3 November 2026

Kolaborasi Politeknik Enjiniring Kementan dan Korem 064, Buka Peluang Usaha bagi Petani Muda

0
IMG-20261103-WA0018

TANIINDONESIA.COM, SERANG – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan regenerasi petani. Upaya ini diwujudkan melalui koordinasi bersama Komando Resor Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang Senin (2/11/2026), dalam rangka mendukung Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-Up Intervention (YESS-SI).

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya regenerasi petani, pertanian modern berbasis teknologi, serta peran generasi muda dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Mentan mendorong generasi muda tidak hanya menjadi tenaga kerja pertanian, tetapi juga pelaku usaha yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi serta pengembangan kewirausahaan.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan SDM melalui pendidikan vokasi, pelatihan, penyuluhan, dan kolaborasi antarlembaga.

SDM berkualitas menjadi faktor penting dalam transformasi pertanian, terutama untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan kewirausahaan, dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung program pengembangan SDM pertanian, termasuk YESS-SI. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas kewirausahaan, pendampingan usaha, pengembangan kemitraan, serta optimalisasi peran pendidikan vokasi.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi pertanian di bawah Kementerian Pertanian, PEPI berkomitmen mendukung kebijakan tersebut melalui koordinasi dan kerja sama lintas sektor.

Baca Juga: Kagumi Capaian Pertanian Indonesia, Mentan Tiongkok Sepakati Penguatan Kerja Sama dengan Mentan Amran

Koordinasi yang melibatkan Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi kelembagaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi SDM, mendorong keterlibatan generasi muda, serta membuka peluang kewirausahaan pertanian berbasis potensi wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Direktur II PEPI, Nizma Jatisari, menambahkan bahwa koordinasi kelembagaan perlu menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor penting untuk memperluas kesempatan generasi muda dalam pembangunan pertanian, baik melalui peningkatan kompetensi, pendampingan usaha, maupun pengembangan kewirausahaan berbasis potensi daerah.

Dukungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang diharapkan dapat menyelaraskan kebutuhan pembangunan pertanian daerah dengan program peningkatan kompetensi dan pemberdayaan generasi muda. Sementara itu, keterlibatan Korem 064/Maulana Yusuf diharapkan memperkuat dukungan lintas sektor dalam pelaksanaan program.

Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada teknologi dan enjiniring pertanian, PEPI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi teknis, penguasaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pengembangan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Sinergi PEPI, Korem 064/Maulana Yusuf, dan Pemerintah Kabupaten Serang diharapkan berlanjut melalui kegiatan kolaboratif yang terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun ekosistem kewirausahaan pertanian bagi generasi muda.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menyiapkan generasi muda pertanian yang profesional, inovatif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *