21 April 2026

Hari: 24 November 2024

Dukung Reformasi Birokrasi, UPT Pelatihan Kementan Lakukan Re-akreditasi Kelembagaan dan Program Pelatihan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian memberikan dukungan terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi. Pembaruan pun dilakukan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT). Pembaruan dilakukan dalam aspek kelembagaan dan ketatalaksanaan maupun sumber daya manusia, untuk menciptakan aparatur yang kompeten dalam memberikan pelayanan publik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jika integritas dan reformasi birokrasi merupakan landasan penting dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berakuntabilitas.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai salah satu dari 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan Kementan, melaksanakan re-akreditasi kelembagaan dan 4 program pelatihan yaitu Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli, Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil, Pelatihan Budidaya Bawang Merah, dan Pelatihan Pasca panen dan Pengolahan Hasil Pertanian.

Selama 3 hari, 19 – 21 November 2024, tim sekretariat dari Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) beserta tim asesor yang ditunjuk yaitu dari BBPP Batu, BBPP Binuang, dan Bapeltan Lampung melakukan visitasi ke BBPP Lembang dalam rangka re-akreditasi kelembagaan dan 4 program pelatihan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/24/generasi-milenial-provinsi-riau-pelajari-pertanian-modern-di-upt-kementan/

Tim asesor melakukan verifikasi dokumen terkait akreditasi 4 pelatihan tersebut baik dokumen berbentuk soft file yang telah diupload dan dokumen fisik berbentuk hardcopy. Tim asesor melakukan penilaian kelayakan dokumen.

Tim sekretariat dan tim asesor juga meninjau fasilitas pelatihan di BBPP Lembang, yaitu sarana pembelajaran kelas, asrama, sarana praktik di Inkubator Agribisnis untuk 4 pelatihan yang dilakukan re-akreditasi.

Selain itu, mengundang secara online perwakilan alumni pelatihan (purnawidya) dari 4 pelatihan untuk melakukan wawancara terkait penerapan pelatihan.

Setelah visitasi, diberikan waktu bagi BBPP Lembang untuk melengkapi kembali dokumen terkait yang masih belum sesuai dan masih ada kekurangan. Selanjutnya, dilakukan rapat hasil visitasi dan penetapan akreditasi.

Terakhir, Puslatan sebagai lembaga akreditasi program pelatihan lingkup Kementan akan melakukan penerbitan sertifikat akreditasi dan akan diserahkan kepada BBPP Lembang pada waktunya nanti.(***)

Generasi Milenial Provinsi Riau Pelajari Pertanian Modern di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 142 orang mahasiswa-mahasiswi semester 8 Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning Provinsi Riau, Selasa (19/11/2024). Tujuh belas orang dosen turut mendampingi kunjungan dalam rangka kapita selekta ini.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pertanian modern membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika pihaknya berkomitmen menyiapkan regenerasi petani, salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau fieldtrip.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/24/kelompok-tani-kabupaten-banyumas-mengenal-teknologi-tepat-guna-hidroponik-di-bbpp-lembang/

Di BBPP Lembang, rombongan dari Universitas Lancang Kuning diterima oleh Kepala Bagian Umum BBPP Lembang.

Para mahasiswa mendapat penjelasan tentang profil balai yaitu penjelasan tugas pokok dan fungsi, jenis pelatihan dan pelayanan lainnya yang ditawarkan oleh BBPP Lembang bagi masyarakat umum, wilayah kerja pelatihan dan sarana prasarana penunjang pelatihan yaitu Inkubator Agribisnis.

Rombongan lalu diajak meninjau lahan praktik Inkubator Agribisnis, terbagi 3 kelompok. Kelompok pertama mengunjungi screen house tanaman hias dan melihat ratusan koleksi kaktus dan sukulen yang dibudidayakan.

Kelompok kedua, melihat budidaya kopi mulai dari on-farm, koleksi pepohonan kopi varietas arabika di area lahan terbuka.

Sementara itu untuk off-farm, meninjau gudang pascapanen kopi dan diperlihatkan peralatan penanganan pascapanen kopi mulai dari grading, pulper, huller, roaster, grinder, dan sealer.

Untuk kelompok ketiga, di zona hidroponik, mahasiswa diberi penjelasan budidaya hidroponik sistem deep flow technique (DFT) untuk sayuran daun seperti pakcoy, selada, dan seledri.

Dijelaskan proses persemaian dan penanaman yang diatur waktunya untuk menjaga kontinuitas hasil panen dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasar.

Selain itu pemberian nutrisi utama untuk hidroponik yaitu AB mix, proses pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit, dan kegiatan panen pascapanen dan pemasaran.(***)

Kelompok Tani Kabupaten Banyumas Mengenal Teknologi Tepat Guna Hidroponik di BBPP Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan pertanian modern kepada 140 orang petani, kelompok wanita tani, anggota PKK dari Pemerintah Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (21/11/2024). Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari teknologi tepat guna, hidroponik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyampaikan kesiapannya melayani para stakeholder yang ingin mempelajari pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Rombongan petani, kelompok wanita tani, anggota PKK dari Pemerintah Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, diterima oleh Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/18/dukung-peningkatan-kompetensi-sdm-kementan-lengkapi-sarana-p4s/

Pemimpin rombongan, Kepala Desa Krajan, Muflichuddin, menyampaikan bahwa dirinya mengajak jajarannya berkunjung ke BBPP Lembang untuk meningkatkan kompetensi SDM.

“Mengingat perubahan zaman serba cepat termasuk di sektor pertanian, membutuhkan sentuhan teknologi untuk efektivitas dan efisiensi hasil melalui teknologi tepat guna,” katanya.

“Teknologi tepat guna yang kami butuhkan untuk dipelajari berkaitan dengan teknologi pertanian hidroponik. Karena itu kami berharap dapat memperoleh teori dan praktik tentang hidroponik,” ucap Muflichuddin lagi.

Widyaiswara BBPP Lembang spesialiasi budidaya pertanian memberi materi tentang sistem-sistem yang ada di dalam teknologi hidroponik seperti aeroponik, irigasi tetes, deep flow technique, nutrient film technique, wick system, dan rakit apung.

Dijelaskan pula berbagai komoditas pertanian yang dapat dibudidayakan dengan hidroponik. Widyaiswara juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan bertanam menerapkan hidroponik.

Kunjungan diakhiri dengan mengelilingi Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Peserta praktik membuat instalasi hidroponik sistem DFT.

Rombongan juga diajak melihat koleksi tanaman yang ada di BBPP Lembang seperti tanaman hias dan budidaya anggur. (Yoko/Che)