18 Mei 2026

admin

Cetak Petani Muda, UPT Kementan Fasilitasi Praktek Magang Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Tiga mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, melaksanakan praktek magang di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), 13 Januari sampai 8 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/08/kementan-tingkatkan-kualitas-mahasiswa-sidoarjo-melalui-agribisnis-pertanian/

Para mahasiswa semester 6 Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini melaksanakan magang di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house tanaman hias, budidaya pakcoy sistem DFT, dan laboratorium agens hayati.

Setelah hampir 1 bulan melakukan magang, untuk mempertanggungjawabkan hasil magang dilaksanakan seminar hasil, Kamis (6/2/2025). Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang. Secara bergantian, mereka memaparkan hasil pengamatan.

Tema ketiganya adalah: Eksplorasi dan Isolasi Trichoderma, Spp pada Rizosfer Tanaman Kopi (Coffea Sp.), Teknik Budidaya Tanaman Kaktus secara Vegetatif (Grafting) pada Kaktus Impor (Gymnocalycium Mihanochivii) dan lolal (Copiapoa Hypogea) dan Budidaya Pakcoy (Brassica Rapa L.) menggunakan Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique). Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Selesai melaksanakan seminar hasil, ketiganya kompak memberikan kesan selama magang di BBPP Lembang.

“BBPP Lembang menjadi lokasi yang tepat untuk melaksanakan magang. Sarana prasarananya cukup lengkap dan mendukung proses belajar kami. Selama di sini juga kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan,” ujar salah seorang mahasiswa, Rahma Nur Laely.

Mahasiswi lainnya, Bela Nur Aini, juga menyampaikan kesannya selama mengikuti magang.

“Bagi kalian siswa dan mahasiswa, ayo bisa melaksanakan magang di sini ya, karena tempatnya nyaman dan nantinya akan dibimbing oleh widyaiswara dan petugas yang kompeten,” tuturnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Abdhul Rahman Ramadana.

“Terima kasih BBPP Lembang yang telah menerima kami melaksanakan magang di sini,” kata Abdhul Rahman.(***)

Kementan Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Sidoarjo Melalui Agribisnis Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan budidaya tanaman hias Kaktus, sukulen dan hilirisasi komoditas pangan strategis jagung kepada 90 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Bisnis Digital, Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jumat (7/2/2025).

Kunjungan dilakukan untuk meningkatkan atmosfir akademik serta meningkatkan kualitas mahasiswa.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan kesiapan BBPP Lembang baik dari sarana dan prasarana serta SDM pengelola dan terus berbenah, untuk berpartisipasi aktif meningkatkan kompetensi SDM pertanian, termasuk regenerasi petani sebagai salah satu program Kementerian Pertanian.

“Kami menerima stakeholder dibidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, calon purnabakti, dan lainnya untuk belajar pertanian di sini, salah satunya melalui kegiatan eduwisata seperti ini,” tuturnya.

Terbagi 2 kelompok, secara bergantian rombongan mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian dan praktik membuat es krim jagung.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/04/dukung-swasembada-mentan-dan-menhut-tanam-agroforestri-pangan-serentak-di-17-provinsi/

Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih memberikan penjelasan program Kementerian Pertanian.

“Saat ini program Kementerian Pertanian adalah mencapai swasembada pangan secepatnya-cepatnya. Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta lebih penduduk Indonesia,” terang Saptoningsih.

Saptoningsih juga menjelaskan 4 sub sistem dalam agribisnis, salah satunya pengolahan hasil pertanian.

Menurutnya, pengolahan hasil pertanian bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Didampingi petugas laboratorium dan mahasiswa yang sedang PKL, mahasiswa semester 5 ini praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut hingga dikemas ke dalam kemasan cup kecil yang cantik.

Usai praktik dan mencicipi es krim jagung, mereka pun membeli aneka es krim dan sorbet yang diproduksi oleh laboratorium, yaitu sorbet pakcoy, sorbet mangga, sorbet cabai, dan es krim labu.

“Sorbet dan es krim nya enak-enak dan seru ternyata ya praktik membuatnya. Pokonya seru sekali belajar di BBPP Lembang! ucap mereka kompak.

Kelompok kedua, bergerak menuju screen house tanaman hias. Widyaiswara spesialisasi budidaya tanaman memberikan penjelasan tentang budidaya tanaman sukulen dan kaktus.

Mahasiswa tampak antusias diajak praktik perbanyakan sukulen dengan stek pucuk dan stek daun serta dan perbanyakan kaktus dengan teknik menempel (grafting).(***)

Siapkan Pengusaha Pertanian Masa Depan, Kementan Gandeng HIPMI

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan), melantik pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI – PT) Polbangtan YOMA pada Rabu (5/1/2025).

Ini adalah salah satu upaya Kementan untuk menyiapkan calon-calon pengusaha bidang pertanian dari bangku kuliah.

Bertempat di lapangan upacara Kampus Kusumanegara, Yogyakarta, Direktur Polbangtan YOMA dan Badan Pengurus Daerah HIPMI Daerah Istimewa Yogyakarta mengukuhkan 18 pengurus dengan 25 anggota HIPMI PT Polbangtan YOMA. Mereka adalah mahasiswa Polbangtan YOMA dari 3 program studi di jurusan pertanian.

Dengan pelantikan ini, diharapkan HIPMI PT bisa menjadi media untuk meningkatkan jiwa entrepreneur di kalangan mahasiswa.

Sejalan dengan ajakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman agar mahasiswa tidak ragu menjadi pengusaha pertanian. Alasannya, delapan dari 10 atau 80 persen pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

“Tekad kuat dan kerja keras, mengubah nasib mereka, sehingga mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi masa lalu," paparnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti terus mendorong lahirnya wirausahawan muda dari perguruan tinggi vokasi Kementan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/23/bersama-polri-kementan-tanam-jagung-serentak-di-jawa-tengah/

"Kementan terus mendukung tumbuh kembang para petani muda untuk terlibat dan mengembangkan usaha di sektor pertanian," katanya.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto menyambut baik terbentuknya HIPMI PT Polbangtan YOMA.

“Ini menjadi suatu permulaan bagaimana nanti pengurus dan anggota bisa meningkatkan jejaring untuk meningkatkan job creator. Tentu ini akan menjadi hal yang sangat penting apalagi saudara akan memulai berwirausaha saat menjadi mahasiswa,” jelas Bambang.

Menurutnya, kesempatan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Mahasiswa akan kesulitan memanfaatkan kesempatan tanpa dibekali kompetensi yang memadai.

“Oleh karena itu para mahasiswa harus mengembangkan kompetensi diri melalui pendidikan dan pelatihan.” ucapnya.

Sementara itu, mewakili Ketua Badan Pengurus Daerah HIPMI Daerah Istimewa Yogyakarta, Trusti Aulia berharap mahasiswa dengan jiwa muda dan penuh semangat bisa mengembangkan semangat wirausaha di kampus.

“Kita akan bersama menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Untuk ke dapan, menghasilkan pengusaha muda yang kreatif dan inovatif", kata Trusti.

Ia menambahkan, HIPMI PT berkontribusi besar dalam membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja. Untuk itu, Ia mengajak mahasiswa untuk berperan aktif, agar bisa menjawab tantangan globalisasi, khususnya di bidang ekonomi.(***)

Dukung Swasembada, Mentan dan Menhut Tanam Agroforestri Pangan Serentak di 17 Provinsi

TANIINDONESIA.COM//INDRAMAYU – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggelar penanaman agroforestri pangan secara serentak di 17 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini mencakup penanaman padi lahan kering serta Tanaman Serbaguna atau Multipurpose Tree Species (MPTS). Pusat pelaksanaan acara berada di areal Hutan Kemasyarakatan KTH Tani Jaya 4, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dengan luas penanaman sekitar 5 hektare.

Agroforestri pangan merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang diterapkan dalam kawasan hutan negara atau hutan adat. Sistem ini melibatkan masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama dalam meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan, serta dinamika sosial budaya.

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan lahan kering melalui sistem tumpang sari dengan tanaman pangan memiliki potensi luas mencapai 500.000 hektare, di mana sekitar 389.000 hektare berada di kawasan perhutanan sosial dan lahan kehutanan lainnya.

“Ini luar biasa, penanaman agroforestri tumpang sari padi bisa mencapai 1 juta hektare. Jika kita jalankan dengan baik, insyaallah Indonesia akan lebih cepat mencapai swasembada. Presiden sangat mendukung sektor pertanian, mulai dari pupuk, benih, hingga alsintan,” ujar Mentan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya peningkatan produksi terus dilakukan, termasuk optimasi lahan dengan sistem pompanisasi serta pencetakan sawah di berbagai provinsi. Mentan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS, produksi padi pada Januari naik 52 persen, Februari naik 51 persen, dan Maret naik 50 persen.

“Semua ini adalah hasil perhatian penuh Presiden terhadap sektor pertanian. Kita harus bersyukur, karena di saat banyak negara mengalami kelaparan dan stunting, kita masih memiliki pangan yang cukup dan bergizi untuk anak-anak kita,” katanya.

Meskipun demikian, Mentan mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap waspada terhadap perubahan iklim yang tidak menentu. “Jawaban atas ketidakpastian ini adalah swasembada pangan. Kita harus memastikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penanaman padi gogo di lahan hutan merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan produksi tanaman pangan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/04/pikat-milenial-lakoni-agribisnis-kementan-kenalkan-olahan-pangan-jagung/

“Saya diperintahkan untuk memaksimalkan potensi hutan. Ini bukan membuka hutan baru, melainkan merevitalisasi lahan yang sebelumnya mengalami kebakaran atau kekeringan agar kembali produktif dengan padi gogo,” ujarnya.

Menhut juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian hutan dan pembangunan. “Hutan harus tetap lestari, tetapi pembangunan juga tidak boleh berhenti. Saat ini ada 1,1 juta hektare lahan yang bisa dimaksimalkan. Insyaallah, ini akan menjadi langkah besar menuju swasembada,” tambahnya.

Bupati Indramayu, Nina Agustina, menyampaikan bahwa saat ini penanaman padi gogo di lahan kehutanan kering telah mencapai sekitar 203 hektare dan ditargetkan berkembang menjadi 6.000 hektare, dengan potensi total mencapai 26.000 hektare.

“Alhamdulillah, Indramayu mendapat perhatian besar dari Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan. Dengan dukungan ini, kami optimistis bisa terus mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Untuk diketahui, penanaman ini dilakukan serentak di enam lokasi Balai PSKL, yaitu di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung; Kabupaten Lombok Tengah, NTB; Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan; Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan; dan Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Selain itu, Perum Perhutani juga turut serta dalam penanaman serentak di tiga regional wilayah kerja, yaitu di Divre Perhutani Jawa Barat Banten yang berlokasi di KPH Sumedang, Divre Perhutani Jawa Tengah di KPH Randublatung, serta Divre Perhutani Jawa Timur di KPH Bojonegoro.

Penanaman juga berlangsung di 17 provinsi lainnya, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Bali. Secara keseluruhan, terdapat 26 lokasi penanaman agroforestri pangan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.(***)

Pikat Milenial Lakoni Agribisnis, Kementan Kenalkan Olahan Pangan Jagung

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan pertanian kepada 378 orang siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (4/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia. Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Rombongan SMP Negeri 1 Sepatan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang.

Pemimpin rombongan, Ranti Widiastuti, yang juga perwakilan guru, mengatakan tujuan kunjungan ini dalam rangka program sekolah P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila).

“Tema P5 kali ini dalam hal pengolahan makanan yaitu pembuatan es krim. Kegiatan ini akan berkesinambungan dengan tema berikutnya yaitu kewirausahaan. Harapan kami setelah anak-anak mampu membuat es krim maka dapat diperjualbelikan di dalam dan di luar sekolah,” ungkap Ranti.

Terbagi 4 kelompok, secara bergantian rombongan mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian dan praktik membuat es krim jagung.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/31/hortikultura-masih-menjadi-andalan-kementan-latih-masyarakat-terkena-dampak-tol-di-kabupaten-subang/

Didampingi petugas laboratorium dan mahasiswa yang sedang PKL, murid-murid kelas VIII ini praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut hingga dikemas ke dalam kemasan cup kecil yang cantik.

Selain praktik di laboratorium pengolahan hasil pertanian, anak-anak juga diberi kesempatan mengelilingi Inkubator Agribisnis.

Di screen house tanaman hias, dikenalkan aneka koleksi tanaman kaktus dan sukulen dan proses budidayanya.

Di zona rumah pangan lestari, didampingi petugas lahan praktik, murid-murid antusias mengenal berbagai tanaman yang ditanam di lahan memakai mulsa, di dalam polybag, dan yang digantung.

Koleksi tanaman pakcoy, brokoli, selada, bawang daun, tomat, padi apung, labu, tanaman rimpang seperti jahe yang belum mereka ketahui sebelumnya. Dikenalkan juga smart farming yang dimanfaatkan untuk penyiraman otomatis.

Di zona screen hidroponik, petugas memberikan penjelasan budidaya pakcoy menggunakan teknologi hidroponik sistem DFT, yang menarik perhatian siswa-siswi karena menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah dan jumlahnya bisa langsung banyak karena menggunakan instalasi bertingkat.

Dua siswi, Alya Nur Arizza dan Keyla Shifa Awaliyah ditemui selepas praktik membuat es krim jagung, menyampaikan keseruannya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Kami belajar hal baru di sini, mengenal berbagai macam tanaman sayuran, tanaman buah, dan tanaman hias kaktus dan sukulen,” katanya.

“Kami belajar membuat es krim jagung yang teryata mudah ya. Semoga BBPP Lembang tetap menjadi tempat kunjungan yang seru!”, ungkap mereka kompak.(***)

Jelang Ramadhan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriyah, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Operasi Pasar Pangan Murah serentak di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Serta, memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan operasi ini bertujuan untuk memastikan stok pangan cukup dan harga tetap stabil. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, pangan aman, ibadah pun nyaman.

Di Lembang, Operasi Pasar Pangan Murah dilaksanakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, 28 Februari – 29 Maret 2025, di Gedung Packing House BBPP Lembang.

Hari pertama, Jumat (28/2/2025), kegiatan dibuka pukul 9 pagi oleh Kepala Balai, hingga pukul 2 siang. Tampak masyarakat sekitar Lembang, karyawati, dan ibu dharma wanita persatuan BBPP Lembang datang dan membeli aneka bahan pangan pokok.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menyampaikan, jika Kementan hadir untuk masyarakat agar menyambut bulan Ramadhan dengan tenang dan gembira, bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga yang bersahabat.

"Di sini kami bekerjasama dengan berbagai stakeholder penyedia bahan pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Lembang,” katanya.

Hari pertama kegiatan operasi pasar, 6 komoditas yang tersedia yaitu beras premium 5kg terjual sebanyak 26 pcs, minyak goreng terjual 319 liter, telur ayam terjual 96 kg, daging ayam beku terjual 66 kg, bawang merah terjual 50 kg, terigu terjual 50 kg, dan gula pasir terjual 33 kg.

Popon, warga Desa Sukamaju, saat ditemui setelah membeli beras, terigu, minyak, dan telur mengatakan harga yang ditawarkan sangat terjangkau.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/regenerasi-petani-upt-pelatihan-kementan-fasilitasi-praktik-kerja-siswa-smk/

“Harganya terjangkau ya belanja di sini dan dengan adanya kegiatan ini merasa terbantu apalagi jelang bulan Ramadhan,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Ai, dari Desa Sukamaju. “Belanja di sini murah dibanding di tempat lainnya,” ucapnya singkat.

Gerai Pasar Pangan Murah juga dimeriahkan dengan adanya gelar produk sayuran dari Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seperti pakcoy, cabai, dan bawang daun.

BBPP Lembang juga membuka layanan konsultasi agribisnis. Tampak widyaiswara BBPP Lembang asyik berbincang dengan masyarakat yang datang untuk konsultasi tentang hidroponik dan budidaya anggur.

Di sudut lainnya, P4S Tona’s Coffee sebagai mitra BBPP Lembang juga membuka lapak dan menjual produk kopinya yang cocok dinikmati pada cuaca dingin di Lembang saat ini karena turun hujan hampir setiap hari.(***)

Hortikultura Masih Menjadi Andalan, Kementan Latih Masyarakat Terkena Dampak Tol di Kabupaten Subang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, kembali melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Tanaman Hortikultura, digelar 3 hari, 22 – 24 Januari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Tanaman Hortikultura diikuti 75 orang peserta, terbagi 2 angkatan. Peserta berasal dari Kecamatan Cipeundeuy, Purwadadi, Cikaum, Pamanukan, dan Tambakdahan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/31/upt-pelatihan-kementan-gandeng-kementerian-pupr-latih-pertanian-masyarakat-terkena-dampak-tol/

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik langsung dari widyaiswara BBPP Lembang.

Materi secara klasikal dan praktik sebanyak 28 JP, terdiri dari materi inti mulai dari pengelolaan benih dan lahan dan peserta praktik pengolahan lahan dan pembuatan bedengan, pemasangan mulsa, penyemaian benih dan penanaman benih sayur selada.

Selanjutnya identifikasi dan pengendalian hama penyakit tanaman, peserta praktik inokulasi Trichoderma; penanganan panen dan pascapanen, peserta praktik pengemasan aneka sayuran seperti mentimun, tomat, ubi, kacang panjang di packing house BBPP Lembang.

Peserta juga memperoleh materi pemasaran dan kemitraan, pengelolaan limbah rumah tangga dan lingkungan dan praktik pembuatan pupuk organik cair. Materi lainnya pembentukan kelembagaan tani.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika pelatihan hanya perantara menuju keberhasilan peningkatan produksi.

“Pelatihan adalah jembatan karena yang penting setelah pelatihan ini peserta bisa mempraktikkan hasil pelatihan dengan melakukan budidaya yang baik sehingga bisa menghasilkan sayuran berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan,” saat melepas peserta, Jumat (24/1/2025).

Rangkaian pelatihan tidak selesai hanya sampai 3 hari. Setelah pelatihan, peserta diharapkan menerapkan hasil pelatihan pada kegiatan praktik mandiri. Mereka menyusun rencana tindak lanjut dan mengaplikasikannya.

BBPP Lembang dan OCG Associates akan mengawal kegiatan ini pada kegiatan pendampingan praktik mandiri, hingga diharapkan dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta yaitu peningkatan taraf hidupnya melalui aktivitas agribisnis hortikultura.

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Kementerian PUPR, Latih Pertanian Masyarakat Terkena Dampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang. Kegiatan bernama Pelatihan Pertanian di Lahan Sempit/Pekarangan, digelar 30 Januari sampai 1 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan SDM pertanian adalah kunci utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

"SDM yang berkualitas adalah penggerak utama dalam mencapai kedaulatan pangan. Oleh karena itu, kompetensi yang mumpuni menjadi kunci sukses para pelaku sektor pertanian," ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan terus menggenjot kualitas SDM pertanian. Sebab, SDM adalah faktor utama untuk mengungkit produksi pangan nasional.

“SDM pertanian berkualitas merupakan penggerak utama dalam mencapai kedaulatan pangan. Kompetensi yang mumpuni menjadi kunci sukses dalam menghasilkan komoditas pertanian yang lebih baik,” jelasnya.

Pelatihan dibuka Kamis (30/1/2025) oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. Ia mengatakan pelatihan hanya perantara menuju keberhasilan peningkatan produksi.

“Pelatihan adalah jembatan karena yang penting setelah pelatihan ini peserta bisa mempraktikkan hasil pelatihan dengan melakukan budidaya yang baik sehingga bisa menghasilkan sayuran berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan," tutur Ajat.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/27/kementan-siapkan-regenerasi-pertanian-melalui-generasi-muda/

Pelatihan Pertanian di Lahan Sempit/Pekarangan diikuti 48 orang peserta yang dibagi menjadi 2 angkatan. Peserta berasal dari Kecamatan Cipeundeuy, Pusakanagara, dan Tambakdahan.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik langsung dari widyaiswara BBPP Lembang.

Materi secara klasikal dan praktik sebanyak 28 JP. Materi inti mulai dari pembuatan model penanaman untuk lahan sempit/pekarangan dan peserta praktik membuat instalasi vertikultur dan menanam bibit selada.

Materi selanjutnya pembudidayaan tanaman di lahan sempit/pekarangan dan peserta praktik persemaian sayuran terong, cabai, selada keriting dan pakcoy serta menanam bibit jeruk dan jahe dan planter bag.

Materi berikutnya adalah diversifikasi tanaman pangan, pengelolaan limbah rumah tangga dan lingkungan dan peserta praktik membuat pupuk organik cair. Peserta juga mendapat materi pemasaran dan kemitraan serta pembentukan kelembagaan tani.

Rangkaian pelatihan tidak selesai hanya sampai 3 hari. Setelah pelatihan, peserta diharapkan menerapkan hasil pelatihan pada kegiatan praktik mandiri. Mereka menyusun rencana tindak lanjut dan mengaplikasikannya.

Salah satu peserta, Yehezkiel G. Walanda merasakan manfaat yang besar mengikuti pelatihan ini. “Dari yang sudah kami pelajari, akan kami praktikkan di wilayah kami masing-masing,” ujarnya.

BBPP Lembang dan OCG Associates akan mengawal kegiatan ini pada kegiatan pendampingan praktik mandiri, hingga diharapkan dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta yaitu peningkatan taraf hidupnya melalui aktivitas pemanfaatan pekarangan.(***)

Kementan Siapkan Regenerasi Pertanian melalui Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 288 siswa kelas X SMA Suluh Jakarta, Selasa (21/1/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Terbagi 4 kelompok, rombongan mengunjungi dan praktik pembuatan instalasi hidroponik dan penanaman sayuran daun sistem deep flow technique (DFT) dan wick system.

Petugas menjelaskan alat dan bahan pembuatan instalasi menggunakan bahan utama baja ringan dan pipa paralon, serta pelarutan nutrisi utama budidaya hidroponik menggunakan nutrisi AB mix.

Para siswa tampak antusias ikut praktik membuat instalasi dan melakukan penanaman bibit pakcoy.

Kelompok lainnya bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Di sana, widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/27/genz-pelajari-agribisnis-pertanian-di-upt-kementan/

Selanjutnya didampingi petugas laboratorium, mereka praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya, yang ternyata dinilai cukup mudah bisa dipraktikkan ulang nantinya sepulang dari BBPP Lembang.

Mereka senang sekali karena hasil praktiknya dapat dlangsung dinikmati, es krim jagung yang gurih dan menyegarkan.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara BBPP Lembang dibantu petugas sharing tentang budidaya kaktus dan sukulen. Anak-anak mempraktikkan penyiapan media tanam terdiri dari pasir dan pupuk kandang ayam.

Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen, dan menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting. Mereka juga diperbolehkan membawa pulang hasil praktiknya.

Di Laboratorium Agens Hayati, para siswa tampak gagah dan cantik mengenakan jas lab yang menjadi SOP saat berada di laboratorium.

Widyaiswara menjelaskan fungsi trichoderma sebagai pengendali hama penyakit pada tanaman.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan perbanyakan trichoderma dipandu petugas laboratorium dan mahasiswa yang sedang PKL di BBPP Lembang.

Satu-persatu peserta mempraktikkan perbanyakan trichoderma di media jagung. Mereka juga memperoleh tricodherma dalam bentuk serbuk, produksi laboratorium.

Salah seorang siswa, Danovan Harahap, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru dari kegiatan ini.

“Di sini kami belajar perbanyakan tricodherma, sangat membantu kami dalam memahami salah satu materi yang ada di pelajaran biologi,” katanya. (yoko/che)

GenZ Pelajari Agribisnis Pertanian di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan agribisnis pertanian kepada 226 siswa SMP Tulus Bhakti Bekasi yang hadir didampingi para guru, Rabu (22/01/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan mendukung penuh upaya regenerasi petani.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/27/kementan-tarik-minat-genz-dengan-hilirisasi-komoditas-sayuran/

Selain itu, BPPSDMP juga membuka akses pelatihan dan pendampingan untuk petani milenial.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan pihaknya berkomitmen menyiapkan regenerasi petani. Salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau fieldtrip.
Rombongan langsung meninjau lahan praktik Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.

Di screen tanaman hias, widyaiswara didampingi petugas, sharing tentang budidaya kaktus dan sukulen mulai dari penyiapan media tanam, perbanyakan anakan dan proses pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit.

BBPP Lembang juga memperkenalkan zona lainnya, yaitu pembuatan instalasi hidroponik dan penanaman sayuran daun sistem deep flow technique (DFT) dan wick system.

Petugas menjelaskan alat dan bahan pembuatan instalasi menggunakan bahan utama baja ringan dan pipa paralon, serta pelarutan nutrisi utama budidaya hidroponik menggunakan nutrisi AB mix.

Para peserta tampak antusias ikut praktik membuat instalasi dan melakukan penanaman bibit pakcoy. (Yoko/Che)