21 April 2026

#Penyuluh

Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut penyuluh berperan secara signifikan dalam capaian swasembada pangan Indonesia.

Hal ini disampaikan pada Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Brigade Pangan di Kantor Camat Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).

Di depan 750 peserta yang hadir, Ia mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras pada akhir 2025.

“Berkat kerjasama semua pihak, Indonesia telah swasembada pangan dan tidak lagi impor beras!” sebutnya.

Karena inilah, Ia menyebut harga beras dunia turun hingga setengahnya. Pasalnya, sebelumnya Indonesia menjadi pelanggan beras terbesar dunia. Dan, kini tidak lagi mengimpor beras.

“Penyuluh berpengaruh besar dalam membawa kesejahteraan petani Indonesia. Sekaligus mempunyai andil dalam memotong harga beras dunia.” jelas Wamentan Sudaryono.

Untuk itu, Ia mengajak penyuluh untuk terus meningkatkan kinerjanya. Karena keberhasilan pangan Indonesia bergantung pada performa penyuluh di lapangan.

Seperti diketahui, sejak 1 Januari 2026, Penyuluh Pertanian telah ditarik dari pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian, sesuai dengan Inpres No 3 Tahun 2025.

Dijelaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, upaya ini untuk mempercepat swasembada pangan.

“Jumlah penyuluh yang dipindahkan ke Kementerian Pertanian sejumlah 38.318 orang. Penyuluh di Jawa Tengah mencapai 3.302 orang di 35 kabupaten/kota.” ucapnya.

Ia menyebut Penyuluh Pertanian harus menjadi agen perubahan dan percepatan program-program utama Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran , Polbangtan Kementan Gelar Penyiapan Pembelajaran TA 2025/2026

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak pelaksanaan luas tambah tanam, optimasi lahan rawa dan non rawa, padi lahan kering, akses petani ke Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pendampingan dalam penggunaan benih unggul, maupun pupuk yang efisien serta penumbuhan brigade pangan dalam regenerasi pertanian yang adaptif terhadap teknologi.” papar Idha.

Hadir dalam acara, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo mengatakan dengan PPL dalam satu komando Kementerian Pertanian dapat mendukung percepatan adopsi teknologi pertanian di tingkat petani, sehingga hal ini menjadi lebih efektif.

“Kami berharap PPL memiliki arah kerja yang lebih jelas, terfokus, dan selaras dengan kebijakan nasional seperti swasembada pangan, modernisasi pertanian, serta ketahanan pangan dan kemandirian pangan.”ucapnya.

Sehingga, Ia melanjutkan, pembinaan karier, pelatihan, dan pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara terstruktur dan seragam secara nasional.

“Dengan hal ini akan dapat meningkatkan kualitas PPL sebagai tenaga profesional di bidang penyuluhan.” pungkasnya.

Pj. Brigade Pangan Kabupaten Grobogan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan menyebut acara ini ditujukan untuk memberikan pembinaan kepada PPL agar memahami tugasnya di lapangan dalam mensukseskan program-program strategis Kementerian pertanian, khususnya program Brigade Pangan.(*)

Sinergi Kementan dan Perhiptani Singkawang Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mendapatkan kunjungan dari Perhimpunan Penyuluh Pertanian DPD (Perhiptani) Kota Singkawang, Rabu (24/9/2025). Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang.

Kunjungan atau Temu Teknis ini bertujuan untuk Peningkatan Profesionalitas Penyuluhan dalam Mendukung Program Swasembada Pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

"Yang bisa mengubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif disana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan selalu mendukung penuh upaya regenerasi petani.

“Dengan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, kita bisa menekan biaya produksi hingga 50 % dan meningkatkan produksi hingga 100%,” jelasnya.

Sembilan anggota Perhiptani Singkawang yang hadir di BBPP Lembang adalah Dwi Yanti (Kepala Dinas DPKPP), Joko Supriyanto (KJF Penyuluh Pertanian), Ya Subhan Jaya, (Penyuluh Pertanian), Yuliana Olipa, (Penyuluh Pertanian), Nur Fitriani, (Analis Lahan Pertanian), Sumiati, (Penyuluh Pertanian), Rusmiati, (Penyuluh Pertanian), Suzana, (Pengawas Mutu Hasil Pertanian), dan Masfiana Ayu Rosada Zulfian, (Analis Pasar Hasil Pertanian).

Baca juga:

Kolaborasi Kementan dan Dinas Provinsi Jabar, Tingkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman

Mereka memulai dengan eksplorasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian untuk mempelajari teknik-teknik yang dapat meningkatkan nilai jual dan memperpanjang masa simpan produk.

Setelah itu, rombongan bergerak ke Lahan Inkubator Agribisnis untuk memahami model bisnis dan praktik kewirausahaan pertanian yang berkelanjutan.

Kunjungan diakhiri dengan melihat fasilitas rumah pengepakan (packing house) dan budidaya tanaman hias, di mana mereka mendalami pentingnya standarisasi, sortasi, dan pengemasan yang profesional untuk memenuhi tuntutan pasar.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik antusiasme dari Perhiptani Singkawang.

"Kunjungan ini adalah bukti nyata sinergi antara UPT Kementan dan Perhiptani dalam upaya mencetak penyuluh yang adaptif. Kami membuka diri sebagai pusat pembelajaran untuk mendukung keberhasilan program utama Kementan," ujar Ajat.

Melalui pendalaman di berbagai fasilitas ini, Perhiptani Singkawang diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan mendalam mengenai pengolahan pasca panen dan manajemen kualitas produk.

Langkah strategis ini adalah kunci untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian di Singkawang, sekaligus memastikan produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat. (RIS/MIR)

Tingkatkan Kompetensi Brigade Pangan, Polbangtan Kementan Berikan ToT bagi Penyuluh dan Babinsa Provinsi Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM//BANGKA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peran aktif Brigade Pangan (BP) dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi. Untuk mendorong kemandirian BP, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) membekali penyuluh pertanian dan Babinsa di Provinsi Bangka Belitung dengan Training of Trainer (ToT).

Selama 3 hari dari Rabu (30/7) hingga Jumat (1/8), sebanyak 28 penyuluh pertanian dan 12 Babinsa mendapatkan materi mengenai literasi keuangan dan manajemen alsintan.

Hal ini dinilai strategis, karena penyuluh pertanian dan Babinsa merupakan pendamping utama BP di lapangan. Setelah mengikuti ToT ini, mereka akan memberikan bimbingan teknis kepada manajer dan anggota BP di wilayahnya masing – masing.

Membangun kemandirian BP menjadi hal yang penting. Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan BP menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil. Agar usahanya berorientasi bisnis dan menghasilkan keuntungan.

"Program Brigade Pangan tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda," ujarnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya komitmen dan daya juang dalam mendampingi BP di lapangan.

“BP adalah program yang harus berkelanjutan. Kita harus memaksimalkan segala bantuan dan fasilitas yang diberikan pemerintah. Sebagai contoh untuk alsintan, rekan-rekan pendamping harus bisa mengarahkan BP agar dapat mengoperasikan dan merawat semua alat yang telah diberikan, supaya manfaatnya berkelanjutan,” tegas Idha.

Baca juga:

Cokelat Rosella, Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan Tingkatkan Nilai Ekonomi Komoditas Pertanian

Idha juga menekankan bahwa keberadaan BP bukan hanya untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi menjadi model transformasi pertanian di Indonesia.

“BP harus mandiri dan menjadi agen-agen perubahan di bidang pertanian. Ini adalah kesempatan emas bagi transformasi pertanian kita. Mereka bisa menjadi contoh nyata bagi petani konvensional untuk beralih ke sistem pertanian modern yang lebih terorganisir dan produktif,” tambahnya.

Hadir dalam pembukaan ToT, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggung jawab BP Provinsi Babel, R. Hermawan menyampaikan pentingnya giat ini untuk mensinergikan langkah – langkah pendampingan di lapangan.

"Giat ini sebagai menjadi kesempatan baik untuk koordinasi dan konsolidasi antar pihak untuk pengembangan dan kemandirian 48 BP di 6 Kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Bangka belitung," ujar Hermawan.

Dalam waktu dekat, lanjut Hermawan, pendamping BP akan melakukan bimtek dengan sistem kelas.

“Kelas I untuk BP yang mendapat alsintan dan semangat. Kelas II untuk BP yang mendapatkan alsintan namum belum semangat. Kelas III untuk BP yang belum mendapatkan alsintan dan belum semangat,” paparnya.

Ia menyebut ada berapa tantangan yang perlu dibahas. Antara lain MoU, permodalan, pembukaan rekening penyusutan dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan BP.

Materi ini menurutnya strategis untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.(***)

Wujudkan Swasembada Pangan, Kompetensi Penyuluh Ditingkatkan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian Level Supervisor, Jumat (4/7/2025), di Kelas Krisan 4 BBPP Lembang.

Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian dilakukan untuk mendukung program Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menyebut penyuluh sebagai motor penggerak suksesnya pembangunan pertanian.

"Saya berharap mereka menjadi berlian dan emas dalam upaya mencapai tujuan tersebut," katanya.

Amran juga mendorong penyuluh untuk terus mendampingi petani, meningkatkan produksi dan produktivitas, serta mengawal program-program pemerintah di sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pentingnya penyuluh pertanian dalam mendukung swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Baca juga:

Pelajari Smart Farming Negeri Ginseng, Kementan Utus Widyaiswara

Saat pembukaan kegiatan survailen, Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, menjelaskan jika tujuan pelaksanaan kegiatan survailen adalah memberikan pengakuan kompetensi profesi SDM pertanian melalui sertifikasi kompetensi.

"Selain itu, kegiatan ini juga untuk mewujudkan sistem sertifikasi kompetensi sumberdaya manusia sektor pertanian yang berkualitas, dan meningkatkan kompetensi SDM Sektor Pertanian baik Penyuluh Pertanian sebagai penyuluh pendamping program pembangunan pertanian," terangnya.

Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian Level Supervisor diikuti 12 orang penyuluh pertanian dari 4 kabupaten yaitu Bandung, Indramayu, CIlacap, dan Bantul. Sedangkan Asesor kompetensi dari Fakultas Pertanian Universitas Majalengka bidang kompetensi Penyuluh Pertanian.

Metode yang digunakan oleh asesor untuk menguji para asesi dengan unjuk portofolio dan wawancara. Terdapat 23 unit kompetensi sesuai dengan Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) tenaga kerja bidang penyuluhan pertanian, terdiri dari 15 unit kompetensi inti dan 8 unit kompetensi pilihan.

Pada penutupan kegiatan survailen, asesor menyampaikan bahwa seluruh asesi dinyatakan kompeten.

Salah seorang asesi, penyuluh pertanian dari Kabupaten Bantul, Dian Palupi tidak dapat menyembunyikan raut gembiranya bisa kembali memperoleh sertifikasi profesi sebagai penyuluh pertanian level supervisor.

“Alhamdulilah kami semua dinyatakan kompeten, karena memang sejatinya kami semua penyuluh pertanian berusaha terus mendampingi petani sesuai kompetensi yang distandarkan. Ini semua demi menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Dian juga menyampaikan terima kasih kepada asesor dan Tim TUK Mandiri BBPP Lembang dan berharap kesuksesan dapat terus diraih.(***)

Cetak Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Kementan Berkomitmen Terjunkan Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan 29 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) di Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan giat ini, diharapkan bisa menambah pengalaman mahasiswa di lapangan. Ini sejalan dengan upaya Kementan untuk menyiapkan calon penyuluh yang terampil dalam memotret potensi dan responsif terhadap permasalahan di lapangan.

Sebab, penyuluh yang responsif mampu mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang relevan, terutama dalam menghadapi isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, penyuluh pertanian memiliki peran krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti terus berupaya menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, salah satunya melalui pendidikan vokasi.

Diterima di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pathuk, Senin (23/6/2025), mahasiswa ditugaskan untuk mengidentifikasi potensi di Kapanewon Patuk.

Baca juga:

Akselerasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Kementan Gandeng Penyuluh Pertanian

"Nanti mahasiswa akan dibagi beberapa kelurahan dan didampingi oleh penyuluh-penyuluh di wilayah kerja," ujar Mei Rini, Koordinator BPP Pathuk.

Selama tiga hari, mahasiswa dari Program Studi Penyuluhan Pertanian berkelanjutan ini akan melakukan praktik di Kelurahan Putat, Bunder, Pengkok, Semoyo dan Beji.

Pada gelombang selanjutnya, 29 mahasiswa lainnya akan praktik di kelurahan Salam, Nglanggeran, Ngelegi, Ngororo, dan Terbah.

Mewakili Direktur Polbangtan YOMA, Siti Nurlela – Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan YOMA mengatakan mahasiswa akan menggali potensi permasalahan dan solusi yang ada di Kapanewon Pathuk menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA).

Ia mengatakan Participatory Rural Appraisal (PRA), atau Penilaian Pedesaan Partisipatif, merupakan pendekatan pembangunan yang melibatkan masyarakat desa. Yang secara aktif terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program atau proyek pembangunan.

"Polbangtan YOMA akan berkolaborasi dengan BPP Pathuk sebagai pusat pembelajaran. Menjadi lokasi untuk melakukan project base learning,” jelas Lela.

Dengan giat ini, Ia berharap mahasiswa bisa menyusun perencanaan penyuluhan berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah berbasis PRA," ujar Siti Nurlela.(***)

UPT Pelatihan Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Jawa Barat untuk Komoditas Perkebunan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, melakukan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Komoditas Kopi dan Teh.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari, 19 – 23 Mei 2025, diikuti 20 penyuluh pertanian dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Terutama yang memiliki potensi komoditas kopi dan teh di wilayah binaannya.

Pengembangan SDM di sektor pertanian dilakukan untuk mendorong pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan SDM harus terus digenjot kompetensinya. Karena perannya penting untuk membangun pertanian Indonesia adalah penyuluh pertanian.

“Penyuluh pertanian (PPL) berperan penting dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional,” kata Amran yang menyebut PPL sebagai pilar utama dan ujung tombak pertanian Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM di bidang pertanian, termasuk penyuluh.

“Penyuluh pertanian perlu terus mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan,” tuturnya.

Menurutnya, penyuluh perlu terus belajar dan menguasai informasi teknologi terbaru agar dapat mendampingi petani dengan lebih efektif.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Komoditas Kopi dan Teh dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa.

“Komoditas perkebunan terutama kopi dan teh menjadi primadona di provinsi Jawa Barat, sehingga perlu terus dikembangkan khususnya untuk orientasi ekspor sehingga dapat menambah devisa negara,” tuturnya.

Selama 5 hari, peserta memperoleh materi baik secara klasikal maupun praktik langsung. Materinya adalah Kebijakan Pembangunan Perkebunan di Jawa Barat, Motivasi Berprestasi dan Cara Budidaya yang Baik pada Tanaman Kopi dan Teh.

Baca juga:

Perkuat Ketahanan Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Konsultasi Gratis di Kabupaten Bandung Barat

Selanjutnya, widyaiswara sharing tentang Pencegahan dan Pengendalian Hama dan Penyakit Kopi dan Teh.

Pada materi ini, peserta diajak mengidentifikasi hama dan penyakit yang ada di tanaman kopi varietas Arabika yang dibudidayakan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Pada materi Penanganan Panen, Pascapanen dan Pengolahan Kopi dan Teh, peserta kembali diajak ke kebun kopi yang dikelola BBPP Lembang.

Di sana, peserta praktik panen kopi dan menuju ruang pascapanen kopi untuk praktik sortasi buah kopi, pencucian, pengelupasan (pulping), hingga pengenalan alat-alat untuk peracikan kopi diantaranya V60, vietnam drip, dan espresso.

Selanjutnya, diberikan materi Teknik Komunikasi, Teknik Pendampingan, Strategi Pengembangan Inovasi, Pemasaran Digital dan Akses Pasar.

Pada materi pemasaran digital, peserta praktik branding produk teh dan kopi melalui pembuatan desain logo menggunakan aplikasi canva.

Selanjutnya peserta diberi materi Analisa Usahatani Kopi dan Teh dan Kelembagaan Ekonomi Petani dan Kopi.

Pelatihan ditutup, Jumat (23/5/2025). Hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan, peserta menilai bahwa materi yang disampaikan relevan dan aplikatif serta dapat diimplementasikan di lapangan dan disebarluaskan kepada petani.

Pelatihan ini juga meningkatkan kompetensi peserta yang dilihat dari hasil evaluasi pemahaman materi, dari nilai rata-rata 47,56 menjadi 86,33 atau sebesar 84,51%.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang memberi sambutan sebelum menutup pelatihan, mengingatkan peserta bahwa yang terpenting dalam suatu pelatihan adalah implementasi setelah peserta kembali ke wilayah kerja masing-masing.

“Saat ini yang terpenting saat ini tidak hanya output, namun sudah tahap outcome bahwa pelatihan dapat mendukung peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian,” katanya.

Salah seorang peserta, Diat Sujatman, penyuluh pertanian dari Kabupaten Sukabumi, menyampaikan apresiasi atas terselengaranya pelatihan ini.

“Pelatihan ini penting untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan kopi dan teh karena menjadi komoditas strategis baik secara ekonomi dan sosial budaya," ujarnya.

"Mengikuti pelatihan ini menyegarkan pemahaman kami dan memotivasi kami untuk terus beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang karena penyuluh pertanian adalah agen perubahan,” kata Diat lagi.(*)

Kementan Perkuat Kompetensi Penyuluh Pertanian Indramayu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai UPT di bawah Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memiliki 4 jenis layanan sebagai badan publik, di antaranya adalah kerja sama ketenagaan dan sarana prasarana.

Salah satunya dilakukan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, untuk kegiatan Bimbingan Teknis tentang Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluh Pertanian serta Programa Penyuluhan.

Kegiatan dilaksanakan 2 hari, 14 – 15 Desember 2024, diikuti 153 orang peserta yaitu penyuluh pertanian PNS dan PPPK.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya SDM pertanian.

“SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/16/kementan-tingkatkan-kompetensi-penyuluh-pertanian-kabupaten-ciamis/

Menurutnya, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

Saat memberikan materi Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluh, Minggu (15/12/2024), Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan peserta untuk terus belajar, memperkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja sebagai penyuluh pertanian melakukan pendampingan kepada petani.

“Tugas penyuluh pertanian adalah meningkatkan motivasi petani yang didampinginya agar bisa meningkat produksi dan produktivitas pertaniannya. Kita harus bisa menjadi bagian dari keberhasilan petani meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya,” tutur Ajat.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi-materi tentang Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), dan Programa Penyuluhan.

Selain itu juga diberikan materi Agen Hayati sebagai Pembenah Tanah dan SOP Budidaya Padi.(***)

Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian Kabupaten Ciamis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai UPT Kementerian Pertanian (Kementan), bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, melaksanakan Training of Trainer (TOT) Budidaya dan Penguatan Kelembagaan Tani Tembakau bagi Penyuluh Pertanian, Petugas POPT dan Penyuluh Pertanian Swadaya.

Kegiatan yang dilaksanakan 9 – 14 Desember 2024, diikuti 40 orang peserta.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya SDM pertanian.

“SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang memberikan materi Kebijakan Pembangunan Pertanian, Selasa (10/12/202), menyampaikan kebijakan dan program Kementerian Pertanian saat ini.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/13/regenerasi-petani-kementan-masifkan-peran-generasi-muda/

Ajat juga memberi motivasi pentingnya peran penyuluh pertanian.

“Tugas penyuluh pertanian adalah meningkatkan motivasi petani yang didampinginya agar bisa meningkat produksi dan produktivitas pertaniannya. Kita harus bisa menjadi bagian dari keberhasilan petani meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya,” ungkap Ajat.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi-materi tentang Persiapan Penyelenggaraan Kegiatan Penyuluhan Pertanian, Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian, Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Penumbuhan dan Pengembangan Posluhdes.

Peserta juga memperoleh materi dari Fasilitator Daerah (Fasda) Perkebunan Provinsi Jawa Barat tentang Dinamika Kehidupan dan Pentingnya Keterbukaan yaitu Motivasi Diri dan Membangun Harapan dan Menemu Kenali Masalah Rumah Idaman Masa Depan (RMD), Pentingnya Kebersamaan dan Filosofi Kemitraan Menyikapi Bantuan dan Motivasi Memperbanyak Sumber Pendapatan.

Materi lainnya adalah Pemantapan Kebersamaan, Penerapan Aturan dan Sanksi Kelompok dan Sepuluh Prinsip Dasar Kelompok Produktif, Sekilas Bagan Organsiasi Kelompok Kewajiban, Hak, Pengurus dan Anggota dan Strategi Dasar Pengelolaan Lahan.

Di penghujung pelatihan, diadakan kunjungan lapang ke Kabupaten Boyolali. Di sana, peserta mempelajari Pengembangan Komoditas Tembakau, Penguatan Kelembagaan Petani Tembakau, dan Pembibitan dan Penanganan OPT Tanaman Tembakau dan SOP Teknis Pengelolaan dan Budidaya Tembakau.(***)

Penyuluh Pertanian Karawang Kompeten, Siap Dampingi Petani Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Kementerian Pertanian, melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, menggelar Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian melalui Sertifikasi Surveilans Pertanian. Kegiatan diikuti 100 orang penyuluh pertanian Kabupaten Karawang, dilaksanakan 9 – 12 Desember 2024 di Front One Akshaya Hotel, Karawang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. “Penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan. Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil," sebutnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan “Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” tutur Santi.

Pada kegiatan sertifikasi kompetensi bagi penyuluh pertanian Kabupaten Karawang, asesor kompetensi merupakan Widyaiswara BBPP Lembang, Dosen Polbangtan Bogor, dan praktisi penyuluh Dinas Pertanian Cirebon dan Kuningan. Metode sertifikasi yaitu pengecekan dokumen-dokumen penyuluhan, wawancara dan praktik penyuluhan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/10/sumber-daya-manusia-pertanian-menjadi-kunci-penggerak-terwujudnya-swasembada-pangan/

Pembukaan kegiatan, Selasa (10/12/2024) oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rohman. Turut hadir Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian dan seluruh asesor kompetensi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rohman menyampaikan rasa bangganya penyuluh pertanian di Kabupaten Karawang dinyatakan kompeten. “Untuk melaksanakan tugas sehari hari diperlukan kompetensi diri. Saya berharap dengan sertifikasi ini penyuluh pertanian lebih profesional, memahami dan menguasai ilmu teknis pertanian," katanya.

“Sertifikasi kompetensi ini bisa membuktikan bahwa kualitas SDM Penyuluh Pertanian di Kabupaten Karawang dapat dipertanggungjawabkan. Penyuluh pertanian diharapkan kompeten untuk membina petani dalam rangka membangun sektor pertanian di Kabupaten Karawang,” tambah Rohman.

Sementara Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika, mengatakan setiap insan pertanian termasuk penyuluh pertanian harus terus belajar meningkatkan kompetensi baik teknis, manajerial, dan sosiokultural. “Ini penting untuk peningkatan kapasitas diri dalam rangka menunjang kinerja pribadi dan instansi,” tutur Ajat.

Seluruh asesi dinyatakan kompeten. Di penghujung kegiatan, salah seorang peserta Dian Eka menyampaikan rasa syukurnya. "Alhamdulillah kami semua dinyatakan kompeten. Ini menjadi motivasi untuk menjalankan tugas lebih baik dan memberi manfaat yang luas bagi petani binaan kami masing-masing di wilayah Kabupaten Karawang. (yoko/che)