19 April 2026

Tahun: 2025

Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat, Kementan Latih Kelompok Wanita Tani Olahan Pangan Lokal

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Guna memperkuat kemampuan pengolahan bahan pangan lokal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) melatih sebanyak 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai kabupaten di Jawa Barat.

Pelatihan praktik pengolahan hasil pertanian ini berlangsung di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BBPP Lembang dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, melalui UPTD Balai Pelatihan Peternakan dan Ketahanan Pangan, Cikole Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.
“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menambahkan, pelatihan merupakan investasi krusial dalam SDM pertanian.
"KWT di pedesaan merupakan garda terdepan ketahanan pangan rumah tangga," ujarnya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan bimbingan praktik langsung untuk mengolah hasil panen dan ternak menjadi tiga produk kreatif dengan nilai jual tinggi Es Krim Jagung, Nugget Ayam, dan Eggroll Mocaf.

Baca juga:

Edukasi Siswa Sekolah Menengah Pertama, Kementan Upayakan Regenerasi Petani

Perwakilan KWT Kenanga Karawang, Mulyani, menyampaikan kesan positifnya setelah menyelesaikan sesi praktik.

"Praktik pengolahan hari ini meliputi es krim jagung, nugget ayam, dan eggroll mocaf—manfaatnya banyak sekali. Rasanya manis, gurih, dan lezat,” ucapnya.

Salah satu peserta, Mulyani mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan ia dan peserta lainnya meningkat di sini, dan proses pembuatannya sangat mudah untuk diaplikasikan.

Ia juga memuji tim pelatih. “Para resource person dari BBPP Lembang sangat ramah, baik hati, dan menyenangkan. Kami berterima kasih kepada BBPP Lembang," katanya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Zunikadi, dari KWT Mekarsari Majalengka.
“Kegiatan ini bermanfaat sekali bagi kami KWT dan pelaku usaha karena ternyata pangan lokal seperti jagung bisa dikreasikan menjadi eskrim yang lezat dan tentunya sehat,” katanya.

Dirinya mengajak para pelaku usaha lainnya untuk bisa memanfaatkan pangan lokal menjadi aneka olahan pangan yang memiliki nilai tambah dan bernilai jual tinggi.

Kegiatan diakhiri dengan sesi evaluasi produk hasil praktik, dan 20 anggota KWT pulang dengan semangat baru untuk menjadi motor perubahan di sektor agribisnis dan ketahanan pangan Jawa Barat.(***)

Edukasi Siswa Sekolah Menengah Pertama, Kementan Upayakan Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 245 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Talenta Juara Bandung melaksanakan kunjungan studi lapangan inspiratif ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (16/9/2025).

Aktivitas ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempercepat regenerasi petani, dengan fokus pada integrasi ilmu pengetahuan akademis dan praktik agribisnis modern di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, secara konsisten menegaskan peran vital generasi muda sebagai tulang punggung swasembada pangan.

"Untuk mencapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak," ujar Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menyampaikan pentingnya regenerasi petani dari kalangan muda.

“Pertanian harus didukung kalangan millennial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Baca juga:

Kementan Siapkan Generasi Muda untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

Dalam kunjungan, rombongan siswa dibagi untuk mengikuti tiga sesi praktik utama. Sesi pertama mengajarkan keterampilan mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual, yaitu melalui praktik pembuatan es krim jagung manis. Sesi kedua memperkenalkan budidaya tanaman hias, meliputi teknik perbanyakan dan perawatannya.

Sesi pamungkas membawa siswa langsung ke lahan hidroponik BBPP Lembang, di mana mereka belajar secara menyeluruh proses budidaya tanpa tanah, mulai dari penyiapan media tanam hingga manajemen nutrisi air yang efisien.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik antusiasme siswa.
"Kunjungan dari adik-adik SMP Juara Bandung ini adalah investasi jangka panjang dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian. Menarik minat generasi muda tidaklah cukup, mereka harus dibekali dengan keahlian inovatif," jelasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Juara Bandung, Nunung Nurohmah, menyoroti keterkaitan materi.
"Ini sangat relevan dengan pelajaran IPA. Pelajaran IPA, dan juga IPS, memiliki kaitan erat dengan pengenalan potensi sumber daya alam yang baru saja kami pelajari," kata Nunung. (RIS/MIR)

BRI BO Jakarta Warung Buncit Maksimalkan Pelayanan di HPN 2025

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Hari Pelanggan Nasional (HPN) resmi diperingati setiap 4 September. HPN diresmikan pada 2003 dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Bank BRI menjadi salah satunya yang juga memperingati HPN.

Salah satu cabangnya yaitu BRI Branch Office (BO) Jakarta Warung Buncit juga memeriahkan HPN dengan memberikan bingkisan kepada para nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi BRI BO Jakarta Warung Buncit kepada para nasabah setia.

"Di hari yang spesial yaitu HPN ini, kami melayani secara ekstra dengan berbagi bingkisan kepada para nasabah serta menyediakan camilan di kantor pelayanan kami," ujar Pimpinan BRI BO Jakarta Warung Buncit, Pamadi Purno Widodo.

Pamadi menjelaskan, pihaknya memberikan bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menjaga kepuasan nasabah. Selain itu juga guna meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara BRI BO Jakarta Warung Buncit dengan Nasabah.

HPN 4 September 2025 kali ini mengusung tema  “ThinkCustomer”, yang menggambarkan semangat perusahaan BUMN untuk menempatkan nasabah ataupun pelanggan sebagai pusat dari setiap strategi bisnis.

"Oleh karena itu Bank BRI berharap dengan adanya HPN  ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga kepuasan nasabah setiap harinya," tegasnya.

Adapun pemberian bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara pihak BRI BO Jakarta Warung Buncit dengan nasabah.

"Semoga hubungan baik ini bisa terus terjalin sehingga kepuasan nasabah terpenuhi dengan kinerja terbaik kami," tandasnya.(***)

Kementan Siapkan Generasi Muda untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyiapkan generasi muda sebagai pilar ketahanan pangan.

Salah satunya, melalui Pelatihan Agribisnis Bawang Merah yang berlangsung 8 hingga 12 September 2025. Kegiatan ini diikuti 25 siswa-siswi yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Para peserta dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan praktis.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran pemuda.

"Regenerasi petani sangat krusial. Indonesia butuh pemuda bersemangat tinggi, cerdas, dan berkarakter kuat untuk jadi garda terdepan ketahanan pangan nasional," ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong regenerasi petani, mengingat jumlah petani yang semakin menua.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menambahkan lembaganya berdedikasi penuh untuk melahirkan generasi muda potensial melalui beragam program.

"Kami berikan materi praktis dan teoritis agar peserta siap terjun ke dunia usaha pertanian, baik sebagai petani profesional maupun wirausaha," tegas Ajat, Jumat (12/9/2025).

Dalam pelatihan yang berlangsung selama lima hari, peserta menerima materi yang luas mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran bawang merah.

Widyaiswara memberikan materi tentang Motivasi Berprestasi dan Dinamika Kelompok untuk membangun semangat tim.

Kemudian, peserta mendalami teknik budidaya bawang merah, mulai dari persiapan benih dan lahan, hingga penanaman.

Fokus pelatihan juga mencakup Pupuk dan Pemupukan, Pemeliharaan Tanaman, dan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu yang ramah lingkungan.

Wawasan peserta juga diperluas dengan materi Panen dan Pascapanen, Pengolahan Hasil, Analisis Usaha Tani, dan Pemasaran Hasil Bawang Merah.

Baca juga: 

UPT Pelatihan Kementan Dorong Mahasiswa Melek Teknologi Jadi Petani

Sesi Komunikasi Efektif juga diberikan untuk meningkatkan soft skill peserta dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Pelatihan ini memberikan dampak yang signifikan bagi para peserta.

Salah seorang peserta, Siti, berbagi pengalamannya,

"Saya mempelajari mengenai budidaya bawang merah. Budidaya itu meliputi sanitasi, pengolahan lahan, perawatan. Selanjutnya, untuk panen dan pascapanen itu meliputi panen, yaitu mencabut atau membawa hasil apa yang kita tanam. Pascapanen itu meliputi sortasi, grading, dan distribusi,” ujarnya.

Siti melanjutkan, untuk pemasaran, tujuan pembelajarannya untuk memahami bagaimana cara pemasaran yang baik dan mempelajari segmentasi pasar.

"Baik ke pasar, supermarket, ataupun ke hotel dan restoran. Widyaiswara juga melatih kami tentang komunikasi efektif, bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar untuk berbicara di depan khalayak umum,” imbuhnya.

Peserta lainnya, Sabrina juga mengungkapkan hal serupa.

"Setelah mengikuti pelatihan bawang merah ini, pengetahuan saya menjadi lebih meningkat secara signifikan," katanya.

Ia juga mengaku bisa tahu tentang bagaimana teknik budidaya bawang merah, bisa tahu juga pengelolaan bawang merah dan juga perawatannya.

"Saya juga dapat mengidentifikasi apa saja masalah yang ada pada bawang merah dan juga saya bisa mengetahui varietas yang baik dalam memilih bawang merah. Pelatihan ini sangat berguna bagi saya untuk meningkatkan kompetensi saya dan bagaimana untuk meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah," imbuhnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan peserta lainnya, Ardi.

"Hal yang terasa manfaatnya dari pelatihan ini, saya bisa tahu proses dari awal budidaya sampai panen, bahkan pemasaran dan cara pemasaran yang tepat,” ujarnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Dorong Mahasiswa Melek Teknologi Jadi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Penerapan teknologi dalam pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian (Kementan). Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan berupaya melakukan regenerasi petani yang melek teknologi.

Hal ini dilakukan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diikuti tiga mahasiswa Universitas Gunadarma selama satu bulan, 11 Agustus hingga 11 September 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional. Ia meyakini,

"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia," tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.

"Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para mahasiswa.

"Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran mahasiswa PKL seperti ini mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.

Sementara tiga mahasiswa Universitas Gunadarma yang PKL di BBPP Lembang, fokus pada penerapan teknologi modern dalam budidaya tanaman.

Baca juga:

Petani Gen Z Buktikan Pertanian Organik Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

Dalam laporan PKL yang disusun, dua mahasiswa, Sopiyul Anam dan Andreas Rizki, mendalami sistem irigasi tetes di dalam screen house.

Sopiyul menerapkannya pada budidaya tomat (Solanum Lycopersicum), sementara Andreas mengaplikasikannya pada melon.

Keduanya berhasil menunjukkan bahwa irigasi tetes dapat menghemat air dan meningkatkan efisiensi nutrisi, menjadikannya metode ideal untuk pertanian modern.

Mahasiswa lainnya, Laode Muhammad Jumaidin, meneliti pemanfaatan teknologi aeroponik untuk produksi benih kentang (Solanum Tuberosum L.).

Teknik ini memungkinkan perbanyakan bibit kentang secara vegetatif di udara, menghasilkan bibit yang lebih sehat, bebas penyakit, dan berpotensi hasil panen tinggi.

Selain pencapaian teknis, para mahasiswa juga berbagi pengalaman mereka selama PKL di BBPP Lembang.

Andreas Rizki merasa suasana PKL sangat menyenangkan.

"Selama PKL ini banyak hal seru di BBPP Lembang. Mulai dari Widyaiswara, orang-orang di lahan, sesama anak PKL, hingga pembimbing lapang, semuanya sangat suportif," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa bimbingan dari Widyaiswara sangat membantu dalam penyusunan proposal dan pengerjaan di lapangan.

Sopiyul Anam menceritakan tantangan yang ia hadapi.

"Tantangan utama saya adalah menyelesaikan laporan proposal penelitian dan laporan kegiatan magang," ujarnya.

Ia mengatasi hal ini dengan membuat timeline prioritas agar semua tugas selesai tepat waktu.

Laode Muhammad Jumaidin merasa sangat nyaman dengan lingkungan dan kegiatan di BBPP Lembang.

"Kesan saya terhadap lingkungan BBPP sangat nyaman dan bersih, terutama untuk Bapak/Ibu Widyaiswara yang telah membimbing kami," katanya.

Ia juga menilai kegiatan yang dijalani sangat seru dan interaktif, karena teori di laporan sejalan dengan praktik di lapangan.

Penerapan teknologi canggih oleh mahasiswa ini menegaskan potensi besar generasi muda untuk membawa inovasi di sektor pertanian, sejalan dengan visi Kementan untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)

BRI BO Jakarta Pondok Indah Berbagi Bingkisan di HPN 2025

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Hari Pelanggan Nasional (HPN) resmi diperingati setiap 4 September. HPN diresmikan pada 2003 dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Bank BRI menjadi salah satunya yang juga memperingati HPN.

Salah satu cabangnya yaitu BRI Branch Office (BO) Jakarta Pondok indah juga memeriahkan HPN dengan memberikan bingkisan kepada para nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi BRI BO Jakarta Pondok Indah kepada para nasabah setia.

"Di hari yang spesial yaitu HPN ini, kami melayani secara ekstra dengan berbagi bingkisan kepada para nasabah serta menyediakan camilan di kantor pelayanan kami," ujar Pimpinan BRI BO Jakarta Pondok Indah, Michael Sebastian.

Michael menjelaskan, pihaknya memberikan bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menjaga kepuasan nasabah. Selain itu juga guna meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara BRI BO Jakarta Pondok Indah dengan Nasabah.

HPN 4 September 2025 kali ini mengusung tema  “ThinkCustomer”, yang menggambarkan semangat perusahaan BUMN untuk menempatkan nasabah ataupun pelanggan sebagai pusat dari setiap strategi bisnis.

"Oleh karena itu Bank BRI berharap dengan adanya HPN  ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga kepuasan nasabah setiap harinya," tegasnya.

Adapun pemberian bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara pihak BRI BO Jakarta Pondok Indah dengan nasabah.

"Semoga hubungan baik ini bisa terus terjalin sehingga kepuasan nasabah terpenuhi dengan kinerja terbaik kami," tutupnya.(***)

Meriahkan HPN 2025, BRI KC Depok Berbagi Bingkisan ke Nasabah

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - Hari Pelanggan Nasional (HPN) resmi diperingati setiap 4 September. HPN diresmikan pada 2003 dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Bank BRI menjadi salah satunya yang juga memperingati HPN.

Salah satu cabangnya yaitu BRI Kantor Cabang (KC) Depok juga memeriahkan HPN dengan memberikan bingkisan kepada para nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi BRI KC Depok kepada para nasabah setia.

"Di hari yang spesial yaitu HPN ini, kami melayani secara ekstra dengan berbagi bingkisan kepada para nasabah serta menyediakan camilan di kantor pelayanan kami," ujar Pemimpin BRI KC Depok, Aris Abdillah.

Aris menjelaskan, pihaknya memberikan bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menjaga kepuasan nasabah. Selain itu juga guna meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara BRI KC Depok dengan nasabah.

HPN 4 September 2025 kali ini mengusung tema “ThinkCustomer”, yang menggambarkan semangat perusahaan BUMN untuk menempatkan nasabah ataupun pelanggan sebagai pusat dari setiap strategi bisnis.

"Oleh karena itu Bank BRI berharap dengan adanya HPN  ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga kepuasan nasabah setiap harinya," tegasnya.

Adapun pemberian bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara pihak BRI KC Depok dengan nasabah.

"Semoga hubungan baik ini bisa terus terjalin sehingga kepuasan nasabah terpenuhi dengan kinerja terbaik kami," tandasnya.(***)

Siapkan Regenerasi Pertanian Unggul, Polbangtan Kementan Kukuhkan Mahasiswa Baru

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) secara serius mengupayakan regenerasi pertanian melalui perguruan tinggi vokasinya. Sejalan dengan itu, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) mengukuhkan mahasiswa baru di kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Selasa (09/09/2025).

Dari 2.558 pendaftar di Tahun 2025, Polbangtan Yoma menerima 364 mahasiswa baru dari 22 provinsi di Indonesia. Mereka tersebar di 6 program studi. 66 mahasiswa di Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, 60 di Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, 62 di Agribisnis Hortikultura, 61 di Teknologi Benih, 35 di teknologi Pakan Ternak, dan 60 di Teknologi Produksi Ternak.

Setelah melalui serangkaian seleksi, yakni Tes tertulis dengan Computer Assisted Test (CAT) bagi mahasiswa jalur umum, Tes wawancara dan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan psikologi dan fisik, mereka dinyatakan lulus dan menjadi mahasiswa baru Polbangtan Yoma.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatn menegaskan, regenerasi petani adalah keharusan. Oleh karena itu, Kementan menurutnya memiliki komitmen untuk terus membina dan memfasilitasi petani muda.

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas. Dengan dukungan inovasi dan digitalisasi pertanian, generasi muda bisa menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi,” ujar Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani sangat penting.

Baca juga:

Wujudkan Kemandirian Pangan, Kementan Dorong Mahasiswa Polbangtan Menjadi Motor Transformasi Pertanian

“Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan mengatakan regenerasi petani adalah keniscayaan.

“Sebagian besar petani kita sudah usia lanjut, maka kalian harus siap untuk menggantikan. Dengan teknologi informasi yang berkembang pesat, maka kita harus bisa menyesuaikan diri dan mengaplikasikannya mulai dari hulu sampai hilir dan baik on farm maupun off farm,” jelas Hermawan.

Ia mengatakan Kementan konsisten melakukan terobosan dalam rangka kemajuan sektor pertanian. Melalui peningkatan produksi maupun penyiapan sumberdaya manusia dalam upaya meningkatkan minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian.

“Sektor pertanian pada khususnya membutuhkan generasi muda untuk menjadi agrosociopreneur, pencetus ide, inovator dan motor penggerak pembangunan daerah. Kita harus adaptif memasuki era 4.0. Smart farming harus bisa diaplikasikan sehingga kemudahan, efektivitas dan kelestarian lingkungan dapat terjaga,” paparnya.

Untuk itu, di hadapan wali mahasiswa yang hadir, Hermawan meminta dukungan pada upaya mahasiswa menjadi qualified job creator.

“Oleh karena itu kami mengajak Bapak/Ibu orang tua wali untuk mendukung apabila putra putrinya nanti manjadi pengusaha bidang pertanian ataupun peternakan. Hal ini akan sangat membanggakan karena putra putri Bapak/Ibu bukan sebagai pencari kerja namun dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.(***)

Wujudkan Kemandirian Pangan, Kementan Dorong Mahasiswa Polbangtan Menjadi Motor Transformasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) memandang penting pada pembangunan SDM pertanian untuk segera mewujudkan swasembada pangan nasional. Pasalnya, generasi muda akan memegang kendali pengelolaan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan digitalisasi.

Hal ini disampaikan oleh Desrial, Guru Besar Institut Pertanian Bogor pada Kuliah Umum yang bertajuk “Peran Generasi Muda dan Brigade Pangan dalam Mensukseskan Program Swasembada Pangan” di Gedung Serbaguna Polbangtan Yoma, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Kamis (4/9/2025).

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan keyakinannya bahwa sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

"Yang bisa merubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif di sana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arisanti, menjelaskan pentingnya menguatkan peran generasi muda di sektor pangan.

"Kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian. Pertama, lebih meningkatkan peran petani milenial dalam rantai pasokan pangan nasional. Kedua, mengakselerasi transformasi pertanian konvensional menjadi pertanian modern. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM. Keempat, hilirisasi produk berjalan dengan baik, efektif dan efisien," paparnya.

Baca juga:

Aktif Berbagi Pengetahuan, Polbangtan Kementan Raih Anugerah Kementan Corpu

Dalam kuliahnya, Desrial menekankan bahwa isu pangan bukan hanya sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut hidup dan mati suatu bangsa, sebagaimana pernah ditegaskan Presiden Soekarno.

“Saat ini, dunia menghadapi ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim, ketidakstabilan geopolitik, hingga inflasi pangan yang tinggi. Indonesia pun tidak terlepas dari tantangan kelangkaan beras dan penurunan produktivitas pertanian,” ucapnya.

Untuk itu, Ia mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri, membangun sektor pertanian dengan cara yang modern.

“Generasi muda, khususnya mahasiswa pertanian, harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis teknologi. Penguasaan alsintan, digitalisasi, dan keberanian berinovasi adalah kunci untuk mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Desrial.

Ia juga memperkenalkan konsep Brigade Pangan, yaitu model pengelolaan usaha tani modern yang melibatkan pemuda dalam pengelolaan lahan terstruktur dengan dukungan teknologi alsintan.

“Melalui skema ini, petani milenial dapat memperoleh pendapatan yang layak sekaligus menciptakan sistem agribisnis yang berkelanjutan,” jelasnya.

Di depan ratusan mahasiswa Semester 5, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan berharap kuliah umum ini mampu memotivasi mahasiswa untuk menyiapkan diri menjadi petani milenial, wirausahawan muda, maupun penyuluh yang inovatif.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap terjun langsung mengembangkan sektor pertanian Indonesia,” tegasnya.(***)

Petani Gen Z Buktikan Pertanian Organik Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

LEMBANG – Dua mahasiswa Universitas Winaya Mukti akhirnya menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan, 4 Agustus 2025 – 4 September 2025, di BBPP Lembang UPT di Kementerian Pertanian. Keduanya juga menggelar Seminar Hasil PKL yang menampilkan inovasi menjanjikan di sektor pertanian.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berpesan bahwa generasi muda sangat dinanti perannya dalam pertanian.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan jika regenerasi petani harus dilakukan.

Sebab, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Menurutnya, BPPSDMP berkomitmen untuk melakukan regenerasi petani.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.

Mewujudkan hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis lingkup BPPSDMP seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang membuka kesempatan lebar bagi mahasiswa atau siswa sekolah kejuruan yang ingin meningkatkan kemampuan mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui PKL dan Magang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pendidikan mahasiswa PKL dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi dibidang pertanian.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Kuatkan Peran Brigade Pangan Kalimantan Tengah melalui Pelatihan

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” terang Ajat.

Dua mahasiswa Universitas Winaya Mukti melakukan PKL di bawah bimbingan widyaiswara pendamping. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjalankan suatu proyek sesuai peminatan mereka.

Pertama, Teisya Haga Pratama mengolah pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urine sapi yang diperkaya dengan mikroorganisme lokal (MOL) dari bonggol pisang.

Risetnya membuktikan bahwa metode ini efektif dan dapat menjadi solusi ekonomis bagi peternak dalam mengelola limbah dan petani untuk memperoleh pupuk terjangkau.

Teisya Haga Pratama mengatakan program magang sangat membantu.

"Karena kami diajarkan bagaimana menghadapi dunia kerja. Kami juga terbantu dalam membangun relasi yang penting untuk karier ke depannya, terutama dalam menambah pengalaman kerja," ujarnya.

Sementara itu, Krisna Wibawa memaparkan risetnya tentang pembuatan bokashi. Ia mendemonstrasikan bahwa isi rumen sapi, yang biasanya dibuang, dapat diolah menjadi pupuk padat berkualitas tinggi dengan memanfaatkan MOL dari rumen itu sendiri.

Metode ini tidak hanya efisien tetapi juga mendukung pengelolaan limbah peternakan secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, seminar ini menegaskan kembali dedikasi para mahasiswa Universitas Winaya Mukti dalam menciptakan solusi praktis dan ramah lingkungan untuk menjawab tantangan pertanian di masa depan.

Krisna Wibawa menambahkan bahwa telah mendapatkan relasi yang baik, baik dari instruktur, pembimbing, maupun sesama mahasiswa magang. Selain itu, kami juga menambah ilmu dan pengalaman, khususnya dalam bidang kompos.(***)