18 April 2026

Tahun: 2025

Capai Swasembada Pangan, Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani MBKM

TANIINDONESIA.COM//WONOSOBO - Sebanyak 21 mahasiswa semester 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Penyerahan ke-21 mahasiswa tersebut dilakukan di BPP Wonosobo, Rabu (16/4/2025), yang diikuti juga oleh 6 PPL, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kab Wonosobo Ka. UPTD Penyuluhan Kab Wonosobo, serta Polbangtan YoMa yang diwakili oleh Wakil Direktur I.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian.

"Masa depan pertanian ada di tangan anak-anak muda. Mereka akan turut menentukan arah pembangunan pertanian. Oleh sebab itu, kita berharap para generasi muda bisa memperkaya diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani menjadi hal yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari.

"Petani-petani kita yang ada saat ini sudah tua-tua. Oleh karena itu regenerasi petani menjadi sangat penting. Kita harus persiapkan generasi muda saat ini untuk menjadi petani handal," ujarnya.

Sementara Direktur Polbangtan YoMa yang diwakili oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, menjelaskan lebih rinci mengenai kegiatan penyerahan mahasiswa yang melaksanakan MBKM di Wonosobo.

"Mahasiswa yang melaksanakan MBKM kali ini adalah semester 6 terdapat 21 mahasiswa yang akan ditugaskan dan melaksanakan di kabupaten Wonosobo yang terbagi dalam 5 kecamatan berdasarkan hasil diskusi yaitu kecamatan yaitu Watumalang, Wadaslintang, Kaliwiro, Mojotengah, dan kretek," tuturnya.

Ia menambahkan, para mahasiswa semester 6 ini sebelumnya telah melaksanakan PKL dan MBKM 1, serta telah melaksanakan pendampingan PAT dari program kementrian pertanian.
"Sehingga telah berpengalaman di lapangan, yang akan memudahkan untuk penugasan di lapangan. Semester 6 MBKM ini bertujuan untuk memperdalam ilmu di bidang pertanian, mahasiswa siap mensukseskan swasembada pangan melalui program MBKM," urainya.

Menurut Endah, pencapaian dari MBKM ini adalah melakukan analisis potensi wilayah berbasis PRA, melaksanakan penyuluhan, dan merancang program berdasarkan konsep pertanian berkelanjutan, selain belajar dapat transfer atau berbagi ilmu yang akan membantu petani di lapangan
"Harapan kita mahasiswa mudah beradaptasi, memberikan inovasi dan menjadi contoh mahasiswa yang dedikasi,” ujarnya.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2025/04/19/tingkatkan-hasil-panen-penyuluh-kulon-progo-terapkan-metode-alternatif-pruning/

Sedangkan Kepala UPTD BAPELUH Wonosobo, Khairul SP, mengatakan MBKM membantu untuk mengembangkan pengetahuan para petani.

"Pesan kami, lakukan kegiatan ini dengan ikhlas jangan terpaksa jalanin di desa dan petani di kecamatan masing-masing. Dan yang paling penting adalah niatan dari teman-teman mahasiswa yang berniat untuk belajar, agar memudahkan dikemudian hari. Belajar di lapangan raih sebanyak-banyaknya ilmu yang ada di lapangan," katanya.

Dijelaskannya, di Wonosobo dengan geografis yang ada terdapat perbedaan di antara kecamatan. Oleh karena itu, ditanami menyesuaikan geografis tersebut.

Sedangkan jumlah padi di Wonosobo sekitar 11.000 ha dan terdapat lahan kering dengan ketinggian 700 mdpl dan lahan sawah.

"Harapan kami semoga mahasiswa yang ditugaskan di Wonosobo ini dapat berbagi ilmu kepada masyarakat atau petani yang diperoleh dari kampus dan dapat meraih ilmu dari lapangan," katanya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kab Wonosobo, Dwiyana Satyani Budyayu, berharap kegiatan ini bisa menggerakkan petani untuk menghidupkan serta mengelola green house.

"Mahasiswa kita minta menjadi mentor Kabupaten Wonosobo dalam kegiatan belajar di kebun tani Wonosobo yang akan mengarahkan petani, TK, SD, dan SMK yang berkunjung di kebun tani. Sehingga dari mahasiswa ini mereka dapat belajar menjadi influncer atau mentor," ujarnya.

Ia juga berharap mahasiswa dapat mengembangkan potensi kecamatan yang ditempatkan oleh mahasiswa masing-masing.

"Dengan harapan dapat memberdayakan masyarakat dan petani dengan mengembangkan potensi yang ada di kecamatan masing-masing mahasiswa yang ditugaskan," katanya.(***)

Tingkatkan Hasil Panen, Penyuluh Kulon Progo Terapkan Metode Alternatif Pruning

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA -Pruning atau pemangkasan pada tanaman padi terbukti meningkatkan produktivitas tanaman padi di Bantar Kulon, Banguncipto, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di lahan yang dikelola oleh BPP Sentolo ini, penyuluh dan sejumlah pihak terkait melakukan panen dari hasil ujicoba pruning pada Rabu (16/4/2025).

Penyuluh bergembira dengan hasil yang diperoleh. Dengan perlakuan pruning, terlihat peningkatan produktivitas Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 1,12 ton/ha dibandingkan dengan budidaya padi tanpa pruning.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya inovasi sebagai solusi penting dalam memastikan ketahanan pangan Indonesia.

"Inovasi ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan beras nasional," kata Mentan .

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) sangat berbangga bahwa ternyata banyak inovasi yang terus dikembangkan.

“Kementan mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi melalui peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, teknologi lainnya dan inovasi,” papar Idha.

Penerapan pruning ini menjadi salah satu inovasi untuk mensiasati lahan sempit di wilayah DI. Yogyakarta.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/18/kementan-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-lewat-brigade-pangan/

Menurut Hendro Santoso, Koordinator BPP Sentolo, pruning cocok untuk dikembangkan di wilayahnya.

“Di lahan praktik ini, kami menanam 2 varietas padi, yakni Ciherang dan Mapan P05. Dengan perlakuan pruning, varietas Mapan P05 bisa menghasilkan 14,08 ton/ha. Sedangkan tanpa pruning, hanya menghasilkan 12,16 ton/ha,” papar Hendro.

Sedangkan pada varietas Ciherang, Hendro mengatakan dengan perlakuan pruning bisa menghasilkan 7,04 ton/ha. Tanpa pruning, hanya menghasilkan 6,08 ton/ha.

“Kami menyimpulkan pruning tanaman padi bisa meningkatkan produktivitas, namun masih ada potensi mendongkrak lebih dengan pertimbangan varietas dan kecukupan nutrisi tanaman,” ucap Hendro.

Hal ini mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Drajat Purbadi.

“Bupati menegaskan Kulon Progo akan menjadi lumbung pangan. Untuk itu, kita harus punya banyak kreatifitas,” kata Drajat.

Ia menyebut Kulon Progo tahun ini hanya bisa cetak sawah 10 ha, karena sulitnya penambahan luas lahan.

“Kita harus meningkatkan produktivitas, melalui pertanian presisi. Dengan pemberian pupuk secara tepat bisa menjadi percontohan di tingkat nasional,” ujarnya.

Direktur Polilteknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA). R. Hermawan yang hadir pada kesempatan ini menyambut baik inovasi pruning yang diinisiasi oleh Hendro, salah satu alumninya.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan berkolaborasi dengan BPP Sentolo. Untuk terus meningkatkan produktivitas padi. Utamanya untuk mencapai swasembada pangan nasional, pungkasnya. (os)

Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama dalam hal ini beras, sebagai bagian dalam upaya mengejar target swasembada pangan. Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menyampaikan sambutan pembukaan pelatihan bagi Brigade Pangan di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Amran mengatakan melalui Brigade Pangan, Kementan berupaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan dengan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dan melibatkan generasi muda.

“Brigade Pangan mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektar per brigade. Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi canggih,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman.

Selain itu, Brigade Pangan diberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, pelatihan, serta akses ke benih unggul, pupuk, dan pestisida. “Program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda,” katanya.

Salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan menurut Amran adalah pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dengan pemanfaatan alsintan, dapat membantu mempercepat proses pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.

“Dalam situasi di mana tenaga kerja pertanian semakin berkurang, alsintan menjadi solusi untuk memastikan proses pertanian tetap berjalan lancar. Dengan penggunaan alsintan pengelolaan lahan lebih terstruktur, termasuk optimalisasi lahan rawa dan pencetakan sawah rakyat,” tutur Menteri Amran.

“Alsintan bukan hanya alat,
tetapi juga simbol modernisasi pertanian yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional. Dengan bantuan alsintan, Brigade Pangan dapat mencapai target swasembada pangan melalui percepatan olah tanah, tanam, dan panen secara serempak,” papar Amran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/15/dorong-percepatan-swasembada-pangan-kementan-terjunkan-mahasiswa-mbkm-di-4-provinsi/

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan pihaknya menargetkan pembentukan 4.224 Brigade Pangan. Saat ini, jumlah Brigade Pangan yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 Provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025.

“Saat ini, Brigade Pangan yang sudah beroperasi mencapai 1.154 BP dengan cakupan luas lahan mencapai 230.800 Hektar yang tersebar di 12 Provinsi,” ungkap Santi.

Dengan jumlah Brigade Pangan dan luas lahan wilayah kerja Brigade Pangan tersebut, Brigade Pangan telah mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian sebanyak 2.347 unit berupa Traktor Roda 4 sebanyak 647 unit, TR2 sebanyak 1.391 unit, dan Crawler sebanyak 309 unit.

Santi menjelaskan dalam rangka meningkatkan kompetensi petani pengelola Brigade Pangan dalam mengoptimalkan kinerja alat dan mesin pertanian, maka Kementan melalui BPPSDMP melaksanakan rangkaian kegiatan peningkatan kapabilitas SDM Pertanian yaitu Pelatihan bagi Brigade Pangan.

Sementara Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Inneke Kusumawaty juga menjelaskan secara teknis bahwa Pelatihan dilaksanakan dengan beberapa sesi dimana setiap pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari secara offline.

“Pelatihan yang dibuka serentak di 12 provinsi lokasi Oplah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola Brigade Pangan dalam mengoperasikan TR2 dan TR4 untuk mengoptimalkan olah tanah di wilayah kerja BP dan menyusun laporan usaha tani serta penyisihan pendapatan untuk biaya penyusutan Alsintan,” terang Inneke.

Ditambahkan Inneke, untuk Bulan April Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 30 April 2025 di 12 Provinsi wilayah Oplah. Dengan target peserta pelatihan sebanyak 16.382 orang.

“Diharapkan dengan diberikannya pelatihan ini bisa mendorong pertanaman dan panen padi khususnya di 12 provinsi lokasi Oplah ini, guna mendorong terwujudnya swasembada pangan dalam waktu dekat
ini”, tegas Inneke.(***)

UPT Pelatihan Kementan Ajarkan Gen Z Hilirisasi Pertanian dan Agribisnis Tanaman Hias

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 59 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School, Depok, Selasa (15/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sugestiana, menyampaikan pihaknya mengajak murid-murid belajar pertanian di BBPP Lembang dalam rangka Research and Leadership Development Program Sekolah.

Ia berharap kegiatan kunjungan ke BBPP Lembang dapat memberi manfaat dan bisa diaplikasikan oleh siswa.

Kunjungan kali ini, BBPP Lembang mengajarkan hilirisasi komoditas pertanian dan agribisnis tanaman hias. Keduanya dapat menjadi peluang usaha menjanjikan di sektor pertanian.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium menjelaskan tujuan pengolahan hasil pertanian.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/30/sinergi-dua-upt-kementan-wujudkan-regenerasi-pertanian/

Lalu, generasi z ini diajak praktik langsung membuat cemilan yang rasanya manis pedas asam dan menyegarkan yaitu sorbet cabai.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet hingga menjadi sorbet cabai yang siap dikonsumsi.

Dua siswa, Audrey dan Zakky, antusias mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sorbet, mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, pemixeran hingga pelabelan.

“Asyik belajar membuat sorbet ini, mudah juga ternyata,” ucap Audrey.

Sementara Zakky mengatakan olahan sorbet cabai ini belum pernah ia temui di tempat lain.

Produk olahan lainnya seperti es krim jagung, es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet buah naga, dan sorbet mangga, juga diserbu oleh pengunjung untuk dicicipi.

“Enak-enak semuanya, jangan lupa cobain sorbet dan es krim ini di BBPP Lembang yaa!" ucap mereka kompak.

Di screen tanaman hias, siswa mempraktikkan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen.

Widyaiswara didampingi petugas menjelaskan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Siswa-siswi mempraktikkan perbanyakan tanaman sukulen melalui stek pucuk dan stek daun.

Selain itu, mereka juga praktik perbanyakan kaktus dengan cara grafting, menyambungkan understam dan anakan kaktus.(***)

Dorong Percepatan Swasembada Pangan, Kementan Terjunkan Mahasiswa MBKM di 4 Provinsi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan 309 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) ke Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bangka Beltung.

Kementan optimis, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini akan berkontribusi pada percepatan target swasembada pangan. Sekaligus memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah keterampilan langsung di lapangan.

Mereka adalah 158 mahasiswa jurusan pertanian yang dilepas pada Senin (14/4/2025). Menyusul 136 mahasiswa jurusan peternakan yang sudah dilepas pekan lalu.

Di kesempatan sebelumnya, 15 mahasiswa juga telah lebih dulu diberangkatkan ke Bangka Belitung sebagai Pendamping Brigade Pangan.

Disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, bahwa masa depan pertanian ada di tangan generasi muda.

“Hadirnya Kurikulum Merdeka dalam pendidikan vokasi, akan menjadikan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian ada di generasi milenial,” ungkap Mentan Amran.

Selaras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut MBKM menjadi jalan untuk mengenalkan sektor pertanian kepada generasi muda.

“Hal ini sejalan dengan upaya untuk menarik minat dan membangun kapasitas SDM pertanian yang lebih muda dan terampil, sehingga pertanian modern dapat diimplementasikan”, jelasnya.

Baca juga :

https://taniindonesia.com/2025/04/13/manfaatkan-alsintan-petani-kulon-progo-panen-raya/

Saat melepas mahasiswa MBKM, Wakil Direktur 1 Polbangtan YOMA, Endah Puspitojati, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan swasembada pangan.

“Kami sudah menyesuaikan kurikulum MBKM dengan target swasembada pangan. Terutama pada deskripsi beberapa mata kuliah, lebih ditekankan pada komoditas padi,” papar Endah.

Ia menambahkan, mahasiswa juga telah dibekali dengan keterampilan budidaya dan pasca panen. Salah satunya dengan mengunjungi Gapoktan yang sudah maju, untuk mempelajari penggilingan padi hingga hilirisasi.

Upaya ini dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dalam mendampingi petani selama 4 bulan di lapangan.

“Untuk mendukung lokasi Brigade Pangan Jawa Tengah, kami terjunkan mahasiswa program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo, Wonosobo, dan Boyolali.” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan YOMA, Sumaryanto, mengatakan bahwa MBKM menjadi tahapan penting bagi mahasiswa untuk berlatih di dunia kerja sesungguhnya.

“Dalam melakukan MBKM kalian akan belajar di dunia kerja yang sesungguhnya, ini menjadi penting untuk meningkatkan kompetensi diri kalian masing-masing”, imbuhnya.(***)

Manfaatkan Alsintan, Petani Kulon Progo Panen Raya

TANIINDONESIA.COM//KULON PROGO - Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur Kulonprogo memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam budidaya padinya. Bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) ini terbukti bisa meningkatkan produktivitas padi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Petani di Dukuh Karangasem, Kedungsari, Pakanewonan Pengasih Kulon Progo berhasil menikmati panen raya. Dengan lahan poktan seluas 21 ha, produktivitas petani bisa mencapai 6,88 ton/ha.

Sementara itu, di lokasi Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan ini adalah hasil dari kebijakan yang tepat dan keberpihakan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Ini betul-betul revolusi sektor pertanian. Kemudian program pompanisasi telah meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton di saat krisis El Nino. Alhamdulillah produksi kita meningkat. Menurut data dari BPS, terjadi peningkatan produksi sebesar 52 persen pada Januari, Februari, dan Maret,” lanjutnya.

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga negara, baik pusat maupun daerah, untuk mencapai target swasembada pangan.

"Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita harus terus bergandengan tangan dengan semua pihak," kata Idha.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) R. Hermawan yang hadir di lokasi panen raya Kulon Progo mengatakan ini sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hermawan menyebut alsintan menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada pangan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/14/dorong-swasembada-pangan-kementan-laksanakan-bimtek-penyuluhan-keamanan-pangan/

Disampaikan oleh Sarino, Ketua Poktan Kedungsari alsintan sudah menjadi kebutuhan dasar petani.

“Saat ini rata – rata usia petani mencapai 50 tahun ke atas, sehingga program percepatan tanam memerlukan bantuan alsintan yang sesuai” ucapnya.

Senada, Rizal Agung Wahyudi, petani milenial sekaligus pengurus UPJA Ngestiraharjo, mengatakan alsintan berperan penting dalam mempermudah budidaya, panen, dan pasca panen di lapangan.

“Kami sudah mendapat bantuan alsintan traktor dan combine serta drier. Usaha jasa pengolahan tanah, panen juga sudah berjalan.” jelasnya.

Ia menyebut bantuan drier sangat bermanfaat bagi petani yang bergerak dalam penggilingan padi. Dengan semakin tingginya produksi padi harian, ia menyebut perlunya drier yang lebih besar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan optimis produktivitas padi Kulon Progo akan terus meningkat.

“Kami menyiapkan Kulon Progo untuk menjadi lumbung pangan. Kami akan melatih taruna tani, dengan 50 orang petani tiap angkatan, di lokasi tanam” jelasnya.

Menurutnya, upaya ini bisa merubah mindset petani muda dari petani kumuh menjadi petani bisa kaya.

Hadir di lokasi, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi gerakan ini. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan lahan dengan budidaya varietas padi unggul.

“Dengan luasan lahan yang sempit akan lebih menguntungkan jika tanam padi premium.” papar Sri Sultan usai melakukan panen raya di lokasi pada Senin (7/4/2025).(***)

Sinergi Kementan dan Kementerian PUPR Kembangkan SDM Bidang Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui OCG Associates, memberikan pelatihan kepada masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Olahan Keripik Singkong dan Pisang (Angkatan 3), dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (10/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada pelatihan ini, 35 orang peserta dibagi 3 kelompok diajak melakukan praktik dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium.

Para peserta dipandu untuk membuat eggroll pisang, pai susu keju, dan keripik mangleng singkong.

Pelatihan dimulai dengan penjelasan oleh widyaiswara dan petugas laboratorium tentang bahan dan alat. Kemudian peserta praktik membuat ketiga bahan olahan tersebut.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/07/presiden-prabowo-pimpin-panen-serentak-di-14-provinsi-produksi-beras-tertinggi-dalam-7-tahun-petani-adalah-pahlawan-bangsa/

Mereka juga dipandu untuk menindaklanjuti hasil pelatihan agar bermanfaat.

Penghujung pelatihan, dilakukan pelepasan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, tim manajemen dan widyaiswara, serta perwakilan dari Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan manusia adalah makhluk pembelajar yang setiap hari harus selalu mengasah kemampuan dan wawasannya dengan suatu hal yang baru.

“Ini akan membentuk karakter positif bagi siapapun yang tidak lelah untuk belajar setiap harinya,” tutur Ajat.

“Pengolahan hasil pertanian bisa menjadi alternatif usaha yang produktif dibidang pertanian, asalkan dilakukan dengan baik dan saya berharap ibu-ibu yang memang biasa melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan pangan, sukses menjalankan bisnis pengolahan pangan ini,” harap Ajat.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri sesuai rencana tindak lanjut. Pertemuannya sebanyak 3 kali dan peserta dibagi menjadi 3 kelompok.

Selanjutnya widyaiswara BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan fokus di pemasaran hingga produk olahan singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Pelatihan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua peserta, sekaligus dapat menjadi active income untuk membantu keuangan keluarga pasca terdampak pembangunan jalan tol.

Dengan demikian pertanian bisa menjadi alternatif peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Kami harap para peserta dapat mempraktikkan pelatihan ini secara mandiri dan menjadi salah satu alternatif sumber penghasilan mereka,” tutup Ajat.(***)

Presiden Prabowo Pimpin Panen Serentak di 14 Provinsi, Produksi Beras Tertinggi dalam 7 Tahun: Petani Adalah Pahlawan Bangsa

TANIINDONESIA.COM//Majalengka  – Beberapa hari setelah Idul Fitri, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota, sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS mencatat bahwa pada April 2025, potensi luas panen nasional mencapai 1.595.583 hektare, dengan estimasi produksi sebesar 8.631.204 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 4,97 juta ton beras. Secara kumulatif, produksi Januari–April 2025 tercatat 13.948.785 ton GKG, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap capaian ini yang menurutnya merupakan hasil dari kerja keras para petani serta sinergi lintas sektor. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini bukan semata capaian teknis, namun juga keberhasilan moral dan sosial.

“Saya ingin sampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bekerja keras, para Menteri, Panglima TNI, Kapolri, jajaran pemerintah, dan tentu saja para petani. Saudara-saudara petani adalah tulang punggung bangsa. Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga menyatakan kebahagiaannya karena pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, harga-harga pangan terkendali, stabil, dan terjangkau. Ia menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja nyata seluruh jajaran pemerintahan dan para petani di seluruh pelosok negeri.

“Banyak negara saat ini kekurangan beras, harga pangan menjulang. Bahkan di negara terkaya sekalipun, telur langka. Tapi kita, Alhamdulillah, sekarang ekspor telur dan harganya turun. Ini berkat kerja keras semua pihak. Ini hasil kebijakan yang masuk akal dan kesungguhan kita untuk membela rakyat,” tambah Presiden.

Empat belas provinsi utama seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Sumut, Kalbar, Kalteng, Kalsel, NTB, dan Sulsel tercatat menyumbang hampir 91,42% produksi nasional bulan ini. Dengan luas panen 1,43 juta hektare dan produksi 7,89 juta ton GKG, wilayah ini menjadi tulang punggung produksi nasional. Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di luar Pulau Jawa, kontribusi tertinggi berasal dari Sulsel, Lampung, dan NTB.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada capaian ini. Program strategis seperti cetak sawah, distribusi pupuk, teknologi pertanian, dan koperasi desa akan terus diperluas untuk mendorong kemandirian pangan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/24/kementan-tarik-minat-generasi-muda-melalui-agribisnis-tanaman-hias/

“Saya ingin jadi Presiden yang berhasil menjaga harga pangan. Saya ingin rakyat kita menikmati protein yang cukup, harga yang terjangkau. Kita ingin desa punya gudang, cold storage, apotek murah, dan truk pengangkut hasil panen. Kita ingin petani hidup makmur,” ujarnya penuh semangat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir mendampingi Presiden menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kebijakan yang tepat dan keberpihakan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Terima kasih dari petani Indonesia. Harga gabah naik Rp6.500 per kilogram. Dan ini kebahagiaan petani seluruh Indonesia. Ada 100 juta petani yang berterima kasih kepada Bapak Presiden. Kemudian juga terima kasih atas kebijakan pupuk yang lebih sederhana. Tadi kami keliling, petani berterima kasih karena mendapatkan pupuk lebih mudah dibanding sebelumnya,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, sebelumnya distribusi pupuk memerlukan tanda tangan dari 12 menteri, 38 gubernur, dan 500 wali kota/bupati. Namun kini, berkat Instruksi Presiden yang ditandatangani, pupuk dapat langsung disalurkan dari pabrik ke kelompok tani (Gapoktan).

“Ini betul-betul revolusi sektor pertanian, Bapak Presiden. Kemudian program pompanisasi telah meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton di saat krisis El Nino. Alhamdulillah produksi kita meningkat. Menurut data dari BPS, terjadi peningkatan produksi sebesar 52 persen pada Januari, Februari, dan Maret,” lanjutnya.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya kepada seluruh petani Indonesia. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan produksi, dan menegaskan bahwa pemerintahannya akan berdiri bersama mereka untuk membangun masa depan pangan Indonesia.

“Kami bangga mengabdi kepada rakyat. Tidak ada panggilan lebih mulia daripada membela petani. Karena itu, petani harus dimuliakan. Harus makmur. Dan kami akan buktikan itu bersama-sama,” tegas Presiden Prabowo.

Dengan komitmen kuat dan sinergi nasional, Indonesia melangkah mantap menuju swasembada pangan yang berkelanjutan, menjawab tantangan global dengan keberanian dan kerja nyata.

BRI Rawamangun Berbagi Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - BRI Cabang Rawamangun terus memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah. Tak hanya itu, untuk lingkungan sekitar juga ada kepedulian sosial yang dilakukan oleh BRI Cabang Rawamangun.

Pimpinan Cabang BRI Rawamangun, Rahardian Umar Dani mengatakan, pihaknya memiliki agenda rutin bulanan. Tentunya ini ditujukan bagi masyarakat sekitar. Program rutin bulanan ini berupa Jumat Berkah.

"Jadi kami berbagi Jumat Berkah kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.

Adapun Program Jumat Berkah ini berupa pembagian makan siang gratis kepada masyarakat sekitar di Jalan Pemuda, Rawamangun. Kali ini BRI Cabang Rawamangun membagikan makan siang gratis pada Jumat, 25 April 2025.

"Pembagian makan siang gratis ditujukan untuk masyarakat sekitar yang melintas di area kantor cabang kami," jelasnya.

Selain program Jumat Berkah, BRI Rawamangun juga memiliki beragam agenda lainnya di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain sebagainya. Juga ada produk-produk unggulan perbankan BRI yang tentunya akan menguntungkan nasabah.

"Kalau program, BRI punya banyak sekali begitu juga dengan produk perbankan unggulan," tegasnya.

BRI tak hanya memaksimalkan pelayanan offline di seluruh kantor cabang yang ada. Melalui aplikasi online, nasabah juga bisa melakukan transaksi perbankan dengan mudah melalui BRImo.(***)

Sinergi Dua UPT Kementan Wujudkan Regenerasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian, yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), bersinergi melakukan regenerasi petani sebagai komitmen mencapai swasembada pangan.

Sinergi antara pelatihan dan pendidikan itu diwujudkan saat lima mahasiswa PEPI melakukan praktik magang selama 90 hari di BBPP Lembang yang berakhir, Jumat (27/03/2025).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Mustika Balqis, Marsudi, F. Dahinar, Imas Masruroh, dan Uli Cristina Nainggolan, yang mempelajari budidaya berbagai komoditas yang ditumbuhkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/11/sinergi-kementan-dan-kementerian-pupr-kembangkan-sdm-bidang-pertanian/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika BBPP Lembang selalu berusaha mengoptimalkan PKL sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan seperti PEPI. Harapnya, ini dapat berkontribusi kepada swasembada pangan.

Selama PKL, kelima mahasiswa membudidayakan berbagai komoditas. Marsudi misalnya, mempraktikkan budidaya tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik deep flow technique.

Kemudian Dahinar mengembangkan budidaya tanaman padi menggunakan sistem aquaponik. Lalu Imas mempelajari budidaya tanaman hias kaktus dan sukulen secara vegetatif.

Sementara Mustika dan Uli berfokus pada budidaya tanaman tomat beef. Namun, Mustika berfokus kepada sistem budidayanya dengan menggunakan sistem irigasi tetes dan Uli berfokus pada analisis usaha tani tomat beef untuk mendapatkan keuntungan.Salah seorang mahasiswa, Mustika Balqis, memberikan kesan pesannya selama melakukan PKL di BBPP Lembang.

“Para widyaiswara dan pembimbing telah dengan baik dan sabar membimbing kami. Kami juga mendapat banyak pengetahuan mengenai budidaya yang tidak kami dapatkan di kampus,” ujarnya.(***)