9 Oktober 2026

Perkuat Sinergi, Kementan Tingkatkan Kualitas SDM dan Inovasi Pertanian

0
IMG-20261009-WA0028

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi pertanian.

Hal tersebut diwujudkan melalui audiensi dan kunjungan kerja Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) ke BPPSDMP, Kamis (8/10/2026).

Audiensi menjadi momentum untuk menggali peluang penguatan kerja sama antara UNS dan Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pertanian. Kolaborasi dapat diarahkan pada penguatan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, pengembangan kompetensi, riset, dan inovasi pertanian, dengan mempertemukan kapasitas akademik UNS dengan kebutuhan pembangunan pertanian nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor pertanian nasional.

“Menjadi dosen adalah pekerjaan yang mulia karena bisa menciptakan lompatan eksponensial. Dari kampus lahir inovasi, teknologi, dan generasi yang menentukan masa depan bangsa,” ujar Mentan Amran,

Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha melalui pendekatan triple helix agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kita membutuhkan kampus, pemerintah, dan dunia usaha berjalan bersama. Hasil penelitian harus turun ke masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa kemitraan dengan kampus merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama dengan kampus menjadi langkah konkret dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas SDM pertanian karena sektor ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian,” kata Arsanti.

Baca Juga: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Asesmen Lapang, Dorong Akreditasi Unggul Program Studi TMP dan TAP

Dalam audiensi, UNS menyampaikan potensi kerja sama yang dapat dikembangkan. UNS memiliki 16 fakultas dan sejumlah program studi yang relevan dengan pembangunan pertanian, antara lain Agribisnis, Agronomi, Ilmu Pertanian, dan Penyuluhan Pembangunan Pertanian.

UNS juga memiliki pengalaman kerja sama dengan Kementerian Pertanian pada periode 2017–2020 melalui kegiatan Pajale, YOMA, dan Propaktani. Selain itu, UNS mengembangkan smart agriculture, pertanian terpadu berkelanjutan, organic farming, serta model pertanian modern yang berpotensi mendukung pengembangan kompetensi dan inovasi pertanian.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa Pusdiktan dapat menjajaki bentuk kerja sama yang mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian.

“Pusdiktan dapat menjajaki penyusunan kerja sama dengan UNS dengan prioritas pada pendidikan berbasis riset, magang, riset pertanian modern, pengembangan kompetensi, serta penyediaan materi pembelajaran.”

Peluang kerja sama juga mencakup Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi SDM pertanian, program Master by Research, kolaborasi riset dan hilirisasi pada bidang ketahanan pangan dan pertanian modern, serta penguatan magang dan pembelajaran berbasis praktik.

Dekan Fakultas Pertanian UNS, Samanhudi, menyampaikan bahwa pengalaman kerja sama UNS dengan Kementerian Pertanian dan pengembangan berbagai inovasi pertanian menjadi modal untuk memperkuat kemitraan ke depan.

“UNS memiliki pengalaman kerja sama dengan Kementerian Pertanian pada periode 2017–2020 melalui kegiatan Pajale dan Propaktani. Selain itu, UNS mengembangkan smart agriculture, pertanian terpadu berkelanjutan, organic farming, serta model pertanian modern, sehingga memiliki potensi sebagai mitra pengembangan kompetensi dan inovasi pertanian.”

Sebagai tindak lanjut, Pusdiktan dan UNS dapat melakukan pemetaan program studi, kebutuhan pengembangan SDM pada Pusdiktan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), serta bidang riset yang dapat segera dikolaborasikan.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama dalam pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan kompetensi SDM pertanian, sekaligus mendukung transformasi menuju pertanian yang modern dan berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *