13 Februari 2026

Hilirisasi

Kenalkan Hilirisasi, Calon Purna Tugas BUMN Antusias Ikuti Pelatihan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 20 calon purna tugas PT KAI (persero), Kamis (9/10/2025).

Para peserta juga diperkenalkan dengan hilirisasi pertanian yang membuat para calon purna tugas menjadi tertarik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan hilirisasi pertanian memiliki peran penting.

Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh berhenti, karena menyangkut penyediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Siapkan SDM Profesional

“Sektor pertanian bisa menjadi alternatif untuk mengisi masa purnabakti dan bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan, asalkan dilakukan dengan tepat, memanfaatkan teknologi, pemilihan komoditas yang tepat dengan memperhatikan skala usahanya, serta jalin kemitraan untuk pemasarannya,” tuturnya.

“Sektor hilir yaitu pengolahan hasil pertanian menjanjikan margin keuntungan lebih karena itu peluang di sektor hilirisasi juga bisa diupayakan,” kata Ajat lagi.

Kepada calon purna tugas PT KAI, Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih, memberikan berbagi pengetahuan mengenai pengolahan hasil pertanian.

Pengolahan produk pertanian dapat meningkatkan nilai tambah produk tersebut. Keuntungan lain yang didapat adalah meningkatkan daya tahan produk tersebut dengan mengubahnya menjadi produk olahan.

Dalam kesempatan kali ini para calon purnatugas diberikan contoh pengolahan jagung menjadi es krim dengan alat dan bahan yang dapat ditemukan di rumah masing-masing peserta.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat es krim jagung dan peserta juga ikut mempraktikkannya. Saat mencicipi es krim jagung, rata-rata peserta memberi komentar positif.

Selain pengolahan es krim jagung, peserta juga dapat menemukan berbagai olahan lain di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Olahan-olahan tersebut berbahan dasar dari hasil praktik pertanian yang dilakukan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.(***)

Kementan Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran kepada KWT Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (21/08/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BP3K) Parongpong, dihadiri oleh 30 orang anggota kelompoktani dan KWT.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan sektor pertanian sangat vital karena menyediakan pangan bagi kehidupan manusia.

"Tanpa pangan, sebuah negara dapat bubar, karena itu kita harus menjaga ketahanan pangan," tegasnya.

Pernyataan ini didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah kunci utama dalam memajukan sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menjelaskan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) merupakan salah satu bentuk standar pelayanan yang dikembangkan oleh balainya.

Baca juga:

Perkuat Kapasitas Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Agribisnis Cabai

Menurutnya, KAK adalah bagian dari upaya BBPP Lembang untuk mengembangkan inkubator agribisnis dan mendukung program pelatihan.

Pada kegiatan KAK kali ini, fokus utama adalah pengenalan hilirisasi komoditas sayuran, yaitu pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.

Praktik pengolahan dipandu langsung oleh widyaiswara BBPP Lembang didampingi petugas dari Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Para petani diajarkan cara membuat sistik berbahan dasar wortel dan minuman fermentasi khas Meksiko, tepache.

Tepache dibuat dengan cara merendam kulit nanas, lalu difermentasikan dengan ragi dan gula aren. Selain memiliki rasa unik, tepache juga kaya akan probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Dengan pengetahuan ini yang diperoleh saat kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), para petani tidak hanya bisa menjual produk segar, tetapi juga menciptakan produk olahan yang inovatif dan memiliki nilai jual lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.(***)

UPT Pelatihan Kementan Ajarkan Gen Z Hilirisasi Pertanian dan Agribisnis Tanaman Hias

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 59 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School, Depok, Selasa (15/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sugestiana, menyampaikan pihaknya mengajak murid-murid belajar pertanian di BBPP Lembang dalam rangka Research and Leadership Development Program Sekolah.

Ia berharap kegiatan kunjungan ke BBPP Lembang dapat memberi manfaat dan bisa diaplikasikan oleh siswa.

Kunjungan kali ini, BBPP Lembang mengajarkan hilirisasi komoditas pertanian dan agribisnis tanaman hias. Keduanya dapat menjadi peluang usaha menjanjikan di sektor pertanian.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium menjelaskan tujuan pengolahan hasil pertanian.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/30/sinergi-dua-upt-kementan-wujudkan-regenerasi-pertanian/

Lalu, generasi z ini diajak praktik langsung membuat cemilan yang rasanya manis pedas asam dan menyegarkan yaitu sorbet cabai.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet hingga menjadi sorbet cabai yang siap dikonsumsi.

Dua siswa, Audrey dan Zakky, antusias mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sorbet, mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, pemixeran hingga pelabelan.

“Asyik belajar membuat sorbet ini, mudah juga ternyata,” ucap Audrey.

Sementara Zakky mengatakan olahan sorbet cabai ini belum pernah ia temui di tempat lain.

Produk olahan lainnya seperti es krim jagung, es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet buah naga, dan sorbet mangga, juga diserbu oleh pengunjung untuk dicicipi.

“Enak-enak semuanya, jangan lupa cobain sorbet dan es krim ini di BBPP Lembang yaa!" ucap mereka kompak.

Di screen tanaman hias, siswa mempraktikkan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen.

Widyaiswara didampingi petugas menjelaskan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Siswa-siswi mempraktikkan perbanyakan tanaman sukulen melalui stek pucuk dan stek daun.

Selain itu, mereka juga praktik perbanyakan kaktus dengan cara grafting, menyambungkan understam dan anakan kaktus.(***)

Kementan Tarik Minat GenZ dengan Hilirisasi Komoditas Sayuran

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 124 siswa SMP Parungpanjang, Bogor, Kamis (23/1/2025).

Para siswa yang didampingi guru mempelajari peningkatan nilai tambah komoditas pertanian melalui kegiatan hilirisasi sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan akan terus berupaya melakukan regenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Mentan juga mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

“Generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia. Kata kuncinya (anak muda) diberi ruang untuk untung dan beri teknologi tinggi," ucap Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan mendukung penuh upaya regenerasi petani. Selain itu, BPPSDMP juga membuka akses pelatihan dan pendampingan untuk petani milenial.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/27/aeroponik-kentang-teknologi-pertanian-untuk-dongkrak-produktivitas-kentang-nasional/

Rombongan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang. Dijelaskan tugas pokok BBPP Lembang, wilayah kerja pelatihan dan sarana prasarana pembelajaran yang ada untuk mendukung pengembangan SDM pertanian.

Dalam kunjungan itu, rombongan diajak mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Para siswa juga dikenalkan dengan olahan pangan berbahan dasar komoditas jagung menjadi es krim jagung. Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan es krim dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya.

Tidak hanya praktik, siswa-siswi juga dapat langsung mencicipi segelas es krim jagung yang manis, lezat dan menyehatkan ini.

“Es krim jagung ini enak dan segar, mudah juga mempraktikkannya,” ungkap mereka kompak sembari menghabiskan es krim.

Rombongan juga diberikan kesempatan melihat lahan praktik di Inkubator Agribisnis, melihat budidaya sayuran menggunakan teknologi hidroponik sistem DFT, budidaya tanaman hias, dan sayuran lapang. (Yoko/Che)