19 April 2026

Tahun: 2025

Penguatan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Kerjasama Pelatihan Digital Marketing di Kulon Progo

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 50 petani milenial ambil bagian dalam Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis hingga Jumat (24-25 Juli 2025)

Kegiatan yang dilaksanakan di UPT Penyuluhan Pertanian dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo ini, menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan bekal strategis untuk mendukung pengembangan usaha pertanian kaum muda.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak para generasi muda untuk terjun menekuni dunia pertanian.

"Masa depan pertanian ada di anak-anak muda. Makanya generasi muda juga harus peduli dan sama-sama memajukan pertanian," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika pertanian kini sudah tersentuh teknologi.

"Dan teknologi ini dekat dengan anak-anak muda. Makanya mereka kita harapkan bisa menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan hasil pertanian," jelasnya

Kegiatan ini sendiri bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani milenial Kulon Progo dalam memasukkan pemasaran secara digital.

Selain itu, untuk mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan denga target pasar dan mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan dengan target pasar

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Drajat Purbadi, menjelaskan pentingnya kegiatan ini.

“Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menggarisbawahi pentingnya digital marketing dalam transformasi petani milenial, mulai dari branding, promosi berbasis storytelling, hingga penetrasi pasar lokal dan global," ujarnya.

Salah satu materi yang disampaikan dalam pelatihan disampaikan perwakilan Nazma Office, Wiji Nurastuti, yang menyampaikan panduan praktis membangun bisnis melalui Instagram dan TikTok Shop, serta pentingnya manajemen konten dan desain visual yang konsisten.

Materi dilanjutkan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY, Fitria Agustin Sri Arwandi membekali peserta dengan pemahaman ekspor UMKM, strategi pemasaran digital global, dan pemanfaatan ruang inkubasi PLUT.

Manajer Pembelian Manna Kampus Yogyakarta, Muhammad Wahyu Kurniawan, juga menyampaikan materi mengenai membuka peluang kemitraan pemasaran retail modern, dengan menekankan pentingnya standarisasi produk, legalitas, dan kemasan yang menarik.

Baca juga:

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

Selain itu kegiatan juga diisi oleh dari pertanian sayur organic Merbabu, Shofyan Adi Cahyono dari Sayur Organik Merbabu.

Shofyan menegaskan pentingnya ekosistem kolaboratif dan pendekatan komunitas dalam memasarkan produk organik, termasuk strategi B2B dan B2C serta pemanfaatan media digital.

Melengkapi seluruh materi tersebut, Ketua Lembaga Distribusi Pangan Gapoktan Sidomulyo, R. Bangun sebagai pelaku langsung sektor pertanian menampilkan praktik kemitraan industri pertanian yang kuat, strategi distribusi skala luas hingga 325 ton/bulan (DIY dan luar DIY), pemasaran digital melalui marketplace, serta pemenuhan standar keamanan pangan dan legalitas produk.

Gapoktan Sidomulyo juga menekankan pentingnya konsistensi mutu, perhitungan harga berbasis biaya dan margin realistis, serta dukungan kelembagaan dan SDM dalam menghadapi tantangan produksi dan pasar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya petani milenial yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian berkualitas tinggi, berstandar mutu, dan memiliki jaminan kontinyuitas produksi.

Beliau mencontohkan keberhasilan brand Kopi Menoreh yang telah dirilis sebagai produk unggulan Kabupaten Kulon Progo.

"Ini menunjukkan bahwa ketika kualitas dan keberlanjutan produksi dijaga, maka pasar akan terbuka luas. Untuk itu, jejaring petani milenial yang terbentuk melalui pelatihan ini akan terus kita pantau secara langsung sebagai bentuk perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah," katanya.

Harapannya, kegiatan pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut dalam batch-batch berikutnya agar semakin banyak petani milenial yang siap bersaing di pasar nasional maupun global dengan produk yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga bernilai tambah.

Pada akhir kegiatan, Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan, menyampaikan bahwa kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, antara Polbangtan YoMa dan Kabupaten Kulon Progo sejatinya telah terjalin selama lebih dari satu dekade.

"Namun, hingga saat ini belum pernah diformalkan dalam bentuk dokumen resmi. Oleh karena itu, pada kesempatan yang sangat baik ini sekaligus dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), serta perjanjian kerja sama antara Wakil Direktur I Polbangtan YoMa dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo," jelasnya

Direktur berharap, kerja sama ini tidak hanya menjadi dasar hukum yang memperkuat kolaborasi yang telah berjalan, tetapi juga mampu membawa manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Lebih lanjut, melalui kegiatan Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial ini, Direktur berharap para petani milenial di Kabupaten Kulon Progo dapat meningkatkan nilai tambah (value) produk yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing dan diterima dengan baik di pasar lokal maupun global.(***)

Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai pengembangan profesionalisme sesuai amanat PermenpanRB Nomor 42 Tahun 2021, widyaiswara BBPP Lembang akan melaksanakan kajiwidya berkaitan dengan penerapan smart farming.

Untuk mendukung hal itu, Kamis (24/7/2025), dilaksanakan seminar proposal kajiwidya, di Aula Catur Gatra BBPP Lembang.

Seminar dibuka Kepala Bagian Umum dan dihadiri tim manajemen BBPP Lembang, seluruh pejabat fungsional widyaiswara, peserta PKL, pejabat fungsional lainnya.
Sedangkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Politeknik Negeri Jakarta, dan Universitas Winayamukti.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sangat mendukung penerapan smart farming di Indonesia. Ia melihat smart farming sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saing sektor pertanian.

Mentan Amran juga melihat smart farming sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai tantangan disektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mendorong penerapan smart farming sebagai solusi untuk pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu

Dalam seminar, diketahui jika judul yang diangkat widyaiswara untuk kajiwidya adalah: 1) Persepsi Petani terhadap Inovasi Teknologi Perangkap Hama (smart trap), 2) Inventarisasi dan Identifikasi Serangga Menggunakan Smart Trap pada Tanaman Cabai Merah, dan 3) Penggunaan Alat Perangkap Hama (smart trap) sebagai Upaya Efisiensi Biaya Produksi pada Budidaya Cabai Merah.

Masing-masing perwakilan widyaiswara setiap kelompok mempresentasikan proposalnya, dilanjutkan diskusi, dan setiap narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Winayamukti, dan Politeknik Negeri Jakarta mereviu isi proposal baik secara teknis maupun administratif.

Kajiwidya yang dilaksanakan oleh widyaiswara bertujuan sebagai dasar pengembangan kurikulum pelatihan agribisnis hortikultura yang relevan dan aplikatif, sebagai sumber data ilmiah untuk memperkuat pelatihan berbasis bukti (evidence-based training), dan sebagai bahan ajar pada proses pelatihan atau referensi dalam kegiatan pelatihan yang berbasis pengalaman di lapangan.

Selain itu, hasil kajiwidya nantinya diharapkan menjadi dasar untuk merancang dan mengembangkan program pelatihan, pendampingan dan diseminasi teknologi pertanian yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani.

Salah seorang narasumber, Gontom Citoro Kifli, peneliti dari BRIN mengatakan saya sangat mengapresisasi dengan telah terlaksananya seminar proposal kajiwidya ini. Kajiwidya merupakan kegiatan kajian atau penelitian ilmiah yang mendasari suatu inovasi teknologi yang akan disebarluaskan kepada penggunanya. Kajiwidya menjadi pendukung dalam mengembangkan keilmuan dan kompetensi profesi widyaiswara dan institusi didalamnya, ujarnya.

Lebih lanjut Gontom menyampaikan bahwa kajiwidya menjadi pendukung dalam mengembangkan bahan ajar modul pelatihan, dan metode pembelajaran, yang akan sangat bermanfaat bagi sebuah institusi pelatihan.(***)

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan hilirisasi komoditas pangan strategis kepada 30 orang anggota kelompok wanita tani (KWT) di Kota Batu, Jawa Timur, yang berkunjung ke BBPP Lembang, Kamis (24/7/2025).

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dan integrated farming kepada 35 orang penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” ujar Kabadan Santi.

Rombongan asal Kota Batu diterima Kepala Bagian Umum BBPP Lembang. Selanjutnya, terbagi dua kelompok, rombongan menerima materi dari widyaiswara dan mengunjungi Inkubator Agribisnis.

Kelompok pertama bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara menjelaskan materi tentang olahan pangan lokal dan packing produk yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Baca juga:

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

Kegiatan dilanjutkan peserta praktik membuat dua jenis olahan bahan lokal yaitu eggroll kentang dan sistik wortel. Widyaiswara didampingi petugas mengenalkan alat dan bahan pembuatan kedua olahan tersebut dan peserta praktik membuatnya.

Kelompok lainnya, menerima materi tentang integrated farming dan setelahnya beranjak menuju rumah kompos dan instalasi biogas.

Di sana, diperkenalkan aneka produk olahan limbah ternak seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, bioslury, ecoenzym dan kom-mix (kompos mix agensia hayati) yang diproduksi oleh BBPP Lembang.

Peserta juga diperlihatkan pembuatan kom-mix hayati. Terlebih dahulu pembuatan kompos dan ditaburkan trichoderma yang berfungsi mencegah penyakit misalnya penyakit akar gada pada tanaman sayuran.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto, mengaku terkesan dengan kunjungan ini.

”Kami sangat terkesan dengan kunjungan ke BBPP Lembang karena di sini sangat mendukung untuk pengembangan SDM pertanian. Kami berkomitmen untuk menerapkan dan mengadopsi apa yang dipelajari di sini karena secara topografi Kota Batu dan Lembang komoditas unggulannya sama yaitu hortikultura,” ujarnya.

Heru menyampaikan juga bahwa kegiatan ini untuk mendukung visi dan misi Kota Batu yaitu mengembangkan pangan lokal sehingga dapat menjadi ikon Kota Batu.

“Hasil olahan pangan seperti es krim dan sorbet sangat bagus dan akan kami adopsi di Kota Batu karena membuatnya mudah, sehat dan bernilai gizi tinggi,” imbuhnya.

Salah seorang peserta, Dewi Susanti, dari KWT Manissa Kota Batu, mengatakan kunjungan ini sangat menginspirasi.

“Di BBPP Lembang kami membuat olahan pangan yang sangat menginsipirasi bagi KWT yang ada di Kota Batu,” ujarnya.

Dirinya menceritakan bahwa sudah terbiasa membuat olahan keripik dari aneka sayuran dan buah, namun olahan pangan eggroll belum pernah dilakukan sehingga tertarik untuk mempraktikannya kembali agar bisa memperkaya jenis produk yang dihasilkan oleh KWT yang dikelolanya.(***)

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPPl Lembang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, menampilkan sejumlah inovasi dalam kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling di Kecamatan Lembang, Kamis (24/7/2025).

Konsultasi gratis ini diberikan BBPP Lembang sebagai solusi langsung di lapangan untuk para petani.
Metodenya berupa pemutaran tayangan atau bahan ajar yang dilanjutkan sesi tanya jawab. Konsultasi juga tersedia secara daring melalui situs BBPP Lembang.

Tujuannya, agar petani dapat menyelesaikan masalah pertanian dan meningkatkan kompetensinya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ini bisa tercapai jika kita bergandengan tangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci kemajuan pertanian.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mendorong peningkatan SDM dibidang pertanian,” ujarnya.

Konsultasi di Lembang kali ini terasa istimewa karena selain menghadirkan Widyaiswara BBPP Lembang, turut melibatkan akademisi dari PNJ yang memperkenalkan inovasi smart trap.

Baca juga:

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

Alat jebakan pintar ini dirancang oleh dosen PNJ, Toha Zen. Menggunakan energi terbarukan dan teknologi Internet of Things, alat ini dapat dikendalikan lewat ponsel.

Smart trap dipasang di atas tiang besi dengan komponen seperti panel surya, lampu, dan penangkap serangga. Cahaya lampu memancing hama untuk terjebak di dalam alat.

“Toh, daerah Lembang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup baik, ini bisa dikembangkan untuk instalasi lainnya,” jelas Toha.

Alat ini juga bisa diatur sesuai jenis hama yang ingin dijebak dan waktu operasinya.
Petani lokal akan mengujicobakan alat ini dengan pendampingan dari widyaiswara BBPP Lembang, penyuluh pertanian, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, dan akademisi PNJ.

Yudi Permana, petani dari Kelompok Giri Tani Putri Cikole, menyampaikan apresiasinya.
“Kami berterima kasih atas kesempatannya. Konsultasi ini sangat membantu dan menjadi pengalaman berharga,” katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa pertanian kini makin modern.

“Tak perlu takut kotor ke sawah, teknologi bisa mempermudah mulai dari menanam hingga membasmi hama,” pungkasnya.(***)

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membekali 170 calon purnabakti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai persiapan menyongsong masa pensiun.

Pembekalan yang merupakan kerja sama antara BBPP Lembang, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan UPI Bandung, diberikan saat para calon pensiunan berkunjung ke BBPP Lembang, Rabu (23/7/2025).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman berpendapat kerja sama akan memuluskan jalan bagi Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Selama kunjungan, para calon purnabakti UPI meninjau beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Mereka mengawali kunjungan dengan sambutan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, dan dilanjutkan perjalanan ke screen house tanaman hias.

Di lokasi ini, para calon purnabakti disuguhkan pemandangan berbagai komoditas seperti kaktus, sukulen, dan anggrek.

Para peserta menyoroti potensi ekonomi yang dimiliki anggrek sebagai tanaman hias, dan tak lupa mengabadikan momen dengan berfoto bersama tanaman-tanaman tersebut.

Baca juga:

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

Selanjutnya, mereka melintasi lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di BBPP Lembang.

Berbagai jenis tanaman luar ruangan, khususnya hortikultura, tampak tumbuh subur di dataran tinggi ini, termasuk brokoli, daun bawang, selada, dan jagung.

KRPL BBPP Lembang juga telah mengadopsi prinsip pertanian modern dengan memanfaatkan Internet of Things.

Rombongan calon purnabakti lalu meninjau instalasi hidroponik BBPP Lembang, termasuk instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation.

Mereka melihat cara pengoperasian DFT yang praktis dan mampu menghasilkan volume panen yang signifikan, minat mereka semakin meningkat. Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas tomat.

Puncak acara kunjungan adalah praktik pembuatan es krim jagung. Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan kesempatan untuk berkreasi di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Selama sesi praktik, mereka dibekali bahan-bahan yang dibutuhkan serta panduan langkah demi langkah dalam membuat es krim dari komoditas jagung.

Setelah praktik, mereka juga berkesempatan mencicipi ragam rasa es krim hasil kreasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian yang telah disediakan sebelumnya.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar jenis komoditas lain yang dapat diolah menjadi es krim atau produk olahan lainnya.

Menutup kegiatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, kembali menegaskan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

"Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan," pungkas Ajat.(***)

“Financial Wellbeing with BRI”: BRI Hadirkan Edukasi Keuangan untuk Karyawan Citilink

TANIINDONESIA.COM//Tangerang - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat, khususnya karyawan, melalui kolaborasi strategis bersama maskapai penerbangan Citilink.

Kolaborasi ini dikemas dalam kegiatan bertajuk "Financial Wellbeing with BRI Special for Employ Citilink", yang berlangsung pada Jumat (25/7).

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin sebelumnya antara BRI dan Citilink, sekaligus menjadi ajang penguatan kerja sama dalam hal penyediaan layanan dan edukasi finansial bagi para karyawan.

Beragam informasi mengenai produk dan layanan perbankan, seperti tabungan, pinjaman, dan solusi keuangan lainnya, disampaikan langsung kepada para peserta.

Pemimpin Cabang BRI Bandara Soetta, Bpk Yudha Kencana Saputra, menyampaikan harapannya agar sinergi yang dibangun dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini semakin baik dan fokus pada peningkatan pelayanan terhadap produk-produk perbankan, baik dari sisi pinjaman, simpanan, maupun produk lainnya yang dibutuhkan karyawan Citilink,” ujarnya dalam sambutan.

Yudha juga menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan karyawan. Ia menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari estafet edukasi finansial yang dirancang secara berkesinambungan dan interaktif.

Peserta pun diberi ruang untuk berdiskusi langsung dengan tim BRI mengenai kebutuhan finansial mereka.

Apresiasi juga datang dari Bpk Adnan Husna yusuf selaku Head of Human Capital Management Division Citilink yang menyambut baik inisiatif BRI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia berharap kerja sama ini terus ditingkatkan, khususnya dalam memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi para karyawan.

“Dengan adanya sinergi ini, kami berharap BRI dapat terus memberikan pelayanan yang prima dan relevan dengan kebutuhan karyawan kami, sehingga mereka merasa lebih aman dan nyaman secara finansial,” ujar Adnan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bpk Kholis Syafroni selaku Regional Consumer Business Head (RCBH) Jakarta Regional Office 8, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi strategis ini.

Melalui inisiatif ini, BRI dan Citilink menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem kerja yang tidak hanya produktif secara operasional, tetapi juga sejahtera secara finansial.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi ideal antara sektor perbankan dan industri penerbangan dalam membentuk masa depan keuangan yang lebih baik bagi para pekerja.***

BRI Bekasi Siliwangi Serahkan Hadiah Undian Simpedes Semester II 2024

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Siliwangi telah melakukan pengundian program Undian Berhadiah Simpedes Semester II 2024 pada 12 Juli 2025.

Kemudian BRI KC Bekasi Siliwangi menyerahkan hadiah undian Simpedes Semester II 2024 pada 23 Juli. Penyerahan hadiah program Undian Simpedes dilaksanakan di Kantor Cabang Bekasi Siliwangi.

Adapun hadiah yang disediakan oleh BRI KC Bekasi Siliwangi yaitu 1 Unit Motor Suzuki Adress, 1 Unit Motor Suzuki Next II, 4 Unit TV Samsung 50 inch dan 6 Unit TV samsung 43 Inch.

"Selamat kepada para nasabah yang memenangkan hadiah di program Undian Berhadiah Simpedes kali ini," ujar Pimpinan BRI KC Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira.

Ia menuturkan, program Undian Berhadiah Simpedes ini merupakan program rutin BRI. Program ini menjadi salah satu bentuk apresiasi BRI kepada seluruh nasabahnya. Program Undian Berhadiah Simpedes diadakan 2 kali dalam setahun. Sehingga kesempatan nasabah untuk memenangkan hadiah sangat terbuka besar.

"Ayo jadi nasabah tabungan Simpedes BRI, bisa berkesempatan mendapatkan hadiah yang tentunya sayang jika di lewatkan," tegasnya.

Untuk dapat mengikuti program Undian Berhadiah Simpedes sangat mudah. Nasabah hanya cukup melakukan transaksi penambahan saldo tabungan. Dimana setiap kelipatan Rp100 ribu akan mendapatkan 1 kupon undian.

"Terus tingkatkan saldo tabungan Simpedes, kesempatan mendapat hadiah sudah didepan mata," tutupnya.(*)

BRI KC Bekasi Siliwangi Gelar Undian Simpedes Semester II 2024

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki banyak program unggulan. Salah satunya yaitu program Undian Berhadiah Simpedes.

Kali ini di salah satu cabangnya yaitu BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Siliwangi, mengadakan undian Simpedes Semester II/2024.

Pimpinan BRI KC Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira mengatakan, pihaknya melakukan pengundian hadiah program Simpedes Semester II/2024 pada 12 Juli 2025.

Adapun pengundian dilakukan bersama BRI Bekasi Siliwangi, BRI Bekasi dan BRI Bekasi Harapan Indah.

Untuk hadiahnya 2 mobil, 9 motor dan 31 TV. Khusus di BRI KC Bekasi Siliwangi menyediakan hadiah yaitu 1 Unit Motor Suzuki Adress, 1 Unit Motor Suzuki Next II, 4 Unit TV Samsung 50 inch, 6 Unit TV samsung 43 Inch.

"Program undian berhadiah Simpedes ini diadakan 2 kali dalam setahun, sudah menjadi agenda rutin," tegasnya.

Untuk bisa mengikuti program undian berhadiah Simpedes ini, nasabah cukup meningkatkan saldo tabungan dan rutin melakukan transaksi perbankan.

"BRI memiliki banyak sekali program dan produk perbankan yang tentunya akan menguntungkan nasabah," tutupnya.(*)

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//KAPUAS - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan pelatihan "Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP)" di Balai Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, 17-19 Juli 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kementan untuk mencapai target swasembada pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan fokus pada peningkatan produksi pangan. Dan pembentukan Brigade Pangan adalah salah satu strategi utama.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan peran vital Brigade Pangan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Salah satu tugas krusial mereka adalah mengoptimalkan lahan tidur dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan petani," tuturnya.

Baca juga:

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

Terpisah, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menilai Brigade Pangan yang sudah terbentuk perlu terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan.

“Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” kata Ajat.

Pelatihan selama tiga hari ini diikuti oleh 30 peserta dari Angkatan 17, yang berasal dari dua Brigade Pangan, yaitu Brigade Pangan Empati Kom III dan Empati Kom IV.

Pelatihan kali ini fokus pada agribisnis. Peserta diajak mengedepankan kelembagaan dimulai dengan menyusun proposal usaha tani berorientasi bisnis, analisa kelayakan usaha tani, dan menghitung penyusutan alsintan.

Para pesertapun mendapatkan materi baik secara klasikal maupun praktik.

Setelah penutupan pelatihan, Sabtu (19/7/2025), peserta pelatihan mengungkapkan apresiasinya.
Pelatihan dinilai sangat bermanfaat karena selain mengenai budi daya padi, Brigade Pangan juga dibekali tentang agribisnis padi.(***)

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Empat mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, periode 2 – 31 Juli 2025.

Para mahasiswi ini melakukan riset mini dan pengolahan hasil pertanian laboratorium.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Sementara empat mahasiswi Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

Mereka melakukan mini riset berkaitan dengan 4 produk olahan yaitu stik wortel, manisan terong, sorbet buah naga dan sorbet cabai.

Selama melakukan mini riset, didampingi oleh widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian dan petugas laboratorium.

Mahasiswi membuat olahan pangan dengan memberikan 3 perlakuan berbeda untuk setiap jenis olahan dan dibandingkan dengan P0 kontrol yang biasa dibuat oleh laboratorium.

Pada sorbet buah naga diberikan bahan tambahan pangan CMC untuk memperlambat daya leleh produk sorbet dan tanpa menggunakan cake emulsifier SP.

Pada produk cistik, ada perlakuan menggunakan dan tanpa menggunakan backing soda dan soda kue.

Setelah produk jadi, dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui preferensi (kesukaan) konsumen dengan menilai karakteristik produk seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan penampakan.

Uji organoleptik dilakukan dengan mengundang 10 pegawai lingkup BBPP Lembang datang ke laboratorium. Masing-masing melakukan penilaian dari 5 aspek tersebut terhadap 4 sampel setiap produk olahan.

Uji organoleptik penting untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap suatu produk dan dapat digunakan untuk pengembangan produk, pengawasan mutu, dan perbandingan dengan produk pesaing.

Saat ditemui, Kamis (17/7/2025), Nabila Maulida, salah seorang mahasiswi, mengaku lebih memahami dunia kerja.

“Mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang menjadikan kami lebih memahami tentang dunia kerja, bagaimana kerja sama tim dan yang terpenting bagaimana mengolah pangan lokal menjadi olahan pangan yang memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.(***)