18 April 2026

Tahun: 2025

Pelajari Budidaya Bawang Merah, Jabatan Pertanian Malaysia Kunjungi Polbangtan Kementan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan kehormatan dari Jabatan Pertanian Malaysia, Senin (6/10/2025).

Sebanyak 22 delegasi yang merupakan pegawai Pemerintah Malaysia dan petani ini ingin mempelajari teknologi budidaya bawang merah dari biji atau True Shallot Seed (TSS) yang tengah dikembangkan oleh Polbangtan Yoma.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan bawang merah adalah komoditas hortikultura unggulan. Ia pun menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan komoditas bawang merah secara bertahap dan sistematis.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan, dengan penerapan teknologi dalam pertanian, para petani dapat mengoptimalkan hasil panen, mengurangi kerugian akibat faktor cuaca, serta memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien.

Senada, Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Hermawan menyambut baik kehadiran Pemerintah Malaysia.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan dari Jabatan Pertanian Malaysia. Teknologi budidaya bawang merah dari biji (TSS) yang kami kembangkan menjadi wujud nyata upaya Polbangtan dalam menghadirkan pertanian yang lebih efisien, produktif, dan adaptif terhadap perubahan iklim.“ sebut Hermawan.

Menurutnya, ini berpotensi untuk membangun kerja sama lintas negara dalam pengembangan inovasi pertanian.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Pendamping BP, Polbangtan Kementan Gelar Training of Trainer

“Kami berharap, melalui kunjungan ini akan terbuka peluang kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian antar kedua negara,” katanya.

Hal ini disambut oleh Ho Ten Fook, ketua rombongan. Ia pun menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian terapan, seperti pertukaran mahasiswa, joint research, serta pengembangan kurikulum berbasis teknologi pertanian modern.

Ia menilai penerapan teknologi TSS di Indonesia, khususnya di Polbangtan Yoma, merupakan inovasi yang menarik dan relevan dengan upaya Malaysia dalam meningkatkan produktivitas hortikultura.

“Kami banyak belajar dari pengalaman Polbangtan Yoma. Teknologi TSS ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan komoditas bawang merah di Malaysia, terutama dalam efisiensi benih dan peningkatan mutu hasil panen,” ungkapnya.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, rombongan meninjau langsung lahan percontohan budidaya bawang merah dari biji (TSS) yang dikelola oleh Polbangtan Yoma.

Dalam kunjungan lapangan ini, para peserta berdiskusi tentang proses persemaian, penanaman, hingga pengendalian hama terpadu. (TW/os)

Tingkatkan Kompetensi Pendamping BP, Polbangtan Kementan Gelar Training of Trainer

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Training of Trainer bagi Penyuluh Pendamping Brigade Pangan (BP) Provinsi Jawa Tengah pada 2 – 4 Oktober 2025.

Hal ini dalam upaya mempercepat pembentukan BP non-rawa di Provinsi Jawa Tengah.

Berlokasi di Ruang Seminar Kampus Kusumanegara, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, 22 orang penyuluh pendamping BP dari Kabupaten Klaten, Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang mengikuti ToT.

Hal ini sejurus dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk fokus pada upaya meningkatkan produksi pangan utamanya komoditas beras, guna mewujudkan target swasembada pangan.

"Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan," kata Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan Kementan terus meningkatkan kompetensi SDM dalam pendampingan BP.

"Kita terus latih dan dampingi. Agar dapat memberikan kontribusi penuh dalam sektor pertanian di daerah," kata Santi.

Dengan TOT, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggung Jawab BP Provinsi Jawa Tengah, Raden Hermawan berharap penyuluh bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh BP di lapangan.

Baca juga:

Wujudkan Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Dorong Peran Generasi Muda

“Peserta ToT telah mempelajari aspek teknis, manajerial, dan metode pendampingan yang efektif di lapangan. Ini menjadi bekal bagi penyuluh untuk mendampingi BP di wilayahnya masing – masing”, ucapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan perlunya penyuluh untuk menguasai Manajemen dan Tata Kelola BP, Pembentukan Karakter dan Motivasi Wirausaha, Literasi dan Inklusi Keuangan, Pengelolaan Alsintan, serta Pembelajaran Lapang yang Efektif.

“Selain pemaparan materi, peserta juga berdiskusi dengan pemateri-pemateri yang berpengalaman sebagai Liaison Officer (LO) BP di lahan rawa Kepulauan Bangka Belitung.”sebutnya.

Hadir secara daring, Endy Facrial, mewakili Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan mendorong penyuluh untuk mensukseskan program unggulan Kementerian Pertanian (Kementan) guna mencapai swasembada pangan.

“Beberapa kebijakan percepatan swasembada pangan telah diluncurkan pemerintah. Salah satunya adalah penumbuhan BP. Yang telah digagas dan diimplementasikan oleh Kementan.” ucapnya.

Dengan penarikan penyuluh pertanian ke Kementan, Ia menyebut ini sebagai salah satu upaya Kementan untuk mempercepat swasembada pangan.

Selain mengikuti materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengoperasionalkan alsintan, seperti traktor roda 4 dan traktor roda 2. (IMNS/os)

Politeknik Enjiniring Kementan Tampilkan Inovasi Vokasi Pertanian di Pameran Internasional

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA– Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut serta dalam Showcase Booth – Sixth Dialogue of the Technical Cooperation Agencies of IsDB Member Countries, sebuah pameran internasional yang digelar selama dua hari, yakni pada 7–8 Oktober 2025, bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta,(8/10/2025)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB), Palestinian International Cooperation Agency (PICA), dan Indonesian AID. Tujuan utama dari acara ini adalah memperkuat kolaborasi teknis dan kerja sama pertanian antar negara anggota IsDB, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan pembangunan global yang inklusif.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang pertanian Pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan secara sendiri dibutuhkan kolaborasi lintas negara dan institusi, terutama dalam pengembangan teknologi dan penguatan SDM pertanian. Melalui forum ini, Indonesia siap menjadi mitra aktif dalam kerja sama teknik pertanian global, ujar Amran.

Senada dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian, seperti yang dijalankan oleh Polbangtan dan PEPI memegang peranan kunci dalam menyuplai SDM unggul bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Partisipasi Polbangtan dan PEPI dalam forum internasional ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi pertanian Indonesia siap berkontribusi di level global. Kami terus mendorong agar seluruh unit vokasi pertanian aktif menjalin kerja sama internasional, agar lulusan kita punya wawasan global dan kompetensi yang relevan dengan tantangan masa depan, ungkap Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bentuk nyata kontribusi PEPI dalam mendukung program diplomasi teknis pertanian Indonesia di kancah internasional.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi dan inovasi vokasi pertanian Indonesia. Kami berharap melalui kegiatan ini, PEPI dapat menjalin kerja sama internasional yang produktif dalam pengembangan SDM dan teknologi pertanian,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Mona Nur Moulia salah satu dosen dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian PEPI, turut berpartisipasi secara aktif. Ia hadir mewakili sivitas akademika PEPI sekaligus memperkenalkan salah satu inovasi unggulan, yaitu BRIKAM inovasi teknologi pengolahan hasil pertanian yang ramah lingkungan dan bernilai tambah.

Inovasi BRIKAM menjadi daya tarik tersendiri dalam booth PEPI karena mencerminkan komitmen pendidikan vokasi dalam mendukung sustainable agriculture melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat.

Dengan berpartisipasi aktif dalam acara ini, PEPI menunjukkan komitmennya dalam mendukung arah kebijakan Kementerian Pertanian untuk menjadikan pendidikan vokasi sebagai pilar utama dalam pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern, serta membuka pintu kerja sama yang lebih luas di tingkat internasional.(*)

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Bagi Siswa SMP

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 60 orang siswa kelas VII, VIII, dan IX Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Binaa Bekasi yang berkunjung Jumat (3/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal teknologi pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Pada kunjungan ini, para siswa SMP IT Al-Binaa Bekasi dibagi 2 kelompok Mereka diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.

Di screen tanaman hias, petugas mengenalkan aneka tanaman hias kaktus dan sukulen serta menjelaskan proses perbanyakannya melalui teknik grafting untuk kaktus dan stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Beralih ke lahan terbuka, petugas menjelaskan aneka komoditas yang sedang dibudidayakan secara konvensional pada hamparan yang ditutupi mulsa plastik hitam perak, seperti tanaman brokoli, selada, cabai, jagung, dan tomat.

Di sini juga diperkenalkan perangkat smart farming berbasis internet of things (IoT) yang dapat mengefisienkan kegiatan budidaya pertanian.

Baca juga:

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

Sementara itu, petugas di zona hidroponik menjelaskan teknologi menanam sayuran daun seperti selada, pakcoy dan seledri.

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, salah satunya hidroponik sistem deep flow technique yang menggunakan instalasi berupa sambungan paralon dan terdapat bak nutrisi AB mix yang dicampurkan dengan air untuk nutrisi tanaman.

Salah satu spot kegiatan agroeduwisata di BBPP Lembang yang selalu menarik untuk dikunjungi adalah screen house tanaman anggur.

Buah anggur yang sudah bermunculan setelah sebelumnya dilakukan pruning beberapa kali demi menghasilkan buah anggur yang berkualitas baik, menarik anak-anak gen z dan para guru untuk bertanya dan berdiskusi dengan petugas tentang budidaya anggur.

Tanaman anggur juga dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan.

Anggur yang memiliki citarasa manis, asam, dan menyegarkan, memiliki harga jual yang tinggi sehingga diminati untuk dibudidayakan.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, anak-anak menyerbu koleksi es krim yang segar dan sehat yaitu es krim jagung, es krim labu, es krim kangkung, sorbet mangga, sorbet pakcoy, dan sorbet cabai.

Komoditas ini secara rutin diproduksi sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan agar anak-anak mau mengkonsumsi sayuran dan buah karena memiliki kandungan vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Perwakilan peserta, Adhmirza, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini.

“Study tour ke BBPP Lembang ini seru sekali. Di sini banyak tanaman dibudidayakan, seperti sayuran selada yang ditanam secara hidroponik. Kami belajar banyak di sini karena melalui hidroponik, sayuran bisa lebih cepat dipanen, rasanya juga lebih renyah dan nilai jualnya lebih tinggi,” katanya.(***)

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Pertanian Soropadan, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Selasa (30/9/2025).

Kunjungan dilakukan dalam rangka sharing knowledge dan memperkuat kembali semangat melakukan tugas dan fungsi sebagai lembaga pelatihan untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian haru memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kunjungan Bapeltan Soropadan ke BBPP Lembang sendiri dipimpin kepala Bapeltan, Opik Mahendra, dan didampingi pejabat struktural dan fungsional widyaiswara. Rombongan diterima langsung Kepala BBPP Lembang dan tim manajemen.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang dibidang pelatihan teknis, fungsional, dan aktivitas penunjang lainnya dalam rangka peningkatan kompetensi SDM pertanian baik aparatur, petani, dan generasi muda.

Kegiatan konsultasi agribisnis, sertifikasi profesi, praktik kerja lapangan, dan kegiatan kunjungan/agroeduwisata bagi generasi muda dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian yaitu regenerasi petani juga secara massif dilakukan.

Baca juga:
Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan
Kepala Balai juga menjelaskan tentang inovasi-inovasi dibidang pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti learning management system, konsultasi agribisnis secara online dan offline, dan inovasi dibidang administrasi seperti e-arsip dan WA center.

Inovasi dibidang teknis pertanian juga dijelaskan tentang teknologi kultur jaringan, smart farming berbasis IoT, kom-mix hayati, dan pengaplikasian pendingin dan cold storage di packing house untuk komoditas hortikultura sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk.

Diskusi menarik tentang kegiatan pengelolaan SDM di internal BBPP Lembang dan kegiatan sertifikasi kompetensi oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang.

Bapeltan Soropadan tertarik untuk pembentukan TUK Mandiri mengingat trend saat ini di dunia kerja menuntut kompetensi kerja yang terstandarisasi oleh lembaga sertifikasi LSP dan BNSP.

Ini bermanfaat karena akan meningkatkan daya saing dan peluang karier bagi para tenaga kerja dibidang pertanian di dunia kerja yang kompetitif, serta meningkatkan mutu dan profesionalisme di sektor pertanian secara keseluruhan.

Selanjutnya rombongan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Melihat penerapan teknologi pertanian hidroponik pada tanaman melon dan tomat beef, budidaya anggur dan tanaman hias, serta teknologi pengolahan hasil pertanian di laboratorium hasil pertanian.

Kepala Bapeltan Soropadan, Opik Mahendra, memberikan kesan mendalam di penghujung kunjungan.

“BBPP Lembang ini luar biasa, fasilitas untuk pelatihannya lengkap dari on farm hingga off farm dan dukungan SDM nya juga sudah baik,” ungkapnya.

“Karena itu, BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat rujukan penyelenggaraan pelatihan karena dikelola dengan baik, suasananya sejuk sehingga nyaman menjadi tempat belajar bagi peserta pelatihan dan stakeholder lainnya yang ingin belajar pertanian dan meningkatkan kompetensinya di sini,” jelas Opik.(***)

Penuhi Kebutuhan Generasi Muda, realme 15 Series 5G Hadirkan fitur “AI Night Out Phone”

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - realme, brand smartphone Pilihannya Anak Muda yang konsisten menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan generasi masa kini, mengumumkan akan meluncurkan realme 15 Series 5G sebagai AI Night Out Phone di Indonesia pada 8 Oktober 2025 mendatang. Number Series terbaru ini merupakan komitmen realme untuk selalu mengembangkan era fotografi dengan tren terkini ke dalam produk terbarunya. AI Night Out Phone ini untuk menjawab kebutuhan anak muda agar tetap bisa terkoneksi dan berkumpul setelah kesibukan setiap harinya di siang hari, sehingga setiap momen penting dan berarti dapat diabadikan.

“Generasi muda Indonesia sangat identik dengan semangat penuh energi, terutama saat malam hari ketika mereka berkumpul dengan teman-teman untuk bersosialisasi, melepas penat, dan re-charge setelah seharian beraktivitas. Melalui realme 15 Series 5G, kami ingin menghadirkan smartphone yang tidak hanya unggul secara teknologi, tapi juga mampu menjadi bagian dari momen night out mereka,” ujar Krisva Angnieszca – Public Relations Lead realme Indonesia.

“Kami juga berkolaborasi dengan Cosmopolitan menghadirkan HypeSpace Market, sebuah ruang yang menggabungkan teknologi dengan lifestyle experience. Kami percaya kolaborasi ini akan memperkuat posisi realme sebagai brand yang dekat dengan anak muda Indonesia,” tambahnya.

AI Night Out Phone

realme 15 Series 5G sebagai AI Night Out Phone, realme akan menghadirkan beragam fitur kamera AI yang canggih dan pertama kalinya hadir di industri smartphone, yang akan berguna untuk membantu anak muda mengabadikan momen night out. Selain itu realme 15 Pro 5G juga akan hadir dengan All 50MP camera dan All 4K60FPS. Dengan ini, anak muda bisa mengabadikan setiap momen di kegiatan setiap harinya dengan kamera yang sangat jernih lewat kamera belakang, kamera lensa ultra-wide, serta kamera depan baik foto maupun video.

Tidak hanya itu saja, momen night out anak muda juga membutuhkan hasil foto yang layak untuk di-post di media sosial. Oleh karena itu realme 15 Series 5G menghadirkan beragam fitur AI pertama di industri seperti AI Edit Genie, di mana dapat mengedit foto sesuai keinginan hanya lewat perintah suara. "Say It, Edit It", lewat fitur ini akan mempermudah dan mempercepat proses editing yang biasanya membutuhkan waktu lama. Menariknya lagi, fitur ini mendukung hingga 20 jenis bahasa.

Selain AI Edit Genie, ada juga fitur AI Party Mode yang dapat membuat hasil foto night out lebih menarik dengan efek Starburst dan Heart. Tidak hanya itu saja, ada juga fitur AI MagicGlow 2.0 yang dapat membuat foto portrait sendiri ataupun bersama lebih terang berkat tambahan dua flash light yang ada, sehingga setiap momen night out bersama teman, keluarga ataupun pasangan dapat menjadi lebih berarti.

Baterai 7000mAh Paling Tipis di Kelas Harganya

realme 15 Series 5G hadir dengan inovasi baterai terbesar di kelasnya, mengusung 7000mAh Titan Battery yang menjadi kapasitas paling besar sekaligus paling tipis di industri saat ini. Dengan ketebalan hanya 7,66mm (realme 15 5G), smartphone ini berhasil mematahkan anggapan bahwa baterai jumbo harus identik dengan bodi yang tebal dan berat. Tak hanya unggul secara teknis, realme juga membalutnya dengan desain estetik yang modern, ringan, dan stylish, sehingga tetap terlihat premium meski membawa baterai raksasa.

Dengan sentuhan estetika modern, smartphone ini hadir bukan hanya sebagai perangkat komunikasi, tetapi juga fashion statement anak muda yang seringkali ingin tampil berbeda sesuai versi terbaik mereka masing-masing.

HypeSpace Market by realme x Cosmopolitan

Untuk merayakan peluncuran ini, realme menghadirkan kolaborasi eksklusif bersama Cosmopolitan, dengan menghadirkan acara spesial bertajuk “HypeSpace Market”. Acara itu akan berlangsung di Chillax Sudirman, Jakarta, pada 8–12 Oktober 2025.

Konsep HypeSpace Market lahir dari realitas sehari-hari anak muda urban. Setelah seharian bekerja, belajar, atau beraktivitas, banyak yang merasa lelah dan butuh ruang untuk melepas penat. Alih-alih langsung pulang, sebagian besar lebih memilih untuk melakukan night out bersama teman-teman sebagai cara untuk mengisi ulang energi, sekaligus menjaga keseimbangan hidup, dan kebanyakan anak muda ingin melepaskan penat kesibukan tersebut dengan mengunjungi night market.

Melalui HypeSpace Market, realme ingin memberikan wadah bagi anak muda untuk berkumpul dengan teman-teman setelah seharian beraktivitas. Di mana lewat HypeSpace Market, anak muda dapat 'Live for Real' atau menjadi diri mereka sendiri dengan realme 15 Series 5G. Di HypeSpace Market ini, anak muda dapat mengabadikan setiap momen kebersamaan bersama teman ataupun keluarga di setiap instalasi perpaduan teknologi dan juga lifestyle.(***)

BRI BO Bogor Dewi Sartika Meriahkan Penutupan Festival Merah Putih

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan yang terbaik untuk seluruh nasabah. Salah satu wujud nyata yaitu melalui dukungan BRI untuk UMKM.

Melalui acara Festival Merah Putih yang digelar di Bogor, BRI BO Bogor Dewi Sartika turut memeriahkan kegiatan tersebut mulai dari pembukaan hingga penutupan acara. Hal ini sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap perkembangan dunia UMKM.

BO Head BRI Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat mengatakan, sebagai sponsor utama di kegiatan Festival Merah Putih, BRI sangat mendukung perkembangan UMKM. Tentunya dukungan ini diharapkan bisa memajukan UMKM sehingga bisa berdaya saing tinggi.

"Harapan kami tentunya UMKM di Indonesia bisa terus berkembang dan berjaya hingga kancah internasional," tegasnya.

Fahmi menambahkan, setelah digelar selama satu bulan penuh, Festival Merah Putih (FMP) 2025 resmi ditutup di Mako Brimob Resimen 1 Kedung Halang, Minggu (31/8/2025). Tak ketinggalan bersama seluruh pihak pendukung, BRI juga mengikuti doa bersama untuk Negeri Indonesia tercinta.

"Kami bersama pihak pen dukungan lainnya terus mendoakan Negeri Indonesia kita ini bisa aman, nyaman dan perekonomian tumbuh dengan baik bersama BRI," tutupnya.(***)

Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Terpadu, Andal, Luar Biasa, Inovatif, Solutif (KATALIS), Rabu (24/9/2025), di BP3K Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tema yang diangkat adalah mengenaj pertanian organik.

Hadir pada kegiatan ini konsultan dari widyaiswara BBPP Lembang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Sekretaris Camat Saguling dan kelompok tani dari 6 desa di Kecamatan Saguling.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian organik adalah solusi untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

“Pertanian organik dapat menyediakan pangan sehat yang ramah lingkungan dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi tinggi bagi petani, sekaligus menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim global,” tutur Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KATALIS sebagai salah satu standar pelayanan bagi para stakeholder dengan tujuan peningkatan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui konsultasi agribisnis," jelasnya.

Saat konsultasi, Widyaiswara BBPP Lembang sebagai konsultan, pada awal kegiatan menjelaskan prinsip pengendalian hama dan penyakit terpadu (HPT).

Pengendalian hama dan penyakit bisa dikombinasikan antara organik dan kimiawi, asalkan pemberian pupuk atau penyemprotan untuk hama dan penyakit secara kimiawi itu harus dikurangi dan dilakukan dengan bijaksana, tepat dosis dan tepat jumlah.

Baca juga:

Dukung Penelitian, UPT Kementan Fasilitasi Mahasiswa Biologi

Salah satu pengendalian HPT memanfaatkan jamur seperti Trichoderma. Trichoderma mampu mencegah penyakit tular tanah (fusarium) dan berperan untuk menjaga daya tahan tubuh/imunitas dari tanaman selayaknya pemberian vaksinasi pada manusia.

Widyaiswara didampingi petugas juga mempraktikkan perbanyakan Trichoderma.

Dijelaskan inokulasi Trichoderma dengan peralatan sederhana yang membutuhkan diantaranya isolat Trichoderma, lampu bunsen, spirtus, jarum ose, dan jagung sebagai media perbanyakannya.

Widyaiswara lalu menjelaskan titik kritis agar proses perbanyakan Trichoderma sukses.

“Titik kritis perbanyakan Trichoderma ada di sterilisasi tempat, dan saat inokulasi minimalisir berbicara keras supaya mencegah kontaminasi.”

Selanjutnya diberikan pula cara pengaplikasian trichoderma ke tanaman, bisa melalui berbagai cara seperti ditaburkan pada lubang tanam, dicampurkan dengan pupuk atau diaplikasikan sebagai larutan. Pemberian Trichoderma sebaiknya pada sore hari agar tidak terjadi penguapan berlebih.

Diskusi berjalan diantaranya tentang proses pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung dan pengendalian hama patek pada tanaman cabai.

Untuk pencegahan hama dan penyakit pada tanaman, widyaiswara menegaskan pentingnya pemberian pupuk berimbang pada tanaman dan pengaturan jarak tanam.

Pertanyaan lainnya tentang waktu yang tepat pemberian Tricoderma pada saat pembuatan pupuk organik.

“Pemberian tricoderma yang tepat untuk pembuatan kom-mix hayati (kompos dicampurkan dengan agens hayati Trichoderma adalah saat dekomposisi pupuk organik sudah berjalan 1 minggu atau sampai suhu dingin sekitar 23-25 derajat celcius,” terang Widyaiswara.

Saat ini, laboratorium agens hayati BBPP Lembang memproduksi Trichoderma dalam bentuk serbuk.

Widyaiswara berbagi tips cara pembuatannya dengan mencampurkan Trichoderma dengan zat kaolin dengan komposisi tertentu. Fungsinya untuk memperpanjang masa simpan trichoderma tersebut.

Dengan melakukan inokulasi Trichoderma, petani dapat mengendalikan penyakit tanaman secara alami dan meningkatkan kualitas hasil panen secara berkelanjutan.

Salah seorang petani dari Kelompok Tani Cinta Asih I Desa Cipangeran, Aris Supardi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan KATALIS, kolaborasi BBPP Lembang dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KBB.

“Adanya konsultasi agribisnis ini menambah ilmu pengetahuan bagi kami tentang agen pengendali hayati, lalu juga tentang pengendalian hama dan penyakit pada tanaman berbagai tanaman yang kerap kami alami,” ucapnya.

“Semoga program ini bisa berkontribusi dan berkelanjutan untuk pembangunan pertanian di Kecamatan Saguling,” harap Aris.(***)

BRI KC Mabes TNI Cilangkap Penetrasi EDC ke Merchant, Lakukan Kunjungan 4 in 1

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - BRI KC Mabes TNI Cilangkap lakukan penetrasi mesin EDC ke Merchant sekaligus kunjungan 4 in 1.

Kegiatan ini dilakukan oleh Relationship Manager Funding & Transaction(RM FT) bersama petugas IT ini dilakukan pada di September 2025. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan serta penetrasi penggunaan mesin EDC BRI oleh Merchant kepada customer /nasabah.

Sekaligus juga kunjungan untuk bagaimana memaksimalkan penggunaan Mesin EDC tersebut.

Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan merchant bisa semakin memahami tentang penggunaan mesin EDC BRI. Dan para pengguna atau nasabah bisa menikmati kemudahan serta keuntungan dari beragam promo dari BRI.

"Dengan adanya penggunaan mesin EDC BRI ini tentunya bisa memudahkan dan menguntungkan nasabah yaitu merchant ataupun konsumen," tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI banyak memiliki produk dan program unggulan. Tak hanya penggunaan mesin EDC BRI, ada juga aplikasi BRImo yang tentunya sangat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman.

"Nasabah atau konsumen BRI bisa menikmati beragam program dan produk unggulan kami," tutupnya.(***)

Dukung Penelitian, UPT Kementan Fasilitasi Mahasiswa Biologi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia, program studi Biologi, menyelesaikan PKL selama tiga bulan di BBPP Lembang. PKL diakhiri dengan seminar hasil, Rabu (24/09/2025.) Keduanya fokus pada penelitian di bidang Hortikultura.

BBPP Lembang, sebagai UPT Kementerian Pertanian, berharap dapat memberikan pengalaman dan pemahaman bagi mahasiswa yang akan lulus kuliah dan melanjutkan karir maupun pendidikan di bidang pertanian nantinya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga berharap kegiatan ini bisa turut meningkatkan produksi pangan.

“Kolaborasi yang baik diperlukan antara mahasiswa bersama petani dalam menggenjot stok pangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, sangat menekankan pertanian membutuhkan peranan generasi milenial.

Bahkan, ia mengajak generasi muda untuk menjadi kaya raya menjadi petani dengan jiwa wirausaha profesional.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, juga menyambut baik kontribusi kedua mahasiswa ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan PKL yang berorientasi pada riset. Hasil penelitian mereka tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berpotensi memberikan solusi praktis bagi petani,” ujarnya.

Baca juga:

Sinergi Kementan dan Perhiptani Singkawang Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh

Dua mahasiswa UPI yang melaksanakan PKL di BBPP Lbang adalah Risma Khoerunisa yang meneliti Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3) terhadap Aklimatisasi Tanaman Anggrek Dendrobium.

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses adaptasi bibit anggrek yang baru dipindahkan dari botol ke lingkungan luar.

Temuannya menunjukkan bahwa aplikasi GA3 dapat mempercepat pertumbuhan akar dan daun, meningkatkan tingkat keberhasilan aklimatisasi, dan pada akhirnya membantu petani anggrek untuk mendapatkan bibit yang lebih kuat.

Mahasiswa lainnya adalah Sulastri Putri Imani yang fokus pada penelitian Respon Pertumbuhan Scion Kaktus yang Berbeda terhadap Grafting pada Rootstock yang Sama.

Penelitian ini mengeksplorasi teknik penyambungan (grafting) pada kaktus hias.

Sulastri berhasil mengamati bagaimana perbedaan jenis scion (batang atas) memengaruhi keberhasilan dan laju pertumbuhan setelah disambungkan ke rootstock (batang bawah) yang sama.

Hasilnya memberikan panduan praktis bagi pembudidaya kaktus untuk memilih kombinasi yang paling efektif.

Risma Khoerunisa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak dari BBPP Lembang karena telah mengizinkan kami melakukan kegiatan PKL di sini. Selama kegiatan PKL di sini, kami banyak mendapatkan ilmu baru," ujarnya.

Senada dengan Risma, Sulastri Putri Imani menyoroti lingkungan dan bimbingan yang sangat mendukung.

"Kami juga bisa merasakan mendapatkan lingkungan yang nyaman, terus Widyaiswara-nya juga sangat baik, sangat membimbing kami dan kami juga bisa mendapatkan banyak ilmu baru. Dan juga untuk prasarananya juga sangat lengkap di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang ini," tambah Sulastri.

Melalui penelitian-penelitian dan pengalaman langsung seperti ini, Kementan dan BBPP Lembang terus berupaya menciptakan SDM pertanian yang andal, inovatif, dan berorientasi pada teknologi, sejalan dengan visi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)