22 Januari 2026

Petani Muda

Perkuat Kapasitas Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Agribisnis Cabai

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Cabai bagi Generasi Muda, 25 - 28 Agustus 2025.

Kegiatan diikuti 30 siswa dan siswi dari berbagai sekolah yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda, harus terus ditingkatkan. Karena peran generasi muda sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia.

“Peran generasi muda sangat krusial. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan dunia,” tutur Amran.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Sebab, petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda.

Ajat menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi, di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat, dan kegiatan magang. Di antaranya, Pelatihan Budidaya Cabai bagi Generasi Muda.

Baca juga:

Sudaryono: Anak Petani Desa yang Terima Bintang Kehormatan dari Istana Negara

Selama empat hari pelatihan, peserta diberikan berbagai materi, mulai dari motivasi berprestasi, persiapan benih, dan persiapan lahan.

Selanjutnya, mereka belajar tentang penanaman cabai, pupuk dan pemupukan, serta pemeliharaan tanaman cabai.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Panen dan Pascapanen Cabai, serta Pengolahan Hasil Cabai.

Untuk melengkapi pemahaman agribisnis, materi Analisis Usaha Tani Cabai dan Pemasaran Hasil Cabai juga disampaikan. Pelatihan diakhiri dengan materi Pembuatan Media Pembelajaran.

Di akhir pelatihan, Kamis (28/8/2025), salah satu peserta, Yuni Nuraini dari SMKN 4 Padalarang, mengaku mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan ini.

“Mulai dari teknik budidaya tanaman cabai yang baik, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian hama penyakit terpadu. Selain itu, saya juga belajar tentang proses panen dan pascapanen, pengolahan hasil, dan strategi pemasaran serta analisa usaha tani yang bermanfaat bagi perkembangan di sektor pertanian,” ujar yuni.

Hal senada disampaikan Hadi Maulana dari SMKN 1 Bojong.

"Menurut saya, materi yang paling menarik adalah materi penanaman, karena dari materi ini saya lebih tahu bagaimana memelihara tanaman dengan baik dan bagus. Misalnya, mengembangkan varietas cabai baru yang tahan lama terhadap penyakit,” ujarnya.

Sementara itu, Azhar Patu Rahman, siswa dari SMK Negeri 1 Bojong membagikan kesan positifnya setelah mengikuti pelatihan budidaya cabai.

“Kegiatannya seru, menambah wawasan dan pengalaman. Semoga saya menjadi pengusaha cabai yang sukses," tambahnya dengan penuh semangat.

Pernyataan ini menyoroti pentingnya program pelatihan praktis bagi para siswa SMK untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

Hal ini juga menunjukkan bagaimana pelatihan seperti ini dapat memotivasi siswa untuk meraih cita-cita.(***)

Kementan Fokus Regenerasi Petani Muda untuk Terapkan Smart Farming

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebagai upaya mencetak generasi petani yang tangguh dan inovatif, Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu mereka. Kementan juga memperkenalkan smart farming kepada para petani muda.

Kesempatan ini dimanfaatkan lima mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 1 Juli - 25 Agustus 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemuda adalah kunci masa depan pertanian.

“Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan bagi generasi muda secara periodik agar generasi muda bisa bergerak di semua sektor pertanian. Yang terpenting mereka diorganize dan didukung segala sesuatunya,” tutur Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani sangat penting.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengapresiasi tinggi kerja keras para mahasiswa.

“Kami bangga dapat menjadi tempat belajar bagi mereka. Praktik kerja yang dilakukan membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk menjawab tantangan pertanian. Ini adalah wujud komitmen kami dalam mencetak sumber daya manusia yang siap berkontribusi di sektor pertanian,” jelas Ajat.

Selama PKL, Kelima mahasiswa semester VII ini menunjukkan dedikasi tinggi dengan melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Mereka juga melakukan mini riset di bidang kultur jaringan komoditas bawang merah dan jahe merah, pengamatan tentang perangkap hama yellow trap untuk tanaman cabai, budidaya jagung ketan dan pengaplikasian pupuk kompos.

Mengakhiri kegiatan PKL, dilaksanakan seminar hasil, Rabu (20/08/2025). Masing-masing mahasiswa memaparkan hasil praktik kerja di hadapan widyaiswara pembimbing dan penguji oleh BBPP Lembang dan siswa PKL dari kampus lainnya.

Christianno Joshua fokus pada Budidaya Jagung Ketan (Zea mays Ceratina), sebuah komoditas lokal yang menjanjikan. Muhammad Abiyasa Adli mengembangkan Pembuatan dan Pengaplikasian Kompos dari Limbah Ternak, yang merupakan solusi cerdas untuk manajemen limbah sekaligus penyediaan pupuk organik.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Dorong Regenerasi Petani Melalui Magang

Mahasiswa lainnya, Muhammad Dhafa Bagandiandra melakukan pengamatan tentang Penggunaan Perangkap Hama yellow trap pada Budidaya Cabai Rawit di Inkubator Agribisnis, sebagai alternatif ramah lingkungan dari pestisida.

Sementara itu, Fachmi Akmal Mustafa melakukan mini riset Inisiasi Kultur Jaringan Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.), sebuah teknik yang dapat menghasilkan bibit tanaman secara masal dan berkualitas baik.

Terakhir, Riyandi Arif Budiman mengerjakan Sterilisasi dan Inisiasi Eksplan Jahe Merah (Zingiber Officinale var.rubrum) untuk menghasilkan bibit jahe merah yang bebas penyakit.

Para mahasiswa tidak hanya berhasil menyelesaikan kegiatan praktik kerja, tetapi juga memberikan kesan positif terhadap lingkungan belajar di BBPP Lembang.

Salah seorang mahasiswa, Christianno Joshua, mengaku mendapat pengalaman berharga selama di BBPP Lembang.

"Kami merasakan bahwa pegawai, baik widyaiswara, petugas pendamping di IA dan pegawai lainnya menyambut kami secara ramah seperti keluarga sendiri. Tidak hanya memberikan arahan teknis di lapangan, tetapi juga membagikan ilmu dan pengalaman yang berharga,”.

Hal senada juga disampaikan oleh Fachmi Akmal Mustafa, yang menyoroti fasilitas yang tersedia. Menurutnya, BBPP Lembang memiliki sarana prasarana yang sangat menunjang kegiatan PKL.

Begitupun dari Muhammad Daffa Bagandianra yang menyebut teknologi yang diterapkan di sini sangat mendukung.

"Dan didukung juga oleh fasilitas yang memadai, seperti penerapan pertanian presisi," ujarnya.

Sementara itu, Riyandi Arif Budiman menuturkan pengalamannya di laboratorium. Menurutnya, selama kegiatan di BBPP Lembang sangat menambah pengalaman dan juga wawasan.

Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, Muhammad Abiyasa Adli juga merasakan manfaat dari sisi jejaring profesional.

"Kami juga sangat senang karena dapat berjumpa dengan teman-teman dari berbagai sekolah dan universitas di seluruh Indonesia," tambahnya.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang modern, penuh inovasi, dan menjanjikan.(***)

Cetak Petani Muda, UPT Kementan Fasilitasi Praktek Magang Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Tiga mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, melaksanakan praktek magang di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), 13 Januari sampai 8 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/08/kementan-tingkatkan-kualitas-mahasiswa-sidoarjo-melalui-agribisnis-pertanian/

Para mahasiswa semester 6 Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini melaksanakan magang di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house tanaman hias, budidaya pakcoy sistem DFT, dan laboratorium agens hayati.

Setelah hampir 1 bulan melakukan magang, untuk mempertanggungjawabkan hasil magang dilaksanakan seminar hasil, Kamis (6/2/2025). Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang. Secara bergantian, mereka memaparkan hasil pengamatan.

Tema ketiganya adalah: Eksplorasi dan Isolasi Trichoderma, Spp pada Rizosfer Tanaman Kopi (Coffea Sp.), Teknik Budidaya Tanaman Kaktus secara Vegetatif (Grafting) pada Kaktus Impor (Gymnocalycium Mihanochivii) dan lolal (Copiapoa Hypogea) dan Budidaya Pakcoy (Brassica Rapa L.) menggunakan Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique). Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Selesai melaksanakan seminar hasil, ketiganya kompak memberikan kesan selama magang di BBPP Lembang.

“BBPP Lembang menjadi lokasi yang tepat untuk melaksanakan magang. Sarana prasarananya cukup lengkap dan mendukung proses belajar kami. Selama di sini juga kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan,” ujar salah seorang mahasiswa, Rahma Nur Laely.

Mahasiswi lainnya, Bela Nur Aini, juga menyampaikan kesannya selama mengikuti magang.

“Bagi kalian siswa dan mahasiswa, ayo bisa melaksanakan magang di sini ya, karena tempatnya nyaman dan nantinya akan dibimbing oleh widyaiswara dan petugas yang kompeten,” tuturnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Abdhul Rahman Ramadana.

“Terima kasih BBPP Lembang yang telah menerima kami melaksanakan magang di sini,” kata Abdhul Rahman.(***)