18 April 2026

Tahun: 2025

Temukan 3 Perusahaan Minyakita Sunat Volume, Mentan Amran Minta Tutup dan Segel Perusahaannya

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk memastikan ketersediaan 9 bahan pangan pokok tersedia untuk masyarakat. Dalam sidak tersebut, ia menemukan minyak goreng kemasan dengan merk Minyakita yang tidak sesuai aturan dan diatas HET. Mentan Amran menyebut hal ini merupakan pelanggaran serius, yakni Minyakita kemasan yang seharusnya berisi 1 liter ternyata hanya memiliki volume 750 hingga 800 mililiter.

Minyak tersebut diproduksi oleh PT Artha Eka Global Asia, Koperasi Produsen UMKM Koperasi Terpadu Nusantara (KTN), dan PT Tunasagro Indolestari. Selain volume yang tidak sesuai, harga jualnya juga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Meskipun di kemasan tertulis harga Rp 15.700 per liter, minyak ini dijual dengan harga Rp 18.000 per liter.

Menanggapi temuan ini, Mentan Amran menegaskan bahwa praktik seperti ini merugikan masyarakat dan tidak bisa ditoleransi. Ia meminta agar perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran segera diproses secara hukum dan ditutup.

“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan pasokan dan kualitas pangan, salah satunya minyak goreng bagi masyarakat, tetapi justru menemukan pelanggaran. Minyakita dijual di atas HET, dari seharusnya Rp 15.700 menjadi Rp 18.000. Selain itu, volumenya tidak sesuai, seharusnya 1 liter tetapi hanya 750 hingga 800 mililiter. Ini adalah bentuk kecurangan yang merugikan rakyat, terutama di bulan Ramadan, saat kebutuhan bahan pokok meningkat,” ujar Amran.

Mentan Amran juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi minyak goreng di pasaran agar kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta Satgas Pangan dan Bareskrim Polri segera bertindak untuk menegakkan aturan.

“Kita tidak boleh membiarkan praktik semacam ini terus terjadi. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi kepentingan masyarakat. Saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim dan Satgas Pangan. Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan ini harus ditutup dan izinnya dicabut. Tidak ada ruang bagi pelaku usaha yang sengaja mencari keuntungan dengan cara yang merugikan rakyat,” tegasnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/07/sediakan-pangan-terjangkau-upt-pelatihan-kementan-gelar-gerai-pasar-pangan-murah/

Lebih lanjut, Mentan Amran mengingatkan para pelaku usaha untuk menaati regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan sidak dan memastikan produk pangan yang beredar di pasaran sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Saya ingatkan kepada semua produsen dan distributor, jangan bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat. Jika ada yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara tidak jujur, pemerintah akan bertindak tegas. Kami tidak segan-segan menutup dan mencabut izin usaha yang terbukti melanggar aturan,” tambahnya.

Dalam sidak tersebut, Mentan Amran didampingi oleh Penyidik Madhya Pideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Burhanuddin. Ia memastikan bahwa pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti temuan ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami dari Bareskrim Mabes Polri hari ini mendampingi Bapak Mentan Amran dalam sidak di Pasar Jaya Lenteng Agung. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan ini dan segera menindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Kombes Burhanuddin.

Dengan adanya temuan ini, pemerintah memastikan akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi minyak goreng di seluruh wilayah. Masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti saat membeli minyak goreng dan segera melaporkan jika menemukan produk yang tidak sesuai dengan ketentuan.(***)

Sediakan Pangan Terjangkau, UPT Pelatihan Kementan Gelar Gerai Pasar Pangan Murah

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Memasuki bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan upaya menyediakan pangan terjangkau. Operasi pasar bertajuk Gerai Pasar Pangan Murah tersebut diadakan di beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT), salah satunya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan upaya masif ini dilaksanakan untuk menyediakan pangan strategis kepada warga.

“Pemerintah menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang menjual bahan pangan strategis melebihi Harga Eceran Tertinggi terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” tegas Mentan Amran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/01/cetak-petani-muda-upt-pelatihan-kementan-fasilitasi-praktik-kerja-siswa-smk-pertanian/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, operasi pasar tersebut bertujuan untuk memastikan stok pangan tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama ramadan.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di bawah BPPSDMP Kementan, turut menggelar operasi pasar Gerai Pasar Pangan Murah. Para warga dapat mengunjungi area kafe praktik BBPP Lembang untuk membeli berbagai bahan pangan.

Bahan pangan yang disediakan adalah beras premium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), daging ayam beku, daging kerbau beku, minyak goreng, telur, bawang merah, terigu, dan berbagai produk pangan hortikultura lainnya.

Bahan-bahan pangan tersebut disediakan atas sinergi Kementerian Pertanian dengan BUMN Bulog, ID Food, dan lainnya. Sementara komoditas seperti telur dan bawang merah disediakan oleh petani dan peternak ayam. Ada pun komoditas hortikultura seperti brokoli, bawang daun, kentang, ubi, dan sebagainya disediakan langsung dari kebun praktik dan binaan BBPP Lembang.

“Kami berharap dengan adanya Gerai Pasar Pangan Murah ini kebutuhan pangan masyarakat tercukupi dengan harga yang terjangkau,” terang Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Jumat (7/3/2025).

Gerai Pasar Pangan Murah di BBPP Lembang dapat dikunjungi masyarakat pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 hingga 14.00. Per 7 Maret 2025 komoditas seperti bawang merah, minyak goreng, dan telur menjadi komoditas yang paling dicari masyarakat. Ada pun beras premium dan beras SPHP yang juga menjadi incaran masyarakat di sekeliling BBPP Lembang.(***)

BRI Bekasi Siliwangi Turunkan Bantuan Banjir di Perumahan Pekayon Jaya 2

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - BRI Bekasi Siliwangi peduli terhadap bencana banjir yang terjadi di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Tentunya ini merupakan duka bagi seluruh warga. Oleh karena itu, bentuk kepedulian terhadap bencana banjir ini, BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan.

Pemimpin Cabang BRI Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira menjelaskan, pihaknya turut berduka atas peristiwa banjir besar di Bekasi. BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan ke Perumahan Pekayon Jaya 2 di RT01-07, RW06. Sebanyak 800 KK terdampak atas banjir ini (6/3/2025).

"Kami memberikan bantuan kepada korban banjir di Pekayon Raya 2, ada 800 KK yang terdampak," ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan BRI Bekasi Siliwangi berupa obat-obatan dan air mineral. Tak ketinggalan BRI Bekasi Siliwangi juga memberikan makanan siap saji.

Baca juga:

BRI Bekasi Siliwangi Berikan Bantuan Untuk Korban Banjir di Perumahan Pekayon Jaya 1

"Semoga dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan para korban banjir dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan dan asupan makanan," tuturnya.

BRI gencar melakukan kegiatan yang bersinggungan dengan masyarakat. Tak hanya memiliki program dan produk perbankan unggulan. Beragam aksi sosial di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain sebagainya terus dilakukan BRI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Masyarakat merupakan skup terdekat kami, dimana juga mendukung pertumbuhan BRI, oleh karena itu bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi saat ini," tutupnya.(***)

BRI Bekasi Siliwangi Berikan Bantuan Untuk Korban Banjir di Perumahan Pekayon Jaya 1

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - BRI Bekasi Siliwangi peduli terhadap bencana banjir yang terjadi di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Tentunya ini merupakan duka bagi seluruh warga. Oleh karena itu, bentuk kepedulian terhadap bencana banjir ini, BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan.

Pemimpin Cabang BRI Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira menjelaskan, pihaknya turut berduka atas peristiwa banjir besar di Bekasi. BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan ke Perumahan Pekayon Jaya 1 di RT01-05, RW05. Sebanyak 300 KK terdampak atas banjir ini (6/3/2025).

"Kami memberikan bantuan kepada korban banjir di Pekayon Jaya 1, ada 300 KK yang terdampak," ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan BRI Bekasi Siliwangi berupa sembako yaitu beras, minyak, telur, mie, sarden dan air mineral. Tak ketinggalan BRI Bekasi Siliwangi juga memberikan makanan siap saji.

Baca juga:

Lagi, BRI Depok Bersama RO Jakarta 2 Undi 32 Pemenang Panen Hadiah Simpedes

"Semoga dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan para korban banjir dalam memenuhi kebutuhan asupan makanan," tuturnya.

BRI gencar melakukan kegiatan yang bersinggungan dengan masyarakat. Tak hanya memiliki program dan produk perbankan unggulan. Beragam aksi sosial di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain sebagainya terus dilakukan BRI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Masyarakat merupakan skup terdekat kami, dimana juga mendukung pertumbuhan BRI, oleh karena itu bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi saat ini," tutupnya.(***)

Cetak Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Siswa SMK Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sembilan siswa SMK Tiyasa Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, melaksanakan praktik kerja di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), mulai 2 Desember 2024 sampai 28 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/01/jelang-ramadhan-upt-pelatihan-kementan-gelar-operasi-pasar-pangan-murah-di-lembang/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Siswa-siswi kelas XII SMK Tiyasa Kabupaten Sumedang melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Tepatnya di zona screen house tomat cherry dan melon hidroponik sistem irigasi tetes, budidaya tanaman pakcoy hidroponik sistem DFT, budidaya pakcoy di lahan terbuka, budidaya anggur, dan budidaya tanaman hias

Setelah hampir 3 bulan melakukan praktik kerja, dilaksanakan seminar hasil. Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang serta siswa lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang. Secara bergantian, mereka memaparkan hasil praktik kerja.

Pelepasan praktik kerja dilakukan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Jumat (28/2/2025).

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan praktik kerja,” jelasnya lagi.

Ajat meyakini dengan pendidikan formal yang dijalani para generasi muda di sekolah menengah kejuruan pertanian, akan menjadi kelebihan saat nanti menekuni dunia pertanian baik di dunia usaha dan dunia industri.

“Pertanian itu keren, apalagi dengan memanfaatkan teknologi karena generasi muda saat ini adaptif dengan teknologi. Ayo tekuni dunia pertanian karena pertanian tidak boleh berhenti dan menjadi tanggung jawab bersama untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.(***)

Perluas Wawasan Mahasiswa Polbangtan dan PEPI Kementan, Delegasi Jepang Kenalkan SSW

TANIINDONESIA.COM//Yogyakarta - Delegasi Jepang yang terdiri dari 6 Perusahaan di bidang Pertanian dan Peternakan Jepang ingin agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI bergabung bekerja di Jepang, hal ini disampaikan dalam sesi Sosialisasi Specified Skilled Worker (SSW) dan juga dihadiri Atase Pertanian KBRI Tokyo di kampus Polbangtan Yoma pada Rabu, 26 Februari 2025, merupakan kegiatan dari Kementerian Pertanian (Kementan) c.q Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bekerja sama dengan National Chamber of Agriculture (NCA) Jepang.

Dengan Sosialisasi ini diharapkan mahasiswa Polbangtan/PEPI dapat mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang, guna meningkatkan kompetensi di bidang teknologi pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan mengungkapkan agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI untuk menjadi pribadi mumpuni, "Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Diantaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil", ujarnya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti turut bergabung secara daring memberi motivasi kepada Alumni dan Mahasiswa Polbangtan/PEPI untuk bersemangat mengasah keahlian bahasa Jepangnya dan mampu belajar dan bekerja serius dalam program SSW di Jepang, agar nantinya mampu menerapkan keahliannya di daerahnya masing-masing, "Sepulangnya dari Jepang, adik-adik kami harapkan bisa menjadi petani muda sukses di daerahnya dan menjadi mitra Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian di daerahnya. Jadi selama di Jepang nanti adik-adik jangan semata-mata hanya bekerja, tapi pelajari juga cara kerjanya, etos kerjanya, dan pelajari juga teknologi-teknologinya,” pesan Idha.

Siti Munifah, Sekretaris BPPSDMP menjelaskan, Kementan telah menyiapkan 270 mahasiswa Polbangtan/PEPI yang berminat bekerja di Jepang dengan sertifikasi JFT A2/N4 dan ASAT agar siap bekerja di Jepang.

Program ini memiliki durasi 11 hingga 36 bulan di Jepang dan dijalankan bersama beberapa lembaga pertanian Jepang, seperti Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) dan International Agricultural Exchange Association (IAEA).

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga bertujuan untuk membentuk etos kerja tinggi, transfer teknologi, serta membuka jejaring bisnis bagi petani muda Indonesia.

“Peserta yang mengikuti program ini akan mendapatkan pengalaman bertani dengan teknologi canggih Jepang, yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia. Ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional,” tambah Siti Munifah.

Para alumni program ini diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja di Jepang, tetapi juga mampu menjadi pengusaha pertanian di Indonesia.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/regenerasi-petani-upt-pelatihan-kementan-fasilitasi-praktik-kerja-siswa-smk/

Guna mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan mentoring bisnis, pelatihan daring selama program berlangsung, serta pembinaan setelah peserta kembali ke Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 93 peserta sudah diberangkatkan ke Jepang, dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemerintah juga berupaya memperluas kuota program SSW agar lebih banyak petani muda Indonesia bisa mendapatkan kesempatan serupa.

Sementara itu Hermawan, Direktur Polbangtan Yoma, mengenalkan kepada NCA tentang Polbangtan Yoma baik itu fasilitas termasuk TEFA (Teaching Factory) yang dimiliki Polbangtan Yoma sebagai bukti bahwa mahasiswa dan alumni Polbangtan benar benar memiliki skill yang mumpuni telah berkecimpung dalam pembelajaran serta praktek pertanian.

Muhammad Andi Hidayat, Attani KBRI Tokyo menyampaikan agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI yang berminat bekerja di Jepang agar mempersiapkan diri sebaik baiknya juga membangun komunikasi yang baik dari awal dengan host farmer yang dituju. Jepang sangat kekurangan SDM di bidang Pertanian, merupakan peluang yang sangat besar bagi para mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI untuk dapat bekerja di Jepang.

Ada 3 program untuk petani milenial yang ingin mencoba berkarier di Jepang. Pertama, yaitu program magang teknik. Program ini memberikan kesempatan bagi petani muda Indonesia untuk meningkatkan keterampilan kerja di Jepang.

Masa tinggal bagi peserta program ini adalah maksimal 5 tahun. Pekerja magang akan ditempatkan untuk bertugas di bidang pertanian budidaya, seperti tanaman hortikultura rumah kaca, tanaman ladang/sayuran dan tanaman buah.

Kedua, program keterampilan khsusu 1 (SSW 1), peserta harus SDM siap kerja di bidang pertanian Jepang. Lama kerja total maksimal 5 tahun secara akumulatif. Calon pekerja wajib lulus ujian pertanian dan bahasa Jepang.

Ketiga, program keterampilan khusus 2. Pekerja menjadi karyawan dengan keterampilan khusus yang lebih tinggi dari SSW 1. Tidak ada batas waktu kerja di Jepang. Pendaftar harus memiliki keahlian praktis di bidang pertanian, serta lulus ujian pertanian dan bahasa Jepang (mry).(***)

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Siswa SMK

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Empat belas siswa kelas XII dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Maja Kabupaten Majalengka, melaksanakan praktik kerja di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT Pelatihan di Kementerian Pertanian (Kementan). Praktik dilakukan 3 bulan, 18 November 2024 sampai 27 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Siswa-siswi SMK Negeri I Maja Kabupaten Majalengka melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu sayuran lapang tanaman brokoli, pakcoy, selada, jagung manis, budidaya pakcoy secara hidroponik sistem DFT, dan pascapanen pengolahan kopi.

Setelah 3 bulan melakukan praktik kerja, dilaksanakan seminar hasil.

Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang, Manajer Inkubator Agribisnis, petugas pendamping di lapangan, serta siswa-siswi lain yang juga sedang praktik di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil praktik kerja. Diskusi berlangsung tentang hasil proses praktik kerja yang dilakukan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/sektor-pertanian-penyangga-ekonomi-upt-pelatihan-kementan-latih-masyarakat-subang-terdampak-tol/

Pelepasan kegiatan praktik kerja dilakukan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Kamis (27/2/2025).

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan praktik kerja,” jelasnya lagi.

Ajat meyakini dengan pendidikan formal yang dijalani para generasi muda di sekolah menengah kejurusan pertanian, akan menjadi kelebihan saat nanti menekuni dunia pertanian baik di dunia usaha dan dunia industri.

“Pertanian itu keren, apalagi dengan memanfaatkan teknologi karena generasi muda saat ini adaptif dengan teknologi. Ayo tekuni dunia pertanian karena pertanian tidak boleh berhenti dan menjadi tanggung jawab bersama untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ijang M. Ubaidilah, menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan BBPP Lembang untuk kegiatan praktik kerja ini.

“Sebagai bagian dari kurikulum merdeka, siswa kami harus menjalani prakik kerja selama 16 minggu di instansi/perusahaan/industri," katanya.

Ia juga mengapresiasi penerimaan BBPP Lembang. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi bekal buat para siswa.

"ilmu dan penambahan wawasan bagi siswa-siswi kami sebagai bekal mereka nantinya untuk melanjutkan pendidikan dan saat masuk ke dunia usaha dan dunia industri,” katanya lagi.

Salah seorang siswa, Adithya Dwi Margiana, juga merasakan hal serupa.

“Terimakasih BBPP Lembang!! di sini kami memperoleh banyak hal baru tentang pertanian. Di sini juga jadi banyak mengenal teman baru dari sekolah lain maupun kakak mahasiswa yang juga sedang praktik kerja di sini,” katanya.(***)

Sektor Pertanian Penyangga Ekonomi, UPT Pelatihan Kementan Latih Masyarakat Subang Terdampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Perempuan di Pedesaan dalam Usaha Ekonomi Produktif (Angkatan 3), dilaksanakan di Desa Sawangan Kecamatan Cipeundeuy. Widyaiswara BBPP Lembang menjadi fasilitator kegiatan ini.

Kunjungan lapang pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (26/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada kunjungan lapangan ini, 35 orang peserta dibagi 3 kelompok dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/dukung-swasembada-pangan-upt-pelatihan-kementan-ajak-gen-z-tekuni-pertanian/

Mereka mempraktikkan olahan pisang yang menjadi produk unggulan BBPP Lembang, yaitu eggroll pisang dan pisang linting.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat eggroll pisang dan pisang linting mulai dari pencampuran semua bahan menjadi adonan dan mencetak adonan di mesin pencetak eggroll dan memasukkannya ke dalam kemasan.

Penghujung pelatihan, dilakukan pelepasan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan dihadiri tim manajemen dan widyaiswara serta perwakilan dari Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa sejatinya manusia adalah makhluk pembelajar yang setiap hari harus selalu mengasah kemampuan dan wawasannya dengan suatu hal yang baru.

“Ini akan membentuk karakter positif bagi siapapun yang tidak lelah untuk belajar setiap harinya,” tutur Ajat.

“Pengolahan hasil pertanian bisa menjadi alternatif usaha yang produktif dibidang pertanian, asalkan dilakukan dengan baik dan saya berharap ibu-ibu yang memang biasa melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan pangan, sukses menjalankan bisnis pengolahan pangan ini,” harap Ajat.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri sesuai rencana tindak lanjut. Pertemuannya sebanyak 3 kali dan peserta dibagi menjadi 3 kelompok.

Selanjutnya widyaiswara BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan fokus di pemasaran hingga produk olahan keripik singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Harapan dari kegiatan kerja sama ini, dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta menjadi active income untuk membantu keuangan keluaga sebagai upaya pemulihan mata pencaharian pasca terdampak pembangunan jalan tol.

Dengan demikian pertanian bisa menjadi alternatif peningkatan taraf hidup masyarakat.

Salah satu peserta, Wiha Wahyani menyampaikan, “Banyak hal baru yang saya dapatkan terutama terkait pengolahan pangan hingga menjadi sebuah produk yang siap dijual, bagaimana pemasaran produk, dan diskusi yang menarik dengan widyaiswara dan rekan rekan sesama peserta pelatihan mengenai masalah yang terjadi yang berkaitan dengan pengolahan pangan.

Materi yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami. Satu hal yang sangat berkesan, widyaiswara memotivasi kami agar bisa menjadi seseorang yang sukses berbisnis,” cerita Wiha.

Wiha berharap BBPP lembang bisa tetap menebarkan ilmu dan memotivasi masyarakat untuk bisa bergerak bisnis pengolahan pangan sehingga mampu pengangguran di Indonesia. Selain itu juga bisa memajukan ekonomi khususnya masyarakat pedesaan.(***)

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Ajak Gen Z Tekuni Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 134 siswa kelas X dan XI SMA Islam Terpadu Qordova, Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (25/2/2025). Para siswa yang didampingi sejumlah guru hadir untuk melakukan agrowisata.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. Dua puluh tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Mentan, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Rombongan SMA Islam Terpadu Qordova, Rancaekek, diterima oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang didampingi tim manajemen.

“Sebagai UPT Pelatihan lingkup Kementerian Pertanian, BBPP Lembang berkomitmen untuk berkontribusi melakukan regenerasi petani muda. Pemanfaatan teknologi penting apalagi generasi muda identik dengan adaptable terhadap teknologi,” tutur Ajat.

Setelah penerimaan, rombongan SMA Islam Terpadu Qordova dibagi menjadi 3 kelompok. Mereka lalu menuju lahan praktik Inkubator Agribisnis.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/23/upt-pelatihan-kementan-beri-pelatihan-hilirisasi-komoditas-hortikultura-bagi-masyarakat-subang-terdampak-tol/

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Siswa dikenalkan produk olahan buah mangga untuk peningkatan nilai tambahnya menjadi cemilan menyegarkan, sorbet buah mangga.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya.

Di lahan praktik lainnya tepatnya di laboratorium agens hayati, anak-anak tampak gagah menggunakan jas lab, melakukan praktik perbanyakan Trichoderma pada media jagung, didampingi petugas dan mahasiswa yang sedang PKL.

Sementara di screen house tanaman hias kaktus dan sukulen, widyaiswara dan petugas lapang sharing tentang perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen yang bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan.

“Adik-adik, dari satu pot tanaman sukulen ini, bisa menghasilkan banyak anakan sukulen sehingga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan,” ujar Ida Farida, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya tanaman.

Para siswa lalu mempraktikkan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam. Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Selain itu, mereka juga praktik menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting pada tanaman kaktus.

Lagi, BRI Depok Bersama RO Jakarta 2 Undi 32 Pemenang Panen Hadiah Simpedes

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - BRI Kantor Cabang Depok bersama Regional Office (RO) Jakarta 2 kembali mengadakan pengundian Panen Hadiah Simpedes atau PHS Periode 4 Januari 2025, di Balai Sarmili, Jalan Kemakmuran Raya, Kota Depok, Sabtu.

Pemimpin Cabang BRI Depok, Yuliyanto menjelaskan, Panen Hadiah Simpedes merupakan agenda rutin tiap enam bulan.

"Ini salah satu program rutin dari BRI untuk memberikan apresiasi kepada seluruh nasabah yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun, khususnya produk Tabungan Simpedes," kata Yuliyanto.

Yuliyanto menerangkan, syarat mengikuti Panen Hadiah Simpedes cukup mudah, yakni tiap nasabah yang memiliki saldo Rp100 ribu mendapatkan 1 nomor kupon undian dan berlaku kelipatannya.

"Jadi, semakin banyak saldo di tabungan Simpedes BRI, maka kesempatan meraih hadiah akan makin besar," terang Yuliyanto.

Lebih, lanjut Yuliyanto mengungkapkan, pengundian PHS ini dilakukan tiap kantor cabang, sehingga nasabah BRI baik di cabang maupun unit memiliki peluang besar untuk membawa pulang hadiah.

"Panen Hadiah Simpedes dipastikan dilakukan terbuka dan didampingi saksi, mulai dari notaris, dinas sosial hingga kepolisian," beber Yuliyanto.

Pada periode ini BRI Kanca Depok mengundi 32 unit hadiah, dengan rincian 14 unit Smart TV LG 32", 8 unit Smart TV LG 43", 8 unit Motor Yamaha Mio M3 125. Kemudian, 1 unit Yamaha Aerox 155cc dan grandprize 1 unit mobil Suzuki Ertiga GL M/T.

"Kami ucapkan selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum beruntung, tingkatkan lagi saldonya agar peluang membawa hadiah makin besar pada periode berikutnya," ucap Yuliyanto.

Pada kesempatan tersebut Yuliyanto juga menginformasikan terkait program Brimo Festival yang diselenggarakan 1 Oktober 2024 sampai 31 Maret 2025, yakni program eksklusif dari BRI untuk seluruh nasabah Tabungan BRI pengguna Super Apps BRImo.

"Jadi selain dari PHS,  nasabah yang punya rekening Britama, Simpedes, Britama kerjasama, itu punya peluang untuk ikut Brimo Festival, ini program nasional," tutur Yuliyanto.

Yuliyanto menjelaskan, ajang ini merupakan bagian dari langkah strategis BRI dalam mendukung transformasi digital di sektor perbankan.

"Program ini bertujuan memberikan apresiasi serta pengalaman kepada seluruh nasabah yang terus meningkatkan saldo serta memperbanyak transaksi menggunakan BRImo, Kartu Debit, dan Kartu Kredit BRI,” tegas Yuliyanto.

Hadiah undian BRImo FSTVL terdiri dari 5 BMW 520i M Sport, 20 Unit Hyundai Creta Alpha, 50 Unit Vespa Primavera, 75 Samsung Fold 6 512 Gb serta 1.000 Tabungan Emas Senilai Rp5 juta. Deretan hadiah ini merupakan grand prize yang bisa diperoleh melalui pengendapan dan peningkatan saldo di rekening tabungan BRI.

Untuk mengikuti undian BRImo FSTVL, nasabah perlu meningkatkan rata-rata saldo selama periode program minimal Rp10.000.000. Dengan begitu, nasabah akan otomatis mendapatkan satu kupon undian dari setiap kelipatan rata-rata saldo tersebut.

"Anda juga wajib memiliki akumulasi jumlah poin minimal 1.290 poin yang bersumber dari transaksi menggunakan BRImo, Kartu Debit dan Kartu Kredit," tutup Yulianto.(***)