21 April 2026

Bulan: November 2024

Peran Penyuluh Pertanian untuk Capai Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli dan Terampil (Pola PNBP), 7 – 28 November 2024. Pelatihan diikuti 53 peserta dari 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.

Pelatihan digelar untuk membangun landasan pelaksanaan tugas, menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja, dan tata hubungan kerja penyuluh pertanian. Serta memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komprehensif bagi penyuluh pertanian, dan meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan sikap sebagai penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan jika langkah strategis pencapaian swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo, dilaksanakan melalui berbagai program.

“Swasembada pangan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan jika SDM memegang peran penting untuk kemajuan pertanian.

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat membuka pelatihan, Jumat (8/11/2024), menekankan pentingnya penyediaan pangan sebagai penentu hidup matinya suatu bangsa.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/01/belajar-pertanian-modern-siswa-siswi-smpn-11-bekasi-kunjungi-upt-kementan/

Menurutnya, pembangunan pertanian ke depan fokus untuk mencapai swasembada pangan.

“SDM pertanian menjadi kunci penggerak pembangunan pertanian. Kita sebagai bagian dari SDM pertanian harus selalu menyiapkan dan membekali diri agar mampu mengaktualisasi diri dengan perubahan yang begitu cepat dari waktu ke waktu," katanya.

"Ini semua untuk pemberdayaan petani agar mereka mampu berusaha tani dengan baik, menyiapkan pangan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya,” sambung Ajat.

Ajat mengajak seluruh peserta penyuluh pertanian agar dapat berkontribusi positif untuk kemajuan sektor pertanian.

“Menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak juga penting agar dapat memaksimalkan semua upaya untuk kemajuan sektor pertanian,” katanya.

Selama pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang akan memberikan materi sebanyak 168 JP dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, dan simulasi.

Ini akan membuat suasana pembelajaran serius namun terlihat mampu dicerna dengan baik oleh peserta.

Sesuai dengan pendekatan orang dewasa yang mengundang partisipasi peserta agar aktif selama proses pembelajaran.

Di penghujung pelatihan, peserta akan menjalani Kegiatan Praktik Kompetensi.

Peserta akan melakukan identifikasi potensi wilayah, membuat programa penyuluhan, membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menentukan metode penyuluhan, menyiapkan media penyuluhan yang tepat dan melakukan praktik penyuluhan serta evaluasi penyuluhan.(***)

BRI BO Cibubur Kenalkan Transaksi QRIS melalui BRImo

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank BRI banyak sekali memiliki jenis layanan perbankan yang bisa dilakukan secara offline maupun online. Salah satunya yaitu aplikasi unggulan BRI bernama BRImo, yang dapat digunakan di smartphone para nasabah.

Disini nasabah bisa melakukan beragam transaksi perbankan, diantaranya transfer dan pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan, serta transaksi pembayaran melalui QRIS. BRI Branch Office (BO) Cibubur terus mengedukasi nasabah tentang keunggulan aplikasi BRImo salah satunya adalah penggunaan QRIS BRI.

Pemimpin cabang BRI BO Cibubur, Yulizar Verda Febrianto menjelaskan, dalam kesempatan ini senantiasa mengingatkan kepada nasabah untuk selalu menjaga kesehatan finansial dengan menabung di BRI dan bertransaksi aktif menggunakan aplikasi BRImo guna kemudahan kebutuhan transaksi nasabah sehari-hari

"Transaksi perbankan lebih mudah dengan adanya aplikasi BRImo terlebih proses pembayaran bisa menggunakan QRIS," ungkapnya.

Baca juga:

BRI KC Pasar Minggu Berbagi Jumat Berkah

Menariknya lagi, saat ini BRI mengadakan program undian berhadiah yaitu BRIMO FSTVL. Para nasabah yang sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku bisa mengikuti undian ini. Adapun caranya adalah dengan mengumpulkan poin sebanyak-banyak nya dengan cara aktif bertransaksi melalui BRIMO, termasuk bertransaksi pembayaran dengan QRIS BRI, kemudian menukarnya dengan kupon undian.

"Khusus di hari Jum'at, juga ada program Friday Deals, dimana nasabah dapat melakukan penukaran poin dengan hadiah langsung," tegasnya.

Oleh karena itu tingkatkan terus saldo tabungan dan transaksi aktif melalui BRIMO agar bisa mengikuti beragam program yang disediakan oleh BRI. Dengan menjadi nasabah BRI artinya akan banyak kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan hingga berkesempatan memenangkan program berhadiah yang sudah disediakan rutin setiap tahunnya.

"Ayo menjadi nasabah BRI, tingkatkan terus saldo tabungan, lakukan aktivitas perbankan di aplikasi BRImo, rasakan berbagai kemudahan," tutupnya.(***)

Petani Gelar Kenduri Babah Leung, Kementan Dukung Peningkatan Areal Sawah di Bireun

TANIINDONESIA.COM//BIREUN - Kementerian Pertanian memberikan dukungan kepada petani di Bireun, Aceh, untuk meningkatkan areal sawah sekaligus meningkatkan produksi pertanian. Hal terlihat saat masyarakat dan petani di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun, melaksanakan Kenduri Babah Leung, di Lhok Pudeng Desa Meurah, Kecamatan Samalanga, Minggu (3/11/2024).

Kenduri ini merupakan warisan leluhur yang menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat, terutama petani, yang dilaksanakan secara turun temurun.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terus mengingatkan untuk meningkatkan produksi dalam rangka mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada pangan dalam waktu singkat.

Mentan Amran menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu empat tahun, namun dengan sinergi seluruh elemen bangsa, Ia optimis target tersebut dapat diraih dalam waktu kurang dari tiga tahun.

"Kita akan mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, ini adalah perintah Presiden yang tidak bisa ditawar,” tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai terjaganya kearifan lokal ini membuktikan masyarakat di Aceh memiliki komitmen yang tinggi terhadap pertanian.

"Lewat kearifan lokal inilah masyarakat setempat mampu menjaga produksi pertanian," katanya.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang hadir menyampaikan apresiasi dan penghormatannya terhadap kearifan lokal yang sampai saat ini masih berlaku.

Di hadapan peserta ia juga berharap agar prosesi Babah Leung bisa dimajukan sehingga olah tanam bisa lebih cepat sehingga bulan Desember bisa dilakukan panen dan bisa tercatat oleh Badan Pusat Statistik di tahun 2024.

Menurut Siti Munifah agar apa yang dilakukan para petani dan stakeholder pertanian dihargai dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

"Mudah-mudahan bisa menjadi pemikiran kita bersama, kalau kenduri ini dilakukan bulan September maka bapak ibu petani yang menanam itu akan tercatat BPS di tahun yang sama. Karena kalau kenduri bulan September, tanam di Oktober, Desember sudah panen," ungkap Siti Munifah.

Sebagai informasi pola tanam padi serentak terbukti mampu meningkatkan produksi dan meminimalisir serangan hama tanaman.

Menurut Ketua Mukim, Zulkifli, masyarakat yang hadir memanjatkan doa meminta kepada Allah SWT agar tanaman padi dijauhkan dari hama penyakit sehingga diharapkan hasil panen melimpah.

"Sebelum turun ke sawah masa tanam rendengan, ini merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen dan memanjatkan doa untuk hasil ke depan agar lebih baik dan melimpah," kata Zulkifli.

Kenduri diselenggarakan oleh warga secara mandiri, patungan menyumbang dana untuk membeli kerbau untuk disembelih.

Produksi padi Kabupaten Bireun pada umumnya mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi saat menyampaikan sambutannya.

Salah satu upaya yang dilakukannya adalah menekan serendah mungkin potensi serangan hama dengan melaksanakan tanam serentak.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/09/07/kunker-di-banjar-kepala-bppsdmp-kementan-tanam-bersama-dan-kunjungi-upja/

"Kami dari dinas pertanian bekerja sama dengan semua elemen masyarakat komitmen bahwa kalau sekarang buka pintu air maka dua hamparan sawah akan olah tanah sekaligus," ujar Mulyadi.

Dalam filosofi masyarakat setempat, istilah Babah Leung adalah adalah prosesi buka pintu air, tanda dimulainya musim tanam di mana air yang menjadi salah satu unsur penting diharapkan bisa mengairi semua sawah.

Oleh karena itu, dijelaskan Mulyadi bahwa Kenduri Babah Leung menjadi momentum kesepakatan bersama semua unsur masyarakat untuk melakukan tanam serentak. Harapannya nanti Maret 2025 semua petani melakukan panen dengan hasil yang meningkat.

"Kita komit kemarin, di masa musim rendeng ini semua harus olah tanam agar panen nanti di Maret tahun depan selesai," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa luas sawah di Bireun awalnya 14.944 hektar, setelah ada intervensi program dari Kementerian Pertanian meningkat menjadi 15.711 hektar.

Hal itu menjadikan Bireun sebagai kabupaten nomor 2 yang berhasil memperluas areal sawahnya di Provinsi Aceh.(***)

Belajar Pertanian Modern, Siswa-Siswi SMPN 11 Bekasi Kunjungi UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 370 siswa dan siswi dari SMPN 11 Bekasi mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (30/10/2024), untuk mempelajari pertanian modern. Hal ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian untuk melakukan regenerasi petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, berulang kali menegaskan peran penting pemuda-pemudi Indonesia dalam regenerasi petani di masa yang akan datang.

“Pemerintah berkomitmen mengawal regenerasi petani dan menjadikan pertanian sebagai dunia usaha atau bisnis yang strategis dan menguntungkan,” tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan kembali pentingnya generasi muda dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Tentu saja kita sangat berharap dengan kehadiran anak-anak muda ini, mereka akan menjadi pengganti atau penerus dari SDM pertanian yang ada di Indonesia,” tutur Santi.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Kementerian Pertanian meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan pertanian bagi generasi muda melalui program-program vokasi dan magang.

Selain itu, Kementan juga menggencarkan promosi dan kampanye untuk menumbuhkan citra positif profesi petani di generasi muda.

Mewujudkan semangat tersebut, UPT di bawah BPPSDMP membuka lebar kerja sama dalam bentuk study tour bagi pelajar. BBPP Lembang menjadi salah satu destinasi bagi para pelajar untuk mendalami ilmu pertanian.

Sebagaimana para murid SMPN 11 Bekasi mendalami mengenai hidroponik, kompos, bercocok tanam di lahan terbuka, dan tanaman hias.

Di BBPP Lembang, siswa dan siswi yang seluruhnya kelas 8 SMP dibagi ke beberapa kelompok.

Sebagian langsung menuju lahan praktik. Sedangkan lainnya diterima di Aula Catur Gatra oleh Kepala Bagian Umum BBPP Lembang Yullyndra Tisna Diputri.

Para siswa kemudian mempelajari cara membangun susunan rangka untuk bercocok tanam secara hidroponik menggunakan sistem deep flow technique (DFT).

Kelompok lainnya mempelajari cara membuat pupuk kompos dari kotoran sapi di rumah kompos. Sedangkan lainnya antusias menyimak cara bercocok tanam tanaman selada dan brokoli di lahan terbuka pada Kawasan Rumah Pangan Lestari BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/30/semangat-sumpah-pemuda-kementan-temui-petani-muda-kabupaten-bandung/

Ada pun para siswa dan siswi yang berminat mendalami tanaman hias dan mempelajari cara budidayanya secara vegetatif melalui metode stek.

Selain mempelajari segala hal mengenai pertanian, kawasan Lembang yang kerap menjadi lokasi wisata menangkap perhatian para peserta didik.

Sambil belajar pertanian mereka berkeliling di lahan seluas 6 hektar yang merupakan Inkubator Agribisnis di BBPP Lembang. Para siswa-siswi kerap berhenti untuk berfoto dan mengagumi pemandangan.

Kepala Sekolah SMPN 11 Bekasi, Munajam, menegaskan kembali tujuan para siswa di BBPP Lembang.

“Dalam waktu yang singkat ini kami sangat berharap para siswa mempelajari pertanian utamanya mengenai hidroponik dan cara merawat tanaman di dalam Greenhouse,” tutur Munajam.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menitipkan harapan besar bagi generasi petani di masa yang akan datang.

Ajat menekankan bahwa pembangunan pertanian harus diisi oleh aktor-aktor atau pelaku utama yang berkualitas unggul.

“Insan pertanian generasi muda harus lebih baik daripada generasi pendahulunya,” tegas Ajat.(***)