1 Mei 2026

Polbangtan

Penguatan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Kerjasama Pelatihan Digital Marketing di Kulon Progo

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 50 petani milenial ambil bagian dalam Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis hingga Jumat (24-25 Juli 2025)

Kegiatan yang dilaksanakan di UPT Penyuluhan Pertanian dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo ini, menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan bekal strategis untuk mendukung pengembangan usaha pertanian kaum muda.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak para generasi muda untuk terjun menekuni dunia pertanian.

"Masa depan pertanian ada di anak-anak muda. Makanya generasi muda juga harus peduli dan sama-sama memajukan pertanian," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika pertanian kini sudah tersentuh teknologi.

"Dan teknologi ini dekat dengan anak-anak muda. Makanya mereka kita harapkan bisa menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan hasil pertanian," jelasnya

Kegiatan ini sendiri bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani milenial Kulon Progo dalam memasukkan pemasaran secara digital.

Selain itu, untuk mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan denga target pasar dan mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan dengan target pasar

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Drajat Purbadi, menjelaskan pentingnya kegiatan ini.

“Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menggarisbawahi pentingnya digital marketing dalam transformasi petani milenial, mulai dari branding, promosi berbasis storytelling, hingga penetrasi pasar lokal dan global," ujarnya.

Salah satu materi yang disampaikan dalam pelatihan disampaikan perwakilan Nazma Office, Wiji Nurastuti, yang menyampaikan panduan praktis membangun bisnis melalui Instagram dan TikTok Shop, serta pentingnya manajemen konten dan desain visual yang konsisten.

Materi dilanjutkan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY, Fitria Agustin Sri Arwandi membekali peserta dengan pemahaman ekspor UMKM, strategi pemasaran digital global, dan pemanfaatan ruang inkubasi PLUT.

Manajer Pembelian Manna Kampus Yogyakarta, Muhammad Wahyu Kurniawan, juga menyampaikan materi mengenai membuka peluang kemitraan pemasaran retail modern, dengan menekankan pentingnya standarisasi produk, legalitas, dan kemasan yang menarik.

Baca juga:

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

Selain itu kegiatan juga diisi oleh dari pertanian sayur organic Merbabu, Shofyan Adi Cahyono dari Sayur Organik Merbabu.

Shofyan menegaskan pentingnya ekosistem kolaboratif dan pendekatan komunitas dalam memasarkan produk organik, termasuk strategi B2B dan B2C serta pemanfaatan media digital.

Melengkapi seluruh materi tersebut, Ketua Lembaga Distribusi Pangan Gapoktan Sidomulyo, R. Bangun sebagai pelaku langsung sektor pertanian menampilkan praktik kemitraan industri pertanian yang kuat, strategi distribusi skala luas hingga 325 ton/bulan (DIY dan luar DIY), pemasaran digital melalui marketplace, serta pemenuhan standar keamanan pangan dan legalitas produk.

Gapoktan Sidomulyo juga menekankan pentingnya konsistensi mutu, perhitungan harga berbasis biaya dan margin realistis, serta dukungan kelembagaan dan SDM dalam menghadapi tantangan produksi dan pasar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya petani milenial yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian berkualitas tinggi, berstandar mutu, dan memiliki jaminan kontinyuitas produksi.

Beliau mencontohkan keberhasilan brand Kopi Menoreh yang telah dirilis sebagai produk unggulan Kabupaten Kulon Progo.

"Ini menunjukkan bahwa ketika kualitas dan keberlanjutan produksi dijaga, maka pasar akan terbuka luas. Untuk itu, jejaring petani milenial yang terbentuk melalui pelatihan ini akan terus kita pantau secara langsung sebagai bentuk perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah," katanya.

Harapannya, kegiatan pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut dalam batch-batch berikutnya agar semakin banyak petani milenial yang siap bersaing di pasar nasional maupun global dengan produk yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga bernilai tambah.

Pada akhir kegiatan, Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan, menyampaikan bahwa kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, antara Polbangtan YoMa dan Kabupaten Kulon Progo sejatinya telah terjalin selama lebih dari satu dekade.

"Namun, hingga saat ini belum pernah diformalkan dalam bentuk dokumen resmi. Oleh karena itu, pada kesempatan yang sangat baik ini sekaligus dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), serta perjanjian kerja sama antara Wakil Direktur I Polbangtan YoMa dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo," jelasnya

Direktur berharap, kerja sama ini tidak hanya menjadi dasar hukum yang memperkuat kolaborasi yang telah berjalan, tetapi juga mampu membawa manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Lebih lanjut, melalui kegiatan Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial ini, Direktur berharap para petani milenial di Kabupaten Kulon Progo dapat meningkatkan nilai tambah (value) produk yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing dan diterima dengan baik di pasar lokal maupun global.(***)

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) mengisi perayaan Dies Natalis Ketujuh dengan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur Polbangtan YoMa. Kunjungan pun dilakukan dengan tanam bibit bersama anak-anak panti.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah milik seluruh masyarakat.

"Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan pangan. Semua membutuhkan pangan. Oleh sebab itu, semua pun harus peduli dengan pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, pertanian harus bisa merangkul semua pihak.

Bakti sosial Polbangtan YoMa di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, diawali dengan sambutan dari pengurus panti, Marwanta.

“Hal yang yang sudah biasa dilakukan anak-anak muda dalam beramal adalah berbagi ke anak-anak panti seperti yang sekarang dilakukan mahasiswa Polbangtan YoMa," katanya.

Baca juga:

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

Hanya saja, Marwanta mengakui kunjungan yang dilakukan para mahasiswa Polbangtan kali ini berbeda dengan yang lain.

"Bedanya, mahasiswa Polbangtan YoMa juga berbagi ilmu dengan penanaman bibit terong. Bibit terong ditanam bersama anak-anak panti sebagai simbol harapan dan tumbuhnya kebaikan," imbuhnya.

Suasana semakin ceria saat sesi game edukatif berlangsung, mempererat keakraban antara panitia dan adik-adik panti yang terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMK.

Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan dan penyerahan donasi, paket sayur dan sembako sebagai bentuk dukungan nyata untuk kebutuhan mereka.

Polbangtan YoMa diwakili oleh pendamping kegiatan Bakti Panti, Annisa Khoiriyah, menyampaikan harapannya.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik Panti Asuhan Ghifari dapat terus tumbuh dengan semangat, memiliki rasa percaya diri yang kuat, serta terus mengejar impian mereka. Semoga setiap kebaikan yang ditanam hari ini menjadi bekal bagi masa depan yang lebih cerah," imbuhnya.(***)

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melakukan audiensi dengan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Selasa (8/7/2025), di Kantor Walikota, Balaikota Timoho.

Audiensi ini merupakan langkah awal strategis dalam mendukung program branding Kota Yogyakarta melalui pengembangan pertanian perkotaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian harus dilakukan bersama-sama. Karena, pertanian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan semua orang.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti membangun pertanian bukan hanya tugas Kementan.

"Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi agar ketahanan pangan bisa diwujudkan," katanya.

Saat audiensi, Rombongan Polbangtan Yoma dipimpin oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, didampingi oleh Wakil Direktur II, Budi Purwo, serta Ketua Kelompok Akademik Administrasi dan Kemahasiswaan (AAK), Demi Widi.

Dari pihak Pemerintah Kota, Walikota Hasto didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan serta Kepala Bappeda Kota Yogyakarta.

Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati menegaskan, audiensi merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun kolaborasi antara institusi pendidikan pertanian dan pemerintah kota.

Tujuannya, untuk memperluas dampak pertanian tidak hanya di pedesaan, tetapi juga dalam konteks perkotaan.

“Kami ingin Kota Yogyakarta dikenal tidak hanya sebagai kota pelajar, tetapi juga sebagai kota yang memiliki visi pertanian urban yang kuat dan berdaya saing. Kampung tematik dan denplot ini akan menjadi contoh kolaborasi nyata antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah,” ungkap Endah.

Walikota Hasto menyambut baik inisiatif Polbangtan Yoma. Ia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pertanian di ruang-ruang kota yang terbatas.

Menurutnya, pertanian perkotaan merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga:

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk kerja sama lintas sektor seperti ini. Pertanian bukan hanya milik desa, tapi juga bagian penting dari pembangunan kota modern yang sehat dan mandiri secara pangan,” ujar Hasto.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas dua agenda utama yang menjadi fokus kerja sama. Pertama, inisiasi Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Kampung Tematik Pertanian di Kelurahan Warungboto dan Kelurahan Semaki.

Kampung tematik dirancang sebagai ikon baru dalam penguatan branding Kota Yogyakarta di bidang pertanian, dengan mengintegrasikan kegiatan pertanian bersama nilai-nilai edukatif, estetika, ekonomi lokal, dan kearifan masyarakat.

Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan dan wisata edukasi, tetapi juga ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan pertanian perkotaan.

Kampung tematik juga diharapkan menjadi laboratorium lapang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota, mahasiswa, dan penyuluh pertanian.

Fokus utamanya meliputi pertanian organik, budidaya hidroponik, pemanfaatan lahan sempit, dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan, pengelolaan sampah organi, dan budidaya magot.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan kota yang adaptif dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, disepakati untuk menyusun rencana aksi bersama serta penyusunan MoU resmi yang akan mengikat kerja sama jangka menengah.

Selain itu, tim teknis akan melakukan peninjauan lapangan ke lokasi-lokasi yang telah diusulkan guna menyusun desain teknis dan operasionalisasi program.

Audiensi ini menjadi tonggak awal dari kemitraan inovatif antara dunia pendidikan vokasi pertanian dan pemerintah kota dalam membangun masa depan pertanian perkotaan yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan di Kota Yogyakarta. (TW)

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) mendorong Brigade Pangan (BP) Kabupaten Bangka Selatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, melalui aktivasi strategi bisnis.

Ini menjadi salah satu program Kementan untuk mencapai target swasembada pangan, utamanya pada komoditas padi. Sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Hadir di Desa Pergam, Kecamatan Air Gegas, dan Desa Serdang, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (5/7/2025), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyebut BP harus berorientasi bisnis.

"Kami tidak memperbolehkan BP mengelola lahan skala usaha kecil-kecil, skala usahanya harus besar, harus efisien, harus ekonomis karena diarahkan dalam kegiatan bisnis," terang Idha.

Ia mendorong BP untuk memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam mengolah lahan.

Baca juga:

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

”Brigade Pangan diharapkan bisa mengelola lahan minimal 150 hektare. Brigade Pangan sendiri masuk dalam organisasi bisnis yang difasilitasi dengan alsintan. Agar kedepan bisa mandiri,” lanjutnya.

Ia pun mengapresiasi manajer BP Beras Basa yang berinisiatif memodifikasi alsintan traktor roda 4 (TR4) yang sudah diterima untuk membuka lahan berat yang ada di wilayah mereka.

Beberapa BP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaksanakan pembukaan lahan vegetasi sedang - berat dengan meminjam excavator dari Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten, atau dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di wilayah tersebut.

”Untuk lahan vegetasi berat, BP bisa berkoordinasi dengan dinas setempat untuk menurunkan alat berat. Yang digunakan untuk membuka lahan tersebut,” ucap Idha.

Hadir mendampingi Kepala BPPSDMP, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggungjawab BP Kepulauan Bangka Belitung, R. Hermawan mengatakan dirinya siap melakukan pendampingan di lapangan. Hal ini dibuktikan dengan penerjunan dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP Kabupaten Bangka Selatan.

”Kami menerjunkan sejumlah dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP di lapangan. Tak hanya aspek teknis, namun juga dari segi manajemen agribisnisnya. Supaya target produksi, sekaligus kesejahteraan petani bisa dicapai secara simultan,” pungkasnya. (IMNS/os)

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) mengajak stakeholder yang hadir dalam Dies Natalis VII Polbangtan YOMA untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Gelaran hari jadi Polbangtan YOMA ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Pertanian, pimpinan Perguruan Tinggi , Kepala SMK/SMA, serta pimpinan daerah/ instansi terkait di wilayah Kabupaten/Kota Magelang, pada Sabtu (28/6/2025).

Polbangtan YOMA menganggap penting akan hadirnya stakeholder dalam mendukung program ketahanan pangan negeri. Dengan kolaborasi multi sektor, diharapkan dapat mempercepat capaian Asta Cita Presiden RI.

Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman optimis ketahanan pangan nasional khususnya dalam upaya mewujudkan swasembada beras tanpa impor dapat dicapai di tahun ini.

“Target dari Bapak Presiden, awal rencana kita swasembada empat tahun, kemudian tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor,” ucapnya.

Mentan Amran mengatakan stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton.

“Tertinggi selama 57 tahun dan pernah kita capai 3 juta ton, yaitu tahun 1984,” jelasnya.

Untuk mencapai hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pihaknya perlu terus bergandengan tangan dengan semua pihak.

“Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita perlu berkolaborasi”, tegasnya.

Dilatari hal tersebut, Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan menyebut perlunya menjalin sinergi dengan berbagai pihak.

Baca juga:

Cetak Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Kementan Berkomitmen Terjunkan Mahasiswa

“Mewujudkan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah tugas yang mudah, perlu perencanaan yang matang, kolaborasi berbagai pihak, serta komitmen untuk mengatasi tantangan yang ada,” katanya.

Menurutnya, ini membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak terkait, baik pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat luas.

Dengan kerjasama, Ia menyebut berbagai program Kementan bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan. Antara lain LTT (Luas Tambah tanam), CSR (Cetak Sawah Baru), optimalisasi lahan, pertanian modern, Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan lain sebagainya.

“Kami pun telah mengirimkan mahasiswa untuk terjun ke lapangan. Melalui program PKL, Magang, MBKM,” jelasnya.

Ia mengatakan Polbangtan YOMA telah mengirimkan mahasiswa ke lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) lahan rawa di Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu alumni Polbangtan YOMA juga ikut berkiprah dalam kegiatan pendampingan Brigade Pangan di Kalimantan Tengah dan Pertanian Modern di Provinsi Jawa Tengah.

Ia pun mengundang Kepala SMA/SMK di wilayah Kabupaten/Kota Magelang untuk mengenalkan Polbangtan YOMA. Sekaligus mendorong regenerasi pertanian, dimulai dari bangku sekolah.

“Dengan menjalankan langkah-langkah secara terencana dan berkesinambungan, Indonesia dapat mencapai tujuan Swasembada Pangan lebih cepat sebelum Indonesia Emas 2045 mendatang,” sebut Hermawan optimis.

Hadir mewakili Bupati Magelang, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengapresiasi gelaran Dies Natalis Ketujuh Polbangtan YOMA. Yang dimeriahkan oleh dengan Sendra Tari “Dewi Sri’ dan diakhiri dengan Grebeg Sayur yang dibagikan kepada warga di lapangan Polbangtan YOMA.

“Kami berharap Polbangtan YOMA dapat terus berinovasi dalam membangun sektor pertanian di Indonesia. Tentu ini akan mempengaruhi kualitas dan produktivitas pertanian,” katanya.

Tidak berhenti di sini saja, menurut Adi teknologi pertanian dan digitalisasi pertanian bisa dikembangkan. Sehingga memberikan keunggulan di sektor pertanian. (os)

Cetak Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Kementan Berkomitmen Terjunkan Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan 29 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) di Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan giat ini, diharapkan bisa menambah pengalaman mahasiswa di lapangan. Ini sejalan dengan upaya Kementan untuk menyiapkan calon penyuluh yang terampil dalam memotret potensi dan responsif terhadap permasalahan di lapangan.

Sebab, penyuluh yang responsif mampu mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang relevan, terutama dalam menghadapi isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, penyuluh pertanian memiliki peran krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti terus berupaya menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, salah satunya melalui pendidikan vokasi.

Diterima di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pathuk, Senin (23/6/2025), mahasiswa ditugaskan untuk mengidentifikasi potensi di Kapanewon Patuk.

Baca juga:

Akselerasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Kementan Gandeng Penyuluh Pertanian

"Nanti mahasiswa akan dibagi beberapa kelurahan dan didampingi oleh penyuluh-penyuluh di wilayah kerja," ujar Mei Rini, Koordinator BPP Pathuk.

Selama tiga hari, mahasiswa dari Program Studi Penyuluhan Pertanian berkelanjutan ini akan melakukan praktik di Kelurahan Putat, Bunder, Pengkok, Semoyo dan Beji.

Pada gelombang selanjutnya, 29 mahasiswa lainnya akan praktik di kelurahan Salam, Nglanggeran, Ngelegi, Ngororo, dan Terbah.

Mewakili Direktur Polbangtan YOMA, Siti Nurlela – Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan YOMA mengatakan mahasiswa akan menggali potensi permasalahan dan solusi yang ada di Kapanewon Pathuk menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA).

Ia mengatakan Participatory Rural Appraisal (PRA), atau Penilaian Pedesaan Partisipatif, merupakan pendekatan pembangunan yang melibatkan masyarakat desa. Yang secara aktif terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program atau proyek pembangunan.

"Polbangtan YOMA akan berkolaborasi dengan BPP Pathuk sebagai pusat pembelajaran. Menjadi lokasi untuk melakukan project base learning,” jelas Lela.

Dengan giat ini, Ia berharap mahasiswa bisa menyusun perencanaan penyuluhan berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah berbasis PRA," ujar Siti Nurlela.(***)

Kenalkan Industri Pertanian, Polbangtan Kementan Jajaki Kerjasama dengan SMK Bansari Temanggung

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan SMK Bansari Temanggung, Rabu (30/4/2025). Rombongan terdiri dari 6 guru dan siswa Agribisnis Tanaman sebanyak 97 orang.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda saat ini memegang peranan penting untuk kemajuan pertanian.

"Oleh sebab itu, kita berharap semakin banyak anak-anak muda yang terjun ke sektor pertanian. Sebab di tangan mereka kita berharap pertanian bisa lebih berkembang," ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Ia menegaskan jika pertanian membutuhkan regenerasi petani.

"Petani yang ada sudah tua-tua. Kita butuh kehadiran anak-anak muda dengan ilmu baru dan didukung kemajuan teknologi untuk memajukan sektor pertanian," katanya.

Baca juga:

Dorong Percepatan Tanam, Kementan Kawal LTT Bantul

SMK Bansari Temanggung sendiri berkunjung ke Polbangtan YoMa untuk menjalin kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Selain itu, kunjungan ini juga untuk mengikuti perkembangan teknologi industri sebagai bekal memasuki dunia kerja serta memberikan gambaran siswa tentang pendidikan lebih tinggi.

Rombongan SMK Bansari diterima oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, beserta jajaran tenaga pendidik dan kependidikan Polbangtan YoMa.

"Saya berharap agar kunjungan ini dapat menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap dunia pertanian sehingga diharapkan mereka nantinya menjadi petani milenial yang sukses," ujar Endah dalam sambutannya.

Perwakilan dari SMK Bansari, Bidang Humas Nurjati menyampaikan terimakasih kepada pihak Polbangtan YoMa yang telah bersedia menerima kunjungan siswa siswi SMK Bansari.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian profil Polbangtan YoMa. Selain itu, para siswa diajak berkeliling lokasi Polbangtan YoMa untuk melihat fasilitas kelas, laboratorium, perpustakaan dan lahan praktek.(***)

Perluas Wawasan Mahasiswa Polbangtan dan PEPI Kementan, Delegasi Jepang Kenalkan SSW

TANIINDONESIA.COM//Yogyakarta - Delegasi Jepang yang terdiri dari 6 Perusahaan di bidang Pertanian dan Peternakan Jepang ingin agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI bergabung bekerja di Jepang, hal ini disampaikan dalam sesi Sosialisasi Specified Skilled Worker (SSW) dan juga dihadiri Atase Pertanian KBRI Tokyo di kampus Polbangtan Yoma pada Rabu, 26 Februari 2025, merupakan kegiatan dari Kementerian Pertanian (Kementan) c.q Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bekerja sama dengan National Chamber of Agriculture (NCA) Jepang.

Dengan Sosialisasi ini diharapkan mahasiswa Polbangtan/PEPI dapat mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang, guna meningkatkan kompetensi di bidang teknologi pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan mengungkapkan agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI untuk menjadi pribadi mumpuni, "Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Diantaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil", ujarnya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti turut bergabung secara daring memberi motivasi kepada Alumni dan Mahasiswa Polbangtan/PEPI untuk bersemangat mengasah keahlian bahasa Jepangnya dan mampu belajar dan bekerja serius dalam program SSW di Jepang, agar nantinya mampu menerapkan keahliannya di daerahnya masing-masing, "Sepulangnya dari Jepang, adik-adik kami harapkan bisa menjadi petani muda sukses di daerahnya dan menjadi mitra Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian di daerahnya. Jadi selama di Jepang nanti adik-adik jangan semata-mata hanya bekerja, tapi pelajari juga cara kerjanya, etos kerjanya, dan pelajari juga teknologi-teknologinya,” pesan Idha.

Siti Munifah, Sekretaris BPPSDMP menjelaskan, Kementan telah menyiapkan 270 mahasiswa Polbangtan/PEPI yang berminat bekerja di Jepang dengan sertifikasi JFT A2/N4 dan ASAT agar siap bekerja di Jepang.

Program ini memiliki durasi 11 hingga 36 bulan di Jepang dan dijalankan bersama beberapa lembaga pertanian Jepang, seperti Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) dan International Agricultural Exchange Association (IAEA).

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga bertujuan untuk membentuk etos kerja tinggi, transfer teknologi, serta membuka jejaring bisnis bagi petani muda Indonesia.

“Peserta yang mengikuti program ini akan mendapatkan pengalaman bertani dengan teknologi canggih Jepang, yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia. Ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional,” tambah Siti Munifah.

Para alumni program ini diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja di Jepang, tetapi juga mampu menjadi pengusaha pertanian di Indonesia.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/regenerasi-petani-upt-pelatihan-kementan-fasilitasi-praktik-kerja-siswa-smk/

Guna mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan mentoring bisnis, pelatihan daring selama program berlangsung, serta pembinaan setelah peserta kembali ke Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 93 peserta sudah diberangkatkan ke Jepang, dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemerintah juga berupaya memperluas kuota program SSW agar lebih banyak petani muda Indonesia bisa mendapatkan kesempatan serupa.

Sementara itu Hermawan, Direktur Polbangtan Yoma, mengenalkan kepada NCA tentang Polbangtan Yoma baik itu fasilitas termasuk TEFA (Teaching Factory) yang dimiliki Polbangtan Yoma sebagai bukti bahwa mahasiswa dan alumni Polbangtan benar benar memiliki skill yang mumpuni telah berkecimpung dalam pembelajaran serta praktek pertanian.

Muhammad Andi Hidayat, Attani KBRI Tokyo menyampaikan agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI yang berminat bekerja di Jepang agar mempersiapkan diri sebaik baiknya juga membangun komunikasi yang baik dari awal dengan host farmer yang dituju. Jepang sangat kekurangan SDM di bidang Pertanian, merupakan peluang yang sangat besar bagi para mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI untuk dapat bekerja di Jepang.

Ada 3 program untuk petani milenial yang ingin mencoba berkarier di Jepang. Pertama, yaitu program magang teknik. Program ini memberikan kesempatan bagi petani muda Indonesia untuk meningkatkan keterampilan kerja di Jepang.

Masa tinggal bagi peserta program ini adalah maksimal 5 tahun. Pekerja magang akan ditempatkan untuk bertugas di bidang pertanian budidaya, seperti tanaman hortikultura rumah kaca, tanaman ladang/sayuran dan tanaman buah.

Kedua, program keterampilan khsusu 1 (SSW 1), peserta harus SDM siap kerja di bidang pertanian Jepang. Lama kerja total maksimal 5 tahun secara akumulatif. Calon pekerja wajib lulus ujian pertanian dan bahasa Jepang.

Ketiga, program keterampilan khusus 2. Pekerja menjadi karyawan dengan keterampilan khusus yang lebih tinggi dari SSW 1. Tidak ada batas waktu kerja di Jepang. Pendaftar harus memiliki keahlian praktis di bidang pertanian, serta lulus ujian pertanian dan bahasa Jepang (mry).(***)