17 Mei 2026

KEMENTERIAN PERTANIAN

Mentan Amran Beri Bantuan Santunan Kepada Anak Yatim dan Korban Banjir Longsor Sulsel

TANIINDONESIA.COM//MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengundang sejumlah anak yatim dan keluarga korban banjir longsor Provinsi Sulawesi Selatan ke Kantor Bisnis PT Tiran Grup di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Di sana, mereka langsung diberi bantuan santunan berupa uang pribadi sebesar 10 juta perorang.

Sebagai informasi, Mentan rencananya juga akan menyerahkan bantuan sebesar Rp 6 Milyar yang terdiri dari bibit, benih, pupuk dan juga alat mesin pertanian untuk memulihkan lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor di sana.

"Saya sebenarnya ingin turun langsung mengunjungi saudara-saudara kita di lokasi longsor dan banjir. Tetapi saya masih punya agenda penugasan dari Bapak Presiden berkeliling provinsi, jadi hari ini saya, mengundang saudara-saudaraku korban terdampak bencana ke sini," ujar Mentan, Jumat, 10 Mei 2024.

Mentan mengatakan bantuan pribadi yang diberikan itu diharapkan mampu meringankan beban korban sehingga bisa kembali bangkit dan memperkuat perekonomian di sana yang sempat lumpuh akibat bencana.

"Semoga bisa meringankan beban saudara-saudaraku kita di sana. Mereka semua ini adalah saudara kita, begitu ada bencana kita harus langsung bergerak. Tim kami turun, data semua sektor pertanian yang terdampak. Nanti akan kami beri bibit gratis, traktor gratis, pupuk gratis untuk korban yang terdampak bencana," kata Amran.

Sementara itu, Amran yang juga seorang pengusaha sukses telah menugaskan langsung para relawan kemanusiaan AAS Foundation dan AAS Community untuk turun langsung mengantarkan bantuan kemanusiaan ke lokasi longsor dan banjir.

Baca juga: Siapkan SDM Andal, Kementan Tingkatkan Kompetensi Insan Pertanian

Sebelumnya, AAS Foundation dan AAS Community menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor dengan total sekitar Rp6 Miliar. Dalam pengiriman ini, sebanyak 60 truk diberangkatkan dari AAS Building, Rabu 8 Mei 2024 untuk disalurkan ke wilayah yang terdampak bencana dii kabupaten Luwu, Wajo, Sidrap, dan Enrekang, Sulawesi Selatan.

Terkait bencana ini, Mentan berharap semua pihak memperkuat sinergitas serta mengedepankan semangat persaudaraan demi memulihkan kondisi di sekitar lokasi. Bagi Mentan, yang dibutuhkan saat ini adalah bergandengan tangan dan membantu saudara-saudara sesama yang terkena musibah.

"Saya katakan ini ujian bagi kita. Ini ijian bagi kita semua. Dan apakah dengan ujian ini kita mau menolong? Tentu kita harus menolong karema ini adalah jembatan kita masuk surganya Allah. Kita harus berlomba-lomba masuk surganya Allah," katanya.

Sebagai informasi, tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan diterjang banjir dan longsor hingga mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. Hingga kini, sebanyak 210 warga paling terdampak khusus di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, dievakuasi ke pengungsian sementara.

Tujuh kabupaten yang diterjang banjir dan longsor di Sulsel, yakni Kabupaten Luwu, Sidrap, Luwu Utara, Soppeng, Enrekang, Sinjai, dan Wajo. Dari 15 korban meninggal, ada 13 orang di antaranya di Luwu, sedangkan masing-masing satu warga di Wajo dan Sidrap.

Dongkrak Produksi Beras Jawa Tengah, Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air

TANIINDONESIA.COM//SEMARANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggalakkan program bantuan pompanisasi, khususnya di lahan persawahan tadah hujan. Saat ini giliran Jawa Tengah (Jateng) yang digelontori bantuan pompa air untuk 35 kabupaten/kota. Bantuan pompa air yang sedianya akan diberikan sebanyak 4.000 unit, ditambah menjadi 10.000 unit.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku bangga melihat kekompakan Forum Koumikasi Pinpinan Daerah dan juga semua komponen yang terlibat dalam program Brigade Alsintan untuk Provinsi Jawa Tengah.

“Terimakasih Jawa Tengah sudah luar biasa kompak. Sehingga bantuan kami berikan 100 persen secara langsung, tidak perlu bertahap,” sebut Amran saat memberikan sambutan pada kegiatan Apel Siaga Brigade Alsintan di Lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa, 23 April 2024.

Amran mengatakan pompanisasi ini untuk percepatan tanam sehingga produksi beras nasional pun bisa ikut terdongkrak. Amran optimistis program pompanisasi bisa memacu aktivitas tanam di musim kedua tahun ini agar berjalan lebih cepat dan maksimal.

“Pompanisasi ini kami fokuskan di Pulau Jawa, semua kawasan sentra produksi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Hari ini kita pompa airnya, langsung diolah lahannya dan lusa sudah bisa tanam,” ungkap Amran.

Kementan menfokuskan program pompanisasi di pulau Jawa karena rentang kendali yang dekat. Selain itu, 70 persen produksi beras nasional juga masih ditopang oleh Pulau Jawa.

Pompanisasi dilakukan secara masif karena dapat membantu aktivitas tanam petani di lapangan. Petani akan lebih mudah dan cepat melakukan olah tanah yang diikuti tanam padi nya kemudian.

Gerakan pompanisasi pun diharapkan bisa meningkatkan produksi beras nasional secara signifikan.

“Kita targetkan pompanisasi ini bisa memberikan tambahan minimal 1,2 juta ton beras. Itu minimal. Semoga bisa sampai 1,5 juta ton. Dengan begitu, sebelum tiga tahun kita harapkan bisa swasembada lagi,” tutur Amran.

Baca juga: Percepat Akselerasi Perluasan Areal Tanam di Kabupaten Bandung melalui Pompanisasi

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil mengatakan, selain meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP 200, diharapkan pompanisasi ini memberikan kontribusi produksi maksimal karena memang luas baku sawah kita secara Nasional, Jawa Tengah termasuk dalam peringkat 3 besar nasional.

Ali Jamil mengungkapkan, potensi sawah tadah hujan Jateng sebesar minimal 267.720 hektare. Program pompanisasi ini dirancang untuk meningkatkan indeks pertanaman padi di sawah tadah hujan, termasuk untuk sawah tadah hujan. Dari catatan secara nasional, 7,4 juta hektare luas baku sawah di Indonesia, ada sekitar 36 persen merupakan sawah tadah hujan.

"Artinya ada sekitar 2,7 juta hektare sawah tadah hujan. Nah, dari total secara nasional itu kita intervensi berapa hektare yang memiliki sumber air permukaan khususnnya (seperti Sungai, embung, long storage, dll) dan dapat diairi sawah tadah hujannya menggunakan pompanisasi. Jadi kita bergerak di lahan tadah hujan secara umum," jelasnya.

Lebih lanjut Jamil mengatakan, targetnya pada tahun 2024 hingga bulan Oktober khusus lahan sawah tadah hujan akan dimaksimalkan mencapai satu juta hektare. Dia mengatakan, dengan pemberian bantuan pompa air lahan tadah hujan tersebut dapat ditingkatkan indeks pertanaman (IP) padi diatasnya.

"Target Pak Menteri 1 juta hektare. 500 ribu khusus di pulau jawa ini termasuk Jawa Tengah. Dengan adanya peningkatan produktivitas pertanaman juga akan terjadi peningkatan penghasilan maupun pendapatan masyarakat," pungkas Ali Jamil.

Acara Apel Siaga Alsintan melalui penyerahan secara simbolis bantuan alsintan berupa pompa air ini turut dihadiri PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi termasuk Kapolda Jateng yang diwakili WaKaPolda Jateng dan juga Kajati Jateng.(*)

Upgrade Skill, Kementan Lepas Petani Muda Magang Luar Negeri

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengukuhkan sekaligus melepas Peserta Magang Taiwan Batch-4 Program YESS tahun 2024, Sabtu, (20/04/2024) di Ciawi, Bogor.

Pada Batch-4 ini, program yang merupakan hasil kerjasama BPPSDMP melalui Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) akan memberangkatkan 61 petani muda penerima manfaat program YESS.

Pengukuhan dan pelepasan peserta dilakukan langsung Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi didampingi Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti.

Kepala BPPSDMP pun berbagi tips pada peserta magang.

"Saat saya studi di Jepang, saya langsung bertemu dengan profesor pembimbing saya, dengan keterbatasan bahasa yang saya miliki, nasihat itu akan saya sampaikan pada kalian sekarang (peserta)", tuturnya.

Dedi pun menekankan magang harus segera beradaptasi dengan tiga hal.

"Pertama iklim dan cuaca, Taiwan berada di wilayah peralihan tropis ke subtropis, tidak terlalu dingin tidak sampai turun salju. Kedua makanan, harus dapat beradaptasi dengan makanan, jangan ragu yang penting makanan halal, ikan dan ayam banyak dan Taiwan sangat peduli tentang status halal. Makanannya enak-enak tidak kalah dengan rawon atau rujak cingur. Sedangkan yang ketiga, carilah teman orang Taiwan sebanyak banyaknya. Bagaimana caranya, kuasai bahasa. Dengan banyak praktek bicara, jangan takut kalau pelafalan nya salah, mereka mengerti," papar Dedi.

Baca juga: Hari Pertama Kerja, Mentan Tancap Gas Cetak Sawah 500 ribu Ha di Merauke

Dedi juga mengingatkan para peserta jika mereka adalah duta bangsa, bukan duta Jawa Barat atau Jawa Timur.

"Ingat, tujuan kalian dikirimkan kesana, sebagai peserta magang, untuk magang, bekerja, belajar, menimba ilmu untuk nantinya pengalaman dan ilmu tersebut diterapkan di tempat asal. Taati peraturan dan norma hukum di sana," tuturnya.

Menurutnya, budaya Taiwan adalah kerja keras, kinerja orang orang sana baik di perkantoran atau di sawah luar biasa.

"Jadi kalian harus siap untuk kerja keras. Kerja keras dan mentaati peraturan dan norma hukum di Taiwan, kalian sanggup? yang di jawab oleh seluruh para peserta magang dengan semangat," ujarnya

Kapusdiktan, Idha Widi Arsanti menjelaskan jika durasi magang berlangsung selama satu tahun dan tidak tertutup kemungkinan diperpanjang dan menjadi Specialized Skill Worker (SSW).

"Di sana mereka akan belajar proses agribisnis dari hulu sampai akhir, dari produksi sampai dengan marketing. Dan pada akhirnya bagaimana kita menciptakan pelaku agribisnis indonesia, dari petani muda ini," katanya.

Ia menambahkan, Pada tahun 2023 BPPSDMP melalui program YESS telah mengirimkan peserta Magang Taiwan sejumlah 99 orang dan tahun 2024 ini akan diberangkatkan 61 orang serta direncanakan pada bulan Oktober 2024 akan ada pemberangkatan kembali sejumlah 40 orang.

"Para peserta magang dari Indonesia bersaing dengan peserta dari negara lain, dan perusahaan penerima peserta memang lebih menyukai peserta dari Indonesia karena dinilai taat dan penurut," tutupnya.(***)

Hari Pertama Kerja, Mentan Tancap Gas Cetak Sawah 500 ribu Ha di Merauke

TANIINDONESIA.COM//MERAUKE - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung melakukan cetak sawah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Kegiatan ini merupakan hari pertama kerja usai mengisi libur panjang pada momen Hari Raya Idul Fitri 2024.

Di lokasi cetak sawah 500 ribu Ha Papua Selatan tersebut Mentan bersama jajaran pemda dan para petani setempat bergerak menggarap lahan potensial di Kabupaten Merauke.

"Dulu kami rintis disini sawah 10 ribu hektare dan sekarang produksinya sudah 6 ton per hektare, jadi sudah berhasil. Dulu rencana kita kembangkan 1 juta hektare dan sekarang kita merintis 500 ribu hektare. Ini kita proyeksikan menjadi lumbung pangan masa depan," ujar Mentan, Selasa, 16 April 2024.

Mentan mengatakan, potensi pertanian di Kabupaten Merauke sangatlah besar terutama dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya di Indonesia bagian timur. Apalagi, saat ini hampir semua negara di dunia tengah dilanda el nino panjang yang membuat produksi mengalami penurunan.

Baca juga: Kadis Pertanian Kabupaten Bandung Apresiasi Upaya Kementan Tambah Pupuk Bersubsidi

"Potensinya luar biasa. Disini, airnya melimpah. Nah ini kita jadikan kekuatan kita untuk panen. Di saat ini ada el nino, kemudian krisis pangan dunia ini sangat strategis sehingga insya allah ke depan kita tingkatkan indeksnya," katanya.

Untuk diketahui, Kabupaten Merauke sendiri dikenal sebagai etalase perdagangan dan transportasi di wilayah Indonesia Timur, wilayah Pasifik dan Rumpun Melanesia. Merauke merupakan kabupaten di Papua Selatan dengan potensi lahan pertanian 1,2 juta hektare.

Provinsi Papua Selatan terdiri dari 4 kabupaten, 74 distrik, 13 kelurahan, dan 674 kampung. Sedangkan populasi di Merauke mencapai 243.722 jiwa dengan total luas wilayah mencapai 127.280,69 kilometer.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan arahan Mentan Amran terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Merauke. Dia mengatakan, wilayahnya merupakan penunjang bagi kebutuhan pangan di Papua.

Saat ini, pemerintah juga tengah menyiapkan pertanian organik sebagai solusi pertanian berkelanjutan yang lebih sehat. Selain itu, kata Romanus, pihaknya telah menyiapkan dukungan infrastruktur irigasi untuk target produksi yang lebih besar.

Romanus menambahkan, dukungan terhadap sektor pertanian juga akan dilanjutkan dengan kehadiran Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra yang direncanakan akan hadir pada Rabu, 16 Arpil besok.

"Hari ini Mentan dan besok Wamenhan akan tiba di Merauke dalam rangka mensukseskan program food estate di Merauke. Jadi sekali lagi, terimakasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas dukungan dan arahan terhadap jalannya pembangunan pertanian di wilayah Merauke. Ke depan, kami siap menjadikan pertanian sebagai solusi masa depan yang berkelanjutan," jelasnya.(***)

Jaga Pasokan Beras, Kementan dan Pemkab Bantul Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi

TANIINDONESIA.COM//BANTUL - Upaya menjaga ketersedian pangan bagi masyarakat terutama beras sebagai bahan pokok, terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Melalui Unit Pelaksana Teknis Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Kementan dan Pemerintah Kabupaten Bantul melaksanakan Gerakan Percepatan Tanam Padi Tahun 2024 di Pundong, Bantul, Kamis (7/3/2024).

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pundong, Lurah Kelurahan Srihardono, Panewu Pundong dan Ketua Kelompok Tani serta Gabungan kelompok Tani Setempat.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, salah satu target yang akan dicapai Kementan adalah mencapai kembali swasembada, khususnya beras. Menurutnya, untuk mencapai hal tersebut semua pihak harus bergerak bersama.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan dalam kondisi apapun pangan tidak boleh bermasalah.

"Tugas kita adalah memastikan pangan tersedia untuk masyarakat. Oleh sebab itu, dalam kondisi apapun pangan tidak boleh bermasalah, pangan tidak boleh bersoal," ujarnya.

Direktur Polbangtan YOMA, yang diwakili Koordinator Pengabdian Masyarakat Ina Fitria Ismarlin, mengatakan Gerakan Percepatan Tanam Padi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi pangan, khususnya padi untuk menjaga kestabilan harga dan menekan impor kebutuhan pangan nasional.

“Percepatan waktu tanam dan penambahan luas tanam merupakan solusi yang dipilih Pemerintah dalam upaya menggenjot produksi setinggi-tingginya menuju swasembada,” ujar Ina.

Baca juga: Kembangkan Inovasi Olahan Aloevera, Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Juara Kewirausahaan

Kegiatan percepatan tanam dilakukan berdasarkan arahan Menteri Pertanian untuk mendukung optimalisasi lahan pertanian melalui peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan khususnya padi selama Masa Tanam 2 (MT 2) April – September (Asep).

“Ini adalah upaya untuk memaksimalkan musim hujan mengingat beberapa bulan lalu Indonesia terdampak oleh perubahan iklim El Nino. Kabupaten Bantul pada masa tanam 1 (MT 1) Oktober - Maret lalu masih menyisakan hutang luas tanam padi sekitar 5000 ha. Hal ini disebabkan akibat kemarau panjang dan sulitnya pengairan,” terangnya.

Percepatan tanam, kata Ina, juga diharapkan akan berpengaruh terhadap peningkatan indek pertanaman atau IP.

“Dengan adanya kegiatan percepatan tanam dan penggunaan varietas padi unggul sangat genjah, petani dapat menikmati panen padi setahun 4 kali. Hal ini akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan adanya pemanfaatan alsintan mulai dari alat mesin tanam sampai dengan pasca panen, ketersediaan saprodi pertanian dan jaringan irigasi yang baik,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan pihaknya terus menerus berupaya mengoptimalkan produktivitas lahan di wilayahnya demi menunjang ketersedian pasokan beras.

“Kita ketahui bahwa konsumsi (beras) lebih tinggi dibanding luasan (produksi) sawah kita. Jadi kita harus upayakan tidak boleh ada lahan bero (menganggur). Beberapa wilayah di Bantul sudah panen pada bulan Februari lalu, dan pada Maret ini langsung kita himbau untuk tanam,” ujar Joko.

Gerakan Percepatan Tanam ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan beras di wilayah D.I. Yogyakarta. Mengingat Kabupaten Bantul merupakan salah satu penyangga pasokan beras di wilayah DIY, khususnya Kota Yogyakarta.

“Sejauh ini produksi padi di Kabupaten Bantul surplus, dan kita masih menjadi penyangga untuk kebutuhan beras di Kota Yogyakarta,”terangnya.

Pihaknya juga mendorong petani untuk mendongkrak produksi melalui IP 400, “kita upayakan setahun tanam 4 kali, panen 4 kali. Meskipun prakteknya memakan waktu 13 bulan,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan kepada para petani yang hadir agar tidak meragukan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam sektor pertanian, “Sektor pertanian merupakan salah satu sektor prioritas karena menjadi salah satu penyumbang yang cukup besar untuk pendapatan daerah,” tandasnya.

Dirinci oleh Joko, bahwa komitmen tersebut ditunjukkan oleh beberapa program yang dilaksanakan antara lain yaitu upaya regenerasi SDM pertanian dengan penerapan mekanisasi pertanian, perbaikan jaringan tersier dan sekunder sepangan 1,2 juta meter, dan mengawal ketersediaan pupuk untuk tanam.

Tingkatkan Produktivitas, Kementan Beberkan 5 Kunci Pemupukan

TANIINDONESIA.COM//CIAWI - Hantaman elnino berdampak pada produktivitas sektor pertanian. Bergesernya masa tanam dan masa panen menyebabkan kelangkaan beras dipasaran yang menyebabkan harga beras naik secara signifikan dan mendorong harga-harga komoditas lainnya naik sehingga memicu terjadinya inflasi.

Menghadapi fenomena ini, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan strategis utamanya padi dan jagung. Menggerakkan sumberdaya manusia (SDM) pertanian khususnya Penyuluh Pertanian, Widyaiswara, Guru dan Dosen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan dalam satu tahun ini pihaknya focus menggerakkan SDM pertanian untuk mendongkrak produktifitas untuk menjaga ketersediaan pangan di Indonesia.

“Kita fokus meningkatkan produksi dan produktivitas pangan Indonesia. Kita tidak sendiri ada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mendampingi para petani di lapangan," kata Amran.

“Sedangkan masalah utama dalam penurunan produksi adalah pupuk, keterbatasan alsintan serta kesulitan benih. 2019-2022 swasembada kita raih 2 kali dan menurun karena El Nino, tapi saat ini kita bersinergi untuk meraih kembali swasembada,” sambungnya.

Tentunya hal ini menuntut peningkatan kinerja penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian sebagai fungsi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui pendampingan efektif kepada pelaku usaha tani di lapangan”, jelas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi saat menjadi narasumber pada Training of Trainer Pupuk Subsidi dan Peningkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional di BBPMKP Ciawi (20/02/2024) mengatakan bahwa saat ini 10 negara sudah mengalami krisis pangan akibat dampak covid, climate change dan El Nino.

Bahkan Myanmar dan Vietnam yang merupakan negara produsen, menahan beras mereka untuk ekspor untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri.

Baca juga: Genjot Produksi Padi dan Jagung Nasional, Kementan Siapkan SDM Unggul

“Peningkatan produktivitas dan produksi pertanian diantaranya tersedianya sarana prasarana pertanian seperti pupuk, benih, pestisida, irigasi, asuransi selain itu petani mengerti memahami informasi teknologi pertanian. Salah satunya dengan menggunakan varietas tinggi dan yang terpenting pastikan penyuluh pertanian mendampingi petani dalam implementasi teknologi pertanian,” ujar Dedi.

Terkait pupuk, Dedi membeberkan 5 kunci utama dalam pemupukan. “Kunci sukses dalam pemupukan adalah 5 T. T yang pertama adalah tepat jenis, pada saat pemupukan harus tepat menentukan jenis pupuk apa yang dibutuhkan oleh tanaman. T kedua adalah tepat dosis. Tepat dosis memiliki tujuan agar dosis yang diberikan ke tanaman tidak terlalu banyak atau tidak terlalu sedikit. Jika pemberian pupuk sedikit, tanaman masih kekurangan unsur yang dibutuhkan. Jika terlalu banyak tanaman akan overdosis dan bisa menjadi toksik”, papar Dedi.

Dihadapan peserta ToT, Dedi menambahkan 3 T lainnya, yakni tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran. Pemberian pupuk hendaknya dilakukan dengan baik dan benar. Misalnya, disesuaikan kapan tanaman ini membutuhkan asupan lebih unsur hara.

Hal ini bertujuan agar tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Lokasi dan tempat penanaman pun perlu diperhatikan. Contohnya, jika lokasi pemupukan terletak pada ketinggian dan kecepatan anginnya sangat besar, tidak disarankan menggunakan pupuk cair dan disemprotkan. Pemupukan juga harus memperhatikan cara peletakan pupuk pada tanaman. Sebab, hal ini bisa memengaruhi hasil penyerapan pupuk pada tanaman. Dan kunci yang terakhir adalah pemupukan harus sesuai dengan ketentuan. Cara pemberian pupuk yang salah dapat membuat pupuk terbuang sia-sia ataupun tercuci oleh air dan teridentifikasi.

Di akhir materi, pria yang akrab disapa Prof ini meminta seluruh peserta ToT memasifkan informasi terkait pertanian khususnya pemanfaatan pupuk guna peningkatan produktifitas pertanian khususnya padi dan jagung.(***)

Kementan Ajak Petani Muda Berpartisipasi di YAA Lahan Rawa 2024

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dan Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), akan menyelenggarakan Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) Tahun 2024 dan YAA Lahan Rawa Tahun 2024, untuk memilih 50 duta petani muda Program YESS. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang dilangsungkan, Senin (12/2/2024), di Jakarta.

Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, salah satu fokus Kementerian Pertanian adalah pemenuhan kebutuhan pangan dan mencapai kembali swasembada pangan yang pernah diraih pada 2017, 2019 dan 2020.

“Salah satu program untuk mencapai hal tersebut melalui optimalisasi pemanfaatan lahan rawa dalam peningkatan produksi pangan. Program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, penyuluh dan petani khususnya petani muda,” tuturnya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan mensupport penuh upaya peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi lahan rawa.

“Young Ambassador Agriculture merupakan kegiatan pemilihan dan pelatihan petani atau pengusaha muda sektor pertanian dari seluruh Indonesia, untuk dapat menjadi duta Program YESS. Tujuannya mempromosikan dan mengajak kaum muda di wilayah Program YESS untuk terlibat secara aktif di sektor pertanian,” tutur Dedi.

Ia juga menjelaskan jika Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) adalah program kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).

“Partisipasi aktif sasaran program yaitu petani muda terus didorong dalam rangka mencapai target tersebut,” lanjutnya.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti menjelaskan secara detail tema dan mekanisme pemilihan.

Baca juga: Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Tekuni Kultur Jaringan dan Budidaya Kopi di BBPP Kementan

Dijelaskannya, Young Ambassador Agriculture merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dari Pusdiktan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

“Kegiatan pemilihan YAA YESS rutin dilakukan sebagai upaya menggaungkan peran generasi muda, dalam pembangunan pertanian. Sekaligus upaya mempromosikan modernisasi dan peran generasi muda di sektor pertanian,” terang Santi.

Menurutnya, tema Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) Lahan Rawa tahun ini adalah Masa Depan Pertanian yang Berkelanjutan.

“Kegiatan ini akan memberikan kesempatan bagi petani muda yang memiliki visi dan komitmen untuk mengubah lanskap pertanian, terutama di daerah rawa, untuk mendaftar dan mempresentasikan ide-ide mereka. Para peserta akan dinilai berdasarkan kriteria-kriteria seperti inovasi, keberlanjutan, dampak sosial, dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Santi menambahkan, tujuan penyelenggaraan pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) Tahun 2024 untuk petani muda lahan rawa untuk menyoroti peran penting para petani muda dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di masa depan.

Ia menjelaskan, petani muda memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan global, khususnya di tengah tantangan perubahan iklim dan penurunan produktivitas lahan pertanian.

“Melalui pemilihan ini, kami berharap untuk mengidentifikasi, menghargai, dan mendukung para petani muda yang berdedikasi dalam mengelola lahan rawa dengan cara yang inovatif dan berkelanjutan,” kata Santi lagi.

“Kami mengundang seluruh petani muda yang bersemangat dan memiliki bakat dalam mengelola lahan rawa untuk berpartisipasi dalam pemilihan ini. Bersama-sama, mari kita bangun masa depan pertanian yang lebih baik dan lebih berkelanjutan,” imbuhnya.

Selain untuk merubah persepsi kaum muda atas sektor pertanian menjadi lebih baik, menurut Santi, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi mereka untuk terjun ke sektor pertanian dan maju di usia muda.

“Calon Young Ambassador Agriculture (YAA) akan mengikuti pembekalan (bootcamp) selama 5 (lima) hari yang dilaksanakan oleh Tim Instruktur. Materi pembekalan meliputi: Wawasan Bisnis, Kemampuan Berkomunikasi di depan Publik, Pemahaman Media dan Kepemimpinan,” katanya.

50 Young Ambassador Agriculture (YAA) akan terpilih setelah melalui beberapa tahapan seperti seleksi administrasi, seleksi potensi, bootcamp, dan tahap penjurian.

Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) Tahun 2024 ini diharapkan dapat menularkan dan meresonansi semangat berwirausaha di bidang pertanian bagi generasi muda lainnya.(***)

Mentan Ajak Insan Pertanian Sulawesi Tenggara Lanjutkan Swasembada

TANIINDONESIA.COM//KONAWE - Rangkaian kegiatan Pembinaan Petani dan Penyuluh Kementerian Pertanian berlanjut ke Sulawesi Tenggara. Kegiatan dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Konawe, Kamis (11/1/2024).

Pembinaan yang mengangkat tema 'Dukungan Penyuluh Pertanian dan Petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Provinsi Sulawesi Tenggara', dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwansyah Taridala mewakili Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, bersama 2500 petani, penyuluh pertanian dan Babinsa wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat,Kalimantan Tengah, Jawa Tengah (Pekalongan), Lampung, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah (Banyumas).

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengajak para insan pertanian untuk melanjutkan swasembada pangan seperti yang pernah dilakukan tahun 2017, 2019 dan 2020 lalu.

Menurutnya, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang begitu kaya akan pangan lokal seperti jagung, ubi dan sagu.

Amran yang bertemu langsung dengan seluruh Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Tenggara, juga memberikan sejumlah motivasi.

“Saya yakin Indonesia bisa swasembada di Sulawesi Tenggara. Terlebih Konawe merupakan lumbung pangan untuk wilayah Sulawesi Tenggara. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan bangsa, kita swasembada yang bekerja adalah Kita, Petani Penyuluh, untuk itu harus kita lanjutkan,” ujarnya.

Baca juga: Awali Tahun 2024, Polbangtan Kementan Pacu Kinerja Pegawai

Dalam kesempatan itu, Mentan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyuluh pertanian se-Sulawesi Tenggara yang telah memberikan dukungan aktif dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Mentan Amran juga menyebut Petani dan Penyuluh sebagai pahlawan pangan Indonesia. Ia mengaku dulunya pernah menjadi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan kembali menjadi Menteri Pertanian untuk bekerja bersama PPL membantu aktivitas produksi petani dilapangan.

“Saya ini dulu PPL, PPL adalah pelayan petani Indonesia, saya kembali (menjadi Menteri Pertanian) untuk anda, kalian semua pahlawan pangan Indonesia, kami terbiasa kerja hingga ke pelosok sampai ke ujung, kami ingin petani merasakan kehadiran pemerintah,” tuturnya.

Hal yang menarik pada kegiatan itu, Mentan Amran secara tidak terduga bertemu sahabat lamanya sesama rekan penyuluh yang 20 tahun lalu sama sama bertugas (di Konawe) menjadi penyuluh lapangan, Anto dan Antonius.

Keduanya diminta Amran untuk naik keatas panggung berdialog dan bernostalgia mengenang masa sulit menjadi penyuluh pertanian.

"Saya di sini bukan untuk mempermalukan teman-temanku ini, tapi hanya ingin bernostalgia menceritakan perjalanan hidup, masa masa sulit menjadi penyuluh sekaligus memotivasi yang hadir di sini. Bahwa disiplin dan kerja keras adalah kunci kesuksesan apapun yang kita kerjakan," katanya.

"Mau sukses? Jangan meminta minta. Mau sukses? Kerja keras dan Jangan pernah mengambil yang bukan haknya," imbuhnya.

Sedangkan Anto dan Antonius tidak mengira akan dipanggil oleh Mentan Amran keatas panggung. mereka senang Amran masih mengingat mereka.

Keduanya mengaku mengenal sosok Amran sebagai pekerja keras sejak muda, sekaligus disiplin. Mereka tidak heran kalau Amran Sulaiman bisa menjadi Menteri Pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Sulawesi Tenggara serta untuk memotivasi para petani dan pihak terkait, penyuluh pertanian merupakan garda terdepannya.

Karena itu, penyuluh adalah kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

"Penyuluh harus mendampingi petani dalam mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi dan jagung. Melalui pertemuan ini diharapkan para petani dan penyuluh pertanian dapat berkolaborasi dilapangan untuk mengenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan," sebut Dedi.

Sebagai informasi, kegiatan pembinaan penyuluh dan petani ini diawali dengan Bimbingan Teknis Gerakan Tani Pro Organik Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung, peninjauan pameran produk-produk pertanian maupun hasil olahan dari Dinas Pertanian, Pengelola P4S dan UPT lingkup Kementan. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penebusan pupuk bersubsidi melalui KTP dan penyerahan sejumlah bantuan.(***)

Awali Tahun 2024, Polbangtan Kementan Pacu Kinerja Pegawai

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) mengawali tahun 2024 dengan melaksanakan Pembinaan Pegawai dan Sosialisasi Surat Keputusan (SK) Personalia, Senin (8/1/2024).

Agenda tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mencapai target kerja tahunan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, salah satu target yang akan dikejar ditahun 2024 adalah mengejar swasembada pangan, khususnya komoditas padi dan jagung.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM Kementan harus bisa cepat beradaptasi dengan situasi agar bisa memaksimalkan pencapaian.

"SDM Kementan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan jaman, dengan kemajuan teknologi dan informasi," tuturnya.

Dedi menambahkan, SDM memegang peran penting dalam kemajuan pembangunan pertanian.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan evaluasi kinerja Polbangtan YOMA tahun 2023 yang meliputi pencapaian prestasi dan juga poin-poin koreksi.

“Tahun 2023 telah kita lalui dengan berbagai dinamika. Apa yang sudah kita kerjakan jika dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan berserah diri maka apa yang dicita-citakan akan terkabul," kata Bambang.

Prestasi yang berhasil dicapai selama tahun 2023, dipaparkan oleh Bambang antara lain, Polbangtan YOMA berhasil meraih Juara I KIP tingkat Eselon II Kementerian Pertanian, Terakreditasinya seluruh program studi, dan tercapainya target serapan anggaran.

“Dengan digabungnya satker Yogyakarta dan Magelang dalam Penilaian Keterbukaan Informasi Publik, kita berhasil menjadi yang terbaik di lingkup Eselon II. Semua program studi juga kini sudah terakreditasi. Tapi, perlu kita ingat bahwa mempertahankan itu lebih sulit, dibanding meraihnya,” ujar Bambang.

Baca juga: Wamentan Akan Terus Tingkatkan SDM untuk Akselerasi Sektor Pertanian di Sorong

Sementara evaluasi tahun 2023 yaitu belum tercapainya target penilaian zona Integritas dan ada beberapa kegiatan yang belum berhasil dilaksanakan karena adanya refocussing anggaran.

“Refocussing anggaran akan terus berlanjut, oleh karena itu kegiatan harus terdistribusi dengan baik sejak awal tahun, jangan sampai tertumpuk di belakang namun juga tetap tertib administrasi,” tutur Bambang lagi.

Ia berharap capaian dan evaluasi Tahun 2023 ini dapat menjadi motivasi agar Polbangtan YOMA lebih baik di Tahun 2024. Disampaikan juga oleh Bambang bahwa pergeseran personil dalam suatu organisasi adalah hal yang lumrah.

“Mutasi, rotasi, dan promosi, maupun kaderisasi merupakan hal biasa dan bagian dari dinamika institusi serta pengembangan karir pegawai. Saya juga berpesan kepada para senior, untuk dapat memberikan kepercayaan dan membimbing para juniornya,” pesan Bambang.

Kepala Bagian Umum Polbangtan YOMA, Hari Sudharto, turut menjabarkan bahwa Kinerja realisasi anggaran Polbangtan YOMA sudah sangat baik yaitu 99.68% untuk satker Magelang dan 99.27% untuk satker Yogyakarta.

Sementara capaian kinerja PNBP mencapai 106.38% untuk satker Magelang dan 100% untuk satker Yogyakarta.

Ia menyampaikan bahwa seluruh pegawai diharapkan dapat menjaga integritas dan meningkatkan kinerja pada tahun 2024 ini.

“Kita sebagai bagian dari Kementerian Pertanian turut bertanggungjawab dalam mengembalikan kepercayaan publik dengan menunjukkan kinerja dan integritas yang baik serta mendukung kebijakan nasional pertanian,” pungkasnya.(***)

Wamentan Akan Terus Tingkatkan SDM untuk Akselerasi Sektor Pertanian di Sorong

TANIINDONESIA.COM//SORONG - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengatakan akan terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengakselerasi pertanian di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Menurut Wamentan, Kabupaten Sorong memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Namun hal tersebut perlu didukung oleh SDM yang mumpuni, terutama dalam mentransformasikan teknologi pertanian.

"Potensi Sumber Daya Alam pertanian di Kabupaten Sorong ini luar biasa ya, namun kita akan terus tingkatkan SDM-nya. Karena tanpa adanya SDM yang mumpuni dan transformasi teknologi pertanian yang maksimal, itu akan menjadi hambatan kita dalam mengakselerasi pertanian di Kabupaten Sorong," kata Wamentan usai panen cabai dan tomat di Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Kamis (28/12/2023).

Baca juga: Genjot Produksi Padi-Jagung, Cara Kementan Hadapi Ancaman El Nino

Wamentan Harvick menambahkan peningkatan SDM tersebut akan dilakukan dengan berbagai pelatihan, mulai dari budidaya hingga hilirisasinya. Sehingga dapat menarik minat anak-anak muda di Sorong untuk terjun ke sektor pertanian.

Plh Bupati Sorong, Cliff A Japsenang mengungkapkan saat ini daerah telah ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sebagai sentra pertanian.

Meski demikian, ia mengaku bahwa masih terdapat berbagai keterbatasan untuk mengakselerasi sektor pertanian, seperti kurangnya regenerasi petani muda hingga tata niaga petani yang masih sangat lemah.

Di samping ada keunggulan, kami juga memiliki kelemahan dari sisi SDM, teknologi, digitalisasi, yang belum dikuasai oleh para petani. Untuk itu, kami berharap bapak Wamentan dapat memberikan dukungan kepada SDM pertanian di Kabupaten Sorong," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamentan Harvick didampingi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi melakukan dialog dengan sejumlah kelompok tani maupun para penyuluh. Wamentan juga turut meninjau Digital Farming Bendungan Klawalu yang dikelola oleh Kelompok Tani Harapan Gawe Makmur.(***)