19 April 2026

Tahun: 2025

Regenerasi Pertanian, Delapan Mahasiswa Unila Tamatkan PKL di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak delapan mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila), menyelesaikan tahap akhir praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Senin (04/08/2025).

Ke-8 mahasiswa itu adalah Lutfi Apriyadi, Made Wira Dika, Cintami Amajaya Prauli, Muhammad Ijlal Mua’fa, J Prima Yudha, Dini Anggraini, Meila Adzra Azzahra, dan Mazaya Ajrina Nahdah. Di tahap akhir ini mereka menjabarkan hasil temuan mereka selama melaksanakan PKL melalui seminar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Menambahkan, menurut Mentan Amran teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

"Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

Baca juga:

Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI AD

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Dalam seminar hasil PKL, widyaiswara penguji dan pembimbing silih bergantian mengajukan pertanyaan setelah presentasi masing-masing mahasiswa tersebut.

Mereka juga berdiskusi dengan rekan PKL dari kampus lain untuk mengembangkan ilmu yang dipelajari lebih lanjut. Mereka pun silih bertukar informasi mengenai teknologi yang mereka pelajari di BBPP Lembang.

Delapan mahasiswa Unila tersebut melaksanakan PKL di inkubator agribisnis BBPP Lembang. Berbagai topik dipelajari meliputi budidaya, manajemen agroeduwisata, penerapan smart farming, dan penyakit pada tumbuhan. Komoditas yang dipelajari pun beragam mulai dari brokoli, kentang, selada, hingga kopi.

Selesai melaksanakan seminar hasil, Lutfi yang mendalami penyakit pada benih kentang aeroponik meninggalkan kesannya.

“Kami telah dibimbing oleh widyaiswara yang ahli dalam bidangnya,” kata Lutfi.

“Kami rasa BBPP Lembang dapat menjadi tempat untuk belajar mengenai pertanian baik dari budidaya hingga pengolahan hasil,” tambah mahasiswa lainnya, Cintami.(***)

Hadir dengan Teknologi Terkini untuk Anak Muda, realme Capai 300 Juta Pengguna Global dalam 7 Tahun

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Menjelang ulang tahunnya yang ke-7, realme dengan bangga mengumumkan pencapaian penting dalam perjalanannya yaitu berhasil meraih lebih dari 300 juta pengguna di seluruh dunia, sebagaimana dikonfirmasi oleh lembaga riset Counterpoint. Setelah mencapai 100 juta pengguna pada 2021 dan menembus 200 juta pengguna pada 2023, realme terus menunjukkan semangat “Make it real” sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu brand smartphone dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Strategi Berfokus pada Anak Muda

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, realme menempatkan anak muda sebagai inti dari visi strategisnya. realme hadir sebagai tech popularizer yang relevan dan terjangkau, dengan membawa inovasi terkini ke tangan generasi muda. Mulai dari fitur gaming, fotografi, hingga aktivitas outdoor, realme berkomitmen menghadirkan pengalaman terbaik bagi anak muda yang aktif dan dinamis.

Beragam lini produk realme pun disesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan pengguna muda dari berbagai latar belakang, seperti:

realme GT Series untuk performa flagship yang all-rounder

realme Number Series sebagai pilihan mid-range serbaguna

realme C Series yang ramah di kantong namun tetap kaya fitur

realme Knows How to Play

Sebagai brand yang tumbuh dari kultur anak muda, realme juga ingin menjadi brand smartphone “paling keren” dan dekat dengan mereka. Untuk terus relevan dengan tren anak muda, realme aktif berkolaborasi dengan berbagai IP ternama, sebut saja Lonely Planet (travel dan lifestyle), Dragon Ball & Naruto (anime), dan FreeFire (esports).

Bagi realme, angka 300 juta bukan sekadar angka penjualan, tapi mencerminkan 300 juta cerita nyata dari pengguna di seluruh dunia yang menjadi bagian penting dari perjalanannya.

Selain kolaborasi, realme juga membangun komunitas global yang aktif dengan lebih dari 15 juta penggemar. Beragam kegiatan komunitas rutin digelar realme secara global untuk mendekatkan brand dengan penggunanya.

Setiap tanggal 28 Agustus, realme menggelar 828 Global Fan Festival untuk merayakan hari jadinya bersama para fans. Tahun lalu, acara ini berlangsung di Shenzhen dan dihadiri lebih dari 200 media serta penggemar internasional. realme juga memperkenalkan teknologi pengisian daya 320W revolusioner yang mampu mengisi daya penuh hanya dalam 4 menit.

Di ulang tahunnya yang ke-7 tahun ini, realme siap kembali menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam Fan Festival 828, sebagai bentuk apresiasi kepada para penggemar yang selalu setia dan antusias.

Pencapaian Membanggakan realme di Indonesia

Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi realme di Indonesia, dengan lebih dari 30 Juta pengguna di Indonesia. Angka ini mencerminkan kepercayaan dan antusiasme luar biasa dari para pengguna terhadap inovasi dan kualitas produk realme.

Lebih dari 40% konsumen Indonesia yang mengenal realme juga mengaitkannya dengan pengalaman gaming yang memuaskan, sebuah pengakuan yang menegaskan posisi realme sebagai brand yang mampu menjawab kebutuhan pengguna muda yang dinamis. Ke depannya, realme juga siap melangkah lebih jauh dengan menghadirkan kejutan baru demi memperkuat komitmennya dalam memberikan pengalaman teknologi terbaik untuk semua.

Langkah Selanjutnya untuk Paruh Kedua 2025

Memasuki kuartal pertama tahun 2025, realme mempertegas posisinya sebagai pionir teknologi smartphone yang relevan dengan kebutuhan anak muda global. Melalui peluncuran realme 14 Series 5G, realme mengambil langkah berani dengan mendorong batas pengalaman performa gaming di segmen mid-range, menghadirkan pengalaman flagship ke lebih banyak pengguna.

realme juga menegaskan bahwa pengalaman fotografi mobile akan menjadi fokus utama berikutnya pada tahun ini. realme memfokuskan beberapa pendekatan strategis yang tengah dan akan terus ditempuh, seperti: fotografi berbasis AI sebagai prioritas, kolaborasi dengan ekosistem kamera profesional, serta pendekatan yang bersifat human centric. Selain fotografi, realme juga akan menghadirkan inovasi di sektor baterai, yang mampu menyatukan dua hal sebelumnya dianggap bertolak belakang yakni kapasitas besar dan desain bodi yang tipis.

“Dengan tetap memegang komitmen pada inovasi dan kebutuhan anak muda, realme tidak hanya berfokus pada segi performance, tetapi juga mulai mengarahkan fotografi ke arah pengembangan pengalaman yang lebih intuitif dan pintar, serta daya tahan lama. Langkah-langkah ini menjadi fondasi kuat bagi visi jangka panjang kami dalam menciptakan smartphone yang tidak hanya canggih di tangan, tetapi juga bermakna di hati,” sebut Krisva Angnieszca – Public Relations Lead realme Indonesia.(***)

Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI AD

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 40 siswa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) PNS Angkatan Darat Gelombang VIII TA. 2025 dari Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Ditajenad, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Senin (4/8/2025).

Para PNS Angkatan Darat ini mendapat pemahaman tentang pelayanan publik yang dilaksanakan di BBPP Lembang. Mereka juga diperkenalkan dengan pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meyakini Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan.

“Mimpi itu bisa terwujud dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI," tutur Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Saat menerima rombongan, Kepala Bagian Umum BBPP Lembang berdiskusi dengan seluruh peserta terkait inovasi pelayanan publik, baik dari sisi pelatihan dan administrasi perkantoran.

Termasuk juga, website yang terintegrasi dengan learning management system, e-arsip, dan layanan pendukung diantaranya konsultasi agribisnis keliling, incubator agribisnis mulai dari kegiatan onfarm da off-farm, dan eduwisata.


Baca juga:

Pedagang Pasar Lembang Apresiasi Tindakan Tegas Mentan Ungkap Praktik Beras Oplosan

Pada studi lapangan ini, para siswa PKP PNS Angkatan Darat diajak melihat koleksi tanaman hias kaktus, sukulen, dan anggrek yang dibudidayakan di Inkubator agribisnis BBPP lembang.

Widyaiswara mengajak peserta untuk memanfaatkan peluang berbisnis di bidang tanaman hias yang menjanjikan.

Karena itu, mereka diajarkan teknik perbanyakan tanaman hias, mulai dari penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk Selain itu, mereka juga diperlihatkan teknik grafting untuk perbanyakan kaktus.

Selanjutnya, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara menjelaskan konsep sistem agribisnis dimana sub sistem yang menjanjikan keuntungan berlipat adalah sub sistem off-farm yaitu pengolahan hasil pertanian.

Dengan pengolahan, dapat memberi nilai tambah produk, meningkatkan harga jual dan memperpanjang masa simpan produk terutama hortikultura.

Peserta mempraktikkan langsung kegiatan pengolahan hasil pertanian komoditas jagung menjadi eskrim. Dimulai dari penjelasan alat dan bahan.

Peserta mempraktikkan pembuatan eskrim jagung dan mencicipi hasil olahan jagung ini dan beberapa varian olahan pangan lainnya seperti eskrim kopi, sorbet mangga, sorbet cabai, dan sistik wortel.

Salah seorang peserta, Sultan Hamjar, menyampaikan kesannya.

“Melalui kegiatan studi lapangan ini, kami melihat apa yang dilakukan oleh BBPP Lembang sudah baik, baik dari sisi pelatihan dan administrasi perkantoran dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan. Mengajak kami untuk bisnis pertanian yang ternyata sangat menarik untuk ditekuni,“ katanya.(***)

Pedagang Pasar Lembang Apresiasi Tindakan Tegas Mentan Ungkap Praktik Beras Oplosan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Beberapa pedagang di Pasar Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menyambut positif langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Satgas Pangan Mabes Polri dalam mengungkap praktik pengoplosan beras. Dampaknya, beberapa kios beras di Pasar Lembang menjadi ramai pembeli, Rabu (6/8/2025).

Salah seorang pedagang beras, H. Udin, yang sudah bergelut sebagai pedagang pasar sejak belasan tahun, mengatakan terdapat peningkatan jumlah pembeli sejak adanya penindakan praktik pengoplosan beras oleh pemerintah.

Ia menyebut beberapa pembeli yang membeli beras darinya saat ini sangat hati-hati sebelum membeli beras.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Dinkes Jawa Barat Pulihkan Pasien dengan Agribisnis

“Ada peningkatan volume pembeli beras, terutama setelah munculnya pemberitaan mengenai kasus beras oplosan. Konsumen saya jadi bersikap lebih hati-hati membeli beras dan kerap menanyakan kualitas beras yang dijual,” ujarnya.

H. Udin menyampaikan apresiasi terhadap sikap tegas Menteri Pertanian yang dinilai telah melindungi konsumen kecil dari praktik curang dalam distribusi pangan.

“Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah sangat baik, supaya produsen beras tidak semena-mena lagi. Alhamdulillah, sejak pengungkapan kasus oleh Pak Menteri dan polisi, pembeli jadi lebih banyak. Pasar jadi ramai lagi,” ujarnya.

Langkah pemerintah ini turut mendorong pemulihan kepercayaan terhadap sistem distribusi pangan, serta memicu pergeseran konsumsi dari ritel modern ke pasar tradisional.(***)

Tingkatkan Kompetensi Brigade Pangan, Polbangtan Kementan Berikan ToT bagi Penyuluh dan Babinsa Provinsi Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM//BANGKA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peran aktif Brigade Pangan (BP) dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi. Untuk mendorong kemandirian BP, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) membekali penyuluh pertanian dan Babinsa di Provinsi Bangka Belitung dengan Training of Trainer (ToT).

Selama 3 hari dari Rabu (30/7) hingga Jumat (1/8), sebanyak 28 penyuluh pertanian dan 12 Babinsa mendapatkan materi mengenai literasi keuangan dan manajemen alsintan.

Hal ini dinilai strategis, karena penyuluh pertanian dan Babinsa merupakan pendamping utama BP di lapangan. Setelah mengikuti ToT ini, mereka akan memberikan bimbingan teknis kepada manajer dan anggota BP di wilayahnya masing – masing.

Membangun kemandirian BP menjadi hal yang penting. Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan BP menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil. Agar usahanya berorientasi bisnis dan menghasilkan keuntungan.

"Program Brigade Pangan tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda," ujarnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya komitmen dan daya juang dalam mendampingi BP di lapangan.

“BP adalah program yang harus berkelanjutan. Kita harus memaksimalkan segala bantuan dan fasilitas yang diberikan pemerintah. Sebagai contoh untuk alsintan, rekan-rekan pendamping harus bisa mengarahkan BP agar dapat mengoperasikan dan merawat semua alat yang telah diberikan, supaya manfaatnya berkelanjutan,” tegas Idha.

Baca juga:

Cokelat Rosella, Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan Tingkatkan Nilai Ekonomi Komoditas Pertanian

Idha juga menekankan bahwa keberadaan BP bukan hanya untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi menjadi model transformasi pertanian di Indonesia.

“BP harus mandiri dan menjadi agen-agen perubahan di bidang pertanian. Ini adalah kesempatan emas bagi transformasi pertanian kita. Mereka bisa menjadi contoh nyata bagi petani konvensional untuk beralih ke sistem pertanian modern yang lebih terorganisir dan produktif,” tambahnya.

Hadir dalam pembukaan ToT, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggung jawab BP Provinsi Babel, R. Hermawan menyampaikan pentingnya giat ini untuk mensinergikan langkah – langkah pendampingan di lapangan.

"Giat ini sebagai menjadi kesempatan baik untuk koordinasi dan konsolidasi antar pihak untuk pengembangan dan kemandirian 48 BP di 6 Kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Bangka belitung," ujar Hermawan.

Dalam waktu dekat, lanjut Hermawan, pendamping BP akan melakukan bimtek dengan sistem kelas.

“Kelas I untuk BP yang mendapat alsintan dan semangat. Kelas II untuk BP yang mendapatkan alsintan namum belum semangat. Kelas III untuk BP yang belum mendapatkan alsintan dan belum semangat,” paparnya.

Ia menyebut ada berapa tantangan yang perlu dibahas. Antara lain MoU, permodalan, pembukaan rekening penyusutan dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan BP.

Materi ini menurutnya strategis untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.(***)

Cokelat Rosella, Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan Tingkatkan Nilai Ekonomi Komoditas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) Kementerian Pertanian (Kementan) merilis Cokelat Rosella untuk meningkatkan nilai ekonomi pada komoditas pertanian.

Mereka adalah Nania Dwi Rahayu, Nashwa Aydin Shahira Fella, dan Nikita Rahmawati dari program studi Agribisnis Hortikultura Tingkat 2. Baru-baru ini mereka berhasil menyabet juara harapan II pada ajang Lomba Inovasi Nasional yang digelar oleh Polbangtan Gowa.

Ini sejalan dengan program Kementan untuk mendorong generasi muda berinovasi menciptakan diversifikasi produk pertanian.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut kemajuan pertanian berada di tangan generasi muda, yang mau berinovasi dan turun langsung sebagai pelopor.

“Pertanian itu tentang teknologi, riset dan inovasi. Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan. Kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung. Jadilah pelopor, bukan penonton,” tegas Amran.

Dukungan penuh untuk generasi muda yang memiliki potensi besar untuk memajukan sektor pertanian melalui inovasi dan kewirausahaan juga digaungkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung tumbuhnya entrepreneur muda di sektor pertanian.

Baca juga:

Penguatan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Kerjasama Pelatihan Digital Marketing di Kulon Progo

Seperti halnya cokelat rosella. Melalui proses riset produk dari kemasan, inovasi ini mampu bersaing dan menarik publik.

Nikita, salah satu penemu mengatakan Cokelat Rosella jika dikembangkan dengan serius akan menghasilkan keuntungan.

“Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rasio ERSE (margin laba kotor) sebesar 35,28%, yang menunjukkan bahwa 35,28% dari setiap pendapatan penjualan merupakan keuntungan kotor setelah dikurangi biaya pokok,” paparnya.

Selain mengenalkan produk olahan dari bunga rosella yang dikenal kaya akan antioksidan, mereka juga secara tidak langsung memberdayakan petani rosella. Pasalnya mereka menggunakan bahan baku dari petani.

”Dengan penghargaan ini kami merasa sangat bersemangat untuk terus berinovasi di bidang pertanian, apalagi jika inovasi yang dihasilkan memberikan dampak positif,” tambah Nikita.

Disampaikan dalam wawancara (31/7/2025), dosen Polbangtan Yoma, Novia Aristi mengaku bangga atas capaian mahasiswanya.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi dan kerja keras para mahasiswa yang telah berani tampil, membawa ide, dan mempersembahkan hasil karya terbaiknya. Semoga inovasi ini bisa menjadi salah satu referensi petani untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas hortikultura,” tuturnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Dinkes Jawa Barat Pulihkan Pasien dengan Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bersama Rumah Sakit Jiwa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, memperkenalkan agribisnis pertanian kepada pasien agar cepat pulih pasca perawatan.

Penjajakan kerja sama dilakukan dengan melihat langsung kegiatan agribisnis di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, Rabu (30/7/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan jika dikaitkan dengan pemulihan kejiwaan maka penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Saya harap pertanian dapat memberikan kontribusi positif dalam pemulihan kejiwaan dan pembangunan bangsa,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Wakil Direktur Medis, Keperawatan, dan Penunjang, Noki Irawan Saputra, menyampaikan kegiatan ini dalam rangka pengembangan program terapi holistik bagi pasien dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Dalam kunjungan di BBPP Lembang, rombongan sebanyak 15 orang yang berasal dari tim manajemen rumah sakit, diterima secara resmi oleh tim manajamen BBPP Lembang didampingi widyaiswara ahli utama.

Rombongan lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis. Di screen tanaman hias, widyaiswara menjelaskan budidaya dan prospek tanaman hias terutama anggrek sebagai bisnis pertanian yang menguntungkan dengan proses budidaya yang tidak sulit.

Baca juga:

Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme

Selanjutnya, di zona kawasan rumah pangan lestari, budidaya seledri dengan hidroponik sistem deep flow technique menarik minat tim rumah sakit untuk membuat instalasi hidroponik di lingkungan.

Sistem itu akan menjadi bagian dari kegiatan terapi hortikultura untuk rehabilitasi medik pasien Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

Begitupun saat mengunjungi screen house hidroponik yang mengenalkan budidaya kentang sistem aeroponik, tomat beef dengan sistem irigasi tetes dan screen house anggur.

Cara ini semakin menarik minat mereka untuk mengembangkan pertanian dan meningkatkan kompetensi pasien pasca perawatan untuk terjun ke sector pertanian.

Di laboratorium kultur jaringan, rombongan menerima penjelasan tentang proses sub kultur tanaman berbagai tanaman termasuk anggrek.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aneka olahan pangan baik eskrim, sorbet, sistik wortel, eggroll kentang, abon cabai, manisan terong, memberi kesan bahwa pertanian di sektor off-farm dapat menjadi solusi terapi bagi pasien rumah sakit jiwa pasca perawatan.

Winda Ratna Wulan, Kepala Bidang Perawatan, mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk membantu recovery pasien.

“Kami ke sini dalam rangka recovery pasien untuk kegiatan pertanian dan tata boga (pengolahan hasil pertanian)," ujarnya.

Demikian juga yang disampaikan oleh Adah Sa’adah, Koordinator Rehabilitasi Psikologi.

Dijelaskannya, tujuan mereka datang ke BBPP Lembang adalah membuat dan mengembangkan program pemulihan bagi pasien ODGJ dan ODMK yang ada di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.(***)

BRI KC Bekasi HI Maksimalkan Pelayanan ke Nasabah

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memaksimalkan pelayanan kepada semua nasabah. Salah satunya yang dilakukan oleh BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Harapan Indah (HI).

BRI KC Bekasi HI memberikan pelayanan terbaik kepada semua nasabah, dimana setiap transaksi yang dilakukan dilayani sepenuh hati.

Pimpinan BRI KC Bekasi HI, Yan Abdillah mengatakan, pihaknya akan selalu melayani nasabah dengan baik, mulai dari datang hingga selesai.

Contohnya saja ada nasabah prioritas yang datang, yaitu seorang bapak bernama Muhammad yang membukakan rekening untuknya anaknya bernama Raisa Fahira.

"Kami layani dengan sepenuh hati, sehingga nasabah puas," ungkapnya.

Muhammad mengapresiasi pelayanan petugas BRI KC Bekasi HI. Ia mengatakan, disini pelayanannya oke, ramah, bersahabat, kantor bersih, nyaman dan proses cepat.

Sementara itu Raisa Fahira yang akrab disapa Rara mengaku puas. Rara senang dengan pelayanannya yang ramah, cepat, prosedurnya jelas serta ruang tunggu yang bersih dan nyaman.(***)

BRI KC Depok Berbagi Jumat Berkah di Rutan

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Depok menggelar kegiatan Jumat Berkah.

Kali ini Program Jumat Berkah diadakan di Rutan Kelas 1 Depok yang berada di Cilodong.

Kegiatan Jumat Berkah dilaksanakan pada 18 Juli 2025 dimana sekaligus Pimpinan BRI KC Depok, Aris Abdillah mengisi Khotbah Jumat kepada para jamaah.

"Kami berbagi Jumat Berkah di Rutan Kelas 1 Depok di Cilodong sekaligus saya memberi mengisi Khotbah Jumat," ujar Aris.

Aris mengatakan, program Jumat Berkah ini merupakan agenda rutin di setiap KC BRI. Untuk di Depok, kali ini juga membagikan 200 nasi box di Rutan Kelas 1 Depok.

"Selain mengisi Khotbah Jumat, kami juga berbagi makanan," tegasnya.

BRI KC Depok terus melaksanakan berbagai kegiatan positif, dimana Jumat Berkah menjadi salah satunya. Ada banyak program lainnya yang juga dilakukan.

Bahkan untuk produk perbankan, BRI unggul dengan pelayanan offline maupun online.(*)

BRI BO Karawang – RS Hastien Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Service Excellent

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Rumah Sakit (RS) Hastien menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Service Excellent bekerjasama dengan BRI Branch Office (BO) Karawang.

Kegiatan ini sebagai bentuk peningkatan kapasitas pekerja medis dalam memberikan layanan yang profesional dan prima, terutama dibidang kesehatan dan medis mengingat tingginya tingkat kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung pada 24 Juli 2025 di aula RS Hastien dan dihadiri oleh tim dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai prinsip-prinsip pelayanan prima (service excellent) yang sangat relevan dengan tugas dan fungsi tenaga medis dan pelayanan rumah sakit.

Branch of Head BRI Karawang yang diwakili oleh Manager Operasional dan Layanan, M Rifky Perdana menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara RS Hastien dan BRI. Serta pentingnya kegiatan ini dalam mendorong transformasi pelayanan publik di lingkungan rumah sakit.

Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi dan wawasan petugas menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan yang humanis bagi masyarakat.

"Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara RS Hastien dan sektor perbankan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik," tegasnya.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai produk perbankan, pelatihan service excellent juga memberikan bekal praktis bagi petugas dalam menghadapi tantangan pelayanan di RS Hastien dengan lebih sigap, empatik, dan profesional.

"Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan roleplay dalam rangka implementasi service exellence," tutupnya.(***)