18 April 2026

Tahun: 2025

Lewat KATALIS, Kementan Kenalkan Teknologi Aeroponik Kentang ke Petani Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Terpadu, Andal, Luar Biasa, Inovatif, Solutif (KATALIS), Kamis (16/10/2025), di BP3K Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tema yang diangkat adalah teknologi perbanyakan benih kentang G0 menggunakan teknologi hidroponik sistem aeroponik.

Hadir pada kegiatan ini konsultan dari widyaiswara BBPP Lembang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, dan kelompok tani dari desa-desa di Kecamatan Ngamprah sejumlah 30 orang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyambut baik setiap usaha memperkenalkan dunia pertanian karena hal itu sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

Baca juga:

Pelajari Hilirisasi Komoditas Hortikultura, Calon Purnabhakti PT KAI Datangi UPT Pelatihan Kementan

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KATALIS sebagai salah satu standar pelayanan bagi para stakeholder dengan tujuan peningkatan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui konsultasi agribisnis," jelasnya.

Saat konsultasi, Widyaiswara BBPP Lembang yang menjadi konsultan menjelaskan mengenai perbanyakan benih kentang G0, proses budidayanya hingga peluang bisnis yang bisa dijalankan oleh petani.

Diskusi dan konsultasi antara petani dan widyaiswara berkaitan dengan aktivitas budidaya dan agribisnis yang dillakukan petani Kecamatan Ngamprah, diharapkan bisa memberikan solusi atas kendala yang dihadapi petani dan peluang bisnis pertanian yang bisa dilakukan agar dapat meningkatkan taraf hidup petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat.(***)

Pelajari Hilirisasi Komoditas Hortikultura, Calon Purnabhakti PT KAI Datangi UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), menerima kunjungan 30 orang calon purnabhakti PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) Daop 2 Bandung, Kamis (16/10/2025) di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Kunjungan dilakukan agar para calon purnabhakti ini mengenal pertanian sebagai peluang usaha mengisi masa purna bhakti

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.

“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Baca juga:

Perdalam Ilmu Pertanian, Siswa SMKN Purwakarta Lakukan Praktek Kerja UPT Pelatihan Kementan

Dalam kunjungan, Widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian, menjelaskan konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Analisa usaha kegiatan pengolahan hasil pertanian juga disampaikan sehingga kegiatan hilirisasi komoditas hortikultura dapat menjadi peluang bisnis menguntungkan untuk mengisi masa purna bhakti.

Peserta dikenalkan olahan berbahan dasar sayuran wortel, yaitu cistik wortel. Petugas laboratorium pengolahan hasil pertanian menjelaskan alat dan bahan pembuatan cistik wortel.

Perwakilan peserta praktik membuatnya mulai dari mencampurkan bahan-bahan, mencetak adonan, menggoreng hingga mengemas produk cistik wortel.

Rombongan juga melihat lahan praktik di Inkubator Agribisnis, kegiatan budidaya sayuran daun dengan teknologi hidroponik sistem deep flow technique, melihat koleksi tanaman hias kaktus dan sukulen serta sayuran lapang yang sedang dibudidayakan di area praktik seluas total 2,5 hektar.

Semua aktivitas pertanian yang ada dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, asalkan pemilihan komoditas yang tepat serta ditekuni dengan serius.(***)

Perdalam Ilmu Pertanian, Siswa SMKN Purwakarta Lakukan Praktek Kerja UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sembilan siswa kelas XII dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bojong, Kabupaten Purwakarta, melaksanakan praktik kerja di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT Pelatihan di Kementerian Pertanian (Kementan).

Dalam kegiatan yang dilakukan selama 4 bulan, dari 1 Juli sampai 20 Oktober 2025, para siswa mempelajari sejumlah ilmu pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Saat PKL, para siswa SMK Negeri 1 Bojong Kabupaten Purwakarta praktik di beberapa zona di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu sayuran lapang tanaman brokoli, pakcoy, dan selada keriting, serta budidaya anggur.

Setelah 4 bulan melakukan praktik kerja, dilaksanakan seminar hasil.

Kegiatan dihadiri oleh Manajer Inkubator Agribisnis dan petugas pendamping di lapangan, serta siswa-siswi lain yang juga sedang praktik di BBPP Lembang.

Baca juga:

Regenerasi Petani, Kementan Perkenalkan Budidaya Tanaman Hias Pada Mahasiswa

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil praktik kerja. Diskusi berlangsung tentang hasil proses praktik kerja yang dilakukan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan peran generasi muda sangat penting untuk pembangunan pertanian.

“Apapun yang kita lakukan semua kembali ke diri kita masing-masing,” tutur Ajat.

Ajat menambahkan, jika selama 4 bulan ini para siswa sudah merasakan nilai positifnya, maka itu menjadi kebanggaan bagi sekolah dan BBPP Lembang. Terutama dalam rangka menyiapkan generasi muda siswa sekolah kejuruan pertanian menjadi petani dan pelaku usaha dibidang pertanian.

Ajat mengingatkan bahwa pertanian saat ini menarik untuk ditekuni apalagi modernisasi pertanian akrab bagi generasi muda yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi informasi.

“Apa yang sudah dilakukan di BBPP Lembang, aktivitas agribisnis mampu melengkapi apa yang sudah dipelajari di sekolah secara teori. Ini menjadi bekal yang bagus untuk membangun idealisme, cita-cita di masa depan,” ujarnya.

Sementara guru SMK 1 Bojong, Bayu, menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan BBPP Lembang untuk kegiatan praktik kerja ini.

“Terima kasih BBPP Lembang telah menerima anak-anak kami praktik kerja di sini, memberikan ilmu pertanian yang bermanfaat untuk mereka dan kami berharap semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk siswa-siswi kami di periode berikutnya,”

Salah seorang siswa, Asep Aripin, mengaku mendapatkan banyak hal baru dari PKL ini.

“Di sini kami jadi memiliki teman baru, pegawai BBPP Lembang ramah dan baik sehingga seperti keluarga bagi kami dan jadi memperoleh pengalaman baru,” ungkapnya.

Siswa lainnya, Rendi Juliansyah, menyampaikan dari sisi teknik pertanian memberi manfaat banyak.

“Praktik kerja di sini kami jadi lebih mengetahui proses budidaya pertanian mulai dari pengolahan lahan hingga panen yang belum kami peroleh di sekolah,” katanya.(***)

Regenerasi Petani, Kementan Perkenalkan Budidaya Tanaman Hias Pada Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan agen pengendali hayati dan budidaya tanaman hias kepada 143 mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Rabu (15/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia. Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan terus mendukung pengembangan SDM pertanian sebagai upaya regenerasi petani.

“Program pelatihan dan pendampingan kami terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan petani muda,” kata Santi.

Saat menerima rombongan mahasiswa yang didampingi wakil dekan, kepala program studi serta dosen, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan pentingnya proses belajar.

“Pada hakikatnya kita semua harus terus belajar, mulai dari kecil hingga dewasa,” ujarnya.

Ajat menyampaikan kesiapan BBPP Lembang sebagai tempat belajar utamanya bagi petani dan penyuluh pertanian, serta stakeholder lainnya termasuk mahasiswa yang ingin mengenal pertanian yang diterapkan di BBPP Lembang.

“Silakan dipelajari apa yang ada di sini dan diharapkan dapat memberi insight baru terkait pertanian sebagai salah satu sektor utama pembangunan di Indonesia,” ujarnya.

Terbagi 3 kelompok, para mahasiswa secara bergantian mengunjungi laboratorium agens hayati. Widyaiswara spesialisasi hama penyakit tumbuhan menjelaskan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) pada pertanian organik.

Baca juga:

Kunjungi UPT Pelatihan Kementan, Siswa Sekolah Dasar Kenali Dunia Pertanian

Salah satu pengendalian PHT memanfaatkan jamur seperti Trichoderma. Trichoderma mampu mencegah penyakit tular tanah (fusarium) dan berperan untuk menjaga daya tahan tubuh/imunitas dari tanaman selayaknya pemberian vaksinasi pada manusia.

Widyaiswara didampingi petugas juga mempraktikkan perbanyakan Trichoderma. Selanjutnya beberapa perwakilan mahasiswa juga mempraktikkan inokulasi Trichoderma pada media jagung.

Kelompok lainnya bergerak menuju screen house tanaman hias. Widyaiswara spesialisasi budidaya tanaman memberikan penjelasan tentang budidaya tanaman sukulen dan kaktus.

Mahasiswa tampak antusias diajak praktik perbanyakan sukulen dengan stek pucuk dan stek daun serta perbanyakan kaktus dengan teknik menempel (grafting).

Salah seorang mahasiswi, Elisa Nuramanah, mengatakan kunjungan singkatnya ke BBPP Lembang memberi kesan positif.

“Saya mempraktikkan banyak hal di sini mulai dari perbanyakan Trichoderma dan perbanyakan tanaman hias kaktus. Senang sekali belajar pertanian di sini,” katanya.(***)

Kunjungi UPT Pelatihan Kementan, Siswa Sekolah Dasar Kenali Dunia Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 263 siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hijrah Kota Cimahi yang berkunjung Senin (13/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal aktivitas pertanian mulai dari hulu dan hilir yang dikembangkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang sebagai instalasi berlatih untuk mendukung pengembangan SDM pertanian.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya regenerasi petani. Kementan juga mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian untuk menciptakan wirausahawan tani (agropreneur), meningkatkan produktivitas, dan menyokong ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong generasi muda untuk mengawal Indonesia menuju negara superpower.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perlu ada pendampingan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian, baik dalam bentuk mentoring maupun akses permodalan.

Sementara kehadiran rombongan siswa dan guru MI Al-Hijrah Kota Cimahi diterima oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Para siswa lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar untuk mengenal dan praktik budidaya tanaman di dalam polybang, praktik perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen, serta praktik pengolahan hasil jagung menjadi es krim dan pengolahan buah mangga menjadi sorbet.

Baca juga:

Calon Purnatugas PT KAI Antusias Ikuti Pelatihan di UPT Pelatihan Kementan

Di lahan terbuka Inkubator Agribisnis, widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian didampingi petugas, menjelaskan budidaya tanaman sayuran secara konvensional di dalam polybag.

Pertama-tama, pengenalan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setelah itu anak-anak praktik memasukkan media tanam ke dalam polybag, menyiraminya dan menanam bibit selada dan pakcoy.

Keseruan terjadi di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas menjelaskan tujuan kegiatan pengolahan hasil pertanian.

Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung dan sorbet mangga.

Para generasi alpha ini tampak antusias bergantian mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari oleh anak-anak, mulai dari pencampuran bahan, pemasakan bahan, dan pengemasan es krim dan sorbet.

Terakhir, di screen tanaman hias, widyaiswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan proses perbanyakan kaktus melalui teknik grafting dan stek pucuk untuk sukulen.

Anak-anak tampak senang karena masing-masing hasil praktik bisa dibawa pulang untuk dilakukan pemeliharaan.

Zafran, siswa kelas 3, mengungkapkan keseruannya belajar di BBPP Lembang. “seru sekali belajar di sini, udaranya segarrr,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Sekolah, Wissya Maryanti.

“Kami diterima dan dilayani dengan baik di sini. Banyak sekali pengetahuan yang kami dapatkan disini karena BBPP Lembang sangat lengkap fasiltasnya. Anak-anak juga antusias belajar dan senang karena sambil praktik langsung menanam sayuran di dalam polybag, perbanyakan kaktus dan sukulen serta membuat es krim dan sorbet,” tutur Wissya.

Wissya berharap outdoor activity ini menjadi motivasi untuk anak-anak di masa depan jika ingin menekuni dunia pertanian.(***)

Hasilkan Inovasi BRIKAM, Politeknik Enjiniring Kementan Raih Penghargaan KIPP 2025

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA – Inovasi teknologi BRIKAM (Briket Arang Sekam) karya Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berhasil mencuri perhatian publik dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025.

BRIKAM secara resmi menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Jakarta, Senin(13/10/2025).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi PEPI dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi tepat guna yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dalam pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif yang lebih bersih, efisien, dan memiliki nilai jual.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan pelayanan informasi publik.

Dalam sambutannya, ini mengapresiasi kinerja Kementan dalam pencapaian swasembada pangan. Mentan menekankan pentingnya keterbukaan layanan informasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi perizinan hingga kinerja Kementan.

Kepala BPPSDMP, Widi Ida Arsanti, juga menegaskan bahwa pengembangan inovasi merupakan bagian dari komitmen peningkatan kualitas SDM pertanian melalui pendidikan vokasi yang aplikatif.

“Kami terus mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya menjadi kebanggaan kampus, tetapi juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Banyak inovasi nyata yang bisa dilakukan SDM pertanian guna menghasilkan solusi yang berdampak,” ujar Santi.

Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur (OSDMA) Kementerian Pertanian, Nurwahida, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi dan capaian di lingkungan Kementan. Ia menegaskan pentingnya untuk secara aktif mengomunikasikan hasil-hasil kinerja kepada masyarakat.

“Reformasi birokrasi dan penguatan kapasitas aparatur harus diikuti dengan komunikasi yang terbuka dan efektif. Komunikasikan capaian, bangun kepercayaan publik. Dengan begitu, masyarakat akan semakin memahami dan mengapresiasi peran serta kontribusi pemerintah dalam pembangunan,” ujarnya.

Nurwahida juga menambahkan bahwa OSDMA terus mendorong terciptanya budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif di seluruh unit kerja Kementan agar pelayanan publik semakin berkualitas dan berdampak nyata.

Direktur PEPI Harmanto, yang hadir dalam acara penghargaan tersebut menyatakan rasa bangganya atas capaian inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika PEPI.

Harmanto mengungkapkan, “Saya sangat bangga karena inovasi BRIKAM yang dikembangkan oleh tim kami telah mendapatkan penghargaan dalam kompetisi ini. Ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kerja keras dalam pengembangan teknologi tepat guna di bidang pertanian mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Mona Nur Moulia selaku dosen dan pencetus Inovasi BRIKAM menyatakan bahwa inovasi tersebut berawal dari Kajian Dosen dalam pemanfaatan limbah sekam serta alat kebutuhan untuk terciptanya Briket Arang Sekam yang di cetus pada tahun 2023. Hal tersebut juga sebagai mengembangan kepada mahasiswa PEPI sebagai bahan Praktek Kerja Lapang (PKL).

BRIKAM sendiri menjadi tantangan dalam hal mengubah limbah sekam padi yang berlimpah menjadi produk bernilai tambah Khususnya bagi Petani. “Besar harapan saya dengan diraihnya Inovasi ini dapat dikembangkan dan dilakukan evalusi terus menerus sehingganya layak untuk dapat di produksi oleh masyarat banyak”, tegas Mona.

Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika PEPI untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam membangun pertanian yang lebih maju, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Kami juga berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung ketahanan energi di sektor pertanian,” pungkasnya.(*)

Calon Purnatugas PT KAI Antusias Ikuti Pelatihan di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada 20 calon purna tugas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang sedang menyiapkan diri untuk menyongsong masa pensiun.

Bekal diberikan saat para calon pensiunan itu berkunjung ke BBPP Lembang, Selasa (7/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga dalam mencapai swasembada pangan.

“Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah,” tegas Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, Para Calon Purna Tugas PT KAI berkesempatan untuk melihat beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Kehadiran para calon pensiunan ini disambut di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Kemudian mereka melanjutkan kunjungan ke screen house tanaman hias.

Di screen house tanaman hias, para calon purna tugas melihat komoditas kaktus, sukulen, dan anggrek yang tersedia.

Mereka melihat potensi tanaman anggrek sebagai tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu sebagian tertarik dalam membudidayakan sukulen dan kaktus Tidak lupa mereka berfoto dengan tanaman yang tersedia.

Selama perjalanan, mereka melalui lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tersedia di BBPP Lembang.

Baca juga:

Kenalkan Hilirisasi, Calon Purna Tugas BUMN Antusias Ikuti Pelatihan

Berbagai jenis tanaman luar ruangan dibudidayakan di sini terutama tanaman hortikultura yang tumbuh subur di dataran tinggi. Komoditas seperti brokoli, selada, jagung, kopi, dan sebagainya dikembangkan di sini.

KRPL BBPP Lembang juga sudah menggunakan prinsip pertanian modern dengan menggunakan Internet of Things.

Di KRPL tersedia beberapa sensor yang dapat mendeteksi cuaca, nutrisi di dalam tanah, dan berbagai faktor yang dapat menentukan budidaya tanaman.

Para calon purna tugas kemudian melihat instalasi hidroponik BBPP Lembang. Instalasi hidroponik yang dikunjungi diantaranya adalah instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation. Beberapa komoditas yang menarik perhatian adalah jagung dan tomat yang dikembangkan secara hidroponik

Para peserta kunjungan antusias dalam bertanya kepada petugas lapangan yang mendampingi perjalanan mereka.

Melihat pengoperasian DFT yang praktis dan dapat memberikan hasil dalam jumlah yang cukup besar meningkatkan ketertarikan mereka.

Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas melon.

Acara pamungkas pada kunjungan hari itu adalah praktik pembuatan eggroll.

Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan ruang untuk mencoba di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Pada sesi praktik mereka diberikan bahan-bahan yang dibutuhkan serta proses dan cara dalam membuat egg roll dari komoditas pisang.

Setelah praktik mereka juga berkesempatan untuk olahan lainnya sebelumnya sudah disediakan. Diantara yang disediakan dalam kunjungan kali ini adalah sambal, abon cabai, dan olahan siap makan lainnya dari bahan yang dipanen sendiri di KRPL BBPP Lembang

Sesi diskusi berjalan aktif dengan peserta yang antusias bertanya mengenai jenis komoditas yang dapat diproses menjadi olahan lainnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tandas Ajat.(***)

Kenalkan Hilirisasi, Calon Purna Tugas BUMN Antusias Ikuti Pelatihan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 20 calon purna tugas PT KAI (persero), Kamis (9/10/2025).

Para peserta juga diperkenalkan dengan hilirisasi pertanian yang membuat para calon purna tugas menjadi tertarik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan hilirisasi pertanian memiliki peran penting.

Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh berhenti, karena menyangkut penyediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Siapkan SDM Profesional

“Sektor pertanian bisa menjadi alternatif untuk mengisi masa purnabakti dan bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan, asalkan dilakukan dengan tepat, memanfaatkan teknologi, pemilihan komoditas yang tepat dengan memperhatikan skala usahanya, serta jalin kemitraan untuk pemasarannya,” tuturnya.

“Sektor hilir yaitu pengolahan hasil pertanian menjanjikan margin keuntungan lebih karena itu peluang di sektor hilirisasi juga bisa diupayakan,” kata Ajat lagi.

Kepada calon purna tugas PT KAI, Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih, memberikan berbagi pengetahuan mengenai pengolahan hasil pertanian.

Pengolahan produk pertanian dapat meningkatkan nilai tambah produk tersebut. Keuntungan lain yang didapat adalah meningkatkan daya tahan produk tersebut dengan mengubahnya menjadi produk olahan.

Dalam kesempatan kali ini para calon purnatugas diberikan contoh pengolahan jagung menjadi es krim dengan alat dan bahan yang dapat ditemukan di rumah masing-masing peserta.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat es krim jagung dan peserta juga ikut mempraktikkannya. Saat mencicipi es krim jagung, rata-rata peserta memberi komentar positif.

Selain pengolahan es krim jagung, peserta juga dapat menemukan berbagai olahan lain di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Olahan-olahan tersebut berbahan dasar dari hasil praktik pertanian yang dilakukan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.(***)

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Siapkan SDM Profesional

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menerima kunjungan studi lapangan dari 50 peserta yang berasal dari lima desa di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan praktis masyarakat Cisauk, khususnya dalam teknik perbanyakan tanaman unggul melalui okulasi, serta mengenal lebih dekat beragam komoditas pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.

“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Studi lapangan asal Kecamatan Cisauk di BBPP Lembang diikuti petani dan perwakilan masyarakat penggerak pertanian di tingkat desa. Mereka disambut hangat oleh tim manajemen dan widyaiswara BBPP Lembang.

Widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian mengenalkan teknik budidaya tanaman buah-buahan.

Peserta praktik langsung teknik okulasi atau penempelan, dengan fokus pada komoditas rambutan varietas parakan karena komoditas ini menjadi komoditas pertanian unggulan di wilayah Tangerang.

Rambutan Parakan dipilih karena dikenal memiliki kualitas buah yang baik dan potensi nilai ekonomi tinggi.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan langkah demi langkah perbanyakan tanaman. Mulai dari pemilihan batang bawah dan entres (mata tunas) yang sehat, proses penempelan dengan teknik yang cepat dan tepat, hingga pemeliharaan pasca okulasi.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kompetensi Kehumasan Gen Z

Selain praktik okulasi, rombongan dari Kecamatan Cisauk juga melakukan penjelajahan ke berbagai lahan percontohan dan instalasi pelatihan yang ada di BBPP Lembang.

Peserta berkesempatan melihat langsung budidaya sayuran dengan berbagai metode teknologi modern, serta pengelolaan komoditas hortikultura unggulan lainnya.

Kunjungan ke lahan ini memberikan perspektif baru tentang penerapan teknologi dan inovasi pertanian yang bisa diadopsi untuk meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Tangerang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik inisiatif kunjungan studi ini. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adalah kunci dalam upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian.

"BBPP Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementerian Pertanian senantiasa terbuka untuk berbagi ilmu dan teknologi. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat wirausaha pertanian dan mendukung regenerasi petani yang handal di seluruh Indonesia, termasuk di Cisauk, Tangerang," ujar Ajat.

Salah satu perwakilan peserta dari Kecamatan Cisauk menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti kegaiatan ini.

"Kami sangat berterima kasih atas sambutan dan ilmu yang diberikan BBPP Lembang. Kami berharap BBPP Lembang ini semakin maju, semakin inovatif, yang bisa terus menyampaikan ilmu dan teknologi kepada kami, khususnya di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Dengan membawa pulang bekal keterampilan praktis dan semangat baru, rombongan dari Cisauk optimis untuk memajukan sektor pertanian di desa mereka.(***)

UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kompetensi Kehumasan Gen Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT Kementerian Pertanian, menerima dua mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi dari International Women University (IWU) Bandung untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama dua bulan, Agustus - Oktober 2025.

Kedua mahasiswi IWU, Arisa Shaumi Novianti dan Ami Raisya Mujahidah, telah memberikan kontribusi mendukung komunikasi publik dan citra lembaga di sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian harus memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Dalam PKL, Arisa Shaumi Novianti fokus pada laporan "Publikasi Press Release pada Bidang Hubungan Masyarakat BBPP Lembang di Media Rekanan".

Ia memberikan sumbangan dengan menyebarkan kegiatan pertanian di BBPP Lembang dengan topik mendukung program utama Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan, regenerasi petani, dan program lainnya.

Arisa mempraktikkan manajemen press release, memastikan informasi program-program pertanian tersampaikan ke publik luas dengan akurat dan tepat waktu.

Rabu (8/10/2025), Arisa menyampaikan kesan mendalamnya terhadap proses publikasi berita di BBPP Lembang.

Baca juga:

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Bagi Siswa SMP

"Selama PKL di BBPP Lembang tentunya mendapatkan ilmu baru yang dimana saya yang latar belakangnya Ilmu Komunikasi menjadi tahu bagaimana urusan kehumasan di bawah Kementerian Pertanian menyajikan kegiatan mendukung program-program dalam bentuk informasi berupa press release," katanya.

"Press release nantinya disebarluaskan di media online dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kebijakan di sektor pertanian saat ini. Saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak soal pertanian," imbuhnya.

Sementara Ami Raisya Mujahidah berfokus pada ranah digital dengan judul laporan "Pembuatan Konten Media Sosial Pada Bidang Hubungan Masyarakat di BBPP Lembang."

Ami berperan penting dalam menghasilkan konten video dan grafis yang lebih menarik dan relevan bagi audiens digital BBPP Lembang, khususnya petani milenial.

Kontribusi Ami memastikan bahwa komunikasi BBPP Lembang di platform media sosial menjadi lebih informatif dan kreatif, sehingga visibilitas berbagai program pelatihan dan kegiatan pertanian meningkat.

Ami juga menyampaikan kesannya, selama PKL di BBPP Lembang, sangat menyenangkan dan memuaskan.

"Di sini saya mendapatkan ilmu jurnalistik seperti teknik pengambilan foto dan video dengan kualitas visual tinggi. Konten video yang dibuat oleh tim Humas BBPP Lembang sangat informatif dan kreatif," ujarnya.

"Penyajiannya mudah dicerna dan mendukung peningkatan visibilitas program-program di BBPP Lembang. Saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak soal pertanian dan bersemangat menerapkan ilmu komunikasi untuk sektor ini," katanya lagi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, memberikan apresiasi yang baik pada kedua mahasiswi ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan PKL yang berorientasi pada riset. Hasil penelitian mereka tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berpotensi memberikan solusi praktis bagi petani,” ujarnya.(***)