21 April 2026

Regenerasi Petani

Sokong Ketahanan Pangan, Kementan Siapkan Gen Z Sebagai Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mewujudkan swasembada pangan, dengan berbagai strategi. Di antaranya melakukan regenerasi petani dan menarik generasi muda untuk turut serta di bidang pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan generasi muda.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh dalam menghadapi tantangan dunia

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Sementara itu kebutuhan akan bahan pangan semakin meningkat.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan mahasiswi untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang pertanian.

Salah satunya melalui praktik magang seperti yang diikuti 7 mahasiswa asal Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Pada 3 Februari 2025, para mahasiswa ini telah menyelesaikan masa magang yang berlangsung selama satu bulan.

Para peserta magang juga menyuguhkan hasil pembelajaran praktiknya kepada para widyaiswara di BBPP Lembang.

Suasana sidang berlangsung dengan atmosfer akademik dengan adanya pembimbing dan pembahas yang juga berlaku sebagai penguji. Masing-masing peserta didik melaksanakan magangnya diberbagai instalasi di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Seperti salah seorang mahasiswa, Elvira Yunia Putri, yang mengambil topik teknik inisiasi pada Pisang Cavendish secara in vitro.

Selama satu bulan Elvira melakukan praktik budidaya dan juga mengamati perkembangan benih bibit pisang Cavendish yang ditumbuhkembangkan di Laboratorium Kultur Jaringan. Teknik kultur jaringan yang digunakan dapat menghasilkan tumbuhan pisang dengan kualitas benih yang lebih baik.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/09/kementan-ajak-gen-z-kenali-potensi-agribisnis/

Rekan Elvira, Shalinda Octavia, mengulas mengenai pembibitan kentang dengan teknik in vitro juga. Hasil magang Shalinda merupakan upaya dalam perbanyakan produksi bibit unggul kentang.

Selain mempraktikkan budidaya dengan kultur jaringan, peserta magang yang lain juga mempraktikkan pertanian dengan teknik hidroponik.

Evrylia Dewi Romadenta, Cindy Ayu Deswanti,Shaffiyah Nadya Cholilah, dan Dhini Widyasari mempraktikkan aplikasi teknik hidroponik pada berbagai macam komoditas. Masing-masing mempelajari teknik bertani hidroponik dengan deep flow technique pada Pakcoy dan budidaya tanaman tomat serta melon dengan menggunakan metode drip irrigation.

Selain cara budidayanya, mereka juga mempelajari penerapan instalasinya hingga pemberian pupuk pada teknik-teknik tersebut.

Sementara Siti Kamila Rahmasari dari Untirta mempresentasikan hasil magangnya di screen house Tomat BBPP Lembang. Ia mengulas pembudidayaan tomat dengan teknik drip irrigation.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa pendidikan mahasiswa magang dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi di bidang pertanian.

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tandas Ajat.(***)

Kementan Siapkan Regenerasi Pertanian melalui Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 288 siswa kelas X SMA Suluh Jakarta, Selasa (21/1/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Terbagi 4 kelompok, rombongan mengunjungi dan praktik pembuatan instalasi hidroponik dan penanaman sayuran daun sistem deep flow technique (DFT) dan wick system.

Petugas menjelaskan alat dan bahan pembuatan instalasi menggunakan bahan utama baja ringan dan pipa paralon, serta pelarutan nutrisi utama budidaya hidroponik menggunakan nutrisi AB mix.

Para siswa tampak antusias ikut praktik membuat instalasi dan melakukan penanaman bibit pakcoy.

Kelompok lainnya bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Di sana, widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/27/genz-pelajari-agribisnis-pertanian-di-upt-kementan/

Selanjutnya didampingi petugas laboratorium, mereka praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya, yang ternyata dinilai cukup mudah bisa dipraktikkan ulang nantinya sepulang dari BBPP Lembang.

Mereka senang sekali karena hasil praktiknya dapat dlangsung dinikmati, es krim jagung yang gurih dan menyegarkan.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara BBPP Lembang dibantu petugas sharing tentang budidaya kaktus dan sukulen. Anak-anak mempraktikkan penyiapan media tanam terdiri dari pasir dan pupuk kandang ayam.

Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen, dan menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting. Mereka juga diperbolehkan membawa pulang hasil praktiknya.

Di Laboratorium Agens Hayati, para siswa tampak gagah dan cantik mengenakan jas lab yang menjadi SOP saat berada di laboratorium.

Widyaiswara menjelaskan fungsi trichoderma sebagai pengendali hama penyakit pada tanaman.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan perbanyakan trichoderma dipandu petugas laboratorium dan mahasiswa yang sedang PKL di BBPP Lembang.

Satu-persatu peserta mempraktikkan perbanyakan trichoderma di media jagung. Mereka juga memperoleh tricodherma dalam bentuk serbuk, produksi laboratorium.

Salah seorang siswa, Danovan Harahap, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru dari kegiatan ini.

“Di sini kami belajar perbanyakan tricodherma, sangat membantu kami dalam memahami salah satu materi yang ada di pelajaran biologi,” katanya. (yoko/che)