17 April 2026

Hari: 12 Agustus 2023

Peringati Dies Natalis, Polbangtan Kementan Dorong Sinergitas dengan Mitra

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Puncak Peringatan Dies Natalis ke-5 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) berlangsung sangat meriah. Berlokasi di Kampus Pertanian Yogyakarta, rangkaian peringatan Dies Natalis ditutup dengan berbagai acara yang melibatkan berbagai pihak diantaranya mitra lembaga, DUDIKA, dan masyarakat luas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap peringatan Dies Natalis ini dapat menjadi momen bagi Polbangtan YOMA untuk terus berinovasi.

"Pertanian tidak bisa digarap dengan cara yang begitu-begitu saja. Harus ada inovasi. Pertanian pun harus digarap dengan cara-cara modern sehingga produktivitas bisa ditingkatkan dan ketahanan pangan dapat terus terjaga," sebut Syahrul.

Baca juga: Siapkan Lahan 100 Ribu Hektare, Mentan SYL Andalkan Kalsel Antisipasi El Nino

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan tantangan yang harus dijawab Polbangtan YOMA adalah menghadirkan SDM-SDM berkualitas.

"Faktor terpenting dalam pertanian adalah SDM. Oleh karena itu, kita harus terus menghasilkan SDM berkualitas. SDM yang ada pun terus kita tingkatkan kapasitas dan kemampuannya," tutur Dedi.

Ia menambahkan, dunia pendidikan seperti Polbangtan YOMA harus menjadi yang terdepan untuk menghasilkan SDM pertanian yang unggul.

"Tidak hanya unggul, SDM pertanian juga harus siap bersaing di dunia industri. Pertanian harus memiliki SDM terbaik untuk sektor ini dari hulu hingga ke hilir," katanya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan bahwa melalui momentum perayaan ini merupakan salah satu upaya Polbangtan YOMA untuk mempererat sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Baca juga: Bantu Kekeringan di Indramayu, Kementan Gerak Cepat Bantu Optimalisasi Pasokan Air

“Keterlibatan dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) dalam mendukung kegiatan akademik di Polbangtan Yoma sangat luar biasa. Pelaksanaan magang, PKL yang dikemas melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Pelaksanaan Tugas Akhir, Penyediaan tenaga pengajar dan praktisi bahkan sampai pada kontribuasi pada public hearing peninjauan kurikulum dan rekrutmen,” ucap Bambang.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terimakasih dan berharap sinergitas ini bisa terjaling dengan lebih erat lagi antara Polbangtan Yoma dengan DUDIKA.

Mengusung tema Unity in Diversity From Polbangtan for Indonesia, kegiatan Closing Ceromony sekaligus dirangkai dengan kegiatan bazaar kewirausahaan dan launching Café Tamtani besutan Laboratorium Agribisnis Polbangtan YOMA.

“Pada kesempatan kali ini sekaligus kami jadikan mimbar ekspresi bagi civitas akademika Polbangtan YOMA. Selain penampilan seni budaya yang sifatnya rekreatif juga ada bazar kewirausahaan dan opening Café Tamtani sebagai ajang unjuk gigi produk-produk kewirausahaan mahasiswa dan juga sarana edukasi ke masyarakat luas,” pungkas Bambang.(***)

Siapkan Lahan 100 Ribu Hektare, Mentan SYL Andalkan Kalsel Antisipasi El Nino

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus memacu pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim ekstrim kekeringan (El Nino) agar tidak berdampak terhadap penurunan produksi pangan.

Provinsi Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional menjadi perhatian serius Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk dilakukan pengawalan dan didorong menerapkan berbagai program terobosan yang operasional.

Hal ini disampaikan Mentan SYL pada rapat koordinasi antisipasi dampak iklim El Nino di Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (11/8/2023).

Baca juga: Bantu Kekeringan di Indramayu, Kementan Gerak Cepat Bantu Optimalisasi Pasokan Air

Rakor dihadiri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor beserta jajaran terkait lingkup Pemprov, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, forum pimpinan daerah, dan seluruh kepala dinas pertanian di 13 kabupaten/kota se Kalsel, serta pihak terkait lainnya.

Mentan SYL menuturkan produksi pangan di Provinsi Kalsel sebenarnya tidak memiliki persoalan.

Kalsel adalah lumbung pangan nasional, khususnya sebagai penyangga pangan Pulau Kalimantan harus meningkatkan lagi pengalaman dan praktik-praktik yang sudah berjalan dengan baik dalam menanggulangi perubahan iklim ekstrem kekeringan.

“Provinsi Kalsel adalah salah satu daerah penopang pangan nasional, selain enam daerah lainnya. Saya minta Kalsel menyiapkan lahan untuk hadapi El Nino ini 100 ribu hektare, kita booster untuk menghasilkan pangan. Kita terapkan Tatik Laju yaitu tanam, petik, olah, jual. Kita susun agenda aksinya sampai dengan marketnya. Jangan hanya tanam saja. Hasilnya kita simpan di pergudangan yang ada untuk suplai kebutuhan masyarakat hingga Papua,” tuturnya.

Pertemuan terkait antisipasi iklim El Nino ini sangat relevan dan penting sekali, karena kalau tidak diantisipasi dengan baik, El Nino mempunyai dampak yang signifikan terhadap penurunan produksi minyak pangan.

Baca juga: Tingkatkan Produksi Bawang Merah, Polbangtan Kementan Panen Hasil Penelitian

Mentan juga menyebutkan Kementan memiliki beberapa upaya dalam mengantisipasi dan adaptasi dampak El Nino, yakni identifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan, serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning dan hijau.

Selanjutnya, percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan dan peningkatan ketersediaan alsintan untuk percepatan tanam. Kemudian peningkatan ketersediaan air dengan membangun, memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pompanisasi.

“Kita melawan El Nino ini juga dengan penyediaan benih tahan kekeringan dan hama penyakit, program 1.000 hektare adaptasi iklim, pengembangan pupuk organik, dukungan pembiayaan KUR dan asuransi pertanian, dan penyiapan lumbung pangan sampai level desa,” terangnya.

Bantu Kekeringan di Indramayu, Kementan Gerak Cepat Bantu Optimalisasi Pasokan Air

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengatasi kekeringan yang terjadi di Kabupaten Indramayu dengan mengoptimalisasi pasokan air yang ada. Kekeringan di Indramayu merupakan dampak dari fenomena El Nino yang melanda Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan menyebabkan pasokan air irigasi menurun, sehingga menyulitkan petani mengelola tanaman padi. Bahkan, sejumlah lahan yang sudah siap untuk ditanami tidak kebagian air dan sengaja ditinggalkan oleh petani.

Direktur Irigasi Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Rahmanto menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait serta dengan petani.

"Nanti kita kawal agar PJT (Perum Jasa Tirta) II bisa menambah pasokan air irigasinya dan para petani lebih hemat dalam menggunakan irigasi supaya kondisi debit air yang sedikit ini bisa mencukupi Agar tanaman tidak ada yang mengalami puso. Harapan kita untuk mengawal pembagian air secara giliran supaya nanti ditaati. Prinsipnya adalah petani harus taat terhadap jadwal giliran air yang telah ditentukan oleh PJT II ," terang Rahmanto.

Baca juga: Tingkatkan Produksi Bawang Merah, Polbangtan Kementan Panen Hasil Penelitian

Rahmanto menjelaskan, pihaknya siap membantu menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi daerah-daerah terdampak kekeringan dengan menyediakan paket bantuan kepada petani.

Pertama adalah pompanisasi dan pipanisasi. Bantuan tersebut digunakan untuk menarik air dari sumber-sumber yang ada, baik dari sungai, air tanah maupun mata air, ujarnya.

Dia juga menyebut, petani serta Dinas Pertanian setempat harus bersinergi mengantisipasi kekeringan ini. Salah satu upaya nya adalah pengawalan gilir giring, penanganan illegal pumping, dan sosialisasi dalam mematuhi jadwal tanam.

Intinya, jika daerah-daerah yang terancam kekeringan memiliki sumber air, maka akan dibantu dengan pompa dan pipa.

Ini bisa menyelamatkan lahan sawah yang terancam gagal panen. Bila ada daerah lain juga membutuhkan, silakan ajukan permintaannya, katanya.

Rahmanto turun langsung meninjau keadaan lapangan bersama Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) beserta jajaran PUPR, jajaran BBWS Cimancis, Camat Losarang, dan para pengamat pengairan di areal lahan Pertanian Desa Ranjeng.

"Kita bersama-sama dengan seluruh stakeholder melihat kekeringan yang ada di Desa Ranjeng, Kecamatan Losarang. Kebetulan kunjungan kita juga dihadiri oleh Dirjen PSP dari Kementerian pertanian," kata Sugeng Heryanto.

"Kegiatan ini sesuai perintah dari ibu Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, SH. MH. CRA untuk memonitor adanya persoalan kekeringan sawah. Dan tadi memang kita lihat ada banyak sawah yang kondisinya terkena kekeringan di Desa Ranjeng ini," lanjutnya.

Menurut Sugeng, adanya kekurangan pasokan air yang ada di Desa Ranjeng ini salah satu diantaranya karena debit air yang berasal dari DI Rentang. Juga kendala lainnya adalah menghadapi anomali iklim, el nino, kemudian ada diantaranya sedimentasi yang sudah tinggi.

Baca juga: Rehabilitasi Lahan dan Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Ratusan Bibit Tanaman

"Saya sekarang sedang ada di pintu BT 19 untuk melihat dan menyusuri sampai dimana keadaan pasokan air untuk pertanian. Hari ini Desa Ranjeng dapat giliran. Mudah-mudahan dengan ini, kita akan coba upaya semampu kita. Dan harapannya semua stakeholder bergerak, masyarakatnya bergerak membantu merawat irigasi, tidak membuang sampah sembarangan, dan kami akan semaksimal mungkin berkontribusi bagaimana sawah ini selamat kabeh (semua)" tuturnya.

Sugeng mengaku sudah intens berkoordinasi dengan PJT II dan BBWS dalam mencukupi kebutuhan air lahan pertanian.

"Kita koordinasi dengan PJT II dan BBWS. Kita pun juga selalumengevaluasi dengan teman-teman UPTD, PPL terkaitperkembangan tanaman? mana yang kurang airnya? Mana yang sudah cukup? Termasuk juga edukasi kepada masyarakat yang kurang tertib," katanya.

Dia menilai banyak masyarakat yang memasang pompa sendiri untuk kebutuhan masing-masing. Hal ini dianggap mengganggu penyaluran air yang sudah dijadwalkan.

"Ini pun juga kita terus berikan binaan kepada mereka agar pada saat mengambil air sesuai dengan jadwal hilirnya. Kami selalu berkomunikasi dengan petani-petani. Sekarang juga kita memberikan edukasi kepada masyarakat melalui para kepala desa takutnya agar tadi itu yang memang prinsip pembagian air ini menjadi ranah di bawah Desa masuk ke irigasi tersier," jelasnya.(***)