21 April 2026

Hari: 19 Oktober 2024

Regenerasi Petani, Kementan Bekali Gen Z Pelatihan Agribisnis Tomat

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian melakukan berbagai upaya untuk melakukan regenerasi petani. Seperti melalui pelatihan, magang, dan pendidikan di bidang pertanian.

Salah satu upaya untuk memperdalam pengetahuan para peserta magang dan PKL adalah melalui Pelatihan Agribisnis Tomat yang digelar di BBPP Lembang, Rabu (16/10) sampai Jumat (18/10).

Dalam pelatihan ini para peserta diberikan motivasi agar mampu mengembangkan tanaman tomat dari benih hingga dijual ke pasar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan regenerasi SDM pertanian sebagai salah satu fokus Kementerian Pertanian.

Mentan menyebut generasi muda adalah ujung tombak masa depan pertanian Indonesia karena kedekatannya dengan perkembangan sains dan teknologi terkini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia inilah yang akan dididik untuk menjadi petani millenial melalui pendidikan vokasi,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan tentang pentingnya generasi muda dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Tentu saja kita sangat berharap dengan kehadiran anak-anak muda ini, mereka akan menjadi pengganti atau penerus dari SDM pertanian yang ada di Indonesia,” tutur Idha.

UPT Kementan seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sangatlah terbuka bagi golongan pelajar yang ingin melakukan magang atau praktik kerja lapangan.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/19/perangkat-desa-kab-bogor-belajar-teknologi-pertanian-modern-di-upt-kementan/

Baik mahasiswa maupun siswa sekolah pertanian dapat mempelajari pertanian mulai dari bercocok tanam hingga pengolahan hasil pertanian.

Di BBPP Lembang sendiri peserta magang maupun PKL ditempatkan di Inkubator Agribisnis untuk mengelola komoditas-komoditas yang mampu tumbuh baik di iklim pegunungan.

Salah satu tanaman yang dikembangkan di BBPP Lembang adalah tomat dengan jenis tomat beef

Meski dikembangkan secara hidroponik, para widyaiswara di BBPP Lembang juga membimbing para peserta magang dan PKL agar menguasai budidaya tanaman tomat secara konvensional.

Dalam Pelatihan Agribisnis Tomat, materi yang disiapkan adalah persiapan benih, persiapan lahan, penanaman dan pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, panen dan tindakan panen hingga pasca panen tomat, pengolahan hasil tomat, analisa usaha tani, dan peluang bisnis dan rencana usaha tomat.

Pelatihan dilakukan secara klasikal dan praktik. Dalam kelas para peserta diberikan bahan ajar oleh tim widyaiswara BBPP Lembang agar mendalami teknik budidaya tomat yang baik dan benar.

Praktik di lapangan juga diberikan agar para siswa menguasai secara praktis hal yang dipelajarinya di ruang kelas.

Selain mendapatkan pelatihan, selama masa permagangan dan PKL para murid mempraktikkan hal yang mereka pelajari dalam keseharian.

Pelatihan ini bertujuan agar para peserta konsisten dalam menggunakan ilmu-ilmu yang mereka pelajari.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menitipkan harapan yang tinggi kepada para peserta magang dan PKL di BBPP Lembang.

“Setelah mengikuti PKL diharapkan para peserta didik terus konsisten untuk berkecimpung di bidang pertanian,” terang Ajat.(***)

Perangkat Desa Kab Bogor Belajar Teknologi Pertanian Modern di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 366 orang perwakilan dari 27 kecamatan, termasuk sejumlah perangkat desa, di Kabupaten Bogor mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Rabu (16/10/2024).

Kunjungan dilakukan untuk mendalami teknologi pertanian modern di BBPP) Lembang sekaligus memperdalam ilmu para perangkat desa tentang pertanian untuk ketahanan pangan di desa mereka masing-masing.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya pangan bagi ketahanan suatu negara.

“Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara, kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati, krisis kesehatan, covid-19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya, jadi kita harus betul-betul bersama-sama menjaganya,” tegas Mentan Amran.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa prioritas Kementan saat ini adalah meningkatkan ketahanan pangan di dalam negeri melalui program Penambahan Areal Tanam (PAT) dengan pompanisasi, pemanfaatan lahan rawa dan lahan perkebunan, dan sebagainya.

Dalam sambutannya kepada peserta kunjungan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat desa dan selanjutnya kecamatan. Sehingga, seluruh bagian masyarakat terpenuhi kebutuhan pangannya.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama agar bisa mencukupi kebutuhan pangan di masing-masing desa,” terang Ajat.

Rombongan kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjalani praktik di lahan BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/pelatihan-fungsional-kementan-optimalkan-peran-penyuluh-pertanian/

Lahan yang terletak di areal Inkubator Agribisnis menunjukkan berbagai komoditas dengan memanfaatkan teknologi pertanian terkini.

Salah satu teknologi yang menjadi penarik perhatian peserta adalah penanaman padi di atas air secara terapung. Teknik yang dikenal dengan akuaponik ini diadaptasi dari yang sudah diterapkan di negara seperti Cina dan Kamboja.

Para peserta juga mengunjungi screen house hidroponik yang ditanami melon, tomat, dan pak choi. Screen house yang diperagakan menarik minat karena telah diotomatisasi dan menggunakan teknologi smart green house.

Melengkapi wawasan tentang teknologi pertanian terkini, ada juga pendalaman mengenai praktik pertanian konvensional yang dipandu oleh widyaiswara BBPP Lembang Cece Mulyana dan Riyadi Pratiwa Sutardjo.

Cece menerangkan tentang penanaman jagung dimulai dari pengolahan lahan hingga penanaman dan perawatan tanaman jagung.

Di plot tanah yang lain, Riyadi menerangkan mengenai budidaya kedelai dan cara meraup untung sebesar mungkin.

Menutup, Riyadi menerangkan kepada para peserta kunjungan tentang penggunaan teknologi pertanian.

“Prinsipnya, untuk mendapatkan keuntungan yang setinggi mungkin, dibutuhkan penggunaan teknologi yang semaksimal mungkin,” paparnya.(***)

Pelatihan Fungsional, Kementan Optimalkan Peran Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//PANDEGLANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan SDM Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, dilaksanakan 15 Oktober – 4 November 2024, di Kantor BPSDMD Kabupaten Pandeglang.

Peserta terdiri dari penyuluh pertanian dari kabupaten/kota di Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kota Cilegon.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh pertanian adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan.

“Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menyebutkan peran penyuluh pertanian penting untuk meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor. Terlebih menghadapi ancaman dampak El Nino yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/siapkan-regenerasi-kementan-asah-wawasan-siswa-sekolah-menengah-kejuruan/

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” tutur Santi.

Pelatihan dibuka Selasa (15/10/2024) oleh Kepala BPSDMPD, Untung Saritomo.

“Pelatihan bertujuan untuk menyamaratakan persepsi dalam hal tugas, fungsi, organisasi, tata kerja, dan hubungan kerja penyuluh pertanian, memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta perilaku sebagai penyuluh pertanian, dan memberikan serta meningkatkan daya berpikir penyuluh pertanian secara komprehensif,” tutur Untung.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang juga menghadiri kegiatan pembukaan, mengatakan pentingnya untuk terus belajar.

“Terus bekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, kuasai informasi teknologi agar penyuluh pertanian mampu mendampingi petani sampai petani berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraannya,” kata Ajat.

Dalam pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi sebanyak 174 JP dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, dan simulasi.

Di penghujung pelatihan, selama 1 minggu peserta akan menjalani praktik kompetensi, terjun langsung ke lokasi petani untuk menerapkan materi penyuluhan yang diperoleh secara klasikal.(***)

Siapkan Regenerasi, Kementan Asah Wawasan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan regenerasi petani dengan menyiapkan petani-petani muda berkualitas. Hal ini juga dilakukan kepada siswa-siswi SMKN 1 Rongga Kabupaten Bandung Barat yang melakukan PKL di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian modern berbasis teknologi dan smart farming menjadi peluang untuk mendorong budidaya pertanian menjadi efisien, terukur, dan terintegrasi.

Menurutnya, menggabungkan teknologi smart farming dalam pertanian adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Rongga Kabupaten Bandung Barat diikuti 3 orang siswa kelas XII, periode 15 Juli – 15 Oktober 2024.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya brokoli dan pakcoy.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/generasi-muda-pertanian-kementan-siapkan-siswa-smk-jadi-petani-berkualitas/

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Salah seorang siswa SMKN 1 Rongga, Agni Purnama Firmansyah, yang melaksanakan PKL di lahan budidaya pakcoy, menyampaikan kesannya.

“Semakin banyak pengetahuan pertanian yang saya peroleh terutama budidaya pakcoy. Langkah-langkah budidaya pakcoy dari awal penanaman sampai panen saya lalui,” ceritanya, Rabu (16/10/2024).

Agni menyampaikan semakin banyaknya pengalaman di dunia kerja bukan hanya banyak teori tetapi praktiknya juga. (yoko/che)

Generasi Muda Pertanian, Kementan Siapkan Siswa SMK Jadi Petani Berkualitas

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sejumlah siswa SMKN 1 Bojong, Kabupaten Purwakarta, mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang, UPT yang berada di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian untuk melakukan regenerasi petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Bojong Kabupaten Purwakarta, diikuti 5 orang siswa kelas XII, periode 1 Juli – 14 Oktober 2024.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/10/kementan-tni-ad-berkolaborasi-tingkatkan-kapasitas-dalam-pka/

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya brokoli, pakcoy, jagung manis, selada keriting, dan pengolahan kopi.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Senin (14/10/2024), salah satu siswa, Hilman Ardiansyah Hidayat, yang melaksanakan PKL di lahan budidaya pakcoy, mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Kegiatan PKL memperluas wawasan kami tentang pertanian,” katanya. Dirinya juga mengakui jadi mempunyai banyak teman baru.

“Bapak dan ibu pegawai BBPP Lembang juga sangat baik dan ramah serta membantu kami selama proses magang,” ungkapnya.(***)