh untuk mendukung hal tersebut. Ia menambahkan, penyuluh adalah garda terdepan dalam pembangunan pertanian, memiliki fungsi vital dalam mensukseskan program utama kementan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Ida Widhi Arsanti, mengatakan salah satu fokus PAT adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan yang diyakini akan semakin meningkat.

Senada dengan Mentan, Santi pun menilai peran penting dipegang penyuluh, khususnya dalam pengawalan program PAT. Dijelaskannya, penyuluh harus melakukan pendampingan untuk memastikan bahwa teknik dan metode yang digunakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal.

"Para penyuluh pertanian diharapkan dapat memberikan bimbingan dan dukungan teknis yang diperlukan bagi petani di setiap kabupaten," tegas Santi.

Baca juga: 

Menginspirasi Dunia, Indonesia Hadirkan Genta Organik dan Inovasi Biotron di Konferensi Biochar 2024 Malaysia

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, mengatakan air merupakan kebutuhan utama para petani. Dengan adanya pompa air diharapkan membantu petani meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

"Adanya pompa air ini diharapkan bisa membantu petani, terutama petani sawah tadah hujan mendapat pasokan air. Sehingga hasil panen bisa meningkat dari satu kali setahun menjadi dua kali," kata dia.

Ia juga mengatakan, pemberian bantuan dalam rangka percepatan penanaman. Pasalnya saat ini Indonesia sedang memasuki kemarau panjang akibat Elnino.

"Semoga dengan adanya mesin ini bisa mempermudah petani dari sebelumnya setahun sekali bertanam bisa menjadi dua atau tiga kali lebih dari setahun," harapnya.

Siti mengatakan program ini juga baru digulirkan tahun ini oleh Kementan. Tujuannya agar sawah-sawah yang membutuhkan pasokan air di tengah kemarau bisa terairi.

"Program ini berlaku baru tahun ini. Dan berlaku untuk semua daerah di Indonesia sebagai upaya mempermudah petani mendapat pasokan air, semoga dengan adanya pompa air ini dapat meningkatkan hasil panen yang memuaskan," tuturnya.

Dalam safari kerjanya di Aceh, Siti Munifah melakukan Tinjauan Lapangan Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Aceh Tamiang. Ia mengunjungi Kelompok Tani Gajah Batee Kureng - Desa Krueng Sikajang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang

Pembangunan Irpom selesai Bulan Mei 2024, sumber berasal air dari bendungan PUPR yang di alirkan bak tampung untuk di aliri ke 45 Ha sawah dengan jarak pipa sepanjang 300 M.

Bersama TV Tani, Siti Munifah, juga meninjau Lapangan Kab Aceh Besar. Kegiatan pemanfaatan bantuan pompa ABT diliput secara langsung oleh TV Tani dengan lokasi di Desa Blang Preh, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar oleh Siti Munifah hadir bersama Tenaga Ahli Menteri, Kepala BPSIP Aceh dan Kodam IM, serta Kadis Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Kadis Pertanian Kab. Aceh Besar, Kadis PPKP Kota Banda Aceh dan Kadis Pertanian dan Pangan Kab. Pidie.

Disebutkan jika Kota Banda Aceh dan Sabang di SK Mentan No. 972 terbaru masuk kedalam kontribusi sebagai darurat pangan untuk kepentingan nasional.

Distan Aceh Besar juga siap membagikan pompa pada hari Sabtu tgl 24 Agustus 2024 sejumlah 45 Unit Pompa kepada Kelompok Tani.

Sementara Padi Gogo yang awalnya 25.498 Ha sebagian besar sudah dipindahkan ke PAT Pompanisasi untuk mengejar ketertinggalan Realisasi PAT Aceh.(*)

Lulus Yudisium, Mahasiswa Polbangtan Kementan Siap Dukung Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Jurusan Pertanian mengumumkan kelulusan 95 mahasiswa dari empat program studi, Rabu (21/8/2024), di Gedung Seminar.

Yudisium yang berlangsung hari ini meluluskan mahasiswa dari program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) RPL, Teknologi Benih (TB), Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) Reguler, dan Agribisnis Hortikultura.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan para lulusan Polbangtan ini harus siap menerapkan ilmu mereka dapat selama masa kuliah di masyarakat. Mentan Amran berharap para mahasiswa juga memberikan inovasi baru sehingga pertanian Indonesia dapat semakin maju.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Baca juga: 

Dosen Polbangtan Kementan Sabet Penghargaan Dosen Berprestasi

Dijelaskannya, para lulusan Polbangtan kini dihadapkan pada dunia pertanian sesungguhnya. Menurutnya, mereka bukan hanya dituntut adaptif terhadap kondisi sesungguhnya di lapangan, tetapi yang tidak kalah penting adalah inovatif.

Ia berharap para lulusan ini bisa memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk mengembangkan pertanian di daerah masing-masing sehingga ketahanan pangan dapat terus terjaga.

Endah Puspitojati, Ketua Jurusan Pertanian, mengatakan bahwa masing-masing program studi mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan tingkat kelulusan yang tinggi.

“Hingga Yudisium ke 3 ini tingkat kelulusan masing-masing program studi cukup tinggi, Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) RPL dan Reguler menunjukkan tingkat kelulusan yang sangat baik, masing-masing sebesar 87,3% dan 93,3%, Prodi Teknologi Benih (TB) mencatatkan persentase kelulusan mencapai 96,96%, dan prodi Agribisnis Hortikultura meraih hasil sempurna dengan seluruh mahasiswanya berhasil lulus 100%,” rinci Endah.

Sementara Endra Prasetyanta, Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni (AAKA), dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para lulusan.

“Kami berharap para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Menjadi petani milenial yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing adalah tantangan yang harus dihadapi," ujarnya.

Para lulusan ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sektor pertanian, membawa inovasi dan solusi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian Indonesia.(*)

Kementan Tingkatkan Produksi Pangan dengan Pertanian Terintegrasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Pertanian terintegrasi (integrated farming) merupakan usaha tani yang memanfaatkan usaha-usaha terkait seperti peternakan untuk memberikan hasil yang maksimal.

Untuk menderaskan pengetahuan mengenai pertanian terintegrasi, Kementerian Pertanian menggaet Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Ternak Jaya dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 271 yang diadakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (15/8). Tajuk yang diangkat adalah Peningkatan Produksi Padi Melalui Integrated Farming.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peningkatan SDM pertanian dalam meningkatkan produksi pertanian.

“Saya optimis bahwa dua sampai tiga tahun ke depan Indonesia akan kembali mencapai swasembada pangan, terutama dalam produksi padi dan jagung, jika didukung SDM yang berkualitas,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, menyebut pentingnya inovasi pertanian dalam meningkatkan produktivias.

“Dengan didukung dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, Saya yakin target utama Kementan dalam meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi darurat pangan, akan tercapai,” kata Santi.

Dalam BOC, P4S Ternak Jaya dilibatkan karena kelompok ini menerapkan pertanian terintegrasi yang menonjolkan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair dari urin sapi. Hal tersebut dimungkinkan karena P4S tersebut melakukan pertanian berdampingan dengan peternakan.

Baca juga: 

Menjawab Tantangan Era Global, Kementan Tingkatkan Kapasitas ASN dan Non ASN

Menurut Rojai, Kepala P4S Ternak Jaya, beberapa keuntungan yang didapat dari melakukan integrated farming adalah menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.

P4S Ternak Jaya yang hadir secara langsung memberikan materi kepada petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia secara daring. Harapannya, para petani dan penyuluh tertarik dan mendalami lebih lanjut mengenai integrated farming untuk diaplikasikan di lahan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut P4S Ternak Jaya menunjukkan inovasi pembuatan probiotik dari rumen sapi. Rojai yang hadir sebagai pengampu materi menunjukkan bahan-bahan yang digunakan dalam membuat probiotik.

Alat yang dipakai cukup sederhana. Wadah besar berupa gentong berukuran kecil dan kayu pengaduk menjadi alat utama. Bahannya sendiri adalah rumen sapi, air kelapa, air cucian beras, nanas, dan pepaya.

Nanas dan pepaya digunakan untuk menguatkan khasiat probiotik dengan memanfaatkan enzim bromelain dan enzim papain yang dikandung masing-masing buah.

Cara pembuatan terbilang sederhana. Sepertiga gentong kecil diisi oleh rumen sapi, sepertiganya lagi diisi oleh air kelapa dan sepertiga terakhir air cucian beras dengan rasio yang sama. Selanjutnya campuran tersebut dimasukkan nanas dan pepaya yang sudah disiapkan sebelumnya.

Setelah semua bahan dicampur, tong kemudian ditutup selama dua minggu agar tidak terkontaminasi. Selanjutnya probiotik akan disiapkan dengan dihadapkan pada udara terbuka agar siap dipakai.

Pemakaian sendiri dapat disemprotkan langsung ke media tanam padi atau dicampur dengan pupuk organik padat maupun cair dengan rasio 200ml probiotik untuk 20 liter air. Dapat juga dicampurkan dengan pupuk organik cair atau padat dengan rasio yang sama.

Probiotik dibuat memanfaatkan bakteri yang ada pada pencernaan sapi. Bahan-bahan yang sebelumnya disebutkan mampu menjadi “bahan bakar” bagi bakteri untuk menjadi probiotik.

Probiotik kemudian dapat digunakan untuk menggemburkan tanah serta menambah efektivitas pupuk organik cair dan pupuk organik padat.

Dengan meningkatnya efektivitas tersebut, Rojai berharap probiotik yang dibuat di P4Snya dapat menekan biaya produksi pada petani sehingga bisa mendapatkan untung lebih banyak.

“Tujuannya adalah agar pengeluaran petani berkurang dan penghasilannya bertambah,” tandas Rojai.(*)

Sinergi Kementan dan PUPR Tingkatkan Produktivitas Pertanian Hortikultura Subang

TANIINDONESIA.COM//SUBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, berkolaborasi bersama Kementerian PUPR, melalui OCG-Associates, menggelar pelatihan dengan tema Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Hortikultura.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan untuk terus meningkatkan produksi maka harus memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh keuntungan dalam mengusahakan lahannya.

"Mimpi kita bersama ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut, maka perlu dilakukan upaya peningkatan produksi pangan dan ini bisa dicapai dengan singkat kalau dilakukan kolaborasi berbagai pihak," tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang andal, mandiri, profesional, dan berdaya saing penting untuk peningkatan produktivitas.

Pasca Pelatihan, di lokasi masing-masing purnawidya ditetapkan lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi sebagai tindak lanjut kegiatan budidaya hortikultura bagi purnawidya.

Di lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi, purnawidya melakukan Praktik Mandiri (PM).

Siklus pelatihan dilaksanakan dengan melakukan pendampingan PM bagi purnawidya untuk melaksanakan tahapan demi tahapan budidaya hortikultura, pengolahan hasil produk pertanian dan pemasaran.

Terdapat 7 titik lokasi lahan Praktik Mandiri yang saat ini sedang dan terus dikelola oleh purnawidya sebagai wujud penerapan hasil pelatihan. Beberapa lahan Praktik Mandiri telah memberikan hasil panen yang diharapkan.

Kamis (15/8/2024), dilakukan panen raya komoditas sayuran di salah satu Lahan Percontohan Praktik Mandiri Kelompok Tani Muncang Rahayu Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.

Baca juga: 

Pastikan Keberhasilan Program PAT, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

Panen dihadiri Kepala BBPP Lembang, Pimpinan LRPPUPR, Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Patokbeusi, Kapolsek, Kepala Desa, Babinsa dan Gabungan Kelompok Tani serta Kelompok Tani di sekitar Desa Rancabango.

Aneka komoditas hortikultura, seperti cabai, mentimun, kacang panjang dan bunga kol dibudidayakan oleh Poktan Muncang Rahayu di atas lahan seluas 2.500m2. Pada kegiatan panen keempat komoditas mentimun ini, diperoleh hasil panen 517 kg yang siap dipasarkan ke berbagai segmentasi pasar dan beberapa offtaker di Kabupaten Subang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan, pertanian adalah sektor yang meliputi hajat hidup orang banyak. Jatuh bangunnya bangsa ditentukan oleh sektor pertanian.

“Alhamdulillah hari ini kita semua menyaksikan hasil pelatihan. Ini sebagai bukti bahwa SDM penting dan menentukan peningkatan produksi pertanian. Apa yang sudah kita rancang bersama-sama, kolaborasi dengan Kementerian PUPR baik itu SDM dan teknologi budidaya pertanian, bisa kita lihat bersama-sama hari ini,” kata Ajat.

Lebih lanjut Ajat menyampaikan, dari kolaborasi yang telah dilakukan, menjadi bukti bahwa sektor pertanian dapat mencukupi kebutuhan keluarga, disamping bisa dikonsumsi oleh keluarga, juga bisa dijual sehingga dapat menjadi sumber penghasilan keluarga.

Dalam sambutannya, ketua Poktan Muncang Rahayu, Ibrohim, mengatakan pembelajaran teknologi budidaya tanaman hortikultura selama pelatihan di BBPP Lembang memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan budidaya ala petani yang selama ini dilakukan.

"Pengalaman budidaya dengan sentuhan teknologi ini akan kami lanjutkan dan tularkan kepada Poktan dan Gapoktan lain,” jelas Ibrohim.(*)

Pastikan Keberhasilan Program PAT, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, meninjau lokasi pompanisasi dan olah tanah di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (16/8/2024), yang merupakan wilayah tanggung jawab BBPP Lembang pada program pompanisasi.

Kegiatan dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, penyuluh pertanian, dan kelompok tani Abadi Sejahtera. Di lokasi ini terdapat 50 hektar sawah yang harus terairi.

Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah (provinsi, kabupaten/kota) serta TNI gencar menjalankan program pompanisasi sebagai upaya akselerasi pertanaman menghadapi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air.

Khusus untuk irigasi perpompaan, kegiatan ini dilakukan secara swakelola dengan pola padat karya dan melibatkan partisipasi penuh anggota kelompok tani penerima bantuan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan serta pemeliharaan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya program pompanisasi.

Baca juga: 

Monitoring Irigasi Perpompaan, Kementan Pastikan Keberhasilan Program PAT

“Pompanisasi menjadi solusi cepat untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan jumlah produksi padi di tengah ancaman El Nino,” sebut Menteri Amran.

Menteri Amran menegaskan, solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional dengan pompanisasi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman semula tanam hanya 1 kali bisa 2-3 kali.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan Program PAT dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang akan semakin meningkat di masa depan.

Pada kunjungan langsung ke lokasi irigasi perpompaan di Desa Jelekong Kabupaten Bandung, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika meminta agar usulan irigasi perpompaan di lokasi ini segera direalisasikan.

“Kami melihat langsung kondisi di sini bahwa kondisi lahan sawahnya terjadi kekeringan sehingga perlu adanya pompanisasi untuk mengairi sawah. Ini harus cepat untuk mencegah gagal panen,” kata Ajat.

Ajat berharap agar usulan pompanisasi segera disetujui sehingga irigasi perpompaan dapat segera terealisasi mengairi sawah di musim kemarau ini.(*)