15 April 2026

Polbangtan

Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM, Magelang — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang melaksanakan tahapan wawancara bagi 268 calon mahasiswa baru jalur undangan yang berasal dari SMK pertanian dan anak petani berprestasi.

Wawancara dilakukan secara daring dari dua lokasi, yakni kampus Kusumanegara Yogyakarta dan kampus Tegalrejo Magelang, pada 7–9 April 2026.

Dari total sekitar 600 pendaftar, sebanyak 282 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, 280 peserta mengikuti psikotes secara daring, dan 272 orang memilih jadwal wawancara. Dari jumlah tersebut, 268 peserta tercatat mengikuti proses wawancara.

Tahapan wawancara ini menjadi bagian penting dalam seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk memastikan calon mahasiswa memiliki minat, komitmen, dan potensi di sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong regenerasi petani.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sebagai kebutuhan mendesak bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

Sementara itu, Wakil Direktur III Polbangtan Yoma, Abu Zaenal Zakariya, menegaskan bahwa proses wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam potensi peserta, mulai dari minat, bakat, hingga komitmen mereka terhadap sektor pertanian.

“Wawancara ini penting untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesungguhan dalam mengembangkan pertanian serta mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan di Polbangtan Yoma tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kejujuran.

Polbangtan Yoma menargetkan lulusan yang mampu menjadi petani modern dan inovatif, serta berkontribusi dalam peningkatan produksi di berbagai subsektor, seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Dengan bekal pengetahuan dan karakter yang kuat, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.(*)

Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Bantul– Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan bagi calon mahasiswa Jalur Undangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) telah dilaksanakan pada tanggal 13–15 April 2026 di RSPAU Hardjolukito. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan calon mahasiswa yang diterima memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik sebagai syarat utama dalam mengikuti pendidikan vokasi di bidang pertanian.

Sebanyak 144 peserta dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, namun yang hadir tercatat sebanyak 129 orang, sementara 15 peserta tidak hadir. Secara umum, ketidakhadiran peserta disebabkan karena bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah di masing-masing daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan, Wakil Direktur III, Kepala Kelompok Substansi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (Kelsi AAKA), panitia PMB Polbangtan, serta orang tua calon mahasiswa yang turut mengantar peserta.

Dalam keterangannya, Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S menyampaikan komitmennya dalam mendukung proses seleksi kesehatan calon mahasiswa. “Kami memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara profesional dan sesuai standar medis, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar yang akurat dalam menentukan kelayakan peserta,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan juga menegaskan pentingnya tahapan ini dalam proses seleksi mahasiswa baru. “Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan calon mahasiswa siap mengikuti pendidikan vokasi yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Selain itu, peserta tes kesehatan berikutnya dari jalur umum seluruhnya akan melaksanakan pemeriksaan di RSPAU Hardjolukito,” ungkapnya.

Baca Juga: Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi beberapa aspek utama, yaitu:

**1. Fisik Diagnostik**, meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, tensi atau nadi, gigi dan mulut, THT, bedah, kulit, penyakit dalam, mata (termasuk buta warna), paru atau thorax, serta neurologi atau saraf.

**2. Laboratorium**, meliputi pemeriksaan darah rutin, urine rutin, narkoba (5–7 parameter), fungsi hati (SGOT/SGPT), fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), HBsAg, gula darah sewaktu (GDS), EKG atau rekam jantung, serta pemeriksaan kehamilan bagi peserta perempuan.

**3. Rohani/Jasmani**, meliputi tes kejiwaan menggunakan MMPI-2 Dewasa yang dilanjutkan dengan wawancara kejiwaan, serta tes kebugaran.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis profesional guna memastikan setiap calon mahasiswa memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi, mengingat tuntutan fisik dan mental dalam pendidikan serta praktik di bidang pertanian yang cukup tinggi.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menyiapkan SDM pertanian yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan tangguh. “Pembangunan pertanian membutuhkan generasi muda yang kuat secara fisik dan mental. Oleh karena itu, proses seleksi seperti pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas SDM pertanian ke depan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kualitas lulusan Polbangtan sangat ditentukan sejak proses seleksi awal. “Kami berkomitmen mencetak SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan siap terjun langsung ke lapangan. Kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan vokasi pertanian,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Polbangtan Yoma dapat memperoleh calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat dan siap menjalani proses pendidikan serta berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian ke depan.(*)

Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma), salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, memperkuat proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 melalui kerja sama strategis dengan RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai lokasi pelaksanaan tes kesehatan, psikologi, dan kebugaran.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus Polbangtan Yoma, Jalan Kusumanegara No.2, Yogyakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, bersama Direktur RSPAU Hardjolukito, Margono Gatot S pada Senin, 6 April 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang prima. Proses seleksi akan mengacu pada standar pemeriksaan nasional yang komprehensif.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, pembinaan karakter, disiplin, dan kesiapan mental perlu ditanamkan sejak dini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. Anak-anak harus disiapkan sejak awal dengan disiplin dan semangat untuk meraih masa depan,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani unggul dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kebutuhan pangan terus meningkat, sehingga diperlukan SDM pertanian yang sehat, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyampaikan optimisme bahwa kerja sama ini akan menghasilkan proses seleksi yang lebih berkualitas. Ia menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan meliputi tes fisik diagnostik, laboratorium, elektrokardiogram (EKG), kesehatan jiwa, serta uji kebugaran.

Baca Juga: Gaspol, Pasca Idul Fitri Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Tingkatkan Kinerja

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima benar-benar siap secara fisik dan mental untuk mengikuti pendidikan vokasi pertanian,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Polbangtan Yoma telah bekerja sama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dalam pembinaan karakter mahasiswa, sehingga sinergi dengan RSPAU menjadi kelanjutan dalam penguatan kualitas input mahasiswa.

Sementara itu, Direktur RSPAU Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung proses seleksi secara profesional.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh tahapan pemeriksaan dengan penuh dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab, guna memastikan hasil seleksi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selain mendukung seleksi mahasiswa baru, RSPAU Hardjolukito juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Melalui sinergi ini, Polbangtan Yoma optimistis dapat mencetak generasi muda pertanian yang unggul, sehat, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)

Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Polbangtan Kementan Lakukan Reakreditasi

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta – Magelang sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Re-Akreditasi Perguruan Tinggi, Jumat (13/2/2026).

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan dokumen persyaratan akreditasi dapat dipenuhi oleh Polbangtan Yoma. Dokumen inilah yang nantinya akan diunggah dalam aplikasi SAPTO 2.0 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Sedangkan akreditasi sendiri memiliki fungsi esensial dalam menjamin dan meningkatkan mutu Polbangtan Yoma secara berkelanjutan. Selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan kebijakan nasional.

Hal ini sesuai komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan pendidikan berkualitas dengan fokus pada keahlian praktis, karakter, dan teknologi.

Ia mendorong pendirian sekolah unggulan, peningkatan kompetensi mahasiswa melalui magang luar negeri, dan integrasi teknologi di pendidikan pertanian, terutama untuk mencetak generasi muda yang mandiri di sektor pertanian.

Baca Juga: Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran besar dalam meningkatkan kapasitas generasi muda pertanian.

“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” katanya.

Senada, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menekankan pentingnya penjaminan mutu dalam suatu lembaga.

"Salah satu indikator mutu lembaga dapat dilihat melalui akreditasi institusi tersebut. Maka benar – benar harus dikawal dalam proses penyiapan dan unggah dokumen melalui sistem aplikasi akreditasi SAPTO 2.0 sehingga dapat dicapai mutu yang sesuai standar yang berlaku." katanya.

Untuk itu, Ia berkomitmen memenuhi standar untuk memastikan kualitas terbaik Polbangtan Yoma.

Lebih lanjut, Kepala Unit Penjaminan Mutu Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, mengajak seluruh tim reakreditasi untuk menyiapkan dokumen – dokumen sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.(*)

Polbangtan Kementan Gelar Pembinaan Kepemimpinan dan Disiplin ASN

TANIINDONESIA.COM, YOGYAKARTA - Salah satu UPT Kementerian Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa), melaksanakan Peningkatan Kepemimpinan ASN Lingkup Polbangtan YoMa Untuk Membentuk Karakter Disiplin dan Berintegritas, Senin (8/12/2025).

Kegiatan wajib ini, diikuti oleh seluruh ASN Lingkup Polbangtan YoMa yang berjumlah 125 orang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan memiliki karakter kepemimpinan sangat penting. Untuk itu, Ia mendukung keikutsertaan para ASN Polbangtan YoMa dalam kegiatan ini

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

"Sebagai pekerja yang berada di lingkup pertanian, karakter pemimpin sangat dibutuhkan. Karena, pertanian itu berkaitan dengan orang banyak," ujarnya.

Menurut Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan, Peningkatan Kepemimpinan ini mengusung pendekatan yang lebih berkarakter.

Hal ini dipertegas Polbangtan YoMa dengan menggandeng Rindam IV/Diponegoro Magelang, Jawa Tengah untuk melaksanakan kegiatan Kepemimpinan tersebut dengan penekanan utama pada materi wawasan kebangsaan dan bela negara.

Baca juga : Kembangkan Biofarmaka Unggulan, Politeknik Kementan Jalin Kemitraan dengan BPP Patuk

"Kita kolaborasi dengan TNI, jadi bukan militeristik. Karena materinya adalah materi bela negara, materi wawasan kebangsaan agar kita dapat memberikan contoh ke mahasiswa untuk kedisiplinan. Tidak hanya ASN, kita akan mendidik juga provost mahasiswa ke Rindam IV/Diponegoro" ujar Hermawan saat apel penyerahan peserta ke Komandan Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara di Aula Utama Ruang Yudha Mako Rindam IV/Diponegoro.

Komandan Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara, Letkol Inf Slamet Riyadi turut menyambut positif kegiatan ini.

“Kita menerima 125 orang ASN Polbangtan YoMa untuk dibentuk menjadi lebih disiplin berkarakter dengan lebih berwawasan kebangsaan dan bela negara,” katanya.

ASN Lingkup Polbangtan YoMa mendapatkan beberapa materi yaitu Wasbang, Kepemimpinan dan Disiplin oleh Mayor Inf. Agus Ridwanto

"Meski waktunya hanya satu hari, kalau efektif, jiwa kebangsaan bisa tumbuh dan kita bisa Bersatu melawan radikalisme terutama di zaman sekarang yang muncul hukum netizen" katanya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tampilkan Karya di Public Expose

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menyatakan komitmennya untuk terus mendukung swasembada pangan nasional.

Hal ini disampaikan pada Public Expose 2025 yang dilangsungkan di Atrium Artos Mall, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (16/11/2025).

Beragam karya dan inovasi digelar untuk mengenalkan Polbangtan Yoma sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan). Utamanya sebagai garda terdepan penyiapan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten.

Seperti dikatakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, peningkatan kompetensi SDM adalah hal penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian Indonesia.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” terang Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti terus mendorong kinerja pendidikan vokasi di bidang pertanian.

“Pendidikan vokasi mempunyai peran penting dalam membangun kompetensi SDM. Yang berfokus pada praktik kerja dan keahlian terapan untuk memenuhi kebutuhan industri.” papar Idha.

Hadir membuka Public Expose , Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyebut giat ini sebagai ajang memperkenalkan Polbangtan Yoma kepada khalayak.

“Polbangtan Yoma adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan milik Kementerian Pertanian. Yang hadir untuk mendukung swasembada pangan.” tegasnya.

Ia menyebut ingin melakukan publikasi program serta memberikan informasi sebanyak-banyaknya untuk masyarakat.

“Di sini, kami menampilkan semua karya dan inovasi dari mahasiswa dan dosen. Ini adalah hasil dari pembelajaran.” ucap Hermawan.

Ia kembali menegaskan bahwa Polbangtan Yoma dengan 6 program studinya, siap mendukung swasembada pangan.

Dalam expose ini, menampilkan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Benih, Penyuluah Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Pakan, dan Teknologi Produksi Ternak untuk mengenalkan program – program unggulannya.

Unit pendukung lain, seperti perpustakaan, unit penjaminan mutu, unit penelitian dan pengabdian masyarakat, serta produk – produk dari Teaching Factory dan penerima program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) turut meramaikan Public Expose.

Selain berkonsultasi mengenai pilihan program studi, pengunjung juga menikmati berbagai pilihan produk pertanian dan peternakan. Diselingi dengan hiburan yang dibawakan oleh mahasiswa dari beragam unit kegiatan mahasiswa (UKM).(*)

Sinergi Polbangtan Kementan dan Pemkot Yogyakarta: Panen Labu Madu, Perkuat Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tercapainya ketahanan pangan nasional. Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), Kementan mengajak warga Kota Yogyakarta membudidayakan labu madu.

Bersama Walikota Yogyakarta, Polbangtan Yoma melaksanakan panen labu madu di Kebun Celeban, Kota Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

Panen pada lahan seluas 3 x 27 meter persegi ini membuktikan bahwa labu madu dapat tumbuh baik di kawasan perkotaan.

Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran dan praktik agribisnis hortikultura. Karena itu, Polbangtan Yoma terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung program swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertanian.

“Perguruan tinggi berperan besar dalam kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi ini, kita dapat mempercepat tercapainya target swasembada pangan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya sinergi pendidikan vokasi dan teknologi modern untuk menyiapkan SDM pertanian yang mampu menjawab tantangan global.

Baca juga:

Tingkatkan SDM Pertanian, Polbangtan Kementan Latih Literasi Penyuluh

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi program Polbangtan Yoma.

“Kami sangat tertarik, terutama aktivitas produksi pangan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mandiri pangan,” ujarnya.

Menurutnya, labu madu memiliki nilai gizi dan ekonomi tinggi, sesuai dengan upaya pemerintah daerah menyediakan pangan lokal yang sehat dan ramah lingkungan.

“Karena cita-cita kita adalah berdikari di bidang ekonomi dan pangan,” jelasnya.

Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun pertanian yang produktif, sehat, dan berkelanjutan.

“Panen labu madu ini bukan hanya hasil belajar mahasiswa, tetapi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan inovasi pertanian yang berdampak pada gizi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi contoh pembelajaran berbasis produksi dan kerja sama berkelanjutan.

Endah juga mengundang Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sebagai bentuk dukungan Polbangtan Yoma dalam pengembangan pertanian berorientasi gizi dan keberlanjutan.(***)

Tingkatkan SDM Pertanian, Polbangtan Kementan Latih Literasi Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL. Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melatih sejumlah penyuluh BPP Patuk tentang cara mengelola koleksi bahan pustaka.

Hal ini dirasa perlu karena fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai rujukan tempat berkonsultasi para petani.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan mengawal terwujudnya swasembada pangan nasional.

Mentan Amran menegaskan bahwa pertanian merupakan sektor strategis yang menentukan kedaulatan dan masa depan ekonomi bangsa. Ia menekankan bahwa Indonesia dapat menjadi negara superpower ekonomi melalui penguatan sektor pertanian.

“Tidak ada yang lebih menginginkan Indonesia maju dan berdaulat pangan selain kita sendiri. Pasarnya besar, potensinya besar, karena itu kita harus bergerak. Kalau kita diam, sama saja kita membiarkan rakyat kita sengsara,” tegas Mentan Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pentingnya penguatan peran penyuluh.

Baca juga:

Mentan Amran dan KSP Qodari Sidak Kios Pupuk, Petani Tersenyum Harga Pupuk Turun

“Penyuluh harus terus ditingkatkan kompetensinya agar lebih optimal untuk mendampingi petani dan mempercepat swasembada pangan,” ujarnya.

Mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Siti Nurlaela mengatakan bahwa perpustakaan memegang peran penting sebagai pusat penyebaran informasi bagi insan pertanian.

"Dengan pelatihan ini, diharapkan terbangun literasi dan kecintaan pada buku bagi masyarakat. Diharapkan juga dengan pelatihan ini manajemen perpustakaan BPP Patuk bisa terkelola dengan baik." papar Laela.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan Jumat (7/11/2025), Laela mengatakan peserta diajarkan bagaimana mengelola bahan pustaka yang dimiliki oleh BPP Patuk. Dimulai dari indentifikasi hingga proses shelving atau penataan dalam rak buku.

Peserta diajarkan pengelolaan Pustaka secara manual. Untuk selanjutkan akan diagendakan pengelolaan Pustaka secara digital.

Tak hanya dihadiri 11 penyuluh BPP Patuk, namun juga petani milenial di sekitar BPP Patuk.

Menurut Laela, giat ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polbangtan Yoma dalam pengembangan BPP Model dan Laboratorium Lapang BPP Patuk.(***)

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa UPI PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu UPT di Kementerian Pertanian, kembali dijadikan lokasi praktik kerja lapangan (PKL). Kali ini praktik dilakukan mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Fayza Auliana Aztari.

Menariknya, Fayza yang sudah merampungkan PKL di BBPP Lembang, mencoba mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada akhir periode PKL, Ia menjabarkan hasil temuan.

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” tutur Amran.

Ia menambahkan, teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

“Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Jumat (7/11/2025) menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Perkenalkan Agroeduwisata ke Siswa SD Cimahi

Selama menjalani PKL di BBPP Lembang, Fayza ditugaskan di Lab Agensi Hayati yang merupakan salah satu instalasi di Inkubator Agribisnis.

Fayza menelusuri Trichoderma spp. dan aplikasinya pada berbagai gulma pada tanaman pakcoy.

Berasal dari latar belakang jurusan Biologi, Fayza menyandingkan perbandingan berbagai perlakuan Trichoderma pada gulma tanaman pakcoy dan perbedaan kandungan yang dapat membantu budidaya tanaman pakcoy.

Menurutnya, penggunaan trichoderma sebagai pembasmi gulma alami akan berdampak baik pada tanaman.

“Sebenarnya ada alternatif yang lebih aman bagi petani dibandingkan menggunakan pestisida kimia, sehingga penggunaan trichoderma dapat menguntungkan,” terangnya.

Menurutnya trichoderma terbilang menarik sebagai agen pengendali hayati yang dapat menjaga kesehatan tanaman.

Selesai melaksanakan seminar hasil, Fayza memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Pembimbing dan widyaiswara telah membantu sehingga PKL saya berjalan lancar dan semoga BBPP Lembang tetap dapat menjadi tempat untuk belajar dan berlatih termasuk bagi kami mahasiswa,” terang Fayza.(***)

Tingkatkan Potensi Wilayah, Polbangtan Kementan Kembangkan BPP Pathuk Jadi Laboratorium Lapangan

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul dalam pengembangan Laboratorium Lapangan, Selasa (21/10/2025).

Berlokasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Patuk, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, keduanya bersepakat untuk meningkatkan fungsi BPP sebagai sarana untuk mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus peningkatan potensi wilayah Kapanewon Pathuk.

Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk mendorong perguruan tinggi mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan petani, hilirisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, kesejahteraan petani, serta kemandirian pangan Indonesia.” ucap Mentan Amran.

Demikian juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Bagaimana kita mendorong pertanian modern di lapangan, ini menjadi penting. Bagaimana pertanian modern ini kita menggunakan unsur teknologi. Kita juga melakukan reformasi atau rekayasa kelembagaan petaninya, ini juga hal yang sangat penting.” jelas Idha.

Baca juga:

Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Ia menambahkan, pertanian saat ini harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan nasional dan global. Menurutnya pertanian modern bukan hanya soal alat dan mesin, tetapi juga tentang kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas SDM.

Hadir langsung di lokasi, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan laboratorium lapangan di BPP Patuk.

“Kami arahkan mahasiswa dari Jurusan Peternakan dan Pertanian untuk melakukan pembelajaran, magang, dan praktik kerja lapangan di BPP Patuk ini.” ucap Hermawan.

Tak hanya itu, Ia pun mendorong dosen - dosen untuk melakukan penelitian dan pendampingan masayarakat di wilayah kerja BPP Patuk.

Selanjutnya, Hermawan menyebut akan mencanangkan BPP Patuk sebagai BPP Model yang menjadi pusat informasi dan pembelajaran bagi Polbangtan Yoma.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Gunung Kidul, Rusmiyadi menyambut baik rencana ini. Ia mengatakan inisiasi BPP Model ini sangat diperlukan sebagai salah satu cara untuk pengembangan pertanian yang lebih baik.

“BPP Patuk berkomitmen untuk mengiringi dan mengimbangi kepercayaan untuk menjadi BPP model. Pertanian ini memang harus digarap secara lintas sektor sesuai dengan arahan Menteri Pertanian.” ujar Rusmiyadi.

Salah satu langkah yang sudah diambil oleh BPP Patuk, lanjutnya, adalah pengembangan pusat pertumbuhan petani milenial.(***)