17 Mei 2026

admin

Upaya Jaga Kerahasian Negara, Polbangtan Kementan Benahi Arsip Habis Masa Retensi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) memusnahkan arsip yang sudah habis jangka waktu penyimpanan atau retensinya.

Pemusnahan arsip dilaksanakan di Polbangtan YOMA, pada 5 September 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari empat pilar penunjang pembinaan arsip yang terdiri dari penggunaan arsip aktif, pemeliharaan arsip, penyusutan arsip, dan pemusnahan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian untuk menjaga kerahasiaan negara.

"Kegiatan ini adalah bagian rutin untuk menjaga kerahasiaan negara. Berkas-berkas yang tidak diperlukan lagi sebaiknya musnahkan agar tidak menumpuk," kata Syahrul.

Hal senada Disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Kementan Gandeng TNI AU Bentuk Karakter Tangguh Mahasiswa

"Dengan pemusnahan dokumen ini, berarti harus ada dokumen-dokumen pendukung lain yang tentunya harus mendukung kemajuan pertanian," ujarnya

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menjelaskan jika pemusnahan arsip yang habis masa retensinya merupakan salah satu langkah untuk menjaga kerahasian Negara.

“Arsip-arsip non aktif yang sudah habis masa retensinya tetap mengandung informasi-informasi penting terkait kelembagaan. Kegiatan pemusnahan arsip ini selain untuk optimalisasi ruangan penyimpanan arsip sekaligus upaya untuk menjaga kerahasiaan Negara sesuai dengan peraturan yang dimandatkan,” ujarnya.

Sebanyak 3879 berkas arsip yang sudah habis masa retensi yang terdiri dari arsip kepegawaian, arsip milik bagian perlengkapan, arsip bagian administrasi akademik dan kemahasiswaan, serta arsip panitera.

Arsip-arsip tersebut selanjutnya diserahkan kepada UD Mandiri selaku rekanan kegiatan pemusnahan yang sudah memiliki MoU dengan Polbangtan YOMA.

Pengawalan dilakukan ketat mulai dari penyerahan hingga dipastikan seluruh arsip sudah dihancurkan sempurna.

Kementan Gandeng TNI AU Bentuk Karakter Tangguh Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 185 Mahasiswa Baru (Maba) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Jurusan Pertanian mengikuti kegiatan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (Mabidama), sekaligus penanda dimulainya tahun ajaran baru. Kegiatan Mabidama dilaksanakan tanggal 2 - 7 September 2023.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru diberikan bekal untuk membentuk sikap dan karakter jiwa yang berbudi luhur, sehingga dapat membentuk lulusan sebagai qualified job creator dan qualified job seeker, bermental baja, pekerja keras, pekerja cerdas, dan menjadi wirausaha muda pertanian yang professional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menganggap penting, pembentukan karakter bagi mahasiswa baru pertanian.

"Dengan karakter yang kuat dan mental baja, kita akan memiliki wirausahawan muda sektor pertanian yang tangguh. Dan ini akan berdampak bagus untuk masa depan pertanian kita," sebut Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan masa depan pertanian ada di generasi muda.

"Oleh sebab itu, kita selalu mendorong regenerasi petani. Pertanian harus digarap dengan cara kekinian, oleh karenanya peran generasi muda sangat penting," ujar Dedi.

Baca juga: Bangun Generasi Penyuluh Pertanian Profesional, Kementan Latih Penyuluh di Empat Provinsi

Untuk itu, Dedi mengimbau para mahasiswa baru bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan Mabidama erat kaitannya dengan pembentukan disiplin dan karakter yang tangguh namun jauh dari praktek perploncoan. Membentuk generasi pertanian yang tangguh dan berkarakter bukanlah hal yang mudah, apalagi di era sekarang. Generasi Z yang lebih menyukai kefleksible-an menjadi tantangan tersendiri.

“Melalui Mabidama, anak-anakku, mahasiswa baru yang kelak akan menjadi generasi penerus pertanian kalian akan dilatih dan didampingi kakak tingkat kalian untuk menyesuaikan dengan atmosfer Polbangtan YOMA. kata Bambang.

“Kedisiplinan memang menjadi salah satu kunci dan ciri khas Polbangtan, namun itu semua tentunya kami jamin jauh dari praktek perploncoan,” tambah Bambang.

Bekerjasama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (AU) Adisutjipto Yogyakarta, selama kurang lebih satu minggu, mahasiswa baru tersebut diberikan berbagai materi dalam ruangan dan juga materi bina fisik.

“Kegiatan dikemas dengan penyampaian materi seputar kehidupan kampus dan diisi dengan materi-materi yang bernas dari berbagai narasumber. Manfaatkan momen ini untuk membangun karakter yang kuat, disiplin, dan berdaya juang tinggi. Agar nantinya Ananda memiliki karakter unggul, mudah bersosialisasi, dan menjadi contoh bagi masyarakat," lanjutnya

Bambang juga menyampaikan, selain menerapkan metode klasikal, selama 4 tahun masa pendidikan, mahasiswa akan banyak mengikuti pembelajaran teaching factory, praktek kerja lapang, magang, studi banding, kajian lapang, kaji terap, dan mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Secara akademis, Polbangtan telah menyiapkan agenda intelektual yang padat dan terukur. Metode pembelajaran yang diterapkan di Polbangtan mengedepankan praktek, sehingga lulusannya siap kerja. Selain itu, Polbangtan juga membekali sertifikasi kompetensi bagi mahasiswanya,” pungkas Bambang.

Bangun Generasi Penyuluh Pertanian Profesional, Kementan Latih Penyuluh di Empat Provinsi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Penyuluh pertanian memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian menjadi salah satu tugas dan fungsi utama penyuluh pertanian sebagai garda terdepan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendukung penuh peran penyuluh pertanian.

Menurut Mentan, pada era 4.0 pertanian semakin berkembang pesat. Kualitas SDM pertanian harus terus menyesuaikan diri. Untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian nasional, Mentan SYL menilai salah satu faktor utamanya adalah SDM.

Diakui SYL peran penyuluh sangat penting dalam menumbuhkan pertanian yang lebih kuat dan modern, karena penyuluh adalah ujung tombaknya pembangunan pertanian.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa SDM pertanian seperti widyaiswara, dosen, petani, penyuluh pertanian, praktisi pertanian lainnya harus terus ditingkatkan kapasitasnya untuk menerapkan inovasi teknologi pertanian. Kunci pembangunan suatu bangsa diawali dari pembangunan SDM.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai bagian dari BPPSDMP turut mengambil peran dalam peningkatan kapasitas SDM pertanian. Melalui berbagai program pelatihan yang diselenggarakan, BBPP Lembang membekali aparatur dan non-aparatur pertanian dengan tujuan utama peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli yang selama 21 hari mulai 21 Agustus hingga 10 September 2023.

Pelatihan diikuti oleh 30 orang penyuluh pertanian ahli dari empat provinsi, yakni: Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat. Proses pembelajaran dilakukan secara klasikal di BBPP Lembang dan praktik kompetensi di Kabupaten Bogor.

Fasilitator berasal dari Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Widyaiswara, dinas/instansi yang relevan, dan para praktisi.

Peserta mendapat 168 JP yang terdiri dari 14 materi inti, yaitu: Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian, Pendidikan Orang Dewasa (POD), Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian, Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem, Programa Penyuluhan Pertanian, dan Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP).

   Baca juga: Tingkatkan Akses Keuangan Petani Milenial, Kementan Dorong Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan

Untuk memberikan motivasi dan pandangan baru kepada peserta, pembelajaran diawali dengan penyampaian materi dasar “Pengembangan Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluh Pertanian”. Materi dibawakan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, setelah membuka pelatihan.

Disampaikan Ajat, sebagai bagian dari ASN, penyuluh berpendoman pada core values BerAKHLAK serta budaya kerja lainnya yang mendukung tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Peserta juga dibekali dengan materi Kebijakan Pembangunan Pertanian yang disampaikan oleh Muhamad Amin, Kepala Puslatan. Pada kesempatannya Ia menyampaikan strategi kebijakan nasional yang dilakukan Kementerian Pertanian, terlebih pasca Covid-19 dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi) dan dilakukan secara partisipatif dengan menggabungkan berbagai metode, antara lain: ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, simulasi, praktik/seminar hasil praktik, observasi lapangan, dan pemecahan masalah.

Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok besar selama proses pembelajaran hingga akhir penilaian akhir. Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem menjadi salah satu materi yang menjadi dasar dalam menyusun programa penyuluhan di wilayah praktik kompetensi.

Bertempat di Wilayah IV BPP Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, peserta melakukan obeservasi lapang secara berkelompok.

Usai serangkaian pelatihan dasar ini, diharapkan para penyuluh mampu menyusun program penyuluhan pertanian sesuai dengan potensi dan kebutuhan di wilayahnya masing-masing.

Di sela-sela observasi lapang pada 4-9 September 2023, Chazim Ali Seham mengungkapkan kesannya. Ia menyatakan pelatihan dasar fungsional ini memberikannya banyak ilmu dasar yang perlu dipahami oleh seorang penyuluh pertanian.

“Setelah belajar lebih dalam, saya lebih memahami bahwa penyuluhan memerlukan proses yang cukup panjang dan runut. Kegiatan yang dilakukan harus terencana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. (DRY/YKO)

Tingkatkan Akses Keuangan Petani Milenial, Kementan Dorong Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan

TANIINDONESIA.COM//MAKASAR – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), bersama program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), mengadakan Workshop Akselerasi Inklusi Keuangan Usaha Pertanian, Program YESS yang dilaksanakan di Makasar tanggal 6-7 September 2023.

Pelaksanaan workshop ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk terus mendorong inklusi keuangan serta meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholders, sehingga upaya-upaya untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan juga merata dapat diraih.

Inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus mempercepat upaya memperluas akses dan inklusi keuangan bagi masyarakat, dengan tujuan mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pembangunan nasional, terutama di sektor pertanian.

Kementan juga mendorong dan mengajak keterlibatan generasi milenial dalam sektor pertanian melalui program-program pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian, salah satu nya melalui program YESS.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengimbau anak-anak muda tak ragu terjun ke usaha sektor pertanian.

"Petani milenial itu lebih open mind, tinggal di-trigger lebih kuat. Yang muda itu punya militansi tinggi, aku mau lihat kamu kaya," ujar Syahrul

Ia meyakini kemampuan generasi muda dalam mengembangkan bisnis jauh lebih efisien dan modern jika dibandingkan dengan generasi tua yang mendominasi profesi petani saat ini.

Baca juga: Kementan Gelar Rakor Ungkap Strategi Penanganan Dampak El Nino di Banten

Terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap program YESS dapat mewujudkan regenerasi pertanian, juga semakin meningkatnya kompetensi sumber daya manusia di pedesaan dan meningkatkan jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

"Sektor pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” ungkap Dedi.

Pada Workshop tersebut,Kepala Pusat Pendidikan Pertanian,sekaligus Direktur Program YESS Idha Widi Arsanti mengatakan tujuan dari Workshop akselerasi inklusi keuangan adalah untuk mensinergikan langkah dengan para stakeholder untuk agar tercapai keberhasilan inkusi dan literasi keuangan di wilayah Program YESS.

“Peran dan support dari stakeholder sangat penting untuk keberhasilan inklusi dan literasi keuangan di daerah seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Perusahaan Swasta, dan Lembaga Keuangan,” sebut Santi.

Workshop dihadiri oleh 52 peserta yang berasal dari OJK Provinsi Sulsel, PT. BPD Sulselbar Divisi CSR, PT. Huadi Indonesia, PT. Unity Nickel-Alloy Indonesia, PT. Hengseng New Energy Material, PT. Semen Bosowa, PT. Mars, PT. Cargill dan perwakilan dari TPAKD, Ketua BAZNAS, BAPPEDA, Financial Advisor (FA) dan District Implementation Team (DIT) yang berasal dari Kabupaten Maros, Gowa, Bantaeng, Bone dan Bulukumba.

Kementan Gelar Rakor Ungkap Strategi Penanganan Dampak El Nino di Banten

TANIINDONESIA.COM//BANTEN – Kemarau panjang yang disebabkan fenomena El Nino, turut dirasakan dampaknya di Provinsi Banten. Untuk memastikan dampak El Nino tidak terlalu meluas untuk sektor pertanian, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP menyampaikan sejumlah strategi menangani El Nino.

Strategi-strategi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di Provinsi Banten tahun 2023, Selasa (5/9/), di Hotel Ledian and Cottage, Banten.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian akan terus melakukan upaya koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah untuk menghadapi dampak El Nino di sektor pertanian.

Dalam setiap kesempatan, Menteri Syahrul selalu mendorong para kepala daerah untuk mengantisipasi dampak El Nino. Ia menyebut kekeringan ekstrem akan mengancam produksi pangan.

"Kita perlu mengantisipasi dampak perubahan iklim ekstrem kekeringan (El Nino) agar tidak berdampak terhadap penurunan produksi pangan," sebut Menteri Syahrul.

Mentan juga membeberkan, sebanyak 560 ribu hektare (ha) areal pertanian terancam kekeringan ekstrem akibat El Nino.

“El Nino ekstrem berpotensi menyebabkan kekeringan sekitar 560.000 hektare, sedangkan pada kondisi normal hanya 200 ribu hektare,” beber Syahrul

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Penanganan Dampak El Nino adalah fokus kementerian pertanian dan merupakan hal penting.

"Penanganan dampak El Nino adalah penting. sebab, berkurangnya air dapat mengganggu produktivitas pertanian. Apalagi, pertanian kita di Indonesia masih mengandalkan air hujan untuk pengairan, jadi perlu dicari alternatif sumber air, salah satu nya air tanah dan pipanisasi," jelas Dedi.

Dedi juga menjelaskan strategi penanganan kekeringan akibat El Nino. Yaitu, dengan memprioritaskan standing crop, yang masih dapat diselamatkan, upayakan.

"Selain itu, percepatan tanam, segera lakukan (tanam), manfaat kan air yang ada.

Baca juga: Siap Sukseskan Pembangunan Pertanian, Polbangtan Kementan Wisuda Calon Agripreneur

“Sekali lagi yang paling penting adalah koordinasi dan mengeksekusi dalam gerakan ini," tegas Dedi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, melaporkan update kondisi kekeringan dan perkembangan penanganan dampak El Nino di Provinsi Banten

"Secara umum saya laporkan El Nino di Provinsi Banten tidak menyeramkan dan menakutkan karena kami sudah bergerak bersama melakukan antisipasi di lapangan," katanya.

Menurutnya, faktanya di Banten air masih tersedia disini, hujan masih turun sesekali.

Agus menambahkan, saat El Nino sedang menerpa, sejumlah kecamatan di Banten justru panen padi ribuan hektare.

Salah satu contohnya adalah di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Pada periode Agustus-September, Kramatwatu panen raya hingga 2.360 hektare.

“Itu baru satu kecamatan,” ujar Agus.

Ia mengatakan, beberapa daerah di Banten masih bisa panen raya karena para petani sudah tahu akan ada El Nino. Untuk itu, para petani menanam lebih cepat yakni pada Juni lalu.

“Sekarang saat sedang kering-keringnya, mereka justru panen,” terangnya.

Agus menerangkan, luas panen padi yang berpotensi pada Agustus-Oktober 2023 yakni 113.419 hektare. Jumlah itu tersebar di delapan kabupaten/kota di Banten kecuali Kota Tangerang Selatan.

Dari potensi luas panen padi 113.419 hektare, produksi padi diperkirakan 601.577 ton gabah kering giling (GKG) dan produksi beras 380.377 ton. Sedangkan kebutuhan konsumsi, 349.882 ton.

Siap Sukseskan Pembangunan Pertanian, Polbangtan Kementan Wisuda Calon Agripreneur

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menggelar wisuda bagi Sarjana Terapan tahun akademik 2022/2023. Prosesi wisuda digelar di The Rich Hotel Yogyakarta pada Selasa (29/08).

Dalam rangka wisuda Polbangtan tahun 2023 ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa Polbangtan adalah salah satu institusi andalan yang memiliki misi untuk menghadirkan pertanian yang lebih maju, semakin mandiri dan modern.

“Polbangtan adalah salah satu institusi yang menjadi andalan untuk menghadirkan pertanian yang lebih maju, semakin mandiri dan modern. baik bagi petani, negara dan daerah” sebut Mentan Syahrul.

“Oleh karena itu kalian sebagai lulusan-lulusan yang telah dilatih dan digodok serta ditempa dengan kuat di Polbangtan, menjadi andalan dan energi pertanian di daerah masing -masing dimana kalian berada.

Baca juga: Dongkrak Ekspor Komoditas Pertanian, Kementan Gelar Training of Trainers

Saya berharap lulusan Polbangtan yang ada di seluruh Indonesia, mampu berkontribusi menghadirkan berbagai aktivitas pertanian yang lebih baik, lebih maju, mandiri dan modern” sebut Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi turut menyatakan bahwa lulusan Polbangtan merupakan aktor pembangunan pertanian.

“Kalian harus siap ditempatkan semua lini pembangunan pertanian mulai budidaya, panen dan pasca panen. Pembangunan Pertanian saat ini adalah dengan agribisnis, maka Pendidikan vokasi ini diciptakan untuk melahirkan kalian sebagai job creator. Kalian harus siap masuk disini membangun dan menciptakan wirausaha pertanian” ujar Dedi.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti yang hadir langsung dalam gelaran wisuda Polbangtan YOMA turut memberikan ucapan selamat serta memotivasi para wisudawan.

“Wisuda hari ini mempunyai arti yang penting karena masyarakat, bangsa dan negara akan segera menyaksikan kiprah Saudara-saudara yang telah terdidik dan ditempa di Polbangtan. kata Santi.

Para lulusan diharapkan menjadi pilar utama dalam pembangunan nasional melalui berbagai Program Utama Kementan seperti pembiayaan usaha pertanian melalui KUR Peningkatan Produksi Tanaman Pangan melalui Pengembangan Kawasan Berbasis Korporasi (PROPAKTANI), akselerasi ekspor melalui program Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS), dan Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian serta TANI AKUR di BPPSDMP.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Kompeten dan Berkarakter serta Berkontribusi Nyata dalam Pembangunan Pertanian” Polbangtan YOMA mewisuda 583 wisudawan dari 23 provinsi.

Para wisudawan tahun ini terdiri dari Program Mahasiswa Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program RPL merupakan salah satu program khusus yang diselenggarakan guna mengakomodir para penyuluh pertanian untuk meningkatkan kapasitas diri dengan menempuh pendidikan sarjana.

“Hari ini, 29 Agustus 2023 Polbangtan Yogyakarta- Magelang mewisuda sejumlah 583 orang, terdiri dari 303 Wisudawan Reguler Jurusan Pertanian dan Peternakan serta 280 Wisudawan RPL,” terang Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan YOMA.

Baca juga: Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton, Mentan: Pertanian Indonesia Tangguh

Sebanyak 583 wisudawan tersebut terinci dari 34 wisudawan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, 67 wisudawan Program Studi Agribisnis Hortikultura, 64 wisudawan Program Studi Teknologi Benih, 35 wisudawan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, 69 orang wisudawan Program Studi Teknologi Produksi Ternak, dan 34 wisudawan Program Studi Teknologi Pakan Ternak, disamping itu juga mewisuda mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan dan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan sejumlah 280 wisudawan.

Bambang juga menyampaikan kepada orangtua wisudawan yang hadir bahwa profil lulusan Polbangtan YOMA salah satunya adalah sebagai wirausaha muda pertanian, sehingga jika putra-putrinya memulai usaha diharapkan dapat didukung penuh.

“Jadi kalau putra putri memulai usaha, itu bukan menunggu kerja Bapak/Ibu, dan ini adalah hal yang luar biasa, kalau itu bisa terwujud maka putra putri Bapak/Ibu adalah bukan pencari kerja namun sebaliknya membuka lapangan kerja bagi orang lain atau masyarakat sekitar, karena itu mohon dukung putra putri bapak untuk menjadi pengusaha. Sekedar informasi, wirausahawan di Indonesia sekarang ini masih berkisar pada angka 3,47%, sementara Malaysia dan Thailand sudah diatas 4%, Singapura sudah diangka 8,6%, dan negara negara maju dikisaran 10-12%, bahkan banyak yang lebih dari itu,” terangnya.

Sementara, lanjut Bambang, untuk wisudawan program regular juga sudah ada yang diterima bekerja.

“diantaranya diterima di PT. Mustika Jaya sebanyak 11 orang, di PT Medion 3 orang, sudah lolos sebagi Spesified Skill Worker pada House Farm di Jepang sebanyak 12 orang dan akan menyusul 70 orang lainnya sudah mengikuti pelatihan budaya dan bahasa jepang menunggu proses seleksi. Diantara wisudawan program reguler juga sudah ada yang menjadi wirausahawan, diantaranya Saudara Jamaludin Nur Ridho,” pungkasnya.(***)

Dongkrak Ekspor Komoditas Pertanian, Kementan Gelar Training of Trainers

TANIINDONESIA.COM//JAMBI - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendongkrak ekspor pertanian. Upaya ini salah satunya ditempuh melalui Training of Trainers (TOT).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya menuturkan bahwa pertanian adalah kekuatan yang selama ini menopang bangsa Indonesia, termasuk saat menghadapi tiga tahun pandemi COVID-19.

"Lihat data, bukan kah hanya pertanian yang tumbuh 16,42 persen di saat COVID-19. Bukankah ekspor kita disaat semua melemah, ekspor pertanian tumbuh 15 persen, pernah 32 persen terakhir 8 persen, dan itu menunjukan bahwa pertanian menghasilkan," tuturnya pada Pembukaan TOT Peningkatan Ekspor Komoditas bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian di Jambi, Selasa, 29 Agustus 2023.

Mentan SYL yakin di saat ekonomi dunia melemah, liquiditas dunia melemah, yang bisa dihilirisasi dan bisa diekpor bukan nikel, bukan otomotif atau alat elektronik, melainkah hasil pertanian.

"Sekali lagi TOT menjadi penting, untuk membangun mindset. Untuk dapat merubah perilaku, tergantung kemampuan kita mentransfer mindset dan tentu trainerlah yang menjadi kuncinya," kata dia.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, tujuan pembangunan pertanian adalah penyediaan pangan untuk 180 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

Karena itu, lanjut Dedi, TOT ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait kelayakan usaha, prosedur dan prospek ekspor komoditas pertanian dalam upaya peningkatan pendapatan petani dan meningkatkan ekspor.

Baca juga: Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton, Mentan: Pertanian Indonesia Tangguh

"Patut disyukuri bahwa sejauh ini kecukupan pangan di Indonesia masih terjaga. Selama pandemi, ekspor komoditas pertanian semakin meningkat," ucap Dedi.

Kondisi ini, lanjut Dedi, merupakan indikasi ketangguhan sektor pertanian sekaligus besarnya potensi pertanian sebagai pilar utama perekonomian Indonesia.

Hadir juga pada pembukaan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, yang Mewakili Gubernur, Al Haris, Kepala Bapeltan Jambi, Zahron Helmy dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.

TOT dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 29 - 31 Agustus 2023 secara tatap muka berlokasi di Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 18.500 orang yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang mengikuti secara tatap muka di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.(***)

Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton, Mentan: Pertanian Indonesia Tangguh

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor kacang hijau tujuan China sebanyak 1.000 ton. Ekspor ini disebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian Indonesia saat ini tangguh meskipun dihadapkan tantangan global seperti El Nino. Sehingga perlu juga didorong hingga peningkatan hilirisasi kacang hijau guna memberikan nilai tambah pada perekonomian nasional.

“Hari ini saya bersama PT Haniori melakukan ekspor kacang hijau ke China. Saya kira secara simbolik 1.000 ton ini adalah bagian mewakili bahwa kita punya resource yang kuat di bidang pertanian lebih khusus kacang hijau,” kata Syahrul dalam acara pelepasan ekspor kacang hijau tersebut di Jakarta, Senin (28/8/23).

Ia menjelaskan, kacang hijau yang diproduksi di Indonesia sebagai negara tropis memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki negara lain sehingga permintaan ekspornya sangat terbuka. Kacang hijau merupakan komoditas tanaman pangan yang banyak dibutuhkan baik dalam negeri dan luar negeri.

Baca juga: Genjot Ekspor Pertanian, Kementan Gelar TOT Bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh

“Saya akan melakukan kerja sama dengan melakukan backup agar besok bukan hanya 1.000 ton saja. Kalau sekarang Haniori masih 1.000 ton, ayo kita targetkan menjadi 10 ribu ton. Kita akan tingkatkan pertanaman kacang hijau, mau berapa banyak, varietasnya apa akan kita sesuaikan, dan hasil produksinya, kalian silahkan serap, jadi kita bagi tugas. Ini peluang bagi kita karena kacang hijau sangat sesuai dengan kondisi cuaca kemarau seperti yang kita hadapi saat ini,” terangnya.

Lebih lanjut, SYL menegaskan target ekspor komoditas pertanian di tahun 2023 ini sebesar Rp 900 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 658,18 triliun. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan upaya peningkatan volume ekspor kacang hijau dan penambahan negara tujuan ekspor agar dapat mengejar target ekspor komoditas pertanian tahun 2023.

“Kita menargetkan ekspor kita 2023 mencapai Rp 900 triliunan. Jadi pemerintah dan pelaku usaha dan lainnya harus bekerja sama, membagi tugas sehingga target kita bisa tercapai. Untuk kacang hijau ini, ekspornya tidak hanya di Cina, tapi juga nanti dilakukan ekspor ke Filipina, Thailand, dan kita mendorong pelaku usaha untuk melakukan penjajakan pasar di Eropa,” tegasnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2022 volume ekspor kacang hijau secara total sebesar 16,54 ribu ton dengan nilai Rp 314,90 miliar dan pada tahun 2023 ini per bulan Agustus, sebesar 11,15 ribu ton dengan nilai Rp 211,17 miliar.(***)

Genjot Ekspor Pertanian, Kementan Gelar TOT Bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian guna menggenjot ekspor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ekspor pertanian akan terus ditingkatkan dengan mendorong pengembangan hilirisasi produk jadi.

Hal ini disampaikan Mentan saat mendampingi Wakil Presiden RI, KH Ma`ruf Amin melepas ekspor komoditas pertanian ke 176 negara dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,45 triliun baru-baru ini di Terimal Koja, Tanjung Priok Jakarta.

"Oleh karena itu, kemajuan kita dalam ekspor harus lebih kuat. Kita tidak boleh kalah dengan negara lain. Dan ini suatu kebanggan Karena apa yang kita lakukan ini lahir dari sebuah proses dan kerja keras," tutur Mentan Syarhul.

Baca juga: HUT RI ke 78, Mentan SYL Ajak Jajarannya Jaga Kebugaran

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, tujuan pembangunan pertanian adalah penyediaan pangan untuk 180 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

"Tujuan yang terakhir ini, meningkatkan ekspor merupakan program utama Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) yang dimulai dari 2019 sampai 2024 nanti," kata Dedi saat memberikan keterangan pers terkait persiapan TOT Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian di Jakarta, Jumat (25/8).

Dikatakan Dedi, PDB pertanian dalam dalam beberapa tahun terakhir tetap melejit, bahkan di tengah COVID-19. Pada awal 2020, PDB pertanian berada di angka 16 persen saat sektor lain terpuruk. Sementara nilai ekspornya juga naik, di mana pada 2022 naik 6,7 persen.

"Ekspor pertanian tetap menjadi andalan pembangunan pertanian, karena tidak saja meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan GDP, tetapi juga harga diri bangsa," kata Dedi.

Menurut Dedi, peningkatan nilai ekspor dengan mengandalkan keunggulan komparatif belum cukup. Akan tetapi, perlu meningkatkan keunggulan kompetitif dengan peningkatan produktivitas, memperbaiki kualitas, dan menekan ongkos produksi.

Karena itu, sebagai upaya meningkatkan keunggulan kompetitif komoditas pertanian potensi ekspor di Indonesia, BPPSDMP akan menggelar Training of Trainers (TOT) dengan tema "Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian".

"Widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian dapat mengajarkan dan mendampingi petani dalam menghasilkan nilai tambah apapun komoditas pertanian yang dihasilkan," kata Dedi.

Dedi mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) secara konsisten melakukan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk pertanian sehingga bisa bersaing di pasar global.

"Selain itu, kegiatan ekspor pertanian juga didorong melalui pengembangan hilirisasi produk jadi," kata Dedi.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi

TOT akan dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 29 - 31 Agustus 2023 yang dilaksanakan secara tatap muka berlokasi di Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 18.500 orang yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang mengikuti secara tatap muka di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

Narasumber TOT antara lain Badan PPSDMP, Badan Karantina Pertanian, Universitas Jambi, Widyaiswara, praktisi ekspor, serta pejabat pada instansi yang terkait dengan ekspor komoditas pertanian.

Adapun materi TOT ini meliputi kebijakan peningkatan kapasitas SDM pertanian, pengembangan ekspor komoditas perkebunan, pelayakan usaha komoditas perkebunan, prosedur ekspor komoditas perkebunan, penanganan panen dan pascapanen komoditas perkebunan, dan prospek ekspor komoditas perkebunan.

HUT RI ke 78, Mentan SYL Ajak Jajarannya Jaga Kebugaran

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) didorong untuk menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Menurut Mentan, Syahrul Yasin Limpo (SYL), kebugaran tubuh sangat penting dalam menjalankan tugas abdi negara terutama tugas-tugas pada sektor pertanian.

"Saya senang karena kalian suka dengan olahraga. Saya merasa, kalau ini dilakukan secara rutin, maka akan hadir kebugaran, kesehatan dan kebersamaan yang utuh yang kadang kadang tidak bisa kita dapat di Rapat-rapat dan diskusi," ujarnya, dalam puncak perayaan HUT RI di Kantor Pusat Kementan, Jumat (18/8/2023).

Menurut SYL mengatakan, sektor pertanian sangat penting dan strategis dalam memperkokoh perekonomian nasional. Meski demikian, Indonesia saat ini, tengah dihadapkan pada cuaca ekstrem El Nino yang berdampak langsung pada area tanam.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi

"Karena itu mulai besok, kita kembali lagi rame-rame bangun pertanian yang lebih baik. Kita bulatkan pikiran kita untuk sama-sama menghadirkan makanan rakyat, di saat El Nino mengancam Indonesia," katanya.

Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian syukuran Kementan terhadap capaian dan kinerja selama empat tahun terakhir yang membanggakan.

Diketahui, produktivitas padi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan hingga Indonesia dinobatkan lembaga internasional IRRI sebagai negara swasembada pangan. Selain itu, ekspor pertanian juga terus meningkat hingga mencapai 70 persen.

"Kita telah melaksanakan serangkaian agenda, yang kita jadwalkan sejak tanggal 14 kemarin. Kemudian tanggal 15, kita sudah melaksanakan ekspor, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mengejar target Rp900 triliun. Kita juga telah melaksanakan berbagai olahraga, kemudian musik dan hari ini gerak jalan sebagai puncaknya," jelasnya.(***)