17 Februari 2026

Teknologi Pertanian

Upaya Regenerasi Petani, Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian kepada Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan teknologi hilirisasi komoditas sayuran dan pertanian organik kepada 87 siswa didampingi guru SMA Galatia Kota Bekasi yang berkunjung ke UPT pelatihan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (5/11/2025).

Rombongan diterima secara resmi oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pembinaan, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.

“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing,” tutur Amran.

Amran menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian. Dengan inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Bertani on Cloud, Kenalkan Inovasi Ekonomi Sirkular Pertanian Desa

Dalam kunjungannya, generasi zilenial kelas 10-12 ini diajak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas menjelaskan hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian secara umum. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung.

Secara bergantian, siswa-siswi mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari yaitu es krim jagung, mulai dari pencampuran bahan yaitu jagung manis pipil, telur, susu kental manis, susu murni, dan bahan pengembangan makanan.

Selanjutnya pemasakan bahan di atas kompor, pembekuan hingga adonan es krim dimixer sebelum dibekukan kembali dan siap konsumsi. Terakhir, dilakukan pengemasan es krim ke dalam kemasan yang menarik.

Sementara itu, di zona rumah kompos, widyaiswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan proses pembuatan pupuk kompos, alat dan bahan yang diperlukan serta proses dan tahapan pembuatan hingga pupuk kompos jadi dan dapat diaplikasikan di tanaman.(***)

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Bagi Siswa SMP

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 60 orang siswa kelas VII, VIII, dan IX Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Binaa Bekasi yang berkunjung Jumat (3/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal teknologi pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Pada kunjungan ini, para siswa SMP IT Al-Binaa Bekasi dibagi 2 kelompok Mereka diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.

Di screen tanaman hias, petugas mengenalkan aneka tanaman hias kaktus dan sukulen serta menjelaskan proses perbanyakannya melalui teknik grafting untuk kaktus dan stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Beralih ke lahan terbuka, petugas menjelaskan aneka komoditas yang sedang dibudidayakan secara konvensional pada hamparan yang ditutupi mulsa plastik hitam perak, seperti tanaman brokoli, selada, cabai, jagung, dan tomat.

Di sini juga diperkenalkan perangkat smart farming berbasis internet of things (IoT) yang dapat mengefisienkan kegiatan budidaya pertanian.

Baca juga:

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

Sementara itu, petugas di zona hidroponik menjelaskan teknologi menanam sayuran daun seperti selada, pakcoy dan seledri.

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, salah satunya hidroponik sistem deep flow technique yang menggunakan instalasi berupa sambungan paralon dan terdapat bak nutrisi AB mix yang dicampurkan dengan air untuk nutrisi tanaman.

Salah satu spot kegiatan agroeduwisata di BBPP Lembang yang selalu menarik untuk dikunjungi adalah screen house tanaman anggur.

Buah anggur yang sudah bermunculan setelah sebelumnya dilakukan pruning beberapa kali demi menghasilkan buah anggur yang berkualitas baik, menarik anak-anak gen z dan para guru untuk bertanya dan berdiskusi dengan petugas tentang budidaya anggur.

Tanaman anggur juga dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan.

Anggur yang memiliki citarasa manis, asam, dan menyegarkan, memiliki harga jual yang tinggi sehingga diminati untuk dibudidayakan.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, anak-anak menyerbu koleksi es krim yang segar dan sehat yaitu es krim jagung, es krim labu, es krim kangkung, sorbet mangga, sorbet pakcoy, dan sorbet cabai.

Komoditas ini secara rutin diproduksi sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan agar anak-anak mau mengkonsumsi sayuran dan buah karena memiliki kandungan vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Perwakilan peserta, Adhmirza, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini.

“Study tour ke BBPP Lembang ini seru sekali. Di sini banyak tanaman dibudidayakan, seperti sayuran selada yang ditanam secara hidroponik. Kami belajar banyak di sini karena melalui hidroponik, sayuran bisa lebih cepat dipanen, rasanya juga lebih renyah dan nilai jualnya lebih tinggi,” katanya.(***)

Tingkatkan Wawasan dan Kompetensi Mahasiswa, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan teknologi pertanian kepada mahasiswa Semester 4 dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Rabu (18/6/2025).

Mahasiswa PNJ berkunjung ke BBPP Lembang untuk mendukung pengembangan wawasan dan kompetensi. Para mahasiswa juga diberikan pemahaman tentang proses produksi, manajemen pertanian dan penerapan teknologi pada sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia. Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan kesiapan sarana dan prasarana serta SDM pengelola untuk berpartisipasi aktif meningkatkan kompetensi SDM pertanian, termasuk regenerasi petani sebagai salah satu program Kementerian Pertanian.

Baca juga:

Tempo Langgar Kode Etik Jurnalistik, Fitnah Mentan Amran Poles-poles Beras Busuk

“Kami menerima stakeholder bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, calon purnabakti, dan lainnya untuk belajar pertanian di sini, salah satunya melalui kegiatan eduwisata seperti ini,” tuturnya.

Rombongan mahasiswa berjumlah 25 orang program studi D3 Elektronika Industri Semester 4 ini bergerak menuju Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara menjelaskan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen. Penjelasan tentang peluang meraup keuntungan banyak melalui budidaya tanaman hias dijelaskan secara rinci.

Bergerak ke zona Rumah Pangan Lestari, mengenal budidaya bawang merah dan aneka tanaman didalam polybag.

Selanjutnya di zona sreen house hidroponik, mahasiswa semester 4 ini tampak tertarik melihat instalasi hidroponik sistem DFT dan greenhouse otomatis yang dapat diatur suhu dan kelembapannya.

Kunjungan berakhir di ruang pasca panen kopi. Petugas memberi penjelasan pasca panen kopi dan melihat aktivitas yang ada mulai dari pencucian, pulping, dan roasting kopi varietas arabica yang dibudidayakan di BBPP Lembang.(***)

Aeroponik Kentang, Teknologi Pertanian untuk Dongkrak Produktivitas Kentang Nasional

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Mengambil lokasi langsung di screen house aeroponik kentang di daerah Lembang Kabupaten Bandung Barat, Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Bertani on Cloud (BoC) volume 292 secara online, Kamis (23/1/2025). Tema yang diangkat adalah Solusi Cerdas Perbanyakan Benih Kentang Bermutu melalui Aeroponik.

Sebanyak 500 orang yang mengakses kegiatan ini melalui aplikasi zoom meeting dan 480 yang menyaksikan melalui live streaming youtube BBPP Lembang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan menggabungkan teknologi smart farming dalam pertanian adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertaqnian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, saat membuka kegiatan BOC menjelaskan bahwa kentang merupakan salah satu komoditas pangan pokok.

“Permasalahan pemenuhan kebutuhan kentang di dalam negeri adalah benih sehingga aeroponik menjadi solusinya,” tutur Idha.

Widyaiswara BBPP Lembang yang menjadi narasumber, Hendra Gunawan, menjelaskan alur budidaya pembibitan kentang, mulai dari proses aklimatisasi dari planlet kentang yang diproduksi oleh Laboratorium Kultur Jaringan BBPP Lembang, proses penyetekan sebanyak 3 kali, sebelum ditanam di dalam bak aeroponik yang bahannya bisa berupa fiber atau terpal.

Hendra juga menjelaskan proses pemberian nutrisi, kegiatan pemeliharaan diantaranya pemasangan ajir, pewiwilan, pengendalian hama dan penyakit. Usia tanaman 75 hari, maka dilakukan proses pengeringan dengan mematikan pemberian nutrisi.

21 hari kemudian dilakukan panen, dan selanjutnya benih kentang mengalami masa dormansi selama 3 bulan. Melewati 3 bulan, benih kentang siap dijual ke penangkar benih kentang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/18/harga-gabah-di-bawah-hpp-petani-garut-berharap-bulog-serap-gabah/

Pada sesi selanjutnya, dilakukan praktik aklimatisasi tanaman kentang dari planlet di media arang sekam dan cocopeat di dalam tray, menggunakan hidroponik sistem deep flow technique (DFT).

Pada sesi ini disampaikan juga kegiatan pemeliharaan tanaman kentang, pengajiran, dan juga praktik panen benih kentang yang sudah melalui proses pengeringan.

Hadir menutup acara, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan jika pertanian tidak boleh berhenti.

“Pertanian tidak boleh berhenti karena pertanian menjadi sektor pembangunan yang penting untuk menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia,“ katanya.

“Kita membutuhkan benih unggul, sehat, berkualitas untuk memenuhi target produksi nasional,” imbuh Ajat.

Ajat mensimulasikan apa yang dilakukan di lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Pada lahan screen house 200 m2, bisa ditanami 2.000 bibit kentang. Saat panen dari 1 tanaman menghasilkan 10 knol. Harga jual Rp2.000,00 sehingga menghasilkan bruto Rp40.000.000. Biaya input produksi, tenaga kerja, dan penyusutan sebesar Rp13.000.000,00 sehingga selama 1 kali musim tanam menghasilkan Rp27.000.000.

“Bergerak di sektor pertanian, harus terus mencari peluang, gunakan teknologi tepat guna, efisiensi input pertanian, dan mampu menghasilkan output yang berkualitas,” tutur Ajat.

Salah satu peserta yang mengikuti BOC volume 292 dan juga mendapatkan hadiah kuis berupa bibit kentang G0 dan planlet kentang, Beni Hermawan dari Kota Cimahi, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru.

“BOC kali ini menarik dari sisi materi, kami memperoleh gambaran tentang perbanyakan kentang dengan aeroponik karena diperlihatkan langsung tanaman kentang mulai dari proses steknya, kondisi tanaman kentang di beberapa umur tanaman hingga panen,” katanya.

“Semua crew yang terlibat mulai dari pematerinya mumpuni, pembawa acaranya dan hadiah kuis yang menarik yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua,” kata Beni lagi. (yoko/che)