9 Mei 2026

Hari: 8 Februari 2025

Cetak Petani Muda, UPT Kementan Fasilitasi Praktek Magang Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Tiga mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, melaksanakan praktek magang di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), 13 Januari sampai 8 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/08/kementan-tingkatkan-kualitas-mahasiswa-sidoarjo-melalui-agribisnis-pertanian/

Para mahasiswa semester 6 Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini melaksanakan magang di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house tanaman hias, budidaya pakcoy sistem DFT, dan laboratorium agens hayati.

Setelah hampir 1 bulan melakukan magang, untuk mempertanggungjawabkan hasil magang dilaksanakan seminar hasil, Kamis (6/2/2025). Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang. Secara bergantian, mereka memaparkan hasil pengamatan.

Tema ketiganya adalah: Eksplorasi dan Isolasi Trichoderma, Spp pada Rizosfer Tanaman Kopi (Coffea Sp.), Teknik Budidaya Tanaman Kaktus secara Vegetatif (Grafting) pada Kaktus Impor (Gymnocalycium Mihanochivii) dan lolal (Copiapoa Hypogea) dan Budidaya Pakcoy (Brassica Rapa L.) menggunakan Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique). Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Selesai melaksanakan seminar hasil, ketiganya kompak memberikan kesan selama magang di BBPP Lembang.

“BBPP Lembang menjadi lokasi yang tepat untuk melaksanakan magang. Sarana prasarananya cukup lengkap dan mendukung proses belajar kami. Selama di sini juga kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan,” ujar salah seorang mahasiswa, Rahma Nur Laely.

Mahasiswi lainnya, Bela Nur Aini, juga menyampaikan kesannya selama mengikuti magang.

“Bagi kalian siswa dan mahasiswa, ayo bisa melaksanakan magang di sini ya, karena tempatnya nyaman dan nantinya akan dibimbing oleh widyaiswara dan petugas yang kompeten,” tuturnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Abdhul Rahman Ramadana.

“Terima kasih BBPP Lembang yang telah menerima kami melaksanakan magang di sini,” kata Abdhul Rahman.(***)

Kementan Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Sidoarjo Melalui Agribisnis Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan budidaya tanaman hias Kaktus, sukulen dan hilirisasi komoditas pangan strategis jagung kepada 90 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Bisnis Digital, Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jumat (7/2/2025).

Kunjungan dilakukan untuk meningkatkan atmosfir akademik serta meningkatkan kualitas mahasiswa.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan kesiapan BBPP Lembang baik dari sarana dan prasarana serta SDM pengelola dan terus berbenah, untuk berpartisipasi aktif meningkatkan kompetensi SDM pertanian, termasuk regenerasi petani sebagai salah satu program Kementerian Pertanian.

“Kami menerima stakeholder dibidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, calon purnabakti, dan lainnya untuk belajar pertanian di sini, salah satunya melalui kegiatan eduwisata seperti ini,” tuturnya.

Terbagi 2 kelompok, secara bergantian rombongan mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian dan praktik membuat es krim jagung.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/04/dukung-swasembada-mentan-dan-menhut-tanam-agroforestri-pangan-serentak-di-17-provinsi/

Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih memberikan penjelasan program Kementerian Pertanian.

“Saat ini program Kementerian Pertanian adalah mencapai swasembada pangan secepatnya-cepatnya. Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta lebih penduduk Indonesia,” terang Saptoningsih.

Saptoningsih juga menjelaskan 4 sub sistem dalam agribisnis, salah satunya pengolahan hasil pertanian.

Menurutnya, pengolahan hasil pertanian bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Didampingi petugas laboratorium dan mahasiswa yang sedang PKL, mahasiswa semester 5 ini praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut hingga dikemas ke dalam kemasan cup kecil yang cantik.

Usai praktik dan mencicipi es krim jagung, mereka pun membeli aneka es krim dan sorbet yang diproduksi oleh laboratorium, yaitu sorbet pakcoy, sorbet mangga, sorbet cabai, dan es krim labu.

“Sorbet dan es krim nya enak-enak dan seru ternyata ya praktik membuatnya. Pokonya seru sekali belajar di BBPP Lembang! ucap mereka kompak.

Kelompok kedua, bergerak menuju screen house tanaman hias. Widyaiswara spesialisasi budidaya tanaman memberikan penjelasan tentang budidaya tanaman sukulen dan kaktus.

Mahasiswa tampak antusias diajak praktik perbanyakan sukulen dengan stek pucuk dan stek daun serta dan perbanyakan kaktus dengan teknik menempel (grafting).(***)