8 Mei 2026

#Swasembada Pangan

Dorong Percepatan Swasembada Pangan, Kementan Terjunkan Mahasiswa MBKM di 4 Provinsi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan 309 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) ke Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bangka Beltung.

Kementan optimis, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini akan berkontribusi pada percepatan target swasembada pangan. Sekaligus memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah keterampilan langsung di lapangan.

Mereka adalah 158 mahasiswa jurusan pertanian yang dilepas pada Senin (14/4/2025). Menyusul 136 mahasiswa jurusan peternakan yang sudah dilepas pekan lalu.

Di kesempatan sebelumnya, 15 mahasiswa juga telah lebih dulu diberangkatkan ke Bangka Belitung sebagai Pendamping Brigade Pangan.

Disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, bahwa masa depan pertanian ada di tangan generasi muda.

“Hadirnya Kurikulum Merdeka dalam pendidikan vokasi, akan menjadikan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian ada di generasi milenial,” ungkap Mentan Amran.

Selaras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut MBKM menjadi jalan untuk mengenalkan sektor pertanian kepada generasi muda.

“Hal ini sejalan dengan upaya untuk menarik minat dan membangun kapasitas SDM pertanian yang lebih muda dan terampil, sehingga pertanian modern dapat diimplementasikan”, jelasnya.

Baca juga :

https://taniindonesia.com/2025/04/13/manfaatkan-alsintan-petani-kulon-progo-panen-raya/

Saat melepas mahasiswa MBKM, Wakil Direktur 1 Polbangtan YOMA, Endah Puspitojati, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan swasembada pangan.

“Kami sudah menyesuaikan kurikulum MBKM dengan target swasembada pangan. Terutama pada deskripsi beberapa mata kuliah, lebih ditekankan pada komoditas padi,” papar Endah.

Ia menambahkan, mahasiswa juga telah dibekali dengan keterampilan budidaya dan pasca panen. Salah satunya dengan mengunjungi Gapoktan yang sudah maju, untuk mempelajari penggilingan padi hingga hilirisasi.

Upaya ini dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dalam mendampingi petani selama 4 bulan di lapangan.

“Untuk mendukung lokasi Brigade Pangan Jawa Tengah, kami terjunkan mahasiswa program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo, Wonosobo, dan Boyolali.” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan YOMA, Sumaryanto, mengatakan bahwa MBKM menjadi tahapan penting bagi mahasiswa untuk berlatih di dunia kerja sesungguhnya.

“Dalam melakukan MBKM kalian akan belajar di dunia kerja yang sesungguhnya, ini menjadi penting untuk meningkatkan kompetensi diri kalian masing-masing”, imbuhnya.(***)

Siap Wujudkan Swasembada Pangan, Penyuluh Pertanian Kalimantan Tengah Ikuti ToT

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Training of Trainers Mendukung Brigade Pangan Angkatan 1 dan 2, yang dilaksanakan secara hybrid.

Sesi daring telah dilaksanakan, dilanjutkan sesi luring (offline), 18 – 21 Maret 2025, di Asrama Haji Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Pelatihan diikuti 60 penyuluh pertanian Provinsi Kalimantan Tengah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Brigade Pangan adalah langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Ia menambahkan, program ini juga diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Pendampingan yang efektif penting untuk memastikan keberhasilan program ini. Kementan melibatkan penyuluh pertanian untuk mendampingi brigade pangan,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan brigade pangan sudah terbentuk dibeberapa wilayah di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman.

“Kami mengharapkan dukungan para penyuluh pertanian, sebagai ujung tombak untuk membantu mendorong dan mendiseminasikan inovasi kepada patani agar kesejahteraan yang menjadi target utama dapat terwujud,” ungkapnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/20/regenerasi-petani-kementan-dukung-peningkatan-kapasitas-generasi-z/

Selama sesi luring, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik dari widyaiswara BBPP Lembang dan Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah.

Materi klasikal tentang pemeliharaan padi lahan rawa dan penanganan pascapanen serta penyusunan proposal agribisnis berorientasi bisnis.

Sedangkan materi praktik dilaksanakan di lokasi Brigade Pangan Muda Jaya Sejahtera Kabupaten Pulang Pisau, tentang pengoperasian tractor roda 2, combine harvester.

Sementara itu materi pengoperasian drone spray diberikan oleh PT. Maxxi Tani Teknologi Kalimantan.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, saat menutup pelatihan, Jumat (21/3/2025), mengapresiasi kolaborasi yang telah kita lakukan dalam upaya swasembada pangan yang sangat penting ini untuk kedaulatan pangan bangsa Indonesia.

"Saya berharap Kalimantan Tengah bisa berperan aktif menjadi leading sektor pangan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini," katanya.

Kartika, salah satu peserta yang berasal dari Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau, menyatakan rasa bersyukurnya bisa mengikuti pelatihan ini.

“Kegiatan ini menambah pengalaman dan pengetahuan kami. Selain itu bisa serta silaturahmi, saling bertukar pengalaman dengan penyuluh pertanian lainnya berkaitan pencapaian swasembada pangan,” katanya.(***)

Dorong Swasembada Pangan, Kementan Laksanakan Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Sejalan dengan program Swasembada Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan SDM pertanian yang kompeten. Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), 68 mahasiswa mendapatkan Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan pada Kamis (13/3/2025).

Pembekalan diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta kepada mahasiswa Semester VI program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan keamanan pangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan insan pertanian harus terus memperbarui kemampuan dan pengetahuan. Sebab, ilmu terus berkembang, termasuk juga ilmu pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Ia menegaskan, regenerasi dalam pertanian harus dilakukan. Pasalnya, petani yang ada saat ini sudah tua.

Oleh karena itu, Idha berharap mahasiswa bisa terus menyerap pengetahuan terbaru seputar pertanian.

Bimtek sendiri dibuka oleh Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan. Ia mengatakan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT) berperan penting dalam mendukung swasembada pangan yang dicanangkan Kementerian Pertanian.

Karena, hal itu dapat memastikan bahwa produk pangan olahan industri rumah tangga memenuhi standar keamanan dan kualitas.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/13/sukseskan-program-swasembada-pangan-kementan-turunkan-mahasiswa-polbangtan-yoma-di-bangka-selatan/

Ia menambahkan, dengan SPPIRT, produk pangan lokal lebih terjamin keamanannya, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Selain itu, sertifikasi ini mendukung program PWMP mahasiswa dan alumni Polbangtan YOMA, utamanya yang memiliki usaha di bidang olahan pangan.

“Pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang lebih optimal juga berkontribusi dalam pengurangan food loss dan food waste, sehingga memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutur Hermawan.

Ia menambahkan, SPPIRT juga membantu meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap regulasi keamanan pangan.

“Yang pada akhirnya berkontribusi dalam menjaga kesehatan masyarakat dan memastikan ketersediaan pangan yang aman, berkualitas, serta berkelanjutan,” ujar Hermawan lagi.

Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan diisi pemateri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan beberapa praktisi di bidang pangan.

Adapun materi – materi yang disampaikan adalah Peraturan Perundang-undangan di Bidang Pangan, Keamanan Mutu Pangan, Persyaratan Kemasan, Label dan Iklan Pangan dan Halal, Cara Produksi Pangan Yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan Simulasinya dan Teknologi Proses Pengolahan Pangan. (NTRD/os)

Sukseskan Program Swasembada Pangan, Kementan Turunkan Mahasiswa Polbangtan YOMA di Bangka Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) menurunkan 15 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) untuk mendampingi Brigade Pangan di wilayah optimalisasi lahan Bangka Selatan.

Mereka adalah mahasiswa semester 6 dari program studi Teknologi Benih dan Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan. Dalam rangka melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mereka akan mendampingi Brigade Pangan dalam budidaya padi rawa selama 3 bulan, dimulai 10 Maret sampai 10 Juni 2025.

Bertempat di Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi pada Senin (10/3/2025).

“Kehadiran adik-adik hebat ini menjadi angin segar bagi pertanian Bangka Selatan. Bersama petani milenial, kita siap berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi di sektor pertanian”, ucap Debby.

Wanita yang kerap disapa dengan Bunda ini berharap dengan semangat dan ilmu yang dibawa mahasiswa, pertanian Bangka Selatan makin maju dan mandiri.

“Mari bergerak bersama membangun pertanian yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, keterlibatan anak muda menjadi hal penting dalam mencapai swasembada pangan.

Ia menyebut Brigade Pertanian menjadi garda terdepan dalam rangka menggerakkan para petani untuk lebih produktif, terutama bagi petani milenial.

“Brigade Pangan adalah pasukan terdepan yang melibatkan petani, dikawal oleh penyuluh pertanian, Babinsa, dan pegawai ASN Kementan, serta generasi muda untuk berkolaborasi dalam mengoptimalkan sektor pertanian,“ jelasnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/28/perluas-wawasan-mahasiswa-polbangtan-dan-pepi-kementan-delegasi-jepang-kenalkan-ssw/

Ia menekankan tujuan meluncurkan program Brigade Pangan ini agar mahasiswa bisa menjadi petani milenial dengan mengolah lahan pertanian, untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

“Brigade Pangan tidak hanya bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga menjadi model pemberdayaan petani secara berkelanjutan,” kata Mentan Amran.

Karena strategisnya program ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan perlunya melibatkan petani milenial dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, teknologi akan mengakselerasi produktivitas pertanian.

Hadir mewakili Direktur Polbangtan YOMA, Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Siti Nurlaela menyebut mahasiswa akan turun langsung dalam kegiatan pendampingan Brigade Pangan.

“Mahasiswa akan mendampingi pengelolaan alsintan, olah lahan dan teknis budidaya, mendampingi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam kegiatan penyuluhan, serta penyelesaian administrasi Brigade Pangan,” paparnya.

Laela menambahkan, mahasiswa akan bertugas untuk mendampingi 33 Brigade Pangan di Kabupaten Bangka Selatan.

“Mereka akan terjun di kecamatan Air Gegas, Pulau Besar, Lepar, Simpang Rimba, dan Toboali,” jelas Laela.

Ia optimis dengan menerjunkan mahasiswa, selain bisa meningkatkan pemahaman mahasiswa melalui praktik pertanian di lokasi Brigade Pangan, sekaligus berkontribusi aktif dalam upaya mencapai swasembada pangan.

“Kami berharap program pendampingan ini bisa mendukung petani setempat dalam penerapan inovasi pertanian modern serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Bangka Selatan,” pungkasnya. (TW/os)

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Ajak Gen Z Tekuni Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 134 siswa kelas X dan XI SMA Islam Terpadu Qordova, Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (25/2/2025). Para siswa yang didampingi sejumlah guru hadir untuk melakukan agrowisata.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. Dua puluh tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Mentan, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Rombongan SMA Islam Terpadu Qordova, Rancaekek, diterima oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang didampingi tim manajemen.

“Sebagai UPT Pelatihan lingkup Kementerian Pertanian, BBPP Lembang berkomitmen untuk berkontribusi melakukan regenerasi petani muda. Pemanfaatan teknologi penting apalagi generasi muda identik dengan adaptable terhadap teknologi,” tutur Ajat.

Setelah penerimaan, rombongan SMA Islam Terpadu Qordova dibagi menjadi 3 kelompok. Mereka lalu menuju lahan praktik Inkubator Agribisnis.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/23/upt-pelatihan-kementan-beri-pelatihan-hilirisasi-komoditas-hortikultura-bagi-masyarakat-subang-terdampak-tol/

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Siswa dikenalkan produk olahan buah mangga untuk peningkatan nilai tambahnya menjadi cemilan menyegarkan, sorbet buah mangga.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya.

Di lahan praktik lainnya tepatnya di laboratorium agens hayati, anak-anak tampak gagah menggunakan jas lab, melakukan praktik perbanyakan Trichoderma pada media jagung, didampingi petugas dan mahasiswa yang sedang PKL.

Sementara di screen house tanaman hias kaktus dan sukulen, widyaiswara dan petugas lapang sharing tentang perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen yang bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan.

“Adik-adik, dari satu pot tanaman sukulen ini, bisa menghasilkan banyak anakan sukulen sehingga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan,” ujar Ida Farida, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya tanaman.

Para siswa lalu mempraktikkan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam. Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Selain itu, mereka juga praktik menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting pada tanaman kaktus.

Dukung Swasembada Pangan, Kementan Asah Kompetensi Gen Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Agribisnis Jagung bagi Non Aparatur, 9 – 14 Desember 2024. Kegiatan diikuti 30 siswa-siswi yang sedang Praktik Kerja Lapangan di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/16/kementan-perkuat-kompetensi-penyuluh-pertanian-indramayu/

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Selama pelatihan, widyaiswara BBPP Lembang sebagai fasilitator pelatihan memberikan rangkaian materi budidaya tanaman jagung, mulai dari Persiapan Benih, Persiapan Lahan, Penanaman dan Pemupukan.

Materi lainnya adalah Pemeliharaan, Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Panen dan Pascapanen Jagung, Pengolahan Hasil Jagung, Analisa Usahatani, Pemasaran/Peluang Bisnis Komoditas Jagung, dan Media Pembelajaran.

Peserta dari SMKN I Terisi Kabupaten Indramayu, Lufiatun Jaenah, mengaku beruntung bisa memperoleh pelatihan gratis.

“Mengikuti pelatihan ini saya jadi bisa mengetahui tentang agribisnis jagung. Bapak dan ibu widyaiswara juga menyampaikan materi yang mudah dipahami sehingga suasana pembelajaran juga mengasyikkan,” ujarnya, saat penutupan pelatihan, Kamis (14/12/2024).(***)

Sumber Daya Manusia Pertanian Menjadi Kunci Penggerak Terwujudnya Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kementerian Pertanian Tahun 2024 di 8 lokasi. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Kementan berpartisipasi pada kegiatan SKB yang dilaksanakan di Kantor Regional III BKN Bandung, Senin (9/12/2024). Peserta sebanyak 153 orang, terbagi 2 sesi.

Sumber Daya Manusia pertanian menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program pembangunan pertanian. Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pertanian bertujuan mencetak SDM yang profesional, berdaya saing dan tangguh.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/24/dukung-ketahanan-pangan-kementan-kenalkan-program-pertanian-modern-ke-aparat-desa/

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan SDM yang berkualitas merupakan penggerak utama dalam mencapai kedaulatan pangan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 293 Tahun 2024 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan instansi pemerintah, Kementerian Pertanian memperoleh formasi CPNS Tahun 2024 sejumlah 1.212, dengan peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berjumlah 2.476 orang. SKB dilaksanakan dengan metode Computer Assissted Test (CAT).

Salah satu peserta tes, M. Fikri Firdaus yang berasal dari Cirebon, yang melamar di formasi jabatan Perencana Ahli Pertama, Ditjen Perkebunan Kementan, menyampaikan, “harapannya setelah menjalani serangkaian seleksi CPNS Kementan, dapat menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan semua yang sedang berjuang, bahwa apapun hasilnya agar terus berjuang membangun negeri.” (yoko/che)