19 April 2026

Tahun: 2025

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3. Kegiatan ini digelar selama bulan Juni dan Juli 2025 dengan total sebanyak 117 angkatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan akan fokus meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras, untuk mencapai swasembada pangan.

Salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

Dijelaskannya, Brigade Pangan bertugas untuk mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika berharap Brigade Pangan yang sudah terbentuk dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3 sebanyak 117 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Seruyan.
Salah satu lokasinya di Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas.

Selama 3 hari pelatihan, 30 orang peserta dari 2 BP yang tergabung di Angkatan 8, memperoleh materi secara klasikal dan praktik. Peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan biosaka serta pengendalian hama penyakit.

Salah seorang peserta, Agus Anwar, Ketua Brigade Pangan Kupang 2, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan, Rabu (2/7/2025).

“Terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini baik dari BBPP Lembang maupun dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan BPP Kecamatan Bataguh,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

TANIINDONESIA.COM//PULANG PISAU - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, 10 – 12 Juli 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, Kementan fokus meningkatkan produksi untuk merealisasi target swasembada pangan

Dijelaskannya, salah satu upaya yang dilakukan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Dan salah satu tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani," jelasnya.

Baca juga:

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, mengimbau Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan.

"Sebab, Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," jelasnya.

Dalam pelatihan yang berlangsung 3 hari, terdapat 30 peserta yang tergabung di Angkatan 4. Para peserta berasal dari 2 brigade pangan yaitu Brigade Pangan Bunga Dahlia dan Harapan Kita Bersama. Mereka memperoleh materi secara klasikal dan praktik.

Saat ditemui selepas penutupan pelatihan, Rabu (12/7/2025), salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena menambah wawasan tentang budidaya padi lahan rawa terutama lahan rawa pasang surut.

Terima kasih kami sampaikan kepada pendamping brigade pangan dan semua panitia yang telah menyelenggarakan pelatihan ini,” tuturnya.(***)

IWTL Goes to Semarang: Perempuan Punya Peran, Ekonomi Bangkit dari Industri Kosmetik dan Logistik

TANIINDONESIA.COM//Semarang — Indonesia Women in Transport and Logistic (IWTL), sebuah inisiatif nasional untuk pemberdayaan perempuan di sektor transportasi, logistik, dan industri kesehatan-kosmetik, sukses menggelar agenda bertajuk “IWTL Goes to Semarang” pada 14 Juli 2025.

Acara ini merupakan bentuk nyata komitmen IWTL untuk mendorong kepemimpinan dan partisipasi perempuan dalam rantai industri strategis nasional. Kegiatan meliputi kunjungan ke Kimia Farma Plant Semarang, unit Trading & Distribution, dan terminal kargo udara—membuka akses langsung bagi perempuan pada industri hulu hingga hilir.

“IWTL bukan sekadar gerakan komunitas, melainkan platform kolaborasi strategis lintas sektor. Kami hadir untuk membuka jalan bagi perempuan Indonesia agar menjadi pemimpin masa depan di sektor-sektor kunci pembangunan ekonomi,” tegas Susana R. Sari, Ketua Umum IWTL.

Diinisiasi oleh Mamik Laksono, Wakil Ketua Umum Bidang Entrepreneurship IWTL, agenda ini menjadi ruang belajar, ekspose industri, serta peluang kolaborasi nyata bagi perempuan muda profesional, pengusaha, dan pelaku UMKM.

“Dengan melihat langsung proses produksi, distribusi hingga logistik dari Kimia Farma, kami ingin membangkitkan semangat kepemimpinan perempuan di sektor ini. Karena sejatinya, perempuan adalah fondasi sekaligus inovator di sektor industri,” ujar Mamik.

Acara ini juga disiapkan sebagai strategi komunikasi untuk menarik perhatian pemimpin nasional seperti Presiden RI, Menteri Perhubungan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta para pemangku kebijakan dan pelaku industri besar.

“Sebagai bagian dari ekosistem strategis perempuan Indonesia, IWTL ingin menjadi mitra aktif pemerintah dan BUMN. Misi kami jelas: menciptakan ekosistem industri berbasis perempuan yang inklusif, berdampak, dan siap bersaing di level global,” ungkap Poppy Zeidra, Wakil Ketua Koordinator Strategic & Partnership IWTL.

IWTL menegaskan peran strategisnya dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan, memperkuat jejaring bisnis, dan menghadirkan ruang-ruang inovasi baru untuk generasi perempuan pemimpin industri masa depan.(***)

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) mengisi perayaan Dies Natalis Ketujuh dengan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur Polbangtan YoMa. Kunjungan pun dilakukan dengan tanam bibit bersama anak-anak panti.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah milik seluruh masyarakat.

"Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan pangan. Semua membutuhkan pangan. Oleh sebab itu, semua pun harus peduli dengan pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, pertanian harus bisa merangkul semua pihak.

Bakti sosial Polbangtan YoMa di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, diawali dengan sambutan dari pengurus panti, Marwanta.

“Hal yang yang sudah biasa dilakukan anak-anak muda dalam beramal adalah berbagi ke anak-anak panti seperti yang sekarang dilakukan mahasiswa Polbangtan YoMa," katanya.

Baca juga:

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

Hanya saja, Marwanta mengakui kunjungan yang dilakukan para mahasiswa Polbangtan kali ini berbeda dengan yang lain.

"Bedanya, mahasiswa Polbangtan YoMa juga berbagi ilmu dengan penanaman bibit terong. Bibit terong ditanam bersama anak-anak panti sebagai simbol harapan dan tumbuhnya kebaikan," imbuhnya.

Suasana semakin ceria saat sesi game edukatif berlangsung, mempererat keakraban antara panitia dan adik-adik panti yang terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMK.

Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan dan penyerahan donasi, paket sayur dan sembako sebagai bentuk dukungan nyata untuk kebutuhan mereka.

Polbangtan YoMa diwakili oleh pendamping kegiatan Bakti Panti, Annisa Khoiriyah, menyampaikan harapannya.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik Panti Asuhan Ghifari dapat terus tumbuh dengan semangat, memiliki rasa percaya diri yang kuat, serta terus mengejar impian mereka. Semoga setiap kebaikan yang ditanam hari ini menjadi bekal bagi masa depan yang lebih cerah," imbuhnya.(***)

Pengusaha Serang Laporkan Dugaan Jual Beli Saham PT BKA Secara Ilegal Rp700 Juta

TANIINDONESIA.COM//SERANG – Seorang pengusaha asal Serang, Mairob Yudarman, resmi melaporkan dua orang terduga pelaku jual beli saham secara ilegal ke Polda Banten. Dua orang yang dilaporkan dalam kasus ini adalah Agung Majid dan Iif Fuliha atas dugaan pemalsuan tanda tangan dalam akta otentik jual beli saham PT. Bahtera Kharisma Abadi (BKA) yang dibuat di hadapan notaris.

Laporan tersebut tercatat dalam STPL Nomor: STPL/192/V/SPKT III.DITRESKRIMUM/2025/POLDA BANTEN, dengan dasar Laporan Polisi Nomor: LP/B/192/V/2025/Ditreskrimum.

Mairob menyampaikan, dirinya menjadi korban tindak pidana pemalsuan tanda tangan pada dokumen akta jual beli saham, yang diketahuinya pada bulan November 2024, dibuat di Kantor Notaris ARJAMALIS ROSWAR, S.H di Cimanuk, Serang Kota, Banten.

"Saya tidak pernah menandatangani akta tersebut. Tapi secara hukum, nama saya tercantum dalam dokumen jual beli saham senilai Rp 700 juta, tanpa sepengetahuan saya. Ini bukan hanya kerugian materi, tapi juga pelanggaran serius terhadap keabsahan hukum dan etika bisnis," jelas Mairob, Sabtu (13/7/2025).

Keduanya diduga melakukan atau terlibat dalam pemalsuan tanda tangan serta penyalahgunaan akta autentik, yang dapat dijerat dengan Pasal 264 dan/atau Pasal 266 KUHP. Hingga kini, proses hukum masih berlangsung di bawah penanganan Ditreskrimum Polda Banten.

Menurut informasi terakhir dari pelapor, kasus sedang dalam tahap kenaikan dari penyelidikan (lidik) ke penyidikan (sidik), karena terdapat indikasi kuat perbuatan pidana.

"Informasinya saat ini kasus ini akan naik ke penyidikan. Selain tindak pidana, saya akan lakukan gugatan perdata juga," ujarnya.

Mairob menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan gugatan perdata untuk pembatalan akta jual beli saham dan tuntutan ganti rugi sebesar Rp700 juta, sejalan dengan proses hukum pidana yang berjalan.

“Saya harap langkah ini bisa jadi pelajaran bahwa pemalsuan dokumen tidak boleh ditolerir, terutama dalam lingkup hukum dan bisnis. Saya juga mengajak media ikut mengawasi kasus ini sebagai bentuk kontrol sosial dan edukasi hukum,” tegasnya.(***)

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (10/7/2025), di kawasan waduk Saguling, di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan dihadiri 35 orang anggota kelompok tani dari 10 desa di wilayah Kecamatan Cihampelas yang mayoritas menekuni usahatani komoditas padi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah sektor yang penting. Karena, pertanian menyediakan pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan Konsultasi Agribisnis sebagai salah satu standar pelayanan di Balai Besar Pelatihan.

Ajat menjelaskan, BBPP Lembang berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

Wujudkan Swasembada Pangan, Kompetensi Penyuluh Ditingkatkan

Kegiatan KAK kali ini dihadiri widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian, sosial ekonomi pertanian, dan penyuluhan pertanian. Selain itu, hadir petugas dari Inkubator Agribisnis dan pengelola perpustakaan BBPP Lembang.

Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Suherman, mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan solusi atas masalah petani.

“Kami ajak para petani di sini untuk bisa bertanya dan berdiskusi langsung apabila ada permasalahan yang dihadapi di lapangan, untuk diberikan solusi terbaik oleh para konsultan yang hadir," katanya.

Pada kunjungan kali ini, berbagai permasalahan diungkapkan terkait kegiatan budidaya pertanian tentang pengairan, pengendalian hama dan penyakit terutama hama tikus, penentuan varietas benih padi unggul dan pemasaran.

Widyaiswara memberi solusi berkaitan dengan varietas tanaman, solusi pengairan, pemeliharaan tanaman yang baik, alternatif pengendalian hama dan penyakit.

Widyaiswara juga menyampaikan 4 solusi mengatasi fluktuasi harga di sektor pertanian, yaitu menjalin kemitraan, pencatatan pola tanam, menerapkan tumpang sari, dan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah.

Asep Rustandi, Ketua Kelompok Tani Mukti Jaya I Desa Tanjungjaya, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Adanya kegiatan konsultasi agribisnis keliling ini sangat bermanfaat bagi kami, menambah pengetahuan tentang agribisnis pertanian,” ujarnya.

Asep pun menaruh harapan agar kegiatan ini rutin dilaksanakan.

“Semoga kegiatan serupa terus dilaksanakan agar dapat meningkatkan kompetensi petani dan berujung peningkatan kesejahteraannya,” katanya.(***)

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melakukan audiensi dengan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Selasa (8/7/2025), di Kantor Walikota, Balaikota Timoho.

Audiensi ini merupakan langkah awal strategis dalam mendukung program branding Kota Yogyakarta melalui pengembangan pertanian perkotaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian harus dilakukan bersama-sama. Karena, pertanian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan semua orang.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti membangun pertanian bukan hanya tugas Kementan.

"Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi agar ketahanan pangan bisa diwujudkan," katanya.

Saat audiensi, Rombongan Polbangtan Yoma dipimpin oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, didampingi oleh Wakil Direktur II, Budi Purwo, serta Ketua Kelompok Akademik Administrasi dan Kemahasiswaan (AAK), Demi Widi.

Dari pihak Pemerintah Kota, Walikota Hasto didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan serta Kepala Bappeda Kota Yogyakarta.

Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati menegaskan, audiensi merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun kolaborasi antara institusi pendidikan pertanian dan pemerintah kota.

Tujuannya, untuk memperluas dampak pertanian tidak hanya di pedesaan, tetapi juga dalam konteks perkotaan.

“Kami ingin Kota Yogyakarta dikenal tidak hanya sebagai kota pelajar, tetapi juga sebagai kota yang memiliki visi pertanian urban yang kuat dan berdaya saing. Kampung tematik dan denplot ini akan menjadi contoh kolaborasi nyata antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah,” ungkap Endah.

Walikota Hasto menyambut baik inisiatif Polbangtan Yoma. Ia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pertanian di ruang-ruang kota yang terbatas.

Menurutnya, pertanian perkotaan merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga:

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk kerja sama lintas sektor seperti ini. Pertanian bukan hanya milik desa, tapi juga bagian penting dari pembangunan kota modern yang sehat dan mandiri secara pangan,” ujar Hasto.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas dua agenda utama yang menjadi fokus kerja sama. Pertama, inisiasi Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Kampung Tematik Pertanian di Kelurahan Warungboto dan Kelurahan Semaki.

Kampung tematik dirancang sebagai ikon baru dalam penguatan branding Kota Yogyakarta di bidang pertanian, dengan mengintegrasikan kegiatan pertanian bersama nilai-nilai edukatif, estetika, ekonomi lokal, dan kearifan masyarakat.

Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan dan wisata edukasi, tetapi juga ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan pertanian perkotaan.

Kampung tematik juga diharapkan menjadi laboratorium lapang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota, mahasiswa, dan penyuluh pertanian.

Fokus utamanya meliputi pertanian organik, budidaya hidroponik, pemanfaatan lahan sempit, dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan, pengelolaan sampah organi, dan budidaya magot.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan kota yang adaptif dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, disepakati untuk menyusun rencana aksi bersama serta penyusunan MoU resmi yang akan mengikat kerja sama jangka menengah.

Selain itu, tim teknis akan melakukan peninjauan lapangan ke lokasi-lokasi yang telah diusulkan guna menyusun desain teknis dan operasionalisasi program.

Audiensi ini menjadi tonggak awal dari kemitraan inovatif antara dunia pendidikan vokasi pertanian dan pemerintah kota dalam membangun masa depan pertanian perkotaan yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan di Kota Yogyakarta. (TW)

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) mendorong Brigade Pangan (BP) Kabupaten Bangka Selatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, melalui aktivasi strategi bisnis.

Ini menjadi salah satu program Kementan untuk mencapai target swasembada pangan, utamanya pada komoditas padi. Sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Hadir di Desa Pergam, Kecamatan Air Gegas, dan Desa Serdang, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (5/7/2025), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyebut BP harus berorientasi bisnis.

"Kami tidak memperbolehkan BP mengelola lahan skala usaha kecil-kecil, skala usahanya harus besar, harus efisien, harus ekonomis karena diarahkan dalam kegiatan bisnis," terang Idha.

Ia mendorong BP untuk memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam mengolah lahan.

Baca juga:

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

”Brigade Pangan diharapkan bisa mengelola lahan minimal 150 hektare. Brigade Pangan sendiri masuk dalam organisasi bisnis yang difasilitasi dengan alsintan. Agar kedepan bisa mandiri,” lanjutnya.

Ia pun mengapresiasi manajer BP Beras Basa yang berinisiatif memodifikasi alsintan traktor roda 4 (TR4) yang sudah diterima untuk membuka lahan berat yang ada di wilayah mereka.

Beberapa BP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaksanakan pembukaan lahan vegetasi sedang - berat dengan meminjam excavator dari Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten, atau dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di wilayah tersebut.

”Untuk lahan vegetasi berat, BP bisa berkoordinasi dengan dinas setempat untuk menurunkan alat berat. Yang digunakan untuk membuka lahan tersebut,” ucap Idha.

Hadir mendampingi Kepala BPPSDMP, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggungjawab BP Kepulauan Bangka Belitung, R. Hermawan mengatakan dirinya siap melakukan pendampingan di lapangan. Hal ini dibuktikan dengan penerjunan dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP Kabupaten Bangka Selatan.

”Kami menerjunkan sejumlah dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP di lapangan. Tak hanya aspek teknis, namun juga dari segi manajemen agribisnisnya. Supaya target produksi, sekaligus kesejahteraan petani bisa dicapai secara simultan,” pungkasnya. (IMNS/os)

Wujudkan Swasembada Pangan, Kompetensi Penyuluh Ditingkatkan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian Level Supervisor, Jumat (4/7/2025), di Kelas Krisan 4 BBPP Lembang.

Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian dilakukan untuk mendukung program Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menyebut penyuluh sebagai motor penggerak suksesnya pembangunan pertanian.

"Saya berharap mereka menjadi berlian dan emas dalam upaya mencapai tujuan tersebut," katanya.

Amran juga mendorong penyuluh untuk terus mendampingi petani, meningkatkan produksi dan produktivitas, serta mengawal program-program pemerintah di sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pentingnya penyuluh pertanian dalam mendukung swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Baca juga:

Pelajari Smart Farming Negeri Ginseng, Kementan Utus Widyaiswara

Saat pembukaan kegiatan survailen, Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, menjelaskan jika tujuan pelaksanaan kegiatan survailen adalah memberikan pengakuan kompetensi profesi SDM pertanian melalui sertifikasi kompetensi.

"Selain itu, kegiatan ini juga untuk mewujudkan sistem sertifikasi kompetensi sumberdaya manusia sektor pertanian yang berkualitas, dan meningkatkan kompetensi SDM Sektor Pertanian baik Penyuluh Pertanian sebagai penyuluh pendamping program pembangunan pertanian," terangnya.

Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian Level Supervisor diikuti 12 orang penyuluh pertanian dari 4 kabupaten yaitu Bandung, Indramayu, CIlacap, dan Bantul. Sedangkan Asesor kompetensi dari Fakultas Pertanian Universitas Majalengka bidang kompetensi Penyuluh Pertanian.

Metode yang digunakan oleh asesor untuk menguji para asesi dengan unjuk portofolio dan wawancara. Terdapat 23 unit kompetensi sesuai dengan Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) tenaga kerja bidang penyuluhan pertanian, terdiri dari 15 unit kompetensi inti dan 8 unit kompetensi pilihan.

Pada penutupan kegiatan survailen, asesor menyampaikan bahwa seluruh asesi dinyatakan kompeten.

Salah seorang asesi, penyuluh pertanian dari Kabupaten Bantul, Dian Palupi tidak dapat menyembunyikan raut gembiranya bisa kembali memperoleh sertifikasi profesi sebagai penyuluh pertanian level supervisor.

“Alhamdulilah kami semua dinyatakan kompeten, karena memang sejatinya kami semua penyuluh pertanian berusaha terus mendampingi petani sesuai kompetensi yang distandarkan. Ini semua demi menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Dian juga menyampaikan terima kasih kepada asesor dan Tim TUK Mandiri BBPP Lembang dan berharap kesuksesan dapat terus diraih.(***)

Pelajari Smart Farming Negeri Ginseng, Kementan Utus Widyaiswara

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) mengirim sejumlah perwakilan ke Korea Selatan untuk mempelajari smart farming yang ditetapkan di Negeri Ginseng. Ilmu dari Korea dipresentasikan di BBPP Lembang, Kamis (3/7/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jika teknologi adalah kunci untuk memajukan pertanian Indonesia.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Ia menambahkan bahwa teknologi yang diterapkan haruslah mampu menyederhanakan proses pertanian, menjadikannya simpel, murah, dan terjangkau. Sehingga, memberikan keuntungan lebih besar bagi para petani.

Sejalan dengan visi tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) gencar membuka berbagai program pelatihan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa instansinya mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan di bawah naungannya untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan IPTEK dan menyajikan teknologi pertanian terbaru dalam pelatihan.

Dalam hal Smart Farming, BBPP Lembang telah memiliki beberapa unit Smart Green House yang sudah diotomatisasi untuk menyesuaikan dengan cuaca," katanya.

Selain itu, ada juga perangkat Internet of Things yang berfungsi untuk mengenali cuaca, unsur hara tanah, dan kondisi lahan di Rumah Pangan Lestari BBPP Lembang.

Dan untuk mempelajari lebih jauh mengenai smart farming Kementan mengirim wakil ke Korea Selatan.

Salah satu perwakilan tersebut adalah Dewi Padmisari Suryaningrum, widyaiswara dari BBPP Lembang.

Perjalanan Dewi selama 7 hari kemudian dipresentasikan di depan widyaiswara dan mahasiswa yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapang di BBPP Lembang.

Di samping smart farming, Dewi juga mempelajari kelembagaan petani di Korea Selatan.

"Contohnya pada Nonghyup Hanaro Market. Cara kerjanya adalah seperti federasi yang menaungi koperasi," terangnya.

Menurut Dewi, cara kerja federasi tersebut menguntungkan. Karena berani membeli produk petani yang dinaunginya dengan harga tinggi kemudian menjual ke konsumen dengan harga terjangkau.

"Hal ini memberikan keuntungan baik bagi produsen produk pertanian maupun konsumen. Namun model ini membutuhkan komitmen dari pemerintah, koperasi, konsumen, dan semua yang terlibat agar saling menguntungkan," terangnya.

Baca juga:

Wujudkan Swasembada Pangan, Akademisi Perguruan Tinggi Dukung Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

Mengenai smart farming, Dewi mempelajari mengenai teknologi dan implementasinya dalam bisnis pertanian di Korea Selatan.

Menurutnya implementasi di Korea Selatan memiliki visi jangka panjang dan diimplementasikan secara komprehensif.

"Salah satu model yang sangat relevan untuk diadopsi dan dikembangkan di Indonesia adalah konsep Smart Farming Innovation Valley (SFIV) seperti yang terlihat di Gimje, Korea Selatan," katanya.

Model ini terbukti berhasil mencetak lulusan yang siap mengimplementasikan konsep smart farming secara komprehensif.

"SFIV memiliki fasilitas yang terintegrasi, termasuk inkubator bisnis untuk petani muda (2,3 ha), pusat dukungan (0,4 ha), lahan smart farm sewaan (4,5 ha), dan kompleks demonstrasi (1,6 ha)," terangnya lagi.

Salah satu contoh sukses penerapan smart farming di Korea adalah One Acre Farm, yang mengaplikasikan indoor farming atau vertical farming.

Sistem ini memanfaatkan sinar ultraviolet dan ruang tanam bertingkat, yang mampu meningkatkan produktivitas hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional.

Produk yang dihasilkan bervariasi seperti sayuran segar, herbal, dan bunga yang dapat dimakan, dengan kuantitas kecil namun beragam.

"Sistem ini lebih ramah lingkungan dibandingkan peternakan, dengan fitur otomatisasi seperti pengaturan suhu dan pencahayaan LED yang disesuaikan untuk pertumbuhan tanaman," jelasnya.

Contoh keberhasilan lainnya adalah Green Monster, alumni pelatihan yang berhasil membudidayakan mentimun dengan nilai ekonomi tinggi.

"Mereka mampu menghasilkan 30 hingga 40 buah per tanaman dalam enam bulan, dengan hanya membutuhkan empat orang untuk 10.000 tanaman mentimun," kata Dewi.

Tantangan ekstrem perubahan suhu di Korea, yang bisa mencapai -15°C di musim dingin, diatasi dengan menjaga suhu rumah kaca pada 15-16°C.

Menurutnya, keberhasilan Green Monster juga didukung oleh pinjaman lunak sebesar 30 miliar Won dengan bunga 1% per tahun dan skema pembayaran yang fleksibel selama 25 tahun, serta penerapan sistem inkubasi.

Melihat potensi besar ini, Dewi menyarankan untuk lebih lanjut mendalami smart farming sebagaimana di Korea Selatan.

"Pelatihan harus bisa mencakup materi dasar, budidaya, manajemen, dan pemasaran, didukung oleh pemanfaatan fasilitas Inkubator Agribisnis BBPP Lembang sebagai sarana praktik," katanya.

Harapannya, sambung Dewi, melalui adaptasi model dan teknologi ini, Indonesia dapat mencetak lebih banyak petani milenial yang inovatif dan berdaya saing di era pertanian modern.(***)