5 Agustus 2026

Tak Sekedar Lulus! 163 Mahasiswa Polbangtan Kementan Kantongi Bekal Kompetensi untuk Taklukkan Dunia Kerja

0
IMG-20260804-WA0015

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Bukan sekadar lulus kuliah, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) dibekali kompetensi yang diakui dunia kerja. Sebanyak 163 mahasiswa mengikuti tiga program sertifikasi kompetensi sekaligus sebagai langkah strategis memperkuat daya saing lulusan di tengah tuntutan sektor pertanian yang semakin modern dan dinamis.

Sertifikasi kompetensi tersebut digelar selama empat hari di Kampus Kusumanegara, Yogyakarta, bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Prodigi. Program ini menjadi bagian dari komitmen Polbangtan Yoma dalam memastikan mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan dan sikap kerja sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional.

Sebanyak 35 mahasiswa semester VIII Program Studi Agribisnis Hortikultura mengikuti sertifikasi kompetensi bidang Digital Retail Marketing. Sementara itu, 61 mahasiswa semester VI Program Studi Agribisnis Hortikultura mengikuti sertifikasi kompetensi bidang Kewirausahaan Industri.

Adapun 67 mahasiswa semester VI Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan mengikuti sertifikasi kompetensi bidang Penyuluh Pertanian Supervisor.

Tiga skema sertifikasi yang dilaksanakan secara bersamaan ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan lulusan agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk menjadi profesional maupun menciptakan lapangan pekerjaan.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan pertanian modern dan pencapaian swasembada pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“SDM adalah elemen krusial dalam pembangunan pertanian. Kita bertanggung jawab mencetak SDM berkualitas dan kompeten,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, pembangunan pertanian yang maju dan modern tidak akan terwujud tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sebagai kunci dalam mendorong produktivitas dan kualitas sektor pertanian Indonesia.

“Kami bergerak untuk mencetak SDM pertanian kompeten, tersertifikasi, dan berdaya saing untuk mendukung swasembada pangan,” tegas Idha.

Baca Juga: Olah Salak dan Singkong, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ciptakan Olahan Pangan Bernilai Jual Tinggi

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas SDM akan terus dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian.

Sementara itu, Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Menurutnya, sertifikasi tidak hanya mengukur kemampuan teknis, tetapi juga mencakup sikap dan kesiapan kerja.

“Dengan bimbingan dari para asesor, kami berharap lulusan bisa membuka lapangan pekerjaan maupun menjadi job seeker yang berkualitas. Para asesi pun harus melaksanakan proses ini dengan penuh tanggung jawab,” pesan Endah.

Direktur LSP Prodigi, Aditya D. Devianto, menilai sertifikasi kompetensi dapat memberikan dampak signifikan terhadap profil lulusan Polbangtan Yoma.

“Kami amat yakin, dalam kondisi global atau regional apa pun, dengan dinamika politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang ada, profil alumni Polbangtan Yoma akan bermental petarung, tangguh, dan kompetitif di lingkungan kerja sebagai profesional maupun dalam merintis serta mengembangkan usaha atau bisnis sendiri,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen, peserta yang dinyatakan kompeten oleh LSP akan direkomendasikan untuk memperoleh sertifikasi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Rangkaian sertifikasi kompetensi tersebut ditutup oleh Direktur LSP Kementerian Pertanian yang diwakili Ketua Kelompok Sertifikasi Profesi dan Akreditasi Pertanian, Eka Herissuparman, Jumat (31/7/2026).

“Selamat kepada seluruh asesi yang sudah dinyatakan lulus dan kompeten. Selanjutnya, kita semua telah berupaya meningkatkan level SDM pertanian, salah satunya melalui sertifikasi ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman di bagian pendidikan karena telah berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM pertaniannya,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan tiga sertifikasi kompetensi sekaligus, Polbangtan Yoma kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan daya saing.

Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, berwirausaha, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian dan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *