18 April 2026

Tahun: 2025

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kabupaten Kudus, Kementan Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih

TANIINDONESIA.COM//KUDUS - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Terbentuknya koperasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Hadir di lokasi, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan KDMP akan memberikan banyak manfaat bagi anggota koperasi, termasuk petani. Ke depan, KDMP akan menjadi wadah untuk melaksanakan program-program pemerintah.

“Koperasi diharapkan bisa membeli produk hasil pertanian dengan harga yang baik. Menjadi penyalur pupuk subsidi, disamping menyediakan sembako dan gas LPG dengan mudah dan harga normal,” ucapnya pada Musyawarah Desa Khusus dalam rangka Pembentukan KDMP Desa Tanjungrejo pada Selasa (6/5/2025).

Ia menyebut KDMP juga akan memiliki gerai apotek desa dengan obat – obatan yang terjangkau, serta produk simpan pinjam untuk anggotanya.

Berbeda dengan konsep koperasi terdahulu, menurut Wamentan Sudaryono KDMP memberikan jaminan usaha yang pasti. Ia menyebut pemerintah tidak berjarak dengan rakyatnya.

“KDMP dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta diawasi oleh masyarakat dan aparatur penegak hukum” jelas Wamentan.

Baca juga:

Jadikan Nilai Tambah Perekonomian, Mahasiswa Polbangtan Kementan Kelola Sampah Dapur

Wamentan memastikan di akhir Mei 2025 ini, sebanyak 8.563 KDMP sudah terbentuk di Jawa Tengah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti berharap KDMP mempunyai usaha terkait pertanian supaya lebih berdaya saing. Sebab, nantinya koperasi tersebut menjadi wadah atau kelembagaan di desa yang dapat menaungi petani dan kelompok tani.

“Hal ini akan memangkas rantai pasok pemasaran produk pertanian yang selama ini cukup panjang. Petani akan mendapatkan harga yang baik dan konsumen juga menerima harga yang lebih murah,” ucap Idha.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris meminta masyarakat untuk tidak khawatir terjadinya tumpang tindih peran dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi yang sudah berjalan karena dapat dikolaborasikan.

Hadir pula Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), R. Hermawan memberikan dukungannya pada pembentukan KDMP di wilayah Jawa Tengah ini.(***)

Jadikan Nilai Tambah Perekonomian, Mahasiswa Polbangtan Kementan Kelola Sampah Dapur

TANIINDONESIA.COM//JEPARA - Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan gerakan mengompos. Upaya ini dilakukan untuk mengedukasi ibu-ibu rumah tangga di Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupatan Jepara, Jawa Tengah untuk mengolah sampah rumah tangga.

Pengelolaan sampah organik organik menjadi kompos diharapkan bisa dikembangkan masyarakat. Supaya memiliki nilai tambah dalam perekonomian, melalui pengolahan dengan skala yang lebih besar dan bisa dikomersialkan.

Hal ini sesuai ajakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman agar mahasiswa Polbangtan/PEPI untuk menjadi penggerak utama inovasi dan pencipta lapangan kerja di sektor pertanian modern.

“Mahasiswa berperan penting sebagai ujung tombak masa depan bangsa, dengan kemampuan menciptakan teknologi baru yang dapat menjadi acuan bagi pertanian global,” ucap Mentan Amran.

Ia mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya mendukung swasembada pangan nasional tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menggerakkan sistem pertanian modern.

“SDM pertanian adalah kunci. Kami terus mendorong pelatihan teknologi tepat guna, pelibatan petani milenial, dan penguatan kelembagaan”, ujarnya.

Oleh Ilham Catur Darmawan, mahasiswa Semester 8 Program Studi Agribisnis Hortikultura Polbangtan YOMA, sampah dapur berhasil diolah menjadi pupuk bernilai ekonomi yang cukup tinggi.

Catur mempunyai ketertarikan kuat pada budidaya pekarangan rumah. Dari sana, Ia mulai mempelajari pemanfaatan limbah menjadi pupuk kompos/pupuk cair.

“Dari situ muncul keinginan untuk lebih lanjut lebih peduli pada lingkungan, mulai dari menyisihkan sampah organik sampai membuat lingkungan yang tidak hanya bersih tapi juga enak dilihat (estetik),” tuturnya.

Baca juga:

Kenalkan Industri Pertanian, Polbangtan Kementan Jajaki Kerjasama dengan SMK Bansari Temanggung

Ia pun mengajak ibu-ibu rumah tangga yang bergabung di KWT Den Ayu Putri Desa Bakalan untuk mengolah sampah dapur.

“Gerakan pengolahan limbah organik menjadi kompos ini bertujuan untuk mengelola sampah organik yang sebelumnya hanya sekedar tertimbun di suatu lokasi. Yang bisa berpotensi membahayakan lingkungan sekitar,” papar Catur yang juga merupakan anggota Jepara Green Generation.

Ia pun menggandeng Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) untuk mendanai gerakan mengompos ini.

“Saya menggunakan metode pengolahan anaerob. Untuk medianya saya coba bergantian. Pernah menggunakan bak dari harbel, ember tumpuk, compostbag, raised bed, biopori di planterbag, atau sekedar ditimbun di suatu tempat”, ungkapnya.

Ia menilai kebutuhan pupuk kompos memiliki permintaan pasar yang cukup besar.

Dewi Triana Novarani, Penyuluh Pertanian BPP Kalinyamatan merespon baik gerakan ini.

“Permasalahan sampah ini sebenarnya bisa diminimalisir dari rumah masing-masing, terutama ibu-ibu yang suka memasak tentunya limbahnya itu bisa dikelola dengan baik,” papar Dewi.

Ia menyebut pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos ini merupakan salah satu upaya untuk menghemat pengeluaran dalam budidaya tanaman.

“Terlebih lagi ibu-ibu KWT pada suka menanam tanaman di pekarangan, tentunya membutuhkan pupuk untuk tanamannya.” tuturnya.(***)

Mentan Amran Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

TANIINDONESIA.COM//SIKKA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam kunjungan kerja di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini bertujuan memastikan secara langsung perkembangan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian di NTT.

“Kami dengar langsung dari Bupati dan Gubernur, PDB (produk domestik bruto) naik dari 3 menjadi 4,5 untuk NTT. Salah satu sektor yang menggerakkan adalah sektor pertanian. Ke depan kita dorong tingkat kemiskinan NTT dari tahun lalu 19 persen akan kita tekan, kita akan bergerak bersama-sama,” kata Mentan Amran pada Selasa (6/5/2025).

Mentan Amran menekankan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran terhadap petani sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah akan terus hadir hingga ke pelosok guna mendengar aspirasi dari petani dalam rangka memajukan pertanian Indonesia.

“Sampai ke pelosok kita cek langsung apakah bantuan sudah sampai ke tingkat petani, terutama pupuk. Tadi aku tanya langsung, pupuk cukup, alhamdulillah bahkan ada yang mengatakan lebih. Itu yang kita cek langsung ke lapangan agar produksi dipastikan meningkat,” ujar Mentan Amran.

Dalam kunjungan dan dialog bersama petani, Mentan Amran mengungkapkan salah satu keluhan petani adalah bendungan dan pengairan. Hal ini langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki bendungan dan irigasi sebagai upaya mendukung sektor pertanian Kabupaten Sikka.

Baca juga:

Kementan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Alsintan BP Provinsi Kalimantan Tengah

“Tadi kami langsung telepon Bapak Menteri PU, kami sangat berterima kasih kepada Menteri PU begitu cepat tanggap. Kami sampaikan terkait bendungan dan irigasi air yang belum optimal, beliau sampaikan tahun ini akan diperbaiki,” terangnya.

Selain itu, menanggapi keluhan petani soal distribusi pupuk yang masih terkendala jarak pengecer, Mentan Amran langsung mengambil tindakan. “Pupuk tidak akan bermasalah di seluruh Indonesia, apalagi Sikka. Saya putuskan hari ini tambah pengecer di Sikka. Kami saksikan bersama Kapolres nanti dikawal, agar petani tidak perlu lagi menempuh jarak 30 kilometer. Besok cukup 1 kilometer,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan dengan kemudahan pupuk dan infrastruktur pengairan yang memadai dapat mendongkrak produktivitas pertanian dan pendapatan petani di NTT. ”Ada dua di sini menentukan yaitu pupuk dan air, kalau ini ada, peningkatan pendapatan petani bisa meningkat bisa 2-3 kali lipat,” ungkapnya.

Selain berdialog bersama petani, dalam kesempatan tersebut Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada para petani. Untuk NTT sendiri, pemerintah telah menyiapkan ratusan hand tractor dan pompa.

Kunjungan kerja Wapres Gibran dan Mentan Amran di Kabupaten Sikka menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. Dengan respons cepat terhadap berbagai persoalan petani, mulai dari distribusi pupuk hingga infrastruktur irigasi, pemerintah menunjukkan kehadiran nyata untuk memperkuat produktivitas petani serta membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.(***)

PMO Mitra Tani Bulog Gandeng ABI Terapkan Teknologi Biostimulan, Produksi Padi di Karawang Meningkat

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Penerapan teknologi biostimulan dinilai efektif meningkatkan produksi padi. Hal itu dibuktikan dari produksi padi di Karawang yang mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari sebelumnya. Meningkatnya produksi padi lantaran PMO Mitra Tani Bulog menggandeng Asosiasi Bio-agroinput Indonesia (ABI) bersama PT Artha Prima Humatindo dan PT Prima Agro Tech berkolaborasi dalam perbaikan sistem budidaya.

Melalui kolaborasi ini, diperkenalkan konsep budidaya terjadwal yang mengandalkan pola aplikasi input pertanian secara terjadwal sesuai dengan Standar Operating Procedure (SOP) serta penerapan teknologi biostimulan dan biopestisida.

Pendekatan ini bertujuan untuk mengembalikan kesuburan tanah, meningkatkan efisiensi input pertanian dan secara signifikan mendongkrak produktivitas. Penerapan teknologi ini dilakukan di sawah milik Bulog seluas 8,5 hektare di Desa Kepuh dan Desa Cikalong, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kegiatan ini untuk membuktikan implementasi teknologi budidaya padi dengan SOP mampu meningkatkan produktivitas padi dari 3 ton/hektare GKP menjadi rata-rata 7 ton/ hektare GKP dengan biaya rendah dan penyehatan tanah.

Acara ini dihadiri oleh pimpinan wilayah Bulog Jawa Barat, pimpinan cabang Bulog Karawang, tim PMO Mitra Tani Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Guru besar IPB University sebagai ahli tanah, Komandan Distrik Militer (Kodim) Kabupaten Karawang serta undangan lainnya.

Berdasarkan perhitungan BPS, hasil ubinan di tiga titik plot berbeda menunjukan hasil dalam GKP yakni 6.49 ton/hektare, 8.19 ton/hektare dan 7.58 ton/hektar. Hasil tersebut menunjukan kenaikan produksi signifikan dari 3 ton/hektare di rata-rata hasil panen sebelumnya.

Guru Besar Jurusan Ilmu Tanah IPB University Prof Budi Mulyanto mengatakan, peningkatan hasil panen ini diperoleh melalui perbaikan dalam Standar Operating Procedure (SOP) budidaya dari pengolahan tanah hingga panen yang terstruktur dan tercatat secara kuantitatif.

“Varietas Inpari 32 yang digunakan ini memiliki potensi mencapai 10 ton/hektare, dengan perbaikan SOP dan pengembalian kesehatan tanah menjadi kunci untuk peningkatan hasil ini,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).

Teknologi budidaya padi yang disusun menjadi SOP terintegrasi dapat mempermudah petani dalam menjalankan budidaya melalui panduan lengkap mulai dari jadwal tanam, dosis dan volume aplikasi hingga spesifikasi teknis produk seperti pupuk, biostimulan dan pestisida.

SOP ini juga menjelaskan secara rinci seperti, waktu yang tepat dilakukan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit hingga aplikasi biostimulan sehingga menghasilkan pertanian pintar dan presisi.

Pimpinan Cabang Bulog Karawang Umar Said mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan teknis yang intensif serta pemberian senyawa humat dan biostimulan yang meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.

Peningkatan produktivitas ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah untuk swasembada pangan dan memenuhi kebutuhan beras nasional.

Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat Muhammad Alexander juga menyebutkan bahwa di Perum BULOG Jawa Barat telah mampu menyerap gabah langsung dari petani sebanyak 252.000 ton gabah atau 55.12 % dari target yang ditetapkan kantor pusat.

Salah seorang petani Eman juga mengaku puas dengan hasil panen kali ini. ”Alhamdulillah setelah memakai produk-produk tersebut hasilnya terlihat, saya berharap bisa menggunakan kembali di musim tanam berikutnya,” ujarnya.

Keberhasilan panen raya di Karawang ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Bulog, pelaku teknologi pertanian dan petani lokal mampu menciptakan lompatan produktivitas yang signifikan.

Dengan penerapan pertanian pintar dan presisi berbasis teknologi serta pendampingan intensif, diharapkan model ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.(***)

Kenalkan Industri Pertanian, Polbangtan Kementan Jajaki Kerjasama dengan SMK Bansari Temanggung

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan SMK Bansari Temanggung, Rabu (30/4/2025). Rombongan terdiri dari 6 guru dan siswa Agribisnis Tanaman sebanyak 97 orang.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda saat ini memegang peranan penting untuk kemajuan pertanian.

"Oleh sebab itu, kita berharap semakin banyak anak-anak muda yang terjun ke sektor pertanian. Sebab di tangan mereka kita berharap pertanian bisa lebih berkembang," ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Ia menegaskan jika pertanian membutuhkan regenerasi petani.

"Petani yang ada sudah tua-tua. Kita butuh kehadiran anak-anak muda dengan ilmu baru dan didukung kemajuan teknologi untuk memajukan sektor pertanian," katanya.

Baca juga:

Dorong Percepatan Tanam, Kementan Kawal LTT Bantul

SMK Bansari Temanggung sendiri berkunjung ke Polbangtan YoMa untuk menjalin kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Selain itu, kunjungan ini juga untuk mengikuti perkembangan teknologi industri sebagai bekal memasuki dunia kerja serta memberikan gambaran siswa tentang pendidikan lebih tinggi.

Rombongan SMK Bansari diterima oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, beserta jajaran tenaga pendidik dan kependidikan Polbangtan YoMa.

"Saya berharap agar kunjungan ini dapat menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap dunia pertanian sehingga diharapkan mereka nantinya menjadi petani milenial yang sukses," ujar Endah dalam sambutannya.

Perwakilan dari SMK Bansari, Bidang Humas Nurjati menyampaikan terimakasih kepada pihak Polbangtan YoMa yang telah bersedia menerima kunjungan siswa siswi SMK Bansari.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian profil Polbangtan YoMa. Selain itu, para siswa diajak berkeliling lokasi Polbangtan YoMa untuk melihat fasilitas kelas, laboratorium, perpustakaan dan lahan praktek.(***)

UPT Pelatihan Kementan Dorong Sekolah Agribisnis Fokus pada Pengolahan Hasil Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan Kota Sukabumi, memberikan pelatihan kepada anggota Sekolah Agribisnis Kreatif Sukabumi (SAKSI), 27 – 28 Mei 2025.

Kegiatan yang diikuti 55 orang itu diberi nama Pelatihan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyatakan komitmen seluruh jajarannya mendukung program Kementerian Pertanian, mencetak SDM pertanian yang inklusif, profesional, dan modern.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Dunia Usaha Dunia Industri ke Gen Z melalui Agroeduwisata

Pada pelatihan, dilakukan juga kunjungan lapang, Rabu (28/5/2025), praktik di laboratorium pengolahan hasil pertanian BBPP Lembang, Peserta dibagi menjadi 4 kelompok.

Dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium, para peserta mempraktikkan 3 jenis olahan pangan yang dapat meningkatkan nilai jual komoditas hortikultura, yaitu eggroll ubi ungu, abon cabai, dan es krim kangkung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat eggroll ubi ungu, abon cabai, dan es krim kangkung.

Pada praktik olahan ubi ungu menjadi eggroll, peserta praktik mulai dari pencampuran semua bahan menjadi adonan dan mencetak adonan di mesin pencetak eggroll dan memasukkannya ke dalam kemasan yang sudah diberikan label untuk mempercantik dan menambah nilai jual produk.

Pada sesi pembuatan abon cabai, peserta praktik pencucian semua bahan dengan bahan utama cabai merah dan cabai rawit, lalu dilakukan blanching yaitu merebus sayuran sebentar di dalam air mendidih bertujuan mempertahankan masa simpan produk lebih lama.

Setelah itu bahan dikeringkan dulu sebelum dicampurkan semua dan dimasak hingga kering dan siap untuk dikemas.

Pada praktik pembuatan es krim kangkung, bahan utamanya sayuran kangkung dan buah nanas untuk menambah rasa segar dan asam dari es krim ini. Semua bahan diblender dan diletakkan dahulu ke dalam freezer.

Setelah beku, adonan es krim di mixer dan ditambahkan bahan pengembang SP, setelah adonan lembut baru dimasukkan ke dalam cup dan diberi label kemasan untuk mempercantik dan menambah nilai jual produk.

Salah satu peserta, M. Sholahuddin Ayyub, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru dari pelatihan ini.

“Selama 2 hari kami memperoleh materi, secara klasikal di hari pertama. Hari ke-2, praktik langsung aneka olahan produk hortikultura. Produk-produknya sangat kreatif dan dapat diterapkan di skala usaha mikro, kecil, dan menengah. Terima kasih DKP3 Kota Sukabumi dan BBPP Lembang,” ucap Ayyub.(***)

Kementan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Alsintan BP Provinsi Kalimantan Tengah

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH — Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) sebanyak 465 angkatan di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Kementan untuk meningkatkan kompetensi pejuang pangan.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk mencapai swasembada pangan, Kementan memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras.

Dan salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran saat membuka pelatihan secara daring, medio April.

Amran mengatakan, BP mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektar per BP.

"Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi canggih,” imbuhnya.

Selain itu, BP diberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, pelatihan, serta akses ke benih unggul, pupuk, dan pestisida.

“Program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda,” kata Mentan Amran lagi.

Baca juga:

Tingkatkan SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Latih Petani Kabupaten Bandung Barat

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan menargetkan pembentukan 4.224 BP.

Saat ini, jumlah BP yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 Provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025.

“Saat ini, BP yang sudah beroperasi mencapai 1.154 BP dengan cakupan luas lahan mencapai 230.800 Hektar yang tersebar di 12 Provinsi,” ungkap Santi.

Selama bulan April, BBPP Lembang menyelenggarakan pelatihan sebanyak 25 angkatan di beberapa kabupaten, yaitu Kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari untuk masing-masing angkatan.

Selama 3 hari pelatihan, peserta memperoleh materi inti tentang pengolahan lahan menggunakan traktor roda 2, pengolahan lahan menggunakan traktor roda 4, pengenalan, pengoperasian, perawatan, dan pemeliharaan mesin panen kombinasi (combine harvester), dan laporan usahatani.

Salah seorang peserta BP Prajurit Tani, mengaku siap mempraktikkan ilmu yang didapat selama pelatihan.

“Setelah pelatihan ini, kami akan langsung mempraktikkan tanam padi di bulan Mei dengan menerapkan ilmu yang kami peroleh selama pelatihan terutama penggunaan alsintan, sehingga harapannya bulan Agustus bisa panen padi," katanya saat penutupan pelatihan, Rabu (30/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Selat Kabupaten Kapuas.

“Terima kasih Kementerian Pertanian dengan diadakannya pelatihan ini kami bisa memahami pengelolaan lahan sawah di sini yang dapat lebih efisien dan produktif,” ujarnya lagi.(***)

BRI Tunjukkan Komitmen Teknologi Digital Lewat Dukungan di Galeri Nasional

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif dan digitalisasi transaksi keuangan.

Kali ini, BRI menjalin kerja sama dengan Galeri Zen 1 dan Event Arkiv dalam sebuah pameran seni yang digelar di Galeri Nasional Indonesia.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memfasilitasi para kolektor dan pengunjung pameran dalam melakukan transaksi secara nontunai (cashless), sejalan dengan tren digitalisasi di sektor perbankan dan gaya hidup masyarakat modern.

Lewat kemitraan ini, BRI menyediakan berbagai metode pembayaran digital yang cepat, aman, dan mudah digunakan, termasuk QRIS dan layanan perbankan digital lainnya.

   Baca juga:

BRI Cabang Pondok Indah Gelar Buka Bersama dan Santunan

Kepala Cabang BRI Pantai Indah Kapuk, Kurniawan, mengatakan bahwa dukungan terhadap kegiatan seni kreatif ini merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap perkembangan industri kreatif nasional.

“BRI hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Kami ingin memberikan pengalaman bertransaksi yang nyaman dan efisien bagi para pecinta seni,” ujarnya.

Pameran yang digelar bersama Galeri Zen 1 dan Event Arkiv ini menampilkan karya-karya seniman terpilih dan menjadi wadah apresiasi seni bagi masyarakat luas.

Dengan adanya sistem pembayaran digital dari BRI, proses pembelian karya seni menjadi lebih praktis dan modern.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah konkret BRI dalam memperluas akses layanan keuangan digital di berbagai sektor, termasuk seni dan budaya.(***)

Tingkatkan SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Latih Petani Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (24/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diikuti 20 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

BBPP Lembang sendiri sudah membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) sejak pertengahan 2024. Layanan konsultasi agribisnis menjadi salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Edukasi Gen Z Hilirisasi dan Agribisnis Pertanian

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi BPP di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan dari widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Kunjungan ke BP3K Sindangkerta merupakan kunjungan ke-4 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani dengan rasa ingin tahu besar atau mereka yang memiliki pertanyaan untuk disampaikan.

Materi yang disampaikan oleh widyaiswara diusahakan relevan dengan keadaan sekitar. Pada kunjungan ke sindangkerta, widyaiswara hadir dan memberikan materi pembelajaran mengenai trichoderma.

Pembuatan trichoderma membuka berbagai kesempatan bagi petani. Namun teknik yang digunakan harus tepat. Shinta Andayani, widyaiswara pada kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa tempat yang digunakan untuk trichoderma harus steril.

Selanjutnya trichoderma dapat digunakan sebagai pupuk, pestisida, dan sebagainya yang dapat membantu petani dalam mengurangi penggunaan zat kimia.

Penjelasan ini banyak mengundang berbagai pertanyaan petani tentang budidaya tanaman yang dilakukannya, baik tanaman padi, buah dan sayur serta permasalahan hama dan penyakit. Solusi disampaikan oleh para konsultan dengan rinci dan jelas.

Yaya, petani dari Kelompok Tani Gawe Rancage, mengucapkan harapannya pada KAK yang dilakukan BBPP Lembang.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya KAK ini, kami merasa ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kami petani. Harapan kami juga agar lebih banyak konsultasi seperti ini ke depannya,” kata Yaya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Edukasi Gen Z Hilirisasi dan Agribisnis Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai upaya regenerasi petani, Kementerian Pertanian membuka kesempatan bagi berbagai kalangan untuk mempelajari pertanian. Salah satunya melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, yang Selasa (22/04/2025) lalu menerima kunjungan SMP Budi Cendikia Islamic (BCI) School Depok.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Sementara para siswa-siswi SMP BCI Depok melakukan kunjungan dalam rangkaian Research and Leadership Development Program.

Para siswa diharuskan menyusun karya ilmiah dari kunjungan tersebut dan mempresentasikannya kepada gurunya.

Baca juga:

Transformasi Pertanian Nasional, Kementan Launching Pertanian Modern

Dalam kunjungan ini, siswa-siswi SMP BCI Depok diterima di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Mereka lalu menuju Lab Pengolahan Hasil Pertanian untuk mempelajari olahan buah dan sayur.

Di lab, para siswa-siswi diberikan pengenalan materi yang menarik bagi mereka. Widyaiswara dan Staf lab kali itu mempersiapkan bahan dan alat untuk membuat sorbet jagung.

Untuk memberikan wawasan dan pengalaman lebih mendalam, para siswa juga dipersilakan untuk mempraktikkan sendiri dengan panduan dari widyaiswara dan staf lab.

Sebelum beralih, para siswa juga melakukan tanya jawab mengenai jenis buah dan sayur yang dapat diolah menjadi es krim atau sorbet. Tidak lupa mereka mencicipi kreasi yang telah dibuat sebelumnya.

Selain mempelajari agribisnis pertanian melalui pembuatan es krim dan pengolahan hasil pertanian lainnya, para siswa berkesempatan untuk mengelilingi lahan BBPP Lembang. Di sini mereka dapat belajar berbagai hal mengenai bercocok tanam khususnya pada tanaman hortikultura.

Terakhir, mereka mengunjungi screen house tanaman hias. Di sini mereka mempelajari cara budi daya tanaman hias kaktus melalui teknik grafting.

Dengan panduan dari widyaiswara dan pendamping lapang mereka mempelajari tahap-tahap perbanyakan tanaman dan mengenai bisnis tanaman hias yang menjanjikan.

Kepala BBPP Lembang lalu menyampaikan harapannya.

“Harapan kami adalah tumbuhnya generasi petani muda melalui pelatihan-pelatihan dan kunjungan yang dilakukan pada UPT Pelatihan Kementan,” papar Ajat.(***)