21 April 2026

Bulan: November 2024

Optimistis Wujudkan Swasembada Pangan, Mentan Amran Siapkan Mentor dan Pendamping untuk Petani Milenial

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa swasembada pangan dapat segera terwujud. Untuk mewujudkan swasembada pangan, Mentan Amran menyampaikan strateginya, yaitu melibatkan petani milenial dengan dukungan mentor dan pendamping yang siap membantu mereka mengelola usaha tani modern di 12 provinsi.

“Kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada generasi muda. Dengan keterlibatan petani milenial, teknologi modern, dan sumber daya alam yang kita miliki, saya yakin kita bisa melampaui target,” tegas Mentan Amran dalam pembukaan acara Workshop Manajemen Pendampingan Brigade Pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, 20 November 2024.

Brigade Swasembada Pangan akan beroperasi di 12 provinsi strategis yang menjadi wilayah optimalisasi lahan rawa (OPLAH), yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Pada tahun 2024, Kementan telah berhasil menggarap 350 ribu hektare lahan OPLAH, yang kini siap mendukung peningkatan produksi beras nasional.

Setiap brigade terdiri dari 15 petani milenial yang akan mengelola lahan seluas 200 hektare secara terstruktur dan terintegrasi. Untuk tahap pertama, brigade pangan akan didukung oleh 400 pendamping yang merupakan para pegawai Kementan terpilih, serta 50 mentor yang terdiri dari penyuluh, dosen, guru, dan widyaiswara.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/04/petani-gelar-kenduri-babah-leung-kementan-dukung-peningkatan-areal-sawah-di-bireun/

“Brigade Swasembada Pangan ini adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan rawa. Dengan tata lahan dan tata air yang baik, serta pendampingan intensif, kita dapat meningkatkan produktivitas hingga tiga kali tanam setahun,” jelas Mentan Amran.

Mentan Amran pun menekankan pentingnya pendampingan yang efektif untuk memastikan keberhasilan petani milenial. “Kalian adalah agen perubahan. Masa depan pertanian ada di tangan kalian,” kata Amran.

Mentan Amran pun berjanji akan rutin memantau kerja Brigade Swasembada Pangan di lapangan. Dirinya menyebutkan tolok ukur keberhasilan para pendamping dan mentor adalah apabila brigade pangan binaannya bisa meningkatkan produktivitas padi minimal 5 juta ton per hektare dan pendapatannya bisa di atas 10 juta rupiah per bulan.

“Kalau mereka tekun dan bekerja keras, bukan tidak mungkin pendapatannya bisa mencapai 20 juta rupiah. Dengan pendapatan yang di atas pendapatan kantoran biasa, mereka akan semangat menjadi petani. Brigade pangan ini hanya awal karena selanjutkan kita akan arahkan mereka untuk menjadi pengusaha. Sehingga penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan korporasi,” sebut Mentan Amran.

Baca juga:

Gelar Workshop, BPPSDMP Kementan Siapkan Rencana Strategis 5 Tahun Kedepan

Setiap brigade akan mendapatkan bantuan hibah sebesar Rp3 miliar berupa alat dan mesin pertanian, serta benih unggul untuk mendukung kegiatan mereka. “Semua fasilitas sudah kami siapkan. Tidak ada alasan untuk gagal. Dengan kerja keras, Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga bisa menjadi lumbung pangan dunia,” pungkas Mentan Amran optimistis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan saat ini sudah terbentuk lebih dari 1.500 brigade pangan yang tersebar di 12 provinsi. Setiap pendamping bertanggung jawab mengadovakasi lima brigade pangan.

Perempuan yang akrab dipanggil Santi itu menyebutkan workshop ini diharapkan dapat memberikan pelatihan kepada ASN dan mentor dalam mengelola pendampingan Brigade Pangan secara efektif.

“Melalui workshop ini, para calon pendamping setidaknya bisa memahami dan menerapkan konsep pertanian modern di wilayahnya masing-masing, mulai dari penggunaan varietas unggul bersertifikat dan pemanfaatan alat dan mesin modern, hingga hilirisasi dan pengelolaan kawasan secara terintegrasi dan terstruktur,” tutur Santi. (*)

Dukung Peningkatan Kompetensi SDM, Kementan Lengkapi Sarana P4S

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk meningkatkan kinerja dan pengembangan kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada 2 P4S binaan BBPP Lembang, yaitu P4S OSS Farming Kabupaten Subang dan P4S Kota Depok.

Penyerahan dilakukan simbolis Kamis (14/11/2024) oleh Kepala BBPP Lembang. P4S merupakan lembaga pelatihan yang didirikan, dimiliki, dan dikelola oleh petani secara swadaya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan P4S menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Amran juga menyampaikan fokus Kementan di antaranya adalah menggerakan SDM pertanian untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketersediaan pangan di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan P4S merupakan mitra BPPSDMP yang memiliki peran strategis sebagai tempat pelatihan sekaligus magang, guna akselerasi dan adopsi teknologi pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa P4S memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan adopsi teknologi pertanian oleh petani.

"Karena itu kami berharap bantuan ini memberi manfaat untuk kegiatan peningkatan kompetensi SDM di P4S,” tuturnya.

Ajat menyerahkan secara simbolis bantuan ini, dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh masing-masing ketua P4S.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/18/petani-dan-penyuluh-pertanian-provinsi-jambi-pelajari-pertanian-modern-di-bbpp-lembang/

P4S OSS Farming menerima bantuan berupa laptop, speaker, kursi susun, printer, projector, dan screen projector.

Ketua P4S OSS Farming, Otong Wiranta mengucapkan terimakasihnya kepada BBPP Lembang.

“Bantuan sarana pembelaran ini sangat bermanfaat untuk kami. Bantuan ini bisa melengkapi apa yang sudah ada di kami untuk melaksanakan pelatihan bagi petani dan stakeholder pertanian lainnya yang datang ke P4S OSS Farming.

Hal senada disampaikan oleh Ketua P4S Bina Alovera, Tanti Guntari.

“Alhamdulillah bantuan sarana pembelajaran ini akan kami gunakan untuk proses pelatihan, pembinaan dan peningkatan pertanian di lingkungan kami. Bantuan ini menjadi dukungan BBPP Lembang sebagai pembina P4S di daerah agar tetap eksis mendukung program pemerintah untuk kemajuan sektor pertanian," katanya.

P4S Bina Alovera menerima bantuan sarana pembelajaran berupa projector, screen projector, sound system, microphone wireless, alat tester tanah dan kabel HDMI.(***)

Petani dan Penyuluh Pertanian Provinsi Jambi Pelajari Pertanian Modern di BBPP Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan pertanian modern, teknologi hidroponik, kepada 30 orang petani dan penyuluh pertanian lingkup Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi yang berkunjung ke BBPP Lembang, Selasa (5/11/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan jika pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami sedang membangun pertanian modern dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat menerima rombongan mengatakan, BBPP Lembang memiliki sarana pembelajaran peserta yaitu Inkubator Agribisnis.

“Di Inkubator Agribisnis ini aneka tanaman kami budidayakan baik secara konvensional maupun menggunakan teknologi smart farming,” jelasnya.

Pada kegiatan kunjungan dan pembelajaran ini, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian memberikan materi tentang teknologi hidroponik. Peserta diberikan wawasan tentang sistem-sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang diterapkan di BBPP Lembang.

Sistem-sistemnya adalah aeroponik, irigasi tetes, Deep Flow Technique (DFT), Nutrient Film Technique (NFT), dan wick system. Disampaikan juga komoditas pertanian yang cocok untuk dibudidayakan dengan sistem-sistem tersebut.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/17/kementan-kenalkan-teknologi-olahan-pangan-ke-guru-sekolah-menengah-kejuruan/

Widyaiswara juga memberikan penjelasan tentang nutrisi utama pada budidaya secara hidroponik, yaitu nutrisi AB mix.

Dijelaskan proses pelarutannya, dosis dan waktu pemberian nutrisi sehingga menghasilkan tanaman yang berkualitas baik saat panen tiba.

Sementara itu, widyaiswara lainnya memberikan materi tentang panen dan pascapanen komoditas pertanian.

Panen dan pascapanen menjadi salah satu tahapan budidaya tanaman yang penting dan merupakan kegiatan akhir dari budidaya tanaman.

Panen dan pascapanen yang tepat maka akan dapat memenuhi kebutuhan pasar, meningkatkan daya saing, mengurangi sampah, menjaga kualitas, kesegaran dan nutrisi tanaman serta menghemat energi.

Selanjutnya, rombongan diajak ke Inkubator Agribisnis (IA) BBPP Lembang.

Petugas sarana dan prasarana menjelaskan alur budidaya sayuran pakcoy sistem DFT, diantaranya sistem pemberian nutrisi AB Mix dan kegiatan panen pascapanen pakcoy hingga proses pemasarannya ke berbagai segmentasi pasar.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas sarana dan prasarana menjelaskan proses pengolahan hasil komoditas pertanian dari jagung.

Pengolahan hasil pertanian ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, yaitu pembuatan es krim berbahan dasar jagung.

Peserta diberikan penjelasan alat dan bahan pembuatan es krim jagung yang cukup mudah dan murah.

Mereka langsung mempraktikkan tahapan demi tahapan pengolahan hasil jagung menjadi es krim yang gurih dan lezat dan dapat menghasilkan keuntungan berlipat. (yoko/che)

Kementan Kenalkan Teknologi Olahan Pangan ke Guru Sekolah Menengah Kejuruan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan teknologi pengolahan labu peacock menjadi es krim kepada delapan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) Kabupaten Sumedang yang melakukan kunjungan, Selasa (12/11/2024).

Para guru yang berasal dari jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura itu berkunjung untuk meningkatkan kompetensi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan hilirisasi pertanian akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani dan juga merupakan langkah krusial yang harus dilakukan karena akan menekan impor.

“Hilirisasi di bidang pertanian menjadi langkah krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk, menekan impor, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan industri terkait,” tuturnya.

Mentan Amran menyampaikan hilirisasi akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani. Langkah itu diharapkan dapat mengurangi fluktuasi harga yang sering menjadi masalah di sektor pertanian, khususnya saat musim panen raya tiba.

Menurutnya, hilirisasi juga merupakan langkah strategis yang harus dipercepat.

“Kuncinya semua harus terlibat dan sinergi, kami optimis, jika semua bergerak, ini bisa kita lakukan secara maksimal,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan untuk mengembangkan usahatani, perlu ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/17/kementan-perkenalkan-teknologi-hidroponik-dan-kom-mix-hayati-ke-petani-kabupaten-bogor/

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyampaikan jika sektor pertanian diminta tidak berhenti untuk bergerak cepat.

"Karena pertanian di era pemerintahan baru sekarang menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dengan swasembada,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu, rombongan bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Petugas laboratorium memberikan penjelasan alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan es krim labu peacock yaitu blender, panci, mangkok, kompor, dan mixer.

Sementara bahannya adalah labu peacock, susu murni, susu kental manis, air, telur, dan bahan pengembang.

Peserta pun mempraktikkan tahapan demi tahapan pengolahan hasil labu peacock menjadi eskrim. Mulai dari mencampurkan labu yang telah dikukus hingga matang dengan air dan telur lalu menghaluskan dengan blender. Setelah itu dimasak di atas kompor menggunakan panci hingga mendidih.

Setelah mendidih, kompor dimatikan, menunggu hingga dingin sebelum memasukkan susu dan susu kental manis. Setelah itu adonan dituangkan ke dalam wadah plastik, dan dibekukan di freezer.

Langkah selanjutnya, setelah adonan membeku, dikeluarkan hingga 20 menit atau agak mencair dan dihancurkan menggunakan mixer, lalu masukkan bahan pengembang dan di mixer hingga melembut selama kurang lebih 40 menit.

Adonan es krim jadi, dituangkan ke dalam wadah sesuai selera, dibekukan dan siap dikonsumsi.

Langkah yang mudah menghasilkan adonan es krim yang lembut dan gurih serta mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Peserta juga mencoba produk laboratorium pengolahan hasil pertanian lainnya seperti es krim jagung, sorbet mangga, sorbet cabai merah, dan sorbet wornas. Apresiasi disampaikan atas kelezatan masing-masing produk olahan ini.(***)

Kementan Perkenalkan Teknologi Hidroponik dan Kom-Mix Hayati ke Petani Kabupaten Bogor

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk mewujudkan ketahanan pangan di desa, Kementerian Pertanian memperkenalkan teknologi hidroponik dan pembuatan kompos yang dicampurkan dengan agens hayati (kom-mix hayati) kepada 55 orang anggota kelompok tani Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, yang berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jumat (15/11/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami sedang membangun pertanian modern dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di setiap kesempatan menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang gaspol menggenjot produktivitas agar target swasembada secepatnya bisa terealisasi.

“Sektor pertanian diminta tidak berhenti untuk bergerak cepat karena pertanian di era pemerintahan baru sekarang menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dengan swasembada,” tutur Ajat.

Saat penerimaan rombongan secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang, Kepala Desa Sukamanah, Irmayani Ismail, mengatakan bahwa dirinya mengajak 2 kelompok tani di wilayahnya untuk belajar dan menerima banyak manfaat di BBPP Lembang.

Rombongan bergegas menuju Inkubator Agribisnis (IA). Di zona kandang sapi dan rumah kompos, widyaiswara dibantu petugas lahan praktik memberikan penjelasan tentang pembuatan kompos mulai dari alat dan bahan yang diperlukan dan praktik membuatnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/17/kementan-ajak-gen-z-tekuni-sektor-pertanian-lewat-field-trip/

Dilanjutkan pengenalan kom-mix hayati dengan mencampurkan kompos dan agens hayati trichoderma yang bermanfaat untuk imunitas tanaman, terutama mencegah penyakit akar gada pada tanaman.

Kunjungan berlanjut ke sudut IA lainnya. Petugas mendemonstrasikan pembuatan instalasi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) sederhana.

Peserta juga diajak praktik agar memahami pembuatan instalasi DFT yang dapat dipasang di pekarangan rumah, ditanami aneka sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Budidaya pertanian dengan hidroponik jika dibuat skala bisnis maka akan menghasilkan keuntungan berlipat karena harga jualnya tinggi dibandingkan budidaya secara kovensional.

Petugas juga menjelaskan proses persemaian tanaman, cara melakukan penanaman, cara pelarutan nutrisi utama pada budidaya hidroponik, yaitu melarutkan AB mix dengan air dengan perbandingan 5 ml larutan A, 5 ml larutan B untuk 1 liter air.

Kemudian dijelaskan pengaplikasian dan pengecekan nutrisi untuk terjaganya kualitas sayuran hingga tibanya waktu panen.

Dayat Hidayat, Ketua Kelompok Tani Makmur, saat dijumpai di akhir kunjungan mengatakan dirinya sangat puas berkunjung ke BBPP Lembang karena menerima banyak manfaat.

“Di sini kami belajar hal baru. Di kelompok tani kami, biasa memanfaatkan kotoran hewan dan sisa sayuran menjadi pupuk kompos. Tapi untuk penambahan activator seperti EM 4 dan trichoderma itu belum kami lakukan. Sehingga sepulang dari sini akan kami praktikkan untuk menambah kesuburan tanaman kami,” ujarnya.

Pernyataan ini juga diamini Fauzi, Ketua Kelompok Pesona Flower.

“Di sini kami jadi mengenal dan menambah wawasan tentang budidaya sayuran dengan menerapkan teknologi hidroponik untuk pemanfaatan lahan pekarangan,” katanya.(***)

Kementan Ajak Gen Z Tekuni Sektor Pertanian Lewat Field Trip

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 375 orang siswa-siswi kelas VIII, Kamis (14/11/2024). Para siswa yang didampingi guru ini mempelajari pertanian konvensional dan modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika BBPP Lembang terus berkomitmen menyiapkan regenerasi petani, salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau field trip.

Widyaiswara BBPP Lembang menjelaskan pertanian modern melalui penerapan teknologi hidroponik untuk budidaya tanaman sayuran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/10/jaga-ketahanan-pangan-kwt-kota-bekasi-pelajari-urban-farming-di-upt-kementan/

Dijelaskan aneka sistem pada budidaya hidroponik yang diterapkan di BBPP Lembang, yaitu aeroponik yang biasa diterapkan untuk pembibitan kentang, sistem deep flow technique (DFT) dan nutrient film technique (NFT) pada tanaman sayuran daun seperti pakcoy, selada, dan seledri.

Selain itu ada sistem irigasi tetes untuk tanaman melon, tomat beef, dan paprika. Di Inkubator Agribisnis, rombongan dibagi 3 kelompok.

Kelompok pertama mempraktikkan penanaman tomat beef sistem irigasi tetes, mulai dari persiapan media tanam berupa arang sekam dan cocopeat yang dimasukkan ke dalam polybag. Setelah itu GenZ ini praktik penanaman bibit tomat beef.

Sementara itu, di zona kendang sapi dan rumah kompos, petugas lahan praktik didampingi mahasiswa yang sedang PKL di BBPP Lembang, menjelaskan tentang pembuatan pupuk kompos dan manfaatnya bagi tanaman.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara BBPP Lembang mengenalkan aneka tanaman hias yang ada yaitu kaktus dan sukulen.

Diawali langkah proses perbanyakannya dengan teknik grafting dan perawatannya yang cukup mudah. Anak-anak antusias mempraktikkan perbanyakan kaktus dan sukulen.

Terlebih lagi, hasil praktiknya juga bisa mereka bawa sebagai upaya melatih keterampilan pertanian, melakukan perawatan tanaman hias.

Widyaiswara juga mengajak GenZ ini untuk berbisnis tanaman hias yang memiliki peluang menghasilkan cuan berlipat, melalui pemasaran secara digital.(***)

Kembangkan Serai Wangi, Kementan Dampingi UMKM Binaan Astra

TANIINDONESIA.COM//BANTUL - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) bersama Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) berkomitmen untuk mengembangkan komoditas serai wangi yang dikelola oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Shafaluna Atsiri.

Komitmen ini dikukuhkan dalam penandatanganan pakta kesepahaman antara dua belah pihak bertempat di Kebun Bibit dan Penyulingan Minyak Atsiri Shafaluna Kebosungu 1, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (12/11).

Keduanya bersepakat untuk melakukan pembinaan kepada UMKM Shafaluna Atsiri yang mengelola serai wangi sebagai komoditas utamanya. Hal ini dalam upaya meningkatkan nilai tambah dari pengelolaan hulu hingga hilir.

Hal ini sesuai dengan himbauan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia mendorong petani untuk melakukan hilirisasi pertanian. Menurutnya, ini akan berdampak positif bagi kesejahteraan petani dan juga merupakan langkah krusial untuk menekan impor.

“Hilirisasi di bidang pertanian menjadi langkah krusial dalam meningkatkan nilai tambah produk, menekan impor, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan industri terkait,” kata Mentan Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan untuk mengembangkan usaha tani perlu ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/15/ketua-komisi-iv-dpr-ri-program-pompanisasi-sangat-bermanfaat-bagi-sukoharjo/

Untuk itu, Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto dalam sambutannya menyebut akan perkuat UMKM dari sisi teknis maupun manajerial.

“Tujuan pembinaan ini agar UMKM dapat menghasilkan produk turunan dari serai wangi yang dibutuhkan oleh pelanggan dan pasar.” ucap Bambang.

Tak hanya itu, Polbangtan YOMA juga akan memberikan asistensi untuk mengatasi kasus-kasus indisdentil yang terjadi utamanya terkait teknis budidaya komoditas tersebut.

Sekretaris YDBA Ema Poedjiwati Prasetio mengatakan dirinya telah menseleksi UMKM sebelum melakukan pembinaan. Ia mendorong UMKM untuk konsisten memajukan usahanya.

“Kita membentuk mindset untuk bisnis yang berkelanjutan, bagaimana supaya dapat menguasai teknik usaha dan mengajak generasi muda terutama anak - anaknya untuk melanjutkan usaha," papar Ema.

Pembinaan ini mendapatkan pemantauan dan evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Tim Sertifikasi BPOM, Ratna Widiastuti menyebut akan memberikan bimbingan teknis terkait produk UMKM agar bisa memperluas pasar.

“Selain pengawasan, kami akan mendampingi UMKM agar bisa memenuhi regulasi,” jelasnya. (HW/IMNS/os)

Ketua Komisi IV DPR RI : Program Pompanisasi Sangat Bermanfaat bagi Sukoharjo

TANIINDONESIA.COM//SUKOHARJO - Komisi IV DPR RI meninjau lokasi pompanisasi di Kabupaten Sukoharjo. Dalam kunjungannya, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengatakan program pompanisasi Kementerian Pertanian (Kementan) sangat bermanfaat bagi masyarakat di Sukoharjo.

“Alhamdulillah. Program pompanisasi sangat membantu masyarakat di Sukoharjo. Yang tadinya tanam sekali, jadi 3 kali.” ucap Titiek Soeharto di lokasi pompanisasi Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu (13/11/2024).

Ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. Ia mengatakan perlunya peningkatan produksi melalui optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman padi.

Titiek pun menegaskan perlunya ketersediaan air sebagai salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan produksi padi.

“Untuk memastikan pasokan air yang cukup maka diperlukan pengelolaan air yang baik melalui infrastruktur irigasi dengan memaksimalkan penggunaan pompa air. Salah satunya dengan program pompanisasi.” katanya.

Pada kesempatan itu, Ia bersama 17 anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan meninjau sejauhmana program pompanisasi dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

“Lokasi ini kami anggap relevan mengingat pada bulan Agustus 2024, Kabupaten Sukoharjo meraih penghargaan sebagai kabupaten dengan produktivitas tertinggi kedua nasional dari Kementerian Pertanian.” tuturnya.

Hal ini dibenarkan oleh Pj. Bupati Sukoharjo, Agus Santosa yang mengatakan Kabupaten Sukoharjo sebagai salah satu penyangga pangan di Jawa Tengah. Meskipun mempunyai luas wilayah terkecil kedua setelah Kabupaten Kudus.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/09/tingkatkan-kepercayaan-publik-kementan-bangun-integritas-di-sektor-pendidikan/

“Pada Tahun 2023, realisasi produktivitas padi di angka 70,27 kwintal/ hektar. Dan produksi padi mencapai 348.736 ton. Sedangkan sampai dengan Oktober 2024, realisasi produktivitas padi mencapai 71,30 kw/ hektar,“ papar Agus.

Apabila produktivitas padi dapat dipertahankan sampai dengan akhir tahun 2024, Ia memperkirakan akan terjadi peningkatan produksi padi sebesar 24.610 ton di tahun 2024.

“Peningkatan produksi padi ini tentunya atas dukungan dari Kementerian Pertanian melalui kegiatan pompanisasi mendukung penambahan areal tanam (PAT),” jelasnya.

Ia menambahkan bantuan pompa air dan irigasi perpompaan telah berhasil meningkatkan Indeks Pertanaman padi di sawah tadah hujan maupun sawah irigasi sederhana.

Senada, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno menyampaikan tujuan pompanisasi dan irigasi perpompaan adalah meningkatkan ketersediaan air agar budidaya pertanian berjalan dengan lancar.

“Dengan tersedianya air, sudah berhasil meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Yang awalnya 2 kali dalam setahun, bisa ditingkatkan menjadi 3 kali dalam setahun,” kata Bagas.

Hadir mewakili Kementerian Pertanian (Kementan), Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Fadjry Djufry mengatakan siap mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian.

Di kesempatan terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa pihaknya akan turun ke lapangan untuk mendukung percepatan swasembada pangan, khususnya beras.(***)

Jaga Ketahanan Pangan, KWT Kota Bekasi Pelajari Urban Farming di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan teknik urban farming kepada petani Kota Bekasi untuk menjaga ketahanan pangan.

Hal ini disampaikan saat 40 orang anggota kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi berkunjung ke BBPP Lembang, Jumat (8/11/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan pentingnya pertanian untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyampaikan kesiapannya melayani para stakeholder yang ingin mempelajari pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Dalam kunjungannya di BBPP Lembang, rombongan kelompok tani dan KWT Kota Bekasi diterima Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/09/peran-penyuluh-pertanian-untuk-capai-swasembada-pangan/

Menurut Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Nuryani, Kota Bekasi sudah minim lahan yang luas untuk melakukan budidaya pertanian.

"Karena itu petani binaan kami yang tergabung di kelompok tani dan KWT memanfaatkan pekarangan di rumah masing-masing untuk ditanami aneka sayuran seperti pakcoy, bawang daun, kacang panjang, mentimun, terong, melon, dan jagung,” terangnya.

“Harapan kami bisa membawa ilmu yang baru dari BBPP Lembang yang bisa diterapkan di lokasi pekarangan masing-masing,” imbuhnya.

Dalam kunjungan ini, rombongan diajak mengelilingi IA, melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan secara konvensional dan teknologi hidroponik pada budidaya tanaman di BBPP Lembang.

Di zona tanaman hias kaktus dan sukulen, petugas lapangan memberikan penjelasan proses perbanyakan kaktus dan sukulen serta proses pemeliharaannya.

Di zona rumah pangan lestari, petugas menjelaskan budidaya bawang merah dan pakcoy di dalam polybag, mulai dari proses persemaian benih, penanaman dan pemeliharaan tanaman sehingga menghasilkan panen yang optimal.

Saat mengunjungi screen house hidroponik melon sistem irigasi tetes, petugas IA juga menjelaskan proses budidaya melon, pemeliharaanya dan pengendalian hama penyakit.

Melon varietas honey globe yang sudah memasuki usia panen 75 hari dan dibanderol seharga Rp 35.000,00/kg laris manis dibeli dan diborong ibu-ibu KWT.

Sementara di laboratorium pengolahan hasil pertanian, ibu-ibu KWT tertarik dengan olahan pangan aneka es krim dan sorbet, seperti sorbet mangga, sorbet cabai, es krim labu, dan es krim jagung.

Mereka tertarik untuk belajar membuat karena selama ini masih melakukan budidaya on farm, belum sampai ke off farm pengolahan hasil pertanian.(***)

Tingkatkan Kepercayaan Publik, Kementan Bangun Integritas di Sektor Pendidikan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang bersih dan berintegritas. Melalui penguatan manajemen anti penyuapan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) membekali pegawai dengan Bimbingan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016.

Sebanyak 19 pegawai dari Unsur manajemen, Satuan Pengendali Internal (SPI), dan tim penjaminan mutu mengikuti giat ini pada 7-9 November 2024 di kampus Polbangtan YOMA Jalan Kusumanegara No.2, Umbulharjo, Yogyakarta.

Giat ini dinilai strategis dalam menciptakan budaya kerja yang bersih di sektor pendidikan. Utamanya dalam menyediakan lingkungan yang bebas praktik koruptif bagi mahasiswa. Sehingga upaya mencetak SDM pertanian yang berkualitas dan berintegritas dapat berjalan dengan baik.

Seperti komitmen Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Integritas adalah kunci dalam mencapai ketahanan pangan nasional, dan bahwa aparatur yang berintegritas tinggi akan berkontribusi lebih besar pada pencapaian visi Kementan,” jelas Mentan Amran.

Ia mendorong pegawai Kementan untuk bekerja dengan jujur, transparan, dan mengutamakan pelayanan publik. Mentan juga menekankan pentingnya mengambil tindakan tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan wewenang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/29/dukung-program-makan-bergizi-presiden-prabowo-kementan-bangun-ketahanan-pangan-di-gunung-kidul/

“Saya menginginkan komitmen penuh dari seluruh jajaran Kementan untuk bekerja secara profesional dan menjauhi praktik korupsi. Harta melimpah tidak ada artinya jika kehormatan kita ternoda. Mari kita bekerja untuk membangun reputasi yang baik bagi anak cucu kita di masa depan,” lanjut Mentan Amran.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berharap agar seluruh ASN menerapkan nilai-nilainya dalam setiap tugas sehari-hari, menjaga reputasi institusi, dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan akuntabel.

Sementara itu, Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto menyebutkan Ia dan jajarannya secara serius mengembangkan tata kelola yang lebih transparan di lingkungan Polbangtan YOMA.

“Giat ini dilakukan untuk merefresh, meninjau ulang, dan memperbaiki tata kelola yang sudah ada. Untuk selanjutnya disertifikasi dalam Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016,” jelas Bambang.

Dalam 3 hari, peserta melakukan penyusunan dokumentasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; pemenuhan klausul Standar Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; pendampingan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; melaksanakan dan memonitor pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; dan melakukan review dokumen Panduan SMAP Polbangtan YOMA.(***)