4 November 2026

Kementerian PANRB dan Kementan Jajaki Transformasi Polbangtan dan PEPI

0
IMG-20261104-WA0007

TANIINDONESIA.COM, TANGERANG – Kementerian Pertanian terus mematangkan transformasi pendidikan vokasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, kompeten, dan sesuai kebutuhan pembangunan nasional. Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menuju perguruan tinggi kedinasan.

Upaya tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Aba Subagja, ke PEPI, Rabu (4/11/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan pembahasan aspek kelembagaan yang diperlukan dalam proses transformasi pendidikan vokasi pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi kunci pembangunan pertanian modern dan percepatan swasembada pangan. Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis, menguasai teknologi, dan siap menghadapi tantangan lapangan.

Untuk mendukung arah kebijakan tersebut, lembaga pendidikan vokasi Kementerian Pertanian perlu beradaptasi dari sisi kelembagaan, kurikulum, tenaga pendidik, serta sarana dan prasarana pembelajaran.

Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Aparatur (OSDMA) Kementerian Pertanian, Nurwahida, menekankan bahwa penguatan kelembagaan harus sejalan dengan penataan manajemen SDM aparatur. Kedisiplinan, profesionalisme, akuntabilitas, dan sinergi antarunit menjadi elemen penting dalam mendukung kebijakan strategis kementerian.

Pengembangan Polbangtan dan PEPI menuju pendidikan tinggi kedinasan memerlukan persiapan komprehensif, meliputi penataan organisasi, pemetaan kebutuhan dan kompetensi SDM, penyelarasan kebutuhan jabatan aparatur, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar berjalan sesuai ketentuan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pendidikan vokasi merupakan fondasi untuk menyiapkan SDM pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Menurutnya, Polbangtan dan PEPI memiliki peran strategis dalam menghasilkan tenaga profesional, tenaga teknis, wirausaha pertanian, maupun aparatur yang mendukung pembangunan sektor pertanian. Karena itu, pengembangan kedua institusi perlu berfokus pada kompetensi, kepemimpinan, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga: Kolaborasi Politeknik Enjiniring Kementan dan Korem 064, Buka Peluang Usaha bagi Petani Muda

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya keterkaitan pendidikan vokasi dengan program strategis Kementerian Pertanian, terutama modernisasi pertanian, mekanisasi, penerapan teknologi, dan peningkatan produktivitas.

Pembelajaran berbasis praktik menjadi aspek penting untuk mencapai tujuan tersebut. Lulusan harus memiliki pengalaman dan keterampilan menerapkan teknologi pertanian secara langsung, tidak hanya memahami konsep dan teori.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa PEPI terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan fasilitas praktik untuk mendukung kompetensi mahasiswa di bidang enjiniring pertanian.

Sebagai perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada enjiniring pertanian, PEPI memiliki fasilitas pembelajaran berupa lahan praktik, laboratorium, bengkel, dan Teaching Factory. Fasilitas tersebut mendukung pembelajaran penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian, pengoperasian alat dan mesin pertanian, serta pengembangan keterampilan teknis mahasiswa.

Kesiapan fasilitas tersebut menjadi salah satu aspek yang mendukung pengembangan institusi, termasuk dalam agenda peninjauan oleh Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun koordinasi yang lebih kuat antara Kementerian Pertanian dan Kementerian PANRB terkait kesiapan kelembagaan, kebutuhan SDM aparatur, penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan jabatan ASN, serta dukungan sarana dan prasarana pendidikan.

Transformasi Polbangtan dan PEPI menuju pendidikan tinggi kedinasan diharapkan dapat memperkuat tata kelola institusi sekaligus mengintegrasikan sistem pendidikan dengan kebutuhan SDM sektor pertanian, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dengan persiapan terarah dan sinergi lintas kementerian, PEPI bersama Polbangtan berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan vokasi untuk menghasilkan SDM pertanian yang profesional, berintegritas, menguasai teknologi, dan siap mendukung pembangunan pertanian serta percepatan swasembada pangan nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *