21 April 2026

Bulan: Oktober 2024

PAM Jaya Latih Calon Purna Tugas di BBPP Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP) Lembang, berkolaborasi dengan PAM Jaya melatih para calon purna tugas untuk memasuki sektor pertanian di masa pensiun mereka.

Melalui pelatihan ini, para purnatugas diharapkan tetap produktif di masa senja dan dapat dilakukan dalam berbagai sektor termasuk dalam bertani.

Pertanian modern memberikan kesempatan bagi seluruh kalangan untuk bertani tanpa banyak menggunakan lahan dan memakan tenaga. Salah satu yang dapat dipraktikkan oleh segala kalangan adalah teknik bertani hidroponik.

Mentan Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Mentan juga menekankan bahwa penggunaan teknologi pertanian secara masif dapat menekan biaya produksi secara signifikan dan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha WIdi Arsanti, menerangkan bahwa Kementan berkomitmen dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Idha.

Dalam kunjungan ke BBPP Lembang, para calon purna tugas PAM Jaya mempelajari teknik hidroponik yang dapat diaplikasikan di pekarangan masing-masing.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/10/dorong-regenerasi-petani-ma-assakinah-pelajari-pertanian-modern-di-upt-kementan/

Para peserta disambut Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, mewakili Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika.

Peserta lalu mempelajari teknik-teknik hidroponik di dalam kelas yang diampu oleh widyaiswara BBPP Lembang, Hendra Gunawan. Hendra menerangkan teknik-teknik serta keuntungan dan kekurangan berbagai cara hidroponik mulai dari wick system, deep flow technique (dft), nutrient film technique (nft), aeroponik, dan sebagainya.

Para peserta antusias berdiskusi untuk memenuhi keingintahuan mereka.

Setelahnya para peserta kemudian diarahkan ke area Inkubator Agribisnis untuk melakukan praktik.

Di instalasi hidroponik, para peserta kemudian dibimbing oleh petugas lapang BBPP Lembang untuk membuat instalasi hidroponik DFT sederhana.

Selain membuat kerangka untuk instalasi hidroponik, petugas lapang juga menerangkan nutrisi yang digunakan dan cara merawat tanaman dalam instalasi DFT.

Memenuhi rasa ketertarikan, para peserta kemudian melihat instalasi aeroponik di BBPP Lembang yang digunakan untuk menumbuhkan benih kentang.

Setelah puas mempelajarinya, peserta kemudian meninggalkan lahan BBPP Lembang.

Saptodewi, salah satu peserta, mengutarakan rasa puasnya setelah mempelajari beberapa teknik pertanian di BBPP Lembang.

“Sangat baik dan saya harap akan bermanfaat di masa pensiun saya nanti,” katanya.(***)

Dorong Regenerasi Petani: MA Assakinah Pelajari Pertanian Modern di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 113 siswa Madrasah Aliyah Assakinah Kabupaten Bandung Barat mengunjungi BBPP Lembang, Rabu (09/10/2024), untuk mempelajari sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian mendorong lebih banyak generasi muda untuk memasuki sektor pertanian.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, regenerasi petani penting dalam mempertahankan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

Selain itu, Kementan juga menunjukkan kepada generasi muda bahwa dengan menggunakan teknologi pertanian modern, hasil pertanian akan lebih optimal.

“Bila sistem ini menguntungkan dengan menggunakan teknologi modern, petani millennial maupun generasi Z juga akan turun,” terang Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya generasi muda dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Tentu saja kita sangat berharap dengan kehadiran anak-anak muda ini, mereka akan menjadi pengganti atau penerus dari SDM pertanian yang ada di Indonesia,” ujar Santi.

Untuk menarik minat generasi muda, Unit Pelaksana Teknis di bawah BPPSDMP membuka lebar pintunya bagi pelajar yang ingin mendalami sektor pertanian.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang adalah salah satu unit kerja yang mewujudkan visi tersebut. Di antaranya dengan menerima kunjungan siswa Madrasah Aliyah Assakinah Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Sekolah MA Assakinah, Jaja Taufik Hidayat, berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan ini.

“Saya harap para murid dapat memanfaatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk mempelajari pertanian,” terangnya.

Rombongan MA Assakinah diterima Kepala Bagian Umum Yullyndra Tisna Diputri, mewakili Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika, yang juga mengenalkan seputar balai.

“Balai kami mengembangkan berbagai tanaman hortikultura mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan pengolahannya.” ujar Yullyndra.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/10/poligonisasi-kunci-kementan-efektifkan-pompanisasi/

Siswa dan siswi MA Assakinah kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk mengunjungi Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Satu kelompok memulai kunjungannya di laboratorium pengolahan hasil pertanian sementara kelompok lainnya mengunjungi rumah kompos.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, para murid melihat olahan-olahan yang dapat dibuat dari hasil panen. Kesempatan ini para murid dapat melihat proses pembuatan es krim berbahan dasar jagung.

Perwakilan dari para murid kemudian dibimbing untuk mempraktikkan tahap-tahapnya. Tentunya dari hasil es krim yang mereka buat, para murid dapat mencicipi es krim jagung kreasi mereka.

Rombongan murid yang mengunjungi rumah kompos dapat mengetahui tahap-tahap membuat pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi.

Di rumah kompos para murid antusias bertanya mengenai bahan-bahan yang juga dapat meningkatkan efektivitas pupuk kandang.

Petugas di rumah kompos juga menunjukkan cara membuat Kom-mix Hayati yang merupakan pupuk yang dibuat dari bahan dasar sisa makanan dengan prinsip zero waste.

Selanjutnya para murid bertukar tempat dengan kelompok yang lainnya. Dalam perjalanan dari laboratorium ke rumah kompos, mereka berhenti di instalasi hidroponik BBPP Lembang.

Di sini para murid mempelajari pertanian dengan menggunakan teknik-teknik hidroponik yang tidak membutuhkan tanah.

Mereka pun bertanya mengenai jenis-jenis tanaman yang dapat ditanamkan serta hal yang dibutuhkan ketika ingin bertani hidroponik yang populer digunakan di perkotaan atau ketika menghadapi keterbatasan lahan.

Para murid juga melewati Rumah Pangan Lestari yang ada di BBPP Lembang. Lahan yang dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam tanaman seperti jagung, kopi, selada, kol, brokoli, cabai, dan sebagainya menjadi salah satu yang memikat para murid-murid.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan komitmennya dalam memfasilitasi peningkatan SDM di bidang pertanian.

“Sangat penting penerapan teknologi di bidang agribisnis pertanian dan kami mengelola Inkubator Agribisnis sebagai lahan praktik peserta pelatihan dan sarana pembelajaran bagi masyarakat yang berkunjung ke BBPP Lembang,” terang Ajat.(***)

Poligonisasi, Kunci Kementan Efektifkan Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Untuk meningkatkan efektivitas sejumlah program, seperti pompanisasi lahan, pemanfaatan lahan rawa, dan cetak sawah, Kementerian Pertanian mendorong pemanfaatan teknologi. Di antaranya pemanfaatan poligon dalam aplikasi geospasial pada peta atau poligonisasi.

Pemetaan geospasial memberikan gambaran serta informasi mengenai objek dan karakteristik suatu lahan termasuk ketinggian, luas, dan sebagainya.

Penggunaan aplikasi geospasial dapat dimanfaatkan petani agar mengenal lebih baik lahan dan dengan efektif menggunakan benih, pupuk, dan jumlah air yang harus digunakan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan dalam pertanian modern, penggunaan iptek adalah kuncinya.

”Kita membangun cluster pertanian modern ini dengan melibatkan generasi muda. Bagaimana caranya? Dengan teknologi tinggi, alat mesin pertanian yang canggih, dan yang terpenting, memastikan mereka mendapat keuntungan,” jelas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menerangkan konsep pertanian modern memerlukan kontribusi dari petani milenial dan generasi muda.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/08/pertanian-modern-kementan-tarik-minat-brida-dan-bapperida-kota-surakarta/

“Kita ingin sampaikan pada dunia bahwa Indonesia telah berhasil melakukan perluasan areal tanam serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, khususnya padi,” ujar Santi.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai penanggungjawab Pompanisasi di 3 Kabupaten di Jawa Barat, bekerja sama dengan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementan dalam poligonisasi.

Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung menjadi dua titik yang diberikan bimbingan teknis mengenai poligonisasi, Jumat (04/10/2024) lalu.

Bimtek diberikan kepada para penyuluh pertanian di masing-masing kabupaten. Fasilitator dari Pusdatin menerangkan tahap-tahap yang ditempuh dalam mengambil koordinat poligon dalam aplikasi ARCGIS.

Para penyuluh pertanian diharapkan dapat membuat titik vektor atau poligon yang meliputi lokasi irigasi pompa serta pompa yang permanen atau non permanen di lahan petani.

Poligon yang dibuat meliputi area yang menjadi lokasi Penambahan Areal Tanam Padi Gogo, Pompanisasi, dan Optimasi Lahan yang sedang digencarkan oleh Kementerian Pertanian.

Poligonisasi diharapkan dapat membantu program-program Kementan yang lain termasuk pompanisasi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan agar pompa dan irigasi perpompaan bisa dipelihara, dijaga, dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Saya minta agar irigasi perpompaan bisa bermanfaat terutama di musim kemarau saat ini, agar bisa panen raya bulan September-November,” kata Ajat.(***)

Kementan Optimalkan Pompanisasi melalui Pelatihan Manajemen Pendampingan di Provinsi Aceh

TANIINDONESIA.COM//BANDA ACEH – Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi bagi 2.984 Tim Gugus Tugas/Pendamping Lapangan dari 18 Wilayah Kodam Iskandar Muda Provinsi Aceh.

Pelatihan dilaksanakan secara hybrid selama 3 hari, mulai 9 sampai 11 Oktober 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menargetkan swasembada pangan tahun 2026 dan bisa ekspor tahun 2029, sehingga target menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045 dapat terwujud.

Menurutnya, untuk mewujudkan rencana itu diperlukan stabilitas ketersediaan beras dalam negeri.

Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi dibuka Rabu (9/10) secara daring oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Dalam sambutannya, Santi menyampaikan bahwa saat ini fokus untuk menerapkan pertanian modern.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah pertanian rendah biaya low cost precision farming dan semua ini didukung adanya oleh KUR, pengembangan kawasan korporasi, dan lainnya sehingga pendapatan yang diperoleh petani bisa optimal,” terang Santi.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/08/pertanian-modern-kementan-tarik-minat-brida-dan-bapperida-kota-surakarta/

Ia menambahkan, Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi ini diharapkan menjadi bekal bagi para pendamping lapangan/tim gugus tugas.

"Sehingga apa yang akan dilakukan di lapangan bisa dipahami karena keberhasilan suatu program ditentukan oleh kualitas SDM pelakunya,” tuturnya.

Wakil Aster, Letkol Inf. Toni Setio Widodo, mengatakan pompanisasi dilakukan untuk mendukung Percepatan Areal Tanam (PAT).

“Program ini menjadi unggulan KASAD untuk peningkatan produktivitas pertanian dan dengan kolaborasi maka diharapkan program dapat terwujud. Saya juga berharap semua anggota TNI yang mengikuti pelatihan dapat mengikuti dengan seksama baik secara teori dan praktik hingga hari ke-3,” katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan tujuan pelatihan dalam rangka memberi pembekalan bagi pendamping untuk meningkatkan keterampilan dalam melakukan pendampingan pompanisasi.

Selama pelatihan 3 hari, peserta akan menerima materi inti dari fasilitator widyaiswara BBPP Lembang yaitu Pengoperasian, Pemeliharaan dan Perbaikan Pompa, Komunikasi Efektif, dan Teknik Pendampingan.(***)

Pertanian Modern, Kementan Tarik Minat BRIDA dan BAPPERIDA Kota Surakarta

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Pertanian modern merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat sektor pertanian Indonesia. Peningkatan kemampuan dan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian menjadi kuncinya. Pertanian modern ini menarik minat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kota Surakarta dan sekitarnya.

Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan mengenalkan pertanian modern kepada 30 orang dari BRIDA Kota Surakarta dan BAPPERIDA se-Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten), Selasa (08/10/2024). Rombongan diterima oleh Tim Manajemen BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami diminta oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk membangun pertanian modern, dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

Sementara BRIDA dan BAPPERIDA Kota Surakarta datang ke BBPP Lembang untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan bidang pertanian, baik budidaya dan manajemen pertanian yang baik, networking membangun relasi dengan petani, peneliti dan pihak terkait lainnya untuk meningkatkan peluang kolaborasi di sektor pertanian. Selain itu, juga melihat langsung penerapan teknologi dan metode pertanian modern yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Pada studi lapangan ini, rombongan diajak melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan dengan teknologi hidroponik berbagai sistem.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/07/gelar-bimtek-poligonisasi-kementan-optimalkan-program-perluasan-areal-tanam/

Ada 3 sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang dikenalkan, yaitu komoditas melon varietas Robin yang dibudidayakan menggunakan sistem irigasi tetes, tanaman pakcoy memanfaatkan sistem deep flow technique (DFT), dan pembibitan kentang sistem aeroponik.

Di greenhouse (GH) hidroponik sistem irigasi tetes, manajer IA didampingi petugas menjelaskan budidaya melon dan sistem kerja GH yang dapat secara otomatis mengatur suhu dan kelembapan di dalam GH.

Petugas juga menjelaskan alur budidaya sayuran pakcoy sistem DFT, diantaranya sistem pemberian nutrisi AB Mix dan kegiatan panen pascapanen pakcoy hingga proses pemasarannya.

Di screen aeroponik kentang, petugas menjelaskan proses pembibitan kentang G0 varietas Granola, mulai dari planlet di laboratorium kultur jaringan, penyetekan hingga penanaman di dalam bak-bak aeroponik, pemeliharaan, panen, proses pengeringan hingga bibit kentang ditanam G1 sampai G4.

Di zona rumah pangan lestari, peserta melihat ujicoba budidaya padi terapung varietas inpara di atas kolam ikan. Manajer IA menjelaskan kegiatan budidaya yang dilakukan dan perkiraan panen dan hasilnya.

Kunjungan berakhir di screen house tanaman hias. Koleksi kaktus, sukulen, dan tanaman hias lainnya menarik minat rombongan.

Widyaiswara menjelaskan proses perbanyakan kaktus dan sukulen serta pemeliharaannya yang relatif mudah dan dapat menjadi peluang bisnis menguntungkan.

Kepala BRIDA Kota Surakarta, Agung Riyadi, menyampaikan apresiasinya setelah mengelilingi Inkubator Agribisnis.

“Apa yang kami lihat di sini sangat inovatif dan menginspirasi kami. Akan kami implementasikan dan sebarluaskan ilmu yang kami peroleh di wilayah kami masing-masing,” tandas Agung.(***)

Gelar Bimtek Poligonisasi, Kementan Optimalkan Program Perluasan Areal Tanam

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan pompanisasi untuk menggenjot produksi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Poligonisasi berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, 4 – 5 Oktober 2024, di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

Bimtek yang diikuti oleh penyuluh pertanian se-Kabupaten Bandung, bertujuan untuk memperoleh data perluasan areal tanam atau PAT Pompanisasi secara spasial yang akurat melalui pemanfaatan teknologi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, diberbagai kesempatan mengatakan pompanisasi merupakan solusi cepat memperluas areal tanam (PAT) disaat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia. Lewat program ini, Amran yakin Indonesia mampu meningkatkan produksi secara maksimal.

"Pompanisasi sudah kita distribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dunia," jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Bimtek Poligonisasi di Kabupaten Bandung dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah Jumat (04/10/2024).

Turut hadir Kepala Bagian Umum Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai penanggung jawab program Perluasan Areal Tanam (PAT) wilayah Kabupaten Bandung.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/02/wujudkan-swasembada-pangan-kementan-kenalkan-pertanian-modern-ke-pns-tni-ad/

“Dengan adanya poligon, penyuluh diharapkan bisa melaporkan kegiatan pertanaman baik komoditas pangan, hortikultura, perkebunan sesuai dengan area masing-masing, laporan produktivitas, dan kerangka sampel area. Dengan poligon ini datanya akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Ningning.

Ningning juga menjelaskan, poligon juga dapat dimanfaatkan untuk pengukuran kelas kelompok tani. “Dengan adanya PAT ini melaporkan kondisi LTT dan PAT sesuai poligon,” ucap Ningning.

Dirinya memotivasi seluruh penyuluh pertanian Kabupaten Bandung untuk selalu semangat belajar dengan 3 motto yaitu serius, santai dan sukses.

Fasilitator bimtek, yaitu tim dari Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan, menjelaskan tahapan proses poligon diawali dengan UTM Geomap, lalu mengambil koordinat poligon dan ARCGIS Pusdatin.

Selanjutnya, aplikasi UTM Geomap dapat didownload melalui aplikasi smartphone. Di dalam aplikasi ini nantinya akan ditentukan data lapangan, cara pengambilan data hingga tahap proses lain sehingga menghasilkan data yang akurat.

Hari kedua, peserta bimtek praktik langsung poligonisasi di Kelompok Tani Makmur I Desa Jelekong Baleendah. Praktik poligonisasi juga dilakukan di Kelompok Tani Nurani Sejahtera Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang.

Hadir dalam kesempatan itu Kapusdatin Kementan, Intan Rahayu, didampingi Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika yang melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan PAT dan poligonisasi.(***)

Kejar Tanam di Bulan Oktober, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman

TANIINDONESIA.COM//JEPARA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk untuk produksi di bulan Oktober ini dalam kondisi aman. Dia mengatakan pemerintah telah mengalokasikan 9,5 juta ton tambahan pupuk subsidi atau naik 100 persen dari yang sebelumnya hanya 4,5 juta ton.

"Memang ada masalah pupuk tapi yang terkait dengan distribusi. Karena itu kami turun langsung ke lapangan dan saya ingin memastikan pupuk yang disubsidi pemerintah betul-betul sampai ke petani karena Oktober bulan ini harus kita push percepatan tanamnya agar di bulan Januari nanti kita sudah bisa panen," ujar Wamentan Sudaryono saat meninjau percepatan tanam di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,, Kamis, 3 Oktober 2024.

Ke depan, kata Sudaryono, sistem dan tata kelola pupuk harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Dia tidak ingin petani yang tengah bersemangat produksi malah lesu akibat kurangnya pupuk subsidi.

"Kita akan selesaikan masalah pupuk ini satu persatu dan saya sepakat ingin membawa persoalan ini nanti tata kelola pupuknya tentu saja harus kita perbaiki untuk bagaimana memastikan pupuk Indonesia sebagai produsen dan distribusinya itu betul-betul sampai ke petani," katanya.

Baca juga: 

Percepatan Pompanisasi, Wamentan Sudaryono: Pemerintah Komitmen Kebijakan Pro-Petani

Di lokasi, Mentan mengajak para petani Jepara agar melakukan produksi di bulan Oktober ini secara maksimal. Jangan sampai, kondisi air yang melimpah ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Saya ingin memastikan bahwa di bulan Oktober ini yang penting kita push supaya petani menanam lebih bersemangat lagi. Sebab itung-itungan kita kalau Oktober nanam maka Januari itu panen," katanya.

Sebelumnya di Kabupaten Demak, Wamentan Sudaryono juga mendorong para petani untuk mengoptimalkan percepatan tanam, terutama masa tanam di bulan Oktober tahun ini. Menurut Wamentan Sudaryono, percepatan harus dilakukan mengingat saat ini sebagian wilayah sentra memasuki musim hujan sehingga ketersediaan air dalam posisi cukup.

"Saya datang kesini (Demak) untuk memberi semangat kepada petani bahwa kita harus mempercepat tanam supaya dalam setahun ini makin produktif. Jadi intinya begitu panen langsung di ditanami karena sebagian sentra mulai turun hujan sehingga sudah ada air," jelasnya.

Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI-AD

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 39 orang siswa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) PNS Angkatan Darat Gelombang VII TA. 2024 dari Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Ditajenad, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (01/10/2024).

Para PNS Angkatan Darat ini mendapat pemahaman pentingnya penerapan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meyakini Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan.

“Mimpi itu bisa terwujud dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI," tutur Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyampaikan bahwa jajarannya berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan.

“Sangat penting penerapan teknologi dibidang agribisnis pertanian dan kami mengelola Inkubator Agribisnis (IA) sebagai lahan praktik peserta pelatihan dan sarana pembelajaran bagi masyarakat yang berkunjung ke BBPP Lembang,” jelasnya.

Pada studi lapangan ini, para siswa PKP PNS Angkatan Darat melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan dengan teknologi hidroponik berbagai sistem.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/09/23/kom-mix-hayati-masuk-top-5-inovasi-di-jamnas-apwi-dukung-program-genta-organik/ 

Ada 3 sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang dikenalkan, yaitu komoditas tomat beef yang dibudidayakan menggunakan sistem irigasi tetes, tanaman pakcoy memanfaatkan sistem deep flow technique (DFT), dan pembibitan kentang sistem aeroponik

Di greenhouse (GH) hidroponik sistem irigasi tetes, manajer IA didampingi petugas menjelaskan budidaya tomat beef dan sistem kerja GH yang dapat secara otomatis mengatur suhu dan kelembapan di dalam GH sehingga tanaman tumbuh optimal.

Petugas juga menjelaskan alur budidaya sayuran pakcoy sistem DFT, di antaranya sistem pemberian nutrisi AB Mix dan kegiatan panen pascapanen pakcoy hingga proses pemasarannya.

Di screen aeroponic kentang yang sedang dilakukan pembibitan kentang G0 varietas Granola usia 76 HST, petugas lapangan menjelaskan tujuan pembibitan kentang G0 dan alur pembibitan kentang dan proses pemeliharaan.

Sementara itu, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, peserta praktik pengolahan hasil pertanian komoditas jagung menjadi eskrim jagung.

Petugas laboratorium menjelaskan alat dan bahan pembuatan eskrim jagung, dan mengajak peserta mempraktikkan pembuatan eskrim jagung dan mencicipi hasil olahan jagung ini yang teksturnya lembut dan rasa manisnya pas.

Salah seorang peserta, Dodi Rosadi, yang bertugas di Pusdik Armed Kota Cimahi, menyampaikan kesannya.

“Kami berterima kasih kepada BBPP Lembang, dari kegiatan kunjungan lapang ini menambah ilmu kami tentang hidroponik berbagai sistem dan pengolahan hasil eskrim jagung yang rasanya lezat dan sehat karena tanpa pengawet bahan makanan,“ katanya.(***)