18 Mei 2026

admin

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPPl Lembang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, menampilkan sejumlah inovasi dalam kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling di Kecamatan Lembang, Kamis (24/7/2025).

Konsultasi gratis ini diberikan BBPP Lembang sebagai solusi langsung di lapangan untuk para petani.
Metodenya berupa pemutaran tayangan atau bahan ajar yang dilanjutkan sesi tanya jawab. Konsultasi juga tersedia secara daring melalui situs BBPP Lembang.

Tujuannya, agar petani dapat menyelesaikan masalah pertanian dan meningkatkan kompetensinya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ini bisa tercapai jika kita bergandengan tangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci kemajuan pertanian.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mendorong peningkatan SDM dibidang pertanian,” ujarnya.

Konsultasi di Lembang kali ini terasa istimewa karena selain menghadirkan Widyaiswara BBPP Lembang, turut melibatkan akademisi dari PNJ yang memperkenalkan inovasi smart trap.

Baca juga:

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

Alat jebakan pintar ini dirancang oleh dosen PNJ, Toha Zen. Menggunakan energi terbarukan dan teknologi Internet of Things, alat ini dapat dikendalikan lewat ponsel.

Smart trap dipasang di atas tiang besi dengan komponen seperti panel surya, lampu, dan penangkap serangga. Cahaya lampu memancing hama untuk terjebak di dalam alat.

“Toh, daerah Lembang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup baik, ini bisa dikembangkan untuk instalasi lainnya,” jelas Toha.

Alat ini juga bisa diatur sesuai jenis hama yang ingin dijebak dan waktu operasinya.
Petani lokal akan mengujicobakan alat ini dengan pendampingan dari widyaiswara BBPP Lembang, penyuluh pertanian, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, dan akademisi PNJ.

Yudi Permana, petani dari Kelompok Giri Tani Putri Cikole, menyampaikan apresiasinya.
“Kami berterima kasih atas kesempatannya. Konsultasi ini sangat membantu dan menjadi pengalaman berharga,” katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa pertanian kini makin modern.

“Tak perlu takut kotor ke sawah, teknologi bisa mempermudah mulai dari menanam hingga membasmi hama,” pungkasnya.(***)

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membekali 170 calon purnabakti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai persiapan menyongsong masa pensiun.

Pembekalan yang merupakan kerja sama antara BBPP Lembang, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan UPI Bandung, diberikan saat para calon pensiunan berkunjung ke BBPP Lembang, Rabu (23/7/2025).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman berpendapat kerja sama akan memuluskan jalan bagi Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Selama kunjungan, para calon purnabakti UPI meninjau beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Mereka mengawali kunjungan dengan sambutan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, dan dilanjutkan perjalanan ke screen house tanaman hias.

Di lokasi ini, para calon purnabakti disuguhkan pemandangan berbagai komoditas seperti kaktus, sukulen, dan anggrek.

Para peserta menyoroti potensi ekonomi yang dimiliki anggrek sebagai tanaman hias, dan tak lupa mengabadikan momen dengan berfoto bersama tanaman-tanaman tersebut.

Baca juga:

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

Selanjutnya, mereka melintasi lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di BBPP Lembang.

Berbagai jenis tanaman luar ruangan, khususnya hortikultura, tampak tumbuh subur di dataran tinggi ini, termasuk brokoli, daun bawang, selada, dan jagung.

KRPL BBPP Lembang juga telah mengadopsi prinsip pertanian modern dengan memanfaatkan Internet of Things.

Rombongan calon purnabakti lalu meninjau instalasi hidroponik BBPP Lembang, termasuk instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation.

Mereka melihat cara pengoperasian DFT yang praktis dan mampu menghasilkan volume panen yang signifikan, minat mereka semakin meningkat. Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas tomat.

Puncak acara kunjungan adalah praktik pembuatan es krim jagung. Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan kesempatan untuk berkreasi di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Selama sesi praktik, mereka dibekali bahan-bahan yang dibutuhkan serta panduan langkah demi langkah dalam membuat es krim dari komoditas jagung.

Setelah praktik, mereka juga berkesempatan mencicipi ragam rasa es krim hasil kreasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian yang telah disediakan sebelumnya.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar jenis komoditas lain yang dapat diolah menjadi es krim atau produk olahan lainnya.

Menutup kegiatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, kembali menegaskan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

"Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan," pungkas Ajat.(***)

“Financial Wellbeing with BRI”: BRI Hadirkan Edukasi Keuangan untuk Karyawan Citilink

TANIINDONESIA.COM//Tangerang - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat, khususnya karyawan, melalui kolaborasi strategis bersama maskapai penerbangan Citilink.

Kolaborasi ini dikemas dalam kegiatan bertajuk "Financial Wellbeing with BRI Special for Employ Citilink", yang berlangsung pada Jumat (25/7).

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin sebelumnya antara BRI dan Citilink, sekaligus menjadi ajang penguatan kerja sama dalam hal penyediaan layanan dan edukasi finansial bagi para karyawan.

Beragam informasi mengenai produk dan layanan perbankan, seperti tabungan, pinjaman, dan solusi keuangan lainnya, disampaikan langsung kepada para peserta.

Pemimpin Cabang BRI Bandara Soetta, Bpk Yudha Kencana Saputra, menyampaikan harapannya agar sinergi yang dibangun dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini semakin baik dan fokus pada peningkatan pelayanan terhadap produk-produk perbankan, baik dari sisi pinjaman, simpanan, maupun produk lainnya yang dibutuhkan karyawan Citilink,” ujarnya dalam sambutan.

Yudha juga menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan karyawan. Ia menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari estafet edukasi finansial yang dirancang secara berkesinambungan dan interaktif.

Peserta pun diberi ruang untuk berdiskusi langsung dengan tim BRI mengenai kebutuhan finansial mereka.

Apresiasi juga datang dari Bpk Adnan Husna yusuf selaku Head of Human Capital Management Division Citilink yang menyambut baik inisiatif BRI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia berharap kerja sama ini terus ditingkatkan, khususnya dalam memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi para karyawan.

“Dengan adanya sinergi ini, kami berharap BRI dapat terus memberikan pelayanan yang prima dan relevan dengan kebutuhan karyawan kami, sehingga mereka merasa lebih aman dan nyaman secara finansial,” ujar Adnan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bpk Kholis Syafroni selaku Regional Consumer Business Head (RCBH) Jakarta Regional Office 8, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi strategis ini.

Melalui inisiatif ini, BRI dan Citilink menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem kerja yang tidak hanya produktif secara operasional, tetapi juga sejahtera secara finansial.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi ideal antara sektor perbankan dan industri penerbangan dalam membentuk masa depan keuangan yang lebih baik bagi para pekerja.***

BRI Bekasi Siliwangi Serahkan Hadiah Undian Simpedes Semester II 2024

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Siliwangi telah melakukan pengundian program Undian Berhadiah Simpedes Semester II 2024 pada 12 Juli 2025.

Kemudian BRI KC Bekasi Siliwangi menyerahkan hadiah undian Simpedes Semester II 2024 pada 23 Juli. Penyerahan hadiah program Undian Simpedes dilaksanakan di Kantor Cabang Bekasi Siliwangi.

Adapun hadiah yang disediakan oleh BRI KC Bekasi Siliwangi yaitu 1 Unit Motor Suzuki Adress, 1 Unit Motor Suzuki Next II, 4 Unit TV Samsung 50 inch dan 6 Unit TV samsung 43 Inch.

"Selamat kepada para nasabah yang memenangkan hadiah di program Undian Berhadiah Simpedes kali ini," ujar Pimpinan BRI KC Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira.

Ia menuturkan, program Undian Berhadiah Simpedes ini merupakan program rutin BRI. Program ini menjadi salah satu bentuk apresiasi BRI kepada seluruh nasabahnya. Program Undian Berhadiah Simpedes diadakan 2 kali dalam setahun. Sehingga kesempatan nasabah untuk memenangkan hadiah sangat terbuka besar.

"Ayo jadi nasabah tabungan Simpedes BRI, bisa berkesempatan mendapatkan hadiah yang tentunya sayang jika di lewatkan," tegasnya.

Untuk dapat mengikuti program Undian Berhadiah Simpedes sangat mudah. Nasabah hanya cukup melakukan transaksi penambahan saldo tabungan. Dimana setiap kelipatan Rp100 ribu akan mendapatkan 1 kupon undian.

"Terus tingkatkan saldo tabungan Simpedes, kesempatan mendapat hadiah sudah didepan mata," tutupnya.(*)

BRI KC Bekasi Siliwangi Gelar Undian Simpedes Semester II 2024

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki banyak program unggulan. Salah satunya yaitu program Undian Berhadiah Simpedes.

Kali ini di salah satu cabangnya yaitu BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Siliwangi, mengadakan undian Simpedes Semester II/2024.

Pimpinan BRI KC Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira mengatakan, pihaknya melakukan pengundian hadiah program Simpedes Semester II/2024 pada 12 Juli 2025.

Adapun pengundian dilakukan bersama BRI Bekasi Siliwangi, BRI Bekasi dan BRI Bekasi Harapan Indah.

Untuk hadiahnya 2 mobil, 9 motor dan 31 TV. Khusus di BRI KC Bekasi Siliwangi menyediakan hadiah yaitu 1 Unit Motor Suzuki Adress, 1 Unit Motor Suzuki Next II, 4 Unit TV Samsung 50 inch, 6 Unit TV samsung 43 Inch.

"Program undian berhadiah Simpedes ini diadakan 2 kali dalam setahun, sudah menjadi agenda rutin," tegasnya.

Untuk bisa mengikuti program undian berhadiah Simpedes ini, nasabah cukup meningkatkan saldo tabungan dan rutin melakukan transaksi perbankan.

"BRI memiliki banyak sekali program dan produk perbankan yang tentunya akan menguntungkan nasabah," tutupnya.(*)

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//KAPUAS - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan pelatihan "Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP)" di Balai Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, 17-19 Juli 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kementan untuk mencapai target swasembada pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan fokus pada peningkatan produksi pangan. Dan pembentukan Brigade Pangan adalah salah satu strategi utama.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan peran vital Brigade Pangan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Salah satu tugas krusial mereka adalah mengoptimalkan lahan tidur dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan petani," tuturnya.

Baca juga:

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

Terpisah, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menilai Brigade Pangan yang sudah terbentuk perlu terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan.

“Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” kata Ajat.

Pelatihan selama tiga hari ini diikuti oleh 30 peserta dari Angkatan 17, yang berasal dari dua Brigade Pangan, yaitu Brigade Pangan Empati Kom III dan Empati Kom IV.

Pelatihan kali ini fokus pada agribisnis. Peserta diajak mengedepankan kelembagaan dimulai dengan menyusun proposal usaha tani berorientasi bisnis, analisa kelayakan usaha tani, dan menghitung penyusutan alsintan.

Para pesertapun mendapatkan materi baik secara klasikal maupun praktik.

Setelah penutupan pelatihan, Sabtu (19/7/2025), peserta pelatihan mengungkapkan apresiasinya.
Pelatihan dinilai sangat bermanfaat karena selain mengenai budi daya padi, Brigade Pangan juga dibekali tentang agribisnis padi.(***)

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Empat mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, periode 2 – 31 Juli 2025.

Para mahasiswi ini melakukan riset mini dan pengolahan hasil pertanian laboratorium.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Sementara empat mahasiswi Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

Mereka melakukan mini riset berkaitan dengan 4 produk olahan yaitu stik wortel, manisan terong, sorbet buah naga dan sorbet cabai.

Selama melakukan mini riset, didampingi oleh widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian dan petugas laboratorium.

Mahasiswi membuat olahan pangan dengan memberikan 3 perlakuan berbeda untuk setiap jenis olahan dan dibandingkan dengan P0 kontrol yang biasa dibuat oleh laboratorium.

Pada sorbet buah naga diberikan bahan tambahan pangan CMC untuk memperlambat daya leleh produk sorbet dan tanpa menggunakan cake emulsifier SP.

Pada produk cistik, ada perlakuan menggunakan dan tanpa menggunakan backing soda dan soda kue.

Setelah produk jadi, dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui preferensi (kesukaan) konsumen dengan menilai karakteristik produk seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan penampakan.

Uji organoleptik dilakukan dengan mengundang 10 pegawai lingkup BBPP Lembang datang ke laboratorium. Masing-masing melakukan penilaian dari 5 aspek tersebut terhadap 4 sampel setiap produk olahan.

Uji organoleptik penting untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap suatu produk dan dapat digunakan untuk pengembangan produk, pengawasan mutu, dan perbandingan dengan produk pesaing.

Saat ditemui, Kamis (17/7/2025), Nabila Maulida, salah seorang mahasiswi, mengaku lebih memahami dunia kerja.

“Mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang menjadikan kami lebih memahami tentang dunia kerja, bagaimana kerja sama tim dan yang terpenting bagaimana mengolah pangan lokal menjadi olahan pangan yang memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3. Kegiatan ini digelar selama bulan Juni dan Juli 2025 dengan total sebanyak 117 angkatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan akan fokus meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras, untuk mencapai swasembada pangan.

Salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

Dijelaskannya, Brigade Pangan bertugas untuk mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika berharap Brigade Pangan yang sudah terbentuk dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3 sebanyak 117 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Seruyan.
Salah satu lokasinya di Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas.

Selama 3 hari pelatihan, 30 orang peserta dari 2 BP yang tergabung di Angkatan 8, memperoleh materi secara klasikal dan praktik. Peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan biosaka serta pengendalian hama penyakit.

Salah seorang peserta, Agus Anwar, Ketua Brigade Pangan Kupang 2, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan, Rabu (2/7/2025).

“Terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini baik dari BBPP Lembang maupun dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan BPP Kecamatan Bataguh,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

TANIINDONESIA.COM//PULANG PISAU - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, 10 – 12 Juli 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, Kementan fokus meningkatkan produksi untuk merealisasi target swasembada pangan

Dijelaskannya, salah satu upaya yang dilakukan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Dan salah satu tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani," jelasnya.

Baca juga:

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, mengimbau Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan.

"Sebab, Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," jelasnya.

Dalam pelatihan yang berlangsung 3 hari, terdapat 30 peserta yang tergabung di Angkatan 4. Para peserta berasal dari 2 brigade pangan yaitu Brigade Pangan Bunga Dahlia dan Harapan Kita Bersama. Mereka memperoleh materi secara klasikal dan praktik.

Saat ditemui selepas penutupan pelatihan, Rabu (12/7/2025), salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena menambah wawasan tentang budidaya padi lahan rawa terutama lahan rawa pasang surut.

Terima kasih kami sampaikan kepada pendamping brigade pangan dan semua panitia yang telah menyelenggarakan pelatihan ini,” tuturnya.(***)

IWTL Goes to Semarang: Perempuan Punya Peran, Ekonomi Bangkit dari Industri Kosmetik dan Logistik

TANIINDONESIA.COM//Semarang — Indonesia Women in Transport and Logistic (IWTL), sebuah inisiatif nasional untuk pemberdayaan perempuan di sektor transportasi, logistik, dan industri kesehatan-kosmetik, sukses menggelar agenda bertajuk “IWTL Goes to Semarang” pada 14 Juli 2025.

Acara ini merupakan bentuk nyata komitmen IWTL untuk mendorong kepemimpinan dan partisipasi perempuan dalam rantai industri strategis nasional. Kegiatan meliputi kunjungan ke Kimia Farma Plant Semarang, unit Trading & Distribution, dan terminal kargo udara—membuka akses langsung bagi perempuan pada industri hulu hingga hilir.

“IWTL bukan sekadar gerakan komunitas, melainkan platform kolaborasi strategis lintas sektor. Kami hadir untuk membuka jalan bagi perempuan Indonesia agar menjadi pemimpin masa depan di sektor-sektor kunci pembangunan ekonomi,” tegas Susana R. Sari, Ketua Umum IWTL.

Diinisiasi oleh Mamik Laksono, Wakil Ketua Umum Bidang Entrepreneurship IWTL, agenda ini menjadi ruang belajar, ekspose industri, serta peluang kolaborasi nyata bagi perempuan muda profesional, pengusaha, dan pelaku UMKM.

“Dengan melihat langsung proses produksi, distribusi hingga logistik dari Kimia Farma, kami ingin membangkitkan semangat kepemimpinan perempuan di sektor ini. Karena sejatinya, perempuan adalah fondasi sekaligus inovator di sektor industri,” ujar Mamik.

Acara ini juga disiapkan sebagai strategi komunikasi untuk menarik perhatian pemimpin nasional seperti Presiden RI, Menteri Perhubungan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta para pemangku kebijakan dan pelaku industri besar.

“Sebagai bagian dari ekosistem strategis perempuan Indonesia, IWTL ingin menjadi mitra aktif pemerintah dan BUMN. Misi kami jelas: menciptakan ekosistem industri berbasis perempuan yang inklusif, berdampak, dan siap bersaing di level global,” ungkap Poppy Zeidra, Wakil Ketua Koordinator Strategic & Partnership IWTL.

IWTL menegaskan peran strategisnya dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan, memperkuat jejaring bisnis, dan menghadirkan ruang-ruang inovasi baru untuk generasi perempuan pemimpin industri masa depan.(***)