1 Mei 2026

Polbangtan

Pelajari Budidaya Bawang Merah, Jabatan Pertanian Malaysia Kunjungi Polbangtan Kementan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan kehormatan dari Jabatan Pertanian Malaysia, Senin (6/10/2025).

Sebanyak 22 delegasi yang merupakan pegawai Pemerintah Malaysia dan petani ini ingin mempelajari teknologi budidaya bawang merah dari biji atau True Shallot Seed (TSS) yang tengah dikembangkan oleh Polbangtan Yoma.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan bawang merah adalah komoditas hortikultura unggulan. Ia pun menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan komoditas bawang merah secara bertahap dan sistematis.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan, dengan penerapan teknologi dalam pertanian, para petani dapat mengoptimalkan hasil panen, mengurangi kerugian akibat faktor cuaca, serta memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien.

Senada, Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Hermawan menyambut baik kehadiran Pemerintah Malaysia.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan dari Jabatan Pertanian Malaysia. Teknologi budidaya bawang merah dari biji (TSS) yang kami kembangkan menjadi wujud nyata upaya Polbangtan dalam menghadirkan pertanian yang lebih efisien, produktif, dan adaptif terhadap perubahan iklim.“ sebut Hermawan.

Menurutnya, ini berpotensi untuk membangun kerja sama lintas negara dalam pengembangan inovasi pertanian.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Pendamping BP, Polbangtan Kementan Gelar Training of Trainer

“Kami berharap, melalui kunjungan ini akan terbuka peluang kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian antar kedua negara,” katanya.

Hal ini disambut oleh Ho Ten Fook, ketua rombongan. Ia pun menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian terapan, seperti pertukaran mahasiswa, joint research, serta pengembangan kurikulum berbasis teknologi pertanian modern.

Ia menilai penerapan teknologi TSS di Indonesia, khususnya di Polbangtan Yoma, merupakan inovasi yang menarik dan relevan dengan upaya Malaysia dalam meningkatkan produktivitas hortikultura.

“Kami banyak belajar dari pengalaman Polbangtan Yoma. Teknologi TSS ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan komoditas bawang merah di Malaysia, terutama dalam efisiensi benih dan peningkatan mutu hasil panen,” ungkapnya.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, rombongan meninjau langsung lahan percontohan budidaya bawang merah dari biji (TSS) yang dikelola oleh Polbangtan Yoma.

Dalam kunjungan lapangan ini, para peserta berdiskusi tentang proses persemaian, penanaman, hingga pengendalian hama terpadu. (TW/os)

Siapkan Generasi Pertanian Tangguh dan Adaptif, Polbangtan Kementan Giatkan Pramuka

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Dalam upaya menyiapkan generasi penerus sektor pertanian yang unggul, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) menggiatkan kembali Pramuka sebagai agenda rutin kemahasiswaan.

Bertepatan dengan kedatangan mahasiswa baru, Polbangtan YoMa menggelar Kursus Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada 15 – 16 September 2025. Sejumlah 189 mahasiswa jurusan Pertanian mengikuti giat ini sedangkan dari Jurusan Peternakan Kampus Magelang sebanyak 155 mahasiswa baru.

Seperti halnya disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bahwa generasi muda adalah kunci kemajuan pertanian Indonesia.

“Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan, kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar tangguh secara karakter dan adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk tantangan ketersediaan pangan.

Baca juga:

Siapkan Regenerasi Pertanian Unggul, Polbangtan Kementan Kukuhkan Mahasiswa Baru

Direktur Polbangtan YoMa selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Polbangtan YoMa membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya Direktur Polbangtan YoMa menyampaikan pentingnya KMD sebagai bekal bagi calon pembina Pramuka dalam membina anggota muda. Kegiatan ini ditekankan pada pembekalan ketrampilan dan komitmen untuk menanamkan nilai - nilai kepramukaan seperti kemandirian, kedisplinan dan gotong royong kepada mahasiswa baru.

Menurutnya, kegiatan KMD ini merupakan bentuk komitmen Polbangtan YoMa dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademis dan pertanian tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat.

Direktir juga menyampaikan para peserta diajak untuk menjadi Pramuka yang berdaya saing, peduli pertanian, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mewujudkan generasi Pramuka yang berkarakter dan inovatif untuk masa depan pertanian Indonesia.

Ia menyebut Dasa Darma Pramuka sebagai pedoman moral atau perbuatan mulia yang harus dipegang dan diamalkan oleh setiap anggota Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.(***)

Siapkan Regenerasi Pertanian Unggul, Polbangtan Kementan Kukuhkan Mahasiswa Baru

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) secara serius mengupayakan regenerasi pertanian melalui perguruan tinggi vokasinya. Sejalan dengan itu, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) mengukuhkan mahasiswa baru di kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Selasa (09/09/2025).

Dari 2.558 pendaftar di Tahun 2025, Polbangtan Yoma menerima 364 mahasiswa baru dari 22 provinsi di Indonesia. Mereka tersebar di 6 program studi. 66 mahasiswa di Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, 60 di Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, 62 di Agribisnis Hortikultura, 61 di Teknologi Benih, 35 di teknologi Pakan Ternak, dan 60 di Teknologi Produksi Ternak.

Setelah melalui serangkaian seleksi, yakni Tes tertulis dengan Computer Assisted Test (CAT) bagi mahasiswa jalur umum, Tes wawancara dan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan psikologi dan fisik, mereka dinyatakan lulus dan menjadi mahasiswa baru Polbangtan Yoma.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatn menegaskan, regenerasi petani adalah keharusan. Oleh karena itu, Kementan menurutnya memiliki komitmen untuk terus membina dan memfasilitasi petani muda.

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas. Dengan dukungan inovasi dan digitalisasi pertanian, generasi muda bisa menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi,” ujar Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani sangat penting.

Baca juga:

Wujudkan Kemandirian Pangan, Kementan Dorong Mahasiswa Polbangtan Menjadi Motor Transformasi Pertanian

“Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan mengatakan regenerasi petani adalah keniscayaan.

“Sebagian besar petani kita sudah usia lanjut, maka kalian harus siap untuk menggantikan. Dengan teknologi informasi yang berkembang pesat, maka kita harus bisa menyesuaikan diri dan mengaplikasikannya mulai dari hulu sampai hilir dan baik on farm maupun off farm,” jelas Hermawan.

Ia mengatakan Kementan konsisten melakukan terobosan dalam rangka kemajuan sektor pertanian. Melalui peningkatan produksi maupun penyiapan sumberdaya manusia dalam upaya meningkatkan minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian.

“Sektor pertanian pada khususnya membutuhkan generasi muda untuk menjadi agrosociopreneur, pencetus ide, inovator dan motor penggerak pembangunan daerah. Kita harus adaptif memasuki era 4.0. Smart farming harus bisa diaplikasikan sehingga kemudahan, efektivitas dan kelestarian lingkungan dapat terjaga,” paparnya.

Untuk itu, di hadapan wali mahasiswa yang hadir, Hermawan meminta dukungan pada upaya mahasiswa menjadi qualified job creator.

“Oleh karena itu kami mengajak Bapak/Ibu orang tua wali untuk mendukung apabila putra putrinya nanti manjadi pengusaha bidang pertanian ataupun peternakan. Hal ini akan sangat membanggakan karena putra putri Bapak/Ibu bukan sebagai pencari kerja namun dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.(***)

Aktif Berbagi Pengetahuan, Polbangtan Kementan Raih Anugerah Kementan Corpu

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) meraih Juara 3 sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian (Kementan) yang berbagi aset pengetahuan terbanyak dalam kementancorpu.com.

Anugerah ini diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, dalam peluncuran Kementan _Corporate University_ (Kementan Corpu) di Aula Bina Karakter, BBPMKP Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mewakili Menteri Pertanian, Ia menyampaikan bahwa _Corporate University_ bukan hanya sebagai wadah pengembangan kompetensi ASN, melainkan juga wujud komitmen Kementerian Pertanian untuk menjadikan ASN sebagai motor penggerak organisasi sekaligus mendukung kemajuan pertanian nasional.

“Kementan Corpu dirancang untuk menjadi mesin pengembangan kompetensi, tidak hanya bagi ASN pusat, tetapi juga bagi seluruh aktor pembangunan pertanian di Indonesia. Tujuannya bukan hanya memenuhi kebutuhan pengembangan ASN di lingkungan Kementerian Pertanian, tetapi juga mendukung pengembangan kompetensi di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tingkatkan Literasi Pertanian

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan pengembangan kompetensi melalui jalur non formal memerlukan komitmen bersama seluruh unsur organisasi.

“Kita perlu melakukan prinsip berbagi peran, secara masif, dan berkesinambungan,” katanya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi ASN dan instansi pemerintah dalam implementasi pengembangan
kompetensi meliputi keterbatasan akses, sumber daya, serta korelasi dengan berbagai elemen lain.

Untuk itu, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan berkomitmen untuk membagi asset pengetahuan yang dimiliki melalui _Knowledge Management System_ (KMS), salah satu program unggulan kementancorpu.com.

“Kami mendukung upaya Kementan untuk mengembangkan kompetensi ASN, melalui berbagi pengetahuan yang kami miliki,” ucapnya.

Dalam kesempatan terdahulu, Polbangtan Yoma telah mengirimkan berbagai jurnal dan artikel garapan civitas academica Polbangtan Yoma.

Hermawan berharap upaya ini bisa memperkaya khasanah pengetahuan di sektor pendidikan, sekaligus penelitian dan pengabdian masyarakat.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tingkatkan Literasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Sosialisasi Literasi Informasi dan Layanan Perpustakaan. Hal ini dinilai strategis untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat inspirasi dan inovasi literasi yang mendukung terwujudnya kemandirian dan swasembada pangan nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan keyakinannya bahwa sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti menyebut pentingnya mendorong kapasitas generasi muda dalam rangka mengakselerasi produktivitas sektor pertanian.

"Pertama, dengan meningkatkan peran petani milenial dalam rantai pasokan pangan nasional. Kedua, mengakselerasi transformasi pertanian konvensional menjadi pertanian modern. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM. Keempat, hilirisasi produk berjalan dengan baik, efektif dan efisien," paparnya.

Baca juga:

Cetak SDM Unggulan, Wamentan Lepas 267 Wisudawan Polbangtan Yoma

Untuk itu, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan menegaskan pentingnya penguasaan literasi pertanian untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

“Perpustakaan bukan hanya pusat koleksi, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa maupun dosen. Dengan literasi yang kuat, kita bisa mendukung lahirnya SDM pertanian yang mampu mendorong kemandirian pangan nasional,” ujarnya.

Hadir memberikan materi, Riko Bintari P, Pustakawan Madya Balai Besar Pustaka, menjelaskan perlunya literasi dalam menghadapi tantangan global.

“Akses terhadap informasi pertanian yang valid, mutakhir, dan terpercaya menjadi kunci untuk menjawab tantangan, seperti krisis pangan, mulai dari ancaman kelaparan, perubahan iklim, hingga keterbatasan produksi dalam negeri,” ucap Riko.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sumber-sumber informasi resmi, seperti repository pertanian, e-publikasi Pertanian Press, portal Cybex.id, serta website kementerian dan lembaga pendidikan, yang menyediakan data, hasil riset, dan referensi akademik berkualitas.

“Saya berharap mahasiswa dan civitas academika bisa lebih kritis dalam menilai kualitas informasi, dengan memperhatikan aspek kredibilitas, akurasi, kemutakhiran, dan relevansi dari setiap sumber yang digunakan.” jelasnya(***)

UPT Pelatihan Kementan Dorong Regenerasi Petani Melalui Magang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus mendorong regenerasi petani dengan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk magang.

Kesempatan ini dimanfaatkan 11 mahasiswa dari Universitas Majalengka yang baru saja menyelesaikan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan, periode 14 Juli hingga 14 Agustus 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun sektor pertanian Indonesia.

“Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh. Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” jelas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa mayoritas petani saat ini sudah semakin tua, padahal kebutuhan pangan terus meningkat.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa PKL merupakan komitmen BBPP Lembang dalam mengembangkan SDM pertanian yang siap berkontribusi.

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian, baik itu petani, penyuluh, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tuturnya.

Peserta magang, Raffi Ammaf Rachman, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan ini.

“Kami memperoleh pengalaman baru dan ilmu yang berharga saat praktik kerja di BBPP Lembang. Sarana untuk praktiknya juga lengkap sehingga mempermudah kegiatan kami selama praktik di sini,” ujarnya.

Baca juga:

Konsultasi Gratis, UPT Pelatihan Kementan Beri Solusi Bagi Petani

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Raiza R. Abdurohman, yang mengatakan melalui praktik kerja, mereka siap terjun ke dunia usaha dan dunia industri.

“Kami menjadi lebih terampil dan banyak insight baru dari widyaiswara BBPP Lembang yang sangat bermanfaat, baik teknis pertanian dan tentang public speaking,” ucapnya.

Sementara, 11 mahasiswa dari Universitas Majalengka yang baru saja menyelesaikan program PKL, melakukan seminar hasil, Rabu (13/08/2025).

Para mahasiswa memaparkan hasil pembelajaran mereka di hadapan pembimbing dan penguji. Topik yang dibahas sangat bervariasi, mencakup berbagai inovasi dan teknik pertanian modern.

Di antaranya, Inovasi Media Tanam dan Pupuk Organik yang disampaikan oleh Raiza R. Abdurohman, untuk mengoptimalkan penggunaan arang sekam dan cocopeat sebagai media semai.

Sementara itu, Mufidah membuat kompos bokashi menggunakan mikroorganisme lokal dari rumen sapi, dan Ega membandingkan kecepatan pupuk organik cair dari urin sapi dan pupuk dari daun lamtoro.

Materi lain yang disampaikan dalam seminar adalah Teknik Budidaya Modern oleh Hani Narulita dan Hilda Damayani mempelajari budidaya pakcoy di screen house. Dewi Safitri fokus pada pemeliharaan melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes, dan Adid Nazmudin meneliti budidaya brokoli.

Perbanyakan dan Perlindungan Tanaman oleh M. Najib Muhasyin meneliti pertumbuhan vegetatif kentang G0 dalam sistem aeroponik.

Rafi Ammaf Rachman menggunakan teknik Deep Flow Technique (DFT) untuk perbanyakan stek mini kentang, sementara Egi Nurhidayattilah berfokus pada pemeliharaan kentang G1.

Aspek perlindungan tanaman juga didalami oleh Aad Ahmad Syahid, yang meneliti hama dan penyakit pada kentang G1. (RIS/MIR)

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Polbangtan Kementan Gelar Bimtek dan Serkom

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Peningkatan kemampuan dan kapasitas Mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang (Yoma) ditingkatkan melalui bimbingan teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi (Serkom), yang dilaksanakan di kampus Polbangtan YoMa.

Kegiatan Bimtek dan Serkom dibagi menjadi dua. Mahasiswa Semester VI Program Studi Agribisnis Hortikultura mengikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi Kewirausahaan Industri.

Sedangkan mahasiswa Semester VIII mengikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi Digital Marketing.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan masa depan pertanian berada ditangan generasi muda, khususnya para mahasiswa pertanian.

"Untuk itu kemampuan para mahasiswa harus terus ditingkatkan agar pertanian kita semakin maju dan semakin adaptif dengan kemajuan teknologi," katanya.

Baca juga:

Dukung Cetak Wirausahawan Muda, Polbangtan Kementan Terima Campus Entrepreneurial Marketing Award

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti.

"Pertanian saat ini sudah tidak sama dengan masa lalu. Sekarang pertanian dijalankan secara modern dan menggunakan teknologi bahkan digital. Dan digitalisasi ini dekat dengan generasi muda. Oleh sebab itu, kita mengajak anak-anak muda untuk terjun ke pertanian," katanya.

Sementara Kepala Unit Penjaminan Mutu mewakili Direktur Polbangtan YoMa, Rr. Siti Astuti, berharap bimtek dan serkom dapat membuat mahasiswa menguasai teori dan praktek sebagaimana yang telah dipelajari dalam perkuliahan.

"Kita juga berharap mahasiswa memiliki kompetensi kewirausahaan, pemahaman industri agribisnis serta digital marketing yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha saat ini. Semoga kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat," ujarnya.

Salah seorang narasumber Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi Kewirausahaan Industri dan Digital Marketing, Syahril Yose Rizal, dari LSP PT. Prodigi Mitra Kreasi, berharap peserta mengikuti dengan serius, semangat dan penuh tanggung jawab.

"Sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa lulusan Polbangtan YoMa siap bersaing , siap berkarya,” katanya.(***)

Dukung Cetak Wirausahawan Muda, Polbangtan Kementan Terima Campus Entrepreneurial Marketing Award

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan), Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) menerima penghargaan “Campus Entrepreneurial Marketing Award” di ajang bergengsi Yogyakarta Marketing Festival 2025 pada Selasa (12/8/2025).

Penghargaan ini diberikan oleh MarkPlus Institute sebagai bentuk apresiasi kepada perguruan tinggi yang berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Entrepreneurial Marketing – Creativity, Innovation, Entrepreneurship, Leadership (CI-EL) – serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Polbangtan Yoma dinilai telah berkontribusi aktif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembangnya wirausahawan muda.

Hal ini sejalan dengan upaya Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk mendorong generasi muda menjadi wirausahawan muda di sektor pertanian.

“Saya yakin anak muda adalah kunci kemajuan Indonesia. Dan sektor pertanian memiliki potensi besar jika dikelola dengan pendekatan yang tepat,” kata Mentan Amran.

Ia pun menekankan pentingnya inovasi dan penggunaan teknologi untuk menciptakan ekosistem wirausaha dalam pertanian modern.

Baca juga:

Tingkatkan Peluang Bisnis, Polbangtan Kementan Gandeng Walikota Yogyakarta Dorong Tekuni Industri Jamu

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti terus berupaya untuk mengembangkan kapabilitas perguruan tinggi vokasi Kementan dalam melahirkan wirausahawan muda.

Atas upaya ini, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono, menyerahkan langsung penghargaan kepada Direktur Polbangtan Yoma di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

“Penilaian ini didasarkan pada kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, dan kewirausahaan yang berdampak pada kemajuan masyarakat,” jelasnya.

Penghargaan ini, lanjutnya, diberikan setelah melalui proses seleksi oleh panel juri yang terdiri dari manajemen puncak MarkPlus Institute, tokoh masyarakat, dan media lokal.

Seperti diketahui, Yogyakarta Marketing Festival telah menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival di tujuh kota besar di Indonesia, menjadi ajang pertemuan pelaku bisnis, industri, pemerintah, dan akademisi dalam mendorong inovasi pemasaran untuk keberlanjutan dan impact positif di berbagai sektor.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan ini.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pendidikan vokasi pertanian berbasis kewirausahaan yang berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi petani dan masyarakat luas,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Peluang Bisnis, Polbangtan Kementan Gandeng Walikota Yogyakarta Dorong Tekuni Industri Jamu

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Di era digitalisasi ini, Walikota Yogyakarta mendorong mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) salah satu perguruan tinggi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menekuni industri jamu.

Pasalnya Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas tanaman obat terbesar di dunia. Yakni 30.000 jenis tanaman, 9.600 di antaranya memiliki khasiat obat.

Sementara itu, digitalisasi menyuguhkan peluang besar untuk pengembangan industri jamu nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan hilirisasi pertanian sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia.

Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam mendorong inovasi sektor pertanian berbasis lokal.

Demikian pula Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang menyebut pentingnya digitalisasi dalam dunia pertanian.

“Memasuki dunia digital adalah sebuah keharusan. Digitalisasi pertanian sendiri merupakan perubahan mendalam yang mengubah lanskap pertanian modern, menghadirkan revolusi yang terus berkembang dengan dampak signifikan terhadap rantai produksi dan konsumsi pangan,” papar Idha.

Pada kuliah umum yang digelar Polbangtan Yoma di Gedung Serbaguna, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Sabtu (9/8/2025), Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyebut generasi muda sebagai digital native yang memiliki peran strategis.

“Generasi muda memiliki kemampuan digital marketing dan lebih adaptif dengan perkembangan teknologi saat ini. Mereka mempunyai peran besar dalam mengembangkan industri jamu”, papar Hasto.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Brigade Pangan, Polbangtan Kementan Berikan ToT bagi Penyuluh dan Babinsa Provinsi Bangka Belitung

Mereka bisa memilih menjadi inovator, edukator, entrepreneur, digital marketer, develpoer, atau peneliti muda di industri ini.

Alih-alih ingin meninggalkan jamu- jamuan, Walikota Yogyakarta sekaligus dokter spesialis kandungan ini justru mengajak mahasiswa untuk menekuni industri jejamuan. Ia mengatakan industri jamu memiliki pangsa pasar yang sangat luas.

“Pada tahun 2023 – 2024, sekitar 59,6% masyarakat Indonesia telah mengkonsumsi jamu. Setara dengan 6 dari 10 orang. Sementara di Pulau Jawa sebesar 72,62%,” jelasnya.

Ia menyebut generasi muda harus memanfaatkan peluang digitalisasi.

“Media sosial bisa digunakan sebagai sarana edukasi dan promosi. Aplikasi digital digunakan untuk mengidentifikasi tanaman obat dan manfaatnya. Serta tersedianya big data untuk melakukan riset dan pengembangan formulasi jamu,” ucap Hasto.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyambut antusias dukungan pemerintah kota Yogyakarta dalam upaya meningkatkan minat generasi muda pada bisnis jamu nasional.

Ia mengatakan pihaknya telah menginisiasi pengembangan biofarmaka pada kurikulum akademik. Dan berupaya untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dalam menyambut peluang digitalisasi di industri jamu.(***)

Cokelat Rosella, Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan Tingkatkan Nilai Ekonomi Komoditas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) Kementerian Pertanian (Kementan) merilis Cokelat Rosella untuk meningkatkan nilai ekonomi pada komoditas pertanian.

Mereka adalah Nania Dwi Rahayu, Nashwa Aydin Shahira Fella, dan Nikita Rahmawati dari program studi Agribisnis Hortikultura Tingkat 2. Baru-baru ini mereka berhasil menyabet juara harapan II pada ajang Lomba Inovasi Nasional yang digelar oleh Polbangtan Gowa.

Ini sejalan dengan program Kementan untuk mendorong generasi muda berinovasi menciptakan diversifikasi produk pertanian.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut kemajuan pertanian berada di tangan generasi muda, yang mau berinovasi dan turun langsung sebagai pelopor.

“Pertanian itu tentang teknologi, riset dan inovasi. Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan. Kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung. Jadilah pelopor, bukan penonton,” tegas Amran.

Dukungan penuh untuk generasi muda yang memiliki potensi besar untuk memajukan sektor pertanian melalui inovasi dan kewirausahaan juga digaungkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung tumbuhnya entrepreneur muda di sektor pertanian.

Baca juga:

Penguatan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Kerjasama Pelatihan Digital Marketing di Kulon Progo

Seperti halnya cokelat rosella. Melalui proses riset produk dari kemasan, inovasi ini mampu bersaing dan menarik publik.

Nikita, salah satu penemu mengatakan Cokelat Rosella jika dikembangkan dengan serius akan menghasilkan keuntungan.

“Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rasio ERSE (margin laba kotor) sebesar 35,28%, yang menunjukkan bahwa 35,28% dari setiap pendapatan penjualan merupakan keuntungan kotor setelah dikurangi biaya pokok,” paparnya.

Selain mengenalkan produk olahan dari bunga rosella yang dikenal kaya akan antioksidan, mereka juga secara tidak langsung memberdayakan petani rosella. Pasalnya mereka menggunakan bahan baku dari petani.

”Dengan penghargaan ini kami merasa sangat bersemangat untuk terus berinovasi di bidang pertanian, apalagi jika inovasi yang dihasilkan memberikan dampak positif,” tambah Nikita.

Disampaikan dalam wawancara (31/7/2025), dosen Polbangtan Yoma, Novia Aristi mengaku bangga atas capaian mahasiswanya.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi dan kerja keras para mahasiswa yang telah berani tampil, membawa ide, dan mempersembahkan hasil karya terbaiknya. Semoga inovasi ini bisa menjadi salah satu referensi petani untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas hortikultura,” tuturnya.(***)